Kaldera.id
  • BERANDA
  • BERITA TERKINI
  • Bisnis
  • BERITA VIRAL
  • SPORT
  • EDUKASI
  • JALAN-JALAN
  • OPINI
  • KABAR DAERAH
  • Advertorial
Minggu, 29 Mar 2026
PSMS Ditahan Imbang PSPS 1-1 di Stadion Utama Sumut
UMKM Medan Tumbang di Tengah Jalan, Rico Waas Soroti Lemahnya Strategi dan Dorong Digitalisasi
Genjot PAD, Bank Sumut Dorong Transaksi Non-Tunai dan Digitalisasi Pemda
DPRD Ingatkan Rico Waas: Jangan Salah Pilih Sekda, Transparansi Jadi Kunci
Wagub Sumut Tinjau Huntap Tapsel Bersama Mendagri, 227 Unit Dikebut Rampung
Ketua Komisi 2 DPRD Medan Tegas: Program Dispora Harus Berdampak ke Masyarakat
Komisi 4 DPRD Medan Minta Bangunan Tanpa PBG Disegel, Urusan Dipermudah
PSMS Medan Krisis Bek Jelang Lawan PSPS, Eko Purdjianto Tetap Bidik Tiga Poin
Sumut Percepat Pemulihan Pascabencana, 5 Sektor Ini Jadi Prioritas
471 ASN Pemko Medan Bolos, DPRD Desak Sanksi Tegas Tanpa Kompromi
PSMS Ditahan Imbang PSPS 1-1 di Stadion Utama Sumut
UMKM Medan Tumbang di Tengah Jalan, Rico Waas Soroti Lemahnya Strategi dan Dorong Digitalisasi
Genjot PAD, Bank Sumut Dorong Transaksi Non-Tunai dan Digitalisasi Pemda
DPRD Ingatkan Rico Waas: Jangan Salah Pilih Sekda, Transparansi Jadi Kunci
Wagub Sumut Tinjau Huntap Tapsel Bersama Mendagri, 227 Unit Dikebut Rampung
Ketua Komisi 2 DPRD Medan Tegas: Program Dispora Harus Berdampak ke Masyarakat
Komisi 4 DPRD Medan Minta Bangunan Tanpa PBG Disegel, Urusan Dipermudah
PSMS Medan Krisis Bek Jelang Lawan PSPS, Eko Purdjianto Tetap Bidik Tiga Poin
Sumut Percepat Pemulihan Pascabencana, 5 Sektor Ini Jadi Prioritas
471 ASN Pemko Medan Bolos, DPRD Desak Sanksi Tegas Tanpa Kompromi
Ads_Tapsel
Beranda / Medan

Lebih Dalam Melihat Fenomena Inflasi

redaksi
4 Sep 2023 08:54
Medan Opini 0 617
4 menit membaca
Armin NasutionArmin Nasution

 

Oleh Armin Nasution

Hal ini disampaikan Haris Kelana Damanik disela-sela Rapat Dengar Pendapat terkait Izin Mendirikan Bangunan (IMB).
Baca Juga
Petugas Trantib Diwarning Tidak Face to Face Dalam Pengawasan Bangunan Tanpa Izin
08 Mar 2023

TULISAN ini masih merupakan lanjutan topik lalu namun belum akan menyinggung islamic social finance sebagai solusi inflasi. Bahwa benar, dalam ekonomi konvensional ternyata pertumbuhan tinggi akan digerogoti inflasi.

Ekonomi kita terus tumbuh tapi di sisi lain harga barang kebutuhan juga bergerak naik.

​Uang yang kita dapatkan betapa pun banyaknya ternyata tak mampu mengimbangi kenaikan harga. Itu pula yang menunjukkan daya beli uang yang kita miliki semakin lama kian lemah.

Gubsu yang diwakili Sekdaprovsu Arief S Trinugroho (tengah) saat membuka RUPS-LB Bank Sumut didampingi Komut Brata Kesuma (kiri) dan Plt Dirut PT Bank Sumut Hadi Sucipto (kanan), di Kantor Pusat Bank Sumut Jumat (20/1/2023). (kaldera/ist)
Baca Juga
RUPS LB Resmi Berhentikan Rahmat Fadillah, Penjaringan Dirut Dimulai
21 Jan 2023

Dulu, tahun 1970-an uang Rp100 ribu itu sudah bisa beli banyak kebutuhan. Sekarang Rp1 juta pun daya belinya masih sangat minim.

