Kaldera.id
  • BERANDA
  • BERITA TERKINI
  • Bisnis
  • BERITA VIRAL
  • SPORT
  • EDUKASI
  • JALAN-JALAN
  • OPINI
  • KABAR DAERAH
  • Advertorial
Minggu, 08 Feb 2026
Wagub Sumut Pimpin Aksi Bersih Massal di Parapat, Gerakan Indonesia ASRI Dimulai
HUT ke-18 Gerindra, Bobby Nasution Turun Bersihkan Sungai Deli dan Temui Warga Aur
Hadiri Milad HMI Sumut ke-79, Gubernur Bobby Imbau Kader untuk Ambil Peran Lebih Besar
Gubernur Bobby Apresiasi Kejurda Funakoshi Piala Danlanud Soewondo
Cegah Kebocoran PAD, Pemko Binjai Siapkan Satgas Parkir
Bobby Nasution Bongkar Masalah Tata Kota di Sumut, Pariwisata Terancam Jika Tak Dibenahi
Jelang Ramadan, Bobby Nasution Ingatkan Daerah: Jangan Sampai Stok Pangan Bocor
INACRAFT 2026 Dibuka, Kahiyang Ayu Angkat Wastra Sumut ke Panggung Nasional
Isu Mundurnya Pimpinan RSUD Pirngadi, Pemko Medan Diminta Bergerak Cepat
Plt Dirut Baru RSUD Pirngadi Bergerak Cepat, Targetkan Layanan Lebih Cepat dan Ramah
Wagub Sumut Pimpin Aksi Bersih Massal di Parapat, Gerakan Indonesia ASRI Dimulai
HUT ke-18 Gerindra, Bobby Nasution Turun Bersihkan Sungai Deli dan Temui Warga Aur
Hadiri Milad HMI Sumut ke-79, Gubernur Bobby Imbau Kader untuk Ambil Peran Lebih Besar
Gubernur Bobby Apresiasi Kejurda Funakoshi Piala Danlanud Soewondo
Cegah Kebocoran PAD, Pemko Binjai Siapkan Satgas Parkir
Bobby Nasution Bongkar Masalah Tata Kota di Sumut, Pariwisata Terancam Jika Tak Dibenahi
Jelang Ramadan, Bobby Nasution Ingatkan Daerah: Jangan Sampai Stok Pangan Bocor
INACRAFT 2026 Dibuka, Kahiyang Ayu Angkat Wastra Sumut ke Panggung Nasional
Isu Mundurnya Pimpinan RSUD Pirngadi, Pemko Medan Diminta Bergerak Cepat
Plt Dirut Baru RSUD Pirngadi Bergerak Cepat, Targetkan Layanan Lebih Cepat dan Ramah
Ads_Tapsel
Beranda / Medan

Lebih Dalam Melihat Fenomena Inflasi

redaksi
4 Sep 2023 08:54
Medan Opini 0 520
4 menit membaca
Armin NasutionArmin Nasution

 

Oleh Armin Nasution

Bupati Tapsel, Gus Irawan Pasaribu
Baca Juga
Pemkab Tapsel Dorong Transformasi Digital Lewat Implementasi Aplikasi Srikandi
07 Jul 2025

TULISAN ini masih merupakan lanjutan topik lalu namun belum akan menyinggung islamic social finance sebagai solusi inflasi. Bahwa benar, dalam ekonomi konvensional ternyata pertumbuhan tinggi akan digerogoti inflasi.

Ekonomi kita terus tumbuh tapi di sisi lain harga barang kebutuhan juga bergerak naik.

​Uang yang kita dapatkan betapa pun banyaknya ternyata tak mampu mengimbangi kenaikan harga. Itu pula yang menunjukkan daya beli uang yang kita miliki semakin lama kian lemah.

Wakil Gubernur Sumut, Surya
Baca Juga
Pemprov Sumut Perkuat Komitmen Lindungi Ekosistem Batangtoru, Bentuk Pokja Terpadu
25 Jun 2025

Dulu, tahun 1970-an uang Rp100 ribu itu sudah bisa beli banyak kebutuhan. Sekarang Rp1 juta pun daya belinya masih sangat minim.

