Kaldera.id
  • BERANDA
  • BERITA TERKINI
  • Bisnis
  • BERITA VIRAL
  • SPORT
  • EDUKASI
  • JALAN-JALAN
  • OPINI
  • KABAR DAERAH
  • Advertorial
Kamis, 02 Apr 2026
Pemprov Sumut Buka Seleksi Komisioner Informasi 2026–2030, Pendaftaran Mulai 6 April
Rico Waas Tegaskan Komitmen Transparansi Keuangan Usai Entry Meeting LKPD 2025
Pemko Medan Terapkan WFH Setiap Jumat, Rico Waas Pastikan Layanan Tetap Optimal
Drop-off 2 Menit Tetap Bayar Rp5 Ribu di Plaza Medan Fair, Bapenda Disorot
Komisi II DPR RI Dorong Bank Sumut, Jadi Motor Ekonomi Daerah
Ini Rahasia Gus Irawan Akses Bantuan Pusat Yang Buat Presiden Sampai Menteri Bergantian Datang Ke Tapsel
Komisi II DPR RI Kunjungi Bank Sumut, Rico Waas Dorong Kinerja dan Kontribusi Daerah
Pemko Medan Gulirkan PKH Medan Makmur, 10.000 Warga Terima Rp2,4 Juta per Tahun
Tuntutan 2 Tahun Gugur, Hakim PN Medan Bebaskan Amsal Sitepu dari Kasus Korupsi
Lebaran 2026, 360 Ribu Wisatawan Serbu Destinasi di Sumut
Pemprov Sumut Buka Seleksi Komisioner Informasi 2026–2030, Pendaftaran Mulai 6 April
Rico Waas Tegaskan Komitmen Transparansi Keuangan Usai Entry Meeting LKPD 2025
Pemko Medan Terapkan WFH Setiap Jumat, Rico Waas Pastikan Layanan Tetap Optimal
Drop-off 2 Menit Tetap Bayar Rp5 Ribu di Plaza Medan Fair, Bapenda Disorot
Komisi II DPR RI Dorong Bank Sumut, Jadi Motor Ekonomi Daerah
Ini Rahasia Gus Irawan Akses Bantuan Pusat Yang Buat Presiden Sampai Menteri Bergantian Datang Ke Tapsel
Komisi II DPR RI Kunjungi Bank Sumut, Rico Waas Dorong Kinerja dan Kontribusi Daerah
Pemko Medan Gulirkan PKH Medan Makmur, 10.000 Warga Terima Rp2,4 Juta per Tahun
Tuntutan 2 Tahun Gugur, Hakim PN Medan Bebaskan Amsal Sitepu dari Kasus Korupsi
Lebaran 2026, 360 Ribu Wisatawan Serbu Destinasi di Sumut
Ads_Tapsel
Beranda / Medan

Lebih Dalam Melihat Fenomena Inflasi

redaksi
4 Sep 2023 08:54
Medan Opini 0 623
4 menit membaca
Armin NasutionArmin Nasution

 

Oleh Armin Nasution

Banjir di kawasan Kampung Lalang
Baca Juga
Diguyur Hujan Deras, Medan Dikepung Banjir
27 Nov 2024

TULISAN ini masih merupakan lanjutan topik lalu namun belum akan menyinggung islamic social finance sebagai solusi inflasi. Bahwa benar, dalam ekonomi konvensional ternyata pertumbuhan tinggi akan digerogoti inflasi.

Ekonomi kita terus tumbuh tapi di sisi lain harga barang kebutuhan juga bergerak naik.

​Uang yang kita dapatkan betapa pun banyaknya ternyata tak mampu mengimbangi kenaikan harga. Itu pula yang menunjukkan daya beli uang yang kita miliki semakin lama kian lemah.

Atletico Madrid meraih kemenangan telak dikandang sendiri saat menjamu Celta Vigo, Minggu (11/9/2022). Pasukan D Simeone menang 4-1.
Baca Juga
Menang Telak di Kandang Cadiz, Barca Salip Posisi Madrid di Klasemen Sementara
11 Sep 2022

Dulu, tahun 1970-an uang Rp100 ribu itu sudah bisa beli banyak kebutuhan. Sekarang Rp1 juta pun daya belinya masih sangat minim.

