Kaldera.id
  • BERANDA
  • BERITA TERKINI
  • Bisnis
  • BERITA VIRAL
  • SPORT
  • EDUKASI
  • JALAN-JALAN
  • OPINI
  • KABAR DAERAH
  • Advertorial
Jumat, 24 Apr 2026
Pemko Medan–Bank Sumut Sepakat Genjot PAD, Pajak Hotel dan Restoran Jadi Target Utama
Kirim 1.050 Ton Cabai ke Palangkaraya, Bobby Klaim Harga Petani Karo Naik
Bobby Soroti Pengungsi di Sumut, Minta Regulasi Dipertegas Cegah Dampak Sosial
Wagub Sumut Terima Kunker Komisi VIII DPR RI, Tekankan Penguatan Layanan Sosial hingga Mitigasi Bencana
353 Jemaah Haji Langkat Berangkat, Bobby Tekankan Kekompakan di Tanah Suci
Genjot PAD, Pemprov Sumut Andalkan Pajak Digital dan Optimalisasi Aset
Musrenbang 2027, Bobby Prioritaskan Nias dan Dorong Enam Fokus Pembangunan
2.000 Korban Banjir Tuntut JADUP, Bupati Langkat Siap Bawa Aspirasi ke Pusat
DPRD Langkat Sahkan Rekomendasi LKPJ 2025, Soroti Layanan Publik dan Infrastruktur
Korban Banjir Protes Bantuan Tak Merata, Bupati Langkat Janji Data Ulang
Pemko Medan–Bank Sumut Sepakat Genjot PAD, Pajak Hotel dan Restoran Jadi Target Utama
Kirim 1.050 Ton Cabai ke Palangkaraya, Bobby Klaim Harga Petani Karo Naik
Bobby Soroti Pengungsi di Sumut, Minta Regulasi Dipertegas Cegah Dampak Sosial
Wagub Sumut Terima Kunker Komisi VIII DPR RI, Tekankan Penguatan Layanan Sosial hingga Mitigasi Bencana
353 Jemaah Haji Langkat Berangkat, Bobby Tekankan Kekompakan di Tanah Suci
Genjot PAD, Pemprov Sumut Andalkan Pajak Digital dan Optimalisasi Aset
Musrenbang 2027, Bobby Prioritaskan Nias dan Dorong Enam Fokus Pembangunan
2.000 Korban Banjir Tuntut JADUP, Bupati Langkat Siap Bawa Aspirasi ke Pusat
DPRD Langkat Sahkan Rekomendasi LKPJ 2025, Soroti Layanan Publik dan Infrastruktur
Korban Banjir Protes Bantuan Tak Merata, Bupati Langkat Janji Data Ulang
Ads_Tapsel
Beranda / Medan

Lebih Dalam Melihat Fenomena Inflasi

redaksi
4 Sep 2023 08:54
Medan Opini 0 666
4 menit membaca
Armin NasutionArmin Nasution

 

Oleh Armin Nasution

Cabang olahraga arung jeram dinilai punya potensi meraup medali emas di PON 2024.
Baca Juga
Arung Jeram Sumut Berjaya di Kejurnas, KONI Sebut FAJI Siap Hadapi PON 2024
23 Des 2021

TULISAN ini masih merupakan lanjutan topik lalu namun belum akan menyinggung islamic social finance sebagai solusi inflasi. Bahwa benar, dalam ekonomi konvensional ternyata pertumbuhan tinggi akan digerogoti inflasi.

Ekonomi kita terus tumbuh tapi di sisi lain harga barang kebutuhan juga bergerak naik.

​Uang yang kita dapatkan betapa pun banyaknya ternyata tak mampu mengimbangi kenaikan harga. Itu pula yang menunjukkan daya beli uang yang kita miliki semakin lama kian lemah.

Anggota Komisi IV DPRD Medan, Paul Mei Anton Simanjuntak
Baca Juga
Komisi 4 DPRD Medan Fokuskan Kerja Soal Banjir
29 Nov 2024

Dulu, tahun 1970-an uang Rp100 ribu itu sudah bisa beli banyak kebutuhan. Sekarang Rp1 juta pun daya belinya masih sangat minim.

