Site icon Kaldera.id

Penyandang Tuna Rungu Butuh Akses Komunikasi Jelaskan Covid-19

Inisiator Vaksinasi Tuna Rungu dan Pemulung di Sumut, Sutrisno Pangaribuan mengungkapkan, Penyandang disabilitas tuna rungu membutuhkan akses komunikasi yang aktif untuk dalam mendapatkan penjelasan Covid-19.

Inisiator Vaksinasi Tuna Rungu dan Pemulung di Sumut, Sutrisno Pangaribuan mengungkapkan, Penyandang disabilitas tuna rungu membutuhkan akses komunikasi yang aktif untuk dalam mendapatkan penjelasan Covid-19.

MEDAN, kaldera.id – Inisiator Vaksinasi Tuna Rungu dan Pemulung di Sumut, Sutrisno Pangaribuan mengungkapkan, Penyandang disabilitas tuna rungu membutuhkan akses komunikasi yang aktif untuk dalam mendapatkan penjelasan Covid-19.

Tentunya penyampaian penjelasan tersebut disampaikan melalui juru bahasa isyarat. “Penyandang disabilitas ini butuh akses komunikasi untuk mendapatkan penjelasan tentang pandemi COVID-19 dengan segala variannya,” jelasnya, Kamis (22/7/2021).

Dengan akses komunikasi yang maksimal, tentunya antisipasi atau pencegahan bisa dilakukan guna menekan angka penyebaran virus tersebut. Termasuk dalam program vaksinasi sebagai upaya menciptakan herd immunity.

“Dengan kerjasama ini diharapkan sebagai upaya pelibatan tuna rungu secara partisipatif,” tambahnya.

Diungkapkanya, untuk mengatasi beberapa penyakit, herd immunity bisa dicapai ketika 40 persen populasi di suatu daerah kebal terhadap penyakit atau virus tersebut.

Namun, dalam sebagian besar kasus, herd immunity bisa dicapai jika 80 hingga 95 persen populasi kebal terhadap penyakit atau virus untuk menghentikan penyebaranya. “Artinya, seseorang bisa menjadi kebal terhadap suatu penyakit berkat pemberian vaksin,” jelasnya.

Menurutnya, berdasarkan data Kemenkes per 21 Juli, Pukul 18.00 WIB, total vaksinasi 1 sebanyak, 42.868.023 (20.58%), dan total Vaksinasi 2, sebanyak 16.713.406 (8.03%) dari 208.265.720 total sasaran vaksinasi di Indonesia.

Sebagai upaya mempercepat terbentuknya herd immunity, maka Gerakan untuk Kesejahteraan Tuna Rungu Indonesia ( GERKATIN ), DPC Medan dan Deli Serdang, Gerakan Perjuangan Pemulung Indonesia ( GAPPI ) berkerjasama dengan Kementerian BUMN akan mengadakan vaksinasi untuk komunitas di sentra vaksinasi BUMN, eks Bandara Polonia Medan, Kamis (22/7/2021) mulai Pukul 09.00- 15.00 WIB.

Dirinya juga berharap vaksinasi kelompok rentan penyakit seperti pemulung ini sebagai pintu masuk untuk mendorong percepatan vaksinasi kelompok rentan lainnya.(efri/rel)

Exit mobile version