Medan Diselimuti Kabut Asap, DLHK Sumut Sebut Kiriman dari Luar Daerah

redaksi
16 Okt 2026 18:08
Medan News 0 49
2 menit membaca

 

MEDAN, kaldera.id – Kabut asap kembali menyelimuti Kota Medan dan memicu penurunan kualitas udara. Namun, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Sumatera Utara memastikan tidak ada lagi titik panas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Sumut. Asap yang masuk ke daerah ini disebut berasal dari luar Sumatera Utara akibat pergerakan angin.

Kepala Dinas LHK Sumut, Heri Wahyudi Marpaung, menyampaikan hal itu dalam konferensi pers yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro, Medan, Jumat (16/10/2026).

Heri menjelaskan, sekitar satu setengah bulan lalu sempat terdeteksi dua titik api di Kabupaten Asahan dan Samosir. Namun, seluruh titik tersebut berhasil dipadamkan melalui kolaborasi masyarakat, TNI, BPBD, Manggala Agni, dan Dinas LHK.

“Berdasarkan data BMKG hari ini, tidak ada lagi titik api di Sumatera Utara. Wilayah kita relatif aman bersama Aceh. Namun, fenomena asap yang merambah ke wilayah kita hingga warga kembali harus memakai masker dipicu oleh pergerakan angin dari daerah luar,” ujar Heri.

Menurutnya, kebakaran hutan dan lahan secara nasional masih terjadi di sejumlah wilayah, terutama kawasan gambut di Kalimantan, Sumatera Selatan, Jambi, Lampung, dan Riau. Lahan gambut yang mengering akibat cuaca ekstrem berpotensi memicu kebakaran yang sulit dipadamkan serta menghasilkan asap pekat.

Heri menegaskan, lahan gambut membutuhkan penanganan khusus karena harus tetap basah untuk menekan risiko kebakaran. Jika mengering, potensi api dan produksi asap meningkat.

“Karakteristik lahan gambut harus tetap basah dan berair. Jika mengering, potensi kebakaran sangat tinggi dan melahirkan asap pekat. Penanganannya tidak bisa disamakan dengan hutan darat biasa,” katanya.

Untuk mengurangi dampak kabut asap, Pemerintah Provinsi Sumut terus membagikan masker kepada masyarakat dan berkoordinasi terkait rencana modifikasi cuaca guna memicu hujan buatan di wilayah terdampak.

Dinas LHK Sumut juga mengimbau masyarakat tidak membakar lahan dan ikut mencegah kebakaran hutan maupun lahan. Upaya tersebut dinilai penting untuk menekan risiko meluasnya karhutla dan dampak buruknya terhadap kesehatan.

Meski Sumut dilaporkan bebas titik api berdasarkan data BMKG pada hari tersebut, kondisi kualitas udara tetap perlu diperhatikan karena asap dari luar daerah masih berpotensi memengaruhi masyarakat. (Reza)