Kaldera.id
  • BERANDA
  • BERITA TERKINI
  • Bisnis
  • BERITA VIRAL
  • SPORT
  • EDUKASI
  • JALAN-JALAN
  • OPINI
  • KABAR DAERAH
  • Advertorial
Senin, 13 Apr 2026
Ketua Komisi 1 DPRD Medan Kritik Keras Kinerja Wali Kota Rico Waas
Pemprov Sumut Tambah Cabor dan Hadiah Lebih Besar di PORWASU 2027
MSJC Juara PORWASU 2026 Piala Gubsu, Tekuk Newsroom Lewat Drama Penalti
Porwasu 2026 Ditutup, Pemprov Sumut Tetapkan Agenda Tahunan HPN
Rico Waas Buka MTQ ke-59 Medan, Tekankan Syiar dan Nilai Al-Qur’an
Hamdani Nasution Juara Catur Porwasu 2026, Menang Tipis di Klasemen Akhir
Bobby Nasution Tonton Sprint Rally Sumut 2026, Dorong Regenerasi Pembalap
PSMS Medan Tumbang 0-1 di Pakansari
Cabor Catur Porwasu 2026, 4 Babak Tuntas Hari Pertama, Besok Tiga Babak
Bobby Nasution Guyur Bonus Atlet SEA Games, Tegaskan Target Indonesia Emas 2045
Ketua Komisi 1 DPRD Medan Kritik Keras Kinerja Wali Kota Rico Waas
Pemprov Sumut Tambah Cabor dan Hadiah Lebih Besar di PORWASU 2027
MSJC Juara PORWASU 2026 Piala Gubsu, Tekuk Newsroom Lewat Drama Penalti
Porwasu 2026 Ditutup, Pemprov Sumut Tetapkan Agenda Tahunan HPN
Rico Waas Buka MTQ ke-59 Medan, Tekankan Syiar dan Nilai Al-Qur’an
Hamdani Nasution Juara Catur Porwasu 2026, Menang Tipis di Klasemen Akhir
Bobby Nasution Tonton Sprint Rally Sumut 2026, Dorong Regenerasi Pembalap
PSMS Medan Tumbang 0-1 di Pakansari
Cabor Catur Porwasu 2026, 4 Babak Tuntas Hari Pertama, Besok Tiga Babak
Bobby Nasution Guyur Bonus Atlet SEA Games, Tegaskan Target Indonesia Emas 2045
Ads_Tapsel
Beranda / Medan

Lebih Dalam Melihat Fenomena Inflasi

redaksi
4 Sep 2023 08:54
Medan Opini 0 644
4 menit membaca
Armin NasutionArmin Nasution

 

Oleh Armin Nasution

Real Madrid menghancurkan mimpi Alaves meraih poin didepan publiknya dalam laga pembuka La Liga 2021-2022.
Baca Juga
Dua Gol Benzema, Mantapkan Madrid di Puncak Klasemen
15 Agu 2021

TULISAN ini masih merupakan lanjutan topik lalu namun belum akan menyinggung islamic social finance sebagai solusi inflasi. Bahwa benar, dalam ekonomi konvensional ternyata pertumbuhan tinggi akan digerogoti inflasi.

Ekonomi kita terus tumbuh tapi di sisi lain harga barang kebutuhan juga bergerak naik.

​Uang yang kita dapatkan betapa pun banyaknya ternyata tak mampu mengimbangi kenaikan harga. Itu pula yang menunjukkan daya beli uang yang kita miliki semakin lama kian lemah.

Penyerang Milan, R Leao diharapkan mengerahkan semua kemampuannya saat berhadapan dengan Inter Milan di San Siro, Senin (6/1/2023). Foto:google
Baca Juga
Derby Milan, Inter Waspadai Kebangkitan Giroud cs
05 Feb 2023

Dulu, tahun 1970-an uang Rp100 ribu itu sudah bisa beli banyak kebutuhan. Sekarang Rp1 juta pun daya belinya masih sangat minim.

