Gus Irawan: Dana Desa Tapsel Tak Lagi Pakai Uang Cash

redaksi
22 Jan 2026 01:28
Medan News 0 5
3 menit membaca

 

TAPANULI SELATAN, kaldera.id- Pemerintah Kabupaten (Pemkab).Tapanuli Selatan (Tapsel) resmi menerapkan sistem transaksi non tunai melalui Cash Management System (CMS) dalam pengelolaan keuangan desa.

Penerapan sistem ini ditandai dengan pelaksanaan Sosialisasi Keuangan Penerapan CMS Transaksi Non Tunai bagi seluruh pengelola keuangan desa se-Kabupaten Tapsel, digelar di Aula Sarasi Lantai Tiga Kompleks Perkantoran Bupati Tapsel, Kamis (22/1/2026).

Dalam legiatan tersebut diikuti para Camat, Kepala Urusan Keuangan Desa, serta petugas pengelola dan penatausahaan keuangan desa.

Bupati Tapsel H. Gus Irawan Pasaribu, menegaskan, digitalisasi pengelolaan keuangan merupakan sebuah keniscayaan yang tidak dapat dihindari.

Menurutnya, penerapan sistem digital ini sejalan dengan kebijakan nasional serta pengalamannya saat bertugas di DPR RI yang mendorong percepatan digitalisasi, khususnya di sektor keuangan.

“ Digitalisasi ini arahnya cepat dan real-time. Sangat penting untuk membantu kecepatan serta keakuratan dalam pengelolaan keuangan. Kalau pengelolaan keuangan sudah transparan, maka tidak perlu ditakuti, karena tidak ada lagi ruang untuk main-main, ” tegas Bupati.

Ia menjelaskan, penerapan CMS non tunai diharapkan mampu mewujudkan pengelolaan keuangan desa yang lebih aman, transparan dan akuntabel.

Selain itu, sistem ini juga dapat meminimalisir kesalahan administrasi, menutup celah penyimpangan, serta menghemat waktu aparatur desa yang selama ini tersita dalam penyusunan laporan keuangan secara manual.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Gus Irawan juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh stakeholder di tingkat Kecamatan yang telah berperan aktif membantu masyarakat pasca.bencana alam di sejumlah wilayah Tapsel. Oleh karena itu, pemerintah daerah terus mendorong pemulihan ekonomi, termasuk optimalisasi lahan pertanian dan rencana pencetakan sawah baru.

Ia mengungkapkan, bencana tersebut berdampak cukup besar, mulai dari gagal panen hingga kerugian ekonomi masyarakat. “ Saya berharap dana desa benar-benar berputar di desa dan seluruh potensi yang ada dapat dimaksimalkan agar pertumbuhan ekonomi tetap terjaga, ” ujarnya.

Sementara Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Tapsel Muhammad Yusuf, S.P., dalam laporannya menyampaikan, sosialisasi ini merupakan tindak lanjut dari kebijakan nasional dan daerah terkait penatausahaan keuangan desa.

Ia menyebutkan, mulai tahun ini tata kelola keuangan desa di Tapsel telah menggunakan sistem digital yang transparan dan akuntabel.

“ Dengan sistem ini, diharapkan dapat mengurangi kecurangan serta meminimalkan risiko permasalahan hukum. Kabupaten Tapsel menjadi daerah kedua di Sumatera Utara setelah Kabupaten Humbang Hasundutan yang menerapkan sistem ini, ” jelasnya.

Pimpinan Bidang Pemerintahan dan Divisi Jasa PT Bank Sumut, Dody Nurman Syahputra, turut mengapresiasi komitmen Pemkab Tapsel dalam mendorong digitalisasi keuangan desa.

Menurutnya, ketersediaan informasi yang cepat dan akurat sangat penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, termasuk pembinaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

” Kami berharap sinergi dan komunikasi antara PT Bank Sumut dan Pemkab Tapsel dapat terus terjalin dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi pembangunan daerah, ” katanya

Kegiatan sosialisasi ini juga diisi dengan pemaparan materi teknis terkait penerapan Cash Management System oleh narasumber dari PT Bank Sumut, yakni Elida Dian Novita dan Muhammad Ikbal Harahap, yang menjelaskan mekanisme dan tata cara penggunaan CMS dalam pengelolaan keuangan desa.