Site icon Kaldera.id

Lokot Nasution: Musda Demokrat Sumut Harus Jadi Ajang Rekonsiliasi

Wakil Bendahara Umum (Wabendum) DPP Partai Demokrat M. Lokot Nasution melakukan pertemuan dengan sejumlah Ketua DPC Partai Demokrat Sumatera Utara di Medan sejak Rabu (13/10) hingga Sabtu (16/10).

Wakil Bendahara Umum (Wabendum) DPP Partai Demokrat M. Lokot Nasution melakukan pertemuan dengan sejumlah Ketua DPC Partai Demokrat Sumatera Utara di Medan sejak Rabu (13/10) hingga Sabtu (16/10).

MEDAN, kaldera.id – Wakil Bendahara Umum (Wabendum) DPP Partai Demokrat M. Lokot Nasution melakukan pertemuan dengan sejumlah Ketua DPC Partai Demokrat Sumatera Utara di Medan sejak Rabu (13/10) hingga Sabtu (16/10).

Termasuk juga bertemu dengan dua kandidat yang sudah menyatakan diri maju ke Musyawarah Daerah (Musda) yang akan digelar dalam waktu dekat. Yakni, Plt. Ketua DPC Padang Lawas Tondi Ronitua dan Plt. Ketua DPC Padang Sidempuan Parlinsyah Harahap.

“Saya menyampaikan pesan Ketua Umum, Mas AHY. Ketua umum didampingi Sekjen Teuku Rifky Harsya dan Kepala BPOKK Herman Khaeron telah memberikan arahan kepada saya untuk membangun rekonsiliasi dan konsolidasi Partai Demokrat di Sumut,” kata Lokot kepada wartawan di Medan, Sabtu (16/3).

Melihat antusiasnya semangat para kader untuk maju ke pentas Musda, sangat mengagumkan. Dimulai kader muda usia 30-an hingga tokoh senior berusia 70-an tahun. Dibandingkan partai lainnya masih ada yang kesulitan menjaring kader internal untuk memimpin partai di daerah.

“Menyitir kalimat sahabat saya, Wasekjen Jansen Sitindaon, Demokrat ini ibarat ikan paus. Kebetulan saat ini posisinya sedang di pinggir pantai, ruang gerak sedang terbatas. Menunggu air pasang. Jika sudah waktunya, akan kembali merajai dalam mengarungi lautan,” ujar Lokot sambil tertawa.

Sedianya, Lokot juga akan melakukan pertemuan dengan anggota DPRD Sumut, Armyn Simatupang, yang belum lama juga mendeklarasikan diri untuk menjadi kandidat Ketua DPD di Musda Sumut. Namun, tokoh senior Demokrat ini sedang ada kesibukan lain.

Menurut Lokot, pada pertemuan Kamis (14/10) lalu bersama Tondi dan dilanjutkan dengan Parlinsyah, sepakat untuk menciptakan kompetisi yang sehat, guyub dan mengedepankan semangat rekonsiliasi di ajang Musda. Kedua kader muda potensial Demokrat berusia 30-an tahun tersebut siap mengikuti dan patuh apapun keputusan DPP pada Musda nanti.

“Siapa pun yang akan dipilih oleh Ketua Umum AHY pada fit and proper test hasil Musda Sumut, akan saling dukung dan support. Tidak menyisakan “rasa sakit” apalagi memantik perpecahan. Tunduk pada keputusan DPP,” tegas Lokot.

Lokot menambahkan, dirinya juga bersilaturahmi dengan Sekretaris DPD Sumut, Melizar Latief. Juga untuk menyampaikan pesan dan arahan Ketua Umum, Sekjen dan Kepala BPOKK agar pelaksanaan Musda Sumut mengedepankan semangat rekonsiliasi. Tidak saling menjatuhkan apalagi mengakibatkan perpecahan yang dapat merugikan partai.

“Kita tinggalkan pengalaman buruk Musda-musda yang lalu di Sumut. Partai Demokrat yang akan datang penuh tantangan. Perlu kekuatan, kesiapan serta kepemimpinan yang mampu mengimbangi dan menjabarkan arahan DPP. Kompetisi partai di 2024 sangat berat. Perlu sosok tangguh, bukan sekadar untuk mengincar jabatan. Soliditas partai lebih utama,” tegas Lokot.

Seperti diketahui, persyaratan administratif untuk bisa maju di Musda Partai Demokrat cukup mengantongi KTA dan dukungan 20 persen DPC. Keputusan akhir ada pada tim tiga yakni, Ketua Umum, Sekjen dan Kepala BPOKK setelah dilakukan fit and proper test. Layak atau tidaknya kandidat menjadi Ketua DPD.(finta rahyuni)

Exit mobile version