Kaldera.id
  • BERANDA
  • BERITA TERKINI
  • Bisnis
  • BERITA VIRAL
  • SPORT
  • EDUKASI
  • JALAN-JALAN
  • OPINI
  • KABAR DAERAH
  • Advertorial
Minggu, 11 Jan 2026
PSMS vs Adhyaksa FC, Menanti Debut Eko Pudjianto
Wagub Sumut Instruksikan OPD Satukan Arah Pembangunan 2026
PDI-P Medan Tolak Pilkada Dipilih DPRD, Robi Barus: Kemunduran Demokrasi
Fraksi Gerindra : Pilkada Melalui Legislatif Lebih Banyak Positifnya
RE Nainggolan: Raih Satya Lencana dari Presiden Bukti Negara Akui Kerja Nyata Bobby Nasution
Dikutip dan Disetor Berbeda, Komisi 4 Minta Pengutipan Retribusi Sampah Dikembalikan ke DLH
Sepanjang 2025, Penumpang Bus Listrik di Medan Tembus 2,7 Juta Orang
Gubernur Sumut : Bentuk Kecintaan Terhadap PSMS dengan Mengenakan Jersey dan Merchandise Original
Wagub Sumut Laporkan 5 Daerah Masih Terdampak Parah Bencana ke Mendagri
Kinerja Disorot DPRD Medan, Kadis Perkimcikataru Pangkas Birokrasi PBG dan Gratiskan Konsultan untuk Bangunan Kecil
PSMS vs Adhyaksa FC, Menanti Debut Eko Pudjianto
Wagub Sumut Instruksikan OPD Satukan Arah Pembangunan 2026
PDI-P Medan Tolak Pilkada Dipilih DPRD, Robi Barus: Kemunduran Demokrasi
Fraksi Gerindra : Pilkada Melalui Legislatif Lebih Banyak Positifnya
RE Nainggolan: Raih Satya Lencana dari Presiden Bukti Negara Akui Kerja Nyata Bobby Nasution
Dikutip dan Disetor Berbeda, Komisi 4 Minta Pengutipan Retribusi Sampah Dikembalikan ke DLH
Sepanjang 2025, Penumpang Bus Listrik di Medan Tembus 2,7 Juta Orang
Gubernur Sumut : Bentuk Kecintaan Terhadap PSMS dengan Mengenakan Jersey dan Merchandise Original
Wagub Sumut Laporkan 5 Daerah Masih Terdampak Parah Bencana ke Mendagri
Kinerja Disorot DPRD Medan, Kadis Perkimcikataru Pangkas Birokrasi PBG dan Gratiskan Konsultan untuk Bangunan Kecil
Ads_Tapsel
Beranda / Medan

Lebih Dalam Melihat Fenomena Inflasi

redaksi
4 Sep 2023 08:54
Medan Opini 0 472
4 menit membaca
Armin NasutionArmin Nasution

 

Oleh Armin Nasution

Seorang ayah berinisial TRT (41 tahun) dengan tega melakukan pencabulan terhadap ketiga putri kandungnya.
Baca Juga
Personel Polres Simalungun Amankan Ayah Cabuli 3 Putri Kandung
24 Mei 2025

TULISAN ini masih merupakan lanjutan topik lalu namun belum akan menyinggung islamic social finance sebagai solusi inflasi. Bahwa benar, dalam ekonomi konvensional ternyata pertumbuhan tinggi akan digerogoti inflasi.

Ekonomi kita terus tumbuh tapi di sisi lain harga barang kebutuhan juga bergerak naik.

​Uang yang kita dapatkan betapa pun banyaknya ternyata tak mampu mengimbangi kenaikan harga. Itu pula yang menunjukkan daya beli uang yang kita miliki semakin lama kian lemah.

Medan Labuhan Disemprot Disinfektan
Baca Juga
Medan Labuhan Disemprot Disinfektan
07 Apr 2020

Dulu, tahun 1970-an uang Rp100 ribu itu sudah bisa beli banyak kebutuhan. Sekarang Rp1 juta pun daya belinya masih sangat minim.

