Kaldera.id
  • BERANDA
  • BERITA TERKINI
  • Bisnis
  • BERITA VIRAL
  • SPORT
  • EDUKASI
  • JALAN-JALAN
  • OPINI
  • KABAR DAERAH
  • Advertorial
Jumat, 01 Mei 2026
Momentum May Day, DPRD Medan Desak Perusahaan Penuhi Hak Buruh
Pertemuan Bobby–Prananda, Sinyal Konsolidasi Politik Nasional
Bupati Deli Serdang Bangun UMKM Central, Targetkan Pelaku Usaha Naik Kelas
Bayar PKB di Sumut Kini Tanpa KTP Pemilik Lama, Berlaku Mulai Hari Ini
Satgas Pemulihan Bencana Aceh Ditutup, Deli Serdang Tegaskan Solidaritas Antar Daerah
Gubernur Bobby Tetapkan Juknis SPMB 2026/2027, Penerimaan Siswa Wajib Transparan dan Berkeadilan
Deklinasi Bulutangkis Nasional
Digitalisasi Keuangan Sumut Berbuah Penghargaan Nasional, Raih Creative Financing
Prananda Makan Bareng Bobby: Bagian dari Konsolidasi Elite Politik Nasional di 2026
Bupati Deli Serdang Letakkan Batu Pertama RTLH dan Buka Turnamen Futsal
Momentum May Day, DPRD Medan Desak Perusahaan Penuhi Hak Buruh
Pertemuan Bobby–Prananda, Sinyal Konsolidasi Politik Nasional
Bupati Deli Serdang Bangun UMKM Central, Targetkan Pelaku Usaha Naik Kelas
Bayar PKB di Sumut Kini Tanpa KTP Pemilik Lama, Berlaku Mulai Hari Ini
Satgas Pemulihan Bencana Aceh Ditutup, Deli Serdang Tegaskan Solidaritas Antar Daerah
Gubernur Bobby Tetapkan Juknis SPMB 2026/2027, Penerimaan Siswa Wajib Transparan dan Berkeadilan
Deklinasi Bulutangkis Nasional
Digitalisasi Keuangan Sumut Berbuah Penghargaan Nasional, Raih Creative Financing
Prananda Makan Bareng Bobby: Bagian dari Konsolidasi Elite Politik Nasional di 2026
Bupati Deli Serdang Letakkan Batu Pertama RTLH dan Buka Turnamen Futsal
Ads_Tapsel
Beranda / Medan

Lebih Dalam Melihat Fenomena Inflasi

redaksi
4 Sep 2023 08:54
Medan Opini 0 678
4 menit membaca
Armin NasutionArmin Nasution

 

Oleh Armin Nasution

Memenuhi ketersediaan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau menjelang Hari Raya Imlek 2024, Pemko Medan melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskop UKM Perindang) menggelar Pasar Murah di Vihara Siau San Keng, Kecamatan Medan Labuhan, Jumat (2/2/2024).
Baca Juga
Penuhi Ketersediaan Kebutuhan Pokok Jelang Imlek, Pemko Medan Gelar Pasar Murah
02 Feb 2024

TULISAN ini masih merupakan lanjutan topik lalu namun belum akan menyinggung islamic social finance sebagai solusi inflasi. Bahwa benar, dalam ekonomi konvensional ternyata pertumbuhan tinggi akan digerogoti inflasi.

Ekonomi kita terus tumbuh tapi di sisi lain harga barang kebutuhan juga bergerak naik.

​Uang yang kita dapatkan betapa pun banyaknya ternyata tak mampu mengimbangi kenaikan harga. Itu pula yang menunjukkan daya beli uang yang kita miliki semakin lama kian lemah.

Densus 88 Anti Teror menangkap seorang pria terduga teroris. Pria yang diketahui berinisial Y (48) tersebut ditangkap di Kota Malang
Baca Juga
Densus 88 Menangkap Seorang Pria Yang Diduga Teroris Di Malang
24 Mei 2023

Dulu, tahun 1970-an uang Rp100 ribu itu sudah bisa beli banyak kebutuhan. Sekarang Rp1 juta pun daya belinya masih sangat minim.