​Itu sebabnya inflasi adalah bahaya laten dalam pertumbuhan ekonomi. Tapi bukan berarti inflasi tidak diperlukan. Dalam berbagai kajian ekonomi, inflasi yang terkendali juga penting.

Artinya inflasi merupakan cerminan kenaikan daya beli. Yang jadi problem, jika inflasi tak bisa dikendalikan.

​Bagaimana kita melihat potret inflasi ini lebih detil di Sumut, misalnya?Menurut data Bank Indonesia hingga Juli 2023 tingkat inflasi mencapai 0,3 persen, sedangkan angka year on year ada diangka 2,54 persen dan jika dilihat dari bulan Januari-Juli inflasi ada diangka 0,98 persen.

​Sejauh ini angka itu masih terkendali. Kenapa? Karena secara nasional pun target inflasi adalah 3 persen plus minus 1 persen. Artinya angka inflasi harus ada diangka 2-4 persen.

Dengan target inflasi sebesar itu masih make sense jika pertumbuhan ekonomi di atasnya.

Angka inflasi harus berada dibawah angka pertumbuhan ekonomi karena tidak ada artinya jika pertumbuhan ekonomi tinggi lalu inflasi melebihi pertumbuhan itu sendiri.

Tahun ini Bank Indonesia optimis inflasi akan berada diangka 2 persen. Di Sumut, kita masih menghitung inflasi dengan mengukur di lima kota indeks harga konsumen.

Yaitu Medan, Pematang Siantar, Sibolga, Padangsidimpuan dan Gunungsitoli. Sedangkan kabupaten lain menjadi Indeks Pemantau Harga (IPH).

Sumber utama inflasi di Sumut ternyata dipengaruhi oleh komoditas. Kenaikan harga beras sedikit saja itu akan mendorong inflasi tinggi.

Sedangkan komoditas lain yang sangat berpengaruh adalah bawang. Ini merupakan salah satu pendorong inflasi yang sangat volatile.

Lalu hal lain yang sering menyebabkan inflasi tinggi adalah jalur distribusi yang sangat panjang.

Karena seringkali pasok kebutuhan yang harusnya sampai di pasar dengan harga normal tak pernah tercapai.Inipun salah satu problem utama.

Bahkan petani sebagai sumber utama penghasil pangan tak menikmati hasilnya saat harga di pasar tinggi.

Misal, cabai di pasar sudah mencapai Rp100 ribu, tapi karena panjangnya jalur distribusi ternyata di tingkat petani harga cabai bisa ditebus Rp30 ribu sampai Rp45 ribu.

Intinya penyumbang utama inflasi termasuk Sumut dan Indonesia datang dari komoditas pangan. Setiap kali terjadi inflasi tinggi jika ditelusuri lebih jauh akan mengarah kepada kebutuhan pangan.

Selain itu yang harus diwaspadai adalah import inflation. Atau mengimpor inflasi dari luar.

Kita ini masih punya ketergantungan bahan pokok dengan negara lain. Jadi ketika di sana terjadi kenaikan harga otomatis akan langsung berpengaruh ke negara pengimpor.

Hingga tahun ini berbagai lembaga keuangan dunia masih khawatir dengan ancaman inflasi terutama efek dari perang Rusia-Ukraina yang berkepanjangan dan belum tahu kapan selesai.

Jika kemudian negara-negara terkait melakukan pengetatan kebijakan pangan, kemudian stok di pasar berkurang, otomatis negara-negara yang masih ketergantungan dengan impor pangan akan menghadapi kenaikan harga. Imported inflation tetap jadi ancaman.

Upaya untuk mengendalikan inflasi sudah dilakukan dengan berbagai cara. Strategi paling utama saat ini adalah dorongan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah agar melek inflasi.

Dulu gejala inflasi tinggi hanya dikhawatirkan oleh pemerintah pusat dan otoritas moneter. Sekarang berbeda. Semua kepala daerah harus faham inflasi.

Pemerintah mengefektifkan secara maksimal tim pengendalian harga di daerah untuk memantau inflasi yang terjadi.