​Itu sebabnya inflasi adalah bahaya laten dalam pertumbuhan ekonomi. Tapi bukan berarti inflasi tidak diperlukan. Dalam berbagai kajian ekonomi, inflasi yang terkendali juga penting.

Artinya inflasi merupakan cerminan kenaikan daya beli. Yang jadi problem, jika inflasi tak bisa dikendalikan.

​Bagaimana kita melihat potret inflasi ini lebih detil di Sumut, misalnya?Menurut data Bank Indonesia hingga Juli 2023 tingkat inflasi mencapai 0,3 persen, sedangkan angka year on year ada diangka 2,54 persen dan jika dilihat dari bulan Januari-Juli inflasi ada diangka 0,98 persen.

​Sejauh ini angka itu masih terkendali. Kenapa? Karena secara nasional pun target inflasi adalah 3 persen plus minus 1 persen. Artinya angka inflasi harus ada diangka 2-4 persen.

Dengan target inflasi sebesar itu masih make sense jika pertumbuhan ekonomi di atasnya.

Angka inflasi harus berada dibawah angka pertumbuhan ekonomi karena tidak ada artinya jika pertumbuhan ekonomi tinggi lalu inflasi melebihi pertumbuhan itu sendiri.

Tahun ini Bank Indonesia optimis inflasi akan berada diangka 2 persen. Di Sumut, kita masih menghitung inflasi dengan mengukur di lima kota indeks harga konsumen.

Yaitu Medan, Pematang Siantar, Sibolga, Padangsidimpuan dan Gunungsitoli. Sedangkan kabupaten lain menjadi Indeks Pemantau Harga (IPH).

Sumber utama inflasi di Sumut ternyata dipengaruhi oleh komoditas. Kenaikan harga beras sedikit saja itu akan mendorong inflasi tinggi.

Sedangkan komoditas lain yang sangat berpengaruh adalah bawang. Ini merupakan salah satu pendorong inflasi yang sangat volatile.

Lalu hal lain yang sering menyebabkan inflasi tinggi adalah jalur distribusi yang sangat panjang.

Karena seringkali pasok kebutuhan yang harusnya sampai di pasar dengan harga normal tak pernah tercapai.Inipun salah satu problem utama.

Bahkan petani sebagai sumber utama penghasil pangan tak menikmati hasilnya saat harga di pasar tinggi.

Misal, cabai di pasar sudah mencapai Rp100 ribu, tapi karena panjangnya jalur distribusi ternyata di tingkat petani harga cabai bisa ditebus Rp30 ribu sampai Rp45 ribu.

Intinya penyumbang utama inflasi termasuk Sumut dan Indonesia datang dari komoditas pangan. Setiap kali terjadi inflasi tinggi jika ditelusuri lebih jauh akan mengarah kepada kebutuhan pangan.

Selain itu yang harus diwaspadai adalah import inflation. Atau mengimpor inflasi dari luar.

Kita ini masih punya ketergantungan bahan pokok dengan negara lain. Jadi ketika di sana terjadi kenaikan harga otomatis akan langsung berpengaruh ke negara pengimpor.

Hingga tahun ini berbagai lembaga keuangan dunia masih khawatir dengan ancaman inflasi terutama efek dari perang Rusia-Ukraina yang berkepanjangan dan belum tahu kapan selesai.

Jika kemudian negara-negara terkait melakukan pengetatan kebijakan pangan, kemudian stok di pasar berkurang, otomatis negara-negara yang masih ketergantungan dengan impor pangan akan menghadapi kenaikan harga. Imported inflation tetap jadi ancaman.

Upaya untuk mengendalikan inflasi sudah dilakukan dengan berbagai cara. Strategi paling utama saat ini adalah dorongan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah agar melek inflasi.

Dulu gejala inflasi tinggi hanya dikhawatirkan oleh pemerintah pusat dan otoritas moneter. Sekarang berbeda. Semua kepala daerah harus faham inflasi.

Pemerintah mengefektifkan secara maksimal tim pengendalian harga di daerah untuk memantau inflasi yang terjadi.

