Kaldera.id
  • BERANDA
  • BERITA TERKINI
  • Bisnis
  • BERITA VIRAL
  • SUPORTER
  • EDUKASI
  • TRAVELING
  • OPINI
  • Advertorial
  • KABAR DAERAH
Jumat, 26 Jun 2026
Belanda Juara Grup F, Jepang Amankan Tiket ke 32 Besar
Jerman Tetap Juara Grup E Meski Tumbang 1-2 dari Ekuador, Pantai Gading Lolos ke 32 Besar
Dishub Sumut Razia Truk Over Tonase di Galang Mulai Besok
Mulai Hari Ini Truk Over Tonase Perusak Jalan Galang Dirazia Pemprov Sumut
Bobby Tutup Celah Galian C Ilegal, Pemkab Deli Serdang Siap Benahi Jalan Galang
Lantik 76 Kepala Desa, Asri Ludin Tegaskan Dana Desa untuk Rakyat Bukan Kepentingan Pribadi
Bobby Nasution Dorong Perseroda Dhirga Surya Tingkatkan PAD dan Tarik Investasi
Raih WTP ke-12 Berturut-turut, Bobby Nasution Minta Aparatur Jaga Integritas dan Kinerja
Rico Waas Luncurkan Digitalisasi Pasar Petisah, Pembayaran Pedagang Kini Nontunai dan Transparan
Keluhan Warga Galang Dijawab Bobby, Jalan Rusak Diperbaiki dan Galian C Ditertibkan
Tutup MTQ ke-40 Sumut, Bobby Nasution Ajak Masyarakat Implementasikan Nilai Alquran dalam Kehidupan
Belanda Juara Grup F, Jepang Amankan Tiket ke 32 Besar
Jerman Tetap Juara Grup E Meski Tumbang 1-2 dari Ekuador, Pantai Gading Lolos ke 32 Besar
Dishub Sumut Razia Truk Over Tonase di Galang Mulai Besok
Mulai Hari Ini Truk Over Tonase Perusak Jalan Galang Dirazia Pemprov Sumut
Bobby Tutup Celah Galian C Ilegal, Pemkab Deli Serdang Siap Benahi Jalan Galang
Lantik 76 Kepala Desa, Asri Ludin Tegaskan Dana Desa untuk Rakyat Bukan Kepentingan Pribadi
Bobby Nasution Dorong Perseroda Dhirga Surya Tingkatkan PAD dan Tarik Investasi
Raih WTP ke-12 Berturut-turut, Bobby Nasution Minta Aparatur Jaga Integritas dan Kinerja
Rico Waas Luncurkan Digitalisasi Pasar Petisah, Pembayaran Pedagang Kini Nontunai dan Transparan
Keluhan Warga Galang Dijawab Bobby, Jalan Rusak Diperbaiki dan Galian C Ditertibkan
Tutup MTQ ke-40 Sumut, Bobby Nasution Ajak Masyarakat Implementasikan Nilai Alquran dalam Kehidupan
New SUMUT.mobile - New Look, New Features | Bank Sumut

Beranda / Medan

Lebih Dalam Melihat Fenomena Inflasi

redaksi
4 Sep 2023 08:54
Medan Opini 0 734
4 menit membaca
Armin NasutionArmin Nasution

 

Oleh Armin Nasution

KH Miftachul Akhyar (dua dari kiri)
Baca Juga
KH Miftahul Akhyar: Pedomani Alquran agar Hidup Bermartabat
22 Mar 2022

TULISAN ini masih merupakan lanjutan topik lalu namun belum akan menyinggung islamic social finance sebagai solusi inflasi. Bahwa benar, dalam ekonomi konvensional ternyata pertumbuhan tinggi akan digerogoti inflasi.

Ekonomi kita terus tumbuh tapi di sisi lain harga barang kebutuhan juga bergerak naik.

​Uang yang kita dapatkan betapa pun banyaknya ternyata tak mampu mengimbangi kenaikan harga. Itu pula yang menunjukkan daya beli uang yang kita miliki semakin lama kian lemah.

Keajaiban tidak pernah datang tiba-tiba. Namun, duel Timnas Indonesia versus Jepang di Piala Asia 2023 bisa jadi mengejutkan.
Baca Juga
Piala Asia: Versus Jepang, Indonesia tak Perlu Keajaiban
24 Jan 2024

Dulu, tahun 1970-an uang Rp100 ribu itu sudah bisa beli banyak kebutuhan. Sekarang Rp1 juta pun daya belinya masih sangat minim.

