BPI Danantara Indonesia meresmikan enam proyek hilirisasi tahap pertama dengan total nilai investasi mencapai US$7 miliar. Proyek tersebut digelar serentak di 13 lokasi di Indonesia dan diproyeksikan menyerap lebih dari 6.000 tenaga kerja langsung.MEDAN, kaldera.id — BPI Danantara Indonesia meresmikan enam proyek hilirisasi tahap pertama dengan total nilai investasi mencapai US$7 miliar. Proyek tersebut digelar serentak di 13 lokasi di Indonesia dan diproyeksikan menyerap lebih dari 6.000 tenaga kerja langsung.
Peresmian ini menandai dimulainya implementasi proyek prioritas hilirisasi nasional yang mencakup sektor energi, pangan, mineral, dan logam. Program ini ditujukan untuk meningkatkan nilai tambah industri dalam negeri serta mengurangi ketergantungan impor.
CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani mengatakan, hilirisasi merupakan agenda strategis nasional yang menjadi prioritas Presiden RI dalam mendorong transformasi ekonomi.
“Proyek tahap awal ini diharapkan memberikan dampak nyata bagi perekonomian melalui peningkatan nilai tambah industri dan penciptaan lapangan kerja,” ujar Rosan.
Salah satu proyek utama diresmikan oleh MIND ID bersama INALUM dan ANTAM berupa fasilitas pengolahan dan pemurnian bauksit–alumina–aluminium di Mempawah, Kalimantan Barat. Fasilitas tersebut mencakup smelter aluminium berkapasitas 600 ribu metrik ton per tahun serta Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) Fase II dengan kapasitas 1 juta metrik ton per tahun.
Direktur Utama MIND ID Maroef Sjamsoeddin menyebut proyek ini memperkuat ketahanan mineral nasional sekaligus meningkatkan pasokan bahan baku bagi industri manufaktur dalam negeri.
“Hilirisasi bauksit hingga aluminium mampu meningkatkan nilai tambah hingga 70 kali lipat dan mengurangi ketergantungan impor aluminium,” kata Maroef.
Ia menambahkan, saat smelter aluminium baru beroperasi penuh, cadangan devisa diperkirakan meningkat dari Rp11 triliun menjadi Rp52 triliun per tahun, atau naik sekitar 394 persen.
Peresmian proyek ini dihadiri Gubernur Kalimantan Barat, anggota DPR RI Komisi XII, Bupati Mempawah, unsur adat setempat, serta jajaran direksi dan komisaris MIND ID, ANTAM, INALUM, dan PT Borneo Alumina Indonesia.
Danantara Indonesia menegaskan proyek hilirisasi akan terus dipercepat untuk memperkuat struktur industri nasional dan mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. (Reza)