Rico Waas Tegaskan RKP 2026 Tak Boleh Seremonial, Pembangunan Medan Harus Berdampak Nyata

redaksi
11 Feb 2026 19:23
Medan News 0 4
2 menit membaca

 

MEDAN, kaldera.id – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan Rapat Kerja Pembangunan (RKP) Kota Medan Tahun 2026 tidak boleh sekadar menjadi agenda tahunan tanpa hasil konkret.

Ia meminta seluruh jajaran Pemerintah Kota Medan memastikan setiap program pembangunan benar-benar berdampak langsung pada masyarakat.

Penegasan itu disampaikan Rico Waas saat membuka RKP Kota Medan 2026 di Grand City Hall, Rabu (11/2/2026), yang dihadiri Wakil Wali Kota, Zakiyuddin Harahap, pimpinan perangkat daerah, camat, lurah, hingga kepala puskesmas se-Kota Medan.

Rico menyatakan pola kerja “business as usual” harus ditinggalkan.

Menurutnya, pembangunan 2026 harus menjadi momentum percepatan dan perubahan nyata, bukan sekadar pengulangan program rutin birokrasi.

“Kalau masih mau biasa-biasa saja atau business as usual, mungkin tempat saudara bukan di sini. Kita harus lari kencang, bukan melempem,” tegasnya.

Ia menyoroti banjir besar yang terjadi pada akhir 2025 dan berdampak pada 19 dari 21 kecamatan di Medan.

Bencana tersebut tidak hanya merendam rumah dan fasilitas umum, tetapi juga mengganggu aktivitas ekonomi, pendidikan, kesehatan, serta menimbulkan korban jiwa.

Menurutnya, kejadian itu menjadi peringatan keras bahwa pembangunan kota tidak cukup berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi harus dibarengi penguatan mitigasi bencana yang terencana dan terintegrasi.
Rico meminta penguatan standar operasional prosedur kebencanaan, sistem peringatan dini, simulasi rutin, pembentukan relawan hingga tingkat kelurahan, serta integrasi dengan BPBD dan Basarnas.

Skema evakuasi, logistik, layanan kesehatan, dan penyediaan pangan bagi warga terdampak juga harus dipersiapkan secara matang.

Selain mitigasi bencana, Rico juga menekankan peningkatan kualitas layanan kesehatan meskipun Universal Health Coverage (UHC) telah berjalan.

Ia menegaskan pelayanan tidak boleh sebatas administratif, melainkan harus mengedepankan profesionalisme, empati, serta kecepatan dan ketepatan penanganan pasien.

Di sektor infrastruktur, Rico menyoroti masih banyaknya jalan rusak dan trotoar yang pecah. Ia menargetkan perbaikan signifikan pada 2026 agar wajah Kota Medan lebih tertata dan nyaman bagi masyarakat.

Rico juga memastikan arah pembangunan Medan sejalan dengan kebijakan nasional terkait penataan kawasan perkotaan yang berkelanjutan, termasuk pengendalian banjir, penyediaan ruang publik, serta pemerataan layanan dasar.

Sementara itu, Kepala Bappeda Kota Medan Ferry Ichsan menyebut RKP 2026 menjadi forum konsolidasi lintas sektor untuk memastikan seluruh program terfokus pada prioritas dan responsif terhadap tantangan kota.

Ia menegaskan perencanaan harus terimplementasi dan terukur, bukan berhenti di atas dokumen.

RKP 2026 diharapkan menjadi fondasi percepatan pembangunan Kota Medan yang lebih tangguh, aman, dan berdampak nyata bagi masyarakat.
(Reza)