​Itu sebabnya inflasi adalah bahaya laten dalam pertumbuhan ekonomi. Tapi bukan berarti inflasi tidak diperlukan. Dalam berbagai kajian ekonomi, inflasi yang terkendali juga penting.

Artinya inflasi merupakan cerminan kenaikan daya beli. Yang jadi problem, jika inflasi tak bisa dikendalikan.

​Bagaimana kita melihat potret inflasi ini lebih detil di Sumut, misalnya?Menurut data Bank Indonesia hingga Juli 2023 tingkat inflasi mencapai 0,3 persen, sedangkan angka year on year ada diangka 2,54 persen dan jika dilihat dari bulan Januari-Juli inflasi ada diangka 0,98 persen.

​Sejauh ini angka itu masih terkendali. Kenapa? Karena secara nasional pun target inflasi adalah 3 persen plus minus 1 persen. Artinya angka inflasi harus ada diangka 2-4 persen.

Dengan target inflasi sebesar itu masih make sense jika pertumbuhan ekonomi di atasnya.

Angka inflasi harus berada dibawah angka pertumbuhan ekonomi karena tidak ada artinya jika pertumbuhan ekonomi tinggi lalu inflasi melebihi pertumbuhan itu sendiri.

Tahun ini Bank Indonesia optimis inflasi akan berada diangka 2 persen. Di Sumut, kita masih menghitung inflasi dengan mengukur di lima kota indeks harga konsumen.

Yaitu Medan, Pematang Siantar, Sibolga, Padangsidimpuan dan Gunungsitoli. Sedangkan kabupaten lain menjadi Indeks Pemantau Harga (IPH).

Sumber utama inflasi di Sumut ternyata dipengaruhi oleh komoditas. Kenaikan harga beras sedikit saja itu akan mendorong inflasi tinggi.

Sedangkan komoditas lain yang sangat berpengaruh adalah bawang. Ini merupakan salah satu pendorong inflasi yang sangat volatile.

Lalu hal lain yang sering menyebabkan inflasi tinggi adalah jalur distribusi yang sangat panjang.

Karena seringkali pasok kebutuhan yang harusnya sampai di pasar dengan harga normal tak pernah tercapai.Inipun salah satu problem utama.

Bahkan petani sebagai sumber utama penghasil pangan tak menikmati hasilnya saat harga di pasar tinggi.

Misal, cabai di pasar sudah mencapai Rp100 ribu, tapi karena panjangnya jalur distribusi ternyata di tingkat petani harga cabai bisa ditebus Rp30 ribu sampai Rp45 ribu.

Intinya penyumbang utama inflasi termasuk Sumut dan Indonesia datang dari komoditas pangan. Setiap kali terjadi inflasi tinggi jika ditelusuri lebih jauh akan mengarah kepada kebutuhan pangan.

Selain itu yang harus diwaspadai adalah import inflation. Atau mengimpor inflasi dari luar.

Kita ini masih punya ketergantungan bahan pokok dengan negara lain. Jadi ketika di sana terjadi kenaikan harga otomatis akan langsung berpengaruh ke negara pengimpor.

Hingga tahun ini berbagai lembaga keuangan dunia masih khawatir dengan ancaman inflasi terutama efek dari perang Rusia-Ukraina yang berkepanjangan dan belum tahu kapan selesai.

Jika kemudian negara-negara terkait melakukan pengetatan kebijakan pangan, kemudian stok di pasar berkurang, otomatis negara-negara yang masih ketergantungan dengan impor pangan akan menghadapi kenaikan harga. Imported inflation tetap jadi ancaman.

Upaya untuk mengendalikan inflasi sudah dilakukan dengan berbagai cara. Strategi paling utama saat ini adalah dorongan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah agar melek inflasi.

Dulu gejala inflasi tinggi hanya dikhawatirkan oleh pemerintah pusat dan otoritas moneter. Sekarang berbeda. Semua kepala daerah harus faham inflasi.

