Kaldera.id
  • BERANDA
  • BERITA TERKINI
  • Bisnis
  • BERITA VIRAL
  • SPORT
  • EDUKASI
  • JALAN-JALAN
  • OPINI
  • KABAR DAERAH
  • Advertorial
Selasa, 14 Apr 2026
MTQ Medan Disorot, Dugaan Anggaran Ganda Rp1,59 Miliar Menguat
Bobby Nasution: Bantuan Bencana Harus Tepat Sasaran
Bobby Nasution Ultimatum Proyek Tanggul Tukka, Target Progres Sepekan
Rico Waas: Tak Ada Ruang Narkoba di Medan
Rico Waas Genjot Layanan Haji 2026, 1.883 Jemaah Medan Siap Berangkat
Bobby Nasution Desak Percepatan Pembangunan Tanggul Sungai Badiri
Ketua Komisi 1 DPRD Medan Kritik Keras Kinerja Wali Kota Rico Waas
Pemprov Sumut Tambah Cabor dan Hadiah Lebih Besar di PORWASU 2027
MSJC Juara PORWASU 2026 Piala Gubsu, Tekuk Newsroom Lewat Drama Penalti
Porwasu 2026 Ditutup, Pemprov Sumut Tetapkan Agenda Tahunan HPN
MTQ Medan Disorot, Dugaan Anggaran Ganda Rp1,59 Miliar Menguat
Bobby Nasution: Bantuan Bencana Harus Tepat Sasaran
Bobby Nasution Ultimatum Proyek Tanggul Tukka, Target Progres Sepekan
Rico Waas: Tak Ada Ruang Narkoba di Medan
Rico Waas Genjot Layanan Haji 2026, 1.883 Jemaah Medan Siap Berangkat
Bobby Nasution Desak Percepatan Pembangunan Tanggul Sungai Badiri
Ketua Komisi 1 DPRD Medan Kritik Keras Kinerja Wali Kota Rico Waas
Pemprov Sumut Tambah Cabor dan Hadiah Lebih Besar di PORWASU 2027
MSJC Juara PORWASU 2026 Piala Gubsu, Tekuk Newsroom Lewat Drama Penalti
Porwasu 2026 Ditutup, Pemprov Sumut Tetapkan Agenda Tahunan HPN
Ads_Tapsel
Beranda / Medan

Lebih Dalam Melihat Fenomena Inflasi

redaksi
4 Sep 2023 08:54
Medan Opini 0 646
4 menit membaca
Armin NasutionArmin Nasution

 

Oleh Armin Nasution

Atalanta kurang beruntung setelah Manchester United diselamatkan Ronaldo. Sementara, Barcelona meraih kemenangan tanpa dilatih Ronald Koeman dalam laga lanjutan fase grup Liga Champions Eropa, Rabu (3/11/2021) dinihari.
Baca Juga
Atalanta Ditahan MU, Koeman Dibuang Barca Menang
03 Nov 2021

TULISAN ini masih merupakan lanjutan topik lalu namun belum akan menyinggung islamic social finance sebagai solusi inflasi. Bahwa benar, dalam ekonomi konvensional ternyata pertumbuhan tinggi akan digerogoti inflasi.

Ekonomi kita terus tumbuh tapi di sisi lain harga barang kebutuhan juga bergerak naik.

​Uang yang kita dapatkan betapa pun banyaknya ternyata tak mampu mengimbangi kenaikan harga. Itu pula yang menunjukkan daya beli uang yang kita miliki semakin lama kian lemah.

Kabidhumas Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja
Baca Juga
Poldasu: AKP Riki Atmaja Jabat Kapolsek Percut Sei Tuan
09 Jul 2020

Dulu, tahun 1970-an uang Rp100 ribu itu sudah bisa beli banyak kebutuhan. Sekarang Rp1 juta pun daya belinya masih sangat minim.

​Itu sebabnya inflasi adalah bahaya laten dalam pertumbuhan ekonomi. Tapi bukan berarti inflasi tidak diperlukan. Dalam berbagai kajian ekonomi, inflasi yang terkendali juga penting.