​Itu sebabnya inflasi adalah bahaya laten dalam pertumbuhan ekonomi. Tapi bukan berarti inflasi tidak diperlukan. Dalam berbagai kajian ekonomi, inflasi yang terkendali juga penting.

Artinya inflasi merupakan cerminan kenaikan daya beli. Yang jadi problem, jika inflasi tak bisa dikendalikan.

​Bagaimana kita melihat potret inflasi ini lebih detil di Sumut, misalnya?Menurut data Bank Indonesia hingga Juli 2023 tingkat inflasi mencapai 0,3 persen, sedangkan angka year on year ada diangka 2,54 persen dan jika dilihat dari bulan Januari-Juli inflasi ada diangka 0,98 persen.

​Sejauh ini angka itu masih terkendali. Kenapa? Karena secara nasional pun target inflasi adalah 3 persen plus minus 1 persen. Artinya angka inflasi harus ada diangka 2-4 persen.

Dengan target inflasi sebesar itu masih make sense jika pertumbuhan ekonomi di atasnya.

Angka inflasi harus berada dibawah angka pertumbuhan ekonomi karena tidak ada artinya jika pertumbuhan ekonomi tinggi lalu inflasi melebihi pertumbuhan itu sendiri.

Tahun ini Bank Indonesia optimis inflasi akan berada diangka 2 persen. Di Sumut, kita masih menghitung inflasi dengan mengukur di lima kota indeks harga konsumen.

Yaitu Medan, Pematang Siantar, Sibolga, Padangsidimpuan dan Gunungsitoli. Sedangkan kabupaten lain menjadi Indeks Pemantau Harga (IPH).

Sumber utama inflasi di Sumut ternyata dipengaruhi oleh komoditas. Kenaikan harga beras sedikit saja itu akan mendorong inflasi tinggi.

Sedangkan komoditas lain yang sangat berpengaruh adalah bawang. Ini merupakan salah satu pendorong inflasi yang sangat volatile.

Lalu hal lain yang sering menyebabkan inflasi tinggi adalah jalur distribusi yang sangat panjang.

Karena seringkali pasok kebutuhan yang harusnya sampai di pasar dengan harga normal tak pernah tercapai.Inipun salah satu problem utama.

Bahkan petani sebagai sumber utama penghasil pangan tak menikmati hasilnya saat harga di pasar tinggi.

Misal, cabai di pasar sudah mencapai Rp100 ribu, tapi karena panjangnya jalur distribusi ternyata di tingkat petani harga cabai bisa ditebus Rp30 ribu sampai Rp45 ribu.

Intinya penyumbang utama inflasi termasuk Sumut dan Indonesia datang dari komoditas pangan. Setiap kali terjadi inflasi tinggi jika ditelusuri lebih jauh akan mengarah kepada kebutuhan pangan.

Selain itu yang harus diwaspadai adalah import inflation. Atau mengimpor inflasi dari luar.

Kita ini masih punya ketergantungan bahan pokok dengan negara lain. Jadi ketika di sana terjadi kenaikan harga otomatis akan langsung berpengaruh ke negara pengimpor.

Hingga tahun ini berbagai lembaga keuangan dunia masih khawatir dengan ancaman inflasi terutama efek dari perang Rusia-Ukraina yang berkepanjangan dan belum tahu kapan selesai.

Jika kemudian negara-negara terkait melakukan pengetatan kebijakan pangan, kemudian stok di pasar berkurang, otomatis negara-negara yang masih ketergantungan dengan impor pangan akan menghadapi kenaikan harga. Imported inflation tetap jadi ancaman.

Upaya untuk mengendalikan inflasi sudah dilakukan dengan berbagai cara. Strategi paling utama saat ini adalah dorongan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah agar melek inflasi.

Dulu gejala inflasi tinggi hanya dikhawatirkan oleh pemerintah pusat dan otoritas moneter. Sekarang berbeda. Semua kepala daerah harus faham inflasi.

Pemerintah mengefektifkan secara maksimal tim pengendalian harga di daerah untuk memantau inflasi yang terjadi.

Itu kemudian yang disebut dengan geranakan nasional pengendalian inflasi pangan. Selain dengan mendorong kerjasama antar daerah untuk memintas jalur distribusi.

