Kaldera.id
  • BERANDA
  • BERITA TERKINI
  • Bisnis
  • BERITA VIRAL
  • SPORT
  • EDUKASI
  • JALAN-JALAN
  • OPINI
  • KABAR DAERAH
  • Advertorial
Selasa, 10 Mar 2026
Dorong Kesiagaan Bencana, HMJ Pendidikan Geografi Pandu Penyusunan SOP Kebencanaan Buat Warga Desa Salahaji
Balitbang Golkar Gelar Buka Puasa Bersama, Perkuat Silaturahmi dan Kepedulian
Rico Waas Tegaskan Benahi Belawan
Perubahan Perda Kesehatan, Pemko dan DPRD Medan Sepakat Benahi Sistem Layanan
Rico Waas Beberkan LKPJ 2025: IPM dan Ekonomi Medan Naik, Kemiskinan Turun
Bobby Nasution Lantik 308 Pejabat Pemprov Sumut, Tegaskan Jangan Ada Pungli
Bobby Nasution Larang ASN Sumut Mudik Pakai Mobil Dinas
Dr. Abdul Hafiz Kembali Pimpin Al Washliyah Medan Sampai 2031
Rico Waas Puji Sikap Objektif Al-Washliyah di Musda XXII, Dinilai Konsisten Kawal Pembangunan Medan
Peringatan Nuzulul Qur’an di Ramadan Fair Medan, Rico Waas Ajak Warga Jadi Insan Qurani
Dorong Kesiagaan Bencana, HMJ Pendidikan Geografi Pandu Penyusunan SOP Kebencanaan Buat Warga Desa Salahaji
Balitbang Golkar Gelar Buka Puasa Bersama, Perkuat Silaturahmi dan Kepedulian
Rico Waas Tegaskan Benahi Belawan
Perubahan Perda Kesehatan, Pemko dan DPRD Medan Sepakat Benahi Sistem Layanan
Rico Waas Beberkan LKPJ 2025: IPM dan Ekonomi Medan Naik, Kemiskinan Turun
Bobby Nasution Lantik 308 Pejabat Pemprov Sumut, Tegaskan Jangan Ada Pungli
Bobby Nasution Larang ASN Sumut Mudik Pakai Mobil Dinas
Dr. Abdul Hafiz Kembali Pimpin Al Washliyah Medan Sampai 2031
Rico Waas Puji Sikap Objektif Al-Washliyah di Musda XXII, Dinilai Konsisten Kawal Pembangunan Medan
Peringatan Nuzulul Qur’an di Ramadan Fair Medan, Rico Waas Ajak Warga Jadi Insan Qurani
Ads_Tapsel
Beranda / Medan

Lebih Dalam Melihat Fenomena Inflasi

redaksi
4 Sep 2023 08:54
Medan Opini 0 578
4 menit membaca
Armin NasutionArmin Nasution

 

Oleh Armin Nasution

Plt Walikota Medan, Akhyar Nasution hadiri Penandatanganan Nota Kesepahaman Kesepakatan Kerja Sama Bidang Pendidikan dan Pelatihan Sub Sektor Ekonomi Kreatif di Pendopo Rumah Dinas Kantor Walikota Medan.
Baca Juga
Pelaku Kreatif Medan Kurang Mendapat Tempat di Daerah Sendiri
15 Sep 2020

TULISAN ini masih merupakan lanjutan topik lalu namun belum akan menyinggung islamic social finance sebagai solusi inflasi. Bahwa benar, dalam ekonomi konvensional ternyata pertumbuhan tinggi akan digerogoti inflasi.

Ekonomi kita terus tumbuh tapi di sisi lain harga barang kebutuhan juga bergerak naik.

​Uang yang kita dapatkan betapa pun banyaknya ternyata tak mampu mengimbangi kenaikan harga. Itu pula yang menunjukkan daya beli uang yang kita miliki semakin lama kian lemah.

Wakil Walikota Medan, Aulia Rachman mengingatkan kepada seluruh ASN agar memanfaatkan kemudahan sistem reformasi birokrasi untuk mensejahterakan masyarakat.
Baca Juga
ASN Diingatkan Manfaatkan Sistem Reformasi Birokrasi Untuk Sejahterakan Masyarakat
10 Nov 2023

Dulu, tahun 1970-an uang Rp100 ribu itu sudah bisa beli banyak kebutuhan. Sekarang Rp1 juta pun daya belinya masih sangat minim.

