Kaldera.id
  • BERANDA
  • BERITA TERKINI
  • Bisnis
  • BERITA VIRAL
  • SPORT
  • EDUKASI
  • JALAN-JALAN
  • OPINI
  • KABAR DAERAH
  • Advertorial
Minggu, 01 Mar 2026
Sekda Amril Pimpin Safari Ramadan di Stabat, Hibah Rp20 Juta untuk Masjid Halimah Abdul Hamid
KORMI Medan Gaspol Susun Program Besar, FORDA Sumut 2026 Siap Digelar
Medan Jadi Kota Termiskin di Sumut, DPRD Desak Tambah Kuota Bansos
Wagub Sumut dan Mendag Lepas Ekspor 9 Ton Pisang ke Malaysia, Sumut Gaspol Tembus Pasar Global
Wagub Sumut dan Mendag Sidak Pasar Tebingtinggi, Harga Sembako Dipastikan Terkendali Jelang Idulfitri
Usung Misi Patahkan Rekor Lawan, PSMS Medan Siap Bangkit di Markas Bekasi City
Bobby Nasution Protes Keras! Sumut Hanya Dapat 6,91% Dana Rehabilitasi Bencana, Infrastruktur Cuma Rp37 Miliar
Dirut Heru Mardiansyah Tegaskan Transformasi Bank Sumut Dimulai dari Integritas Pegawai
Safari Ramadan di Sei Lepan, Bupati Langkat Kucurkan Rp60 Juta untuk Masjid dan Buka Ramadan Fair
Rico Waas Buka Ramadhan Fair XX, 150 UMKM Ramaikan Taman Sri Deli
Sekda Amril Pimpin Safari Ramadan di Stabat, Hibah Rp20 Juta untuk Masjid Halimah Abdul Hamid
KORMI Medan Gaspol Susun Program Besar, FORDA Sumut 2026 Siap Digelar
Medan Jadi Kota Termiskin di Sumut, DPRD Desak Tambah Kuota Bansos
Wagub Sumut dan Mendag Lepas Ekspor 9 Ton Pisang ke Malaysia, Sumut Gaspol Tembus Pasar Global
Wagub Sumut dan Mendag Sidak Pasar Tebingtinggi, Harga Sembako Dipastikan Terkendali Jelang Idulfitri
Usung Misi Patahkan Rekor Lawan, PSMS Medan Siap Bangkit di Markas Bekasi City
Bobby Nasution Protes Keras! Sumut Hanya Dapat 6,91% Dana Rehabilitasi Bencana, Infrastruktur Cuma Rp37 Miliar
Dirut Heru Mardiansyah Tegaskan Transformasi Bank Sumut Dimulai dari Integritas Pegawai
Safari Ramadan di Sei Lepan, Bupati Langkat Kucurkan Rp60 Juta untuk Masjid dan Buka Ramadan Fair
Rico Waas Buka Ramadhan Fair XX, 150 UMKM Ramaikan Taman Sri Deli
Ads_Tapsel
Beranda / Medan

Lebih Dalam Melihat Fenomena Inflasi

redaksi
4 Sep 2023 08:54
Medan Opini 0 557
4 menit membaca
Armin NasutionArmin Nasution

 

Oleh Armin Nasution

Ketua Komisi A DPRD Sumut Hendro Susanto
Baca Juga
Pendaftaran Komisioner KPID Sumut Dibuka, Ini Syaratnya
06 Agu 2021

TULISAN ini masih merupakan lanjutan topik lalu namun belum akan menyinggung islamic social finance sebagai solusi inflasi. Bahwa benar, dalam ekonomi konvensional ternyata pertumbuhan tinggi akan digerogoti inflasi.

Ekonomi kita terus tumbuh tapi di sisi lain harga barang kebutuhan juga bergerak naik.

​Uang yang kita dapatkan betapa pun banyaknya ternyata tak mampu mengimbangi kenaikan harga. Itu pula yang menunjukkan daya beli uang yang kita miliki semakin lama kian lemah.

Rizki Nugraha
Baca Juga
Dinas Koperasi UKM dan Perindag Kota Medan Diminta Lebih Inovatif Dongrak PAD
20 Apr 2024

Dulu, tahun 1970-an uang Rp100 ribu itu sudah bisa beli banyak kebutuhan. Sekarang Rp1 juta pun daya belinya masih sangat minim.