Inflasi ini layaknya tekanan darah, jika terlalu tinggi berbahaya dan jika terlalu rendah juga berbahaya.

Sehingga harus benar-benar dijaga agar harga tidak memberatkan konsumen dan masih memberikan keuntungan ke produsen.

Sering pihak yang paling diuntungkan dari inflasi yang bagian tengah (distributor/price maker) bukan petani karena panjangnya jalur distribusi.

Armin nasutionekonomi konvensionalInflasiislamic social finance
Pos Terkait
Pemko Medan Sinkronkan Program dengan Visi-Misi Walikota Terpilih
Jaga Keselamatan Santri, Gubernur Bobby Nasution Minta Kabupaten/Kota Gratiskan PBG Pesantren
Ghana dan Uruguay Saling Serang, Swiss dan Serbia Siapa Yang Membuat Kejutan?
Pengamat Sebut Bobby Nasution Akan Beri Perubahan Besar di Pemprovsu
Baru Bebas, Eks Napi Asimilasi Ditangkap Menjambret
Syah Afandin Ajak Tegakkan Sholat Tepat Waktu

Pos Terkait

Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap meninjau langsung layanan kesehatan di wilayah Kecamatan Medan Deli, Rabu (23/7/2025).
8 bulan  lalu
Pustu Sepi dan Tanpa Dokter, Zakiyuddin Pertimbangkan Penggabungan dengan Puskesmas Medan Deli
Pelatih Sriwijaya, Yusuf Prasetyo bersama Pelatih PSMS Medan, Miftahudin Mukson
2 tahun  lalu
Pelatih Sriwijaya Yakin Raih Tiga Poin, PSMS Bakal Main Dengan Strategi Berbeda
Barcelona hanya mampu meraih satu poin ketika bertemu Cadiz dalam laga lanjutan La Liga, di Camp Nou
5 tahun  lalu
La Liga Spanyol: Main di Camp Nou, Barcelona Ditahan Cadiz⁩
dr Ria Novinda saat diwawancara wartawan Kaldera.id usai pelantikan dirinya sebagai Direktur RS Jiwa Prof Ildrem Provsu
5 tahun  lalu
Dicopot dari Kadisbudpar, Dokter Ria Akhirnya Urus Rumah Sakit Jiwa
Mahasiswa jurusan desain grafis Polimedia Medan gelar Degradia Visual Fair di Gedung Amaliun Convention Hall, Sabtu (3/12/2022).
3 tahun  lalu
Degradia Visual Fair, Pameran Sambil Bagi Ilmu Tentang Desain Grafis
Prabowo Subianto bersama Barisan Pengusaha Pejuang Indonesia
2 tahun  lalu
Barisan Pengusaha Berjuang Menangkan Prabowo-Gibran, Bobby Nasution: Aman Barang Tu

Trending

01.
2 hari  lalu
Al Washliyah Medan Dukung PP TUNAS, Industri Penyiaran dan Ruang Terbuka Publik Perlu Arusutamakan Diet Digital
02.
2 hari  lalu
AFF Cek Kesiapan Sumut Awal April, Piala AFF U19 Terancam Jika Belum Siap
03.
3 hari  lalu
Personel Polda Sumut Gagalkan Penyuludupan 50 Kg Sabu dan 20 Ribu Ekstasi di Perairan Asahan
04.
6 hari  lalu
Rico Waas Hadiri Open House Gubernur Sumut, Perkuat Kolaborasi
05.
3 hari  lalu
Tiang Kabel Semrawut Rusak Wajah Kota, Dewan Desak Pemko Medan Bertindak Tegas

Ads

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
Logo
Hangat, Mendidik, Mengungkap Fakta
© Kaldera.id. Developed by irzasolusi.com
Genjot PAD, Bank Sumut Dorong Transaksi Non-Tunai dan Digitalisasi Pemda
UMKM Medan Tumbang di Tengah Jalan, Rico Waas Soroti Lemahnya Strategi dan Dorong Digitalisasi
DPRD Ingatkan Rico Waas: Jangan Salah Pilih Sekda, Transparansi Jadi Kunci
PSMS Ditahan Imbang PSPS 1-1 di Stadion Utama Sumut
Home Trending Cari Bagikan Lainnya