Pemerintah mengefektifkan secara maksimal tim pengendalian harga di daerah untuk memantau inflasi yang terjadi.

Itu kemudian yang disebut dengan geranakan nasional pengendalian inflasi pangan. Selain dengan mendorong kerjasama antar daerah untuk memintas jalur distribusi.

Inflasi ini layaknya tekanan darah, jika terlalu tinggi berbahaya dan jika terlalu rendah juga berbahaya.

Sehingga harus benar-benar dijaga agar harga tidak memberatkan konsumen dan masih memberikan keuntungan ke produsen.

Sering pihak yang paling diuntungkan dari inflasi yang bagian tengah (distributor/price maker) bukan petani karena panjangnya jalur distribusi.

Armin nasutionekonomi konvensionalInflasiislamic social finance
Pos Terkait
Usmadi Bondan Pimpin AMPI Percut Sei Tuan
Pertama di Dunia! Seniman Luncurkan NFT Bobby Nasution
Teridentifikasi, Ini Nama 7 Korban Jiwa Kapal Jag Leela
Arung Jeram Sumut Raih Emas di Down River Race R6 Putri
Pemko Medan Raih Zona Hijau Kategori Kualitas Tinggi dari Ombudsman, Bobby Ucapkan Alhamdullillah
Gus Irawan Minta Industri Padat Karya Manfaatkan Program Pemerintah

Pos Terkait

Walikota Medan, Bobby Afif Nasution masuk ke dalam saluran parit Medan Urban Development Project (MUDP) di Jalan Menteng Raya, Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai, Minggu (13/3/2022).
3 tahun  lalu
Sedimentasi Penuhi 80% Parit MUDP di Kelurahan Binjai
Banyak Keluhan, Angkringan Kesawan Segera Ditertibkan
5 tahun  lalu
Banyak Keluhan, Angkringan Kesawan Segera Ditertibkan
Adanya dugaan keterlibatan oknum anggota DPRD Medan dalam melindungi bangunan liar atau menyalahi izin mulai terkuak.
4 tahun  lalu
Pejabat Pemko Akui Ada Oknum Anggota DPRD Medan Diduga Bekingi Bangunan Liar
Tia Ayu Anggraini
4 bulan  lalu
Gerindra Tekankan P-APBD Medan 2025 Harus Pro Rakyat
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi mengatakan bahwa Kota Medan akan mulai menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat. 
4 tahun  lalu
Gubsu: Medan Berlakukan PPKM Darurat
Anggota Komisi XI DPR RI Gus Irawan Pasaribu
2 tahun  lalu
Gus Irawan Desak Semua Pemda Bangun Sistem Akuntabilitas Publik

Trending

01.
4 hari  lalu
Sekretaris Smeck Kritik Walikota Medan, Nilai Rico Waas Tak Peduli PSMS
02.
4 hari  lalu
Bobby Nasution Instruksikan Dirut Baru Bikin Bank Sumut Lebih Progresif
03.
6 hari  lalu
Aklamasi, Andar Amin Pimpin Golkar Sumut 5 Tahun ke Depan
04.
3 hari  lalu
Pasca Kebakaran, 700 Pekerja Pabrik Swallow Medan Terancam PHK
05.
6 hari  lalu
Optimisme Properti Bangkit 2026, Samera Group Tegaskan Komitmen Hunian Bebas Banjir

Ads

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
Logo
Hangat, Mendidik, Mengungkap Fakta
© Kaldera.id. Developed by irzasolusi.com
Hadiri Milad HMI Sumut ke-79, Gubernur Bobby Imbau Kader untuk Ambil Peran Lebih Besar
HUT ke-18 Gerindra, Bobby Nasution Turun Bersihkan Sungai Deli dan Temui Warga Aur
Wagub Sumut Pimpin Aksi Bersih Massal di Parapat, Gerakan Indonesia ASRI Dimulai
Home Trending Cari Bagikan Lainnya