Kebijakan Pemerintah soal Covid-19 Meragukan, Rupiah Awal Bulan Melemah

Kebijakan Pemerintah soal Covid-19 Meragukan, Rupiah Awal Bulan Melemah
Kebijakan Pemerintah soal Covid-19 Meragukan, Rupiah Awal Bulan Melemah

JAKARTA, kaldera.id – Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp16.325 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Rabu (1/4) pagi. Mata uang garuda melemah 0,09 persen dibandingkan perdagangan kemarin sore, yaitu di level Rp16.310 per dolar AS.

Rupiah melemah bersama mayoritas mata uang di kawasan Asia. Terpantau, yen Jepang melemah 0,25 persen, dolar Hong Kong melemah 0,03 persen, dolar Singapura turun 0,13 persen, dolar Taiwan turun 0,03 persen, dan won Korea Selatan melemah 0,10 persen terhadap dolar AS.

Lalu, peso Filipina turun 0,04 persen, rupee India melemah 0,05 persen, yuan China koreksi 0,04 persen, dan baht Thailand melemah 0,35 persen terhadap dolar AS. Hanya ringgit Malaysia yang berhasil menguat 0,40 persen atas dolar AS.

Serupa, mata uang di negara maju juga kompak tunduk terhadap dolar AS. Poundsterling Inggris turun 0,43 persen, dolar Kanada melemah 0,36 persen, dolar Australia turun 0,24 persen, dan franc Swiss melemah 0,16 persen terhadap dolar AS.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan pelemahan rupiah terjadi setelah pemerintah meluncurkan berbagai kebijakan melawan virus corona.

BACA JUGA :  Menuju New Normal, Simulasi Protokol Kesehatan Dilakukan

Nilai Tukar Rupiah Berada di Posisi Rp16.325 Per Dolar AS

Pertama, Presiden Joko widodo (Jokowi) mengeluarkan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan status darurat kesehatan masyarakat. Kebijakan tersebut diambil setelah menetapkan covid-19 sebagai jenis penyakit dan faktor risiko yang menimbulkan kedaruratan masyarakat.

Ibrahim menuturkan kebijakan ini menjadikan Polri menjadi ujung tombak untuk berkoordinasi dengan pemerintah daerah.

“Sehingga harmonisasi terkait kebijakan-kebijakan yang diambil kabupaten, wali kota, gubernur, soal lockdown atau karantina wilayah bisa terjalin dengan baik dan virus corona bisa teratasi,” paparnya dalam riset yang diterima CNNIndonesia.com.

Kedua, kepala negara menambah alokasi belanja dan pembiayaan dalam APBN 2020 sebesar Rp405,1 triliun untuk menangani pandemi itu. Alokasi dana itu diatur dalam Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan.

Kendati tidak serta merta membuat rupiah perkasa, Ibrahim optimistis kebijakan pemerintah menjadi sentimen positif bagi pergerakan mata uang dalam negeri.

Bahkan, ia memproyeksi rupiah bergerak menguat hari ini. “Hari ini, rupiah kemungkinan akan kembali menguat di level Rp16.250-Rp16.400 per dolar AS,” tandasnya.(cnn/ulf/bir)