Kaldera.id
  • BERANDA
  • BERITA TERKINI
  • Bisnis
  • BERITA VIRAL
  • SPORT
  • EDUKASI
  • JALAN-JALAN
  • OPINI
  • KABAR DAERAH
  • Advertorial
Senin, 30 Mar 2026
Bayi 7 Bulan Dibuang di Jalan, Polisi Tangkap Sepasang Kekasih di Asahan
PSMS Ditahan Imbang PSPS 1-1 di Stadion Utama Sumut
UMKM Medan Tumbang di Tengah Jalan, Rico Waas Soroti Lemahnya Strategi dan Dorong Digitalisasi
Genjot PAD, Bank Sumut Dorong Transaksi Non-Tunai dan Digitalisasi Pemda
DPRD Ingatkan Rico Waas: Jangan Salah Pilih Sekda, Transparansi Jadi Kunci
Wagub Sumut Tinjau Huntap Tapsel Bersama Mendagri, 227 Unit Dikebut Rampung
Ketua Komisi 2 DPRD Medan Tegas: Program Dispora Harus Berdampak ke Masyarakat
Komisi 4 DPRD Medan Minta Bangunan Tanpa PBG Disegel, Urusan Dipermudah
PSMS Medan Krisis Bek Jelang Lawan PSPS, Eko Purdjianto Tetap Bidik Tiga Poin
Sumut Percepat Pemulihan Pascabencana, 5 Sektor Ini Jadi Prioritas
Bayi 7 Bulan Dibuang di Jalan, Polisi Tangkap Sepasang Kekasih di Asahan
PSMS Ditahan Imbang PSPS 1-1 di Stadion Utama Sumut
UMKM Medan Tumbang di Tengah Jalan, Rico Waas Soroti Lemahnya Strategi dan Dorong Digitalisasi
Genjot PAD, Bank Sumut Dorong Transaksi Non-Tunai dan Digitalisasi Pemda
DPRD Ingatkan Rico Waas: Jangan Salah Pilih Sekda, Transparansi Jadi Kunci
Wagub Sumut Tinjau Huntap Tapsel Bersama Mendagri, 227 Unit Dikebut Rampung
Ketua Komisi 2 DPRD Medan Tegas: Program Dispora Harus Berdampak ke Masyarakat
Komisi 4 DPRD Medan Minta Bangunan Tanpa PBG Disegel, Urusan Dipermudah
PSMS Medan Krisis Bek Jelang Lawan PSPS, Eko Purdjianto Tetap Bidik Tiga Poin
Sumut Percepat Pemulihan Pascabencana, 5 Sektor Ini Jadi Prioritas
Ads_Tapsel
Beranda / Medan

Lebih Dalam Melihat Fenomena Inflasi

redaksi
4 Sep 2023 08:54
Medan Opini 0 618
4 menit membaca
Armin NasutionArmin Nasution

 

Oleh Armin Nasution

Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution
Baca Juga
Bobby Nasution Wajibkan OPD Gelar Jumpa Pers Harian, Diapresiasi Tokoh Pers
17 Sep 2025

TULISAN ini masih merupakan lanjutan topik lalu namun belum akan menyinggung islamic social finance sebagai solusi inflasi. Bahwa benar, dalam ekonomi konvensional ternyata pertumbuhan tinggi akan digerogoti inflasi.

Ekonomi kita terus tumbuh tapi di sisi lain harga barang kebutuhan juga bergerak naik.

​Uang yang kita dapatkan betapa pun banyaknya ternyata tak mampu mengimbangi kenaikan harga. Itu pula yang menunjukkan daya beli uang yang kita miliki semakin lama kian lemah.

Pasca empat bulan menjabat Wali Kota Medan Bobby Nasution telah dua kali dipanggil Ombudsman RI Perwakilan Sumatera Utara (Sumut) perihal pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pirngadi. 
Baca Juga
Bobby Sudah Dua Kali Dipanggil Akibat Pelayanan RSUD Pirngadi
11 Jun 2021

Dulu, tahun 1970-an uang Rp100 ribu itu sudah bisa beli banyak kebutuhan. Sekarang Rp1 juta pun daya belinya masih sangat minim.

