Kaldera.id
  • BERANDA
  • BERITA TERKINI
  • Bisnis
  • BERITA VIRAL
  • SPORT
  • EDUKASI
  • JALAN-JALAN
  • OPINI
  • KABAR DAERAH
  • Advertorial
Senin, 23 Feb 2026
Pemko Medan Tegaskan Tak Larang Jual Daging Nonhalal, Hanya Atur Lokasi dan Limbah
Usai Tarawih, Ribuan Warga Padati Kesawan Rayakan Imlek 2577
100 Hari Sikat Narkoba: 526 Kasus Dibongkar, 718 Tersangka Diciduk di Medan
Banjir Kepung Glugur Kota, Dewan Minta Drainase dan Jalan Tuntas Maret
Warga Medan Johor ‘Curhat’ Bansos Tak Turun, Jalan Rusak dan Banjir Parah
PSMS Tersungkur di Tegal, Peluang Terbuang dan Gol Kontroversial Warnai Kekalahan
Investasi Medan Tembus Rp14,5 Triliun, DPRD Nilai Era Rico–Zaki Buka Puluhan Ribu Kerja
Rico Waas Gaspol Benahi PUD Pembangunan, 4 Aset Dipacu Jadi Mesin Uang
Di Hadapan Anggota Komisi VIII DPR RI, Wagub Sumut Tegaskan Pemprovsu Tancap Gas Pulihkan Bencana
Duel Hidup-Mati di Tegal, PSMS Incar Empat Besar
Pemko Medan Tegaskan Tak Larang Jual Daging Nonhalal, Hanya Atur Lokasi dan Limbah
Usai Tarawih, Ribuan Warga Padati Kesawan Rayakan Imlek 2577
100 Hari Sikat Narkoba: 526 Kasus Dibongkar, 718 Tersangka Diciduk di Medan
Banjir Kepung Glugur Kota, Dewan Minta Drainase dan Jalan Tuntas Maret
Warga Medan Johor ‘Curhat’ Bansos Tak Turun, Jalan Rusak dan Banjir Parah
PSMS Tersungkur di Tegal, Peluang Terbuang dan Gol Kontroversial Warnai Kekalahan
Investasi Medan Tembus Rp14,5 Triliun, DPRD Nilai Era Rico–Zaki Buka Puluhan Ribu Kerja
Rico Waas Gaspol Benahi PUD Pembangunan, 4 Aset Dipacu Jadi Mesin Uang
Di Hadapan Anggota Komisi VIII DPR RI, Wagub Sumut Tegaskan Pemprovsu Tancap Gas Pulihkan Bencana
Duel Hidup-Mati di Tegal, PSMS Incar Empat Besar
Ads_Tapsel
Beranda / Medan

Lebih Dalam Melihat Fenomena Inflasi

redaksi
4 Sep 2023 08:54
Medan Opini 0 548
4 menit membaca
Armin NasutionArmin Nasution

 

Oleh Armin Nasution

Tiga Orang dari Gegana Sat Brimob Poldasu menyemprotkan disinfektan di salah satu ruangan Kantor Walikota Medan, Kamis (19/3/2020)
Baca Juga
Sterilkan Virus Corona, Kantor Wali Kota Medan Disemprot Disinfektan
19 Mar 2020

TULISAN ini masih merupakan lanjutan topik lalu namun belum akan menyinggung islamic social finance sebagai solusi inflasi. Bahwa benar, dalam ekonomi konvensional ternyata pertumbuhan tinggi akan digerogoti inflasi.

Ekonomi kita terus tumbuh tapi di sisi lain harga barang kebutuhan juga bergerak naik.

​Uang yang kita dapatkan betapa pun banyaknya ternyata tak mampu mengimbangi kenaikan harga. Itu pula yang menunjukkan daya beli uang yang kita miliki semakin lama kian lemah.

Direktur Bisnis dan Syariah Bank Sumut, Syafrizalsyah (batik hijau) menyaksikan acara penandatangan perjanjian kerja sama PT Bank Sumut DPD Real Estate Indonesia (REI) Sumut, terkait Program Penyediaan Dukungan KPR FLPP kepada Masyarakat Berpenghasil Rendah (MBR) yang ada di Provinsi Sumut. Penandatangan tersebut dilaksanakan di Gedung Kantor Pusat Bank Sumut, Jalan Imam Bonjol Medan, Rabu (15/10/2025). (Foto Dinas Kominfo Provinsi Sumut)
Baca Juga
Bobby Nasution Beri Stimulus Kredit untuk Rumah Bersubsidi bagi Masyarakat Berpengasilan Rendah
15 Okt 2025

Dulu, tahun 1970-an uang Rp100 ribu itu sudah bisa beli banyak kebutuhan. Sekarang Rp1 juta pun daya belinya masih sangat minim.

