Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas saat menghadiri Open House Sekolah Rakyat Permanen Tahun Ajaran 2026/2027 di Gedung Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Medan, Jalan Flamboyan Raya, Kecamatan Medan Tuntungan, Sabtu (17/10/2026).
MEDAN, kaldera.id — Danu, bocah berusia 9 tahun asal Medan Belawan, punya cita-cita besar: menjadi wali kota. Namun, sebelum mengejar impiannya, ia sempat menghadapi kenyataan pahit karena harus berhenti sekolah akibat keterbatasan ekonomi keluarga.
Kini, harapan Danu untuk kembali mengenyam pendidikan terbuka melalui Sekolah Rakyat. Kisahnya disampaikan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas saat menghadiri Open House Sekolah Rakyat Permanen Tahun Ajaran 2026/2027 di Gedung Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Medan, Jalan Flamboyan Raya, Kecamatan Medan Tuntungan, Sabtu (17/10/2026).
Selain Danu, Rico juga menceritakan Nia, anak asal Medan Belawan yang memiliki cita-cita menjadi tentara. Keduanya menjadi gambaran anak-anak yang membutuhkan kesempatan dan dukungan agar dapat melanjutkan pendidikan serta meraih masa depan yang lebih baik.
“Kita mendoakan Sekolah Rakyat ini terus bisa maju dan memajukan anak-anak seperti Nia dan Danu. Insya Allah dengan dukungan dan dorongan dari kita semua, anak-anak kita ini bisa mencapai cita-cita yang mereka impikan,” kata Rico.
Menurut Rico, Sekolah Rakyat bukan sekadar tempat memperoleh ilmu pengetahuan, tetapi juga ruang untuk membentuk karakter, kedisiplinan, dan kemampuan anak dalam membangun masa depan. Program tersebut diharapkan menjadi salah satu jalan untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.
Ia berpesan kepada para siswa agar tekun belajar, menjaga kedisiplinan, dan membangun pertemanan yang baik. Rico juga meminta pihak sekolah membimbing serta menjaga anak-anak dengan sepenuh hati.
“Saya berpesan kepada anak-anakku semua agar belajar dengan tekun, menjaga kedisiplinan, serta membangun pertemanan yang baik. Saya juga minta kepala sekolah agar menjaga dan membimbing anak-anak didik ini dengan sepenuh hati,” ujarnya.
Open House Sekolah Rakyat Permanen digelar serentak di berbagai wilayah Indonesia dan diresmikan secara virtual oleh Menteri Sosial Saifullah Yusuf. Kegiatan tersebut terhubung dengan 182 titik di berbagai daerah.
Dalam sambutannya, Saifullah Yusuf menegaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan bagian dari upaya negara memenuhi hak pendidikan dan memberikan perlindungan kepada masyarakat prasejahtera, termasuk anak-anak yang putus sekolah.
Menurut dia, pendekatan rehabilitasi sosial dalam program tersebut juga bertujuan memulihkan kepercayaan diri, kedisiplinan, dan semangat siswa agar berani kembali mengejar cita-cita.
Saifullah mengajak pemerintah daerah, TNI, Polri, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta warga untuk ikut menjaga dan mendukung keberlangsungan Sekolah Rakyat. Kolaborasi berbagai pihak dinilai penting agar anak-anak memperoleh lingkungan belajar yang aman dan kesempatan berkembang.
Kegiatan itu turut dihadiri Wakil Ketua DPRD Medan Zulkarnaen, Pj Sekda Kota Medan Erfin Fachrurrazi, Kepala Dinas Kominfo Medan Arrahmaan Pane, Kepala Dinas Sosial Medan Khoiruddin, serta sejumlah pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemko Medan. (Reza)