Perayaan Imlek di Medan , Rico Waas Tegaskan Identitas Kota Multikultural Tak Bisa Dipisahkan

redaksi
25 Jan 2026 13:40
Medan News 0 1
2 menit membaca

 

MEDAN, kaldera.id – Perayaan Imlek dinilai bukan lagi sekadar agenda budaya etnis tertentu, melainkan telah menyatu dalam denyut kehidupan masyarakat Kota Medan.

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan bahwa Imlek merupakan bagian tak terpisahkan dari identitas multikultural kota terbesar di Sumatera Utara tersebut.

Penegasan itu disampaikan Rico Waas saat menghadiri Lucky Prosperity Expo 2026 di Mall Centre Point Medan, Sabtu (24/1/2026).

Menurutnya, keterbukaan budaya dan toleransi antarkomunitas menjadi fondasi utama yang membentuk karakter sosial masyarakat Medan sejak lama.

Rico Waas menilai Medan layak disebut sebagai miniatur Indonesia. Beragam suku dan etnis—mulai dari Batak, Jawa, Karo, Pakpak, Nias, Minangkabau, Aceh, hingga Tionghoa dan India—hidup berdampingan tanpa sekat dan berinteraksi dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam perayaan adat dan budaya.

“Imlek sudah menjadi bagian dari kehidupan warga Medan lintas generasi. Ini bukan lagi soal perayaan etnis, tetapi ekspresi budaya bersama yang hidup dan diterima masyarakat luas,” tegas Rico Waas.

Ia menambahkan, interaksi lintas budaya yang berlangsung secara alami memperkuat rasa persaudaraan serta memperkokoh persatuan di tengah perbedaan.

Kondisi tersebut dinilai menjadi kekuatan sosial Medan dalam menghadapi berbagai tantangan, baik ekonomi maupun sosial.

Dalam kesempatan itu, Rico Waas juga menyinggung makna Tahun Kuda Api yang menjadi simbol Imlek 2026.

Menurutnya, filosofi semangat, energi, dan keberanian melangkah ke depan sejalan dengan karakter masyarakat Medan yang dinamis dan adaptif terhadap perubahan.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa persatuan menjadi kunci utama menjaga stabilitas bangsa.

Ia mencontohkan solidaritas warga Medan saat terjadi bencana, di mana perbedaan latar belakang tidak menjadi penghalang untuk saling membantu.

“Ketika bencana terjadi, identitas dan perbedaan melebur. Yang tersisa adalah rasa kemanusiaan dan persatuan sebagai bangsa Indonesia,” ujarnya.

Rico Waas berharap perayaan Imlek di Medan terus dikembangkan sebagai kekuatan budaya dan daya tarik pariwisata, sekaligus menjadi etalase nyata harmoni multikultural yang tumbuh dan terjaga di tengah masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, ia juga menyampaikan apresiasi terhadap kepedulian sosial warga Medan yang dinilainya konsisten menunjukkan solidaritas, khususnya kepada masyarakat terdampak bencana. (Reza)