Kaldera.id
  • BERANDA
  • BERITA TERKINI
  • Bisnis
  • BERITA VIRAL
  • SPORT
  • EDUKASI
  • JALAN-JALAN
  • OPINI
  • KABAR DAERAH
  • Advertorial
Minggu, 19 Apr 2026
Dewan Minta Kadis SDABMBK Buktikan Bukan Pejabat Titipan
Wali Kota Medan Minta Sertifikasi Halal UMKM Dipermudah
DPRD Medan Apresiasi Camat Belawan Berantas Begal
PSMS Medan Wajib Menang Lawan Sriwijaya FC
Wali Kota Medan Tinjau Jembatan Roboh, Siapkan Pembangunan Akses Baru
Dirut Bank Sumut: Tapsel Jadi Pilot Project Pembiayaan UMKM, Setelahnya Semua Pemda Di Sumut
Cegah Kejahatan, Dewan Minta Pemko Aktifkan Pos Siskamling di Seluruh Wilayah
Wali Kota Medan Lepas 1.883 Calon Jemaah Haji, Tekankan Kesehatan dan Kekompakan
Pemprov Sumut Sepakati Relokasi SMAN 5 Pematangsiantar, Target Lahan Ditemukan Sepekan
Lantik 76 Pejabat, Rico Waas Beri Deadline 6 Bulan Tunjukkan Kinerja
Dewan Minta Kadis SDABMBK Buktikan Bukan Pejabat Titipan
Wali Kota Medan Minta Sertifikasi Halal UMKM Dipermudah
DPRD Medan Apresiasi Camat Belawan Berantas Begal
PSMS Medan Wajib Menang Lawan Sriwijaya FC
Wali Kota Medan Tinjau Jembatan Roboh, Siapkan Pembangunan Akses Baru
Dirut Bank Sumut: Tapsel Jadi Pilot Project Pembiayaan UMKM, Setelahnya Semua Pemda Di Sumut
Cegah Kejahatan, Dewan Minta Pemko Aktifkan Pos Siskamling di Seluruh Wilayah
Wali Kota Medan Lepas 1.883 Calon Jemaah Haji, Tekankan Kesehatan dan Kekompakan
Pemprov Sumut Sepakati Relokasi SMAN 5 Pematangsiantar, Target Lahan Ditemukan Sepekan
Lantik 76 Pejabat, Rico Waas Beri Deadline 6 Bulan Tunjukkan Kinerja
Ads_Tapsel
Beranda / Medan

Lebih Dalam Melihat Fenomena Inflasi

redaksi
4 Sep 2023 08:54
Medan Opini 0 653
4 menit membaca
Armin NasutionArmin Nasution

 

Oleh Armin Nasution

Sejumlah liga besar Eropa, Premier League, Serie A dan La Liga telah dimainkan Sabtu (30/9/2023) malam.
Baca Juga
MU, Man City dan Liverpool Kalah
01 Okt 2023

TULISAN ini masih merupakan lanjutan topik lalu namun belum akan menyinggung islamic social finance sebagai solusi inflasi. Bahwa benar, dalam ekonomi konvensional ternyata pertumbuhan tinggi akan digerogoti inflasi.

Ekonomi kita terus tumbuh tapi di sisi lain harga barang kebutuhan juga bergerak naik.

​Uang yang kita dapatkan betapa pun banyaknya ternyata tak mampu mengimbangi kenaikan harga. Itu pula yang menunjukkan daya beli uang yang kita miliki semakin lama kian lemah.

Ketua Umum IKA USU Komda Sumut Dr Ir HT Erry Nuradi, MSi menyerahkan bantuan untuk penarik becak, pengemudi ojol dan kaum dhuafa disekitar kampus USU sebagai kepedulian dampak Covid-19.
Baca Juga
IKA- USU Bagikan Masker dan Uang Tunai Kepada Kaum Dhuafa
03 Apr 2020

Dulu, tahun 1970-an uang Rp100 ribu itu sudah bisa beli banyak kebutuhan. Sekarang Rp1 juta pun daya belinya masih sangat minim.