​Itu sebabnya inflasi adalah bahaya laten dalam pertumbuhan ekonomi. Tapi bukan berarti inflasi tidak diperlukan. Dalam berbagai kajian ekonomi, inflasi yang terkendali juga penting.

Artinya inflasi merupakan cerminan kenaikan daya beli. Yang jadi problem, jika inflasi tak bisa dikendalikan.

​Bagaimana kita melihat potret inflasi ini lebih detil di Sumut, misalnya?Menurut data Bank Indonesia hingga Juli 2023 tingkat inflasi mencapai 0,3 persen, sedangkan angka year on year ada diangka 2,54 persen dan jika dilihat dari bulan Januari-Juli inflasi ada diangka 0,98 persen.

​Sejauh ini angka itu masih terkendali. Kenapa? Karena secara nasional pun target inflasi adalah 3 persen plus minus 1 persen. Artinya angka inflasi harus ada diangka 2-4 persen.

Dengan target inflasi sebesar itu masih make sense jika pertumbuhan ekonomi di atasnya.

Angka inflasi harus berada dibawah angka pertumbuhan ekonomi karena tidak ada artinya jika pertumbuhan ekonomi tinggi lalu inflasi melebihi pertumbuhan itu sendiri.

Tahun ini Bank Indonesia optimis inflasi akan berada diangka 2 persen. Di Sumut, kita masih menghitung inflasi dengan mengukur di lima kota indeks harga konsumen.

Yaitu Medan, Pematang Siantar, Sibolga, Padangsidimpuan dan Gunungsitoli. Sedangkan kabupaten lain menjadi Indeks Pemantau Harga (IPH).

Sumber utama inflasi di Sumut ternyata dipengaruhi oleh komoditas. Kenaikan harga beras sedikit saja itu akan mendorong inflasi tinggi.

Sedangkan komoditas lain yang sangat berpengaruh adalah bawang. Ini merupakan salah satu pendorong inflasi yang sangat volatile.

Lalu hal lain yang sering menyebabkan inflasi tinggi adalah jalur distribusi yang sangat panjang.

Karena seringkali pasok kebutuhan yang harusnya sampai di pasar dengan harga normal tak pernah tercapai.Inipun salah satu problem utama.

Bahkan petani sebagai sumber utama penghasil pangan tak menikmati hasilnya saat harga di pasar tinggi.

Misal, cabai di pasar sudah mencapai Rp100 ribu, tapi karena panjangnya jalur distribusi ternyata di tingkat petani harga cabai bisa ditebus Rp30 ribu sampai Rp45 ribu.

Intinya penyumbang utama inflasi termasuk Sumut dan Indonesia datang dari komoditas pangan. Setiap kali terjadi inflasi tinggi jika ditelusuri lebih jauh akan mengarah kepada kebutuhan pangan.

Selain itu yang harus diwaspadai adalah import inflation. Atau mengimpor inflasi dari luar.

Kita ini masih punya ketergantungan bahan pokok dengan negara lain. Jadi ketika di sana terjadi kenaikan harga otomatis akan langsung berpengaruh ke negara pengimpor.

Hingga tahun ini berbagai lembaga keuangan dunia masih khawatir dengan ancaman inflasi terutama efek dari perang Rusia-Ukraina yang berkepanjangan dan belum tahu kapan selesai.

Jika kemudian negara-negara terkait melakukan pengetatan kebijakan pangan, kemudian stok di pasar berkurang, otomatis negara-negara yang masih ketergantungan dengan impor pangan akan menghadapi kenaikan harga. Imported inflation tetap jadi ancaman.

Upaya untuk mengendalikan inflasi sudah dilakukan dengan berbagai cara. Strategi paling utama saat ini adalah dorongan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah agar melek inflasi.

Dulu gejala inflasi tinggi hanya dikhawatirkan oleh pemerintah pusat dan otoritas moneter. Sekarang berbeda. Semua kepala daerah harus faham inflasi.

Pemerintah mengefektifkan secara maksimal tim pengendalian harga di daerah untuk memantau inflasi yang terjadi.

Itu kemudian yang disebut dengan geranakan nasional pengendalian inflasi pangan. Selain dengan mendorong kerjasama antar daerah untuk memintas jalur distribusi.

