Kaldera.id
  • BERANDA
  • BERITA TERKINI
  • Bisnis
  • BERITA VIRAL
  • SPORT
  • EDUKASI
  • JALAN-JALAN
  • OPINI
  • KABAR DAERAH
  • Advertorial
Kamis, 22 Jan 2026
Investasi Medan Tembus Rp14,5 Triliun, Rico Waas Soroti Dampak ke Warga
Isra Mikraj Pemprov Sumut, Bobby Nasution Tekankan Disiplin dan Etos Kerja ASN
Sumut Dapat Tambahan TKD 2026, Pemerintah Pusat Longgarkan Penyaluran Anggaran hingga Pinjaman PEN
Blue Night Tetap Beroperasi Meski Tak Berizin, Pemkab Langkat Layangkan SP2
Fraksi PSI DPRD Medan Tolak Perubahan Tatib, Soroti Anggaran Wasbang di Tengah Efisiensi
DPRD Medan Resmi Ubah Tata Tertib, Atur Ulang Fungsi Legislasi hingga Pengawasan
Panen Raya di Karo, Wagub Sumut Tegaskan Pemerintah Tidak Akan Tinggalkan Petani
Bertemu Wamenkes, Wakil Wali Kota Medan Amankan Alat Medis Strategis untuk RSU Pirngadi
Rico Waas Soroti Lemahnya Kurasi UMKM, Pengusaha Perempuan Medan Diminta Lebih Tangguh Hadapi Tekanan Ekonomi
Fiskal Daerah Menyempit, Bank Sumut Didorong Jadi Penopang Ekonomi Sumut
Investasi Medan Tembus Rp14,5 Triliun, Rico Waas Soroti Dampak ke Warga
Isra Mikraj Pemprov Sumut, Bobby Nasution Tekankan Disiplin dan Etos Kerja ASN
Sumut Dapat Tambahan TKD 2026, Pemerintah Pusat Longgarkan Penyaluran Anggaran hingga Pinjaman PEN
Blue Night Tetap Beroperasi Meski Tak Berizin, Pemkab Langkat Layangkan SP2
Fraksi PSI DPRD Medan Tolak Perubahan Tatib, Soroti Anggaran Wasbang di Tengah Efisiensi
DPRD Medan Resmi Ubah Tata Tertib, Atur Ulang Fungsi Legislasi hingga Pengawasan
Panen Raya di Karo, Wagub Sumut Tegaskan Pemerintah Tidak Akan Tinggalkan Petani
Bertemu Wamenkes, Wakil Wali Kota Medan Amankan Alat Medis Strategis untuk RSU Pirngadi
Rico Waas Soroti Lemahnya Kurasi UMKM, Pengusaha Perempuan Medan Diminta Lebih Tangguh Hadapi Tekanan Ekonomi
Fiskal Daerah Menyempit, Bank Sumut Didorong Jadi Penopang Ekonomi Sumut
Ads_Tapsel
Beranda / Medan

Lebih Dalam Melihat Fenomena Inflasi

redaksi
4 Sep 2023 08:54
Medan Opini 0 492
4 menit membaca
Armin NasutionArmin Nasution

 

Oleh Armin Nasution

Ribuan warga di Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara (Sumut), meminta agar Gus Irawan Pasaribu agar lanjut sebagai anggota DPR-RI periode yang akan datang.
Baca Juga
Ribuan Warga Sidimpuan Teriak Minta Gus Irawan Lanjut Di DPR-RI
20 Agu 2022

TULISAN ini masih merupakan lanjutan topik lalu namun belum akan menyinggung islamic social finance sebagai solusi inflasi. Bahwa benar, dalam ekonomi konvensional ternyata pertumbuhan tinggi akan digerogoti inflasi.

Ekonomi kita terus tumbuh tapi di sisi lain harga barang kebutuhan juga bergerak naik.

​Uang yang kita dapatkan betapa pun banyaknya ternyata tak mampu mengimbangi kenaikan harga. Itu pula yang menunjukkan daya beli uang yang kita miliki semakin lama kian lemah.

Operasi Yustisi di Poslantas Lapangan Merdeka, Selasa (15/9/2020).
Baca Juga
Edy Heran Pelanggar Tak Pakai Masker Lebih Pilih Nyapu Dibanding Nyanyi Lagu Nasional
15 Sep 2020

Dulu, tahun 1970-an uang Rp100 ribu itu sudah bisa beli banyak kebutuhan. Sekarang Rp1 juta pun daya belinya masih sangat minim.