​Itu sebabnya inflasi adalah bahaya laten dalam pertumbuhan ekonomi. Tapi bukan berarti inflasi tidak diperlukan. Dalam berbagai kajian ekonomi, inflasi yang terkendali juga penting.

Artinya inflasi merupakan cerminan kenaikan daya beli. Yang jadi problem, jika inflasi tak bisa dikendalikan.

​Bagaimana kita melihat potret inflasi ini lebih detil di Sumut, misalnya?Menurut data Bank Indonesia hingga Juli 2023 tingkat inflasi mencapai 0,3 persen, sedangkan angka year on year ada diangka 2,54 persen dan jika dilihat dari bulan Januari-Juli inflasi ada diangka 0,98 persen.

​Sejauh ini angka itu masih terkendali. Kenapa? Karena secara nasional pun target inflasi adalah 3 persen plus minus 1 persen. Artinya angka inflasi harus ada diangka 2-4 persen.

Dengan target inflasi sebesar itu masih make sense jika pertumbuhan ekonomi di atasnya.

Angka inflasi harus berada dibawah angka pertumbuhan ekonomi karena tidak ada artinya jika pertumbuhan ekonomi tinggi lalu inflasi melebihi pertumbuhan itu sendiri.

Tahun ini Bank Indonesia optimis inflasi akan berada diangka 2 persen. Di Sumut, kita masih menghitung inflasi dengan mengukur di lima kota indeks harga konsumen.

Yaitu Medan, Pematang Siantar, Sibolga, Padangsidimpuan dan Gunungsitoli. Sedangkan kabupaten lain menjadi Indeks Pemantau Harga (IPH).

Sumber utama inflasi di Sumut ternyata dipengaruhi oleh komoditas. Kenaikan harga beras sedikit saja itu akan mendorong inflasi tinggi.

Sedangkan komoditas lain yang sangat berpengaruh adalah bawang. Ini merupakan salah satu pendorong inflasi yang sangat volatile.

Lalu hal lain yang sering menyebabkan inflasi tinggi adalah jalur distribusi yang sangat panjang.

Karena seringkali pasok kebutuhan yang harusnya sampai di pasar dengan harga normal tak pernah tercapai.Inipun salah satu problem utama.

Bahkan petani sebagai sumber utama penghasil pangan tak menikmati hasilnya saat harga di pasar tinggi.

Misal, cabai di pasar sudah mencapai Rp100 ribu, tapi karena panjangnya jalur distribusi ternyata di tingkat petani harga cabai bisa ditebus Rp30 ribu sampai Rp45 ribu.

Intinya penyumbang utama inflasi termasuk Sumut dan Indonesia datang dari komoditas pangan. Setiap kali terjadi inflasi tinggi jika ditelusuri lebih jauh akan mengarah kepada kebutuhan pangan.

Selain itu yang harus diwaspadai adalah import inflation. Atau mengimpor inflasi dari luar.

Kita ini masih punya ketergantungan bahan pokok dengan negara lain. Jadi ketika di sana terjadi kenaikan harga otomatis akan langsung berpengaruh ke negara pengimpor.

Hingga tahun ini berbagai lembaga keuangan dunia masih khawatir dengan ancaman inflasi terutama efek dari perang Rusia-Ukraina yang berkepanjangan dan belum tahu kapan selesai.

Jika kemudian negara-negara terkait melakukan pengetatan kebijakan pangan, kemudian stok di pasar berkurang, otomatis negara-negara yang masih ketergantungan dengan impor pangan akan menghadapi kenaikan harga. Imported inflation tetap jadi ancaman.

Upaya untuk mengendalikan inflasi sudah dilakukan dengan berbagai cara. Strategi paling utama saat ini adalah dorongan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah agar melek inflasi.

Dulu gejala inflasi tinggi hanya dikhawatirkan oleh pemerintah pusat dan otoritas moneter. Sekarang berbeda. Semua kepala daerah harus faham inflasi.

Pemerintah mengefektifkan secara maksimal tim pengendalian harga di daerah untuk memantau inflasi yang terjadi.