​Itu sebabnya inflasi adalah bahaya laten dalam pertumbuhan ekonomi. Tapi bukan berarti inflasi tidak diperlukan. Dalam berbagai kajian ekonomi, inflasi yang terkendali juga penting.

Artinya inflasi merupakan cerminan kenaikan daya beli. Yang jadi problem, jika inflasi tak bisa dikendalikan.

​Bagaimana kita melihat potret inflasi ini lebih detil di Sumut, misalnya?Menurut data Bank Indonesia hingga Juli 2023 tingkat inflasi mencapai 0,3 persen, sedangkan angka year on year ada diangka 2,54 persen dan jika dilihat dari bulan Januari-Juli inflasi ada diangka 0,98 persen.

​Sejauh ini angka itu masih terkendali. Kenapa? Karena secara nasional pun target inflasi adalah 3 persen plus minus 1 persen. Artinya angka inflasi harus ada diangka 2-4 persen.

Dengan target inflasi sebesar itu masih make sense jika pertumbuhan ekonomi di atasnya.

Angka inflasi harus berada dibawah angka pertumbuhan ekonomi karena tidak ada artinya jika pertumbuhan ekonomi tinggi lalu inflasi melebihi pertumbuhan itu sendiri.

Tahun ini Bank Indonesia optimis inflasi akan berada diangka 2 persen. Di Sumut, kita masih menghitung inflasi dengan mengukur di lima kota indeks harga konsumen.

Yaitu Medan, Pematang Siantar, Sibolga, Padangsidimpuan dan Gunungsitoli. Sedangkan kabupaten lain menjadi Indeks Pemantau Harga (IPH).

Sumber utama inflasi di Sumut ternyata dipengaruhi oleh komoditas. Kenaikan harga beras sedikit saja itu akan mendorong inflasi tinggi.

Sedangkan komoditas lain yang sangat berpengaruh adalah bawang. Ini merupakan salah satu pendorong inflasi yang sangat volatile.

Lalu hal lain yang sering menyebabkan inflasi tinggi adalah jalur distribusi yang sangat panjang.

Karena seringkali pasok kebutuhan yang harusnya sampai di pasar dengan harga normal tak pernah tercapai.Inipun salah satu problem utama.

Bahkan petani sebagai sumber utama penghasil pangan tak menikmati hasilnya saat harga di pasar tinggi.

Misal, cabai di pasar sudah mencapai Rp100 ribu, tapi karena panjangnya jalur distribusi ternyata di tingkat petani harga cabai bisa ditebus Rp30 ribu sampai Rp45 ribu.

Intinya penyumbang utama inflasi termasuk Sumut dan Indonesia datang dari komoditas pangan. Setiap kali terjadi inflasi tinggi jika ditelusuri lebih jauh akan mengarah kepada kebutuhan pangan.

Selain itu yang harus diwaspadai adalah import inflation. Atau mengimpor inflasi dari luar.

Kita ini masih punya ketergantungan bahan pokok dengan negara lain. Jadi ketika di sana terjadi kenaikan harga otomatis akan langsung berpengaruh ke negara pengimpor.

Hingga tahun ini berbagai lembaga keuangan dunia masih khawatir dengan ancaman inflasi terutama efek dari perang Rusia-Ukraina yang berkepanjangan dan belum tahu kapan selesai.

Jika kemudian negara-negara terkait melakukan pengetatan kebijakan pangan, kemudian stok di pasar berkurang, otomatis negara-negara yang masih ketergantungan dengan impor pangan akan menghadapi kenaikan harga. Imported inflation tetap jadi ancaman.

Upaya untuk mengendalikan inflasi sudah dilakukan dengan berbagai cara. Strategi paling utama saat ini adalah dorongan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah agar melek inflasi.

Dulu gejala inflasi tinggi hanya dikhawatirkan oleh pemerintah pusat dan otoritas moneter. Sekarang berbeda. Semua kepala daerah harus faham inflasi.

Pemerintah mengefektifkan secara maksimal tim pengendalian harga di daerah untuk memantau inflasi yang terjadi.

Itu kemudian yang disebut dengan geranakan nasional pengendalian inflasi pangan. Selain dengan mendorong kerjasama antar daerah untuk memintas jalur distribusi.

