Komunikasi Politik Dan Transparansi Ke Pusat Kunci Bupati Tapsel Diapresiasi Mendagri dan Menteri PKP

redaksi
31 Mar 2026 19:20
Medan News 0 7
4 menit membaca

MEDAN, kaldera.id – Komunikasi politik yang kuat dan transparansi penyaluran bantuan dinilai menjadi kunci utama Bupati Tapsel Gus Irawan Pasaribu diapresiasi Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait saat penyerahan 120 kunci rumah hunian tetap kepada warga Tapsel di Desa Hapesong, pekan lalu.

Ketua Program Studi Ilmu Politik Fisipol USU Indra Fauzan, SHI.M.Soc.Sc. Ph.D dan dosen pascasarjana Unimed Dr. Bakhrul Khair Amal, M.Si mendetilkan analisisnya atas apresiasi yang diberikan pemerintah pusat ke Pemkab Tapsel. Bahkan Bakhrul Khair Amal menyatakan pujian yang diberikan menteri ke Gus Irawan Pasaribu meruntuhkan stigma Tapsel selama ini yang identik dengan ‘Tak Pernah Selesai’ terbantahkan dengan kerja
cepat dalam penanganan bencana.

Sebelumnya Mendagri Tito Karnavian memuji langkah cepat Tapsel. Menteri Tito meminta daerah lain yang terdampak bencana meniru langkah Pemkab Tapsel agar semua proses bantuan bisa dilakukan. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarat Sirait juga mengapresiasi proses tanggap darurat hingga pembangunan kembali infrastruktur di daerah itu. Maruarar Sirait juga yang turut memfasilitasi agar Yayasan Buddha Tsu Chi bersedia turun tangan memberikan bantuan pembangunan rumah di Tapsel.

Bakhrul Khair Amal

Bakhrul Khair Amal

Menurut Indra Fauzan, dalam komunikasi politik, pernyataan yang diberikan Mendagri dan Menteri PKP ke Pemkab Tapsel bukan saja sekadar pujian. “Tapi itu juga sinyal ke daerah lain yang terdampak bencana agar lebih cekatan, lebih kreatif dalam menyelesaikan program pasca bencana.”

“Statement menteri itu menunjukkan bagaimanapun situasinya jangan mengeluh dan menunggu bantuan pusat saja. Tapi Pemkab harus berbuat dan memastikan apa yang bisa dilakukan sejak bencana muncul. Artinya warga terdampak butuh kepastian,” kata Indra Fauzan.

“Jadi dalam kacamata politik, apabila selevel menteri memberikan pujian bukan berarti sekdar kagum saja dengan kinerja tetapi memberikan ultimatum kepada kepala daerah lain untuk berbenah dan bekerja lebih keras lagi untuk memenuhi tuntutan penanganan bencana karena tekanan publik tidak hanya mengarah ke kepala daerah tetapi juga sampai ke menteri,” katanya.

Dia melihat kondisi penanganan bencana di Tapsel pola komunikasinya sudah lebih baik. “Apalagi saya lihat bencana ini juga menjadi prioritas negara walauopun statusnya bukan bencana nasional. Saya rasa pemerintah pusat juga cepat merespon ya, apalagi sering juga ada rapat koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah, sehingga jadi lebih mudah,” kata dia.

Dia menyarankan pemerintah daerah sudah harus menerapkan strategi tanggap bencana yang baik dan efektif. Indra Fauzan juga menyarankan ke depan pemerintah daerah perlu memperhatikan proses penyusunan anggaran kebencanaan khusus sehingga tidak saja mengandalkan badan penanggulangan bencana tapi sudah memiliki blue print penanganan serta koordinasi dengan pemerintah provinsi hingga pusat. “Apalagi saya kira siklus bencana ini akan berulang sehingga perlu manajemen yang baik dan terencana.”

Selain dengan pemerintah pusat, Indra Fauzan melihat bangunan komunikasi yang dirancang pemkab Tapsel cukup cepat menyelesaikan bencana. “Saya lihat strategi komunikasi Pemkab juga membuka peluang bekerjasama dengan NGO. Seperti strategi pentahelix, melibatkan banyak elemen, berkolaborasi dengan stakeholder. Sehingga pengawasan dan manajemen kebencanaan bekerja cukup efektif hari ini, “ jelasnya.

Dr. Bakhrul Khair Alam, pengamat sosial politik dari Universitas Negeri Medan menegaskan pengamatannya terhadap cara Pemkab Tapsel menangani bencana. “Ini saya kira sangat wajar diapresiasi menteri ya. Apalagi saya perhatikan bukan hanya menteri yang datang tapi Presiden pun bermalam di Tapsel mengikuti pergantian tahun,” katanya.

Dari kecepatan penanganan bencana ini, Bakhrul Khair Alam menilai Tapsel dibawah pimpinan Gus Irawan Pasaribu saat ini sudah bisa meruntuhkan stima negatif lama yang menyebut singkatan Tapsel adalah tak pernah selesai. “Dengan gerak cepat, Pemkab Tapsel kini ternyata membuat semua persoalan kebencanaan menjadi lebih cepat penanganannya dan tepat sasaran,” kata dia.

Dia mengatakan dalam penanganan bencana ini Tapsel punya prestasi lebih awal dibanding beberapa kabupaten lain. “Tapsel ini punya konsep transparansi dan akuntabilitas tinggi. Penempatan bantuan bencana berdasarkan data valid. Usulan dan pemakaian bencana sesuai fakta dan data lapangan yang konkrit,” jelasnya.

Bakhrul Khair Alam menegaskan kenapa Tapsel kemudian yang dianggap berprestasi, itu karena berdasarkan alat ukur dan parameter yang disajikan. “Ya akuntabilitas serta efektivitasnya. Pemkab Tapsel bekerja tidak saja seremonial tapi berbasis kinerja,” katanya.

Menurut dia, penanganan bencana dari tahap awal sudah mendapat apresiasi tinggi karena semua bergerak cepat. “Stigma negatif yang selama ini menempel terkikis oleh kinerja pemerintah daerah,” jelasnya.

Menurutnya good will dan political will Bupati Tapsel cukup kuat mendorong penanganan bencana lebih cepat di daerah terdampak.