​Itu sebabnya inflasi adalah bahaya laten dalam pertumbuhan ekonomi. Tapi bukan berarti inflasi tidak diperlukan. Dalam berbagai kajian ekonomi, inflasi yang terkendali juga penting.

Artinya inflasi merupakan cerminan kenaikan daya beli. Yang jadi problem, jika inflasi tak bisa dikendalikan.

​Bagaimana kita melihat potret inflasi ini lebih detil di Sumut, misalnya?Menurut data Bank Indonesia hingga Juli 2023 tingkat inflasi mencapai 0,3 persen, sedangkan angka year on year ada diangka 2,54 persen dan jika dilihat dari bulan Januari-Juli inflasi ada diangka 0,98 persen.

​Sejauh ini angka itu masih terkendali. Kenapa? Karena secara nasional pun target inflasi adalah 3 persen plus minus 1 persen. Artinya angka inflasi harus ada diangka 2-4 persen.

Dengan target inflasi sebesar itu masih make sense jika pertumbuhan ekonomi di atasnya.

Angka inflasi harus berada dibawah angka pertumbuhan ekonomi karena tidak ada artinya jika pertumbuhan ekonomi tinggi lalu inflasi melebihi pertumbuhan itu sendiri.

Tahun ini Bank Indonesia optimis inflasi akan berada diangka 2 persen. Di Sumut, kita masih menghitung inflasi dengan mengukur di lima kota indeks harga konsumen.

Yaitu Medan, Pematang Siantar, Sibolga, Padangsidimpuan dan Gunungsitoli. Sedangkan kabupaten lain menjadi Indeks Pemantau Harga (IPH).

Sumber utama inflasi di Sumut ternyata dipengaruhi oleh komoditas. Kenaikan harga beras sedikit saja itu akan mendorong inflasi tinggi.

Sedangkan komoditas lain yang sangat berpengaruh adalah bawang. Ini merupakan salah satu pendorong inflasi yang sangat volatile.

Lalu hal lain yang sering menyebabkan inflasi tinggi adalah jalur distribusi yang sangat panjang.

Karena seringkali pasok kebutuhan yang harusnya sampai di pasar dengan harga normal tak pernah tercapai.Inipun salah satu problem utama.

Bahkan petani sebagai sumber utama penghasil pangan tak menikmati hasilnya saat harga di pasar tinggi.

Misal, cabai di pasar sudah mencapai Rp100 ribu, tapi karena panjangnya jalur distribusi ternyata di tingkat petani harga cabai bisa ditebus Rp30 ribu sampai Rp45 ribu.

Intinya penyumbang utama inflasi termasuk Sumut dan Indonesia datang dari komoditas pangan. Setiap kali terjadi inflasi tinggi jika ditelusuri lebih jauh akan mengarah kepada kebutuhan pangan.

Selain itu yang harus diwaspadai adalah import inflation. Atau mengimpor inflasi dari luar.

Kita ini masih punya ketergantungan bahan pokok dengan negara lain. Jadi ketika di sana terjadi kenaikan harga otomatis akan langsung berpengaruh ke negara pengimpor.

Hingga tahun ini berbagai lembaga keuangan dunia masih khawatir dengan ancaman inflasi terutama efek dari perang Rusia-Ukraina yang berkepanjangan dan belum tahu kapan selesai.

Jika kemudian negara-negara terkait melakukan pengetatan kebijakan pangan, kemudian stok di pasar berkurang, otomatis negara-negara yang masih ketergantungan dengan impor pangan akan menghadapi kenaikan harga. Imported inflation tetap jadi ancaman.

Upaya untuk mengendalikan inflasi sudah dilakukan dengan berbagai cara. Strategi paling utama saat ini adalah dorongan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah agar melek inflasi.

Dulu gejala inflasi tinggi hanya dikhawatirkan oleh pemerintah pusat dan otoritas moneter. Sekarang berbeda. Semua kepala daerah harus faham inflasi.

Pemerintah mengefektifkan secara maksimal tim pengendalian harga di daerah untuk memantau inflasi yang terjadi.