​Itu sebabnya inflasi adalah bahaya laten dalam pertumbuhan ekonomi. Tapi bukan berarti inflasi tidak diperlukan. Dalam berbagai kajian ekonomi, inflasi yang terkendali juga penting.

Artinya inflasi merupakan cerminan kenaikan daya beli. Yang jadi problem, jika inflasi tak bisa dikendalikan.

​Bagaimana kita melihat potret inflasi ini lebih detil di Sumut, misalnya?Menurut data Bank Indonesia hingga Juli 2023 tingkat inflasi mencapai 0,3 persen, sedangkan angka year on year ada diangka 2,54 persen dan jika dilihat dari bulan Januari-Juli inflasi ada diangka 0,98 persen.

​Sejauh ini angka itu masih terkendali. Kenapa? Karena secara nasional pun target inflasi adalah 3 persen plus minus 1 persen. Artinya angka inflasi harus ada diangka 2-4 persen.

Dengan target inflasi sebesar itu masih make sense jika pertumbuhan ekonomi di atasnya.

Angka inflasi harus berada dibawah angka pertumbuhan ekonomi karena tidak ada artinya jika pertumbuhan ekonomi tinggi lalu inflasi melebihi pertumbuhan itu sendiri.

Tahun ini Bank Indonesia optimis inflasi akan berada diangka 2 persen. Di Sumut, kita masih menghitung inflasi dengan mengukur di lima kota indeks harga konsumen.

Yaitu Medan, Pematang Siantar, Sibolga, Padangsidimpuan dan Gunungsitoli. Sedangkan kabupaten lain menjadi Indeks Pemantau Harga (IPH).

Sumber utama inflasi di Sumut ternyata dipengaruhi oleh komoditas. Kenaikan harga beras sedikit saja itu akan mendorong inflasi tinggi.

Sedangkan komoditas lain yang sangat berpengaruh adalah bawang. Ini merupakan salah satu pendorong inflasi yang sangat volatile.

Lalu hal lain yang sering menyebabkan inflasi tinggi adalah jalur distribusi yang sangat panjang.

Karena seringkali pasok kebutuhan yang harusnya sampai di pasar dengan harga normal tak pernah tercapai.Inipun salah satu problem utama.

Bahkan petani sebagai sumber utama penghasil pangan tak menikmati hasilnya saat harga di pasar tinggi.

Misal, cabai di pasar sudah mencapai Rp100 ribu, tapi karena panjangnya jalur distribusi ternyata di tingkat petani harga cabai bisa ditebus Rp30 ribu sampai Rp45 ribu.

Intinya penyumbang utama inflasi termasuk Sumut dan Indonesia datang dari komoditas pangan. Setiap kali terjadi inflasi tinggi jika ditelusuri lebih jauh akan mengarah kepada kebutuhan pangan.

Selain itu yang harus diwaspadai adalah import inflation. Atau mengimpor inflasi dari luar.

Kita ini masih punya ketergantungan bahan pokok dengan negara lain. Jadi ketika di sana terjadi kenaikan harga otomatis akan langsung berpengaruh ke negara pengimpor.

Hingga tahun ini berbagai lembaga keuangan dunia masih khawatir dengan ancaman inflasi terutama efek dari perang Rusia-Ukraina yang berkepanjangan dan belum tahu kapan selesai.

Jika kemudian negara-negara terkait melakukan pengetatan kebijakan pangan, kemudian stok di pasar berkurang, otomatis negara-negara yang masih ketergantungan dengan impor pangan akan menghadapi kenaikan harga. Imported inflation tetap jadi ancaman.

Upaya untuk mengendalikan inflasi sudah dilakukan dengan berbagai cara. Strategi paling utama saat ini adalah dorongan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah agar melek inflasi.

Dulu gejala inflasi tinggi hanya dikhawatirkan oleh pemerintah pusat dan otoritas moneter. Sekarang berbeda. Semua kepala daerah harus faham inflasi.

Pemerintah mengefektifkan secara maksimal tim pengendalian harga di daerah untuk memantau inflasi yang terjadi.

Itu kemudian yang disebut dengan geranakan nasional pengendalian inflasi pangan. Selain dengan mendorong kerjasama antar daerah untuk memintas jalur distribusi.