Inflasi ini layaknya tekanan darah, jika terlalu tinggi berbahaya dan jika terlalu rendah juga berbahaya.

Sehingga harus benar-benar dijaga agar harga tidak memberatkan konsumen dan masih memberikan keuntungan ke produsen.

Sering pihak yang paling diuntungkan dari inflasi yang bagian tengah (distributor/price maker) bukan petani karena panjangnya jalur distribusi.

Armin nasutionekonomi konvensionalInflasiislamic social finance
Pos Terkait
Perda Inovasi Daerah Diharapkan Dapat Menurunkan Angka Kemiskinan dan Pengangguran
Begini Cara Mendapatkan Kelonggaran Cicilan Kredit akibat Virus Corona
Banyak Ditangkapi, Pedagang Monza Mengadu Ke Komisi 3 DPRD Medan
Partai Demokrat Pecat Jhony Allen Marbun, Anggota DPR dari Sumut
PJT I – Inalum Kerjasama Bersihkan Bendungan Siruar dan Sigura-gura
Ombudsman Temukan Maladministrasi Insentif Nakes RSUD Pirngadi, Bobby Minta Maaf

Pos Terkait

Bupati Tapanuli Selatan, Gus Irawan Pasaribu
5 bulan  lalu
Bupati Tapsel Gus Irawan Serahkan Bantuan Perlengkapan Sekolah Ke 249 Siswa Terdampak Banjir
Listrik padam (ilustrasi)
3 tahun  lalu
Warga Martubung Keluhkan Pemadaman Listrik Saat Suasana Lebaran
Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan, Iswar Lubis
2 tahun  lalu
Proses Lelang Mastran BRT Dimulai 1 Juni Mendatang, Operator Lokal Diharapkan Ikut Bertarung
Ketua DPRD Sumatera Utara Baskami Ginting meminta penanganan Ruas Lolowua - Dola km 27, Desa Fadoro Hunogoa, Kecamatan Hiliserangkai, Kabupaten Nias segera ditangani.
2 tahun  lalu
Baskami Minta Dampak Longsor Ruas Lolowua- Dola Segera Ditangani
Setelah resmi terbentuk beberapa waktu lalu, untuk pertama kalinya Ikatan Alumni Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Pembangunan (IKA-STIKP), menggelar kegiatan buka puasa bersama di bulan suci Ramadan 1443 H, Jum'at (22/4/2022).
4 tahun  lalu
IKA-STIKP Buka Puasa Bersama, Perkuat Makna Silaturahim di Bulan Suci
Erni Ariyanti resmi dilantik sebagai Ketua DPRD Sumut periode 2024-2029 dalam sidang paripurna yang berlangsung di Gedung DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol, Medan, Jumat (31/1/2025).
1 tahun  lalu
Erni Ariyanti Dilantik sebagai Ketua DPRD Sumut 2024-2029

Trending

01.
3 hari  lalu
217 Tower Transmisi Langkat-Medan Segera Dibangun, Wagub Surya Minta Perizinan Dipercepat
02.
4 hari  lalu
Prancis Diburu Tiket 32 Besar, Norwegia-Senegal Berebut Kendali Grup I
03.
6 hari  lalu
Maroko Jegal Laju Skotlandia, Brasil – Haiti Wajib Menang
04.
3 hari  lalu
Ratusan Warga Deli Serdang Nyatakan Peduli MBG
05.
6 hari  lalu
Hapus Status Kumuh Desa Percut Lewat Penataan Terpadu

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
Logo
Hangat, Mendidik, Mengungkap Fakta
© Kaldera.id. Developed by irzasolusi.com
Rico Waas Luncurkan Digitalisasi Pasar Petisah, Pembayaran Pedagang Kini Nontunai dan Transparan
Keluhan Warga Galang Dijawab Bobby, Jalan Rusak Diperbaiki dan Galian C Ditertibkan
Bobby Tutup Celah Galian C Ilegal, Pemkab Deli Serdang Siap Benahi Jalan Galang
Raih WTP ke-12 Berturut-turut, Bobby Nasution Minta Aparatur Jaga Integritas dan Kinerja
Bobby Nasution Dorong Perseroda Dhirga Surya Tingkatkan PAD dan Tarik Investasi
Home Trending Cari Bagikan Lainnya