Kaldera.id
  • BERANDA
  • BERITA TERKINI
  • Bisnis
  • BERITA VIRAL
  • SPORT
  • EDUKASI
  • JALAN-JALAN
  • OPINI
  • KABAR DAERAH
  • Advertorial
Senin, 27 Apr 2026
PSI Desak Evaluasi PUD Pasar, DPRD Medan Soroti Rekomendasi LKPJ 2025
Raih National Governance Award 2026, Rico Waas Dinilai Kuat di Layanan Digital
HKB 2026, Zakiyuddin Tekankan Kesiapsiagaan Banjir
Bobby Nasution Raih Penghargaan Nasional, Sumut Sabet Creative Financing dan Dana Rp3 Miliar
Rumput Stadion Utama Sumut Dirawat Total, Dispora Target Siap Jelang Piala AFF U-19 2026
Drama 2 Kartu Merah, PSMS Tahan Adhyaksa 1-1
Musda PMS Langkat 2026: Edi Bahagia Sinuraya Terpilih Aklamasi
Kekerasan Seksual dan LGBT di Kampus: Ujian Kepemimpinan dan Masa Depan Ruang Aman Bagi Semua
Bobby Nasution Dorong Perempuan Sumut Aktif di Publik Tanpa Abaikan Keluarga
Aman Dari Degradasi, PSMS Tetap Bidik Kemenangan Lawan Adhyaksa FC
PSI Desak Evaluasi PUD Pasar, DPRD Medan Soroti Rekomendasi LKPJ 2025
Raih National Governance Award 2026, Rico Waas Dinilai Kuat di Layanan Digital
HKB 2026, Zakiyuddin Tekankan Kesiapsiagaan Banjir
Bobby Nasution Raih Penghargaan Nasional, Sumut Sabet Creative Financing dan Dana Rp3 Miliar
Rumput Stadion Utama Sumut Dirawat Total, Dispora Target Siap Jelang Piala AFF U-19 2026
Drama 2 Kartu Merah, PSMS Tahan Adhyaksa 1-1
Musda PMS Langkat 2026: Edi Bahagia Sinuraya Terpilih Aklamasi
Kekerasan Seksual dan LGBT di Kampus: Ujian Kepemimpinan dan Masa Depan Ruang Aman Bagi Semua
Bobby Nasution Dorong Perempuan Sumut Aktif di Publik Tanpa Abaikan Keluarga
Aman Dari Degradasi, PSMS Tetap Bidik Kemenangan Lawan Adhyaksa FC
Ads_Tapsel
Beranda / Medan

Lebih Dalam Melihat Fenomena Inflasi

redaksi
4 Sep 2023 08:54
Medan Opini 0 670
4 menit membaca
Armin NasutionArmin Nasution

 

Oleh Armin Nasution

Walikota Medan Bobby Nasution meminta seluruh kepala perangkat daerah di lingkungan Pemko Medan benar-benar memperhatikan dan memberikan atensi yang lebih terhadap hasil reses anggota DPRD Kota Medan.
Baca Juga
Bobby Nasution Instruksikan Hasil Reses Masuk RKPD 2026
07 Jan 2025

TULISAN ini masih merupakan lanjutan topik lalu namun belum akan menyinggung islamic social finance sebagai solusi inflasi. Bahwa benar, dalam ekonomi konvensional ternyata pertumbuhan tinggi akan digerogoti inflasi.

Ekonomi kita terus tumbuh tapi di sisi lain harga barang kebutuhan juga bergerak naik.

​Uang yang kita dapatkan betapa pun banyaknya ternyata tak mampu mengimbangi kenaikan harga. Itu pula yang menunjukkan daya beli uang yang kita miliki semakin lama kian lemah.

Kejaksaan Tinggi Sumatra Utara kembali mengusulkan 2 perkara tindak pidana umum untuk dihentikan penuntutannya dengan menerapkan pendekatan keadilan restoratif (restorative justice) dan disetujui Jampidum Kejagung RI Dr Fadil Zumhana, Selasa (31/5/2022).
Baca Juga
Terapkan Keadilan Restoratif, Kejati Sumut Hentikan Penuntutan 2 Perkara di Nias dan Deliserdang
01 Jun 2022

Dulu, tahun 1970-an uang Rp100 ribu itu sudah bisa beli banyak kebutuhan. Sekarang Rp1 juta pun daya belinya masih sangat minim.