Artinya inflasi merupakan cerminan kenaikan daya beli. Yang jadi problem, jika inflasi tak bisa dikendalikan.

​Bagaimana kita melihat potret inflasi ini lebih detil di Sumut, misalnya?Menurut data Bank Indonesia hingga Juli 2023 tingkat inflasi mencapai 0,3 persen, sedangkan angka year on year ada diangka 2,54 persen dan jika dilihat dari bulan Januari-Juli inflasi ada diangka 0,98 persen.

​Sejauh ini angka itu masih terkendali. Kenapa? Karena secara nasional pun target inflasi adalah 3 persen plus minus 1 persen. Artinya angka inflasi harus ada diangka 2-4 persen.

Dengan target inflasi sebesar itu masih make sense jika pertumbuhan ekonomi di atasnya.

Angka inflasi harus berada dibawah angka pertumbuhan ekonomi karena tidak ada artinya jika pertumbuhan ekonomi tinggi lalu inflasi melebihi pertumbuhan itu sendiri.

Tahun ini Bank Indonesia optimis inflasi akan berada diangka 2 persen. Di Sumut, kita masih menghitung inflasi dengan mengukur di lima kota indeks harga konsumen.

Yaitu Medan, Pematang Siantar, Sibolga, Padangsidimpuan dan Gunungsitoli. Sedangkan kabupaten lain menjadi Indeks Pemantau Harga (IPH).

Sumber utama inflasi di Sumut ternyata dipengaruhi oleh komoditas. Kenaikan harga beras sedikit saja itu akan mendorong inflasi tinggi.

Sedangkan komoditas lain yang sangat berpengaruh adalah bawang. Ini merupakan salah satu pendorong inflasi yang sangat volatile.

Lalu hal lain yang sering menyebabkan inflasi tinggi adalah jalur distribusi yang sangat panjang.

Karena seringkali pasok kebutuhan yang harusnya sampai di pasar dengan harga normal tak pernah tercapai.Inipun salah satu problem utama.

Bahkan petani sebagai sumber utama penghasil pangan tak menikmati hasilnya saat harga di pasar tinggi.

Misal, cabai di pasar sudah mencapai Rp100 ribu, tapi karena panjangnya jalur distribusi ternyata di tingkat petani harga cabai bisa ditebus Rp30 ribu sampai Rp45 ribu.

Intinya penyumbang utama inflasi termasuk Sumut dan Indonesia datang dari komoditas pangan. Setiap kali terjadi inflasi tinggi jika ditelusuri lebih jauh akan mengarah kepada kebutuhan pangan.

Selain itu yang harus diwaspadai adalah import inflation. Atau mengimpor inflasi dari luar.

Kita ini masih punya ketergantungan bahan pokok dengan negara lain. Jadi ketika di sana terjadi kenaikan harga otomatis akan langsung berpengaruh ke negara pengimpor.

Hingga tahun ini berbagai lembaga keuangan dunia masih khawatir dengan ancaman inflasi terutama efek dari perang Rusia-Ukraina yang berkepanjangan dan belum tahu kapan selesai.

Jika kemudian negara-negara terkait melakukan pengetatan kebijakan pangan, kemudian stok di pasar berkurang, otomatis negara-negara yang masih ketergantungan dengan impor pangan akan menghadapi kenaikan harga. Imported inflation tetap jadi ancaman.

Upaya untuk mengendalikan inflasi sudah dilakukan dengan berbagai cara. Strategi paling utama saat ini adalah dorongan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah agar melek inflasi.

Dulu gejala inflasi tinggi hanya dikhawatirkan oleh pemerintah pusat dan otoritas moneter. Sekarang berbeda. Semua kepala daerah harus faham inflasi.

Pemerintah mengefektifkan secara maksimal tim pengendalian harga di daerah untuk memantau inflasi yang terjadi.

Itu kemudian yang disebut dengan geranakan nasional pengendalian inflasi pangan. Selain dengan mendorong kerjasama antar daerah untuk memintas jalur distribusi.

