Kaldera.id
  • BERANDA
  • BERITA TERKINI
  • Bisnis
  • BERITA VIRAL
  • SPORT
  • EDUKASI
  • JALAN-JALAN
  • OPINI
  • KABAR DAERAH
  • Advertorial
Jumat, 27 Mar 2026
Ketua Komisi 2 DPRD Medan Tegas: Program Dispora Harus Berdampak ke Masyarakat
Komisi 4 DPRD Medan Minta Bangunan Tanpa PBG Disegel, Urusan Dipermudah
PSMS Medan Krisis Bek Jelang Lawan PSPS, Eko Purdjianto Tetap Bidik Tiga Poin
Sumut Percepat Pemulihan Pascabencana, 5 Sektor Ini Jadi Prioritas
471 ASN Pemko Medan Bolos, DPRD Desak Sanksi Tegas Tanpa Kompromi
AFF Cek Kesiapan Sumut Awal April, Piala AFF U19 Terancam Jika Belum Siap
31 Faskes Medan Dibongkar Total, 3 Puskesmas Siap Dibangun Ulang
Bobby Nasution Targetkan Liga 4 Jadi Jalan Pemain dan Wasit Tembus Level Profesional
Empat Cabor Siap Dipertandingkan di PORWASU 2026, Total Hadiah Puluhan Juta Menanti
Al Washliyah Medan Dukung PP TUNAS, Industri Penyiaran dan Ruang Terbuka Publik Perlu Arusutamakan Diet Digital
Ketua Komisi 2 DPRD Medan Tegas: Program Dispora Harus Berdampak ke Masyarakat
Komisi 4 DPRD Medan Minta Bangunan Tanpa PBG Disegel, Urusan Dipermudah
PSMS Medan Krisis Bek Jelang Lawan PSPS, Eko Purdjianto Tetap Bidik Tiga Poin
Sumut Percepat Pemulihan Pascabencana, 5 Sektor Ini Jadi Prioritas
471 ASN Pemko Medan Bolos, DPRD Desak Sanksi Tegas Tanpa Kompromi
AFF Cek Kesiapan Sumut Awal April, Piala AFF U19 Terancam Jika Belum Siap
31 Faskes Medan Dibongkar Total, 3 Puskesmas Siap Dibangun Ulang
Bobby Nasution Targetkan Liga 4 Jadi Jalan Pemain dan Wasit Tembus Level Profesional
Empat Cabor Siap Dipertandingkan di PORWASU 2026, Total Hadiah Puluhan Juta Menanti
Al Washliyah Medan Dukung PP TUNAS, Industri Penyiaran dan Ruang Terbuka Publik Perlu Arusutamakan Diet Digital
Ads_Tapsel
Beranda / Medan

Lebih Dalam Melihat Fenomena Inflasi

redaksi
4 Sep 2023 08:54
Medan Opini 0 615
4 menit membaca
Armin NasutionArmin Nasution

 

Oleh Armin Nasution

Setelah usulan penambahan kuota program rumah subsidi untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Sumatera Utara (Sumut) disetujui menjadi 20 ribu unit pada tahun 2025, Gubernur Sumut Bobby Nasution langsung menggelar diskusi bersama asosiasi pengembang perumahan.
Baca Juga
Usulan Penambahan Disetujui, Bobby Langsung Bahas Realisasi Pembangunan Bersama Pengembang
11 Okt 2025

TULISAN ini masih merupakan lanjutan topik lalu namun belum akan menyinggung islamic social finance sebagai solusi inflasi. Bahwa benar, dalam ekonomi konvensional ternyata pertumbuhan tinggi akan digerogoti inflasi.

Ekonomi kita terus tumbuh tapi di sisi lain harga barang kebutuhan juga bergerak naik.

​Uang yang kita dapatkan betapa pun banyaknya ternyata tak mampu mengimbangi kenaikan harga. Itu pula yang menunjukkan daya beli uang yang kita miliki semakin lama kian lemah.

Frank Lampard
Baca Juga
Hadapi Madrid, Ujian Lampard Sesungguhnya
12 Apr 2023

Dulu, tahun 1970-an uang Rp100 ribu itu sudah bisa beli banyak kebutuhan. Sekarang Rp1 juta pun daya belinya masih sangat minim.

