Site icon Kaldera.id

Alumni SMAN 6 Medan Sembelih Kurban di Sekolah

MEDAN, kaldera.id – Ikatan Alumni SMAN 6 Medan melaksanakan penyembelihan hewan qurban sebanyak 5 ekor lembu dan 4 ekor kambing di Halaman Sekolah SMA Negeri 6 Medan, Jalan Ansari No 34 Medan, Minggu (2/8/2020).

Ketua Panitia Pelaksana, Saidul Alam mengatakan, kegiatan ini merupakan tahun ke-8. Kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai ajang sillaturahim antar sesama alumni, guru dan murid SMAN 6.

Selain itu, mereka juga ingin berbagi kepada yang membutuhkan. “Sebagai alumni, kita juga ingin ikut berbagi lewat qurban ini,” ujar pria alumni SMAN 6 stambuk 93 ini didampingi Rahman Tahir stambuk 94.

Dia juga menjelaskan, para alumni juga memberikan bantuan dan tali asih kepada guru SMAN 6 yang telah pensiun (purnabakti). Terlebih bagi para guru-guru semasa mereka bersekolah dulu seperti, Siswati, Sondang, Tugirin Zailani, Sofyan Siregar, Dahyuni Asda, Rosmawati, Sri Hardini, Endang, Irfani Ali, Fridawati dan Marwan (penjaga sekolah).

“Sebanyak 11 guru purnabakti SMAN 6, sebagian besar guru yang mengajar pada saat kami SMA,” ungkapnya.

Dewi Kesuma Nasution selaku bendahara panitia yang merupakan alumni 93 menambahkan, bahwa daging qurban tersebut dibagikan tidak hanya kepada sesama alumni, guru dan panitia siswa. Namun, juga diberikan kepada kaum duafa, penarik becak dan masyarakat sekitar SMA Negeri 6 Medan.

Afwan Lubis mewakili stambuk 83 berpesan, agar kegiatan tahunan qurban alumni ini lebih ditingkatkan dan disosialisasikan kepada alumni lainnya.

“Selain dapat berbagi kepada sesama, ajang ini juga sebagai wadah berkumpulnya para alumni dan membangun silaturahmi yang kuat. Selain itu, juga bisa saling membantu kepada alumni yang membutuhkan uluran tangan,” jelasnya.

Kepala Sekolah Terimakasih

 

Kepala Sekolah SMAN 6, Erlinda Ritonga mengucapkan, kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai ajang berkumpul dan bekerjasamanya para alumni, guru dan murid SMAN 6.

“Ini sebagai contoh kepada murid SMAN 6 agar bisa mencontoh seniornya. Tidak pernah lupa dengan almamater dan gurunya,” pungkasnya.

Dirinya merasa bahagia jika para alumni sekolah masih banyak yang masih ingat dan peduli dengan sekolah yang dimaksud. Momen ini sangat membanggakan sekaligus bisa membangkitkan gairah pengajar. Jika tidak dapat dorongan dari para alumni, disebutkan pihaknya seperti berjalan sendiri.

”Berkat adanya dorongan dari alumni lebih membuat pengajar lebih bersemangat dan SMA Negeri 6 lebih besar lagi,” ujar kepala sekolah yang telah mengabdi sebagai pendidik di sekolah tersebut selama 38 tahun itu. (reza sahab)

Exit mobile version