Kaldera.id
  • BERANDA
  • BERITA TERKINI
  • Bisnis
  • BERITA VIRAL
  • SPORT
  • EDUKASI
  • JALAN-JALAN
  • OPINI
  • KABAR DAERAH
  • Advertorial
Selasa, 21 Apr 2026
Kadis SDABMBK Diganti, DPRD Medan Kritik: Program Banjir Terancam Terganggu
Puskesmas Mandala Berdiri di Luar Medan, DPRD Desak Pemko Segera Ambil Alih Lahan
DPRD Medan Soroti MTQ: Jangan Sekadar Seremonial, Harus Berdampak Nyata
INALUM Salurkan CSR di Paritohan: Dari Beasiswa hingga PLTS untuk Warga
Dari 1st CoESDev 2026, Yakopi Tegaskan Pentingnya Publikasi Internasional
PSMS Menang 1-0, Laga Panas Diwarnai Dua Kartu Merah
Sri Rezeki Desak Pemko Medan Benahi UMKM: Tanpa Intervensi, Pelaku Usaha Terancam Tertinggal
Medan Selayang Juara MTQ ke-59, Transaksi UMKM Tembus Rp590 Juta
HUT ke-193 Simalungun: Kinerja Bank Sumut Melonjak, Dividen Rp22,8 Miliar ke Daerah
Dewan Minta Kadis SDABMBK Buktikan Bukan Pejabat Titipan
Kadis SDABMBK Diganti, DPRD Medan Kritik: Program Banjir Terancam Terganggu
Puskesmas Mandala Berdiri di Luar Medan, DPRD Desak Pemko Segera Ambil Alih Lahan
DPRD Medan Soroti MTQ: Jangan Sekadar Seremonial, Harus Berdampak Nyata
INALUM Salurkan CSR di Paritohan: Dari Beasiswa hingga PLTS untuk Warga
Dari 1st CoESDev 2026, Yakopi Tegaskan Pentingnya Publikasi Internasional
PSMS Menang 1-0, Laga Panas Diwarnai Dua Kartu Merah
Sri Rezeki Desak Pemko Medan Benahi UMKM: Tanpa Intervensi, Pelaku Usaha Terancam Tertinggal
Medan Selayang Juara MTQ ke-59, Transaksi UMKM Tembus Rp590 Juta
HUT ke-193 Simalungun: Kinerja Bank Sumut Melonjak, Dividen Rp22,8 Miliar ke Daerah
Dewan Minta Kadis SDABMBK Buktikan Bukan Pejabat Titipan
Ads_Tapsel
Beranda / Medan

Lebih Dalam Melihat Fenomena Inflasi

redaksi
4 Sep 2023 08:54
Medan Opini 0 659
4 menit membaca
Armin NasutionArmin Nasution

 

Oleh Armin Nasution

Anggota DPRD Medan menggelar sidang paripurna terkait perubahan Perda No 6/2015 tentang pengelolaan persampahan di Gedung DPRD Medan, Senin (8/7/2024).
Baca Juga
Usulan Perubahan Perda Tentang Pengelolaan Sampah Mulai Diparipurnakan
09 Jul 2024

TULISAN ini masih merupakan lanjutan topik lalu namun belum akan menyinggung islamic social finance sebagai solusi inflasi. Bahwa benar, dalam ekonomi konvensional ternyata pertumbuhan tinggi akan digerogoti inflasi.

Ekonomi kita terus tumbuh tapi di sisi lain harga barang kebutuhan juga bergerak naik.

​Uang yang kita dapatkan betapa pun banyaknya ternyata tak mampu mengimbangi kenaikan harga. Itu pula yang menunjukkan daya beli uang yang kita miliki semakin lama kian lemah.

Walikota Medan Rico Waas
Baca Juga
Rico Waas: Jangan Lalai Urus PAD, Kerja untuk Rakyat, Bukan Diri Sendiri!
20 Mei 2025

Dulu, tahun 1970-an uang Rp100 ribu itu sudah bisa beli banyak kebutuhan. Sekarang Rp1 juta pun daya belinya masih sangat minim.

