Kaldera.id
  • BERANDA
  • BERITA TERKINI
  • Bisnis
  • BERITA VIRAL
  • SPORT
  • EDUKASI
  • JALAN-JALAN
  • OPINI
  • KABAR DAERAH
  • Advertorial
Rabu, 15 Apr 2026
Medan Masuk Nominasi Penghargaan Kemendagri 2026, Rico Waas Andalkan Digitalisasi Pajak dan Creative Finance
Pemko Medan Siapkan 14,44 Hektare Lahan PSEL, Percepat Infrastruktur Proyek Sampah Jadi Listrik
RDP DPRD Medan: Royal Sumatera Diminta Segera Serahkan Aset PSU ke Pemko
Bupati Langkat Syah Afandin Lepas 3 Calon Jemaah Haji IKAPTK, Pesan Jaga Kesehatan
Rico Waas Genjot MBG, Ekonomi Lokal Ikut Terdongkrak
Kinerja Pejabat Daerah Lambat, Ketegasan Bobby Jadi Solusi di Situasi Kritis
Gubernur Sumut Rekonstruksi Tanggul Sibuluan, Warga Direlokasi
Sumut Tuan Rumah AFF U-19, Bobby Dorong Sport Tourism
Komisi 4 Geram, Perkimcikataru Mangkir dari RDP
MTQ Medan Disorot, Dugaan Anggaran Ganda Rp1,59 Miliar Menguat
Medan Masuk Nominasi Penghargaan Kemendagri 2026, Rico Waas Andalkan Digitalisasi Pajak dan Creative Finance
Pemko Medan Siapkan 14,44 Hektare Lahan PSEL, Percepat Infrastruktur Proyek Sampah Jadi Listrik
RDP DPRD Medan: Royal Sumatera Diminta Segera Serahkan Aset PSU ke Pemko
Bupati Langkat Syah Afandin Lepas 3 Calon Jemaah Haji IKAPTK, Pesan Jaga Kesehatan
Rico Waas Genjot MBG, Ekonomi Lokal Ikut Terdongkrak
Kinerja Pejabat Daerah Lambat, Ketegasan Bobby Jadi Solusi di Situasi Kritis
Gubernur Sumut Rekonstruksi Tanggul Sibuluan, Warga Direlokasi
Sumut Tuan Rumah AFF U-19, Bobby Dorong Sport Tourism
Komisi 4 Geram, Perkimcikataru Mangkir dari RDP
MTQ Medan Disorot, Dugaan Anggaran Ganda Rp1,59 Miliar Menguat
Ads_Tapsel
Beranda / Medan

Lebih Dalam Melihat Fenomena Inflasi

redaksi
4 Sep 2023 08:54
Medan Opini 0 647
4 menit membaca
Armin NasutionArmin Nasution

 

Oleh Armin Nasution

Gabriel Simanjuntak (tiga dari kanan) berfoto bersama official kontingen Sumut usai menyabet medali emas Inorga ASTA di Fornas VI, Palembang, Kamis (7/7/2022)
Baca Juga
Inorga BKI dan ASTA Genapi Medali Emas Sumut di FORNAS VI Palembang jadi 18, Ini Pesan Bahar Siagian
07 Jul 2022

TULISAN ini masih merupakan lanjutan topik lalu namun belum akan menyinggung islamic social finance sebagai solusi inflasi. Bahwa benar, dalam ekonomi konvensional ternyata pertumbuhan tinggi akan digerogoti inflasi.

Ekonomi kita terus tumbuh tapi di sisi lain harga barang kebutuhan juga bergerak naik.

​Uang yang kita dapatkan betapa pun banyaknya ternyata tak mampu mengimbangi kenaikan harga. Itu pula yang menunjukkan daya beli uang yang kita miliki semakin lama kian lemah.

amat Medan Labuhan, Rudi Asriyandi mengapresiasi pengerjaan perbaikan tanggul penahan rob di kawasan Kampung Nelayan, Medan Labuhan.
Baca Juga
Pengerjaan Tanggul Rob Kampung Nelayan Diapresiasi Warga Sekitar
16 Jul 2020

Dulu, tahun 1970-an uang Rp100 ribu itu sudah bisa beli banyak kebutuhan. Sekarang Rp1 juta pun daya belinya masih sangat minim.

