Site icon Kaldera.id

Jumlah ODP di Medan Tembus 610 Orang, PDP Mencapai 75 Orang

Plt Walikota Medan, Akhyar Nasution saat meninjau Posko Covid-19 di Kantor Dinas Kesehatan Kota Medan, Jalan Rotan, Rabu (1/4/2020)

Plt Walikota Medan, Akhyar Nasution saat meninjau Posko Covid-19 di Kantor Dinas Kesehatan Kota Medan, Jalan Rotan, Rabu (1/4/2020)

MEDAN, kaldera.id – Berdasarkan data yang dikeluarkan Posko Covid-19 Kota Medan, jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Kota Medan mencapai 610 orang.

Sedangkan untuk Pasien Dalam Pemantauan (PDP) mencapai 75 orang per 31 Maret 2020.
Jumlah tersebut terhitung per 31 Maret 2020.

Jumlah ini juga melalui laporan dari kecamatan dan data yang diberikan seluruh rumah sakit yang menangani kasus Covid 19.

Hal ini diketahui ketika Plt Walikota Medan, Akhyar Nasution meninjau posko Covid-19 yang di Kantor Dinas Kesehatan Kota Medan, Jalan Rotan Petisah Tengah, Kecamatan Medan Petisah, Rabu (1/4/2020).

“Setiap hari kita melihat ada penambahan baik ODP dan PDP. Saya harap ini tidak melemahkan kita, tapi semakin waspada untuk menjaga diri dan keluarga,” ungkap Akhyar.

Akhyar menjelaskan bahwa Pemko Medan juga telah membuat posko pemantauan. Posko ini, dapat difungsikan sebagai tempat pelayanan pengaduan bagi masyarakat terkait pencegahan Covid-19.

Akhyar menginginkan peran posko terus dioptimalkan, terutama memantau kesehatan warga di masing-masing kecamatan atau bahkan hingga ke kelurahan.

“Dengan adanya posko pemantauan ini, maka masyarakat dipermudah dalam mendapatkan penanganan serta informasi terkait Covid-19. Maka dari itu, posko ini harus berjalan dengan optimal dengan terus memantau kesehatan warga Kota Medan,” jelasnya.

Akhyar juga meminta Dinas Kesehatan agar menganalisis penyebab seseorang dapat terpapar wabah virus corona (Covid-19). Sehingga sebagai garda terdepan dalam mengambil langkah yang efektif untuk melakukan upaya dalam memutus mata rantai Covid-19.

“Saya meminta Dinkes selaku garda terdepan membuat analisis penyebab kenapa seseorang dapat terpapar virus corona.

Perhatikan juga riwayat perjalanannya apakah pernah melakukan perjalan ke tempat epicentrum corona sehingga kita dapat mengambil langkah yang efektif untuk memutus mata rantai Covid-19,” tambahnya. (reza sahab)

Exit mobile version