Kaldera.id
  • BERANDA
  • BERITA TERKINI
  • Bisnis
  • BERITA VIRAL
  • SPORT
  • EDUKASI
  • JALAN-JALAN
  • OPINI
  • KABAR DAERAH
  • Advertorial
Rabu, 08 Apr 2026
Pemko Medan Diminta Segera Reformasi Puskesmas
Tekan Kebocoran dan Maksimalkan PAD, Dewan Minta Sistem Digitalisasi Pajak Daerah Diterapkan
Komisi 2 Minta Anggaran Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Ditambah
Terkait BLT, Komisi 1 Minta Kepling 1 Kelurahan Harjosari II Dipecat
Pelayanan Kesehatan Disorot, Masyarakat Masih Banyak Berobat ke Luar Negeri
Medan Targetkan 25 Ruas Jalan Bebas Kabel Semrawut Tahun Ini
Pemprov Sumut Genjot Sertifikasi dan Tertibkan Aset
Bobby Dorong Bank Sumut Naik ke KBMI 2
Pemkab Langkat – TNI Bersinergi, Jembatan Gantung Kuala Dibangun
Bupati Langkat Buka Dialog MUI, Tekankan Persatuan
Pemko Medan Diminta Segera Reformasi Puskesmas
Tekan Kebocoran dan Maksimalkan PAD, Dewan Minta Sistem Digitalisasi Pajak Daerah Diterapkan
Komisi 2 Minta Anggaran Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Ditambah
Terkait BLT, Komisi 1 Minta Kepling 1 Kelurahan Harjosari II Dipecat
Pelayanan Kesehatan Disorot, Masyarakat Masih Banyak Berobat ke Luar Negeri
Medan Targetkan 25 Ruas Jalan Bebas Kabel Semrawut Tahun Ini
Pemprov Sumut Genjot Sertifikasi dan Tertibkan Aset
Bobby Dorong Bank Sumut Naik ke KBMI 2
Pemkab Langkat – TNI Bersinergi, Jembatan Gantung Kuala Dibangun
Bupati Langkat Buka Dialog MUI, Tekankan Persatuan
Ads_Tapsel
Beranda / Medan

Lebih Dalam Melihat Fenomena Inflasi

redaksi
4 Sep 2023 08:54
Medan Opini 0 631
4 menit membaca
Armin NasutionArmin Nasution

 

Oleh Armin Nasution

Penjaga gawang Manchester United, David de Gea tampil sebagai man of the match ketika timnya menjamu West Ham United di Stadion Old Trafford, Minggu (30/10/2022).
Baca Juga
Gagalkan Beberapa Kali Peluang Emas, de Gea Man Of The Match di Laga Lawan West Ham
31 Okt 2022

TULISAN ini masih merupakan lanjutan topik lalu namun belum akan menyinggung islamic social finance sebagai solusi inflasi. Bahwa benar, dalam ekonomi konvensional ternyata pertumbuhan tinggi akan digerogoti inflasi.

Ekonomi kita terus tumbuh tapi di sisi lain harga barang kebutuhan juga bergerak naik.

​Uang yang kita dapatkan betapa pun banyaknya ternyata tak mampu mengimbangi kenaikan harga. Itu pula yang menunjukkan daya beli uang yang kita miliki semakin lama kian lemah.

Meski telah beberapa kali di tertibkan, belasan lapak pedagang kaki lima (PKL) tetap menjajakkan dagangannya di sepanjang Jalan Gedung Arca, Teladan Barat, Kecamatan Medan Kota.
Baca Juga
Kerap Timbulkan Kemacetan, PKL: Kami Setor ke Preman
13 Apr 2021

Dulu, tahun 1970-an uang Rp100 ribu itu sudah bisa beli banyak kebutuhan. Sekarang Rp1 juta pun daya belinya masih sangat minim.

​Itu sebabnya inflasi adalah bahaya laten dalam pertumbuhan ekonomi. Tapi bukan berarti inflasi tidak diperlukan. Dalam berbagai kajian ekonomi, inflasi yang terkendali juga penting.