​Itu sebabnya inflasi adalah bahaya laten dalam pertumbuhan ekonomi. Tapi bukan berarti inflasi tidak diperlukan. Dalam berbagai kajian ekonomi, inflasi yang terkendali juga penting.

Artinya inflasi merupakan cerminan kenaikan daya beli. Yang jadi problem, jika inflasi tak bisa dikendalikan.

​Bagaimana kita melihat potret inflasi ini lebih detil di Sumut, misalnya?Menurut data Bank Indonesia hingga Juli 2023 tingkat inflasi mencapai 0,3 persen, sedangkan angka year on year ada diangka 2,54 persen dan jika dilihat dari bulan Januari-Juli inflasi ada diangka 0,98 persen.

​Sejauh ini angka itu masih terkendali. Kenapa? Karena secara nasional pun target inflasi adalah 3 persen plus minus 1 persen. Artinya angka inflasi harus ada diangka 2-4 persen.

Dengan target inflasi sebesar itu masih make sense jika pertumbuhan ekonomi di atasnya.

Angka inflasi harus berada dibawah angka pertumbuhan ekonomi karena tidak ada artinya jika pertumbuhan ekonomi tinggi lalu inflasi melebihi pertumbuhan itu sendiri.

Tahun ini Bank Indonesia optimis inflasi akan berada diangka 2 persen. Di Sumut, kita masih menghitung inflasi dengan mengukur di lima kota indeks harga konsumen.

Yaitu Medan, Pematang Siantar, Sibolga, Padangsidimpuan dan Gunungsitoli. Sedangkan kabupaten lain menjadi Indeks Pemantau Harga (IPH).

Sumber utama inflasi di Sumut ternyata dipengaruhi oleh komoditas. Kenaikan harga beras sedikit saja itu akan mendorong inflasi tinggi.

Sedangkan komoditas lain yang sangat berpengaruh adalah bawang. Ini merupakan salah satu pendorong inflasi yang sangat volatile.

Lalu hal lain yang sering menyebabkan inflasi tinggi adalah jalur distribusi yang sangat panjang.

Karena seringkali pasok kebutuhan yang harusnya sampai di pasar dengan harga normal tak pernah tercapai.Inipun salah satu problem utama.

Bahkan petani sebagai sumber utama penghasil pangan tak menikmati hasilnya saat harga di pasar tinggi.

Misal, cabai di pasar sudah mencapai Rp100 ribu, tapi karena panjangnya jalur distribusi ternyata di tingkat petani harga cabai bisa ditebus Rp30 ribu sampai Rp45 ribu.

Intinya penyumbang utama inflasi termasuk Sumut dan Indonesia datang dari komoditas pangan. Setiap kali terjadi inflasi tinggi jika ditelusuri lebih jauh akan mengarah kepada kebutuhan pangan.

Selain itu yang harus diwaspadai adalah import inflation. Atau mengimpor inflasi dari luar.

Kita ini masih punya ketergantungan bahan pokok dengan negara lain. Jadi ketika di sana terjadi kenaikan harga otomatis akan langsung berpengaruh ke negara pengimpor.

Hingga tahun ini berbagai lembaga keuangan dunia masih khawatir dengan ancaman inflasi terutama efek dari perang Rusia-Ukraina yang berkepanjangan dan belum tahu kapan selesai.

Jika kemudian negara-negara terkait melakukan pengetatan kebijakan pangan, kemudian stok di pasar berkurang, otomatis negara-negara yang masih ketergantungan dengan impor pangan akan menghadapi kenaikan harga. Imported inflation tetap jadi ancaman.

Upaya untuk mengendalikan inflasi sudah dilakukan dengan berbagai cara. Strategi paling utama saat ini adalah dorongan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah agar melek inflasi.

Dulu gejala inflasi tinggi hanya dikhawatirkan oleh pemerintah pusat dan otoritas moneter. Sekarang berbeda. Semua kepala daerah harus faham inflasi.

