Pelukan Sang Ayah untuk Fahrul dan Arzita jadi Perpisahan

Dari kesembilan korban yang tewas, dua diantaranya merupakan anak dari Bapak Rahmadi
Dari kesembilan korban yang tewas, dua diantaranya merupakan anak dari Bapak Rahmadi

MEDAN, kaldera.id – Sembilan orang dinyatakan tewas dalam kecelakaan di Jalan Lintas Tebingtinggi-Pematangsiantar, tepatnya di Km 89-90 Desa Pabatu, Serdangbedagai, antara bus Intra kontra Avanza pada Minggu (21/2/2021) malam.

Dari sembilan korban yang tewas, dua diantaranya merupakan anak dari Rahmadi.

“Fakhrul Hanafi dan Arzita korban yang wafat itu anak saya. Sebelum berangkat, saya sempat memeluk keduanya. Saya tak menyangka itu merupakan pelukan terakhir,” cerita Rahmadi kepada wartawan, Senin (22/2/2021).

Rahmadi mengaku, tak memiliki firasat, maupun tanda-tanda apapun atas kepergian kedua anaknya.

“Gak punya firasat maupun tanda-tanda, ceria saja. Mau pergi hari Sabtu pagi, izin, salaman, dan pelukan,” akunya.

Kemudian di hari Minggu malam, Pukul 20.00 WIB, Rahmadi masih bisa menghubungi anaknya (Fahrul).

“Mereka bilang lagi di Sidamanik. Setelah itu, Pukul 21.00 WIB, saya kembali menghubunginya (Fahrul). Namun, yang mengangkat telpon saya itu pihak kepolisian,” ujar Rahmadi.

BACA JUGA :  Sopir Bus Serahkan Diri, Korban Tewas Diberi Santunan

Di telepon tersebut, pihak kepolisian mengabarkan bahwa 9 orang penumpang mobil Avanza mengalami kecelakaan, dan seluruh korban meninggal di tempat.

“Langsung kemari Pak, ke RS Bhayangkara. Sebut polisi itu,” ujarnya menambahkan.

Sementara itu, kawan Fahrul Hanafi, Ila, menangis histeris saat mengetahu Jenazah kekasihnya telah di mandikan.

“Kemarin mas (Fahrul) mengajak aku pergi jauh, kenapa malah kamu yang pergi jauh untuk selamanya mas,” kata Ila.

Diketahui, Ila merupakan warga marelan pasar IV. Ia baru saja menjadi mahasiswa baru di salahsatu perguruan tinggi di Sumatera Utara.

“Saya kenal sudah hampir satu tahun dengan mas Fahrul. Tadi dapat kabar peristiwa ini dari teman, terus aku telfon beliau (Fahrul). Namun tidak ada jawaban,” tutup Ila. (mustivan mahardhika)