Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution
MEDAN, kaldera.id – Ketua Badan Tim Nasional (BTN) PSSI, Sumardji, menyebut Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution menunjukkan kepedulian terhadap pembinaan sepak bola kelompok usia. Dukungan itu terlihat dari kesediaan Sumut menjadi tuan rumah sejumlah kompetisi internasional, termasuk Piala Kemerdekaan 2025 dan Piala AFF U-19.
Apresiasi tersebut disampaikan Sumardji saat menghadiri Kongres Biasa Pemilihan Ketua PSSI Sumut di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Medan, Senin (12/10/2026).
Menurut Sumardji, PSSI telah menawarkan kepada sejumlah gubernur di Indonesia untuk menjadi tuan rumah kompetisi sepak bola kelompok usia. Namun, ia mengaku hanya Bobby yang memberikan respons positif terhadap tawaran tersebut.
“Pak Bobby satu-satunya gubernur yang peduli dengan sepakbola kelompok usia. Saya sampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya. Saya sendiri yang minta tolong ke gubernur lain menjadi tuan rumah kelompok usia, tidak ada yang bersedia, tetapi Gubernur Sumut benar-benar peduli,” kata Sumardji.
Ia menilai penyelenggaraan Piala Kemerdekaan 2025 sebagai ajang pemanasan menuju Piala Dunia U-17 dan Piala AFF U-19 di Sumut berjalan sukses serta mendapat respons dari masyarakat.
Sumardji berharap kolaborasi pemerintah daerah dan PSSI tidak berhenti pada penyelenggaraan turnamen. Kerja sama itu, menurutnya, perlu diperluas untuk mendorong perkembangan pemain, wasit, penyelenggara pertandingan, hingga fasilitas sepak bola di Sumut.
“Ini awal langkah yang nyata untuk membawa sepakbola Sumut ke masa depan yang lebih cerah, bukan hanya pemain, tetapi juga wasit, penyelenggara, fasilitas dan lainnya,” ujarnya.
Sementara itu, Bobby Nasution melihat sepak bola bukan hanya sebagai olahraga populer, tetapi juga sektor yang berpotensi menggerakkan perekonomian dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Pemprov Sumut, kata Bobby, berupaya mendorong pengelolaan olahraga yang lebih profesional dan mandiri. Salah satu langkahnya ialah memberikan kewenangan kepada Dinas Kepemudaan dan Keolahragaan (Dispora) Sumut mengelola aset melalui skema Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).
Bobby menyebut aset yang akan dikelola tersebut bernilai sekitar Rp3,2 triliun. Ia menargetkan Dispora Sumut tidak lagi bergantung pada APBD mulai 2028, melainkan mampu menghasilkan pendapatan dari pengelolaan aset sekaligus berkontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD).
“Sepakbola olahraga yang paling banyak digemari. Saya rasa dengan pengelolaan yang tepat kita akan membuat olahraga menjadi industri. Oleh karena itu, Dispora kami tahun 2028 tidak akan bergantung lagi pada APBD, mereka akan mengelola asetnya sekitar Rp3,2 triliun secara mandiri melalui BLUD, mereka akan mendapat pendapatan dari sana dan juga menyumbangkan PAD,” kata Bobby.
Di sisi organisasi, Arya Sinulingga terpilih secara aklamasi sebagai Ketua PSSI Sumut periode 2026–2030. Ia menyebut dukungan Pemprov Sumut selama ini menjadi bagian dari upaya mendorong kemajuan sepak bola di daerah.
“Apa yang sudah kita kerjakan selama ini tidak terlepas dari Gubernur Sumut, Kadispora di level teknis, kami mendapat dukungan yang luar biasa. Ke depan kita harus lebih tegas lagi membangun sepakbola Sumut,” kata Arya.
Arya diharapkan memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan untuk mengembangkan ekosistem sepak bola Sumut, mulai dari pembinaan usia muda hingga pengelolaan kompetisi dan fasilitas olahraga. (Reza)