​Itu sebabnya inflasi adalah bahaya laten dalam pertumbuhan ekonomi. Tapi bukan berarti inflasi tidak diperlukan. Dalam berbagai kajian ekonomi, inflasi yang terkendali juga penting.

Artinya inflasi merupakan cerminan kenaikan daya beli. Yang jadi problem, jika inflasi tak bisa dikendalikan.

​Bagaimana kita melihat potret inflasi ini lebih detil di Sumut, misalnya?Menurut data Bank Indonesia hingga Juli 2023 tingkat inflasi mencapai 0,3 persen, sedangkan angka year on year ada diangka 2,54 persen dan jika dilihat dari bulan Januari-Juli inflasi ada diangka 0,98 persen.

​Sejauh ini angka itu masih terkendali. Kenapa? Karena secara nasional pun target inflasi adalah 3 persen plus minus 1 persen. Artinya angka inflasi harus ada diangka 2-4 persen.

Dengan target inflasi sebesar itu masih make sense jika pertumbuhan ekonomi di atasnya.

Angka inflasi harus berada dibawah angka pertumbuhan ekonomi karena tidak ada artinya jika pertumbuhan ekonomi tinggi lalu inflasi melebihi pertumbuhan itu sendiri.

Tahun ini Bank Indonesia optimis inflasi akan berada diangka 2 persen. Di Sumut, kita masih menghitung inflasi dengan mengukur di lima kota indeks harga konsumen.

Yaitu Medan, Pematang Siantar, Sibolga, Padangsidimpuan dan Gunungsitoli. Sedangkan kabupaten lain menjadi Indeks Pemantau Harga (IPH).

Sumber utama inflasi di Sumut ternyata dipengaruhi oleh komoditas. Kenaikan harga beras sedikit saja itu akan mendorong inflasi tinggi.

Sedangkan komoditas lain yang sangat berpengaruh adalah bawang. Ini merupakan salah satu pendorong inflasi yang sangat volatile.

Lalu hal lain yang sering menyebabkan inflasi tinggi adalah jalur distribusi yang sangat panjang.

Karena seringkali pasok kebutuhan yang harusnya sampai di pasar dengan harga normal tak pernah tercapai.Inipun salah satu problem utama.

Bahkan petani sebagai sumber utama penghasil pangan tak menikmati hasilnya saat harga di pasar tinggi.

Misal, cabai di pasar sudah mencapai Rp100 ribu, tapi karena panjangnya jalur distribusi ternyata di tingkat petani harga cabai bisa ditebus Rp30 ribu sampai Rp45 ribu.

Intinya penyumbang utama inflasi termasuk Sumut dan Indonesia datang dari komoditas pangan. Setiap kali terjadi inflasi tinggi jika ditelusuri lebih jauh akan mengarah kepada kebutuhan pangan.

Selain itu yang harus diwaspadai adalah import inflation. Atau mengimpor inflasi dari luar.

Kita ini masih punya ketergantungan bahan pokok dengan negara lain. Jadi ketika di sana terjadi kenaikan harga otomatis akan langsung berpengaruh ke negara pengimpor.

Hingga tahun ini berbagai lembaga keuangan dunia masih khawatir dengan ancaman inflasi terutama efek dari perang Rusia-Ukraina yang berkepanjangan dan belum tahu kapan selesai.

Jika kemudian negara-negara terkait melakukan pengetatan kebijakan pangan, kemudian stok di pasar berkurang, otomatis negara-negara yang masih ketergantungan dengan impor pangan akan menghadapi kenaikan harga. Imported inflation tetap jadi ancaman.

Upaya untuk mengendalikan inflasi sudah dilakukan dengan berbagai cara. Strategi paling utama saat ini adalah dorongan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah agar melek inflasi.

Dulu gejala inflasi tinggi hanya dikhawatirkan oleh pemerintah pusat dan otoritas moneter. Sekarang berbeda. Semua kepala daerah harus faham inflasi.

