Kejar Listrik Masuk Pelosok, Pemprov Sumut dan PLN Bidik Rasio Elektrifikasi 100 Persen

redaksi
7 Okt 2026 14:52
Medan News 0 40
3 menit membaca

 

MEDAN, kaldera.id — Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta PT PLN (Persero) UID Sumut memperkuat kolaborasi untuk mempercepat program Listrik Perdesaan (Lisdes) hingga ke wilayah terpencil. Langkah ini dilakukan guna menuntaskan akses listrik masyarakat dan mengejar target Rasio Elektrifikasi (RE) 100 persen.

Komitmen tersebut mengemuka dalam Rapat Sinkronisasi Usulan Lokasi Program Lisdes, Fasilitasi Penyiapan Lahan, serta Penyelesaian Perizinan yang berlangsung di Aula PLN UID Sumut, Jalan Yos Sudarso, Medan, Rabu (7/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari itu diikuti perwakilan 33 kabupaten/kota se-Sumut serta instansi terkait, mulai dari Dinas Kehutanan, Dinas Lingkungan Hidup hingga ATR/BPN.

Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumut Timur Tumanggor menegaskan listrik bukan hanya kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga menjadi penggerak utama pembangunan ekonomi, pendidikan, dan kesejahteraan.

“Jangan sampai masalah administrasi menghambat aliran listrik ke dusun-dusun kita. Ini tanggung jawab moral dan tugas pokok kita sebagai pelayan masyarakat,” tegas Timur.

Menurutnya, saat ini terdapat 117 usulan lokasi program Lisdes yang masuk ke Dinas ESDM Sumut. Sebanyak 47 lokasi berada di lima daerah prioritas, yakni Kabupaten Nias, Nias Utara, Nias Barat, Nias Selatan dan Mandailing Natal.

Timur meminta seluruh pemangku kepentingan memanfaatkan forum tersebut untuk menyelesaikan berbagai kendala perizinan dan administrasi agar pembangunan jaringan listrik dapat direalisasikan pada 2027.

Sementara itu, Direktur Pembinaan Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Andriah Feby Misna mengungkapkan Rasio Elektrifikasi Sumut telah mencapai 99,86 persen. Meski demikian, pemerintah pusat tetap menjadikan wilayah terpencil sebagai fokus utama untuk mencapai target RE 100 persen pada 2029.

“Untuk tahun 2026 terdapat 106 lokasi jaringan Lisdes di Sumatera Utara yang tersebar di 23 kabupaten/kota. Sebanyak 47 lokasi berada di wilayah Kepulauan Nias dan Mandailing Natal,” ujarnya.

Menurut Feby, Kementerian ESDM menyiapkan tiga strategi utama untuk memperluas akses listrik, yakni pembangunan jaringan distribusi (grid), pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) komunal, dan PLTS individual.

Ia juga meminta dukungan pemerintah daerah dalam penyediaan akses jalan, kejelasan titik koordinat, penyelesaian izin kawasan hutan, hingga sosialisasi Right of Way (ROW) kepada masyarakat agar pembangunan jaringan tidak terkendala persoalan lahan.

Di sisi lain, General Manager PLN UID Sumut Rizky Mochamad menegaskan kesiapan PLN untuk mengeksekusi pembangunan infrastruktur listrik desa di lapangan.

Namun, kata Rizky, keberhasilan program tidak hanya diukur dari banyaknya jaringan dan tiang listrik yang dibangun, melainkan dari jumlah masyarakat yang benar-benar menikmati manfaat listrik.

“Ukuran keberhasilan program listrik desa bukan sekadar berapa banyak tiang dan jaringan yang terbangun, tetapi berapa banyak masyarakat yang akhirnya dapat menikmati listrik dan merasakan manfaat nyatanya,” kata Rizky.

Ia berharap dukungan pemerintah daerah terus diperkuat, terutama dalam fasilitasi lahan, percepatan perizinan, dan koordinasi sosial di lapangan agar target elektrifikasi menyeluruh di Sumut dapat segera tercapai. (Reza)