​Itu sebabnya inflasi adalah bahaya laten dalam pertumbuhan ekonomi. Tapi bukan berarti inflasi tidak diperlukan. Dalam berbagai kajian ekonomi, inflasi yang terkendali juga penting.

Artinya inflasi merupakan cerminan kenaikan daya beli. Yang jadi problem, jika inflasi tak bisa dikendalikan.

​Bagaimana kita melihat potret inflasi ini lebih detil di Sumut, misalnya?Menurut data Bank Indonesia hingga Juli 2023 tingkat inflasi mencapai 0,3 persen, sedangkan angka year on year ada diangka 2,54 persen dan jika dilihat dari bulan Januari-Juli inflasi ada diangka 0,98 persen.

​Sejauh ini angka itu masih terkendali. Kenapa? Karena secara nasional pun target inflasi adalah 3 persen plus minus 1 persen. Artinya angka inflasi harus ada diangka 2-4 persen.

Dengan target inflasi sebesar itu masih make sense jika pertumbuhan ekonomi di atasnya.

Angka inflasi harus berada dibawah angka pertumbuhan ekonomi karena tidak ada artinya jika pertumbuhan ekonomi tinggi lalu inflasi melebihi pertumbuhan itu sendiri.

Tahun ini Bank Indonesia optimis inflasi akan berada diangka 2 persen. Di Sumut, kita masih menghitung inflasi dengan mengukur di lima kota indeks harga konsumen.

Yaitu Medan, Pematang Siantar, Sibolga, Padangsidimpuan dan Gunungsitoli. Sedangkan kabupaten lain menjadi Indeks Pemantau Harga (IPH).

Sumber utama inflasi di Sumut ternyata dipengaruhi oleh komoditas. Kenaikan harga beras sedikit saja itu akan mendorong inflasi tinggi.

Sedangkan komoditas lain yang sangat berpengaruh adalah bawang. Ini merupakan salah satu pendorong inflasi yang sangat volatile.

Lalu hal lain yang sering menyebabkan inflasi tinggi adalah jalur distribusi yang sangat panjang.

Karena seringkali pasok kebutuhan yang harusnya sampai di pasar dengan harga normal tak pernah tercapai.Inipun salah satu problem utama.

Bahkan petani sebagai sumber utama penghasil pangan tak menikmati hasilnya saat harga di pasar tinggi.

Misal, cabai di pasar sudah mencapai Rp100 ribu, tapi karena panjangnya jalur distribusi ternyata di tingkat petani harga cabai bisa ditebus Rp30 ribu sampai Rp45 ribu.

Intinya penyumbang utama inflasi termasuk Sumut dan Indonesia datang dari komoditas pangan. Setiap kali terjadi inflasi tinggi jika ditelusuri lebih jauh akan mengarah kepada kebutuhan pangan.

Selain itu yang harus diwaspadai adalah import inflation. Atau mengimpor inflasi dari luar.

Kita ini masih punya ketergantungan bahan pokok dengan negara lain. Jadi ketika di sana terjadi kenaikan harga otomatis akan langsung berpengaruh ke negara pengimpor.

Hingga tahun ini berbagai lembaga keuangan dunia masih khawatir dengan ancaman inflasi terutama efek dari perang Rusia-Ukraina yang berkepanjangan dan belum tahu kapan selesai.

Jika kemudian negara-negara terkait melakukan pengetatan kebijakan pangan, kemudian stok di pasar berkurang, otomatis negara-negara yang masih ketergantungan dengan impor pangan akan menghadapi kenaikan harga. Imported inflation tetap jadi ancaman.

Upaya untuk mengendalikan inflasi sudah dilakukan dengan berbagai cara. Strategi paling utama saat ini adalah dorongan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah agar melek inflasi.

Dulu gejala inflasi tinggi hanya dikhawatirkan oleh pemerintah pusat dan otoritas moneter. Sekarang berbeda. Semua kepala daerah harus faham inflasi.

