Kaldera.id
  • BERANDA
  • BERITA TERKINI
  • Bisnis
  • BERITA VIRAL
  • SPORT
  • EDUKASI
  • JALAN-JALAN
  • OPINI
  • KABAR DAERAH
  • Advertorial
Selasa, 13 Jan 2026
Pansus Peningkatan PAD Tuding Dinas Perkimcikataru Tidak Serius Maksimalkan Pendapatan dari Sektor Aset
Pemprov Sumut Siapkan Rp430 Miliar untuk Pemulihan Pascabencana
Pemko Medan Segera Tetapkan Fungsi dan Pengelola Gedung Warenhuis
Wakil Wali Kota Binjai Harap Dana Transfer Pusat Dikembalikan untuk Pemulihan Pascabanjir
Gubernur Bobby Nasution Tegaskan UHC di Sumut Tetap Berlaku, Fasilitas Kesehatan Diminta Tidak Menolak Pasien
Tanam Satu Juta Pohon Bersama Utusan Khusus Presiden, Gubsu: Menjaga Lingkungan Tugas Bersama
Gol Cepat Ari Maring Bungkam Adhyaksa FC, Eko Pudjianto Ucapkan Syukur
Bantu Pemulihan Aceh Tamiang, Pemko Medan Kirim Bantuan Alat Berat
Pj Sekdaprov Sumut Tegaskan Tata Kelola OPD Harus Efektif, Kegiatan Bermasalah Wajib Dihentikan
PSMS vs Adhyaksa FC, Menanti Debut Eko Pudjianto
Pansus Peningkatan PAD Tuding Dinas Perkimcikataru Tidak Serius Maksimalkan Pendapatan dari Sektor Aset
Pemprov Sumut Siapkan Rp430 Miliar untuk Pemulihan Pascabencana
Pemko Medan Segera Tetapkan Fungsi dan Pengelola Gedung Warenhuis
Wakil Wali Kota Binjai Harap Dana Transfer Pusat Dikembalikan untuk Pemulihan Pascabanjir
Gubernur Bobby Nasution Tegaskan UHC di Sumut Tetap Berlaku, Fasilitas Kesehatan Diminta Tidak Menolak Pasien
Tanam Satu Juta Pohon Bersama Utusan Khusus Presiden, Gubsu: Menjaga Lingkungan Tugas Bersama
Gol Cepat Ari Maring Bungkam Adhyaksa FC, Eko Pudjianto Ucapkan Syukur
Bantu Pemulihan Aceh Tamiang, Pemko Medan Kirim Bantuan Alat Berat
Pj Sekdaprov Sumut Tegaskan Tata Kelola OPD Harus Efektif, Kegiatan Bermasalah Wajib Dihentikan
PSMS vs Adhyaksa FC, Menanti Debut Eko Pudjianto
Ads_Tapsel
Beranda / Medan

Lebih Dalam Melihat Fenomena Inflasi

redaksi
4 Sep 2023 08:54
Medan Opini 0 474
4 menit membaca
Armin NasutionArmin Nasution

 

Oleh Armin Nasution

Plt Walikota Medan, Akhyar Nasution
Baca Juga
Kerja Tak Pakai Ilmu, Jalan di Medan Mudah Rusak
27 Feb 2020

TULISAN ini masih merupakan lanjutan topik lalu namun belum akan menyinggung islamic social finance sebagai solusi inflasi. Bahwa benar, dalam ekonomi konvensional ternyata pertumbuhan tinggi akan digerogoti inflasi.

Ekonomi kita terus tumbuh tapi di sisi lain harga barang kebutuhan juga bergerak naik.

​Uang yang kita dapatkan betapa pun banyaknya ternyata tak mampu mengimbangi kenaikan harga. Itu pula yang menunjukkan daya beli uang yang kita miliki semakin lama kian lemah.

Ade Jona Prasetyo
Baca Juga
Ade Jona: Prabowo Hindari Politik Identitas dan Polarisasi Dalam Berkampanye
21 Jan 2024

Dulu, tahun 1970-an uang Rp100 ribu itu sudah bisa beli banyak kebutuhan. Sekarang Rp1 juta pun daya belinya masih sangat minim.

​Itu sebabnya inflasi adalah bahaya laten dalam pertumbuhan ekonomi. Tapi bukan berarti inflasi tidak diperlukan. Dalam berbagai kajian ekonomi, inflasi yang terkendali juga penting.

