Gedung Eks RSU Sari Mutiara Jadi Pusat Screening Awal Pasien Suspect Covid-19

Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi didampingi Plt Walikota Medan, Akhyar Nasution Meninjau Rumah Sakit Umum Sari Mutiara.
Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi didampingi Plt Walikota Medan, Akhyar Nasution Meninjau Rumah Sakit Umum Sari Mutiara.

MEDAN, kaldera.id – Plt Walikota Medan, Akhyar Nasution mendampingi Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi meninjau lokasi eks Rumah Sakit Sari Mutiara di Jalan Kapten Muslim No 79, Helvetia Tengah, Kecamatan Medan Helvetia, Rabu (18/3/2020).

RSU Sari Mutiara disiapkan sebagai tempat pusat screening awal pasien suspect Covid-19. “Rumah sakit ini akan digunakan sebagai tempat pusat pelaporan awal bagi pasien suspect Covid-19 jika terjadi lonjakan.

Apabila setelah dilakukan screening awal terhadap salah satu suspect Covid-19 ternyata positif, pasien tersebut akan dirujuk ke RS G. L Tobing di Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang,” ungkap Edy.

Untuk itu Edy berharap gedung ini dapat dipersiapkan secepat mungkin sebagai tempat evakuasi cadangan lengkap disertai dengan peralatan medis.

Dia juga menghimbau bagi masyarakat yang merasakan gejala batuk, flu dan sesak nafas segera gunakan masker dan melapor ke fasilitas kesehatan terdekat atau langsung datang ke rsu tersebut maupun Rumah Sakit D. L Tobing.

BACA JUGA :  Dengarkan Arahan Kapolri dan Panglima TNI, Pemkab Langkat Siap Cegah Covid-19

“Semua dokter dan petugas kesehatan sudah siap untuk memberikan pelayanan kepada seluruh warga. Selain itu, seluruh aparat keamanan TNI Polri akan siap berjaga untuk memberikan rasa aman disetiap rumah sakit,” pungkas Edy.

Sementara itu, Plt Wali Kota Medan Akhyar Nasution yang bertindak sebagai Komandan Penanganan Siaga Darurat mengatakan, jika suatu waktu terjadi lonjakan angka kasus Covid 19 di Kota Medan semua rumah sakit di bawah kendali Pemko Medan.

Selanjutnya, untuk hal teknis seluruh kepala rumah sakit berkoordinasi lebih lanjut dengan Kadis Kesehatan Kota Medan, Edwin Effendi.

“Kami mohon kerja sama kita semua sebab penanganan Covid19 tidak dapat dilakukann Pemko Medan sendiri. Butuh kerja keras, komitmen, keseriusan dan tanggung jawab penuh dari kita semua,” tegasnya. (reza sahab)