Pemerintah mengefektifkan secara maksimal tim pengendalian harga di daerah untuk memantau inflasi yang terjadi.

Itu kemudian yang disebut dengan geranakan nasional pengendalian inflasi pangan. Selain dengan mendorong kerjasama antar daerah untuk memintas jalur distribusi.

Inflasi ini layaknya tekanan darah, jika terlalu tinggi berbahaya dan jika terlalu rendah juga berbahaya.

Sehingga harus benar-benar dijaga agar harga tidak memberatkan konsumen dan masih memberikan keuntungan ke produsen.

Sering pihak yang paling diuntungkan dari inflasi yang bagian tengah (distributor/price maker) bukan petani karena panjangnya jalur distribusi.

Armin nasutionekonomi konvensionalInflasiislamic social finance
Pos Terkait
Gus Irawan Minta Pemerintah Perbaiki Kualitas Anggaran
Harga Emas Antam Terkini
Suami di Marelan Tega Tikam Istri karena Tak Diberi Uang
Lini Pertahanan Parah, MU Dibantai 4 Gol Tanpa Balas
Pemko Medan Tertibkan Kabel Udara, 12 Ruas Jalan Jadi Prioritas
Santuy, Daftar Akun LTMPT Diperpanjang….

Pos Terkait

Rico Waas dan Zakiyuddin Harahap
1 tahun  lalu
DPRD Medan Segera Tetapkan Rico-Zaki sebagai Walikota dan Wakil Walikota Terpilih
Komunitas Gerakan Istiqomah Sedekah (GIS) Medan mengajak puluhan anak yatim berbelanja baju Lebaran di salah satu pusat perbelanjaan di Jalan Gatot Subroto, Medan, kemarin.
1 bulan  lalu
Harukan Hati, GIS Medan Ajak 50 Anak Yatim Belanja Baju Lebaran di Mal
Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, meninjau Puskesmas Rengas Pulau di Jalan Marelan V, Sabtu (16/8/2025).
8 bulan  lalu
Tindak Lanjut Aspirasi, Rico Waas Tinjau Puskesmas Rengas Pulau
PT. XL Axiata, Tbk (XL Axiata) menyelenggarakan aksi mengajar dan berbagi sebagai bagian dari program XL Axiata Baik di kawasan Danau Toba.
3 tahun  lalu
Karyawan XL Axiata Berbagi dan Mengajar di Kawasan Danau Toba
Kepolisian Daerah Sumatera Utara berhasil mengungkap kasus pembunuhan keji terhadap SSL (35), warga Medan Maimun, yang jenazahnya ditemukan di laut perairan Bireuen, Aceh.
8 bulan  lalu
Polda Sumut Amankan Tujuh Tersangka Kasus Pembunuhan Warga Medan, Satu Masih Diburu
T Siebatscu
4 tahun  lalu
Young Boys Atasi MU, Sevilla Berbagi Angka Dengan Rb Salzburg

Trending

01.
5 hari  lalu
HUT PSMS ks -76, Bobby Nasution: Musim Depan Harus Liga 1
02.
6 hari  lalu
Diduga Cemari Lingkungan, Mahasiswa Demo DPRD Medan Desak Penutupan Pabrik Kecap
03.
3 hari  lalu
Pemko Medan–Bank Sumut Sepakat Genjot PAD, Pajak Hotel dan Restoran Jadi Target Utama
04.
6 hari  lalu
PAD Terancam Bocor, DPRD Medan Ultimatum Satpol PP Segel Bangunan Ilegal
05.
6 hari  lalu
Sri Rezeki Gantikan Rajudin Sagala Dari Wakil Ketua DPRD Medan, Tinggal Menunggu Paripurna

Ads

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
Logo
Hangat, Mendidik, Mengungkap Fakta
© Kaldera.id. Developed by irzasolusi.com
Raih National Governance Award 2026, Rico Waas Dinilai Kuat di Layanan Digital
PSI Desak Evaluasi PUD Pasar, DPRD Medan Soroti Rekomendasi LKPJ 2025
Home Trending Cari Bagikan Lainnya