Bobby Nasution Terbitkan SK Rumah Terdampak Banjir-Longsor, Penyaluran Bantuan Dipercepat

redaksi
6 Jan 2026 13:10
Medan News 0 9
2 menit membaca

 

MEDAN, kaldera.id – Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution memastikan Surat Keputusan (SK) Rumah Terdampak Bencana Banjir dan Longsor segera diterbitkan untuk mempercepat penyaluran bantuan kepada warga terdampak bencana akhir November 2025.

Hingga Selasa (6/1/2026), 15 kabupaten/kota di Sumut telah menerbitkan SK rumah terdampak. Dua daerah, Kabupaten Tebing Tinggi dan Kota Medan, masih dalam proses pendataan, sementara Kabupaten Asahan dan Batubara tidak mengajukan.

“Kami terbitkan SK Gubernur hari ini agar bantuan bisa segera disalurkan. Data masih bisa disempurnakan ke depan,” kata Bobby Nasution saat rapat koordinasi pendataan pascabencana secara virtual dengan Kementerian Dalam Negeri.

Penerbitan SK menjadi syarat utama penyaluran bantuan dari pemerintah pusat. Bobby menegaskan, percepatan data akan mempercepat pemulihan dan mengurangi jumlah warga yang masih bertahan di pengungsian, terutama bagi rumah dengan kategori rusak ringan dan sedang.

Berdasarkan data Kementerian Sosial, pemerintah menyiapkan bantuan Rp3 juta per keluarga untuk kebutuhan rumah tangga, jaminan hidup Rp450 ribu per orang per bulan selama tiga bulan, serta bantuan modal usaha Rp5 juta per keluarga.

Selain itu, disalurkan santunan Rp15 juta bagi korban meninggal dan Rp5 juta bagi korban luka berat.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan, penyaluran bantuan akan dilakukan berdasarkan data by name by address dari pemerintah daerah.

“Semakin cepat data diserahkan, semakin cepat bantuan diterima masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, BNPB menetapkan bantuan stimulan perbaikan rumah sebesar Rp15 juta untuk rusak ringan, Rp30 juta rusak sedang, dan Rp60 juta rusak berat.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meminta pemerintah daerah mempercepat pendataan dan penetapan SK. Menurutnya, kecepatan data menjadi kunci agar warga bisa segera kembali ke rumah dan beraktivitas normal.
“Kalau datanya cepat, masyarakat cepat pulih. Tanpa bantuan pun mereka bertahan, apalagi kalau bantuan segera turun,” kata Tito. (Reza)