​Itu sebabnya inflasi adalah bahaya laten dalam pertumbuhan ekonomi. Tapi bukan berarti inflasi tidak diperlukan. Dalam berbagai kajian ekonomi, inflasi yang terkendali juga penting.

Artinya inflasi merupakan cerminan kenaikan daya beli. Yang jadi problem, jika inflasi tak bisa dikendalikan.

​Bagaimana kita melihat potret inflasi ini lebih detil di Sumut, misalnya?Menurut data Bank Indonesia hingga Juli 2023 tingkat inflasi mencapai 0,3 persen, sedangkan angka year on year ada diangka 2,54 persen dan jika dilihat dari bulan Januari-Juli inflasi ada diangka 0,98 persen.

​Sejauh ini angka itu masih terkendali. Kenapa? Karena secara nasional pun target inflasi adalah 3 persen plus minus 1 persen. Artinya angka inflasi harus ada diangka 2-4 persen.

Dengan target inflasi sebesar itu masih make sense jika pertumbuhan ekonomi di atasnya.

Angka inflasi harus berada dibawah angka pertumbuhan ekonomi karena tidak ada artinya jika pertumbuhan ekonomi tinggi lalu inflasi melebihi pertumbuhan itu sendiri.

Tahun ini Bank Indonesia optimis inflasi akan berada diangka 2 persen. Di Sumut, kita masih menghitung inflasi dengan mengukur di lima kota indeks harga konsumen.

Yaitu Medan, Pematang Siantar, Sibolga, Padangsidimpuan dan Gunungsitoli. Sedangkan kabupaten lain menjadi Indeks Pemantau Harga (IPH).

Sumber utama inflasi di Sumut ternyata dipengaruhi oleh komoditas. Kenaikan harga beras sedikit saja itu akan mendorong inflasi tinggi.

Sedangkan komoditas lain yang sangat berpengaruh adalah bawang. Ini merupakan salah satu pendorong inflasi yang sangat volatile.

Lalu hal lain yang sering menyebabkan inflasi tinggi adalah jalur distribusi yang sangat panjang.

Karena seringkali pasok kebutuhan yang harusnya sampai di pasar dengan harga normal tak pernah tercapai.Inipun salah satu problem utama.

Bahkan petani sebagai sumber utama penghasil pangan tak menikmati hasilnya saat harga di pasar tinggi.

Misal, cabai di pasar sudah mencapai Rp100 ribu, tapi karena panjangnya jalur distribusi ternyata di tingkat petani harga cabai bisa ditebus Rp30 ribu sampai Rp45 ribu.

Intinya penyumbang utama inflasi termasuk Sumut dan Indonesia datang dari komoditas pangan. Setiap kali terjadi inflasi tinggi jika ditelusuri lebih jauh akan mengarah kepada kebutuhan pangan.

Selain itu yang harus diwaspadai adalah import inflation. Atau mengimpor inflasi dari luar.

Kita ini masih punya ketergantungan bahan pokok dengan negara lain. Jadi ketika di sana terjadi kenaikan harga otomatis akan langsung berpengaruh ke negara pengimpor.

Hingga tahun ini berbagai lembaga keuangan dunia masih khawatir dengan ancaman inflasi terutama efek dari perang Rusia-Ukraina yang berkepanjangan dan belum tahu kapan selesai.

Jika kemudian negara-negara terkait melakukan pengetatan kebijakan pangan, kemudian stok di pasar berkurang, otomatis negara-negara yang masih ketergantungan dengan impor pangan akan menghadapi kenaikan harga. Imported inflation tetap jadi ancaman.

Upaya untuk mengendalikan inflasi sudah dilakukan dengan berbagai cara. Strategi paling utama saat ini adalah dorongan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah agar melek inflasi.

