INALUM Luncurkan Green Aluminium, Bidik Pasar Global Produk Rendah Emisi

redaksi
1 Okt 2026 11:41
Medan News 0 27
3 menit membaca

 

MEDAN, kaldera.id – PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau INALUM memperkenalkan Sertifikasi Low Carbon Aluminium (Green Aluminium) kepada pelanggan internasional dalam ajang Fastmarkets International Aluminium Conference 2026. Langkah ini menjadi strategi INALUM memperkuat daya saing aluminium Indonesia di tengah meningkatnya permintaan dunia terhadap produk rendah emisi karbon.

Peluncuran sertifikasi tersebut dilakukan bersamaan dengan konferensi industri aluminium internasional yang berlangsung pada 15–17 September 2026. Forum yang memasuki penyelenggaraan ke-40 itu diikuti lebih dari 500 pelaku industri, trader, hingga pengambil keputusan dari berbagai negara untuk membahas perkembangan pasar, perdagangan global, pasokan, dan isu keberlanjutan industri aluminium.

Sebagai satu-satunya produsen aluminium primer di Indonesia, INALUM menilai kebutuhan pasar terhadap produk yang ramah lingkungan terus meningkat. Keunggulan perusahaan terletak pada penggunaan energi listrik berbasis tenaga air dalam proses peleburan aluminium, sehingga menghasilkan jejak karbon yang lebih rendah dibandingkan aluminium yang diproduksi menggunakan energi fosil.

Direktur Pengembangan Usaha dan Komersial INALUM, Arif Haendra, mengatakan peluncuran Green Aluminium merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk meningkatkan nilai tambah produk sekaligus memperluas akses pasar internasional.

“Pasar global semakin memberikan perhatian terhadap produk aluminium dengan jejak karbon yang lebih rendah. INALUM memiliki keunggulan karena proses produksi aluminium kami ditopang oleh energi berbasis tenaga air. Keunggulan ini ingin kami terjemahkan menjadi posisi tawar yang lebih kuat sehingga produk aluminium Indonesia semakin kompetitif dan memiliki akses yang lebih luas di pasar internasional,” ujar Arif.

Selain meluncurkan sertifikasi tersebut, INALUM juga memperkuat kerja sama dengan sejumlah mitra internasional, di antaranya Mitsubishi RtM Jepang, Hartree, serta MIND ID Trading (MIT) Singapore-Concord Inggris.

Kerja sama itu diharapkan dapat memperluas jaringan pemasaran sekaligus membuka peluang baru bagi produk aluminium Indonesia di pasar global yang kini semakin menitikberatkan aspek keberlanjutan dan transparansi rantai pasok.

Kepala Grup Komersial dan Manajemen Rantai Pasok INALUM, Jevi Amri, mengatakan pengembangan Low Carbon Aluminium tidak hanya berkaitan dengan proses produksi yang lebih ramah lingkungan, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam menjawab kebutuhan pelanggan dunia.

“Bagi kami, Low Carbon Aluminium bukan hanya tentang proses produksi yang lebih rendah emisi, tetapi juga bagaimana keunggulan tersebut dapat menjawab kebutuhan pelanggan dan menciptakan peluang pasar baru. INALUM ingin memastikan bahwa kekuatan energi bersih yang kita miliki dapat memberikan nilai tambah sekaligus memperkuat posisi aluminium Indonesia dalam rantai pasok global,” kata Jevi.

Menurutnya, penggunaan energi listrik berbasis tenaga air memberikan fondasi kuat bagi INALUM untuk mengembangkan aluminium rendah karbon yang memiliki daya saing tinggi di pasar internasional.

Melalui peluncuran Green Aluminium dan penguatan kolaborasi dengan mitra global, INALUM berharap dapat memperluas penetrasi pasar sekaligus memperkenalkan kapasitas industri aluminium Indonesia kepada dunia. (Reza)