Kaldera.id
  • BERANDA
  • BERITA TERKINI
  • Bisnis
  • BERITA VIRAL
  • SPORT
  • EDUKASI
  • JALAN-JALAN
  • OPINI
  • KABAR DAERAH
  • Advertorial
Rabu, 01 Apr 2026
Komisi II DPR RI Kunjungi Bank Sumut, Rico Waas Dorong Kinerja dan Kontribusi Daerah
Pemko Medan Gulirkan PKH Medan Makmur, 10.000 Warga Terima Rp2,4 Juta per Tahun
Tuntutan 2 Tahun Gugur, Hakim PN Medan Bebaskan Amsal Sitepu dari Kasus Korupsi
Lebaran 2026, 360 Ribu Wisatawan Serbu Destinasi di Sumut
Bobby Nasution Desak Proyek Stadion Teladan 3 Shift, Target Rampung Mei 2026
DPRD Medan Dukung Rehab Puskesmas 2026, Minta Tambah Ambulans dan Dokter
Halalbihalal Pemkab Langkat, Syah Afandin Serukan Soliditas Bangun Daerah
DPRD Medan Desak Dishub Serius Benahi Parkir Liar, Tim Cakrawala Jangan Setengah Hati
Usai Lebaran, Bupati Langkat Perintahkan ASN Fokus Tekan Pengangguran di Langkat
44 Aduan THR Masuk ke Disnaker Sumut, Pengawas Turun Tangan ke Perusahaan
Komisi II DPR RI Kunjungi Bank Sumut, Rico Waas Dorong Kinerja dan Kontribusi Daerah
Pemko Medan Gulirkan PKH Medan Makmur, 10.000 Warga Terima Rp2,4 Juta per Tahun
Tuntutan 2 Tahun Gugur, Hakim PN Medan Bebaskan Amsal Sitepu dari Kasus Korupsi
Lebaran 2026, 360 Ribu Wisatawan Serbu Destinasi di Sumut
Bobby Nasution Desak Proyek Stadion Teladan 3 Shift, Target Rampung Mei 2026
DPRD Medan Dukung Rehab Puskesmas 2026, Minta Tambah Ambulans dan Dokter
Halalbihalal Pemkab Langkat, Syah Afandin Serukan Soliditas Bangun Daerah
DPRD Medan Desak Dishub Serius Benahi Parkir Liar, Tim Cakrawala Jangan Setengah Hati
Usai Lebaran, Bupati Langkat Perintahkan ASN Fokus Tekan Pengangguran di Langkat
44 Aduan THR Masuk ke Disnaker Sumut, Pengawas Turun Tangan ke Perusahaan
Ads_Tapsel
Beranda / Medan

Lebih Dalam Melihat Fenomena Inflasi

redaksi
4 Sep 2023 08:54
Medan Opini 0 622
4 menit membaca
Armin NasutionArmin Nasution

 

Oleh Armin Nasution

Sekda Kabupaten Langkat, Amril
Baca Juga
ILP, Bentuk Komitmen Pemkab Langkat Tingkatkan Pelayanan Kesehatan
27 Agu 2024

TULISAN ini masih merupakan lanjutan topik lalu namun belum akan menyinggung islamic social finance sebagai solusi inflasi. Bahwa benar, dalam ekonomi konvensional ternyata pertumbuhan tinggi akan digerogoti inflasi.

Ekonomi kita terus tumbuh tapi di sisi lain harga barang kebutuhan juga bergerak naik.

​Uang yang kita dapatkan betapa pun banyaknya ternyata tak mampu mengimbangi kenaikan harga. Itu pula yang menunjukkan daya beli uang yang kita miliki semakin lama kian lemah.

Sebuah potongan video anggota Pramuka joget diiringin musik dunia gemerlap (dugem) menyebar di media sosial.
Baca Juga
Potongan Video Beredar, Tokoh Pemuda Sumut Kecam Arena Jamdasu Ada Musik ala Dugem
21 Jul 2022

Dulu, tahun 1970-an uang Rp100 ribu itu sudah bisa beli banyak kebutuhan. Sekarang Rp1 juta pun daya belinya masih sangat minim.