Artinya inflasi merupakan cerminan kenaikan daya beli. Yang jadi problem, jika inflasi tak bisa dikendalikan.

​Bagaimana kita melihat potret inflasi ini lebih detil di Sumut, misalnya?Menurut data Bank Indonesia hingga Juli 2023 tingkat inflasi mencapai 0,3 persen, sedangkan angka year on year ada diangka 2,54 persen dan jika dilihat dari bulan Januari-Juli inflasi ada diangka 0,98 persen.

​Sejauh ini angka itu masih terkendali. Kenapa? Karena secara nasional pun target inflasi adalah 3 persen plus minus 1 persen. Artinya angka inflasi harus ada diangka 2-4 persen.

Dengan target inflasi sebesar itu masih make sense jika pertumbuhan ekonomi di atasnya.

Angka inflasi harus berada dibawah angka pertumbuhan ekonomi karena tidak ada artinya jika pertumbuhan ekonomi tinggi lalu inflasi melebihi pertumbuhan itu sendiri.

Tahun ini Bank Indonesia optimis inflasi akan berada diangka 2 persen. Di Sumut, kita masih menghitung inflasi dengan mengukur di lima kota indeks harga konsumen.

Yaitu Medan, Pematang Siantar, Sibolga, Padangsidimpuan dan Gunungsitoli. Sedangkan kabupaten lain menjadi Indeks Pemantau Harga (IPH).

Sumber utama inflasi di Sumut ternyata dipengaruhi oleh komoditas. Kenaikan harga beras sedikit saja itu akan mendorong inflasi tinggi.

Sedangkan komoditas lain yang sangat berpengaruh adalah bawang. Ini merupakan salah satu pendorong inflasi yang sangat volatile.

Lalu hal lain yang sering menyebabkan inflasi tinggi adalah jalur distribusi yang sangat panjang.

Karena seringkali pasok kebutuhan yang harusnya sampai di pasar dengan harga normal tak pernah tercapai.Inipun salah satu problem utama.

Bahkan petani sebagai sumber utama penghasil pangan tak menikmati hasilnya saat harga di pasar tinggi.

Misal, cabai di pasar sudah mencapai Rp100 ribu, tapi karena panjangnya jalur distribusi ternyata di tingkat petani harga cabai bisa ditebus Rp30 ribu sampai Rp45 ribu.

Intinya penyumbang utama inflasi termasuk Sumut dan Indonesia datang dari komoditas pangan. Setiap kali terjadi inflasi tinggi jika ditelusuri lebih jauh akan mengarah kepada kebutuhan pangan.

Selain itu yang harus diwaspadai adalah import inflation. Atau mengimpor inflasi dari luar.

Kita ini masih punya ketergantungan bahan pokok dengan negara lain. Jadi ketika di sana terjadi kenaikan harga otomatis akan langsung berpengaruh ke negara pengimpor.

Hingga tahun ini berbagai lembaga keuangan dunia masih khawatir dengan ancaman inflasi terutama efek dari perang Rusia-Ukraina yang berkepanjangan dan belum tahu kapan selesai.

Jika kemudian negara-negara terkait melakukan pengetatan kebijakan pangan, kemudian stok di pasar berkurang, otomatis negara-negara yang masih ketergantungan dengan impor pangan akan menghadapi kenaikan harga. Imported inflation tetap jadi ancaman.

Upaya untuk mengendalikan inflasi sudah dilakukan dengan berbagai cara. Strategi paling utama saat ini adalah dorongan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah agar melek inflasi.

Dulu gejala inflasi tinggi hanya dikhawatirkan oleh pemerintah pusat dan otoritas moneter. Sekarang berbeda. Semua kepala daerah harus faham inflasi.

Pemerintah mengefektifkan secara maksimal tim pengendalian harga di daerah untuk memantau inflasi yang terjadi.

Itu kemudian yang disebut dengan geranakan nasional pengendalian inflasi pangan. Selain dengan mendorong kerjasama antar daerah untuk memintas jalur distribusi.

Inflasi ini layaknya tekanan darah, jika terlalu tinggi berbahaya dan jika terlalu rendah juga berbahaya.

Sehingga harus benar-benar dijaga agar harga tidak memberatkan konsumen dan masih memberikan keuntungan ke produsen.