Itu kemudian yang disebut dengan geranakan nasional pengendalian inflasi pangan. Selain dengan mendorong kerjasama antar daerah untuk memintas jalur distribusi.

Inflasi ini layaknya tekanan darah, jika terlalu tinggi berbahaya dan jika terlalu rendah juga berbahaya.

Sehingga harus benar-benar dijaga agar harga tidak memberatkan konsumen dan masih memberikan keuntungan ke produsen.

Sering pihak yang paling diuntungkan dari inflasi yang bagian tengah (distributor/price maker) bukan petani karena panjangnya jalur distribusi.

Armin nasutionekonomi konvensionalInflasiislamic social finance
Pos Terkait
KPK Sita Sejumlah Dokumen Dari Kediaman Pemborong di Kisaran
MoU dengan BP2M, Bukti Pemkab Langkat Serius Lindungi Pekerja Migran
Dibantu KNPI, Penderita Kelenjar Getah Bening Dirawat di RS Pirngadi
Transisi Energi, Ekoteologi dan Peluang PSEL Medan Raya
Anggota DPRD Medan Apresiasi Hapus Sistem Zonasi Penerimaan Siswa Baru
Sepak Takraw Sumut Punya Target Tiga Medali Emas

Pos Terkait

Ketua PD Al Washliyah Kota Medan menyaksikan pemotongan hewan qurban di mushalah Al Huda Jl. Cendrawsih Medan (10/7).
3 tahun  lalu
Ketua PD Al Washliyah Medan: Teladani Nabi dan Peristiwa Berqurban
Pemko Medan bersama Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan bahas pembangunan jalur layang kereta api menghubungkan Medan-Binjai di Ruang Rapat I Kantor Walikota Medan, Rabu (1/9/2021).
4 tahun  lalu
Pembangunan Jalur Layang Kereta Api Medan – Binjai Mulai Dibahas
Plt. Bupati Langkat, Syah Afandin
2 tahun  lalu
Ribuan Jamaah Hadiri Peringatan Haul 1 Abad Tuan Guru Babussalam
foto dengan tulisan di dada menyatakan orang miskin penerima beras bantuan Pemko Medan.
6 tahun  lalu
Gara – Gara Foto, Camat Belawan Kena Sanksi Teguran
Wagubsu Musa Rajeckshah dan Bupati Langkat, Terbit Rencana PA
4 tahun  lalu
Pemprovsu dan Pemkab Langkat Sinergi Bangun Wisata Tangkahan & Bahorok
Hari ini, Senin, 14 Februrari 2022 pendaftaran Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) resmi dibuka.
4 tahun  lalu
Pendaftaran SNMPTN 2022 Resmi Dibuka

Trending

01.
5 hari  lalu
Terkait BLT, Komisi 1 Minta Kepling 1 Kelurahan Harjosari II Dipecat
02.
6 hari  lalu
Pemkab Langkat – TNI Bersinergi, Jembatan Gantung Kuala Dibangun
03.
6 hari  lalu
Bupati Langkat Buka Dialog MUI, Tekankan Persatuan
04.
6 hari  lalu
Pemprov Sumut Genjot Sertifikasi dan Tertibkan Aset
05.
5 hari  lalu
Medan Targetkan 25 Ruas Jalan Bebas Kabel Semrawut Tahun Ini

Ads

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
Logo
Hangat, Mendidik, Mengungkap Fakta
© Kaldera.id. Developed by irzasolusi.com
Hamdani Nasution Juara Catur Porwasu 2026, Menang Tipis di Klasemen Akhir
Porwasu 2026 Ditutup, Pemprov Sumut Tetapkan Agenda Tahunan HPN
Rico Waas Buka MTQ ke-59 Medan, Tekankan Syiar dan Nilai Al-Qur’an
MSJC Juara PORWASU 2026 Piala Gubsu, Tekuk Newsroom Lewat Drama Penalti
Pemprov Sumut Tambah Cabor dan Hadiah Lebih Besar di PORWASU 2027
Home Trending Cari Bagikan Lainnya