Bobby Nasution Dorong Perda Khusus Narkoba, Polda Sumut Diajak Bergerak Nyata

redaksi
13 Okt 2026 16:20
Medan News 0 26
2 menit membaca

 

MEDAN, kaldera.id – Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution mendorong perumusan Peraturan Daerah (Perda) khusus untuk memperkuat pemberantasan narkoba di Sumut. Bobby meminta Polda Sumut dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara tidak berhenti pada program seremonial, tetapi menghadirkan langkah konkret yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Dorongan itu disampaikan Bobby saat menerima kunjungan Kapolda Sumut Irjen Pol Sonny Irawan bersama jajaran pejabat utama Polda Sumut di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro, Medan, Selasa (13/10/2026).

Bobby mengajak Polda Sumut merumuskan usulan regulasi khusus yang selanjutnya dibahas bersama DPRD Sumut untuk ditetapkan menjadi Perda. Regulasi tersebut diharapkan memperkuat landasan hukum sekaligus efektivitas pemberantasan narkoba di wilayah Sumatera Utara.

“Mudah-mudahan dengan program yang ada di Polda dapat dijalankan bersama dengan Pemprov Sumut, dan diharapkan program pengentasan narkoba ini tidak hanya seremonial saja, namun dapat memberikan hasil nyata,” ujar Bobby.

Didampingi Wakil Gubernur Sumut Surya dan Penjabat Sekdaprov Sumut Timur Tumanggor, Bobby menegaskan bahwa pemberantasan narkoba perlu menyasar jalur-jalur masuk narkotika hingga kawasan dengan aktivitas ekonomi tinggi yang berpotensi dimanfaatkan untuk peredaran barang terlarang tersebut.

Dalam pertemuan itu, Kapolda Sumut Irjen Pol Sonny Irawan memaparkan tiga program unggulan yang ditawarkan untuk dikolaborasikan dengan Pemprov Sumut. Ketiganya mencakup pemberantasan narkoba, penanganan kejahatan jalanan, dan peningkatan ketertiban berlalu lintas.

Program pertama, Gerakan Masyarakat (Germas) Tolak Narkoba, dirancang untuk menangani persoalan narkotika dari hulu hingga hilir melalui pendekatan preemtif, preventif, dan represif. Pelaksanaannya melibatkan berbagai elemen masyarakat hingga tingkat desa, RT, dan RW.

Program kedua, Kompak atau Kolaborasi Pemberantasan Kejahatan Jalanan, berfokus pada penindakan terhadap begal, tawuran, dan aksi premanisme. Upaya ini diarahkan untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi warga sekaligus wisatawan.

Adapun program Sahata, kependekan dari Satu Hati Satu Kekuatan dalam Tertib Lalu Lintas, menitikberatkan pembinaan dan penegakan aturan lalu lintas secara humanis. Program ini juga diharapkan mendukung optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak kendaraan bermotor.

Selain keamanan, Bobby dan Sonny membahas pengembangan pariwisata Sumut. Sonny menilai potensi wisata alam, khususnya Berastagi dan Kabupaten Karo, perlu didukung aksesibilitas, infrastruktur, serta jaminan keamanan dan kenyamanan bagi pengunjung.

“Kalau akses dan pelayanan keamanannya nyaman, pasti orang akan balik lagi ke sini. Kami siap mensupport dan mengawal program Pak Gubernur dalam meningkatkan daya tarik pariwisata Sumatera Utara,” ungkap Sonny.

Sinergi Pemprov Sumut dan Polda Sumut diharapkan tidak hanya menekan peredaran narkoba dan kejahatan jalanan, tetapi juga membangun rasa aman bagi masyarakat, menjaga iklim investasi, serta meningkatkan daya tarik pariwisata daerah. (Reza)