Kaldera.id
  • BERANDA
  • BERITA TERKINI
  • Bisnis
  • BERITA VIRAL
  • SPORT
  • EDUKASI
  • JALAN-JALAN
  • OPINI
  • KABAR DAERAH
  • Advertorial
Jumat, 30 Jan 2026
Pemprov Sumut Gaspol Dongkrak Ekonomi Daerah, 36 Event Pariwisata Disiapkan
Pasien Membludak, Pemprov Sumut Kembangkan Layanan Kesehatan Regional
RKPD 2027 Dibuka, Bobby Nasution Tegaskan Kepala Daerah Wajib Diawasi
Rp472 Miliar Digelontorkan, Pemprov Sumut Gaspol Program Berobat Gratis 2026
Andar Amin Harahap Ambil Formulir Calon Ketua Golkar Sumut
Demi Tiket Putaran Ketiga, PSMS Medan Wajib Menang Lawan Bekasi City
UPTD Wasnaker Wilayah IV Dorong Inalum dan Vendor Tingkatkan K3
Kajari Poso Yos Tarigan Lantik Kasi Pidum dan Kasi Intelijen, Tekankan Integritas
Proyek Tanggul Batang Serangan Dilaksanakan Tahun Ini, Rp45 Miliar Digelontorkan
Anggaran Infrastruktur Sumut 2026 Tembus Rp1,9 Triliun
Pemprov Sumut Gaspol Dongkrak Ekonomi Daerah, 36 Event Pariwisata Disiapkan
Pasien Membludak, Pemprov Sumut Kembangkan Layanan Kesehatan Regional
RKPD 2027 Dibuka, Bobby Nasution Tegaskan Kepala Daerah Wajib Diawasi
Rp472 Miliar Digelontorkan, Pemprov Sumut Gaspol Program Berobat Gratis 2026
Andar Amin Harahap Ambil Formulir Calon Ketua Golkar Sumut
Demi Tiket Putaran Ketiga, PSMS Medan Wajib Menang Lawan Bekasi City
UPTD Wasnaker Wilayah IV Dorong Inalum dan Vendor Tingkatkan K3
Kajari Poso Yos Tarigan Lantik Kasi Pidum dan Kasi Intelijen, Tekankan Integritas
Proyek Tanggul Batang Serangan Dilaksanakan Tahun Ini, Rp45 Miliar Digelontorkan
Anggaran Infrastruktur Sumut 2026 Tembus Rp1,9 Triliun
Ads_Tapsel
Beranda / Medan

Lebih Dalam Melihat Fenomena Inflasi

redaksi
4 Sep 2023 08:54
Medan Opini 0 508
4 menit membaca
Armin NasutionArmin Nasution

 

Oleh Armin Nasution

Kampus UINSU
Baca Juga
UIN Sumut Buka Pendaftaran Rektor, Salah Satu Syaratnya Harus Beriman
05 Jan 2023

TULISAN ini masih merupakan lanjutan topik lalu namun belum akan menyinggung islamic social finance sebagai solusi inflasi. Bahwa benar, dalam ekonomi konvensional ternyata pertumbuhan tinggi akan digerogoti inflasi.

Ekonomi kita terus tumbuh tapi di sisi lain harga barang kebutuhan juga bergerak naik.

​Uang yang kita dapatkan betapa pun banyaknya ternyata tak mampu mengimbangi kenaikan harga. Itu pula yang menunjukkan daya beli uang yang kita miliki semakin lama kian lemah.

Manchester United tidak mampu berbuat banyak saat meladeni permainan tim sekotanya, Manchester City di Stadion Etihad, Minggu (6/3/2022). Setan Merah menyerah 1-4.
Baca Juga
Kalah 1-4 Dari Man City, Lini Pertahanan MU Sangat Buruk
07 Mar 2022

Dulu, tahun 1970-an uang Rp100 ribu itu sudah bisa beli banyak kebutuhan. Sekarang Rp1 juta pun daya belinya masih sangat minim.

​Itu sebabnya inflasi adalah bahaya laten dalam pertumbuhan ekonomi. Tapi bukan berarti inflasi tidak diperlukan. Dalam berbagai kajian ekonomi, inflasi yang terkendali juga penting.