Itu kemudian yang disebut dengan geranakan nasional pengendalian inflasi pangan. Selain dengan mendorong kerjasama antar daerah untuk memintas jalur distribusi.

Inflasi ini layaknya tekanan darah, jika terlalu tinggi berbahaya dan jika terlalu rendah juga berbahaya.

Sehingga harus benar-benar dijaga agar harga tidak memberatkan konsumen dan masih memberikan keuntungan ke produsen.

Sering pihak yang paling diuntungkan dari inflasi yang bagian tengah (distributor/price maker) bukan petani karena panjangnya jalur distribusi.

Armin nasutionekonomi konvensionalInflasiislamic social finance
Pos Terkait
Daerah Diminta Lebih Semangat Kembangkan Potensi Energi Lokal
Gagalkan Peredaran 55 kg Sabu, 49 Personel Raih Penghargaan
Best dan Maradona: Terjerat Barang Haram, Tanggal Kematian pun Sama
Polda Sumut Gagalkan Peredaran 9 Kg Sabu, Dua Kurir Ditangkap di Tanjungbalai
Bobby Minta Bantuan Sosial jangan hanya untuk Keluarga Kepling
Pesan Akhir Tahun Gubsu Edy: Tingkatkan Persaudaraan

Pos Terkait

Mobile JKN
2 tahun  lalu
Pasien BPJS Diingatkan Klik Mobile JKN Pastikan Ketersediaan Rawat Inap
Plt Bupati Langkat, Syah Afandin membuka Kejuaraan Catur Santai & Turnamen Dam Batu Ceria se-Kabupaten Langkat 2023 di Kantor Koramil 07/Stabat, Senin (23/10/2023).
2 tahun  lalu
Plt Bupati Langkat Buka Turnamen Dam Batu Ceria Piala Danramil 07/Stabat
KPU Medan gelar rapat koordinasi dengan instansi terkait di Medan Club, Rabu (12/2/2020).
5 tahun  lalu
KPU Medan Akan Rekrut PPDP
S Tonali
2 tahun  lalu
Terlibat Judi Ilegal, Tonali dan Zaniolo Tinggalkan Rombongan Timnas Italia
Ketua Al Washliyah Kota Medan Abdul Hafiz Harahap menegaskan Al Washliyah adalah organisasi besar yang sudah hidup hampir satu abad. Ini menunjukkan bahwa  Al Washliyah sudah dikenal dan eksis di tengah-tengah masyarakat.
4 tahun  lalu
Buka Muscab Medan Area, Hidupkan Jihad Merawat Al Washliyah
Everton tak bisa berbuat banyak ketika berhadapan Tottenham Hotspur di Stadion Tottenham Hotspur Stadium, Selasa (8/3/2022).
4 tahun  lalu
Anak Asuh Frank Lampard Dibantai 5 Gol Tanpa Balas di Tottenham Hotspur Stadium

Trending

01.
6 hari  lalu
Bobby Nasution Tonton Sprint Rally Sumut 2026, Dorong Regenerasi Pembalap
02.
6 hari  lalu
PSMS Medan Tumbang 0-1 di Pakansari
03.
6 hari  lalu
Hamdani Nasution Juara Catur Porwasu 2026, Menang Tipis di Klasemen Akhir
04.
6 hari  lalu
Porwasu 2026 Ditutup, Pemprov Sumut Tetapkan Agenda Tahunan HPN
05.
4 hari  lalu
MTQ Medan Disorot, Dugaan Anggaran Ganda Rp1,59 Miliar Menguat

Ads

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
Logo
Hangat, Mendidik, Mengungkap Fakta
© Kaldera.id. Developed by irzasolusi.com
Dirut Bank Sumut: Tapsel Jadi Pilot Project Pembiayaan UMKM, Setelahnya Semua Pemda Di Sumut
PSMS Medan Wajib Menang Lawan Sriwijaya FC
DPRD Medan Apresiasi Camat Belawan Berantas Begal
Wali Kota Medan Minta Sertifikasi Halal UMKM Dipermudah
Dewan Minta Kadis SDABMBK Buktikan Bukan Pejabat Titipan
Home Trending Cari Bagikan Lainnya