Itu kemudian yang disebut dengan geranakan nasional pengendalian inflasi pangan. Selain dengan mendorong kerjasama antar daerah untuk memintas jalur distribusi.

Inflasi ini layaknya tekanan darah, jika terlalu tinggi berbahaya dan jika terlalu rendah juga berbahaya.

Sehingga harus benar-benar dijaga agar harga tidak memberatkan konsumen dan masih memberikan keuntungan ke produsen.

Sering pihak yang paling diuntungkan dari inflasi yang bagian tengah (distributor/price maker) bukan petani karena panjangnya jalur distribusi.

Armin nasutionekonomi konvensionalInflasiislamic social finance
Pos Terkait
Penyaluran Bantuan Sosial Dioptimalkan Melalui Pengaduan Layanan Bantuan Sosial
Konten Prank Pocong Di Riau, Lima Pria Ditangkap Polisi
Gara-gara Kasus Pria Jepang, Banyak yang Ragukan Alat Deteksi Virus Corona RI
APPSI dan SOKSI Kolaborasi Menangkan Bobby
Warga Desa Tandem Hulu 1 Ucapkan Terimakasih KKN Mahasiswa UINSU
Antisipasi Penyebaran Corona, Sementara Masjid Al Jihad Tanpa Ambal

Pos Terkait

Plt Walikota Medan, Akhyar Nasution
5 tahun  lalu
Akhyar Orang Pertama Divaksin di Medan, Gubsu Edy Mau juga Tapi…
Plt Walikota Medan, Akhyar Nasution
5 tahun  lalu
Akhyar: Kreatifitas Bisa Atasi Keterpurukan Ekonomi
Anggota Komisi X DPR RI dari fraksi PDI-P, dr Sofyan Tan, mengungkapkan kalau dirinya selalu mengingat kebaikan Almarhumah Hj Ani Idrus.
4 bulan  lalu
Sofyan Tan: Saya Anak Kesayangan Hj Ani Idrus, Saatnya Balas Kebaikan Beliau
Pengurus Provinsi Perkumpulan Sambo Indonesia (Persambi) Sumatera Utara optimistis memenuhi target meraih prestasi maksimal merebut 9 medali emas sekaligus menjadi juara umum cabang olahraga sambo pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut tahun 2024.
2 tahun  lalu
Persambi Sumut Optimis Raih 9 Medali Emas
Salah satu peserta Medan Rafting Champions Series II
3 tahun  lalu
Medan Rafting, Lomba Sambil Wujudkan Program Prioritas Walikota
Kegiatan Panen Raya di Kecamatan Rawang Panca Arga, Senin (16/3/2020).
6 tahun  lalu
Peningkatan Produksi Padi di Asahan Capai 5,69% pertahun

Trending

01.
5 hari  lalu
PSMS Medan Wajib Menang Lawan Sriwijaya FC
02.
5 hari  lalu
Dirut Bank Sumut: Tapsel Jadi Pilot Project Pembiayaan UMKM, Setelahnya Semua Pemda Di Sumut
03.
2 hari  lalu
HUT PSMS ks -76, Bobby Nasution: Musim Depan Harus Liga 1
04.
5 hari  lalu
Wali Kota Medan Minta Sertifikasi Halal UMKM Dipermudah
05.
4 hari  lalu
HUT ke-193 Simalungun: Kinerja Bank Sumut Melonjak, Dividen Rp22,8 Miliar ke Daerah

Ads

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
Logo
Hangat, Mendidik, Mengungkap Fakta
© Kaldera.id. Developed by irzasolusi.com
353 Jemaah Haji Langkat Berangkat, Bobby Tekankan Kekompakan di Tanah Suci
Wagub Sumut Terima Kunker Komisi VIII DPR RI, Tekankan Penguatan Layanan Sosial hingga Mitigasi Bencana
Bobby Soroti Pengungsi di Sumut, Minta Regulasi Dipertegas Cegah Dampak Sosial
Kirim 1.050 Ton Cabai ke Palangkaraya, Bobby Klaim Harga Petani Karo Naik
Pemko Medan–Bank Sumut Sepakat Genjot PAD, Pajak Hotel dan Restoran Jadi Target Utama
Home Trending Cari Bagikan Lainnya