​Itu sebabnya inflasi adalah bahaya laten dalam pertumbuhan ekonomi. Tapi bukan berarti inflasi tidak diperlukan. Dalam berbagai kajian ekonomi, inflasi yang terkendali juga penting.

Artinya inflasi merupakan cerminan kenaikan daya beli. Yang jadi problem, jika inflasi tak bisa dikendalikan.

​Bagaimana kita melihat potret inflasi ini lebih detil di Sumut, misalnya?Menurut data Bank Indonesia hingga Juli 2023 tingkat inflasi mencapai 0,3 persen, sedangkan angka year on year ada diangka 2,54 persen dan jika dilihat dari bulan Januari-Juli inflasi ada diangka 0,98 persen.

​Sejauh ini angka itu masih terkendali. Kenapa? Karena secara nasional pun target inflasi adalah 3 persen plus minus 1 persen. Artinya angka inflasi harus ada diangka 2-4 persen.

Dengan target inflasi sebesar itu masih make sense jika pertumbuhan ekonomi di atasnya.

Angka inflasi harus berada dibawah angka pertumbuhan ekonomi karena tidak ada artinya jika pertumbuhan ekonomi tinggi lalu inflasi melebihi pertumbuhan itu sendiri.

Tahun ini Bank Indonesia optimis inflasi akan berada diangka 2 persen. Di Sumut, kita masih menghitung inflasi dengan mengukur di lima kota indeks harga konsumen.

Yaitu Medan, Pematang Siantar, Sibolga, Padangsidimpuan dan Gunungsitoli. Sedangkan kabupaten lain menjadi Indeks Pemantau Harga (IPH).

Sumber utama inflasi di Sumut ternyata dipengaruhi oleh komoditas. Kenaikan harga beras sedikit saja itu akan mendorong inflasi tinggi.

Sedangkan komoditas lain yang sangat berpengaruh adalah bawang. Ini merupakan salah satu pendorong inflasi yang sangat volatile.

Lalu hal lain yang sering menyebabkan inflasi tinggi adalah jalur distribusi yang sangat panjang.

Karena seringkali pasok kebutuhan yang harusnya sampai di pasar dengan harga normal tak pernah tercapai.Inipun salah satu problem utama.

Bahkan petani sebagai sumber utama penghasil pangan tak menikmati hasilnya saat harga di pasar tinggi.

Misal, cabai di pasar sudah mencapai Rp100 ribu, tapi karena panjangnya jalur distribusi ternyata di tingkat petani harga cabai bisa ditebus Rp30 ribu sampai Rp45 ribu.

Intinya penyumbang utama inflasi termasuk Sumut dan Indonesia datang dari komoditas pangan. Setiap kali terjadi inflasi tinggi jika ditelusuri lebih jauh akan mengarah kepada kebutuhan pangan.

Selain itu yang harus diwaspadai adalah import inflation. Atau mengimpor inflasi dari luar.

Kita ini masih punya ketergantungan bahan pokok dengan negara lain. Jadi ketika di sana terjadi kenaikan harga otomatis akan langsung berpengaruh ke negara pengimpor.

Hingga tahun ini berbagai lembaga keuangan dunia masih khawatir dengan ancaman inflasi terutama efek dari perang Rusia-Ukraina yang berkepanjangan dan belum tahu kapan selesai.

Jika kemudian negara-negara terkait melakukan pengetatan kebijakan pangan, kemudian stok di pasar berkurang, otomatis negara-negara yang masih ketergantungan dengan impor pangan akan menghadapi kenaikan harga. Imported inflation tetap jadi ancaman.

Upaya untuk mengendalikan inflasi sudah dilakukan dengan berbagai cara. Strategi paling utama saat ini adalah dorongan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah agar melek inflasi.

Dulu gejala inflasi tinggi hanya dikhawatirkan oleh pemerintah pusat dan otoritas moneter. Sekarang berbeda. Semua kepala daerah harus faham inflasi.

Pemerintah mengefektifkan secara maksimal tim pengendalian harga di daerah untuk memantau inflasi yang terjadi.

Itu kemudian yang disebut dengan geranakan nasional pengendalian inflasi pangan. Selain dengan mendorong kerjasama antar daerah untuk memintas jalur distribusi.

