Kaldera.id
  • BERANDA
  • BERITA TERKINI
  • Bisnis
  • BERITA VIRAL
  • SPORT
  • EDUKASI
  • JALAN-JALAN
  • OPINI
  • KABAR DAERAH
  • Advertorial
Kamis, 16 Apr 2026
Dirut Bank Sumut Heru Mardiansyah Pimpin Forkom IJK Sumut 2026–2027
Gubsu Bobby Dorong Pembiayaan UMKM, Gus Irawan Langsung Gandeng Bank Sumut Lepaskan Warga Tapsel Dari Jerat Kredit Berbunga Tinggi
Bupati Syah Afandin Tepung Tawari 398 JCH Langkat, Tekankan Kesehatan dan Keikhlasan
Rico Waas Minta KADIN Medan Genjot Investasi dan Tangkap Peluang Program Makan Bergizi
Realisasi PAD Medan 19,91%, Wali Kota Tekan Optimalisasi Pajak dan Tagih Tunggakan
DPRD Medan Soroti Kinerja Dirut RS Bachtiar Djafar, Pelayanan Minim dan Fasilitas Buruk
DPRD Medan Desak RS Pirngadi Mandiri, Soroti Defisit Rp5 Miliar dan Rendahnya Pasien
HUT ke-78 Sumut, Bobby Tekankan Kolaborasi Pembangunan
Bobby Dorong Perda Larangan Vape
DPRD Sumut Dukung Larangan Vape, Ikhwan Ritonga Usul Gubernur Terbitkan Sirat Edaran Terlebih Dahulu
Dirut Bank Sumut Heru Mardiansyah Pimpin Forkom IJK Sumut 2026–2027
Gubsu Bobby Dorong Pembiayaan UMKM, Gus Irawan Langsung Gandeng Bank Sumut Lepaskan Warga Tapsel Dari Jerat Kredit Berbunga Tinggi
Bupati Syah Afandin Tepung Tawari 398 JCH Langkat, Tekankan Kesehatan dan Keikhlasan
Rico Waas Minta KADIN Medan Genjot Investasi dan Tangkap Peluang Program Makan Bergizi
Realisasi PAD Medan 19,91%, Wali Kota Tekan Optimalisasi Pajak dan Tagih Tunggakan
DPRD Medan Soroti Kinerja Dirut RS Bachtiar Djafar, Pelayanan Minim dan Fasilitas Buruk
DPRD Medan Desak RS Pirngadi Mandiri, Soroti Defisit Rp5 Miliar dan Rendahnya Pasien
HUT ke-78 Sumut, Bobby Tekankan Kolaborasi Pembangunan
Bobby Dorong Perda Larangan Vape
DPRD Sumut Dukung Larangan Vape, Ikhwan Ritonga Usul Gubernur Terbitkan Sirat Edaran Terlebih Dahulu
Ads_Tapsel
Beranda / Medan

Lebih Dalam Melihat Fenomena Inflasi

redaksi
4 Sep 2023 08:54
Medan Opini 0 649
4 menit membaca
Armin NasutionArmin Nasution

 

Oleh Armin Nasution

Lasro Simbolon
Baca Juga
Lasro Simbolon Dinilai Sosok Tepat Pj Gubsu
28 Jul 2023

TULISAN ini masih merupakan lanjutan topik lalu namun belum akan menyinggung islamic social finance sebagai solusi inflasi. Bahwa benar, dalam ekonomi konvensional ternyata pertumbuhan tinggi akan digerogoti inflasi.

Ekonomi kita terus tumbuh tapi di sisi lain harga barang kebutuhan juga bergerak naik.

​Uang yang kita dapatkan betapa pun banyaknya ternyata tak mampu mengimbangi kenaikan harga. Itu pula yang menunjukkan daya beli uang yang kita miliki semakin lama kian lemah.

Bus Trans Metro Deli terbakar di Jalan Jamin Ginting, Medan, Kamis (8/12/2022). Diduga kejadian ini akibat korslerting listrik.
Baca Juga
Diduga Korsleting Listrik, 1 Unit Bus Trans Deli Terbakar
08 Des 2022

Dulu, tahun 1970-an uang Rp100 ribu itu sudah bisa beli banyak kebutuhan. Sekarang Rp1 juta pun daya belinya masih sangat minim.

