Tinjau Pembangunan Jalan BKP di Labusel, Gubsu Bobby Serap Aspirasi Warga

redaksi
17 Okt 2026 10:38
Medan News 0 26
3 menit membaca

 

LABUHANBATU SELATAN, kaldera.id – Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution meninjau pembangunan jalan melalui Bantuan Keuangan Provinsi (BKP) di Kecamatan Silangkitang, Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel), Jumat (16/10/2026).

Proyek sepanjang 6.489 meter dengan pembangunan drainase 506 meter itu menelan anggaran Rp21,5 miliar yang bersumber dari Bantuan Keuangan Provinsi (BKP) 2026.

Jalan yang menghubungkan perbatasan Labuhanbatu–Rintis–Ujung Padang–Salingsing tersebut masih dalam tahap pengerjaan. Bobby turun langsung untuk memastikan proyek yang dibiayai pemerintah provinsi berjalan sesuai rencana dan memberi manfaat bagi masyarakat.

Bobby mengatakan, peninjauan dilakukan untuk memastikan anggaran yang telah dialokasikan benar-benar diwujudkan dalam pekerjaan di lapangan, baik di sektor infrastruktur maupun bidang lainnya.

“Kita ingin memastikan saja pekerjaan yang sudah kita luncurkan dan kita sudah anggarkan, ini di lapangannya benar-benar berjalan dengan baik,” ujar Bobby.

Ia menegaskan, bantuan keuangan provinsi kepada kabupaten harus diikuti pengawasan terhadap pelaksanaannya. Pemerintah ingin memastikan program yang telah dianggarkan tidak berhenti pada perencanaan, tetapi benar-benar dikerjakan.

Dalam kesempatan itu, Bobby juga menanggapi usulan pembangunan jalan di kawasan perkotaan yang disampaikan Bupati Labuhanbatu Selatan, Feri Sahputra Simatupang.

Salah satu persoalan yang dibahas adalah lalu lintas kendaraan berat yang masih bercampur dengan kendaraan ringan di jalan dalam kota.

Menurutnya, pemerintah daerah telah membuka akses jalan alternatif untuk mengarahkan kendaraan berat agar tidak lagi melintas di pusat kota.

Ia menyambut baik langkah tersebut dan menyatakan pembangunan jalan dapat dilanjutkan melalui bantuan keuangan provinsi maupun perubahan status jalan, sesuai kebutuhan.

Terkait anggaran, Bobby menyebut proyek jalan yang ditinjau tersebut mendapat alokasi Rp21,5 miliar. Ia juga menyinggung tambahan bantuan keuangan untuk pembangunan jalan yang harus disertai komitmen anggaran dari pemerintah kabupaten. Dimana, akan ada tambahan anggaran Rp25 miliar. Hanya saja masih dikoordinasikan dengan bupati.

Usai meninjau proyek, Bobby melanjutkan kegiatan Sapa Daerah (SADA) dengan berdialog langsung bersama warga. Sejumlah masyarakat menyampaikan kebutuhan, mulai dari pembangunan rumah tahfiz, perlengkapan tempat pendidikan Al-Qur’an, perbaikan jalan desa, hingga bantuan bedah rumah.
Nuraini, warga Dusun Widodo, mengusulkan pembangunan rumah tahfiz di atas tanah wakaf bekas masjid yang sudah lama tidak difungsikan. Ia menyebut lahan tersebut telah diwakafkan, tetapi pembangunan terkendala keterbatasan dana.

Menanggapi usulan itu, Bobby menyatakan akan membantu pembangunan rumah tahfiz sebesar Rp100 juta. Ia meminta agar rencana tersebut dikoordinasikan dengan camat, kepala desa, dan Badan Wakaf Indonesia untuk ditindaklanjuti pada 2027.

Sementara itu, Sulita, guru TPA Raudatul Jannah, meminta bantuan alat musik hadrah, meja untuk Al-Qur’an, serta penggantian seng bangunan tempat mengaji yang kerap bocor.

Warga lainnya, Giati, menyampaikan keluhan mengenai kondisi jalan di Desa Rintis menuju Desa Sidomulyo yang disebut sudah tidak layak dilalui. Ia mengusulkan perbaikan jalan sepanjang kurang lebih dua kilometer.

Dalam dialog tersebut, Dwi juga menyampaikan persoalan bantuan bedah rumah. Ia mengaku telah menerima bantuan dari kementerian sebesar Rp20 juta, tetapi hanya untuk satu rumah, sementara ia berharap ada dukungan tambahan dari pemerintah provinsi.

Melalui peninjauan infrastruktur dan dialog bersama masyarakat, Pemprov Sumut menghimpun kebutuhan warga yang memerlukan tindak lanjut.

Aspirasi tersebut mencakup pembangunan jalan, fasilitas pendidikan keagamaan, serta perbaikan rumah untuk mendukung kebutuhan dasar masyarakat Labuhanbatu Selatan. (Reza)