Bocah Penderita Stunting Dipantau Secara Intensif

0
17
Plt Walikota Medan, Akhyar Nasution menjenguk Alfred Tegar Manurung, bocah berusia dua tahun delapan bulan penderita stunting.
Plt Walikota Medan, Akhyar Nasution menjenguk Alfred Tegar Manurung, bocah berusia dua tahun delapan bulan penderita stunting.

MEDAN, kaldera id – Plt Walikota Medan, Akhyar Nasution menjenguk Alfred Tegar Manurung, bocah berusia dua tahun delapan bulan penderita stunting di rumahnya Jalan Menteng III, Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai, Senin (2/3/2020).

Menurut petugas gizi di Puskesmas Binjai, Ros (42), Alfred awalnya menderita gizi buruk saat berusia 1 tahun 7 bulan.

Hal ini diketahui ketika pihak Puskesmas melakukan penjaringan. Setelah dilakukan penanganan secara intensif, kondisi Alfred pun mulai membaik dan kini sudah dapat berjalan.

“Akibat stunting yang dialami, pertumbuhan Alfred terganggu. Dengan usianya yang sekarang, tinggi Alfred hanya 86 cm. Seharusnya tinggi Alfred sesuai dengan usianya saat ini adalah 91,1 cm. Kita (puskesmas) akan terus mendampingi Alfred,” papar Ros.

Yang membuat semakin miris, anak Juned Manurung ini tinggal di rumah berukuran 3 meter x 4 meter. Dimana rumah itu dulunya kios di teras rumah neneknya Alfred. Bekas kios tersebut dimanfaatkan untuk tempat tidur dan masak.

Ventilasi ruangan tersebut sangat minim. Sehingga membuat ruangan sesak dan pengab. Hal ini disebabkan, orang tua bocah tersebut kesulitan ekonomi.

Bocah Stunting Bisa Diatasi

“Tidak hanya menangani dari segi medis. Tempat tinggalnya juga akan ditangani, terutama menyangkut ventilasi udara, MCK serta sanitasi. Sehingga kondisi tempat tinggal dan lingkungan mereka sehat,” jelas Akhyar.

Dari segi medis, Akhyar menginstruksikan kepada Dinas Kesehatan Kota Medan terus melakukan pemantauan secara intensif melalui posyandu guna memantau pertumbuhan dan kesehatannya hingga Alfred berusia 5 tahun.

Dengan penanganan secara intensif masalah stunting bisa diatasi.

“Selain Alfred, ada beberapa anak lagi menderita stunting di Kelurahan Binjai ini. Mereka akan kita tangani dengan sebaik-baiknya,” ungkapnya.

Kadis Kesehatan Kota Medan, Edwin Effendi menjelaskan, stunting secara nasional menjadi perhatian khusus. Untuk penderita stunting di Kota Medan, salah satunya Alfred, Edwin mengatakan, penanganannya akan melibatkan lintas sektoral.

“Penanganan stunting tidak hanya dari segi kesehatan saja tapi juga sektor lain seperti rumah, lingkungan maupun sanitasi karena itu berdampak dengan pertumbuhan anak.

Artinya, penanganan stunting harus dilakukan secara terpadu sehingga tertangani dengan baik,” jelas Edwin. (reza sahab)