Kaldera.id
  • BERANDA
  • BERITA TERKINI
  • Bisnis
  • BERITA VIRAL
  • SPORT
  • EDUKASI
  • JALAN-JALAN
  • OPINI
  • KABAR DAERAH
  • Advertorial
Kamis, 16 Apr 2026
HUT ke-78 Sumut, Bobby Tekankan Kolaborasi Pembangunan
Bobby Dorong Perda Larangan Vape
DPRD Sumut Dukung Larangan Vape, Ikhwan Ritonga Usul Gubernur Terbitkan Sirat Edaran Terlebih Dahulu
HUT ke-78 Sumut, Bobby Pimpin Ziarah TMP Bukit Barisan
Medan Masuk Nominasi Penghargaan Kemendagri 2026, Rico Waas Andalkan Digitalisasi Pajak dan Creative Finance
Pemko Medan Siapkan 14,44 Hektare Lahan PSEL, Percepat Infrastruktur Proyek Sampah Jadi Listrik
RDP DPRD Medan: Royal Sumatera Diminta Segera Serahkan Aset PSU ke Pemko
Bupati Langkat Syah Afandin Lepas 3 Calon Jemaah Haji IKAPTK, Pesan Jaga Kesehatan
Rico Waas Genjot MBG, Ekonomi Lokal Ikut Terdongkrak
Kinerja Pejabat Daerah Lambat, Ketegasan Bobby Jadi Solusi di Situasi Kritis
HUT ke-78 Sumut, Bobby Tekankan Kolaborasi Pembangunan
Bobby Dorong Perda Larangan Vape
DPRD Sumut Dukung Larangan Vape, Ikhwan Ritonga Usul Gubernur Terbitkan Sirat Edaran Terlebih Dahulu
HUT ke-78 Sumut, Bobby Pimpin Ziarah TMP Bukit Barisan
Medan Masuk Nominasi Penghargaan Kemendagri 2026, Rico Waas Andalkan Digitalisasi Pajak dan Creative Finance
Pemko Medan Siapkan 14,44 Hektare Lahan PSEL, Percepat Infrastruktur Proyek Sampah Jadi Listrik
RDP DPRD Medan: Royal Sumatera Diminta Segera Serahkan Aset PSU ke Pemko
Bupati Langkat Syah Afandin Lepas 3 Calon Jemaah Haji IKAPTK, Pesan Jaga Kesehatan
Rico Waas Genjot MBG, Ekonomi Lokal Ikut Terdongkrak
Kinerja Pejabat Daerah Lambat, Ketegasan Bobby Jadi Solusi di Situasi Kritis
Ads_Tapsel
Beranda / Medan

Lebih Dalam Melihat Fenomena Inflasi

redaksi
4 Sep 2023 08:54
Medan Opini 0 648
4 menit membaca
Armin NasutionArmin Nasution

 

Oleh Armin Nasution

Menteri Dalam Negeri atau Mendagri Tito Karnavian resmi melantik Penjabat Gubernur beberapa provinsi yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera Utara, Bali, Papua, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kalimantan Barat, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Selatan. 
Baca Juga
Hassanudin Resmi Jabat Pj Gubsu, Mendagri Tito Lantik 9 Pj Gubernur
05 Sep 2023

TULISAN ini masih merupakan lanjutan topik lalu namun belum akan menyinggung islamic social finance sebagai solusi inflasi. Bahwa benar, dalam ekonomi konvensional ternyata pertumbuhan tinggi akan digerogoti inflasi.

Ekonomi kita terus tumbuh tapi di sisi lain harga barang kebutuhan juga bergerak naik.

​Uang yang kita dapatkan betapa pun banyaknya ternyata tak mampu mengimbangi kenaikan harga. Itu pula yang menunjukkan daya beli uang yang kita miliki semakin lama kian lemah.

Penjabat (Pj) Sekdaprov Sumut Sulaiman Harahap
Baca Juga
Berkapasitas 150 Ribu Jemaah di Lahan 20 Hektare
20 Nov 2025

Dulu, tahun 1970-an uang Rp100 ribu itu sudah bisa beli banyak kebutuhan. Sekarang Rp1 juta pun daya belinya masih sangat minim.

