Banjir Besitang Rendam Ratusan Rumah, 719 KK Terdampak dan Warga Mengungsi

redaksi
13 Okt 2026 21:09
News Sumut 0 40
3 menit membaca

 

LANGKAT, kaldera.id – Banjir yang merendam sejumlah wilayah di Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat, berdampak pada 719 kepala keluarga (KK). Ratusan warga terpaksa mengungsi setelah luapan Sungai Besitang akibat hujan deras merendam permukiman dengan ketinggian air mencapai 1,5 meter.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Langkat Tiorita Br Surbakti memastikan penanganan warga terdampak dilakukan melalui koordinasi lintas sektor, evakuasi, penyaluran bantuan logistik, dan pelayanan kesehatan, Senin (12/10/2026).

Berdasarkan laporan sementara Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Langkat, banjir merendam Desa Sekoci dengan ketinggian air 100–150 sentimeter, Desa Arasnapal 50–100 sentimeter, serta Kelurahan Kampung Lama 10–30 sentimeter.

Sebanyak 719 KK terdampak tersebar di lima dusun, yakni Sejambu 220 KK, Sidodadi 240 KK, Pantai Pulau 75 KK, Suka Ramai 114 KK, dan Sekoci 70 KK. Hingga laporan sementara disampaikan, belum ada korban jiwa.

Warga yang terdampak mengungsi di sejumlah titik. Empat posko menampung warga dari Dusun Sekoci sebanyak 40 KK, Sidodadi 80 KK, Suka Ramai 120 KK, dan Sejambu 30 KK.

Selain itu, sekitar 300 warga Kelurahan Kampung Lama mengungsi di Masjid Raya Besitang, sedangkan sekitar 70 warga Desa Sekoci berlindung di sebuah madrasah di Dusun Sekoci.

BPBD Langkat melaporkan ketinggian air di Desa Sekoci mulai surut berdasarkan pemantauan tim pada Senin sore. Meski demikian, petugas masih memantau perkembangan situasi untuk mengantisipasi perubahan kondisi dan memastikan keselamatan warga.

Penanganan dilakukan melalui koordinasi BPBD dengan pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan masyarakat. Langkah yang ditempuh meliputi evakuasi, pendataan dampak banjir, distribusi bantuan, serta pemantauan situasi melalui Posko Pusdalops.

Bantuan logistik disalurkan secara bertahap. Pada Minggu (11/10/2026), BPBD Langkat menyerahkan 10 kotak mi instan, sembilan karung beras, dan satu kotak minyak goreng. Bantuan kembali disalurkan pada Senin berupa 50 karung beras dan 50 kotak mi instan.

Dinas Sosial Langkat juga menyalurkan bantuan melalui Camat Besitang. Bantuan itu terdiri atas 30 karung beras masing-masing seberat 10 kilogram, 30 kotak mi instan, 30 papan telur, 150 paket pakaian anak, 100 stel pakaian bayi, 200 potong pakaian dewasa, 75 selimut, 30 paket family kit, 30 paket kidsware, dua kotak makanan anak, tiga kotak makanan siap saji, 10 tenda gulung, dan dua unit tenda prisma.

Di tengah penanganan banjir, pelayanan kesehatan bagi warga pengungsi juga dilakukan. Puskesmas Besitang mengerahkan tenaga kesehatan untuk pemeriksaan bergerak di sejumlah lokasi, termasuk Masjid Raya Besitang dan madrasah di Desa Sekoci.

Keluhan kesehatan yang paling banyak ditemukan sementara ini adalah batuk dan pilek. Namun, pelayanan di Desa Sekoci menghadapi kendala distribusi obat karena akses jalan belum dapat dilalui akibat banjir. Untuk sementara, bidan Pustu yang bertugas di wilayah tersebut menggunakan persediaan obat yang tersedia di rumahnya.

Sebagian tenaga kesehatan di Besitang juga terdampak banjir. Meski begitu, pelayanan tetap diupayakan melalui pembagian tugas petugas lapangan dan Puskesmas Besitang yang beroperasi selama 24 jam.

Selain di Besitang, hujan deras juga berdampak pada pondasi jembatan di Desa Ujung Teran, Kecamatan Salapian. Derasnya arus Sungai Salapian mengikis tanah penyangga jembatan sehingga memerlukan pemantauan dan penanganan lebih lanjut.

Pemkab Langkat melalui BPBD, Dinas Sosial, pemerintah kecamatan dan desa, serta tenaga kesehatan terus melakukan penanganan untuk menjaga keselamatan warga dan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat hingga situasi berangsur pulih. (Reza)