Pemerintah mengefektifkan secara maksimal tim pengendalian harga di daerah untuk memantau inflasi yang terjadi.

Itu kemudian yang disebut dengan geranakan nasional pengendalian inflasi pangan. Selain dengan mendorong kerjasama antar daerah untuk memintas jalur distribusi.

Inflasi ini layaknya tekanan darah, jika terlalu tinggi berbahaya dan jika terlalu rendah juga berbahaya.

Sehingga harus benar-benar dijaga agar harga tidak memberatkan konsumen dan masih memberikan keuntungan ke produsen.

Sering pihak yang paling diuntungkan dari inflasi yang bagian tengah (distributor/price maker) bukan petani karena panjangnya jalur distribusi.

Armin nasutionekonomi konvensionalInflasiislamic social finance
Pos Terkait
Jembatan Sei Wampu Bakal Diserahterimakan, Akses Warga Semakin Mudah
Bermain Gemilang, Meslier Bantu Leeds Kalahkan Liverpool di Anfield
KNPI Sumut Minta Kepolisian Terapkan UU Perdagangan Ke Penimbun Minyak Goreng
Bupati Langkat Imbau Warga Tak Panic Buying BBM
Pemko Diminta Segera Terbitkan Perwal Terkait PKL
Isoter Asrama Haji Diresmikan, Tampung Pasien Gejala Ringan Hingga WNI dari Luar Negeri

Pos Terkait

Anggota DPRD Kota Medan Binsar Simarmata
11 bulan  lalu
Komisi 2 Tegaskan Tak ada Kutipan Uang Perpisahan Siswa
Netty Juniati Siregar
3 tahun  lalu
Dinsos Medan Diminta Komit Tertibkan Pengemis di Lampu Lalu Lintas
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Medan, Tengku Ahmad Sofyan.
5 tahun  lalu
Pemangkasan Belanja Proyek Jilid II di Pemko Medan Kembali Terjadi
Safari Ramadan 1446 H/2025 M Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan di Masjid Baiturrahman, Desa Pahae Aek Sagala, Kecamatan Sipirok, Senin (24/3/2025).
1 tahun  lalu
Bupati Tegaskan Mampu Bawa Tapsel Lewati Situasi Sulit Saat Ini
Datuk Iskandar Muda
9 bulan  lalu
Fraksi PKS Pertanyakan Peta Rawan Kebakaran Medan
Walikota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas
11 bulan  lalu
Rico Waas Serahkan Mandat Kepada Koordinator Kecamatan Tani Merdeka Indonesia

Trending

01.
4 hari  lalu
Rico Waas Minta KADIN Medan Genjot Investasi dan Tangkap Peluang Program Makan Bergizi
02.
6 hari  lalu
MTQ Medan Disorot, Dugaan Anggaran Ganda Rp1,59 Miliar Menguat
03.
4 hari  lalu
DPRD Medan Soroti Kinerja Dirut RS Bachtiar Djafar, Pelayanan Minim dan Fasilitas Buruk
04.
4 hari  lalu
DPRD Medan Desak RS Pirngadi Mandiri, Soroti Defisit Rp5 Miliar dan Rendahnya Pasien
05.
4 hari  lalu
Realisasi PAD Medan 19,91%, Wali Kota Tekan Optimalisasi Pajak dan Tagih Tunggakan

Ads

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
Logo
Hangat, Mendidik, Mengungkap Fakta
© Kaldera.id. Developed by irzasolusi.com
PSMS Menang 1-0, Laga Panas Diwarnai Dua Kartu Merah
Dari 1st CoESDev 2026, Yakopi Tegaskan Pentingnya Publikasi Internasional
INALUM Salurkan CSR di Paritohan: Dari Beasiswa hingga PLTS untuk Warga
Puskesmas Mandala Berdiri di Luar Medan, DPRD Desak Pemko Segera Ambil Alih Lahan
DPRD Medan Soroti MTQ: Jangan Sekadar Seremonial, Harus Berdampak Nyata
Home Trending Cari Bagikan Lainnya