Site icon Kaldera.id

ICONIST 2021 di Kota Medan: Arah Baru Peradaban Manusia di Tengah Pandemi

Rektor UIN Sumut Prof Syahrin Harahap dan Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menandatangani naskah kerjasama kedua belah pihak disaksikan Wakil Rektor III UIN Sumut Dr Nispul Khoiri, Wakil Rektor IV UIN Jakarta Prof Lily Surraya Eka Putri, Kepala LP2M UIN Sumut Dr Hasan Sazali, dan Kepala LP2M UIN Jakarta Prof Jajang Jahroni di sela pembukaan ICONIST ke 4 2021, di Medan, Kamis (14/10/2021).

Rektor UIN Sumut Prof Syahrin Harahap dan Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menandatangani naskah kerjasama kedua belah pihak disaksikan Wakil Rektor III UIN Sumut Dr Nispul Khoiri, Wakil Rektor IV UIN Jakarta Prof Lily Surraya Eka Putri, Kepala LP2M UIN Sumut Dr Hasan Sazali, dan Kepala LP2M UIN Jakarta Prof Jajang Jahroni di sela pembukaan ICONIST ke 4 2021, di Medan, Kamis (14/10/2021).

MEDAN, kaldera.id – Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (UIN Jakarta) Prof Dr Hj Amany Burhanuddin Umar Lubis didampingi Rektor UIN Sumatera Utara Prof Dr Syahrin Harahap membuka pelaksanaan International Conference on Islam, Science dan Technology (ICONIST) ke 4 2021 yang digelar dari Hotel Madani, Medan, Kamis (14/10/2021).

Acara yang dilakukan secara luring dan daring ini mengambil tema “From Faith to Fate: Human Civilization in the Mid of Pandemic Era”. ICONIST ke 4 2021 ini terselenggara atas kerjasama LP2M UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dengan LP2M UIN Sumatera Utara, sehingga digelar di Kota Medan.

Outcome yang diharapkan dalam 4th ICONIST 2021 adalah menemukan solusi terbaik dan model pembangunan Islam yang efektif untuk menciptakan sumber daya manusia yang unggul yang mahir dalam lingkungan yang dinamis dan disrupsi saat ini.

“Saya cukup senang dengan tema yang diambil oleh panitia. Karena memang situasi terkini, khususnya terkait pandemic Covid-19, mendorong kita dari kalangan kampus untuk mendukung masyarakat menghadapi perubahan yang sangat cepat lewat kajian dan penelitian yang bermanfaat,” kata Prof Dr Amany Lubis.

Dia mengatakan, ICONIST merupakan kegiatan akademis yang digagas UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada 2018. Di mana tahun ini dapat bekerjasama dengan UIN Sumatera Utara dan digelar di Kota Medan. Ini merupakan salah satu upaya UIN Jakarta untuk berperan dalam pengembangan kajian di Indonesia.

“Kegiatan seperti ini harus diberi perhatian, dalam arti diberikan anggaran yang maksimal. Harapannya kajian-kajian yang muncul dari UIN Jakarta, UIN Sumut dan perguruan tinggi Islam dapat dimanfaatkan untuk kemashlahatan masyarakat dan juga direkomendasikan pada pemerintah agar digunakan dalam rumusan kebijakan-kebijakan pembangunan,” tukasnya.

Prof Dr Syahrin Harahap sebelumnya mengatakan, konferensi internasional yang berwajah integrasi keilmuan seperti ICONIST ini merupakan ciri khas dari perguruan tinggi keagamaan Islam. UIN Sumatera Utara kata dia, pun menjadi Wahdatul Ulum sebagai paradigma keilmuan yang dikembangkan.

Sementara Kepala LP2M UIN Sumut, Dr Hasan Sazali, MA, dalam laporannya mengatakan, ICONIST 2021 merupakan kolaborasi antara LP2M UIN Jakarta dengan UIN Sumut. Dalam konferensi tahun ini, pihaknya menerima ratusan artikel ilmiah dan terseleksi 102 karya hasil penelitian akademisi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia dan luar negeri.

“Kami mengucapkan terimakasih pada Ibu Rektor UIN Jakarta, Bapak Rektor UIN Sumut, para narasumber dan semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini di Kota Medan,” kata Hasan.

Dalam ICONIST ke 4 2021 ini hadir sebagai pembicara Prof. Dr. Che Zarrina Binti Sa’ari (Universiti Malaya), Prof. Ismail Fajrie Alatas, Ph.D. (New York University), Prof. Eka Srimulyani, S.Ag., M.A., Ph.D. (Universitas Islam Negeri Ar-Raniry), Prof. Mohamad Abdun Nasir, M.A., Ph.D. (UIN MATARAM) dan Dr. Mhd. Syahnan, MA. (Dekan Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sumatera Utara)

Dalam pembukaan ICONIST ke 4 2021 ini, para peserta yang hadir secara luring dan daring juga dihibur dengan Tari Persembahan Melayu Deli yang dibawakan oleh siswa SLB-E Negeri Pembina Provinsi Sumatera. Para siswa SMP/SMA berkebutuhan khusus (tuna rungu) ini dengan sangat indah membawakan tarian dengan dipandu pelatihnya dari kejauhan.(finta rahyuni)

Exit mobile version