Periode Kedua Muryanto Amin Dimulai, USU Ditantang Tak Bergerak Biasa-biasa Saja

redaksi
28 Jan 2026 15:16
3 menit membaca

MEDAN, kaldera.id –  Prof. Dr. Muryanto Amin, S.Sos., M.Si, resmi menjabat periode kedua sebagai Rektor Universitas Sumatera Utara (USU) 2026–2031. Prosesi pelantikan dipimpin oleh Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) USU, Jenderal Polisi (Purn) Agus Andrianto, dan dihadiri Wakil Menteri Dikti Saintek, Prof. Fauzan, di Auditorium USU, Rabu (28/1/2026).

“Kemajuan global harus diikuti inovasi dari perguruan tinggi. Kampus adalah titik mula kemajuan bangsa. Kami ucapkan selamat untuk Prof. Dr. Muryanto Amin dan jadikanlah kepentingan USU di atas segalanya,” ujar Agus Andrianto usai melantik.

Proses pelantikan dimulai dengan pembacaan surat keputusan MWA tentang pengangkatan Rektor USU 2026-2031, pengucapan sumpah jabatan, hingga pelantikan dan penandatanganan berita acara pelantikan. Turut hadir Anggota DPR RI asal Sumatera Utara seperti Sugiat Santoso, Sofyan Tan dan Marwan Dasopang.

Dalam sambutannya, Prof. Muryanto Amin mengatakan momentum pelantikan ini menjadi titik awal penguatan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi di lingkungan USU. “Tekad untuk menjadikan USU sebagai universitas berkelas dunia bukan pekerjaan ringan, tetapi pondasi itu sudah saya mulai pada periode pertama kepemimpinan saya,” ujar Prof. Muryanto.

Menurut dia, perkembangan dunia yang sangat cepat menuntut perguruan tinggi untuk terus beradaptasi tanpa mengabaikan jati diri dan nilai budaya bangsa Indonesia. Prof. Muryanto menekankan pentingnya konsolidasi potensi akademik dan kolaborasi lintas disiplin ilmu untuk menghadapi kompetisi global yang semakin ketat.

Prof. Muryanto Amin sebelumnya juga terpilih melalui proses pemilihan Rektor oleh Majelis Wali Amanat USU yang digelar pada 18 November 2025 di Jakarta, unggul dengan perolehan suara terbanyak dari calon lainnya.

Sementara, Prof Fauzan juga menekankan bahwa Universitas Sumatera Utara (USU) tidak boleh dikelola dengan irama yang biasa-biasa saja. Menurutnya, Indonesia saat ini telah mengalami kelebihan stok sumber daya manusia dengan kemampuan yang masih tergolong rata-rata.

“Indonesia ini sudah over stock manusia yang kemampuannya biasa-biasa saja. Karena itu, perguruan tinggi harus melahirkan lulusan yang unggul dan berdampak,” ujar Fauzan dalam sambutannya pada pelantikan Rektor USU.

Ia menekankan, meskipun rektor USU kembali menjabat dari periode sebelumnya, gerak langkah dan strategi kepemimpinan ke depan tidak boleh sama seperti periode lalu. “Hari ini harus lebih baik dari kemarin. Tidak boleh stagnan,” tegasnya.

Fauzan juga mengingatkan agar perguruan tinggi tidak sampai menjadi sarang korupsi. Sebab, jika institusi pendidikan terjerat praktik korupsi, maka kepercayaan publik akan runtuh. “Kalau perguruan tinggi menjadi sarang korupsi. Kita semua yang hadir harus menjadi model integritas dan menjunjung tinggi kemanusiaan,” katanya.

Sedangkan, Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, yang menghadiri pelantikan Rektor USU dalam sambutannya menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran yang sangat besar.

“Sumatera Utara saat ini memiliki jumlah penduduk usia produktif yang sangat tinggi. Di sinilah peran perguruan tinggi menjadi sangat penting, untuk meningkatkan kemampuan dan kapasitas generasi produktif agar mampu mewujudkan kesejahteraan bersama,” ujar Bobby.(efri s/red)