Artinya inflasi merupakan cerminan kenaikan daya beli. Yang jadi problem, jika inflasi tak bisa dikendalikan.

​Bagaimana kita melihat potret inflasi ini lebih detil di Sumut, misalnya?Menurut data Bank Indonesia hingga Juli 2023 tingkat inflasi mencapai 0,3 persen, sedangkan angka year on year ada diangka 2,54 persen dan jika dilihat dari bulan Januari-Juli inflasi ada diangka 0,98 persen.

​Sejauh ini angka itu masih terkendali. Kenapa? Karena secara nasional pun target inflasi adalah 3 persen plus minus 1 persen. Artinya angka inflasi harus ada diangka 2-4 persen.

Dengan target inflasi sebesar itu masih make sense jika pertumbuhan ekonomi di atasnya.

Angka inflasi harus berada dibawah angka pertumbuhan ekonomi karena tidak ada artinya jika pertumbuhan ekonomi tinggi lalu inflasi melebihi pertumbuhan itu sendiri.

Tahun ini Bank Indonesia optimis inflasi akan berada diangka 2 persen. Di Sumut, kita masih menghitung inflasi dengan mengukur di lima kota indeks harga konsumen.

Yaitu Medan, Pematang Siantar, Sibolga, Padangsidimpuan dan Gunungsitoli. Sedangkan kabupaten lain menjadi Indeks Pemantau Harga (IPH).

Sumber utama inflasi di Sumut ternyata dipengaruhi oleh komoditas. Kenaikan harga beras sedikit saja itu akan mendorong inflasi tinggi.

Sedangkan komoditas lain yang sangat berpengaruh adalah bawang. Ini merupakan salah satu pendorong inflasi yang sangat volatile.

Lalu hal lain yang sering menyebabkan inflasi tinggi adalah jalur distribusi yang sangat panjang.

Karena seringkali pasok kebutuhan yang harusnya sampai di pasar dengan harga normal tak pernah tercapai.Inipun salah satu problem utama.

Bahkan petani sebagai sumber utama penghasil pangan tak menikmati hasilnya saat harga di pasar tinggi.

Misal, cabai di pasar sudah mencapai Rp100 ribu, tapi karena panjangnya jalur distribusi ternyata di tingkat petani harga cabai bisa ditebus Rp30 ribu sampai Rp45 ribu.

Intinya penyumbang utama inflasi termasuk Sumut dan Indonesia datang dari komoditas pangan. Setiap kali terjadi inflasi tinggi jika ditelusuri lebih jauh akan mengarah kepada kebutuhan pangan.

Selain itu yang harus diwaspadai adalah import inflation. Atau mengimpor inflasi dari luar.

Kita ini masih punya ketergantungan bahan pokok dengan negara lain. Jadi ketika di sana terjadi kenaikan harga otomatis akan langsung berpengaruh ke negara pengimpor.

Hingga tahun ini berbagai lembaga keuangan dunia masih khawatir dengan ancaman inflasi terutama efek dari perang Rusia-Ukraina yang berkepanjangan dan belum tahu kapan selesai.

Jika kemudian negara-negara terkait melakukan pengetatan kebijakan pangan, kemudian stok di pasar berkurang, otomatis negara-negara yang masih ketergantungan dengan impor pangan akan menghadapi kenaikan harga. Imported inflation tetap jadi ancaman.

Upaya untuk mengendalikan inflasi sudah dilakukan dengan berbagai cara. Strategi paling utama saat ini adalah dorongan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah agar melek inflasi.

Dulu gejala inflasi tinggi hanya dikhawatirkan oleh pemerintah pusat dan otoritas moneter. Sekarang berbeda. Semua kepala daerah harus faham inflasi.

Pemerintah mengefektifkan secara maksimal tim pengendalian harga di daerah untuk memantau inflasi yang terjadi.

