Dirut Bank Sumut Heru Mardiansyah bersama Menteri UMKM Maman Abdurahman. Foto: ISTMEDAN, kaldera.id – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menambah kuota Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang disalurkan melalui Bank Sumut menjadi Rp2 triliun guna memperluas akses permodalan bagi pelaku usaha di Sumatera Utara.
Penambahan kuota tersebut diumumkan Maman saat menghadiri Bursa Wirausaha Unggulan Sumatera Utara di Auditorium Universitas Sumatera Utara (USU), Kamis (20/8/2026).
Menurut Maman, Bank Sumut dinilai memiliki kinerja penyaluran KUR yang baik, baik dari sisi ketepatan sasaran maupun akuntabilitas sehingga layak mendapatkan tambahan alokasi pembiayaan.
“Bank Sumut selama beberapa tahun terakhir mendapatkan penilaian positif dari kami, baik dari segi ketepatan penyaluran maupun akuntabilitas. Karena itu, kuota KUR-nya kami tambahkan menjadi Rp2 triliun,” kata Maman.
Ia menjelaskan, tambahan kuota tersebut diharapkan dapat memperkuat akses pembiayaan bagi UMKM sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Pembahasan teknis terkait realisasi penambahan alokasi akan dilakukan lebih lanjut bersama Bank Sumut.
Data Kementerian UMKM mencatat penyaluran KUR di Sumatera Utara hingga saat ini mencapai sekitar Rp11 triliun kepada 168 ribu debitur. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp1 triliun disalurkan melalui Bank Sumut.
Direktur Utama Bank Sumut Heru Mardiansyah menyambut baik tambahan kuota KUR tersebut. Menurutnya, kepercayaan pemerintah menjadi dorongan bagi Bank Sumut untuk terus meningkatkan kualitas pembiayaan bagi pelaku usaha.
“Pembiayaan UMKM bukan sekadar menyalurkan kredit, tetapi memastikan usaha yang dibiayai dapat tumbuh, naik kelas, dan memberikan dampak bagi perekonomian daerah,” ujar Heru.
Ia menegaskan Bank Sumut akan terus memperluas akses pembiayaan yang mudah dan terjangkau bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.
Sebagai bentuk dukungan terhadap UMKM, Bank Sumut juga menjalankan program KUR Mikro dengan bunga 0 persen pada 2026 dan 3 persen pada 2027. Program tersebut juga bebas biaya administrasi, provisi, dan tanpa agunan.
“Kam ingin memastikan akses pembiayaan tidak menjadi hambatan bagi masyarakat yang ingin mengembangkan usahanya,” kata Heru.
Dengan tambahan kuota KUR tersebut, Bank Sumut menargetkan pembiayaan UMKM dapat menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara dalam beberapa tahun ke depan. (Reza)