Site icon Kaldera.id

Konjen Malaysia Medan Dorong Food Diplomacy Lewat Malaysia Culinary Diary

Konsulat Jeneral Malaysia Medan mengelar Malaysia Culinary Diary sebagai bagian dari food diplomacy atau culinary diplomacy untuk mengeratkan hubungan antara negara serumpun, kata Konsul Jeneral Malaysia Aiyub Omar.

Konsulat Jeneral Malaysia Medan mengelar Malaysia Culinary Diary sebagai bagian dari food diplomacy atau culinary diplomacy untuk mengeratkan hubungan antara negara serumpun, kata Konsul Jeneral Malaysia Aiyub Omar.

MEDAN, kaldera.id- Konsulat Jeneral Malaysia Medan menggelar Malaysia Culinary Diary sebagai bagian dari food diplomacy atau culinary diplomacy untuk mengeratkan hubungan antara negara serumpun, kata Konsul Jeneral Malaysia Aiyub Omar.

Hadir bersamanya Direktur Tourism Malaysia Hishamuddin Mustafa yang juga Konsul Pelancongan. Acara yang digelar Senin (30/08/2021) di lapangan sukan (olahraga) Konjen tersebut merupakan rangkaian promosi masakan tempatan Malaysia.

Malaysia Culinary Diary itu disiarkan melalui podcast serta dilakukan demo masak untuk beberapa jenis kuliner seperti nasi dagang acar mentah, ikan gula/gulai ayam, puding diraja, masakan adabi serta roti canai dan teh tarik.

Aiyub Omar menambahkan Malaysia Culinary Diary sebagai bagian dari food diplomacy (diplomasi makanan) sudah digagas negara tetangga itu sejak beberapa tahun lalu. Dia mengatakan Malaysia merupakan salah satu yang menjadikan food diplomacy sebagai strategi mempererat hubungan antar negara. “Induk dari food diplomacy ini adalah public policy. Secara rutin pemerintah Malaysia membiayai berbagai pameran kuliner atau promosi makanan kita ke negara-negara sahabat. Malaysia merupakan satu dari beberapa negara yang mengendepankan kebijakan tersebut.”

Selain tentunya Taiwan, Thailand, Korea Selatan, Jepang, Kamboja, Amerika serta Australia, jelasnya. Bahkan untuk ketepatan program food diplomacy ini Malaysia sudah menggaungkan Malaysia Kitchen 2010 dengan membiayai promo kuliner sampai ke Inggris (UK), Amerika serta Australia, jelasnya

Setelah strategi pemasarannya tembus ke negara tujuan secara perlahan pemerintah akan mengurangi pembiayaannya, kata Aiyub Omar. “Diplomasi lewat kuliner ini merupakan upaya meluluhkan hati warga negara sahabat. Kita ingin terus mendekatkan diri satu sama lain. Sekaligus juga jadi soft power atau senjata halus untuk menggaet hati para pelancong yang akan masuk ke Malaysia dari berbagai negara,” jelasnya.

Dia mengatakan pemerintah akan mengeluarkan uang sendiri dulu terkait food diplomacy, lalu kemudian juga mengundang youtuber, pegiat media sosial seperti vlog untuk mengenalkan kuliner Malaysia ke negara-negara lain.

Bahkan Aiyub bercerita ada juga youtuber terkenal yang awalnya mereview makanan Malaysia mulai dari pinggir jalan, pusat kota sampai ke desa dan ditonton jutaan orang. Setelah itu dia memutuskan pindah ke Malaysia karena merasa sesuai dengan masakan Malaysia.

Aiyub Omar mengungkap beberapa cerita terkait yotuber dan juga vlogger yang mempromosikan dan mereview kuliner Malaysia. Tentu saja, katai dia, mereka diapresiasi pemerintah atas inisiatifnya.

Dia kembali menekankan bahwa food diplomacy merupakan wadah penting dalam meningkatkan silaturrahmi terutama negara serumpun seperti Indonesia dan Malaysia. Rasa saling kenal mengenal antara kedua negara akan semakin kuat.

“Bahkan ketika kita pun nanti berjalan di Malaysia jangan heran karena ada banyak persamaan termasuk soal makanan,” jelasnya. Bahkan dengan program seperti ini juga akan mendekatkan hubungan Medan dengan Malaysia, tambahnya. “Kita saling mengenal kuliner masing-masing dan juga mengukuhkan hubungan antar negara lewat budaya,”.

Sementara Hishamuddin Mustafa turut memandu memperkenalkan kuliner Malaysia yang dimasak dan dihidangkan bagi para tamu. Hishamuddin menjelaskan tentang berbagai masakan yang dihidangkan. Seperti nasi dagang acar mentah, puding diraja maupun teh tarik.

Dalam literatur tentang nasi dagang acar mentah ini terkenal di Pantai Timur Malaysia seperti Terengganu, Pahang serta Kelantan. Walaupun kemudian sebagian merasa ada sedikit perbedaan antara wilayah Terengganu dan Kelantan. Biasanya nasi dihidang bersama ayam goreng dan kari ikan tongkol. Bahkan biasanya sering dihidang di hari besar keagamaan.

Nasi dagang ini akan lebih sedap jika disandingkan dengan kari ikan tongkol atau gulai ayam dan acar. Itu jugalah yang dipraktikkan dalam demo masak di Konjen Malaysia Medan. Lalu para undangan yang hadir di situ juga bisa menikmati puding diraja, teh tarik, roti canai dan makanan lainnya. (armin nasution)

Teks foto
Hishamuddin Mustafa, direktur Malaysia Tourism (paling kiri) bersama Konsul Jeneral Malaysia Aiyub Omar (tengah) dipandu host dalam podcast Malaysia Culinary Diary di Konjen Malaysia Medan, Senin (30/08/2021).

Exit mobile version