Kebakaran di Medan 95% Akibat Lalai, Korsleting Listrik Dominan

Kadis Pencegahan dan Kebakaran Kota Medan, Albon Sidauruk (baju merah) saat menyampaikan paparan di kantornya, Jalan Candi Borobudur, Medan, Selasa (31/12/2019).
Kadis Pencegahan dan Kebakaran Kota Medan, Albon Sidauruk (baju merah) saat menyampaikan paparan di kantornya, Jalan Candi Borobudur, Medan, Selasa (31/12/2019).

MEDAN, kaldera.id – Sebanyak 283 peristiwa kebakaran terjadi sepanjang 2019 di Kota Medan. Mayoritas akibat kelalaian manusia, sedangkan korsleting listrik jadi pemicu yang dominan.

Peristiwa ini lebih banyak terjadi dibandingkan tahun sebelumnya, 216 peristiwa kebakaran. Dari rententan peristiwa itu, 4 orang meninggal dunia dan 17 orang mengalami luka -luka. Sedangkan total kerugian materil atas peristiwa itu secara keseluruhan mencapai Rp56 miliar lebih.

“Umumnya kebakaran terjadi, 95 % akibat faktor kelalaian,” ungkap Kadis Pencegahan dan Pemadaman Kebakaran Kota Medan, Albon Sidauruk saat paparan jumlah kebakaran di kantornya Jalan Candi Borobudur Medan, Selasa (31/12/2019) malam.

BACA JUGA :  Mahasiswa akan Dikerahkan jadi Relawan Anak Didik

Dia menjelaskan, dari 283 peristiwa kebakaran terjadi, 257 merupakan kebakaran murni. sedangkan sisanya 26 lagi hal hal lain.

“Sebanyak 16 kali akibat kompor atau gas. Satu kali akibat lilin atau lampu. Akibat rokok tiga kali. Paling banyak akibat listrik, sebanyak 133 kali. Sedangkan sisanya lain -lain,” jelasnya.

Pihaknya juga beberapa kali membantu mengatasi kebakaran yang terjadi di wilayah Deliserdang. Alasannya demi kemanusiaan. “Kita melakukan hal itu demi kemanusiaan. Tidak memandang wilayah. Masyarakat bisa merasakan kehadiran pemerintah,” tambahnya.

Pihaknya saat ini terus memberikan sosialisasi kepada masyarakat, baik itu terkait pencegahan maupun tindakan awal saat terjadi kebakaran.(reza sahab)