Kaldera.id
  • BERANDA
  • BERITA TERKINI
  • Bisnis
  • BERITA VIRAL
  • SPORT
  • EDUKASI
  • JALAN-JALAN
  • OPINI
  • KABAR DAERAH
  • Advertorial
Sabtu, 07 Feb 2026
Gubernur Bobby Apresiasi Kejurda Funakoshi Piala Danlanud Soewondo
Cegah Kebocoran PAD, Pemko Binjai Siapkan Satgas Parkir
Bobby Nasution Bongkar Masalah Tata Kota di Sumut, Pariwisata Terancam Jika Tak Dibenahi
Jelang Ramadan, Bobby Nasution Ingatkan Daerah: Jangan Sampai Stok Pangan Bocor
INACRAFT 2026 Dibuka, Kahiyang Ayu Angkat Wastra Sumut ke Panggung Nasional
Isu Mundurnya Pimpinan RSUD Pirngadi, Pemko Medan Diminta Bergerak Cepat
Plt Dirut Baru RSUD Pirngadi Bergerak Cepat, Targetkan Layanan Lebih Cepat dan Ramah
Wagub Sumut Dorong Lari Trail Jadi Mesin Prestasi Atlet dan Pariwisata Daerah
Bobby Nasution Tekankan Adaptasi dan Hilirisasi untuk Masa Depan Generasi Muda
Sinergi Pemda Solid, Mendagri Apresiasi Penanganan Bencana Sumut
Gubernur Bobby Apresiasi Kejurda Funakoshi Piala Danlanud Soewondo
Cegah Kebocoran PAD, Pemko Binjai Siapkan Satgas Parkir
Bobby Nasution Bongkar Masalah Tata Kota di Sumut, Pariwisata Terancam Jika Tak Dibenahi
Jelang Ramadan, Bobby Nasution Ingatkan Daerah: Jangan Sampai Stok Pangan Bocor
INACRAFT 2026 Dibuka, Kahiyang Ayu Angkat Wastra Sumut ke Panggung Nasional
Isu Mundurnya Pimpinan RSUD Pirngadi, Pemko Medan Diminta Bergerak Cepat
Plt Dirut Baru RSUD Pirngadi Bergerak Cepat, Targetkan Layanan Lebih Cepat dan Ramah
Wagub Sumut Dorong Lari Trail Jadi Mesin Prestasi Atlet dan Pariwisata Daerah
Bobby Nasution Tekankan Adaptasi dan Hilirisasi untuk Masa Depan Generasi Muda
Sinergi Pemda Solid, Mendagri Apresiasi Penanganan Bencana Sumut
Ads_Tapsel
Beranda / Medan

Lebih Dalam Melihat Fenomena Inflasi

redaksi
4 Sep 2023 08:54
Medan Opini 0 518
4 menit membaca
Armin NasutionArmin Nasution

 

Oleh Armin Nasution

Kepala BKD dan PSDM Kota Medan, Muslim Harahap
Baca Juga
Minim Dapur Umum dan Layanan Kesehatan, Pemko Medan Terkesan Lamban Tangani Banjir
01 Des 2025

TULISAN ini masih merupakan lanjutan topik lalu namun belum akan menyinggung islamic social finance sebagai solusi inflasi. Bahwa benar, dalam ekonomi konvensional ternyata pertumbuhan tinggi akan digerogoti inflasi.

Ekonomi kita terus tumbuh tapi di sisi lain harga barang kebutuhan juga bergerak naik.

​Uang yang kita dapatkan betapa pun banyaknya ternyata tak mampu mengimbangi kenaikan harga. Itu pula yang menunjukkan daya beli uang yang kita miliki semakin lama kian lemah.

Para pemain AS Roma mengangkat tropi Liga Konfrensi Eropa 2022
Baca Juga
Roma Juara Liga Konferensi Eropa 2022
26 Mei 2022

Dulu, tahun 1970-an uang Rp100 ribu itu sudah bisa beli banyak kebutuhan. Sekarang Rp1 juta pun daya belinya masih sangat minim.

