Wagub Sumut Pimpin Groundbreaking Rehabilitasi Sawah di Tapteng, 37 Ribu Hektare Lahan Terdampak Bencana Ditarget Pulih

redaksi
16 Jan 2026 04:36
Medan News 0 2
3 menit membaca

 

TAPANULI TENGAH, kaldera.id – Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu) Surya menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dalam mempercepat pemulihan sektor pertanian pascabencana alam.

Hal ini disampaikannya saat memimpin groundbreaking rehabilitasi lahan sawah terdampak bencana yang dipusatkan di Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Kamis (15/1/2026).

Kegiatan tersebut dilaksanakan secara virtual bersama Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman dan Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto.

Hadir langsung di lokasi antara lain Bupati Tapteng Masinton Pasaribu serta Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Infrastruktur Pertanian Ali Jamil.

Dalam arahannya, Surya menyebut rehabilitasi lahan sawah menjadi langkah strategis untuk memulihkan ketahanan pangan Sumatera Utara.

Berdasarkan data Pemprov Sumut, total lahan sawah terdampak bencana di Sumut mencapai 37.318 hektare, terdiri dari 22.274 hektare rusak ringan, 10.690 hektare rusak sedang, dan 4.354 hektare rusak berat.

“Khusus di Kabupaten Tapanuli Tengah, lahan sawah yang terdampak mencapai 3.205 hektare dan tersebar di sejumlah kecamatan. Ini berdampak langsung pada produktivitas dan pendapatan petani,” ujar Surya.

Menurutnya, Kecamatan Tukka merupakan salah satu sentra pertanian rakyat di Tapteng, sehingga kerusakan lahan dan jaringan irigasi harus segera ditangani.

Groundbreaking ini, kata Surya, menjadi komitmen nyata pemerintah untuk mengembalikan fungsi lahan dan sistem irigasi agar petani dapat kembali berproduksi.

Surya juga mengajak masyarakat ikut berperan aktif dalam program rehabilitasi. Ia menegaskan bahwa pembangunan pertanian tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga partisipasi masyarakat dan semangat gotong royong dalam menjaga hasil pembangunan.

Sementara itu, Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman menyampaikan pemerintah pusat telah mengalokasikan bantuan senilai Rp78,5 miliar untuk pemulihan sektor pertanian di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Bantuan tersebut meliputi pupuk, benih, alat dan mesin pertanian (alsintan), serta dukungan kebutuhan dasar masyarakat terdampak.
Amran menegaskan bahwa proses rehabilitasi akan dilaksanakan dengan skema padat karya, sehingga sekaligus membuka lapangan kerja bagi petani dan masyarakat setempat.

“Saudara-saudara kita yang sawahnya terdampak ikut bekerja dalam rehabilitasi, dan upahnya dibayar oleh pemerintah pusat. Kita ingin masyarakat tetap memiliki penghasilan di masa sulit ini,” tegas Amran.

Ia juga memerintahkan jajarannya untuk tetap standby di lokasi hingga seluruh proses pemulihan selesai.

“Saya tugaskan direktur dan tim untuk tetap berada di Aceh, Sumut, dan Sumbar. Jangan ditinggalkan, percepat pemulihan,” katanya.

Sebelumnya, Wamendagri Bima Arya Sugiarto mengapresiasi langkah cepat dan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam pemulihan sektor pertanian. Menurutnya, upaya tersebut sangat penting bagi stabilitas ekonomi daerah dan nasional.

“Kegiatan ini sangat signifikan bagi pemulihan pertanian di Sumatera. Kita harapkan pelaksanaannya berjalan cepat dan membawa manfaat serta keberkahan bagi masyarakat,” ujar Bima Arya.

Groundbreaking ini menandai dimulainya rehabilitasi besar-besaran infrastruktur pertanian, termasuk perbaikan jaringan irigasi, penyediaan traktor roda empat, rotavator, serta pembangunan kembali jalan usaha tani di wilayah terdampak bencana. (Reza)