Jelang Ramadan 2026, Bobby Nasution Tegaskan Stok Pangan Sumut Surplus

redaksi
31 Jan 2026 01:26
Medan News 0 2
2 menit membaca

MEDAN, kaldera.id – Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution memastikan stok pangan Sumut dalam kondisi aman dan surplus menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026. Kepastian ini disampaikan di tengah kekhawatiran masyarakat terhadap potensi lonjakan harga bahan pokok.
Bobby menyebut, hampir seluruh komoditas pangan utama di Sumut—mulai dari beras, cabai merah, cabai rawit, bawang merah, daging ayam, telur ayam hingga minyak goreng—berada di atas kebutuhan konsumsi masyarakat.
“Kalau dilihat dari kebutuhan dan produksi, semua komoditas pangan utama di Sumut dalam kondisi surplus,” ujar Bobby saat menerima Kunjungan Kerja Spesifik Komisi XI DPR RI di Kantor Bank Indonesia Perwakilan Sumut, Jumat (30/1/2026).

Ia mengakui, cabai merah sempat memicu inflasi pada Oktober 2025. Namun, Pemprov Sumut melakukan intervensi cepat dengan mendatangkan pasokan dari Jawa Timur hingga produksi lokal kembali stabil saat panen.
Untuk menekan gejolak harga, Pemprov Sumut menjalankan 11 aksi cepat pengendalian inflasi, di antaranya pembagian gratis komoditas penyumbang inflasi, pasar murah, bundling beras SPHP dengan cabai merah, percepatan bantuan pangan, sidak pasar, monitoring distribusi, hingga penguatan kerja sama antardaerah.

Selain itu, Pemprov Sumut juga menyiapkan infrastruktur pangan jangka menengah. Pada 2026, pemerintah provinsi akan membangun tiga cold storage di daerah sentra produksi dan konsumsi, serta solar dryer dome di sejumlah wilayah untuk menjaga kualitas hasil pertanian.
“Langkah ini untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga, terutama saat permintaan meningkat di bulan Ramadan,” kata Bobby.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Hanif Dhakiri menilai inflasi di Sumut memang tergolong tinggi, namun dipicu oleh faktor eksternal seperti bencana dan cuaca, bukan karena kelangkaan struktural atau kesalahan kebijakan.
Hanif juga mengapresiasi kinerja Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sumut serta sinergi antara Pemprov Sumut dan Bank Indonesia.
“Operasi pasar, monitoring harga, dan koordinasi berjalan baik. Ini harus dipertahankan agar stabilitas harga tetap terjaga,” ujarnya. (Reza)