Site icon Kaldera.id

Ditanya Penderita Stunting Tidak Diberi Susu, Staf Dinkes Medan Menghindar

Persiapan kunjungan Ibu Negara Iriana Joko Widodo di Puskesmas Padang Bulan terkait stunting.

Persiapan kunjungan Ibu Negara Iriana Joko Widodo di Puskesmas Padang Bulan terkait stunting.

MEDAN, kaldera.id – Staf Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Medan terkesan buang badan ketika ditanya jumlah penderita stunting di Kota Medan. Begitu juga penanganan yang telah dilakukan saat ini.

Seperti yang dirasakan awak redaksi kaldera.id ketika ingin mengkonfirmasi masalah ini. Salah satu staf yang dijumpain terkesan menghindar.

“Saya gak punya hak untuk ngejawab, lebih baik tanyakan langsung kepada kepala dinas saja,”ungkapnya sambil, Rabu (11/3/2020).

Kadis Kesehatan Kota Medan, Edwin Effendi sendiri tidak berada di tempat. Menurut stafnya, Edwin sedang keluar.

Berdasarkan informasi yang beredar, beberapa penderita stunting di Kecamatan Medan Tuntungan hanya diberi roti. Tidak ada susu dan makanan tambahan lainnya. Alasannya, stok susu di puskesmas tidak ada.

Berdasarkan data bidang balita dan anak BKKBN Sumatera Utara, diprediksi pada 2020 ada 215.182 keluarga yang terpapar stunting.

Salah satu penyebab utama stunting adalah karena ketidaktahuan orangtua terutama pada ibu hamil dan bersalin tentang pentingnya gizi untuk anak.

Dari hasil penelitian stunting tidak hanya dialami anak-anak dengan kondisi keluarga ekonomi lemah, tapi juga ditemukan keluarga ekonomi mapan meski presentasinya sedikit. (silvia marissa)

Exit mobile version