Inflasi ini layaknya tekanan darah, jika terlalu tinggi berbahaya dan jika terlalu rendah juga berbahaya.

Sehingga harus benar-benar dijaga agar harga tidak memberatkan konsumen dan masih memberikan keuntungan ke produsen.

Sering pihak yang paling diuntungkan dari inflasi yang bagian tengah (distributor/price maker) bukan petani karena panjangnya jalur distribusi.

Armin nasutionekonomi konvensionalInflasiislamic social finance
Pos Terkait
Mahasiswa UIN Sumut Diharapkan Bisa Berikan Warna Positif di Langkat
Hingga Agustus 2023, Kejari Asahan dan Simalungun Juara Restorative Justice
Ricuh Warung Tuak Kapolda : Ini Kesalahpahaman
Belum Ditandatangani Pimpinan, Anggota Komisi IV DPRD Medan Tak Bisa Gelar RDP
Sikapi Kritikan Dengan Bijak, Bobby Diapresiasi Politisi PDI Perjuangan
Penyanyi Legendaris Emilia Contessa Wafat, Karya Terakhirnya Album Mutiara Shalawat

Pos Terkait

City Research Centre (CRC) melakukan survei terhadap elektabilitas calon Walikota Medan 2020.
5 tahun  lalu
Survei CRC: Elektabilitas Akhyar 5,75 Persen di Atas Bobby Nasution
Syahrizal Fahmi, SH, CLA, Advokat - Legal Auditor sebagai kuasa hukum Rahmad Dwi Brahmana
5 tahun  lalu
Lawyer Respon Ketua PKS Sumut: Kami Tunggu Kadernya Kembalikan Uang
Faisal Riza
3 tahun  lalu
Polldesk: Isu Kader Bandar Judi Potensial Gerus Suara Golkar
Calon Walikota Medan, Muhammad Bobby Afif Nasution didampingi Ketua Umum Relawan Bobby Nasution (Re-born) blusukan di Pasar Tradisional.
5 tahun  lalu
Ini Pesan Pedagang Pasar Pulo Brayan Kepada Bobby Nasution
Anggota DPRD Medan dari Fraksi PDI Perjuangan, Robi Barus
2 tahun  lalu
Dewan dan Kajari Medan Bahas Pemilu dan Maraknya Peredaran Narkoba
Perum Jasa Tirta (PJT) I bersama dengan PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) dan Pemkab Toba telah resmi menyepakati kerjasama pelaksanaan kegiatan konservasi Danau Toba, diawali dengan penandatanganan nota kesepahaman atau MoU.
4 tahun  lalu
PJT I, Inalum dan Pemkab Toba Teken MoU Tripartit Konservasi Danau Toba

Trending

01.
3 hari  lalu
Antrean BBM di Medan Picu Kepanikan, Pertamina Pastikan Stok Aman Hingga Lebaran
02.
2 hari  lalu
Pemkab Langkat Kucurkan Rp8 Miliar Perbaiki Jalan Secanggang, Syah Afandin Target Rampung 2026
03.
2 hari  lalu
HMJ Pendidikan Geografi Lanjutkan Sosialisasi Kebencanaan dan Edukasi di Desa Salahaji
04.
1 hari  lalu
HMJ Pendidikan Geografi Lakukan Restorasi Mangrove Dan Sosialisasi Pengolahan Produk Lokal Di Desa Salahaji
05.
6 hari  lalu
DPRD Medan Tolak PHK 100 Honorer PUD Pasar, Minta Dirut Evaluasi Internal

Ads

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
Logo
Hangat, Mendidik, Mengungkap Fakta
© Kaldera.id. Developed by irzasolusi.com
Bobby Nasution Lantik 308 Pejabat Pemprov Sumut, Tegaskan Jangan Ada Pungli
Perubahan Perda Kesehatan, Pemko dan DPRD Medan Sepakat Benahi Sistem Layanan
Rico Waas Beberkan LKPJ 2025: IPM dan Ekonomi Medan Naik, Kemiskinan Turun
Rico Waas Tegaskan Benahi Belawan
Balitbang Golkar Gelar Buka Puasa Bersama, Perkuat Silaturahmi dan Kepedulian
Home Trending Cari Bagikan Lainnya