​Itu sebabnya inflasi adalah bahaya laten dalam pertumbuhan ekonomi. Tapi bukan berarti inflasi tidak diperlukan. Dalam berbagai kajian ekonomi, inflasi yang terkendali juga penting.

Artinya inflasi merupakan cerminan kenaikan daya beli. Yang jadi problem, jika inflasi tak bisa dikendalikan.

​Bagaimana kita melihat potret inflasi ini lebih detil di Sumut, misalnya?Menurut data Bank Indonesia hingga Juli 2023 tingkat inflasi mencapai 0,3 persen, sedangkan angka year on year ada diangka 2,54 persen dan jika dilihat dari bulan Januari-Juli inflasi ada diangka 0,98 persen.

​Sejauh ini angka itu masih terkendali. Kenapa? Karena secara nasional pun target inflasi adalah 3 persen plus minus 1 persen. Artinya angka inflasi harus ada diangka 2-4 persen.

Dengan target inflasi sebesar itu masih make sense jika pertumbuhan ekonomi di atasnya.

Angka inflasi harus berada dibawah angka pertumbuhan ekonomi karena tidak ada artinya jika pertumbuhan ekonomi tinggi lalu inflasi melebihi pertumbuhan itu sendiri.

Tahun ini Bank Indonesia optimis inflasi akan berada diangka 2 persen. Di Sumut, kita masih menghitung inflasi dengan mengukur di lima kota indeks harga konsumen.

Yaitu Medan, Pematang Siantar, Sibolga, Padangsidimpuan dan Gunungsitoli. Sedangkan kabupaten lain menjadi Indeks Pemantau Harga (IPH).

Sumber utama inflasi di Sumut ternyata dipengaruhi oleh komoditas. Kenaikan harga beras sedikit saja itu akan mendorong inflasi tinggi.

Sedangkan komoditas lain yang sangat berpengaruh adalah bawang. Ini merupakan salah satu pendorong inflasi yang sangat volatile.

Lalu hal lain yang sering menyebabkan inflasi tinggi adalah jalur distribusi yang sangat panjang.

Karena seringkali pasok kebutuhan yang harusnya sampai di pasar dengan harga normal tak pernah tercapai.Inipun salah satu problem utama.

Bahkan petani sebagai sumber utama penghasil pangan tak menikmati hasilnya saat harga di pasar tinggi.

Misal, cabai di pasar sudah mencapai Rp100 ribu, tapi karena panjangnya jalur distribusi ternyata di tingkat petani harga cabai bisa ditebus Rp30 ribu sampai Rp45 ribu.

Intinya penyumbang utama inflasi termasuk Sumut dan Indonesia datang dari komoditas pangan. Setiap kali terjadi inflasi tinggi jika ditelusuri lebih jauh akan mengarah kepada kebutuhan pangan.

Selain itu yang harus diwaspadai adalah import inflation. Atau mengimpor inflasi dari luar.

Kita ini masih punya ketergantungan bahan pokok dengan negara lain. Jadi ketika di sana terjadi kenaikan harga otomatis akan langsung berpengaruh ke negara pengimpor.

Hingga tahun ini berbagai lembaga keuangan dunia masih khawatir dengan ancaman inflasi terutama efek dari perang Rusia-Ukraina yang berkepanjangan dan belum tahu kapan selesai.

Jika kemudian negara-negara terkait melakukan pengetatan kebijakan pangan, kemudian stok di pasar berkurang, otomatis negara-negara yang masih ketergantungan dengan impor pangan akan menghadapi kenaikan harga. Imported inflation tetap jadi ancaman.

Upaya untuk mengendalikan inflasi sudah dilakukan dengan berbagai cara. Strategi paling utama saat ini adalah dorongan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah agar melek inflasi.

Dulu gejala inflasi tinggi hanya dikhawatirkan oleh pemerintah pusat dan otoritas moneter. Sekarang berbeda. Semua kepala daerah harus faham inflasi.

Pemerintah mengefektifkan secara maksimal tim pengendalian harga di daerah untuk memantau inflasi yang terjadi.

Itu kemudian yang disebut dengan geranakan nasional pengendalian inflasi pangan. Selain dengan mendorong kerjasama antar daerah untuk memintas jalur distribusi.