Itu kemudian yang disebut dengan geranakan nasional pengendalian inflasi pangan. Selain dengan mendorong kerjasama antar daerah untuk memintas jalur distribusi.

Inflasi ini layaknya tekanan darah, jika terlalu tinggi berbahaya dan jika terlalu rendah juga berbahaya.

Sehingga harus benar-benar dijaga agar harga tidak memberatkan konsumen dan masih memberikan keuntungan ke produsen.

Sering pihak yang paling diuntungkan dari inflasi yang bagian tengah (distributor/price maker) bukan petani karena panjangnya jalur distribusi.

Armin nasutionekonomi konvensionalInflasiislamic social finance
Pos Terkait
Pejabat Usulan Gubsu Sudah Disetujui KASN
BPJS Medan Dituding Tak Mendukung Program Walikota Medan
Pengurus PKS Harapkan Plt Bupati Berikan Motivasi Kepada Kader
Normalisasi Sungai Tidak Semudah Mendiskusikannya
Bobby Nasution & Pj Gubsu Luncurkan Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Medan
Di Hubei, Jumlah Kasus Baru Corona Turun Drastis

Pos Terkait

Zulham Efendi
8 bulan  lalu
Dewan Apresiasi Aksi Cepat Polisi Ringkus Penculik Bocah di Marelan
Dalam rangka memperingati 100 hari aksi genosida yang dilakukan Israel di Gaza, Palestina, ribuan orang kembali menggelar aksi doa bersama dan menuntut gencatan senjata di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jakarta Pusat.
2 tahun  lalu
Peringati 100 Hari Aksi Genosida Israel ke Palestina, Berbagai Komunitas Internasional Serentak Gelar Aksi Doa Bersama
Anggota Komisi I DPRD Medan, Mulia Syahputra Nasution
4 tahun  lalu
Komisi I Minta Jasa Marga Berikan Rasa Nyaman Bagi Pengguna Jalan Tol Belmera
H. Abdul Hafiz
1 tahun  lalu
H. Abdul Hafiz : Sekolah Al Washliyah Butuh Pemimpin Berintegritas
Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan Pasaribu
1 bulan  lalu
Gerak Cepat Gus Irawan Rekonstruksi Dan Mitigasi Dampak Bencana
Presiden Prabowo Datang, Korban Bencana Bisa Ramadhan di Huntara
Heru Budi Hartono
3 tahun  lalu
Heru Budi Hartono Akan Dilantik Jadi Pj Gubernur DKI Jakarta

Trending

01.
5 hari  lalu
UMKM Medan Tumbang di Tengah Jalan, Rico Waas Soroti Lemahnya Strategi dan Dorong Digitalisasi
02.
6 hari  lalu
AFF Cek Kesiapan Sumut Awal April, Piala AFF U19 Terancam Jika Belum Siap
03.
6 hari  lalu
PSMS Medan Krisis Bek Jelang Lawan PSPS, Eko Purdjianto Tetap Bidik Tiga Poin
04.
6 hari  lalu
Komisi 4 DPRD Medan Minta Bangunan Tanpa PBG Disegel, Urusan Dipermudah
05.
6 hari  lalu
Empat Cabor Siap Dipertandingkan di PORWASU 2026, Total Hadiah Puluhan Juta Menanti

Ads

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
Logo
Hangat, Mendidik, Mengungkap Fakta
© Kaldera.id. Developed by irzasolusi.com
Pemko Medan Gulirkan PKH Medan Makmur, 10.000 Warga Terima Rp2,4 Juta per Tahun
Komisi II DPR RI Kunjungi Bank Sumut, Rico Waas Dorong Kinerja dan Kontribusi Daerah
Ini Rahasia Gus Irawan Akses Bantuan Pusat Yang Buat Presiden Sampai Menteri Bergantian Datang Ke Tapsel
Komisi II DPR RI Dorong Bank Sumut, Jadi Motor Ekonomi Daerah
Drop-off 2 Menit Tetap Bayar Rp5 Ribu di Plaza Medan Fair, Bapenda Disorot
Home Trending Cari Bagikan Lainnya