​Itu sebabnya inflasi adalah bahaya laten dalam pertumbuhan ekonomi. Tapi bukan berarti inflasi tidak diperlukan. Dalam berbagai kajian ekonomi, inflasi yang terkendali juga penting.

Artinya inflasi merupakan cerminan kenaikan daya beli. Yang jadi problem, jika inflasi tak bisa dikendalikan.

​Bagaimana kita melihat potret inflasi ini lebih detil di Sumut, misalnya?Menurut data Bank Indonesia hingga Juli 2023 tingkat inflasi mencapai 0,3 persen, sedangkan angka year on year ada diangka 2,54 persen dan jika dilihat dari bulan Januari-Juli inflasi ada diangka 0,98 persen.

​Sejauh ini angka itu masih terkendali. Kenapa? Karena secara nasional pun target inflasi adalah 3 persen plus minus 1 persen. Artinya angka inflasi harus ada diangka 2-4 persen.

Dengan target inflasi sebesar itu masih make sense jika pertumbuhan ekonomi di atasnya.

Angka inflasi harus berada dibawah angka pertumbuhan ekonomi karena tidak ada artinya jika pertumbuhan ekonomi tinggi lalu inflasi melebihi pertumbuhan itu sendiri.

Tahun ini Bank Indonesia optimis inflasi akan berada diangka 2 persen. Di Sumut, kita masih menghitung inflasi dengan mengukur di lima kota indeks harga konsumen.

Yaitu Medan, Pematang Siantar, Sibolga, Padangsidimpuan dan Gunungsitoli. Sedangkan kabupaten lain menjadi Indeks Pemantau Harga (IPH).

Sumber utama inflasi di Sumut ternyata dipengaruhi oleh komoditas. Kenaikan harga beras sedikit saja itu akan mendorong inflasi tinggi.

Sedangkan komoditas lain yang sangat berpengaruh adalah bawang. Ini merupakan salah satu pendorong inflasi yang sangat volatile.

Lalu hal lain yang sering menyebabkan inflasi tinggi adalah jalur distribusi yang sangat panjang.

Karena seringkali pasok kebutuhan yang harusnya sampai di pasar dengan harga normal tak pernah tercapai.Inipun salah satu problem utama.

Bahkan petani sebagai sumber utama penghasil pangan tak menikmati hasilnya saat harga di pasar tinggi.

Misal, cabai di pasar sudah mencapai Rp100 ribu, tapi karena panjangnya jalur distribusi ternyata di tingkat petani harga cabai bisa ditebus Rp30 ribu sampai Rp45 ribu.

Intinya penyumbang utama inflasi termasuk Sumut dan Indonesia datang dari komoditas pangan. Setiap kali terjadi inflasi tinggi jika ditelusuri lebih jauh akan mengarah kepada kebutuhan pangan.

Selain itu yang harus diwaspadai adalah import inflation. Atau mengimpor inflasi dari luar.

Kita ini masih punya ketergantungan bahan pokok dengan negara lain. Jadi ketika di sana terjadi kenaikan harga otomatis akan langsung berpengaruh ke negara pengimpor.

Hingga tahun ini berbagai lembaga keuangan dunia masih khawatir dengan ancaman inflasi terutama efek dari perang Rusia-Ukraina yang berkepanjangan dan belum tahu kapan selesai.

Jika kemudian negara-negara terkait melakukan pengetatan kebijakan pangan, kemudian stok di pasar berkurang, otomatis negara-negara yang masih ketergantungan dengan impor pangan akan menghadapi kenaikan harga. Imported inflation tetap jadi ancaman.

Upaya untuk mengendalikan inflasi sudah dilakukan dengan berbagai cara. Strategi paling utama saat ini adalah dorongan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah agar melek inflasi.

Dulu gejala inflasi tinggi hanya dikhawatirkan oleh pemerintah pusat dan otoritas moneter. Sekarang berbeda. Semua kepala daerah harus faham inflasi.