Inflasi ini layaknya tekanan darah, jika terlalu tinggi berbahaya dan jika terlalu rendah juga berbahaya.

Sehingga harus benar-benar dijaga agar harga tidak memberatkan konsumen dan masih memberikan keuntungan ke produsen.

Sering pihak yang paling diuntungkan dari inflasi yang bagian tengah (distributor/price maker) bukan petani karena panjangnya jalur distribusi.

Armin nasutionekonomi konvensionalInflasiislamic social finance
Pos Terkait
Jemaah Salat Idul Adha 1442 H di Masjid Raya Tetap Ramai
Kaldera Toba jadi Geopark Dunia, BP-GKT Ucapkan Terimakasih
Tegas, BPPRD Kota Medan Pasang Spanduk Nunggak PBB di Gedung Yuki Simpang Raya
Cukai Tembakau Naik, Komisi XI Soroti Hal Ini
Tindaklanjuti Temuan BPK, Bapenda Terbitkan Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar
TNI AL Gagalkan Penyelundupan 110 kg Narkoba dari Malaysia

Pos Terkait

Kadis Perhubungan Kota Medan, Iswar Lubis.
5 tahun  lalu
Supir Angkot Wajib Pakai Masker
Azizul Kholis & Tikwan Raya Siregar
12 bulan  lalu
Dosen Unimed jadi GM BP Kaldera Toba Unesco, Tikwan Raya Manajer Promosi dan Publikasi
Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumatera Utara, R Sabrina saat mengikuti Video Conference yang dipimpin Plt Sekjen Kemendagri Muhammad Hudori. (FOTO: KALDERA.ID)
5 tahun  lalu
Sumut Butuh Rp 825 Miliar, Insentif Tim Medis Covid-19 Ditanggung APBD
Berdasarkan data dari Tim SAR gabungan, total ada 12 orang yang menjadi korban longsor di kawasan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Toru, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Kamis (29/4/2021) malam. Tiga diantaranya dinyatakan tewas sedangkan 9 lainnya masih dalam proses pencarian.
4 tahun  lalu
9 Korban Longsor di Kawasan PLTA Batang Toru Belum Ditemukan
Ganda Putra Indonesia, Fajar dan Rian
2 tahun  lalu
Fajar dan Rian Juara All England 2023
Walikota Medan, Bobby Nasution meninjau revitalisasi Taman Cadika Jalan Karya Wisata Medan, kemarin. Peninjauan ini dilakukan guna melihat sejauh mana progres revitalisasi yang dilakukan.
1 tahun  lalu
Tinjau Progres Revitalisasi Taman Cadika, Bobby Nasution: Ini Non APBD

Trending

01.
2 hari  lalu
Menang 2-1 di Kandang Persiraja, PSMS Naik ke Peringkat 5 Klasemen Sementara
02.
4 hari  lalu
Pengurus Daerah Solid Deklarasikan Andar Amin Harahap Maju Ketua Golkar Sumut
03.
3 hari  lalu
Diduga Kuasai Rutan Tanjung Gusta, Narapidana Kasus Korupsi Disebut Gunakan Ponsel dan Intimidasi Sesama Warga Binaan
04.
3 hari  lalu
Jelang Musda Golkar Sumut, Andi Suhaimi dan Rahmadian Merapat ke Andar Amin Harahap
05.
2 hari  lalu
Gubernur Sumut Serahkan 248 SK Kepala Sekolah, Tegaskan Larangan Pungli di SMA–SMK Negeri

Ads

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
Logo
Hangat, Mendidik, Mengungkap Fakta
© Kaldera.id. Developed by irzasolusi.com
Fraksi PSI DPRD Medan Tolak Perubahan Tatib, Soroti Anggaran Wasbang di Tengah Efisiensi
Blue Night Tetap Beroperasi Meski Tak Berizin, Pemkab Langkat Layangkan SP2
DPRD Medan Resmi Ubah Tata Tertib, Atur Ulang Fungsi Legislasi hingga Pengawasan
Sumut Dapat Tambahan TKD 2026, Pemerintah Pusat Longgarkan Penyaluran Anggaran hingga Pinjaman PEN
Investasi Medan Tembus Rp14,5 Triliun, Rico Waas Soroti Dampak ke Warga
Home Trending Cari Bagikan Lainnya