​Itu sebabnya inflasi adalah bahaya laten dalam pertumbuhan ekonomi. Tapi bukan berarti inflasi tidak diperlukan. Dalam berbagai kajian ekonomi, inflasi yang terkendali juga penting.

Artinya inflasi merupakan cerminan kenaikan daya beli. Yang jadi problem, jika inflasi tak bisa dikendalikan.

​Bagaimana kita melihat potret inflasi ini lebih detil di Sumut, misalnya?Menurut data Bank Indonesia hingga Juli 2023 tingkat inflasi mencapai 0,3 persen, sedangkan angka year on year ada diangka 2,54 persen dan jika dilihat dari bulan Januari-Juli inflasi ada diangka 0,98 persen.

​Sejauh ini angka itu masih terkendali. Kenapa? Karena secara nasional pun target inflasi adalah 3 persen plus minus 1 persen. Artinya angka inflasi harus ada diangka 2-4 persen.

Dengan target inflasi sebesar itu masih make sense jika pertumbuhan ekonomi di atasnya.

Angka inflasi harus berada dibawah angka pertumbuhan ekonomi karena tidak ada artinya jika pertumbuhan ekonomi tinggi lalu inflasi melebihi pertumbuhan itu sendiri.

Tahun ini Bank Indonesia optimis inflasi akan berada diangka 2 persen. Di Sumut, kita masih menghitung inflasi dengan mengukur di lima kota indeks harga konsumen.

Yaitu Medan, Pematang Siantar, Sibolga, Padangsidimpuan dan Gunungsitoli. Sedangkan kabupaten lain menjadi Indeks Pemantau Harga (IPH).

Sumber utama inflasi di Sumut ternyata dipengaruhi oleh komoditas. Kenaikan harga beras sedikit saja itu akan mendorong inflasi tinggi.

Sedangkan komoditas lain yang sangat berpengaruh adalah bawang. Ini merupakan salah satu pendorong inflasi yang sangat volatile.

Lalu hal lain yang sering menyebabkan inflasi tinggi adalah jalur distribusi yang sangat panjang.

Karena seringkali pasok kebutuhan yang harusnya sampai di pasar dengan harga normal tak pernah tercapai.Inipun salah satu problem utama.

Bahkan petani sebagai sumber utama penghasil pangan tak menikmati hasilnya saat harga di pasar tinggi.

Misal, cabai di pasar sudah mencapai Rp100 ribu, tapi karena panjangnya jalur distribusi ternyata di tingkat petani harga cabai bisa ditebus Rp30 ribu sampai Rp45 ribu.

Intinya penyumbang utama inflasi termasuk Sumut dan Indonesia datang dari komoditas pangan. Setiap kali terjadi inflasi tinggi jika ditelusuri lebih jauh akan mengarah kepada kebutuhan pangan.

Selain itu yang harus diwaspadai adalah import inflation. Atau mengimpor inflasi dari luar.

Kita ini masih punya ketergantungan bahan pokok dengan negara lain. Jadi ketika di sana terjadi kenaikan harga otomatis akan langsung berpengaruh ke negara pengimpor.

Hingga tahun ini berbagai lembaga keuangan dunia masih khawatir dengan ancaman inflasi terutama efek dari perang Rusia-Ukraina yang berkepanjangan dan belum tahu kapan selesai.

Jika kemudian negara-negara terkait melakukan pengetatan kebijakan pangan, kemudian stok di pasar berkurang, otomatis negara-negara yang masih ketergantungan dengan impor pangan akan menghadapi kenaikan harga. Imported inflation tetap jadi ancaman.

Upaya untuk mengendalikan inflasi sudah dilakukan dengan berbagai cara. Strategi paling utama saat ini adalah dorongan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah agar melek inflasi.

Dulu gejala inflasi tinggi hanya dikhawatirkan oleh pemerintah pusat dan otoritas moneter. Sekarang berbeda. Semua kepala daerah harus faham inflasi.

Pemerintah mengefektifkan secara maksimal tim pengendalian harga di daerah untuk memantau inflasi yang terjadi.

Itu kemudian yang disebut dengan geranakan nasional pengendalian inflasi pangan. Selain dengan mendorong kerjasama antar daerah untuk memintas jalur distribusi.