​Itu sebabnya inflasi adalah bahaya laten dalam pertumbuhan ekonomi. Tapi bukan berarti inflasi tidak diperlukan. Dalam berbagai kajian ekonomi, inflasi yang terkendali juga penting.

Artinya inflasi merupakan cerminan kenaikan daya beli. Yang jadi problem, jika inflasi tak bisa dikendalikan.

​Bagaimana kita melihat potret inflasi ini lebih detil di Sumut, misalnya?Menurut data Bank Indonesia hingga Juli 2023 tingkat inflasi mencapai 0,3 persen, sedangkan angka year on year ada diangka 2,54 persen dan jika dilihat dari bulan Januari-Juli inflasi ada diangka 0,98 persen.

​Sejauh ini angka itu masih terkendali. Kenapa? Karena secara nasional pun target inflasi adalah 3 persen plus minus 1 persen. Artinya angka inflasi harus ada diangka 2-4 persen.

Dengan target inflasi sebesar itu masih make sense jika pertumbuhan ekonomi di atasnya.

Angka inflasi harus berada dibawah angka pertumbuhan ekonomi karena tidak ada artinya jika pertumbuhan ekonomi tinggi lalu inflasi melebihi pertumbuhan itu sendiri.

Tahun ini Bank Indonesia optimis inflasi akan berada diangka 2 persen. Di Sumut, kita masih menghitung inflasi dengan mengukur di lima kota indeks harga konsumen.

Yaitu Medan, Pematang Siantar, Sibolga, Padangsidimpuan dan Gunungsitoli. Sedangkan kabupaten lain menjadi Indeks Pemantau Harga (IPH).

Sumber utama inflasi di Sumut ternyata dipengaruhi oleh komoditas. Kenaikan harga beras sedikit saja itu akan mendorong inflasi tinggi.

Sedangkan komoditas lain yang sangat berpengaruh adalah bawang. Ini merupakan salah satu pendorong inflasi yang sangat volatile.

Lalu hal lain yang sering menyebabkan inflasi tinggi adalah jalur distribusi yang sangat panjang.

Karena seringkali pasok kebutuhan yang harusnya sampai di pasar dengan harga normal tak pernah tercapai.Inipun salah satu problem utama.

Bahkan petani sebagai sumber utama penghasil pangan tak menikmati hasilnya saat harga di pasar tinggi.

Misal, cabai di pasar sudah mencapai Rp100 ribu, tapi karena panjangnya jalur distribusi ternyata di tingkat petani harga cabai bisa ditebus Rp30 ribu sampai Rp45 ribu.

Intinya penyumbang utama inflasi termasuk Sumut dan Indonesia datang dari komoditas pangan. Setiap kali terjadi inflasi tinggi jika ditelusuri lebih jauh akan mengarah kepada kebutuhan pangan.

Selain itu yang harus diwaspadai adalah import inflation. Atau mengimpor inflasi dari luar.

Kita ini masih punya ketergantungan bahan pokok dengan negara lain. Jadi ketika di sana terjadi kenaikan harga otomatis akan langsung berpengaruh ke negara pengimpor.

Hingga tahun ini berbagai lembaga keuangan dunia masih khawatir dengan ancaman inflasi terutama efek dari perang Rusia-Ukraina yang berkepanjangan dan belum tahu kapan selesai.

Jika kemudian negara-negara terkait melakukan pengetatan kebijakan pangan, kemudian stok di pasar berkurang, otomatis negara-negara yang masih ketergantungan dengan impor pangan akan menghadapi kenaikan harga. Imported inflation tetap jadi ancaman.

Upaya untuk mengendalikan inflasi sudah dilakukan dengan berbagai cara. Strategi paling utama saat ini adalah dorongan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah agar melek inflasi.

Dulu gejala inflasi tinggi hanya dikhawatirkan oleh pemerintah pusat dan otoritas moneter. Sekarang berbeda. Semua kepala daerah harus faham inflasi.

Pemerintah mengefektifkan secara maksimal tim pengendalian harga di daerah untuk memantau inflasi yang terjadi.

Itu kemudian yang disebut dengan geranakan nasional pengendalian inflasi pangan. Selain dengan mendorong kerjasama antar daerah untuk memintas jalur distribusi.