​Itu sebabnya inflasi adalah bahaya laten dalam pertumbuhan ekonomi. Tapi bukan berarti inflasi tidak diperlukan. Dalam berbagai kajian ekonomi, inflasi yang terkendali juga penting.

Artinya inflasi merupakan cerminan kenaikan daya beli. Yang jadi problem, jika inflasi tak bisa dikendalikan.

​Bagaimana kita melihat potret inflasi ini lebih detil di Sumut, misalnya?Menurut data Bank Indonesia hingga Juli 2023 tingkat inflasi mencapai 0,3 persen, sedangkan angka year on year ada diangka 2,54 persen dan jika dilihat dari bulan Januari-Juli inflasi ada diangka 0,98 persen.

​Sejauh ini angka itu masih terkendali. Kenapa? Karena secara nasional pun target inflasi adalah 3 persen plus minus 1 persen. Artinya angka inflasi harus ada diangka 2-4 persen.

Dengan target inflasi sebesar itu masih make sense jika pertumbuhan ekonomi di atasnya.

Angka inflasi harus berada dibawah angka pertumbuhan ekonomi karena tidak ada artinya jika pertumbuhan ekonomi tinggi lalu inflasi melebihi pertumbuhan itu sendiri.

Tahun ini Bank Indonesia optimis inflasi akan berada diangka 2 persen. Di Sumut, kita masih menghitung inflasi dengan mengukur di lima kota indeks harga konsumen.

Yaitu Medan, Pematang Siantar, Sibolga, Padangsidimpuan dan Gunungsitoli. Sedangkan kabupaten lain menjadi Indeks Pemantau Harga (IPH).

Sumber utama inflasi di Sumut ternyata dipengaruhi oleh komoditas. Kenaikan harga beras sedikit saja itu akan mendorong inflasi tinggi.

Sedangkan komoditas lain yang sangat berpengaruh adalah bawang. Ini merupakan salah satu pendorong inflasi yang sangat volatile.

Lalu hal lain yang sering menyebabkan inflasi tinggi adalah jalur distribusi yang sangat panjang.

Karena seringkali pasok kebutuhan yang harusnya sampai di pasar dengan harga normal tak pernah tercapai.Inipun salah satu problem utama.

Bahkan petani sebagai sumber utama penghasil pangan tak menikmati hasilnya saat harga di pasar tinggi.

Misal, cabai di pasar sudah mencapai Rp100 ribu, tapi karena panjangnya jalur distribusi ternyata di tingkat petani harga cabai bisa ditebus Rp30 ribu sampai Rp45 ribu.

Intinya penyumbang utama inflasi termasuk Sumut dan Indonesia datang dari komoditas pangan. Setiap kali terjadi inflasi tinggi jika ditelusuri lebih jauh akan mengarah kepada kebutuhan pangan.

Selain itu yang harus diwaspadai adalah import inflation. Atau mengimpor inflasi dari luar.

Kita ini masih punya ketergantungan bahan pokok dengan negara lain. Jadi ketika di sana terjadi kenaikan harga otomatis akan langsung berpengaruh ke negara pengimpor.

Hingga tahun ini berbagai lembaga keuangan dunia masih khawatir dengan ancaman inflasi terutama efek dari perang Rusia-Ukraina yang berkepanjangan dan belum tahu kapan selesai.

Jika kemudian negara-negara terkait melakukan pengetatan kebijakan pangan, kemudian stok di pasar berkurang, otomatis negara-negara yang masih ketergantungan dengan impor pangan akan menghadapi kenaikan harga. Imported inflation tetap jadi ancaman.

Upaya untuk mengendalikan inflasi sudah dilakukan dengan berbagai cara. Strategi paling utama saat ini adalah dorongan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah agar melek inflasi.

Dulu gejala inflasi tinggi hanya dikhawatirkan oleh pemerintah pusat dan otoritas moneter. Sekarang berbeda. Semua kepala daerah harus faham inflasi.

Pemerintah mengefektifkan secara maksimal tim pengendalian harga di daerah untuk memantau inflasi yang terjadi.

