Tito Karnavian Puji Terobosan Bobby Nasution Atasi Banjir Tukka

redaksi
24 Jan 2026 22:23
Medan News 0 3
2 menit membaca

MEDAN, kaldera.id — Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memuji langkah cepat dan terobosan Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution dalam menangani dampak banjir dan longsor di Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah. Pujian itu disampaikan saat Tito meninjau langsung normalisasi sungai di Kelurahan Hutanabolon, wilayah yang paling parah terdampak bencana akhir November 2025.

Tito menilai penggunaan sedimen sungai—berupa lumpur, batu, dan kayu—sebagai tanggul penahan banjir merupakan solusi efektif yang patut diterapkan di daerah lain rawan bencana.
“Saya salut dengan ide ini. Airnya kembali lancar dan sedimennya dimanfaatkan menjadi tanggul. Model seperti ini tidak hanya cocok di Sumut, tapi juga bisa diterapkan di Aceh dan Sumatera Barat,” kata Tito Karnavian, Sabtu (24/1/2026).

Banjir dan longsor sebelumnya membuat aliran sungai di Hutanabolon tersumbat material berat, menyebabkan air meluap ke permukiman warga. Kondisi itu melumpuhkan aktivitas masyarakat dan mengancam keselamatan penduduk sekitar bantaran sungai.
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bersama Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah dan pemerintah pusat bergerak cepat melakukan normalisasi sungai. Material sedimen yang menumpuk tidak dibuang, melainkan dimanfaatkan sebagai tanggul penahan aliran sungai untuk mencegah banjir berulang.

Selain normalisasi sungai, Pemkab Tapanuli Tengah dan Pemprov Sumut juga membangun jembatan penyeberangan sementara untuk warga. Jembatan ini menghubungkan kawasan permukiman dengan lahan pertanian dan perkebunan yang sebelumnya terisolasi akibat bencana.
“Ini jembatan temporer, tapi manfaatnya besar. Mobilitas warga kembali terbantu. Kerja sama pemerintah daerah dan provinsi di sini sangat baik,” ujar Tito.
Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menegaskan tanggul yang saat ini dibangun bersifat sementara dan akan dipermanenkan demi memberikan perlindungan maksimal bagi masyarakat.

“Tanggul ini panjangnya sekitar 10,5 kilometer. Ke depan akan dipermanenkan melalui kerja sama dengan Kementerian PUPR, Pemkab Tapteng, TNI, dan Polri,” kata Bobby.
Menurut Bobby, sungai yang dinormalisasi merupakan kewenangan provinsi, sehingga kolaborasi lintas lembaga menjadi kunci percepatan penanganan pascabencana.
Selain meninjau normalisasi sungai, rombongan Mendagri juga meninjau rehabilitasi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Sipansipahoras di Tapanuli Tengah. PLTA tersebut sempat terdampak banjir dan longsor, namun kini telah kembali beroperasi dan menopang kebutuhan listrik masyarakat setempat. (Reza)