Jusup Ginting Suka
MEDAN, kaldera.id – Bantuan sosial tak kunjung diterima, jalan rusak, banjir berulang, kabel semrawut hingga lampu jalan mati menjadi keluhan utama warga Medan Johor saat bertemu Anggota DPRD Medan, Jusup Ginting Suka, Sabtu (21/2/2026).
Dalam pertemuan di Kelurahan Kedai Durian itu, warga Gang Ladang mempertanyakan alasan belum tersentuh bantuan sosial. Warga Sukabakti mengeluhkan kemacetan dan banjir yang merusak badan jalan.
Keluhan juga datang dari kawasan Parit Pabrik APC terkait drainase yang memicu genangan saat hujan deras.
Masalah infrastruktur lingkungan turut mencuat. Kabel menjuntai dinilai membahayakan pengguna jalan, pohon nyaris tumbang belum ditangani, dan lampu penerangan jalan di wilayah Eka Suka dilaporkan mati.
Menanggapi itu, Jusup meminta pihak kelurahan menelusuri data penerima bansos dan memastikan warga yang berhak tidak terlewat.
Untuk persoalan jalan rusak dan banjir, ia menyatakan akan turun meninjau bersama dinas terkait guna menentukan langkah perbaikan, termasuk opsi pengaspalan atau betonisasi serta pembersihan drainase.
Terkait kabel semrawut dan pohon rawan tumbang, ia meminta aparatur wilayah segera berkoordinasi dengan instansi teknis agar tidak menimbulkan risiko keselamatan.
Soal lampu jalan mati, warga diminta melaporkan titik lokasi agar segera diproses karena penerangan dinilai krusial, terutama menjelang Ramadan.
Warga juga meminta perhatian bagi janda kurang mampu serta layanan kesehatan bagi lansia dan warga dengan gangguan kejiwaan.
Perwakilan tenaga kesehatan menyatakan layanan kunjungan rumah bagi lansia sakit dapat dilakukan melalui koordinasi dengan kepala lingkungan, sementara penanganan pasien gangguan jiwa memerlukan persetujuan keluarga.
Rangkaian keluhan tersebut memperlihatkan persoalan dasar di Medan Johor masih berkutat pada bansos, infrastruktur rusak, dan drainase buruk.
Warga berharap laporan yang disampaikan tidak berhenti di forum reses, tetapi segera direalisasikan dalam bentuk perbaikan nyata. (Reza)