Site icon Kaldera.id

Dewan Minta Ornamen Gapura Batas Kota di Tuntungan Ditambah

Anggota DPRD Medan dari Fraksi PDI Perjuangan, Daniel Pinem meminta Dinas Perumahan Pemukiman dan Penataan Ruang Kota Medan menambahkan kepala kerbau di gapura pintu masuk Kota Medan yang berada di Kecamatan Medan Tuntungan, tepatnya di Jalan Djamin Ginting.

Anggota DPRD Medan dari Fraksi PDI Perjuangan, Daniel Pinem meminta Dinas Perumahan Pemukiman dan Penataan Ruang Kota Medan menambahkan kepala kerbau di gapura pintu masuk Kota Medan yang berada di Kecamatan Medan Tuntungan, tepatnya di Jalan Djamin Ginting.

 

MEDAN, kaldera.id – Anggota DPRD Medan dari Fraksi PDI Perjuangan, Daniel Pinem meminta Dinas Perumahan Pemukiman dan Penataan Ruang Kota Medan menambahkan kepala kerbau di gapura pintu masuk Kota Medan yang berada di Kecamatan Medan Tuntungan, tepatnya di Jalan Djamin Ginting.

Hal ini menyusul adanya protes dari sejumlah masyarakat etnis karo terkait hal tersebut di media sosial. Dimana di atas bangunan gapura berbentuk rumah adat karo itu di bagian atss hanya menampilkan tanduk kerbau, tidak ada kepala kerbau. Padahal seharusnya di bagian atas rumah adat karo terpasang kepala dan tanduknya. Sesuai ciri khasnya.

“Kita minta agar ornamen di atas gapura tersebut segera diganti dengan ornamen kepala kerbau. Kerbau itu ada tanduknya, bukan cuma tanduk tapi tidak ada kepala seperti saat ini,” ucap Daniel Pinem, Rabu (22/2/2023).

Dia meminta ornamen tersebut harus segera diganti dengan kepala kerbau. Pasalnya, setiap rumah adat karo memang memiliki ornamen kepala kerbau di atasnya. Rumah adat karo lengkap dengan kepala kerbau itu merupakan identitas diri suku karo.

“Jadi rumah adat karo itu memang harus ada kepala kerbau diatasnya. Itulah identitas suku karo. Kalau tidak ada kepala kerbau diatasnya, ya bukan rumah adat karo namanya.,” jelasnya.

Dia menambahkan, Kota Medan merupakan kota multi etnis. Identitas Kota Medan tidak terlepas juga dari suku karo. Identitas seperti ini tidak boleh hilang, sebab sebagai salah satu kekayaan Kota Medan. ” Kami harap OPD terkait segera menindaklanjuti hal ini,” tambahnya.(reza)

Exit mobile version