​Itu sebabnya inflasi adalah bahaya laten dalam pertumbuhan ekonomi. Tapi bukan berarti inflasi tidak diperlukan. Dalam berbagai kajian ekonomi, inflasi yang terkendali juga penting.

Artinya inflasi merupakan cerminan kenaikan daya beli. Yang jadi problem, jika inflasi tak bisa dikendalikan.

​Bagaimana kita melihat potret inflasi ini lebih detil di Sumut, misalnya?Menurut data Bank Indonesia hingga Juli 2023 tingkat inflasi mencapai 0,3 persen, sedangkan angka year on year ada diangka 2,54 persen dan jika dilihat dari bulan Januari-Juli inflasi ada diangka 0,98 persen.

​Sejauh ini angka itu masih terkendali. Kenapa? Karena secara nasional pun target inflasi adalah 3 persen plus minus 1 persen. Artinya angka inflasi harus ada diangka 2-4 persen.

Dengan target inflasi sebesar itu masih make sense jika pertumbuhan ekonomi di atasnya.

Angka inflasi harus berada dibawah angka pertumbuhan ekonomi karena tidak ada artinya jika pertumbuhan ekonomi tinggi lalu inflasi melebihi pertumbuhan itu sendiri.

Tahun ini Bank Indonesia optimis inflasi akan berada diangka 2 persen. Di Sumut, kita masih menghitung inflasi dengan mengukur di lima kota indeks harga konsumen.

Yaitu Medan, Pematang Siantar, Sibolga, Padangsidimpuan dan Gunungsitoli. Sedangkan kabupaten lain menjadi Indeks Pemantau Harga (IPH).

Sumber utama inflasi di Sumut ternyata dipengaruhi oleh komoditas. Kenaikan harga beras sedikit saja itu akan mendorong inflasi tinggi.

Sedangkan komoditas lain yang sangat berpengaruh adalah bawang. Ini merupakan salah satu pendorong inflasi yang sangat volatile.

Lalu hal lain yang sering menyebabkan inflasi tinggi adalah jalur distribusi yang sangat panjang.

Karena seringkali pasok kebutuhan yang harusnya sampai di pasar dengan harga normal tak pernah tercapai.Inipun salah satu problem utama.

Bahkan petani sebagai sumber utama penghasil pangan tak menikmati hasilnya saat harga di pasar tinggi.

Misal, cabai di pasar sudah mencapai Rp100 ribu, tapi karena panjangnya jalur distribusi ternyata di tingkat petani harga cabai bisa ditebus Rp30 ribu sampai Rp45 ribu.

Intinya penyumbang utama inflasi termasuk Sumut dan Indonesia datang dari komoditas pangan. Setiap kali terjadi inflasi tinggi jika ditelusuri lebih jauh akan mengarah kepada kebutuhan pangan.

Selain itu yang harus diwaspadai adalah import inflation. Atau mengimpor inflasi dari luar.

Kita ini masih punya ketergantungan bahan pokok dengan negara lain. Jadi ketika di sana terjadi kenaikan harga otomatis akan langsung berpengaruh ke negara pengimpor.

Hingga tahun ini berbagai lembaga keuangan dunia masih khawatir dengan ancaman inflasi terutama efek dari perang Rusia-Ukraina yang berkepanjangan dan belum tahu kapan selesai.

Jika kemudian negara-negara terkait melakukan pengetatan kebijakan pangan, kemudian stok di pasar berkurang, otomatis negara-negara yang masih ketergantungan dengan impor pangan akan menghadapi kenaikan harga. Imported inflation tetap jadi ancaman.

Upaya untuk mengendalikan inflasi sudah dilakukan dengan berbagai cara. Strategi paling utama saat ini adalah dorongan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah agar melek inflasi.

Dulu gejala inflasi tinggi hanya dikhawatirkan oleh pemerintah pusat dan otoritas moneter. Sekarang berbeda. Semua kepala daerah harus faham inflasi.

Pemerintah mengefektifkan secara maksimal tim pengendalian harga di daerah untuk memantau inflasi yang terjadi.

Itu kemudian yang disebut dengan geranakan nasional pengendalian inflasi pangan. Selain dengan mendorong kerjasama antar daerah untuk memintas jalur distribusi.

