Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, TB Ace Hasan Syadzily
MEDAN, kaldera id – Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Sumatera Utara resmi dibuka di Hotel JW Marriott Medan, Minggu (1/2/2026).
Kegiatan yang berlangsung hingga 2 Februari 2026 itu dibuka langsung oleh Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, TB Ace Hasan Syadzily.
Dalam sambutannya, Ace menegaskan pembukaan Musda oleh Wakil Ketua Umum DPP tidak mengurangi legalitas forum tertinggi partai di tingkat daerah tersebut.
Ia menyebut, dirinya juga pernah ditugaskan langsung oleh Ketua Umum DPP Golkar untuk membuka Musda Partai Golkar di Banten.
“Tidak ada persoalan legalitas. Saya pernah mendapat mandat yang sama dari Ketua Umum DPP untuk membuka Musda di daerah. Semua sesuai mekanisme partai,” tegas Ace.
Ace menjelaskan, Partai Golkar dikenal sebagai partai terbuka dan inklusif yang menjunjung tinggi dialektika politik. Perbedaan pandangan, menurutnya, merupakan bagian dari kedewasaan Golkar sebagai partai besar.
“Pendapat yang berbeda harus disatukan visi dan misinya melalui Musda ini. Di Partai Golkar, perdebatan sangat dibenarkan selama tujuannya untuk membesarkan partai. Hal ini juga berlangsung di kepengurusan pusat,” ujarnya.
Ia menekankan, seluruh kader Golkar dibenarkan melakukan manuver dan dinamika politik sepanjang tetap berpedoman pada AD/ART Partai, termasuk dalam pelaksanaan Musda XI Golkar Sumut.
“Golkar harus terus dijaga sebagai partai terbuka, inklusif, dan dinamis untuk menjadi kekuatan politik terdepan yang dibutuhkan bangsa,” katanya.
Ace juga menyoroti posisi strategis DPD Partai Golkar Sumatera Utara sebagai lumbung kemenangan nasional pascareformasi.
Ia menyebut, capaian Golkar Sumut pada Pemilu 2024 menunjukkan peningkatan signifikan.
“Pada Pemilu 2024, Golkar Sumut mencatat peningkatan suara 100 persen. Kursi DPR RI dari Sumut bertambah dari 4 menjadi 8 kursi, dan DPRD Sumut meraih 22 kursi. Ini adalah hasil kerja keras seluruh kader di bawah kepemimpinan Ketua DPD sebelumnya, Musa Rajekshah, yang patut kita hormati,” tegasnya.
Keberhasilan tersebut, lanjut Ace, juga tercermin dari dominasi Golkar dalam kepemimpinan DPRD di hampir seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Utara.
“Ke depan, capaian ini harus ditingkatkan dengan menambah perolehan kursi legislatif. Musda ini jangan hanya memilih ketua, tetapi juga merumuskan strategi dan menjawab kebutuhan rakyat,” ujarnya.
Sementara itu, Plt Ketua DPD Partai Golkar Sumut, Ahmad Doli Kurnia, menegaskan Musda XI menjadi momentum menjaga soliditas dan keguyuban partai. Menurutnya, perbedaan pandangan tidak menjadi persoalan selama untuk kepentingan Golkar.
“Musda ini untuk menyinkronkan partai, menyamakan visi dan misi, serta menyatukan perbedaan sikap dan program. Mari kita jaga Musda ini tetap solid dan tuntas,” kata Doli.
Ia mengakui pelaksanaan Musda Golkar Sumut memiliki pengalaman traumatis pada lima tahun lalu. Karena itu, ia meminta seluruh kader memastikan Musda kali ini berjalan tertib dan selesai tanpa konflik.
“Kita tidak boleh mengulang kekeliruan masa lalu karena bisa mengganggu ketertiban umum. Musda ini harus benar-benar selesai dan menjadi komitmen bersama,” ujarnya.
Doli juga menegaskan komitmen Partai Golkar Sumut dalam mengawal pembangunan daerah, khususnya sebagai partai pengusung Bobby Nasution dan Surya.
“Golkar Sumut berkomitmen mengawal seluruh program pembangunan sampai periode berakhir. Kita harus bergandengan tangan dengan gubernur dan memastikan program berjalan sukses lima tahun ke depan,” pungkasnya. (Reza)