Pemerintah mengefektifkan secara maksimal tim pengendalian harga di daerah untuk memantau inflasi yang terjadi.

Itu kemudian yang disebut dengan geranakan nasional pengendalian inflasi pangan. Selain dengan mendorong kerjasama antar daerah untuk memintas jalur distribusi.

Inflasi ini layaknya tekanan darah, jika terlalu tinggi berbahaya dan jika terlalu rendah juga berbahaya.

Sehingga harus benar-benar dijaga agar harga tidak memberatkan konsumen dan masih memberikan keuntungan ke produsen.

Sering pihak yang paling diuntungkan dari inflasi yang bagian tengah (distributor/price maker) bukan petani karena panjangnya jalur distribusi.

Armin nasutionekonomi konvensionalInflasiislamic social finance
Pos Terkait
PDI Perjuangan Dorong KNPI Sumut Jadi Perisai Bangsa
Ini imbauan Pemerintah Saudi agar Umat Islam Se-Dunia Tunda Haji 2020
7 Korban Bom di Polrestabes Medan Dapat Kompensasi
Harga Beras Naik, Gus Irawan Imbau Pemerintah Operasi Stabilisasi Harga
Kejatisu Hentikan Tuntutan Syafii Aniaya Sepupu
Aksi Heroik Anak Tiga Kali Gagalkan Upaya Bunuh Diri Ayahnya Sampai ke Kabaharkam Polri

Pos Terkait

Wali Kota Medan Rico Waas bersama Kadis Kominfo Kota Medan Arrahman Pane. Foto: Reza Sahab/kaldera.id
1 bulan  lalu
Rico Waas Tekankan Transparansi Jelang Peluncuran Smart Tax Mobile & Smart Tax Office
Wakil Direktur RS Bhayangkara AKBP, Zulkhairi
5 tahun  lalu
Korban Tewas Jag Leela Bertambah
Walikota Medan, Bobby Afif Nasution
2 tahun  lalu
Pemkot Medan Sebagai Pemerintah Integritas Terendah Di Indonesia
Sekdakab Langkat, Indra Salahudin(baju putih) saat memimpin rakor Pilkades serentak
3 tahun  lalu
Sebanyak 625 Orang Mendaftar di Pilkades Langkat, Panitia Harus Netral & Paham Aturan
PT Inalum bersama Pelindo I dan Pemkab Batu Bara melakukan pengapalan perdana ekspor produk UMKM kabupaten tersebut di Dermaga C Pelabuhan Kuala Tanjung, kemarin.
4 tahun  lalu
Ekspor Perdana Produk UMKM di Batu Bara Dimulai
Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya
4 bulan  lalu
Pemerintah Tingkatkan Penyaluran Beras SPHP Tekan Inflasi

Trending

01.
2 hari  lalu
Kapolda Sumut Pimpin Sertijab 42 Perwira, Sejumlah Kapolres dan PJU Diganti
02.
5 hari  lalu
Hasil Pleno, Jadwal Musda Golkar Sumut Dibawa ke Bahlil
03.
15 jam  lalu
PSMS vs Adhyaksa FC, Menanti Debut Eko Pudjianto
04.
2 hari  lalu
PSMS Medan Resmi Pecat Kas Hartadi, Eko Purdjianto Ditunjuk Jadi Pelatih Baru Liga 2
05.
5 hari  lalu
Komisi 4 Tegaskan Proyek Pembangunan di Medan Tanpa Perencanaan Matang

Ads

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
Logo
Hangat, Mendidik, Mengungkap Fakta
© Kaldera.id. Developed by irzasolusi.com
PSMS vs Adhyaksa FC, Menanti Debut Eko Pudjianto
Fraksi Gerindra : Pilkada Melalui Legislatif Lebih Banyak Positifnya
Wagub Sumut Instruksikan OPD Satukan Arah Pembangunan 2026
PDI-P Medan Tolak Pilkada Dipilih DPRD, Robi Barus: Kemunduran Demokrasi
Home Trending Cari Bagikan Lainnya