Gubernur Sumut Bobby Afif Nasution bersama Menteri Haji dan Umrah Muhammad Irfan Yusuf menghadiri konsolidasi petugas haji. Foto : Reza Sahab/kaldera.id
MEDAN, kaldera.id – Persiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 di Sumatera Utara hampir rampung. Sebanyak 23 kabupaten/kota dinyatakan siap secara administrasi dan teknis, termasuk pengurusan paspor jamaah yang kini telah mencapai sekitar 90 persen.
Hal tersebut disampaikan Kepala Kantor Kementerian (Kakan Kemenag) Haji dan Umrah Sumut, Zulkifli Sitorus, saat kegiatan pembekalan petugas haji di Asrama Haji Medan, Jumat (30/1/2026).
“Sebanyak 23 daerah sudah siap. Pengurusan paspor jamaah hampir selesai, sekitar 90 persen. Sisanya masih digunakan untuk perjalanan ke luar negeri,” ujar Zulkifli.
Zulkifli menjelaskan, tahapan berikutnya adalah pendidikan dan pelatihan (diklat) petugas haji, khususnya petugas kloter, Petugas Haji Daerah (PHD), serta Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU). Seluruh proses dilakukan dengan koordinasi lintas lembaga, termasuk Pemerintah Provinsi Sumut.
“Kami berkolaborasi dengan Gubernur Sumut untuk memastikan pelaksanaan ibadah haji berjalan sukses, aman, dan lancar,” katanya.
Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung penuh kelancaran penyelenggaraan haji.
“Harapan kita perjalanan jamaah aman dan nyaman. Petugas haji harus solid dan berintegritas. Semoga pelaksanaan haji tahun ini lebih baik, jamaah berangkat sehat dan kembali ke tanah air dengan selamat,” ujar Bobby.
Sedangkan terkait kuota jemaah haji asal Sumut berkurang dari tahun lalu, Bobby mengatakan hal itu dikarenakan sistem di Kementrian. Ia berharap seperti yang disampaikan Menteri Haji dan Umroh akan mengembalikan kuota seperti semula di tahun berikutnya.
“Seperti disampaikan Pak Menteri tadi, pengurangan ini karena daftar tunggu atau sistem antrian. Nanti pas di tahun ke berapa pengaturan kuota akan disamakan,” katanya.
Sementara itu, Menteri Haji dan Umrah RI Muhammad Irfan Yusuf menekankan pentingnya kualitas petugas haji sebagai ujung tombak pelayanan jamaah. Ia menyebutkan, para petugas telah menjalani pelatihan fisik selama 20 hari sebagai bagian dari peningkatan profesionalisme dan 10 hari melalui virtual.
“Ini sejalan dengan arahan Presiden agar pelayanan jamaah haji semakin maksimal. Pembentukan Kementerian Haji dan Umrah adalah bagian dari visi besar tersebut. Saat ini kami bekerja keras mewujudkannya,” kata Irfan Yusuf.
Ia juga menegaskan, tidak ada lagi pejabat eselon I, II, dan III yang menjadi petugas haji pada tahun ini. Yang dibenarkan hanya pejabat eselon IV. Seluruh petugas murni difokuskan untuk melayani jamaah.
“Sebanyak 1.600 petugas dari seluruh Indonesia mengikuti pelatihan terpusat di asrama haji. Dari jumlah itu, hanya 16 orang yang tidak lulus karena tidak memenuhi persyaratan,” ungkapnya.
Menurut Irfan, peran petugas haji sangat krusial karena jamaah berasal dari beragam latar belakang sosial dan budaya. Bahkan, sebagian jamaah belum pernah bepergian ke luar Sumatera Utara maupun menggunakan pesawat terbang.
“Ada jamaah yang belum tahu cara menggunakan lift. Inilah tantangan petugas haji. Tugas mereka membimbing jamaah agar bisa menjalankan ibadah dengan sebaik-baiknya di Tanah Suci,” jelasnya.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh pembimbing, instruktur, serta KBIHU yang terlibat aktif mendampingi jamaah haji.
“Ibadah haji adalah perjalanan suci. Petugas harus hadir sepenuhnya untuk melayani jamaah, bukan dilayani,” pungkasnya.
Terkait kuota jemaah haji asal Sumut yang berkurang tahun ini, Irfan mengatakan , hal ini disebabkan daftar tunggu dari daerah lain. Dimana, ada daerah lain kuotanya ditambah dan ada yang berkurang. “Ini karena masalah antrian atau tunggum ada yang 18 tahun dan sebagainya. Jadi, nanti pas di tahun berapa semua kuotanya disamakan” tutupnya.
Tahun ini kuota ibadah haji asal Indonesia sebanyak 200 ribu lebih. Sama seperti tahun lalu. Sedangkan untuk kuota asal Sumatera Utara berkurang sekitar 2.000 lebih atau dari 8.000 lebih tahun lalu menjadi 5.000 lebih. (Reza)