Itu kemudian yang disebut dengan geranakan nasional pengendalian inflasi pangan. Selain dengan mendorong kerjasama antar daerah untuk memintas jalur distribusi.

Inflasi ini layaknya tekanan darah, jika terlalu tinggi berbahaya dan jika terlalu rendah juga berbahaya.

Sehingga harus benar-benar dijaga agar harga tidak memberatkan konsumen dan masih memberikan keuntungan ke produsen.

Sering pihak yang paling diuntungkan dari inflasi yang bagian tengah (distributor/price maker) bukan petani karena panjangnya jalur distribusi.

Armin nasutionekonomi konvensionalInflasiislamic social finance
Pos Terkait
Heboh Fatwa Si Kaya Nikahi Si Miskin
Sebanyak 150 Warga Gedung Johor Ditracing, Jumlah Terpapar COVID-19 Tinggal 5 Orang
Ini Kata-kata Walikota Medan Akhyar di Akhir Masa Jabatan
Fraksi PKS Setujui Ranperda KTR, Dorong Penguatan Kawasan Tanpa Rokok dan Penindakan Rokok Ilegal
Nikah Online Selama Pandemi Corona, Ini Syarat dan Caranya
Elektabilitas Bobby-Aulia Ungguli Akhyar-Salman

Pos Terkait

Rizki Maulana (kiri) dan Taufik Hasibuan (kanan). Dua anak muda ini menjadi penjaga wajah Sumut di MTQN 2020 setelah menjadi yang terbaik di kelas lomba masing-masing.(ist)
5 tahun  lalu
Mahasiswa UINSU Sabet Juara di MTQN Sumbar, Ini Kisahnya
Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin resmikan Desa Tangguh di Desa Sei Mangkei Kec Limapuluh Kab Batu Bara
5 tahun  lalu
Kapolda Resmikan Desa Tangguh di Batu Bara
4 bulan  lalu
Wali Kota Medan Tinjau Kerusakan SDN 060907 Pascabanjir, KBM Diliburkan Sementara
Media Informasi untuk pengukur suhu milik Dinas Lingkungan Hidup berdiri di Jalan Sudirman simpang Jalan Imam Bonjol, Medan
3 tahun  lalu
Ada Videotron di Taman Kota, Kadis PMPTSP: Itu Media Informasi Milik Dinas Lingkungan Hidup
Plt Bupati Langkat, Syah Afandin
2 tahun  lalu
Lantik FKDM, Syah Afandin Berencana Naikkan Anggaran Hingga Rp 1 Miliar
Ketua DPD KNPI Sumut, Samsir Pohan
5 tahun  lalu
Bobby-Aulia Unggul, KNPI: Ini Kemenangan Kaum Muda

Trending

01.
6 hari  lalu
Bobby Nasution Desak Proyek Stadion Teladan 3 Shift, Target Rampung Mei 2026
02.
3 hari  lalu
Laga Hidup Mati PSMS, Wajib Menang Atas Persikad
03.
6 hari  lalu
Ini Rahasia Gus Irawan Akses Bantuan Pusat Yang Buat Presiden Sampai Menteri Bergantian Datang Ke Tapsel
04.
6 hari  lalu
Lebaran 2026, 360 Ribu Wisatawan Serbu Destinasi di Sumut
05.
6 hari  lalu
Komisi II DPR RI Kunjungi Bank Sumut, Rico Waas Dorong Kinerja dan Kontribusi Daerah

Ads

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
Logo
Hangat, Mendidik, Mengungkap Fakta
© Kaldera.id. Developed by irzasolusi.com
Pemprov Sumut Genjot Sertifikasi dan Tertibkan Aset
Medan Targetkan 25 Ruas Jalan Bebas Kabel Semrawut Tahun Ini
Terkait BLT, Komisi 1 Minta Kepling 1 Kelurahan Harjosari II Dipecat
Pelayanan Kesehatan Disorot, Masyarakat Masih Banyak Berobat ke Luar Negeri
Komisi 2 Minta Anggaran Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Ditambah
Home Trending Cari Bagikan Lainnya