Site icon Kaldera.id

Bobby – Edy Lebih Potensial Menang di Pilgubsu 2024

Dosen FISIPOL Universitas Medan Area, Ara Auza M.Ikom

Dosen FISIPOL Universitas Medan Area, Ara Auza M.Ikom

MEDAN, – Jika diukur dari tingkat kinerja dan elektabilitas, konfigurasi Bobby Nasution – Edy Rahmayadi lebih berpeluang menang ketimbang sebaliknya, di Pilgubsu 2024.

Hal itu disampaikan Dosen FISIPOL Universitas Medan Area, Ara Auza M.Ikom, Rabu (9/3/2022). Ara mengatakan, sesungguhnya permasalahan kontestasi Pilgubsu 2024 masih terlalu dini untuk dibicarakan.

Tahapan Pilkada saja belum dimulai. Namun, permasalahan tokoh-tokoh yang bakal maju ke Pilkada harus memperhatikan capaian kinerja, terutama calon petahana.

Ara memberi penilaian khusus terhadap petahana Gubernur Edy. Menurutnya, selama kepemimpinan periode ini target dari visi dan misi Gubernur belum optimal berdampak bagi masyarakat. Berdasarkan hasil evaluasi RPJMD tahun 2013-2018 dan Pelaksanaan RPJMD 2019-2023 tahun pertama dan kedua.

Rendahnya daya saing dan kualitas Sumber Daya Manusia

Katanya, permasalahan utama pembangunan Sumut yakni; rendahnya daya saing dan kualitas Sumber Daya Manusia, belum meratanya pembangunan infrastruktur dasar dan aksesibilitas antar wilayah.

Kemudian, belum optimalnya penanggulangan dan pengentasan kemiskinan. Pengembangan dan pemanfaatan potensi unggulan dan sumber daya daerah yang berkelanjutan belum maksimal. Belum terwujudnya tata kelola pemerintahan yang baik.

“Ini merupakan dokumen resmi yang menjadi capaian Gubernur Edy dalam kurun maktu kurang lebih hampir 4 tahun masa kepemimpinannya. Masyarakat perlu diingatkan dengan kondisi ini,” kata Ara.

Menurutnya, jika Gubernur Edy maju kembali sebagai petahana, baiknya harus dengan bijak menyampaikan ketidaktercapaian pembangunan di Sumut selama periode kepemimpinannya.

Ara pun mencontohkan kasus Pilkada DKI Jakarta, dimana Jokowi berhasil menamg mengalahkan petahana yang tidak memiliki kinerja yang baik dan gagal terpilih kembali seperti Fauzi Bowo.

Menurutnya, jika Gubernur Edy menyebut bahwa jika ia berpasangan dengan Bobby Nasution, siapa lagi yang lawan, justru akan banyak sekali lawan, sebab petahana punya banyak jejak kegagalan di satu periode kepemimpinan.

Menurutnya, Bobby Nasution memiliki peluang yang cukup besar sebagai calon Gubernur Sumut, mengingat sepak terjang kinerja beliau selama 1 tahun menjabat sebagai Walikota Medan.

Masih ada 3 tahun lagi masa jabatan Bobby, masih ada waktu untuk kerja keras memberesi permasalahan di Kota Medan untuk menjadi modal pencapaian kampanye saat Pilgub.

“Jika ingin dihitung menang duet Bobby – Edy jauh lebih berpeluang ketimbang Edy – Bobby, tentu dengan catatan Bobby Nasution harus kerja keras bereskan permasalahan di Kota Medan, sebagai modal jualan kampanye. Jika tidak, maka keduanya tidak akan punya nilai plus di mata publik,” tutup Ara.(reza/red)

Exit mobile version