​Itu sebabnya inflasi adalah bahaya laten dalam pertumbuhan ekonomi. Tapi bukan berarti inflasi tidak diperlukan. Dalam berbagai kajian ekonomi, inflasi yang terkendali juga penting.

Artinya inflasi merupakan cerminan kenaikan daya beli. Yang jadi problem, jika inflasi tak bisa dikendalikan.

​Bagaimana kita melihat potret inflasi ini lebih detil di Sumut, misalnya?Menurut data Bank Indonesia hingga Juli 2023 tingkat inflasi mencapai 0,3 persen, sedangkan angka year on year ada diangka 2,54 persen dan jika dilihat dari bulan Januari-Juli inflasi ada diangka 0,98 persen.

​Sejauh ini angka itu masih terkendali. Kenapa? Karena secara nasional pun target inflasi adalah 3 persen plus minus 1 persen. Artinya angka inflasi harus ada diangka 2-4 persen.

Dengan target inflasi sebesar itu masih make sense jika pertumbuhan ekonomi di atasnya.

Angka inflasi harus berada dibawah angka pertumbuhan ekonomi karena tidak ada artinya jika pertumbuhan ekonomi tinggi lalu inflasi melebihi pertumbuhan itu sendiri.

Tahun ini Bank Indonesia optimis inflasi akan berada diangka 2 persen. Di Sumut, kita masih menghitung inflasi dengan mengukur di lima kota indeks harga konsumen.

Yaitu Medan, Pematang Siantar, Sibolga, Padangsidimpuan dan Gunungsitoli. Sedangkan kabupaten lain menjadi Indeks Pemantau Harga (IPH).

Sumber utama inflasi di Sumut ternyata dipengaruhi oleh komoditas. Kenaikan harga beras sedikit saja itu akan mendorong inflasi tinggi.

Sedangkan komoditas lain yang sangat berpengaruh adalah bawang. Ini merupakan salah satu pendorong inflasi yang sangat volatile.

Lalu hal lain yang sering menyebabkan inflasi tinggi adalah jalur distribusi yang sangat panjang.

Karena seringkali pasok kebutuhan yang harusnya sampai di pasar dengan harga normal tak pernah tercapai.Inipun salah satu problem utama.

Bahkan petani sebagai sumber utama penghasil pangan tak menikmati hasilnya saat harga di pasar tinggi.

Misal, cabai di pasar sudah mencapai Rp100 ribu, tapi karena panjangnya jalur distribusi ternyata di tingkat petani harga cabai bisa ditebus Rp30 ribu sampai Rp45 ribu.

Intinya penyumbang utama inflasi termasuk Sumut dan Indonesia datang dari komoditas pangan. Setiap kali terjadi inflasi tinggi jika ditelusuri lebih jauh akan mengarah kepada kebutuhan pangan.

Selain itu yang harus diwaspadai adalah import inflation. Atau mengimpor inflasi dari luar.

Kita ini masih punya ketergantungan bahan pokok dengan negara lain. Jadi ketika di sana terjadi kenaikan harga otomatis akan langsung berpengaruh ke negara pengimpor.

Hingga tahun ini berbagai lembaga keuangan dunia masih khawatir dengan ancaman inflasi terutama efek dari perang Rusia-Ukraina yang berkepanjangan dan belum tahu kapan selesai.

Jika kemudian negara-negara terkait melakukan pengetatan kebijakan pangan, kemudian stok di pasar berkurang, otomatis negara-negara yang masih ketergantungan dengan impor pangan akan menghadapi kenaikan harga. Imported inflation tetap jadi ancaman.

Upaya untuk mengendalikan inflasi sudah dilakukan dengan berbagai cara. Strategi paling utama saat ini adalah dorongan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah agar melek inflasi.

Dulu gejala inflasi tinggi hanya dikhawatirkan oleh pemerintah pusat dan otoritas moneter. Sekarang berbeda. Semua kepala daerah harus faham inflasi.