Inflasi ini layaknya tekanan darah, jika terlalu tinggi berbahaya dan jika terlalu rendah juga berbahaya.

Sehingga harus benar-benar dijaga agar harga tidak memberatkan konsumen dan masih memberikan keuntungan ke produsen.

Sering pihak yang paling diuntungkan dari inflasi yang bagian tengah (distributor/price maker) bukan petani karena panjangnya jalur distribusi.

Armin nasutionekonomi konvensionalInflasiislamic social finance
Pos Terkait
Revitalisasi Lapangan Merdeka Tahap II Segera Dimulai
Dua Minggu Tak Diangkut, Sampah Ruko jadi Bukit
Gubernur Bobby Ajak Bupati Langkat  Kolaborasi Bangun Puskesmas Rawat Inap di Pulau Kampai
Atlet Shindoka Sumut Raih Prestasi Membanggakan di Kejurnas O2SN 2023
Masyarakat DiimbauTetap Patuhi Prokes Saat Melaksanakan Ibadah
Banjir dan Longsor Terjang 18 Daerah, Bobby Nasution Pastikan Pelayanan Publik di Sumut Tetap Jalan

Pos Terkait

Direktur PT AP Aviasi, Haris (pegang mic) di hadapan Gubsu (kiri) menjelaskan perihal isu Bandara Kualanamu yang dijual ke India.
4 tahun  lalu
Gubsu Edy Sentil Pelempar Isu Bandara Kualanamu Dijual: Terlalu Pandai Ulok Itu
Walikota Medan, Bobby Nasution saat tiba di Desa Kutuh, Bali, Selasa (14/2/2023). Foto:Dinas Kominfo Medan
3 tahun  lalu
Jadi Referensi, Bobby Ajak 21 Camat Tinjau Desa Terbersih dan Terkaya di Indonesia
Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi dan Walik Gubsu, Musa Rajekshah.
5 tahun  lalu
Gubsu Pastikan Tak Akan Tunda Pilkada 2020
Kepala Divisi Keimigrasian Kanwil Kemenkumham Sumut (Divim Sumut), Ignatius Purwanto bersama tim Divim Sumut langsung bekerja cepat melakukan koordinasi dan konsultasi ke Direktur Kerjasama Keimigrasian Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM, Dodi H. Tjondro.
3 tahun  lalu
Madina dan Nias Segera Punya Kantor Imigrasi Kelas III
Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Djuhandani Rahardjo Puro
2 tahun  lalu
Polri: 1.047 Mahasiswa dari 33 Kampus Tertipu Magang Merdeka Belajar ke Luar Negeri
Pertokoan Jalan Kesawan (Kesawan Square). (kaldera/irwansyah sitorus)
6 tahun  lalu
Pejalan Kaki Bakal Nyaman di Lorong-lorong Pertokoan Kesawan

Trending

01.
22 jam  lalu
Al Washliyah Medan Dukung PP TUNAS, Industri Penyiaran dan Ruang Terbuka Publik Perlu Arusutamakan Diet Digital
02.
5 hari  lalu
Kapolri dan Wagub Sumut Tinjau Kesiapan Mudik Lebaran di Medan
03.
6 hari  lalu
Bobby Nasution Bagikan 2.500 Bingkisan Presiden di Malam Idulfitri
04.
5 hari  lalu
Bobby Nasution Salat Idulfitri Bersama Ribuan Warga di Sergai
05.
5 hari  lalu
Open House Gubernur Diserbu Ribuan Warga

Ads

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
Logo
Hangat, Mendidik, Mengungkap Fakta
© Kaldera.id. Developed by irzasolusi.com
Al Washliyah Medan Dukung PP TUNAS, Industri Penyiaran dan Ruang Terbuka Publik Perlu Arusutamakan Diet Digital
Empat Cabor Siap Dipertandingkan di PORWASU 2026, Total Hadiah Puluhan Juta Menanti
AFF Cek Kesiapan Sumut Awal April, Piala AFF U19 Terancam Jika Belum Siap
Bobby Nasution Targetkan Liga 4 Jadi Jalan Pemain dan Wasit Tembus Level Profesional
Sumut Percepat Pemulihan Pascabencana, 5 Sektor Ini Jadi Prioritas
Home Trending Cari Bagikan Lainnya