Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional Bakal Dihadirkan di Wisata Danau Toba

Komite Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional Indonesia (KPOTI) Sumatera Utara (Sumut) bersama dengan Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) berkolaborasi dalam pembentukan Pangkalan Olahraga Tradisional (PANGKOTRAD) di objek wisata Danau Toba
Komite Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional Indonesia (KPOTI) Sumatera Utara (Sumut) bersama dengan Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) berkolaborasi dalam pembentukan Pangkalan Olahraga Tradisional (PANGKOTRAD) di objek wisata Danau Toba

MEDAN, kaldera.id- Komite Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional Indonesia (KPOTI) Sumatera Utara (Sumut) bersama dengan Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) berkolaborasi dalam pembentukan Pangkalan Olahraga Tradisional (PANGKOTRAD) di objek wisata Danau Toba.

Hal itu terungkap dalam pertemuan antara BPODT KPOTI Sumut, Selasa (24/8/2021) di Kantor BPODT Jalan Pattimura, Medan.

Dirut BPODT diwakili Kadiv Pemasaran Pariwisata Nusantara Siswanto Sinambela menjelaskan bahwa Danau Toba merupakan salahsatu destinasi wisata super prioritas yang dicanangkan Pemerintah Pusat.

Lahan seluas 386,72 Ha bertepatan di Kecamatan Ajibata Kabupaten Toba dipersiapkan untuk dibangun Caldera Resort dengan kapasitas 4.400 kamar.

“Caldera resort ini akan menjadi wisata internasional yang akan menampung banyak lapangan kerja dan menjadikan Danau Toba sebagai destinasi wisata kelas dunia,” ungkap Siswanto.

Diakuinya, kehadiran KPOTI Sumut di Kantor BPODT merupakan langkah kolaboratif yang patut ditindaklanjuti.

“Kami sangat senang KPOTI Sumatera Utara membawa warna baru dalam melakukan penggalian permainan tradisional yang dalam aplikasinya menawarkan program Pangkotrad di Objek Wisata. Ini nantinya akan menjadi pengawal budaya dan menjadi daya tarik untuk wisatawan,” kata Siswanto.

Pangkotrad merupakan langkah KPOTI Sumut membumikan, melestarikan permainan rakyat di Sumut. Kegiatannya antara lain memainkan kembali permainan rakyat seperti egrang, terompah, congklak, tarik tambang, patok lele dan sebagainya.

BPODT juga menegaskan akan menghadirkan berbagai macam pertunjukkan, festival dan hal-hal yang bisa diselingi dengan penyelamatan budaya.

“Di antaranya adalah penyelamatan permainan rakyat dan olahraga tradisional, dengan terbangunnya Pangkotrad di lingkup Caldera Resort akan menjadi fasilitas bermain permainan tradisional yang akan terjaga dari kepunahan,” ujar Siswanto.

Untuk mengawali hal itu, pihaknya akan berkolaborasi membentuk Pangkotrad di 8 lokasi yaitu Motung, Pardomuan Motung, Pardamean Sibisa, Parsaoran Sibisa, Sigapiton, Sirukkungon, Aek Natolu dan Horsik di Kabupaten Toba.

BPODT juga mendorong agar kerjasama ini bisa segera diwujudkan, agar percepatan pemajuan kebudayaan dan ekonomi yang hadir di lingkup masyarakat dapat dirasakan.

Menjadikan Danau Toba sebagai wisata kelas dunia

Sementara itu Ketua KPOTI Sumut Agustin Sastrawan Harahap menegaskan siap menjadikan Danau Toba sebagai wisata kelas dunia seperti yang dicanangkan pemerintah. Apalagi Sumatera Utara memiliki banyak permainan rakyat dan olahraga tradisional yang menjadi daya tarik wisatawan di lokasi wisata.

“Kami akan expose dan kemas secara profesional pemanfaatan permainan tradisional sebagai suatu hal yang menarik untuk destinasi wisata khususnya di Danau Toba. Sejak lama kami yakin Danau Toba mampu menjadi wisata kelas dunia,” kata Agustin yang juga Dosen Univeritas Negeri Medan.

Hadir dalam pertemuan itu Kadiv Pengembangan Bisnis Nelson Lumbantoruan, Heraldo Laurent Simanjuntak Staff Divisi Pemasaran Pariwisata Mancanegara dan Manna Ujung Staff Divisi Pemasaran Pariwisata Nusantara BPODT.

Sementara dari KPOTI Sumut tampak mendampingi Sekretaris Fahri Anantha Pane serta pengurus lainnya Pevi Albana, Aldino dan Holidun Saragih. (finta rahyuni)