Setahun Bobby–Surya Pimpin Sumut: Tak Goyah Dihantam Bencana, Sederet Prestasi Ditorehkan

redaksi
20 Feb 2026 11:59
Medan News 0 1
2 menit membaca

 

MEDAN, kaldera.id – Tepat 20 Februari 2026, genap satu tahun Muhammad Bobby Afif Nasution dan H. Surya memimpin Sumatera Utara sejak dilantik Presiden Prabowo Subianto.

Dalam kurun waktu itu, kepemimpinan Bobby–Surya diuji bencana besar, namun juga diwarnai sejumlah terobosan strategis.

Seperti saat memimpin Kota Medan di tengah pandemi Covid-19, Bobby kembali menghadapi situasi krisis ketika banjir dan longsor melanda sejumlah daerah di Sumut pada November 2025.

Bencana tersebut disebut-sebut sebagai yang terparah dalam lima tahun terakhir.

Bobby turun langsung ke lokasi terdampak. Namun tak berhenti pada respons darurat, Pemprov Sumut bergerak cepat menyiapkan langkah pemulihan jangka panjang.
Salah satu langkah tegas yang diambil adalah merekomendasikan penutupan perusahaan yang diduga merusak hutan dan lingkungan. Salah satunya PT Toba Pulp Lestari (TPL).

Pada 11 Desember 2025, pemerintah pusat resmi menutup operasional perusahaan tersebut.
Di sektor hunian, Pemprov Sumut membangun 1.000 unit hunian tetap (huntap) bagi korban banjir dan longsor.

Hunian sementara (huntara) telah ditempati warga terdampak di Desa Simarpinggan, Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan, sejak 5 Februari 2026, mencakup korban dari Tapsel, Tapteng, dan Taput.

Untuk mempercepat pemulihan, Bobby mengalokasikan anggaran Rp430 miliar.

Dana tersebut difokuskan pada lima sektor prioritas. Infrastruktur mendapat porsi terbesar sekitar Rp275 miliar untuk perbaikan jalan, jembatan, tanggul, normalisasi sungai, dan rehabilitasi rumah.

Sektor lain yang turut diperkuat yakni komunikasi dan informatika Rp1,68 miliar, pendidikan Rp36,8 miliar, kesehatan Rp6,9 miliar, serta bantuan keuangan ke daerah Rp110 miliar.

“Kita lakukan pergeseran anggaran untuk pemulihan pascabencana. Pendidikan kita bagi untuk infrastruktur dan SPP gratis di daerah terdampak,” ujar Bobby dalam rapat koordinasi rehabilitasi pascabencana di Kantor Gubernur Sumut, Januari lalu.

Di bidang pendidikan, Pemprov Sumut menggratiskan biaya sekolah bagi siswa SMA/SMK dan SLB di wilayah terdampak bencana tahun ajaran 2026/2027 dengan anggaran Rp22 miliar.
Sementara di sektor kesehatan, program Universal Health Coverage (UHC) atau berobat gratis 100 persen berhasil dituntaskan.

Melalui Program Berobat Gratis (PROBIS), warga cukup menunjukkan KTP untuk mendapat layanan kesehatan. Sumut pun meraih UHC Award kategori pratama dari pemerintah pusat pada 27 Januari 2026.

Tak hanya fokus pemulihan, Bobby–Surya juga mendorong percepatan pembangunan Kepulauan Nias.

Melalui kebijakan tematik “Nias Maju 2029”, Gunungsitoli diproyeksikan sebagai hub ekonomi dan logistik, Nias Selatan sebagai destinasi wisata dan budaya, serta wilayah lain sebagai zona produksi.

Untuk mendukung program tersebut, Pemprov Sumut menyiapkan anggaran sekitar Rp305 miliar tahun ini, setelah sebelumnya mengucurkan Rp250 miliar.

“Kami ingin Nias bukan sekadar afirmasi daerah tertinggal, tetapi menjadi wilayah unggul dan terintegrasi,” tegas Bobby saat Rakor Pembangunan di Nias Selatan, Februari 2026. (Reza)