MEDAN, kaldera.id- Ikatan Alumni Pendidikan Luar Sekolah/Pendidikan Masyarakat (IKAPLUSDIKMAS) Universitas Negeri Medan (Unimed) menggelar Webinar Beasiswa dengan tema “How to Get a scholarship to Study at Domestic and International Universities melalui virtual zoom meeting dan streaming youtube pada Kamis, (1/7/2021).
Acara ini digelar dalam rangka mempersiapkan alumni dan freshgraduate meraih beasiswa yang saat ini sedang gencar diberikan oleh pemerintah seperti LPDP Kemenkeu maupun beasiswa luar negeri.
Webinar kali ini adalah series ketiga dari acara-acara sebelumnya. Kegiatan ini diikuti oleh ratusan peserta dari seluruh Indonesia.
Ada sejumlah narasumber yang turut diundang diantaranya, Rizky Nurjehan, M.Pd. (LPDP Awardee), Silvia Mariah Handayani, M.Pd. (AAS Awardee), dan Dr. Isli Iriani Indiah Pane, M.Hum. (Kepala UPT Pusat Bahasa Unimed) serta dimoderatori oleh Ahmad Rizaldi, S.Pd. (Alumni Pendidikan Luar Sekolah/Pendidikan Masyarakat Unimed).
Selaku Ketua IKAPLUSDIKMAS Unimed, Eko Haryanto, S.Pd menyampaikan Pengurus IKAPLUSDIKMAS Unimed selalu berupaya memberikan manfaat dan berbagi ilmu/pengalaman di luar sekolah, mengedukasi masyarakat serta program-program literasi.
“Dalam pelaksanaannya, kami merasa perlu untuk melakukan kolaborasi bersama alumni, praktisi dan akademisi dalam pengembangan dunia pendidikan di Indonesia,” ujarnya.
Lebih lanjut Eko mengatakan, melalui konsep dari alumni oleh alumni dan untuk alumni, bisa memberikan motivasi untuk bersama-sama maju dan berkembang. Terlebih, di era revolusi industri 4.0 yang memerlukan kolaborasi dan saling terkoneksi satu dengan yang lainnya.
Percepatan teknologi yang akan dihadapi bersama juga perlu saling terintegrasi, memiliki kompetensi, motivasi untuk belajar dan juga terus melakukan inovasi.
“Pendidikan menjadi modal awal untuk kemajuan sebuah bangsa, semakin tinggi kualitas pendidikannya semakin maju dan sejahtera pula negaranya. Menyadari biaya pendidikan yang semakin lama semakin mahal, tentu tidak menyurutkan niat kita untuk belajar. Pada Webinar kali ini, kita melihat peluang dan kesempatan, banyaknya program beasiswa, baik dalam maupun luar negeri yang bisa kita dapatkan untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi. Diantaranya Beasiswa LPDP kemenkeu, Beasiswa Unggulan Kemendikbudristek, Beasiswa Kominfo, Autralia Awards Sholarship (AAS Autralia), dan banyak lagi. Tentunya menjadi impian kita semua untuk mendapatkan beasiswa hingga akhir studi,” jelas Eko Haryanto.
Dalam paparannya, Rizky Nurjehan, M.Pd. mengatakan untuk menjadi awardee LPDP, para Scholarship Hunter harus mempersiapkan diri untuk memiliki Skor TOEFL/IELTS sesuai dengan persyaratan yang di minta oleh LPDP.
Selain itu, harus memiliki kemampuan akademik yang baik, nasionalisme, kontribusi terhadap negeri dan kemampuan leadership.
“Beasiswa LPDP diperuntukkan bagi seluruh putra putri terbaik bangsa. Tahapannya diantaranya seleksi administrasi, Tes Bakat Skolastik dan Wawasan Kebangsaan, dan Wawancara,” ujarnya.
Sementara Silvia Mariah Handayani, M.Pd. yang saat ini sedang menjalani beasiswa S3 di Southern Cross University Queensland, Australia menjelaskan Beasiswa AAS (Australian Award Scholarship) merupakan beasiswa dari pemerintah Australia yang dibuka secara global termasuk negara Indonesia.
Ia menjelaskan, rangkaian seleksi dari beasiswa AAS seperti Seleksi administrasi, Tes IELTS dan Wawancara. Kemudian setiap peserta diminta untuk mengisi form pertanyaan yang tersedia di OASIS dan membuat esai berdasarkan ketentuan yang telah di tetapkan oleh AAS.
“Benefit yang di dapat dari mendapat beasiswa AAS adalah Biaya pendidikan full funded, dan kesempatan untuk mengasah kemampuan bahasa Inggris. Mengingat saat berkuliah di Australia kita akan berinteraksi langsung oleh native speaker. Serta belajar di kampus terbaik dunia dengan fasilitas kelas Internasional,” sebutnya.
Dan sebagai penyelenggara Toefl ITP di Unimed, Dr. Isli Iriani Indiah Pane, M.Hum mengatakan TOEFL merupakan syarat wajib dan hal mutlak bagi siapa saja yang ingin mendaftar beasiswa baik dalam maupun luar negeri.
“Untuk TOEFL tidak ada ketentuan lulus atau tidak. Tergantung pada persyaratan yang diminta oleh penyelenggara LPDP,” kata Isli.
“Jadi setiap orang memiliki kebutuhan skor TOEFL yang berbeda-beda. Untuk apply beasiswa seperti LPDP dan AAS. TOEFL yang qualified dari lisensi ETS. Sehingga calon awardee harus tes di lembaga yang telah di tentukan oleh ETS,” sambungnya.
Diakhir acara, selaku moderator Ahmad Rizaldi, S.Pd. mengajak peserta webinar dan pemburu beasiswa untuk mempersiapkan diri dan mengasah kemampuan dalam memenuhi kriteria dan persyaratan beasiswa yang akan dituju. Semoga lulus dan sukses mendapatkan beasiswa yang diimpikan. (finta rahyuni)