Polisi Periksa 16 Saksi Terkait Kematian Mahasiswi USU Mahira Dinabila

0
355
Mahira Dinabila
Mahira Dinabila

 

MEDAN, kaldera.id – Polisi masih menyelidiki penyebab kematian mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) Mahira Dinabila (19) yang ditemukan tewas di rumahnya, Komplek Rivera, Kota Medan. Total 16 saksi telah diperiksa.

“Kemarin kan 14 saksi, untuk perkembangan terbaru ada 2 saksi lagi diperiksa. Jadi total sudah ada 16 saksi yang kita dalami keterangannya,” kata Kapolsek Patumbak Kompol Faidir kepada detikSumut, Senin (5/6/2023).

Ia menyampaikan para saksi itu antara lain kawan Mahira, satpam perumahan, tetangga, serta keluarganya, yakni ibu dan ayah angkat, ayah kandung, paman dan lainnya.

Selain pemeriksaan saksi, Faidir menjelaskan, tim Laboratorium Forensik Polda Sumut masih mendalami sejumlah bukti dan lainnya untuk mengusut penyebab kematian Mahira.

Salah satu yang didalami ialah sepucuk surat diduga peninggalan Mahira. Yakni, apakah benar tulisan di dalam sepucuk surat itu adalah tulisan Mahira atau bukan. Pihaknya juga menunggu hasil autopsi.

“Terkait untuk pendalaman di Labfor dan Autopsi masih berlangsung. Nanti hasilnya akan disampaikan,” sebutnya.

Perlu diketahui, sebelumnya Faidir menyebutkan makam Mahira dibongkar setelah ada pihak keluarga kandung yang merasa tidak puas. Alhasil, pihaknya membongkar makam Mahira dan melakukan autopsi demi mengungkap penyebab kematiannya.

Dia juga menjelaskan ada beberapa barang bukti yang diberikan ke bidang Labfor Polda Sumut seperti handphone Mahira, supucuk surat diduga peninggalan Mahira serta lainnya untuk diperiksa.

“Terkait sepucuk surat yang diduga bukan tulisan Mahira masih dicek di Labfor. Jadi kita cocokkan tulisannya waktu mahasiswa, waktu SMA dan lainnya. Pastinya kita akan ungkap penyebab kematian Mahira secara ilmiah,” ucapnya.

Mahira ditemukan tewas di dalam rumahnya, Komplek Rivera, Kota Medan pada Kamis (4/5/2023). Mahira tergeletak di dapur rumahnya. Kondisi rumahnya saat itu terkunci dan lampunya padam.

Ayah kandung Mahira bernama Pariono mengungkapkan ada beberapa hal janggal saat anaknya ditemukan tewas. Misalnya, soal geliat ayah tiri Mahira berinisal M yang tampak pucat dan tergesa-gesa meminta agar Mahira dimakamkan.

Kemudian, terkait surat wasiat yang tulisan dan bahasanya berbeda dengan tulisan dan bahasa yang digunakan Mahira. Selain itu, terkait dugaan awal Mahira bunuh diri karena meminum racun serangga hingga pernyataan-pernyatan M yang mengandung kecurigaannya. (det)