Artinya inflasi merupakan cerminan kenaikan daya beli. Yang jadi problem, jika inflasi tak bisa dikendalikan.

​Bagaimana kita melihat potret inflasi ini lebih detil di Sumut, misalnya?Menurut data Bank Indonesia hingga Juli 2023 tingkat inflasi mencapai 0,3 persen, sedangkan angka year on year ada diangka 2,54 persen dan jika dilihat dari bulan Januari-Juli inflasi ada diangka 0,98 persen.

​Sejauh ini angka itu masih terkendali. Kenapa? Karena secara nasional pun target inflasi adalah 3 persen plus minus 1 persen. Artinya angka inflasi harus ada diangka 2-4 persen.

Dengan target inflasi sebesar itu masih make sense jika pertumbuhan ekonomi di atasnya.

Angka inflasi harus berada dibawah angka pertumbuhan ekonomi karena tidak ada artinya jika pertumbuhan ekonomi tinggi lalu inflasi melebihi pertumbuhan itu sendiri.

Tahun ini Bank Indonesia optimis inflasi akan berada diangka 2 persen. Di Sumut, kita masih menghitung inflasi dengan mengukur di lima kota indeks harga konsumen.

Yaitu Medan, Pematang Siantar, Sibolga, Padangsidimpuan dan Gunungsitoli. Sedangkan kabupaten lain menjadi Indeks Pemantau Harga (IPH).

Sumber utama inflasi di Sumut ternyata dipengaruhi oleh komoditas. Kenaikan harga beras sedikit saja itu akan mendorong inflasi tinggi.

Sedangkan komoditas lain yang sangat berpengaruh adalah bawang. Ini merupakan salah satu pendorong inflasi yang sangat volatile.

Lalu hal lain yang sering menyebabkan inflasi tinggi adalah jalur distribusi yang sangat panjang.

Karena seringkali pasok kebutuhan yang harusnya sampai di pasar dengan harga normal tak pernah tercapai.Inipun salah satu problem utama.

Bahkan petani sebagai sumber utama penghasil pangan tak menikmati hasilnya saat harga di pasar tinggi.

Misal, cabai di pasar sudah mencapai Rp100 ribu, tapi karena panjangnya jalur distribusi ternyata di tingkat petani harga cabai bisa ditebus Rp30 ribu sampai Rp45 ribu.

Intinya penyumbang utama inflasi termasuk Sumut dan Indonesia datang dari komoditas pangan. Setiap kali terjadi inflasi tinggi jika ditelusuri lebih jauh akan mengarah kepada kebutuhan pangan.

Selain itu yang harus diwaspadai adalah import inflation. Atau mengimpor inflasi dari luar.

Kita ini masih punya ketergantungan bahan pokok dengan negara lain. Jadi ketika di sana terjadi kenaikan harga otomatis akan langsung berpengaruh ke negara pengimpor.

Hingga tahun ini berbagai lembaga keuangan dunia masih khawatir dengan ancaman inflasi terutama efek dari perang Rusia-Ukraina yang berkepanjangan dan belum tahu kapan selesai.

Jika kemudian negara-negara terkait melakukan pengetatan kebijakan pangan, kemudian stok di pasar berkurang, otomatis negara-negara yang masih ketergantungan dengan impor pangan akan menghadapi kenaikan harga. Imported inflation tetap jadi ancaman.

Upaya untuk mengendalikan inflasi sudah dilakukan dengan berbagai cara. Strategi paling utama saat ini adalah dorongan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah agar melek inflasi.

Dulu gejala inflasi tinggi hanya dikhawatirkan oleh pemerintah pusat dan otoritas moneter. Sekarang berbeda. Semua kepala daerah harus faham inflasi.

Pemerintah mengefektifkan secara maksimal tim pengendalian harga di daerah untuk memantau inflasi yang terjadi.

Itu kemudian yang disebut dengan geranakan nasional pengendalian inflasi pangan. Selain dengan mendorong kerjasama antar daerah untuk memintas jalur distribusi.

Inflasi ini layaknya tekanan darah, jika terlalu tinggi berbahaya dan jika terlalu rendah juga berbahaya.