Pemerintah mengefektifkan secara maksimal tim pengendalian harga di daerah untuk memantau inflasi yang terjadi.

Itu kemudian yang disebut dengan geranakan nasional pengendalian inflasi pangan. Selain dengan mendorong kerjasama antar daerah untuk memintas jalur distribusi.

Inflasi ini layaknya tekanan darah, jika terlalu tinggi berbahaya dan jika terlalu rendah juga berbahaya.

Sehingga harus benar-benar dijaga agar harga tidak memberatkan konsumen dan masih memberikan keuntungan ke produsen.

Sering pihak yang paling diuntungkan dari inflasi yang bagian tengah (distributor/price maker) bukan petani karena panjangnya jalur distribusi.

Armin nasutionekonomi konvensionalInflasiislamic social finance
Pos Terkait
Bobby Sampaikan RPJMD Kota Medan 2021-2026
Mengandung Zoonosis, Pemko Terbitkan Larangan Peredaran Daging Anjing
Jual Beras di Harga Eceran Tertinggi, Program Mobil Pasar Murah Keliling PUD Pasar Disorot
Sumbangan Terbesar Masyarakat Adalah Menggunakan Masker
Komisi XI Ingatkan Pemerintah Perbaiki Pengelolaan Kartu Prakerja
Sahabat Berkah Gelar Ramadhan Cinta Yatim

Pos Terkait

Khoiruddin Rangkuti
4 bulan  lalu
Korban Jiwa Banjir Medan Dapat Santunan dari Kemensos RI
Walikota Medan, Bobby Nasution
4 tahun  lalu
Dewan Minta Kadis PU Segera Tuntaskan Komitmen Walikota Medan
11 Manfaat Bersepeda Untuk Kesehatan Tubuh dan Ramah Lingkungan
5 tahun  lalu
11 Manfaat Bersepeda Untuk Kesehatan Tubuh dan Ramah Lingkungan
Pj Bupati Langkat, M Faisal Hasrimy didampingi Sekretaris Daerah Amril serta tim evaluasi Kabupaten Langkat mengikuti evaluasi kinerja kepala daerah triwulan ketiga yang diselenggarakan Inspektorat Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Jakarta, Rabu (20/11/2024).
1 tahun  lalu
Pj Bupati Langkat Faisal Hasrimy Siap Sukseskan Pilkada dan Fokus Peningkatan Pelayanan Kesehatan
Petani Tebu Tolak Impor Gula
6 tahun  lalu
Petani Tebu Tolak Impor Gula
Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution
2 bulan  lalu
Bobby Nasution Desak Daerah Tuntaskan R3P dan BNBA untuk Percepat Pemulihan Bencana

Trending

01.
4 hari  lalu
Bobby Nasution Tonton Sprint Rally Sumut 2026, Dorong Regenerasi Pembalap
02.
4 hari  lalu
PSMS Medan Tumbang 0-1 di Pakansari
03.
6 hari  lalu
PSMS Hadapi Garudayaksa di Pakansari, Ujian Berat Putus Tren Tanpa Kemenangan
04.
3 hari  lalu
Hamdani Nasution Juara Catur Porwasu 2026, Menang Tipis di Klasemen Akhir
05.
6 hari  lalu
Banjir Rob Belawan Tak Kunjung Tuntas, Wakil Wali Kota Medan Desak Rapat Lintas Sektor Segera Digelar

Ads

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
Logo
Hangat, Mendidik, Mengungkap Fakta
© Kaldera.id. Developed by irzasolusi.com
HUT ke-78 Sumut, Bobby Pimpin Ziarah TMP Bukit Barisan
DPRD Sumut Dukung Larangan Vape, Ikhwan Ritonga Usul Gubernur Terbitkan Sirat Edaran Terlebih Dahulu
DPRD Medan Desak RS Pirngadi Mandiri, Soroti Defisit Rp5 Miliar dan Rendahnya Pasien
Bobby Dorong Perda Larangan Vape
Realisasi PAD Medan 19,91%, Wali Kota Tekan Optimalisasi Pajak dan Tagih Tunggakan
Home Trending Cari Bagikan Lainnya