Gus Irawan: Terimakasih Atas Semua Doa dan Ketulusan Ke Keluarga Kami

Gus Irawan Pasaribu mengucapkan terimakasih dari hati yang paling dalam kepada semua pihak yang tidak bisa disebutkannya satu per satu atas doa dan perhatian tulus sejak proses perawatan putra tercintanya Putra Ahmad Syarif Irawan Pasaribu hingga dikebumikan.
Gus Irawan Pasaribu mengucapkan terimakasih dari hati yang paling dalam kepada semua pihak yang tidak bisa disebutkannya satu per satu atas doa dan perhatian tulus sejak proses perawatan putra tercintanya Putra Ahmad Syarif Irawan Pasaribu hingga dikebumikan.

 

MEDAN, kaldera.id- Gus Irawan Pasaribu mengucapkan terimakasih dari hati yang paling dalam kepada semua pihak yang tidak bisa disebutkannya satu per satu atas doa dan perhatian tulus sejak proses perawatan putra tercintanya Putra Ahmad Syarif Irawan Pasaribu hingga dikebumikan.

Hal itu disampaikan Gus Irawan Pasaribu di rumahnya Komplek Tasbi Medan, saat tahlil hari ketiga sekaligus buka puasa bersama yang dilanjutkan dengan solat magrib hingga tarawih, Selasa (12/4/2022).

Hadir di acara itu berbagai kalangan termasuk pengurus partai, anggota DPR pusat sampai kabupaten/kota, kalangan perbankan, akademisi, hingga masyarakat biasa. Di hadapan Ustad Prof. Hasballah Thaib, dia menyampaikan musibah yang menimpa mengajarkan mereka banyak hal.

Apalagi sebelumnya ustad Hasballah Thaib juga menyampaikan Rasulullah pun pernah kehilangan putra tercintanya. Sebagai musibah ada banyak pelajaran dan iktibar yang bisa diambil karena sebenarnya Allah lebih sayang kepada Putra Ahmad Syarif Gus Irawan Pasaribu, kata Hasballah Thaib.

Gus Irawan dalam kesempatan itu mengakui banyak pelajaran penting baginya dan keluarga dalam menghadapi musibah ini. “Genap 3 bulan Arif dalam proses perawatan. Dirawat mulai 9 Januari kemudian berpulang 9 April. Andaikan tanggal 9 Januari itu Allah ambil Arif sepertinya kami tidak siap betul menghadapi kehilangannya. Itulah kenapa kami belajar banyak,” katanya.

Dia mengungkapkan terimakasih terdalam atas semua doa dan dukungan atas Arif selama ini. “Bahkan sampai dikebumikan. Waktu menjalankan fardu kifayahnya pun saya sampai terkejut ada guru-gurunya dulu sempat melayat. Saya lalu faham bahwa memang ada kesan yang Arif tinggalkan untuk kita semua,” jelasnya.

Dalam proses perawatan Arif, Gus Irawan mengaku menghadapi situasi yang naik turun. Sehingga dia menyatakan tak lepas menemani Arif selama perawatan. “Saya dan istri menemaninya 24 jam. Kemudian kakaknya Okty juga ada di samping kami. Sesekali kami video call Fauzan, adiknya untuk bertukar kabar,” ungkapnya.

Gus Irawan pun mengakui bahwa doa dan dukungan bukan saja saat fardu kifayahnya.
“Saya dengan kawan-kawan di Medan sampai membuat beberapa kali pengajian doa kesembuhan untuk Arif saat dia dirawat. Itu semua tentu jadi dukungan untuk kami,” katanya.

Dari barisan keluarga pada tahlil hari ketiga tersebut hampir lengkap hadir seluruh keluarga termasuk Bomer Pasaribu, Syahrul Pasaribu, Dolly Pasaribu, serta keluarga yang ada di Medan dan juga dari Tapanuli Selatan.(arn)