Inflasi ini layaknya tekanan darah, jika terlalu tinggi berbahaya dan jika terlalu rendah juga berbahaya.

Sehingga harus benar-benar dijaga agar harga tidak memberatkan konsumen dan masih memberikan keuntungan ke produsen.

Sering pihak yang paling diuntungkan dari inflasi yang bagian tengah (distributor/price maker) bukan petani karena panjangnya jalur distribusi.

Armin nasutionekonomi konvensionalInflasiislamic social finance
Pos Terkait
Bobby Nasution Tanggapi Aspirasi Warga Labura: Puskesmas Pembantu Naik Status Jadi Rawat Inap
Rico Waas: Arah Pembangunan Medan Selaras dengan Pidato Presiden soal RUU APBN 2026
Angka Kasus Covid-19 Meningkat, Perhari Capai 23 Kasus
Sihar Sitorus Ke Gus Irawan: Kita Perjuangkan Kepentingan Tapsel Di Pusat
Komisi XI Minta OJK Informatif Tangani Kasus Keuangan
Hadiri Meugang dan Petang Belimau, Rico Waas Tegaskan Budaya Adalah Pilar Kekuatan Bangsa

Pos Terkait

Kepala Kejati Sumut, IBN Wiswantanu
4 tahun  lalu
Tim Khusus Kejati Sumut Incar Mafia Tanah di Langkat, Deliserdang dan Sergai
Anggota DPRD Medan dari Fraksi PDI Perjuangan Johannes Haratua Hutagalung
1 tahun  lalu
APBD Kota Medan Surplus, Dewan Apresiasi Kinerja Pemko Medan
Eden Hazard
2 tahun  lalu
Eden Hazard Gantung Sepatu
Hafiz asal Medan, Sumatera Utara, Farhan Muhammadi menyabet Juara 1 Cabang Hafalan 5 Juz dan Tilawah pada MTQ Internasional di Maroko
3 tahun  lalu
Farhan Susul Ayahnya Juara MTQ Internasional
Terlihat beberapa warga dan anak anak di Gang Merdeka, Kelurahan Sei Mati jalan Katamso, Medan Maimun. menikmati genangan air akibat hujan deras tadi malam.(yudi manar/kaldera)
5 tahun  lalu
Kena Banjir Lagi, Warga Minta Tanggul Segera Ditinggikan
Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin saat mengecek kesiapan Pos Pengamanan Ops Ketubat Toba 2020 Polrestabes Medan yang berada di Jalan Cemara Medan, Jumat (22/05/2020).
5 tahun  lalu
Malam Takbiran di Sumut Aman

Trending

01.
6 hari  lalu
Al Washliyah Medan Dukung PP TUNAS, Industri Penyiaran dan Ruang Terbuka Publik Perlu Arusutamakan Diet Digital
02.
4 hari  lalu
UMKM Medan Tumbang di Tengah Jalan, Rico Waas Soroti Lemahnya Strategi dan Dorong Digitalisasi
03.
6 hari  lalu
AFF Cek Kesiapan Sumut Awal April, Piala AFF U19 Terancam Jika Belum Siap
04.
5 hari  lalu
PSMS Medan Krisis Bek Jelang Lawan PSPS, Eko Purdjianto Tetap Bidik Tiga Poin
05.
6 hari  lalu
Empat Cabor Siap Dipertandingkan di PORWASU 2026, Total Hadiah Puluhan Juta Menanti

Ads

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
Logo
Hangat, Mendidik, Mengungkap Fakta
© Kaldera.id. Developed by irzasolusi.com
Bobby Nasution Desak Proyek Stadion Teladan 3 Shift, Target Rampung Mei 2026
Tuntutan 2 Tahun Gugur, Hakim PN Medan Bebaskan Amsal Sitepu dari Kasus Korupsi
Pemko Medan Gulirkan PKH Medan Makmur, 10.000 Warga Terima Rp2,4 Juta per Tahun
Lebaran 2026, 360 Ribu Wisatawan Serbu Destinasi di Sumut
Komisi II DPR RI Kunjungi Bank Sumut, Rico Waas Dorong Kinerja dan Kontribusi Daerah
Home Trending Cari Bagikan Lainnya