Sehingga harus benar-benar dijaga agar harga tidak memberatkan konsumen dan masih memberikan keuntungan ke produsen.

Sering pihak yang paling diuntungkan dari inflasi yang bagian tengah (distributor/price maker) bukan petani karena panjangnya jalur distribusi.

Armin nasutionekonomi konvensionalInflasiislamic social finance
Pos Terkait
Atlet Sepatu Roda Deliserdang Sabet 5 Medali di Jakarta Open 2021
Walikota Medan Hadiri IFW 2025, Dukung Fesyen Nusantara
Pemko dan Dewan Sepakati Pendapatan di APBD Medan 2025 Sebesar Rp7, 2 Triliun Lebih
Gus Irawan Pertanyakan Soal Penundaan Pajak Karbon
Pj Bupati Ingatkan Jajarannya Kembangkan Objek Pariwisata di Langkat
Fraksi NasDem Minta Pemko Serius Kembangkan UMKM dan Wujudkan Medan Kota Atlet

Pos Terkait

Salah satu jukir nakal yang diamankan personel Dinas Perhubungan Kota Medan di salah satu lokasi e-parkir, Senin (7/3/2022). Foto:IST
3 tahun  lalu
Ngutip Tunai di Lokasi e-Parkir, 11 Jukir Nakal Diamankan
Tampilan Surat Suara Akhyar - Salman dan Bobby - Aulia
5 tahun  lalu
KPU Medan: Surat Suara Gambar AMAN Gelap Tak akan Dipakai
Walikota Medan, Bobby Afif Nasution menyerahkan not pengantar R APBD Perubahan 2022 ke anggota DPRD Medan melalui sidang di Gedung DPRD Medan, Senin (5/9/2022).
3 tahun  lalu
Nota Pengantar Walikota Tentang Perubahan APBD 2022 Diterima Dewan
Partai Golongan Karya (Golkar) Sumatera Utara yang dipimpin ketuanya Musa Rajekshah (Ijeck), menyambangi partai Gerindra, dalam konteks silaturahmi, pertemuan tersebut diterima langsung Ketua Gus Irawan Pasaribu, di Sekretariat Jalan Mayjen DI.Panjaitan Medan, Selasa (6/04/2021) sore.
4 tahun  lalu
Gus Irawan Sambut Kunjungan Golkar Sumut di Gerindra
Subdit IV Kriminal Khusus Polda Sumatera Utara (Sumut) melakukan penindakan terhadap gerai pelayanan rapid test di Bandara Kualanamu, Deliserdang.
4 tahun  lalu
Enam Petugas Rapid Antigen Kimia Farma Diperiksa Intensif
5 tahun  lalu
Saat Fotografer Siantar Diskusi Kreatif di Tengah Pandemi

Trending

01.
23 jam  lalu
UPTD Wasnaker Wilayah IV Dorong Inalum dan Vendor Tingkatkan K3
02.
21 jam  lalu
Demi Tiket Putaran Ketiga, PSMS Medan Wajib Menang Lawan Bekasi City
03.
5 hari  lalu
Garudayaksa Tertekan, PSMS Medan Bakal Menambah Luka
04.
3 hari  lalu
Syafrida Rasahan Mantan Ketua Bawaslu Sumut jadi Anggota Ombudsman RI
05.
2 hari  lalu
DPRD Medan Rekomendasikan Segel Bangunan Ilegal Penutup Gang Kebakaran di Titi Kuning

Ads

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
Logo
Hangat, Mendidik, Mengungkap Fakta
© Kaldera.id. Developed by irzasolusi.com
UPTD Wasnaker Wilayah IV Dorong Inalum dan Vendor Tingkatkan K3
Demi Tiket Putaran Ketiga, PSMS Medan Wajib Menang Lawan Bekasi City
Andar Amin Harahap Ambil Formulir Calon Ketua Golkar Sumut
Rp472 Miliar Digelontorkan, Pemprov Sumut Gaspol Program Berobat Gratis 2026
RKPD 2027 Dibuka, Bobby Nasution Tegaskan Kepala Daerah Wajib Diawasi
Home Trending Cari Bagikan Lainnya