​Itu sebabnya inflasi adalah bahaya laten dalam pertumbuhan ekonomi. Tapi bukan berarti inflasi tidak diperlukan. Dalam berbagai kajian ekonomi, inflasi yang terkendali juga penting.

Artinya inflasi merupakan cerminan kenaikan daya beli. Yang jadi problem, jika inflasi tak bisa dikendalikan.

​Bagaimana kita melihat potret inflasi ini lebih detil di Sumut, misalnya?Menurut data Bank Indonesia hingga Juli 2023 tingkat inflasi mencapai 0,3 persen, sedangkan angka year on year ada diangka 2,54 persen dan jika dilihat dari bulan Januari-Juli inflasi ada diangka 0,98 persen.

​Sejauh ini angka itu masih terkendali. Kenapa? Karena secara nasional pun target inflasi adalah 3 persen plus minus 1 persen. Artinya angka inflasi harus ada diangka 2-4 persen.

Dengan target inflasi sebesar itu masih make sense jika pertumbuhan ekonomi di atasnya.

Angka inflasi harus berada dibawah angka pertumbuhan ekonomi karena tidak ada artinya jika pertumbuhan ekonomi tinggi lalu inflasi melebihi pertumbuhan itu sendiri.

Tahun ini Bank Indonesia optimis inflasi akan berada diangka 2 persen. Di Sumut, kita masih menghitung inflasi dengan mengukur di lima kota indeks harga konsumen.

Yaitu Medan, Pematang Siantar, Sibolga, Padangsidimpuan dan Gunungsitoli. Sedangkan kabupaten lain menjadi Indeks Pemantau Harga (IPH).

Sumber utama inflasi di Sumut ternyata dipengaruhi oleh komoditas. Kenaikan harga beras sedikit saja itu akan mendorong inflasi tinggi.

Sedangkan komoditas lain yang sangat berpengaruh adalah bawang. Ini merupakan salah satu pendorong inflasi yang sangat volatile.

Lalu hal lain yang sering menyebabkan inflasi tinggi adalah jalur distribusi yang sangat panjang.

Karena seringkali pasok kebutuhan yang harusnya sampai di pasar dengan harga normal tak pernah tercapai.Inipun salah satu problem utama.

Bahkan petani sebagai sumber utama penghasil pangan tak menikmati hasilnya saat harga di pasar tinggi.

Misal, cabai di pasar sudah mencapai Rp100 ribu, tapi karena panjangnya jalur distribusi ternyata di tingkat petani harga cabai bisa ditebus Rp30 ribu sampai Rp45 ribu.

Intinya penyumbang utama inflasi termasuk Sumut dan Indonesia datang dari komoditas pangan. Setiap kali terjadi inflasi tinggi jika ditelusuri lebih jauh akan mengarah kepada kebutuhan pangan.

Selain itu yang harus diwaspadai adalah import inflation. Atau mengimpor inflasi dari luar.

Kita ini masih punya ketergantungan bahan pokok dengan negara lain. Jadi ketika di sana terjadi kenaikan harga otomatis akan langsung berpengaruh ke negara pengimpor.

Hingga tahun ini berbagai lembaga keuangan dunia masih khawatir dengan ancaman inflasi terutama efek dari perang Rusia-Ukraina yang berkepanjangan dan belum tahu kapan selesai.

Jika kemudian negara-negara terkait melakukan pengetatan kebijakan pangan, kemudian stok di pasar berkurang, otomatis negara-negara yang masih ketergantungan dengan impor pangan akan menghadapi kenaikan harga. Imported inflation tetap jadi ancaman.

Upaya untuk mengendalikan inflasi sudah dilakukan dengan berbagai cara. Strategi paling utama saat ini adalah dorongan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah agar melek inflasi.

Dulu gejala inflasi tinggi hanya dikhawatirkan oleh pemerintah pusat dan otoritas moneter. Sekarang berbeda. Semua kepala daerah harus faham inflasi.

Pemerintah mengefektifkan secara maksimal tim pengendalian harga di daerah untuk memantau inflasi yang terjadi.

