Bobby Nasution Siap Jadikan Sumut “Markas” Kicau Mania Nasional

redaksi
18 Mei 2026 13:40
Medan News 0 6
2 menit membaca

MEDAN, kaldera.id – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menunjukkan dukungan penuh terhadap perkembangan komunitas burung berkicau di Sumut. Bahkan, Bobby mendorong Sumut menjadi pusat penyelenggaraan event kicau mania berskala nasional.
Hal itu disampaikan Bobby saat membuka kontes burung berkicau dalam rangka Anniversary ke-4 Sedulur Kicau Mania Nusantara (SKMN) di Katamso Land, Jalan Brigjen Katamso, Medan, Minggu (17/5/2026).

“Kami dari Pemerintah Provinsi tentu sangat mengapresiasi kegiatan ini. Rasanya salah bagi kami kalau Pemerintah Provinsi tidak men-support kegiatan seperti ini ke depannya,” ujar Bobby Nasution.
Menurut Bobby, Sumut selama ini telah sukses menjadi tuan rumah berbagai event olahraga nasional hingga internasional. Karena itu, ia ingin dunia kicau mania juga memiliki agenda besar tetap yang digelar rutin di Sumut.
“Tunggu ya, kita tunggu tandanya. Pokoknya event besar nasional kalau bisa kita buat di Sumatera Utara, kami support penuh dari pemerintah provinsi,” katanya.

Bobby menilai komunitas kicau mania bukan sekadar wadah hobi, tetapi juga memiliki dampak ekonomi yang besar bagi masyarakat. Perputaran ekonomi dari sektor ini dinilai mampu menggerakkan usaha kecil mulai dari peternak burung, penjual pakan, perajin sangkar, hingga pelaku UMKM lainnya.
“Dampak ekonominya sangat luar biasa. Bukan hanya bagi peserta lomba, tetapi juga berputar ke peternak, UMKM penyedia pakan, kandang, dan lainnya. Di tengah kondisi ekonomi global yang sedang tidak baik-baik saja, hobi ini justru membantu pemerintah dalam menggerakkan ekonomi masyarakat di tingkat bawah,” jelasnya.

Tak hanya itu, Bobby juga mendorong komunitas kicau mania masuk ke industri kreatif dan digital. Ia menilai kisah perjuangan para penghobi merawat burung hingga menjadi juara nasional dapat dikemas menjadi konten inspiratif, lagu, bahkan film.

Sementara itu, Dewan Pembina SKMN Hidayat Batubara mengatakan komunitas tersebut mulai berkembang pesat sejak pandemi Covid-19. Saat banyak sektor ekonomi lesu, aktivitas budidaya dan perawatan burung justru menjadi sumber penghasilan baru bagi masyarakat.
“Waktu Covid-19 ekonomi macet, tetapi hobi ini justru menghidupkan peternak jangkrik, pakan burung, hingga pengrajin sangkar dan tempat mandi burung,” ujarnya.

Ia pun menyambut positif dukungan Pemprov Sumut dan memastikan SKMN siap menggelar event yang lebih besar di masa mendatang.
“Insyaallah akhir tahun nanti kami akan mengemas dua agenda besar, termasuk Anniversary SKMN berskala nasional,” katanya. (Reza)