Inflasi ini layaknya tekanan darah, jika terlalu tinggi berbahaya dan jika terlalu rendah juga berbahaya.

Sehingga harus benar-benar dijaga agar harga tidak memberatkan konsumen dan masih memberikan keuntungan ke produsen.

Sering pihak yang paling diuntungkan dari inflasi yang bagian tengah (distributor/price maker) bukan petani karena panjangnya jalur distribusi.

Armin nasutionekonomi konvensionalInflasiislamic social finance
Pos Terkait
Viral Akibat Kasus Penganiayaan, AKBP Pol Achiruddin Hasibuan Dicopot Kapoldasu Ternyata Alumni SMA N 3 Medan
KORMI Medan Gaspol Susun Program Besar, FORDA Sumut 2026 Siap Digelar
Klub Profesional dan Amatir Bakal Ambil Bagian di Bonas Cup 2022
Tindaklanjuti Keluhan Supir Angkot, Bobby Akan Temui Menhub Bahas Bus Trans Metro Deli
Keterampilan Pemuda, Disporasu Gelar Pelatihan Desain Grafis dan Editor Video
BPOM: Skincare Share In Jar Ilegal

Pos Terkait

Gendong Bayi 40 Hari, Wanita Ini Grebek Suaminya
5 tahun  lalu
Gendong Bayi 40 Hari, Wanita Ini Grebek Suaminya
Pengurus DPW KSBN Sumut berfoto bersama di arena Rakerda I KSBN Sumut. Rakerda ini menghasilkan sejumlah program jangka pendek dan panjang hingga pengurus periode 2022-2027.(ist)
3 tahun  lalu
Rakerda I KSBN Sumut, Kebersamaan dan Kolaborasi Rawat Seni Budaya
Sebanyak 81.570 keluarga penerima manfaat di Medan mendapat Bantuan Pangan Cadangan Beras Pemerintah (BPCBP). Penyaluran perdana bantuan ini diserahkan Wali Kota Medan Bobby Nasution secara simbolis di Gedung Badan Musyawarah Masyarakat Minang Kecamatan Medan TimurTimur, Rabu (24/1/2024).
2 tahun  lalu
Pemerintah Pusat Mulai Salurkan BPCBP, di Medan Penerimanya 81.570 Keluarga
Ketua Komisi 1 DPR, Meutya Hafid
5 tahun  lalu
Meutya Hafid: Empat Pilar Salah Satu Faktor Kuatnya Benteng Negara
5 tahun  lalu
Cara XL Axiata West Region Optimis 2021: Syukuran Serentak di 11 Kota
Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) DPRD Medan, Syaiful Ramadhan
3 tahun  lalu
Kadis Sosial Dituntut Lebih Kreatif Melakukan Pendataan Penerima Bantuan

Trending

01.
6 hari  lalu
PSMS Tersungkur di Tegal, Peluang Terbuang dan Gol Kontroversial Warnai Kekalahan
02.
23 jam  lalu
Usung Misi Patahkan Rekor Lawan, PSMS Medan Siap Bangkit di Markas Bekasi City
03.
5 hari  lalu
Setahun Bobby Nasution Pimpin Sumut, Kadin Nilai Ekonomi Tetap Tumbuh dan Respons Bencana Cepat
04.
4 hari  lalu
Rico Waas Lantik 213 Pejabat di Ramadan, Tegaskan Mental Tancap Gas
05.
6 hari  lalu
Warga Medan Johor ‘Curhat’ Bansos Tak Turun, Jalan Rusak dan Banjir Parah

Ads

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
Logo
Hangat, Mendidik, Mengungkap Fakta
© Kaldera.id. Developed by irzasolusi.com
Usung Misi Patahkan Rekor Lawan, PSMS Medan Siap Bangkit di Markas Bekasi City
Wagub Sumut dan Mendag Lepas Ekspor 9 Ton Pisang ke Malaysia, Sumut Gaspol Tembus Pasar Global
Wagub Sumut dan Mendag Sidak Pasar Tebingtinggi, Harga Sembako Dipastikan Terkendali Jelang Idulfitri
Medan Jadi Kota Termiskin di Sumut, DPRD Desak Tambah Kuota Bansos
KORMI Medan Gaspol Susun Program Besar, FORDA Sumut 2026 Siap Digelar
Home Trending Cari Bagikan Lainnya