Inflasi ini layaknya tekanan darah, jika terlalu tinggi berbahaya dan jika terlalu rendah juga berbahaya.

Sehingga harus benar-benar dijaga agar harga tidak memberatkan konsumen dan masih memberikan keuntungan ke produsen.

Sering pihak yang paling diuntungkan dari inflasi yang bagian tengah (distributor/price maker) bukan petani karena panjangnya jalur distribusi.

Armin nasutionekonomi konvensionalInflasiislamic social finance
Pos Terkait
Entah Apa yang Merasuki, Tes CPNS Malah Bawa Sabu
Pulihkan Kondisi Listrik, PLN: Terimakasih Tim dan Masyarakat
PBVSI Pilih Sumut Lokasi TC SEA Games 2025, Gubernur Bobby Berharap Cabor Lain Mengikuti
Cegah Corona ‘Jadi-jadian’ Akibat Stres dan Cemas Berlebihan
Dishub Medan Tegaskan Penurunan Tarif Parkir Sesuai Perda No.1/2024
TP PKK Bersama IBI Dan Dinkes Asahan Bagikan 1000 Masker

Pos Terkait

Plt Bupati Langkat, Syah Afandin saat menerima rombongan perwakilan FMIPA USU di Ruang Kerja Wakil Bupati Langkat, Selasa(26/7/2022)
3 tahun  lalu
Plt Bupati Sambut Baik Sinergitas Pemkab Langkat Dengan F-MIPA USU Tingkatkan Penghasilan Warga
Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu) Surya bersama Wakil Menteri Agama (Wamenag) RI Romo Raden Muhammad Syafi’i melepas keberangkatan Calon Jemaah Haji Kelompok Terbang (Kloter) I Embarkasi KNO Medan 1446 H/2025 M di Asrama Haji Medan, Jumat (2/5/2025).
12 bulan  lalu
Bersama Wamenag, Wagubsu Lepas Jamaah Haji Sumut Kloter I
Whisnutama (kiri bawah) dan Angela Tanoesoedibjo (dua kiri bawah) menampung aspirasi dari 800 general manager hotel seluruh Indonesia melalui video conference terkait pandemi corona yang mengimbas bisnis hotel.
6 tahun  lalu
800 GM Hotel Conference dengan Whisnutama Minta Dukungan Hadapi Pandemi Corona
Laga leg kedua babak 16 besar Liga Europa antara AC Milan vs Manchester United, Jumat (19/3/2021) dinihari tadi berkesudahan dengan skor 0-1.
5 tahun  lalu
Terdepak Dari Liga Europa, Ibra: AC Milan Tak Layak Tersingkir
Alumni Universitas Padjadjaran (IKA Unpad) Fuad Rinaldi
4 tahun  lalu
Dihantam Pandemi: Utang Negara Meledak, Red Alert BUMN
Plt Walikota Medan, Akhyar Nasution saat press confrence di Posko Covid-19 Kota Medan
6 tahun  lalu
Pemko Medan Siapkan Aturan Tangani Covid-19

Trending

01.
5 hari  lalu
Rumput Stadion Utama Sumut Dirawat Total, Dispora Target Siap Jelang Piala AFF U-19 2026
02.
6 hari  lalu
Kekerasan Seksual dan LGBT di Kampus: Ujian Kepemimpinan dan Masa Depan Ruang Aman Bagi Semua
03.
1 hari  lalu
Deklinasi Bulutangkis Nasional
04.
5 hari  lalu
Drama 2 Kartu Merah, PSMS Tahan Adhyaksa 1-1
05.
5 hari  lalu
Bobby Nasution Raih Penghargaan Nasional, Sumut Sabet Creative Financing dan Dana Rp3 Miliar

Ads

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
Logo
Hangat, Mendidik, Mengungkap Fakta
© Kaldera.id. Developed by irzasolusi.com
Bupati Deli Serdang Bangun UMKM Central, Targetkan Pelaku Usaha Naik Kelas
Pertemuan Bobby–Prananda, Sinyal Konsolidasi Politik Nasional
Momentum May Day, DPRD Medan Desak Perusahaan Penuhi Hak Buruh
Home Trending Cari Bagikan Lainnya