Pemerintah mengefektifkan secara maksimal tim pengendalian harga di daerah untuk memantau inflasi yang terjadi.

Itu kemudian yang disebut dengan geranakan nasional pengendalian inflasi pangan. Selain dengan mendorong kerjasama antar daerah untuk memintas jalur distribusi.

Inflasi ini layaknya tekanan darah, jika terlalu tinggi berbahaya dan jika terlalu rendah juga berbahaya.

Sehingga harus benar-benar dijaga agar harga tidak memberatkan konsumen dan masih memberikan keuntungan ke produsen.

Sering pihak yang paling diuntungkan dari inflasi yang bagian tengah (distributor/price maker) bukan petani karena panjangnya jalur distribusi.

Armin nasutionekonomi konvensionalInflasiislamic social finance
Pos Terkait
Bulan Depan Urus KTP Bisa Pakai Handphone
Pj. Bupati Ingatkan Kepala OPD Serius Implementasikan Sakip
IPEMI Medan: Bantuan Sosial Jangan Hanya Bersifat Situasional
Kosgoro Klaim Wagub Sumut Mampu Jadikan Golkar Bermartabat
Kapoldasu Sumut: Terima Kasih Brigjend Pol Jawari
Aulia Rachman: Pemimpin Adalah Pelayan Masyarakat

Pos Terkait

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi
2 tahun  lalu
Gubsu Edy Sudah Minta Maaf, Terkait Kisruh Pelantikan Pejabat
Sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Padangsidempuan, Sumatera Utara (Sumut) melaporkan pimpinannya ke Polres Padangsidempuan atas dugaan kasus suap pengesahan LKPJ Wali Kota Tahun 2020, Rabu (21/4/2021) dinihari.
4 tahun  lalu
Sejumlah Anggota DPRD Padangsidempuan Laporkan Dugaan Suap Pimpinannya ke Polisi
Skuad Italia merayakan kemenangan di pertandingan sebelumnya. Italia akan memainkan laga terakhir melawan Wales di Stadion Olimpico Roma, Minggu (20/6/2021). Hasil pertandingan tidak mempengaruhi langkah Italia ke babak selanjutnya.
4 tahun  lalu
Italia v Wales, Awas Main Mata
Kementerian Agama (Kemenag) telah menerbitkan Rencana Perjalanan Haji (RPH) 1445 H / 2024 M. Jemaah haji Indonesia akan mulai diberangkatkan ke Arab Saudi pada Minggu, 12 Mei 2024.
2 tahun  lalu
Rencana Perjalanan Haji 1445 H Terbit, Kloter Pertama Berangkat 12 Mei 2024
Firsal Ferial Mutyara
2 tahun  lalu
Kurangi Pengangguran, Pergub Keanggotaaan Kadin Sumut Diperlukan
Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan, Taufik Ririansyah
4 tahun  lalu
Dinas Kesehatan Kebut Vaksinasi Lansia

Trending

01.
1 hari  lalu
Duel Hidup-Mati di Tegal, PSMS Incar Empat Besar
02.
5 hari  lalu
Rico Waas Gaspol Revitalisasi Stadion Teladan, Kejar Target Venue AFF U-20
03.
5 hari  lalu
Naik Drastis Ke Peringkat 5, Indeks Pencegahan Korupsi Tapsel Kini Zona Hijau
04.
5 hari  lalu
Wagub Sumut Desak MBG Sasar Ibu Hamil dan Balita, Tegaskan Investasi Generasi 2045
05.
4 hari  lalu
Gerak Cepat Gus Irawan Rekonstruksi Dan Mitigasi Dampak Bencana
Presiden Prabowo Datang, Korban Bencana Bisa Ramadhan di Huntara

Ads

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
Logo
Hangat, Mendidik, Mengungkap Fakta
© Kaldera.id. Developed by irzasolusi.com
PSMS Tersungkur di Tegal, Peluang Terbuang dan Gol Kontroversial Warnai Kekalahan
Warga Medan Johor ‘Curhat’ Bansos Tak Turun, Jalan Rusak dan Banjir Parah
Banjir Kepung Glugur Kota, Dewan Minta Drainase dan Jalan Tuntas Maret
100 Hari Sikat Narkoba: 526 Kasus Dibongkar, 718 Tersangka Diciduk di Medan
Usai Tarawih, Ribuan Warga Padati Kesawan Rayakan Imlek 2577
Home Trending Cari Bagikan Lainnya