Sering pihak yang paling diuntungkan dari inflasi yang bagian tengah (distributor/price maker) bukan petani karena panjangnya jalur distribusi.

Armin nasutionekonomi konvensionalInflasiislamic social finance
Pos Terkait
Dibantai 1-3, Rekor Lima Kemenangan Beruntun Arsenal Terpatahkan di Old Trafford
Pep Guardiola: Liverpool Fantastis, Kami harus Belajar
Warenhuis Kembali Difungsikan, Nuansa Medan Tempo Dulu Sangat Terasa
Komisi II Sambut Baik Pembangunan Panti Sosial, Semoga Tidak Sekadar Tempat Penampungan
Fakta-Fakta Terkait OTT Bupati Labuhanbatu Erik Adtrada Ritonga
Seluruh Awak KRI Nanggala-402 Yang Gugur Akan Diberi Kenaikkan Pangkat

Pos Terkait

Sriwanti (40), warga Jalan Pasar IV Barat, Kelurahan Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan terpaksa harus dilarikan ke rumah sakit usai ditikam oleh suaminya sendiri, SW (40) karena tidak diberikan uang.
4 tahun  lalu
Suami di Marelan Tega Tikam Istri karena Tak Diberi Uang
Bobby Nasution saat belusukan di Kelurahan Petisah Tengah.
5 tahun  lalu
Blusukan, Bobby Nasution Bantu Warga Kembangkan Usaha
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi meresmikan delapan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Pusat Keunggulan Zona I Sumut di halaman SMK Negeri 3 Sibolga Jalan Tukka Sibuluan Raya, Kota Sibolga, Rabu (28/9).
3 tahun  lalu
Gubsu Edy Resmikan Delapan SMK Pusat Keunggulan
Petugas lepasliarkan Maria
5 tahun  lalu
Usai Direhabilitasi, Maria Dilepasliarkan
Ketua DPRD Sumatera Utara (Sumut) Baskami Ginting mengapresiasi perjuangan atlet-atlet Kabupaten Karo yang mampu mengharumkan nama daerah walau tidak mendapatkan dukungan anggaran dari APBD Karo.
4 tahun  lalu
Ketua DPRDSU Sesalkan Minimnya Perhatian Pemkab Karo Terhadap Atlet
Sumatera Tropical Forest Journalism (SFTJ) dan Yayasan Orangutan Sumatera Lestari-Orangutan Information Centre (YOSL-OIC) mengelar Pelatihan Jurnalistik Investigasi di Explore Sumatera River Camp Sei Bingai, Kabupaten Langkat, Senin (22/11/2021).
4 tahun  lalu
Hadirkan Pakar Investigasi, STFJ Belajar Jurnalisme Konservasi

Trending

01.
3 hari  lalu
Kapolda Sumut Pimpin Sertijab 42 Perwira, Sejumlah Kapolres dan PJU Diganti
02.
2 hari  lalu
PSMS vs Adhyaksa FC, Menanti Debut Eko Pudjianto
03.
3 hari  lalu
Gubernur Sumut : Bentuk Kecintaan Terhadap PSMS dengan Mengenakan Jersey dan Merchandise Original
04.
4 hari  lalu
PSMS Medan Resmi Pecat Kas Hartadi, Eko Purdjianto Ditunjuk Jadi Pelatih Baru Liga 2
05.
6 hari  lalu
Komisi 4 Minta Tindak Tegas Oknum ASN Rangkap Jadi Calo PBG

Ads

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
Logo
Hangat, Mendidik, Mengungkap Fakta
© Kaldera.id. Developed by irzasolusi.com
Gubernur Bobby Nasution Tegaskan UHC di Sumut Tetap Berlaku, Fasilitas Kesehatan Diminta Tidak Menolak Pasien
Wakil Wali Kota Binjai Harap Dana Transfer Pusat Dikembalikan untuk Pemulihan Pascabanjir
Pemko Medan Segera Tetapkan Fungsi dan Pengelola Gedung Warenhuis
Pansus Peningkatan PAD Tuding Dinas Perkimcikataru Tidak Serius Maksimalkan Pendapatan dari Sektor Aset
Pemprov Sumut Siapkan Rp430 Miliar untuk Pemulihan Pascabencana
Home Trending Cari Bagikan Lainnya