Ilustrasi
MEDAN, kaldera.id – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) terjadi di Kota Medan sejak bencana banjir melanda beberapa hari terakhir. Hingga Sabtu (29/11/2025) pagi, antrean kendaraan tampak panjang di sejumlah SPBU di berbagai titik kota akibat minimnya pasokan BBM. Selain itu, masyarakat juga dijatah hanya bisa membeli beberapa liter.
Menindaklanjuti situasi tersebut, Kasubdit IV/Tipidter Ditkrimsus Polda Sumut, Kompol Alan Haikel, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan pengecekan langsung ke beberapa SPBU yang kehabisan stok. Polisi juga meminta keterangan resmi dari Pertamina terkait penyebab kelangkaan.
Menurut penjelasan Pertamina, suplai BBM sedang mengalami gangguan akibat kondisi cuaca buruk sebelumnya. Pertamina telah melakukan penyaluran bantuan BBM dari Dumai sebanyak 656.000 liter, sementara proses recovery penyaluran dari Fuel Terminal (FT) Medan Group masih berlangsung.
“Cuaca sudah membaik dan gelombang laut mulai turun, sehingga kapal yang membawa produk Pertalite, Pertamax, dan Biosolar telah bersandar,” kata Kompol Alan.
Ia memastikan bahwa Pertamina mulai melakukan normalisasi distribusi BBM sejak Jumat pagi dan proses tersebut akan berlangsung beberapa hari ke depan. Masyarakat diminta membeli BBM sesuai kebutuhan agar antrean tidak semakin panjang.
Sementara itu, pantauan di lapangan menunjukkan sejumlah SPBU di Medan sempat diserbu ratusan pengendara. Beberapa SPBU bahkan terpaksa tutup karena stok habis. Kondisi ini diduga kuat dipicu banjir yang mengganggu rantai pasok distribusi BBM.
Di SPBU Jalan Sisingamangaraja, tepat sebelum Mall Ramayana, antrean panjang terlihat sejak siang hari. Salah seorang pengendara, Zaki, berharap pemerintah segera mencari solusi.
“Kalau tidak ada minyak, kami tidak bisa bekerja. Mau dikasih makan apa keluarga,” ujarnya. (Reza)