Itu kemudian yang disebut dengan geranakan nasional pengendalian inflasi pangan. Selain dengan mendorong kerjasama antar daerah untuk memintas jalur distribusi.

Inflasi ini layaknya tekanan darah, jika terlalu tinggi berbahaya dan jika terlalu rendah juga berbahaya.

Sehingga harus benar-benar dijaga agar harga tidak memberatkan konsumen dan masih memberikan keuntungan ke produsen.

Sering pihak yang paling diuntungkan dari inflasi yang bagian tengah (distributor/price maker) bukan petani karena panjangnya jalur distribusi.

Armin nasutionekonomi konvensionalInflasiislamic social finance
Pos Terkait
Basarin Diganti dari Pjs Bupati Asahan, Manajer PSMS Calon Kuat Penggantinya
Bapenda Medan Terapkan Aplikasi Episkus untuk Optimalkan Pajak
SMSI Sumut Syukuran Jadi Konstituen Dewan Pers
Gus Irawan: Ekonomi 2022 Bisa Tumbuh Dengan Syarat
Jembatan Idano Noyo Diresmikan, Akses Nias Barat–Nias Selatan Kembali Normal
Permainan Tradisional Hibur Anak Korban Sinabung

Pos Terkait

Andreau Pribadi mengunggah kebersamaannya dengan Menteri KKP Edhy Prabowo di Instagram pada Maret 2020. Andreau diminta KPK untuk menyerahkan diri.(ist)
5 tahun  lalu
Stafsus Menteri Edhy, Andreau Misanta Eks Caleg Pemilu 2019 Diminta Serahkan Diri
Anggota DPRD Medan Lailatul Badri
1 tahun  lalu
Dewan Minta Petugas Puskesmas Harus Lebih Ramah
Gelandang serang Manchester City, Ilkay Gundogan, merayakan golnya bersama Phil Foden. City menang 0-5 dan duduk di peringkat 1 klasemen.(indosport/kaldera)
5 tahun  lalu
City Gusur MU, West Ham Tembus 4 Besar
Pemain Arsenal merayakan kemenangan 3-1 atas Brentford
3 tahun  lalu
Menang 3-0, Arsenal Kembali ke Puncak Klasemen
Kabag Humas Setdako Medan, Arrahman Pane
5 tahun  lalu
Rapid Test Massal, 3 Orang ASN BKD dan PSDM Kota Medan Reaktif Covid-19
Polisi akhirnya berhasil mengungkap pelaku penyiraman air keras kepada salah satu wartawan media online di Medan, Persada Bhayangkara Sembiring (25).
4 tahun  lalu
Motif Siram Air Keras, Pelaku Kesal Permainan Tembak Ikan Diberitakan dan Diminta Uang

Trending

01.
4 hari  lalu
Bobby Nasution Tonton Sprint Rally Sumut 2026, Dorong Regenerasi Pembalap
02.
4 hari  lalu
PSMS Medan Tumbang 0-1 di Pakansari
03.
5 hari  lalu
PSMS Hadapi Garudayaksa di Pakansari, Ujian Berat Putus Tren Tanpa Kemenangan
04.
6 hari  lalu
Bupati Syah Afandin Buka Jambore Budaya DSML 2026, Serukan Pemuda Jadi Pelopor dan Inovator Budaya
05.
6 hari  lalu
MSJC dan Mistar FC Menang Perdana Porwasu 2026, Jurnalis Sergai Pesta Gol 3-1

Ads

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
Logo
Hangat, Mendidik, Mengungkap Fakta
© Kaldera.id. Developed by irzasolusi.com
RDP DPRD Medan: Royal Sumatera Diminta Segera Serahkan Aset PSU ke Pemko
DPRD Sumut Dukung Larangan Vape, Ikhwan Ritonga Usul Gubernur Terbitkan Sirat Edaran Terlebih Dahulu
Pemko Medan Siapkan 14,44 Hektare Lahan PSEL, Percepat Infrastruktur Proyek Sampah Jadi Listrik
Bobby Dorong Perda Larangan Vape
HUT ke-78 Sumut, Bobby Pimpin Ziarah TMP Bukit Barisan
Home Trending Cari Bagikan Lainnya