Fashion Culture Festival Medan Dibidik Dongkrak Pajak Kuliner, Agha Novrian Buka Suara

redaksi
15 Okt 2026 08:44
Medan News 0 25
2 menit membaca

 

MEDAN, kaldera.id – Medan Fashion Culture Festival 2026 tak sekadar menjadi panggung bagi desainer lokal untuk menampilkan karya, tetapi juga diharapkan mampu menggerakkan ekonomi dan mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Medan, terutama dari sektor pajak usaha makanan dan minuman.

Harapan tersebut disampaikan Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Medan, M. Agha Novrian, di sela kegiatan Medan Fashion Culture Festival 2026 di Sun Plaza Medan, kemarin.

Agha menilai, penyelenggaraan berbagai kegiatan di pusat perbelanjaan berpotensi meningkatkan kunjungan masyarakat. Aktivitas tersebut diharapkan ikut menggerakkan transaksi usaha, termasuk sektor kuliner atau food and beverage (FnB).

“Penyelenggaraan Medan Fashion Culture Festival 2026 diharapkan dapat meningkatkan kunjungan masyarakat ke pusat perbelanjaan, sehingga berdampak pada perputaran ekonomi, khususnya sektor usaha kuliner,” ujar Agha.

Menurutnya, meningkatnya aktivitas ekonomi melalui berbagai kegiatan di Kota Medan diharapkan turut memberikan kontribusi terhadap PAD, terutama melalui pajak daerah yang berkaitan dengan usaha makanan dan minuman.

Agha menghadiri festival yang diselenggarakan Dinas Pariwisata Kota Medan tersebut. Acara dibuka secara resmi oleh Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, bersama Ketua TP PKK Kota Medan, Airin

Berlangsung selama enam hari, 13–18 Oktober 2026, festival ini mengusung tema “Ulos in Innovation”. Sejumlah desainer ternama Kota Medan menampilkan rancangan busana yang mengangkat warisan budaya Sumatera Utara melalui pendekatan kreatif dan inovatif.

Bagi Bapenda Medan, kegiatan yang menggabungkan promosi budaya dan pariwisata dengan aktivitas ekonomi tersebut menjadi salah satu peluang untuk memperluas pergerakan usaha di Kota Medan.

Bapenda berharap kolaborasi pemerintah daerah, pelaku industri kreatif, pengelola pusat perbelanjaan, dan pelaku usaha terus diperkuat agar kegiatan serupa tidak hanya mengangkat budaya lokal, tetapi juga memberi dampak ekonomi bagi masyarakat.

Meski demikian, kontribusi festival terhadap penerimaan pajak daerah tetap bergantung pada aktivitas transaksi usaha dan realisasi penerimaan pajak selama kegiatan berlangsung. (Reza)