Dulu gejala inflasi tinggi hanya dikhawatirkan oleh pemerintah pusat dan otoritas moneter. Sekarang berbeda. Semua kepala daerah harus faham inflasi.

Pemerintah mengefektifkan secara maksimal tim pengendalian harga di daerah untuk memantau inflasi yang terjadi.

Itu kemudian yang disebut dengan geranakan nasional pengendalian inflasi pangan. Selain dengan mendorong kerjasama antar daerah untuk memintas jalur distribusi.

Inflasi ini layaknya tekanan darah, jika terlalu tinggi berbahaya dan jika terlalu rendah juga berbahaya.

Sehingga harus benar-benar dijaga agar harga tidak memberatkan konsumen dan masih memberikan keuntungan ke produsen.

Sering pihak yang paling diuntungkan dari inflasi yang bagian tengah (distributor/price maker) bukan petani karena panjangnya jalur distribusi.

Armin nasutionekonomi konvensionalInflasiislamic social finance
Pos Terkait
Susuri Sungai Babura, Rico Waas Janji Tuntaskan Keluhan Warga
Wacana Kepala Daerah Dipilih DPRD, Robi Barus: Jangan Mundur ke Zaman Orde Baru
Wita Wahyuni Bidan Kampung Malpinas, Optimis Melaju ke DPRD Sumut
Jelang Lebaran, DPRD Sumut Tetap Reses di Tengah Pandemi Covid-19
Angka Terpapar Covid di Medan Melonjak Hampir 100%, Masyarakat Diminta Tidak Panik
Wali Kota Medan Serap Aspirasi, Tegaskan Komitmen Pemberdayaan Masyarakat

Pos Terkait

Plt Walikota Medan, Akhyar Nasution dan Dandim 0201/BS, Letkol Inf Agus Setiandar
5 tahun  lalu
Akhyar dan Dandim 0201/BS Mantapkan Kegiatan TMMD
Wali Kota Medan Rico Waas saat meninjau tanggul yang jebol di Medan Labuhan. Foto: dokumen Dinas Kominfo Kota Medan
3 bulan  lalu
Rico Waas Tinjau Tanggul Jebol di Medan Labuhan, Perbaikan Ditargetkan Selesai Sepekan
Calon Walikota Medan nomor urut 2, Bobby Afif Nasution
5 tahun  lalu
Bara JP Deklarasi Dukung Bobby Nasution di Pilkada Medan
Anggota Komisi 4 DPRD Kota Medan, David Roni Ganda Sinaga
1 tahun  lalu
Walikota Diminta Segera Tuntaskan Pengerjaan Proyek Underpass Jalan M Yamin
COVID-19
5 tahun  lalu
Iklan Layanan Masyarakat sebagai Kampanye Antisipasi Covid-19
Plt Walikota Medan, Akhyar Nasution saat press confrence di Posko Covid-19 Kota Medan
5 tahun  lalu
Rencananya, 1 Mei Perwal Klaster Isolasi Diberlakukan di Medan

Trending

01.
3 hari  lalu
Al Washliyah Medan Dukung PP TUNAS, Industri Penyiaran dan Ruang Terbuka Publik Perlu Arusutamakan Diet Digital
02.
3 hari  lalu
AFF Cek Kesiapan Sumut Awal April, Piala AFF U19 Terancam Jika Belum Siap
03.
4 hari  lalu
Tiang Kabel Semrawut Rusak Wajah Kota, Dewan Desak Pemko Medan Bertindak Tegas
04.
4 hari  lalu
Personel Polda Sumut Gagalkan Penyuludupan 50 Kg Sabu dan 20 Ribu Ekstasi di Perairan Asahan
05.
6 hari  lalu
Sholat Id di Langkat, Bupati Ingatkan Intropeksi Diri

Ads

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
Logo
Hangat, Mendidik, Mengungkap Fakta
© Kaldera.id. Developed by irzasolusi.com
Bayi 7 Bulan Dibuang di Jalan, Polisi Tangkap Sepasang Kekasih di Asahan
Home Trending Cari Bagikan Lainnya