Mimpi Menghapus Terminal Liar dan Jual Tiket Online dari Amplas

Menhub Budi Karya Sumadi saat berbicara di Stasiun Besar KA Medan, Sabtu (4/1/2020). (kaldera/hmsmdn)
Menhub Budi Karya Sumadi saat berbicara di Stasiun Besar KA Medan, Sabtu (4/1/2020). (kaldera/hmsmdn)

Melihat Wajah Terminal Amplas yang akan Direvitalisasi Menteri (2)

MEDAN, kaldera.id – Revitalisasi Terminal Amplas yang direncanakan pemerintah tahun ini, dinanti masyarakat. Terminal Amplas sendiri sudah dialihkan pengelolaannya dari Pemerintah Kota Medan ke pemerintah pusat (Kementerian Perhubungan) sejak Juli 2019.

Saat ini Terminal Amplas dan Terminal Pinangbaris sudah memasuki tahap penyerahan serah terima aset. Seiring itu, Terminal Amplas akan dilakukan revitalisasi tahun ini. Desain semuanya sudah final. Pemerintah pun menargetkan bentuknya akan sekelas terminal bandara.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menargetkan waktu satu tahun untuk revitalisasi Terminal Bus Tipe A Amplas di Medan. Revitalisasi ini mencakup pembangunan terminal yang lebih nyaman, pengembangan pusat komersial di area terminal, dan sistem penjualan tiket secara online.

“Di masa datang kita ingin angkutan massal seperti bus menjadi angkutan yang utama. Untuk itu terminal Amplas ini harus diperbaiki secara bertahap. Rencana perbaikan adalah satu tahun,” kata Budi dalam keterangan tertulis, kemarin.

BACA JUGA :  Prostitusi Online Artis FTV, Status Hukum HH Masih Didalami

Selain menggunakan APBN 2020 sebesar Rp40 miliar, pengembangan terminal juga akan dilakukan kerja sama dengan pihak swasta untuk membuat semacam mall. “Jadi terminal lebih bersih, rapi, dan pelayanan ramah. Ada yang usul dibangun juga hotel, jadi orang yang ingin meneruskan perjalanan nantinya bisa istirahat dulu. Intinya, jika kita ingin menjadikan bus sebagai angkutan massal utama, pelayanan kita harus baik dan bus-busnya bagus,” pungkasnya.

Selain itu, menurut Budi, seiring dengan perbaikan terminal, harus dilakukan penegakkan hukum agar tidak ada lagi operator bus yang mengangkut penumpang tidak di terminal resmi, seperti di pool PO Bus atau terminal bayangan. Budi ingin pemerintah daerah melakukan law enforcement dan penertiban. Untuk di Medan, kata menteri secara bertahap bus-bus dipindahkan ke Terminal Amplas sambil terminalnya diperbaiki. Kami pun berharap mimpi bersama ini terwujud Pak Menteri.(f rozi/reza sahab)