Itu kemudian yang disebut dengan geranakan nasional pengendalian inflasi pangan. Selain dengan mendorong kerjasama antar daerah untuk memintas jalur distribusi.

Inflasi ini layaknya tekanan darah, jika terlalu tinggi berbahaya dan jika terlalu rendah juga berbahaya.

Sehingga harus benar-benar dijaga agar harga tidak memberatkan konsumen dan masih memberikan keuntungan ke produsen.

Sering pihak yang paling diuntungkan dari inflasi yang bagian tengah (distributor/price maker) bukan petani karena panjangnya jalur distribusi.

Armin nasutionekonomi konvensionalInflasiislamic social finance
Pos Terkait
Pengurusan PBG Diharapkan Lebih Mudah dan Cepat, Tidak Seperti IMB
Ester Nurumi Tri Wardoyo Raih Juara Tunggal Putri BNI Indonesia Masters I 2023
Pemkab Langkat Boyong Piala Bobby Nasution, ASN di Sumut Kompak Dalam Kolaborasi
Lulusan SMA Bakal Diberikan Pelatihan Gratis
IPEMI Sumut Harapkan Pandemi Covid-19 Segera Sirna dan Ekonomi Kembali Stabil
Bus Almasar Untuk Layanan Pemudik Asal Medan Terbalik Akibat Kelalaian Sopir

Pos Terkait

Ketua Kadin Sumatera Utara Firsal Dida Mutyara menyampaikan sudah bertemu dengan para wakil ketua dan pengurus Kadin Sumut untuk ikut merumuskan antisipasi gejolak pangan yang terus terjadi.
1 tahun  lalu
Pengurus Kadin Sumut Minta Pemerintah Fokus Siapkan Ketahanan Pangan Lokal
Gibran Rakabuming Raka
2 tahun  lalu
Kredit Start-Up Milenial Prabowo – Gibran Solusi Sulitnya Lapangan Pekerjaan
Penandatanganan BASTO Jalan Pendukung Stadion Utama, yang berlangsung di Ruang Rapat I, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, Senin (1/9/2025).
7 bulan  lalu
Pemprov Sumut Terima Penyerahan Operasional Jalan Pendukung Stadion Utama dari BBPJN
Pemprov Sumut juga menargetkan vaksinasi Covid-19 kepada wartawan sebagai profesi yang bersinggungan erat dengan seluruh kalangan dalam menyampaikan informasi
5 tahun  lalu
Hari Pers Nasional: Pemprov Sumut Targetkan Vaksin untuk Wartawan di Maret
Ilustrasi
6 bulan  lalu
Pemprov Sumut Beri Keringanan Pajak Kendaraan, Mula Diskon Hingga 5% Sampai Pemutihan
Edwin Sugesti
3 tahun  lalu
Biar Keinginan Pelaku UMKM Terakomodir, Pansus Ranperda Diingatkan Kerja Maksimal

Trending

01.
3 hari  lalu
Bobby Nasution Tonton Sprint Rally Sumut 2026, Dorong Regenerasi Pembalap
02.
3 hari  lalu
PSMS Medan Tumbang 0-1 di Pakansari
03.
6 hari  lalu
Longsor Sembahe, Polda Sumut Kerahkan Brimob, 3 Korban Tewas
04.
4 hari  lalu
PSMS Hadapi Garudayaksa di Pakansari, Ujian Berat Putus Tren Tanpa Kemenangan
05.
6 hari  lalu
Komisi 4 Soroti Kebocoran PAD PBG, OPD Dinilai Abaikan Perintah Wali Kota

Ads

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
Logo
Hangat, Mendidik, Mengungkap Fakta
© Kaldera.id. Developed by irzasolusi.com
Rico Waas Genjot MBG, Ekonomi Lokal Ikut Terdongkrak
Kinerja Pejabat Daerah Lambat, Ketegasan Bobby Jadi Solusi di Situasi Kritis
Sumut Tuan Rumah AFF U-19, Bobby Dorong Sport Tourism
Gubernur Sumut Rekonstruksi Tanggul Sibuluan, Warga Direlokasi
Bupati Langkat Syah Afandin Lepas 3 Calon Jemaah Haji IKAPTK, Pesan Jaga Kesehatan
Home Trending Cari Bagikan Lainnya