Rp7 Triliun Dana Warga Sumut Lari ke Luar Negeri, Bobby Nasution Desak RS Benahi Layanan

redaksi
10 Feb 2026 19:46
Medan News 0 1
2 menit membaca

MEDAN, kaldera.id – Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution menyoroti besarnya dana masyarakat Sumut yang setiap tahun mengalir ke luar negeri untuk berobat, dengan nilai mencapai lebih dari Rp7 triliun. Kondisi ini dinilai sebagai indikator rendahnya kepercayaan publik terhadap layanan rumah sakit di daerah.
Bobby menegaskan, rumah sakit di Sumut harus segera melakukan pembenahan serius, terutama dalam tata kelola dan kualitas pelayanan, agar masyarakat tidak lagi memilih berobat ke negara tetangga.
Pernyataan itu disampaikan Bobby saat membuka Seminar dan Workshop Perumahsakitan PERSI Wilayah Sumut di Ballroom Santika Premiere Dyandra Medan, Selasa (10/2/2026).

“Ini persaingan nyata. Kalau layanan rumah sakit di Sumut tidak dibenahi, masyarakat akan terus pergi. Rumah sakit harus memberi rasa aman, nyaman, dan pelayanan ekstra sejak pasien pertama kali masuk,” tegas Bobby.
Menurutnya, posisi geografis Sumut yang dekat dengan Malaysia dan Singapura membuat kompetisi layanan kesehatan semakin ketat. Karena itu, peningkatan kualitas pelayanan menjadi keharusan, bukan pilihan.
Pemprov Sumut, lanjut Bobby, juga mendorong pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan sebagai langkah strategis agar Sumut mampu menahan arus pasien keluar sekaligus menarik pasien dari luar daerah dan luar negeri.
Terkait isu pencabutan status Penerima Bantuan Iuran (PBI), Bobby mengingatkan seluruh rumah sakit agar tidak menolak pasien dengan alasan biaya.

“Program kesehatan adalah prioritas. Tidak boleh ada pasien ditolak. Saya titipkan masyarakat Sumut agar dilayani dengan baik. Pelayanan kesehatan sangat menentukan kualitas hidup dan IPM kita,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) Bambang Wibowo menegaskan rumah sakit harus beradaptasi dengan teknologi dan meningkatkan mutu pelayanan, termasuk keselamatan pasien dan kepedulian terhadap lingkungan.
“Rumah sakit bukan semata bisnis, tetapi institusi kemanusiaan. Tidak boleh ada penolakan pasien karena alasan biaya,” kata Bambang.

Ketua PERSI Wilayah Sumut Syaiful Munawar Sitompul menambahkan, pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI) dalam sistem rekam medis dan manajemen rumah sakit menjadi kebutuhan mendesak. PERSI, kata dia, siap mendukung pemerintah dalam menyukseskan program Universal Health Coverage (UHC).
Kegiatan tersebut juga dirangkai dengan Medan Hospital Expo, yang menampilkan berbagai inovasi dan teknologi layanan kesehatan terkini.  (Reza)