Inflasi ini layaknya tekanan darah, jika terlalu tinggi berbahaya dan jika terlalu rendah juga berbahaya.

Sehingga harus benar-benar dijaga agar harga tidak memberatkan konsumen dan masih memberikan keuntungan ke produsen.

Sering pihak yang paling diuntungkan dari inflasi yang bagian tengah (distributor/price maker) bukan petani karena panjangnya jalur distribusi.

Armin nasutionekonomi konvensionalInflasiislamic social finance
Pos Terkait
Program Kesehatan Jiwa Berbasis Masyarakat, CaraTetap Memanusiakan Manusia
Di Turnamen Mobile Legends Piala Prabowo – Gibran, Ketua TKD Sumut: Pilih Yang Muda
Pj Bupati Langkat Ajukan 98 Usulan di Pra Musrenbang RKPD Sumut 2025 Zona Pantai Timur
Rico Waas Tegaskan ASN Wajib Hayati Pancasila di Medan
Di Pasar Murah Pemko Medan, Minyak Goreng Dijual Rp10.500/ Liter
Jaksa Bacakan Dakwaan Tiga Terdakwa Korupsi Jalan Silangit – Muara Rp15,6 Miliar

Pos Terkait

Wakil Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) Rasyid Assaf Dongoran menemui mantan Walikota Medan Rahudman Harahap di pendopo rumah pribadinya di Komplek Tasbih Medan, Jumat (8/10/2021).
4 tahun  lalu
Rasyid Dongoran Minta Masukan Rahudman Untuk Majukan Tapsel
Ajang Anugerah Lingkungan PROPER 2024 di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur.
11 bulan  lalu
Inalum Kembali Raih PROPER Emas 2024: Bukti Komitmen untuk Lingkungan
Kadisnaker Langkat, Raja Nami.(ist)
5 tahun  lalu
Disnaker Langkat: F SPTI–K SPSI yang Terdaftar Pimpinan Terbit Rencana
Aliansi Masyarakat Peduli Siantar (AMPS) melakukan aksi unjuk rasa di depan Balai Kota Siantar, Senin (26/10/2020).
5 tahun  lalu
Massa AMPS Minta Kapolresta Tindak Tegas Pengganggu Pilkada
Rico Waas bersama veteran di sela sela peringatan Hari Pahlawan, Senin (11/10/2025). Foto: dokumen Dinas Kominfo Medan
2 bulan  lalu
Semangat Pahlawan Harus Jadi Inspirasi Dalam Membangun Kota Medan
Ribuan penerbangan dari sejumlah maskapai asal Amerika Serikat (AS) terpaksa harus dibatalkan dan ditunda. Hal ini terjadi karena terdapat banyak staf penerbangan yang mengaku sedang sakit karena terpapar COVID-19.
4 tahun  lalu
Terpapar Omicron, Ribuan Penerbangan Dibatalkan

Trending

01.
3 hari  lalu
Sekretaris Smeck Kritik Walikota Medan, Nilai Rico Waas Tak Peduli PSMS
02.
2 hari  lalu
Bobby Nasution Instruksikan Dirut Baru Bikin Bank Sumut Lebih Progresif
03.
5 hari  lalu
Aklamasi, Andar Amin Pimpin Golkar Sumut 5 Tahun ke Depan
04.
2 hari  lalu
Pasca Kebakaran, 700 Pekerja Pabrik Swallow Medan Terancam PHK
05.
5 hari  lalu
Optimisme Properti Bangkit 2026, Samera Group Tegaskan Komitmen Hunian Bebas Banjir

Ads

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
Logo
Hangat, Mendidik, Mengungkap Fakta
© Kaldera.id. Developed by irzasolusi.com
Jelang Ramadan, Bobby Nasution Ingatkan Daerah: Jangan Sampai Stok Pangan Bocor
Cegah Kebocoran PAD, Pemko Binjai Siapkan Satgas Parkir
Bobby Nasution Bongkar Masalah Tata Kota di Sumut, Pariwisata Terancam Jika Tak Dibenahi
Gubernur Bobby Apresiasi Kejurda Funakoshi Piala Danlanud Soewondo
Home Trending Cari Bagikan Lainnya