Inflasi ini layaknya tekanan darah, jika terlalu tinggi berbahaya dan jika terlalu rendah juga berbahaya.

Sehingga harus benar-benar dijaga agar harga tidak memberatkan konsumen dan masih memberikan keuntungan ke produsen.

Sering pihak yang paling diuntungkan dari inflasi yang bagian tengah (distributor/price maker) bukan petani karena panjangnya jalur distribusi.

Armin nasutionekonomi konvensionalInflasiislamic social finance
Pos Terkait
Normalisasi Sungai Bedera dan Babura, Pemko Siapkan Rp25 Miliar
Infomasi Pasar Tradisional Lockdown, Hoaks
Bobby Nasution dan Luhut Matangkan Program 2026 untuk Perkuat Danau Toba
Pengerjaan Jembatan Titi Dua Sicanang Dilanjutkan
Diduga Stres, Pria di Marelan Bakar Rumahnya Sendiri
Sah, BPN Nyatakan Lahan 100 Ha di Desa Sena Milik UINSU

Pos Terkait

Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, menegaskan komitmennya untuk mempercepat pembangunan infrastruktur dan mendukung perekonomian rakyat, khususnya pelaku usaha kecil, di Kabupaten Pakpak Bharat. Pernyataan itu disampaikannya saat menghadiri peringatan Hari Jadi ke-22 Kabupaten Pakpak Bharat di Alun-alun Salak, Senin sore (28/7/2025).
8 bulan  lalu
Di Hari Jadi Pakpak Bharat, Bobby Nasution Janji Perbaiki Jalan dan Bantu Pedagang Kecil
Modesta Marpaung
9 bulan  lalu
Bapenda Medan Diminta Gali Potensi Pajak Parkir, Salah Satunya Pelantaran Mini Market
Asisten Pemerintahan Setdakab Langkat saat menerima Anggota DPRD Sumut
2 tahun  lalu
Terima Kunker Anggota DPRD Sumut, Pemkab Langkat Harapkan Terjalin Komunikasi Yang Baik
Armin Nasution
1 tahun  lalu
Telefon Dari Bupati Tapsel
Plt Bupati Langkat, Syah Afandin memberikan bantuan Bedah Rumah Layak Huni kepada masyarakat Desa Tanjung Ibus, di Kantor Desa Tanjung Ibus, Kecamatan Secanggang, Rabu (20/12/2023).
2 tahun  lalu
Syah Afandin: Jalan Stabat-Secanggang Segera Diperbaiki, Anggarannya Rp90 Miliar
Sebanyak 6 mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi (Prodi IKOM) Fisip UMSU mengikuti workshop dan tampil memaparkan hasil penelitiannya di konferensi internasional bertajuk Youth Communication Day (YCD) 2021 yang diselenggarakan Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta
4 tahun  lalu
Mahasiswa IKOM FISIP UMSU Tampil di Konferensi Internasional YCD 2021

Trending

01.
2 hari  lalu
Bobby Nasution Tonton Sprint Rally Sumut 2026, Dorong Regenerasi Pembalap
02.
6 hari  lalu
Terkait BLT, Komisi 1 Minta Kepling 1 Kelurahan Harjosari II Dipecat
03.
6 hari  lalu
Medan Targetkan 25 Ruas Jalan Bebas Kabel Semrawut Tahun Ini
04.
6 hari  lalu
Tekan Kebocoran dan Maksimalkan PAD, Dewan Minta Sistem Digitalisasi Pajak Daerah Diterapkan
05.
2 hari  lalu
PSMS Medan Tumbang 0-1 di Pakansari

Ads

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
Logo
Hangat, Mendidik, Mengungkap Fakta
© Kaldera.id. Developed by irzasolusi.com
Bobby Nasution Ultimatum Proyek Tanggul Tukka, Target Progres Sepekan
Rico Waas: Tak Ada Ruang Narkoba di Medan
Bobby Nasution: Bantuan Bencana Harus Tepat Sasaran
MTQ Medan Disorot, Dugaan Anggaran Ganda Rp1,59 Miliar Menguat
Home Trending Cari Bagikan Lainnya