Site icon Kaldera.id

IPQAH Sumut Mengaji, Rektor UIN Sumut: Hijrah Meluaskan Wawasan, Menguatkan Persatuan

Ikatan Persaudaraan Qori/Qoriah dan Hafiz/Hafizah (IPQAH) Sumatera Utara memeringati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1443 H dengan menggelar pengajian sederhana bertema Al Quran: Hijrah dan Wahdatul Ulum, di Wisma Syariah UIN Sumut, Jalan Sutomo, Medan, Selasa (10/8/2021) malam.

Ikatan Persaudaraan Qori/Qoriah dan Hafiz/Hafizah (IPQAH) Sumatera Utara memeringati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1443 H dengan menggelar pengajian sederhana bertema Al Quran: Hijrah dan Wahdatul Ulum, di Wisma Syariah UIN Sumut, Jalan Sutomo, Medan, Selasa (10/8/2021) malam.

MEDAN, kaldera.id – Ikatan Persaudaraan Qori/Qoriah dan Hafiz/Hafizah (IPQAH) Sumatera Utara memeringati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1443 H dengan menggelar pengajian sederhana bertema Al Quran: Hijrah dan Wahdatul Ulum, di Wisma Syariah UIN Sumut, Jalan Sutomo, Medan, Selasa (10/8/2021) malam.

Dalam pengajian ini, IPQAH Sumut mengundang Rektor UIN Sumut Prof Dr Syahrin Harahap sebagai narasumber. “Hijrah yang dilakukan Rasulullah SAW, mengajarkan kita untuk memperluas wawasan,” kata Prof Syahrin membuka paparannya.

Kegiatan yang dilakukan secara daring dan luring (hybrid) ini turut dihadiri Ketua Umum IPQAH Pusat Prof Dr KH Said Agil Husin Al Munawar, Ketua IPQAH Sumut, Dr Asren Nasution, pimpinan IPQAH kab/kota di Sumut dan ratusan qori dan qoriah dari `dalam dan luar negeri.

Disebutkan Prof Syahrin, hijrah tersebut memberikan panduan pada umat Islam, bahwa ada sesuatu yang lain di luar Mekkah, yang juga harus diatasi, dibangun dengan kehadiran Islam. Karena itu kata Syahrin, di Madinah, Rasulullah SAW tidak hanya memberikan panduan soal akidah dan ibadah, tapi juga mengurusi hal sosial kemasyarakatan.

“Hijrah juga mengajarkan kita berpikir revolusioner yang digambarkan dalam 4 ayat awal di Surah Al Balad. Ini yang saya sebut Revolusi Al Balad. Rasulullah SAW hijrah, membangun peradaban dunia, tapi Mekkah tetap menjadi pusat untuk sujud,” tukas Guru Besar Pemikiran Islam ini.

Dalam konteks saat ini, kata Syahrin, spirit hijrah juga meminta kita agar melakukan upaya perbaikan kehidupan dan menyongsong masa depan untuk mempersiapkan diri agar tetap menjadi umat terbaik di sisi Allah SWT.

Berbicara di hadapan para penghaflah dan penghafal Al Quran itu, Prof Syahrin menegaskan, Al Quran sudah jelas menepis dikotomi keilmuan. Hal ini yang diserap UIN Sumut sebagai paradigma keilmuan. “Ilmu itu satu dari Allah SWT. Dan itu ada panduannya di Al Quran. Maka itu, saya mengajak kita semua untuk berhijrah dalam bentuk ikhtiar dan belajar, maka itu akan berkorelasi dengan martabatmu,” pungkasnya.

Dalam kesempatan itu, Prof Said Agil yang hadir lewat aplikasi zoom menyampaikan apresiasinya pada Prof Syahrin. “Memang, ilmu itu satu dari Allah SWT, tidak ada dikotomi. Al Quran itu sumber ilmu pengetahuan, bukan kitab ilmu ppengetahuan. Isyarat semua ilmu itu ada di dalamnya. “Saya kira UIN Sumut sudah tepat untuk terus berada di jalur memperjuangkan wahdatul ulum,” bebernya.

Dalam kaitannya dengan momentum Tahun Baru Hijriyah, Mantan Menteri Agama RI ini, menegaskan, bahwa dalam berhijrah, Rasulullah SAW lebih dulu membangun persaudaraan. “Bukan kamuflase, tapi persaudaraan yang hakiki,” pungkasnya.(rel/finta)

Exit mobile version