Site icon Kaldera.id

Kerjasama Ekonomi Australia-Indonesia, Gandeng Kadin Sumut Jajaki Kemitraan

Ketua Kadin Sumut Firsal Ferial Mutyara saat berbicara di acara cakap bisnis dengan Australia di Hotel Four Point Medan, kemarin

Ketua Kadin Sumut Firsal Ferial Mutyara saat berbicara di acara cakap bisnis dengan Australia di Hotel Four Point Medan, kemarin

MEDAN, kaldera.id –  Kerjasama ekonomi Australia Indonesia yang diwujudkan melalui IA-CEPA ECP Katalis (Katalis) untuk pengembangan perdagangan dan investasi, membuka potensi kemitraan ekonomi antara Indonesia dan Australia termasuk Kadin Sumut untuk memberdayakan potensi bisnis di daerah ini.

Katalis didirikan di bawah program kerjasama ekonomi dalam perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif Indonesia dan Australia (IA-CEPA ECP). Direktur Katalis Paul Bartlett, Senin (12/6/2023), di hadapan Ketua Kadin Sumut Firsal Ferial Mutyara, serta sebagian Ketua Kadin Kabupaten/Kota ditambah asosiasi pengusaha seperti HIPMI,  IWAPI dan Ipemi menjelaskan konsep kerja mereka.

Menurut Paul Bartlett, Katalis merupakan suatu komitmen bilateral bernilai 40 juta dolar Australia selama lima tahun (2020-2025) yang bertujuan mewujudkan peluang-peluang dalam IA-CEPA.

 

Pendekatan bilateral

Katalis, kata dia, melengkapi program pembangunan pemerintah Australia yang ada dengan pendekatan bilateral yang berorientasi komersial. Katalis juga menempatkan kesetaraan gender, disabilitas dan inklusi sosial (GEDSI) pada kegiatan intinya.

Untuk itu, katanya, Katalis menawarkan dukungan kepada pebisnis Sumatera Utara untuk menggali peluang pasar potensial antara provinsi itu dan Australia. “Pebisnis di Sumut yang ingin membangun koneksi dan kemitraan dengan Australia berpeluang mendapat sokongan. Katalis siap membantu,” ujar Paul Bartlett dalam acara bertajuk Cakap Bisnis dengan Australia yang digelar di Four Points Hotel, Jl. Gatot Subroto Medan.

Ketua Kadin Sumut Firsal Ferial Mutyara  mengatakan  pengusaha Sumut menyambut baik peluang pengembangan hubungan perdagangan dan investasi antara Sumut dan Australia yang ditawarkan Katalis.  Apalagi, Australia  salah satu negara tetangga terdekat dengan Indonesia.

“Kadin Sumut siap memfasilitasi dialog demi kemajuan bersama sesuai area fokus Kadin untuk mendorong nilai tambah industri berbasis komoditas unggulan, ekonomi kreatif, pariwisata dan perhotelan, serta pendidikan dan vokasi,” ujar Firsal Mutyara.

Menurut dia, sejak memimpin Kadin Sumut sekira enam bulan lalu sudah banyak sekali rencana kerjasama yang digagas dengan konsul negara lain, investor asing serta kontak bisnis. “Yang riil itu kita sudah berhubungan dengan India, Singapura dan mudah-mudahan Australia pun akan ikut,” jelasnya.

Apalagi, kata Firsal Mutyara, pada tahun 2022, total perdagangan antara Indonesia dan Australia mencapai 13,3 miliar dolar AS. Ekspor Indonesia tercatat sebesar 3,5 miliar dolar AS atau lebih rendah dari impor Indonesia yang 9,9 miliar dolar AS.

“Harapannya Program Katalis bisa mendorong bisnis, ekspor dan lainnya dari Sumut,” ujar Firsal Mutyara. Ketua Kadin Sumut ini juga menjelaskan kehadiran Katalis diharapkan bisa mengembangkan potensi yang ada di Sumut.

“Kita ini daerah dengan kekutan sumber komoditas. Kemudian juga dikembangkan sebagai kota jasa. Termasuk dengan dijadikannya Danau Toba sebagai kawasan prioritas,” tuturnya. “Kita harapkan ini berkelanjutkan untuk membangun potensi yang ada,” kata dia.

Menurut Firsal Mutyara, event matching business dan mentoring tidak hanya di sini. “Beberapa event dan kerjasama sudah kita lakukan termasuk dengan USAID beberapa waktu lalu.”

Karena, menurut dia, Kadin Sumut ikut menjadi perpanjangan tangan Pemprovsu untuk mencari investor sebanyak-banyaknya. “Jadi ya kita kolaborasi kemudian mengundang investor untuk masuk. Selama saya memimpin Kadin Sumut sudah ada 38 perwakilan yang kita ajak kerjasama. Termasuk kontak bisnis,” ungkapnya.

Sementara Paul Bartlett menambahkan sejak program Katalis mulai 2020, belum ada proyek atau kerja sama Australia – Sumut yang  didukung Katalis seperti di provinsi lain di Indonesia, kata dia. Padahal potensi daerah ini cukup kuat terutama pada agriculture hingga energi baru terbarukan.

Oleh karena itu, Katalis berharap sosialisasi kali ini pengusaha Sumut bisa mengejar peluang masuk dan ekspansi pasar bilateral dan katalitik, saling menguntungkan bagi Sumut, Indonesia dan Australia.

“Dengan berbagi peluang terkait keterlibatan ekonomi bilateral dengan Australia, kami ingin mengajak pebisnis di Sumut untuk menghubungi Katalis untuk mengetahui lebih lanjut tentang bagaimana  dapat bekerja sama,” ujar Paul Bartlett.

Exit mobile version