Kaldera.id
  • BERANDA
  • BERITA TERKINI
  • Bisnis
  • BERITA VIRAL
  • SPORT
  • EDUKASI
  • JALAN-JALAN
  • OPINI
  • KABAR DAERAH
  • Advertorial
Selasa, 31 Mar 2026
Rico Waas Tegaskan Pemda Sumut Siap Diaudit BPK, Targetkan Raih WTP
Sumut Zero Pengungsi, Korban Bencana Pindah ke Huntara dan Huntap
DPRD Medan Soroti Minim Perhatian, Desak Dispora Data Dojo Wadokai
Bobby Nasution Paparkan Capaian di DPRD, Angka Kemiskinan Turun
Warga Martubung Desak Kepling Dicopot, DPRD Medan Minta Camat Segera Bertindak
Bayi 7 Bulan Dibuang di Jalan, Polisi Tangkap Sepasang Kekasih di Asahan
PSMS Ditahan Imbang PSPS 1-1 di Stadion Utama Sumut
UMKM Medan Tumbang di Tengah Jalan, Rico Waas Soroti Lemahnya Strategi dan Dorong Digitalisasi
Genjot PAD, Bank Sumut Dorong Transaksi Non-Tunai dan Digitalisasi Pemda
DPRD Ingatkan Rico Waas: Jangan Salah Pilih Sekda, Transparansi Jadi Kunci
Rico Waas Tegaskan Pemda Sumut Siap Diaudit BPK, Targetkan Raih WTP
Sumut Zero Pengungsi, Korban Bencana Pindah ke Huntara dan Huntap
DPRD Medan Soroti Minim Perhatian, Desak Dispora Data Dojo Wadokai
Bobby Nasution Paparkan Capaian di DPRD, Angka Kemiskinan Turun
Warga Martubung Desak Kepling Dicopot, DPRD Medan Minta Camat Segera Bertindak
Bayi 7 Bulan Dibuang di Jalan, Polisi Tangkap Sepasang Kekasih di Asahan
PSMS Ditahan Imbang PSPS 1-1 di Stadion Utama Sumut
UMKM Medan Tumbang di Tengah Jalan, Rico Waas Soroti Lemahnya Strategi dan Dorong Digitalisasi
Genjot PAD, Bank Sumut Dorong Transaksi Non-Tunai dan Digitalisasi Pemda
DPRD Ingatkan Rico Waas: Jangan Salah Pilih Sekda, Transparansi Jadi Kunci
Ads_Tapsel
Beranda / Medan

Lebih Dalam Melihat Fenomena Inflasi

redaksi
4 Sep 2023 08:54
Medan Opini 0 619
4 menit membaca
Armin NasutionArmin Nasution

 

Oleh Armin Nasution

Ilustrasi gangguan ginjal pada anak
Baca Juga
BPJS Kesehatan Akan Ikut Tanggung Biaya Pengobatan Gangguan Ginjal Akut
24 Okt 2022

TULISAN ini masih merupakan lanjutan topik lalu namun belum akan menyinggung islamic social finance sebagai solusi inflasi. Bahwa benar, dalam ekonomi konvensional ternyata pertumbuhan tinggi akan digerogoti inflasi.

Ekonomi kita terus tumbuh tapi di sisi lain harga barang kebutuhan juga bergerak naik.

​Uang yang kita dapatkan betapa pun banyaknya ternyata tak mampu mengimbangi kenaikan harga. Itu pula yang menunjukkan daya beli uang yang kita miliki semakin lama kian lemah.

West Ham United menggeser Chelsea dari posisi 4 besar klasemen usai menumbangkan Tottenham Hotspur 2-1.
Baca Juga
Liga Inggris: West Ham Geser Chelsea di Empat Besar
21 Feb 2021

Dulu, tahun 1970-an uang Rp100 ribu itu sudah bisa beli banyak kebutuhan. Sekarang Rp1 juta pun daya belinya masih sangat minim.

​Itu sebabnya inflasi adalah bahaya laten dalam pertumbuhan ekonomi. Tapi bukan berarti inflasi tidak diperlukan. Dalam berbagai kajian ekonomi, inflasi yang terkendali juga penting.

Artinya inflasi merupakan cerminan kenaikan daya beli. Yang jadi problem, jika inflasi tak bisa dikendalikan.

​Bagaimana kita melihat potret inflasi ini lebih detil di Sumut, misalnya?Menurut data Bank Indonesia hingga Juli 2023 tingkat inflasi mencapai 0,3 persen, sedangkan angka year on year ada diangka 2,54 persen dan jika dilihat dari bulan Januari-Juli inflasi ada diangka 0,98 persen.

​Sejauh ini angka itu masih terkendali. Kenapa? Karena secara nasional pun target inflasi adalah 3 persen plus minus 1 persen. Artinya angka inflasi harus ada diangka 2-4 persen.

Dengan target inflasi sebesar itu masih make sense jika pertumbuhan ekonomi di atasnya.

Angka inflasi harus berada dibawah angka pertumbuhan ekonomi karena tidak ada artinya jika pertumbuhan ekonomi tinggi lalu inflasi melebihi pertumbuhan itu sendiri.

Tahun ini Bank Indonesia optimis inflasi akan berada diangka 2 persen. Di Sumut, kita masih menghitung inflasi dengan mengukur di lima kota indeks harga konsumen.

Yaitu Medan, Pematang Siantar, Sibolga, Padangsidimpuan dan Gunungsitoli. Sedangkan kabupaten lain menjadi Indeks Pemantau Harga (IPH).

Sumber utama inflasi di Sumut ternyata dipengaruhi oleh komoditas. Kenaikan harga beras sedikit saja itu akan mendorong inflasi tinggi.

Sedangkan komoditas lain yang sangat berpengaruh adalah bawang. Ini merupakan salah satu pendorong inflasi yang sangat volatile.

Lalu hal lain yang sering menyebabkan inflasi tinggi adalah jalur distribusi yang sangat panjang.

Karena seringkali pasok kebutuhan yang harusnya sampai di pasar dengan harga normal tak pernah tercapai.Inipun salah satu problem utama.

Bahkan petani sebagai sumber utama penghasil pangan tak menikmati hasilnya saat harga di pasar tinggi.

Misal, cabai di pasar sudah mencapai Rp100 ribu, tapi karena panjangnya jalur distribusi ternyata di tingkat petani harga cabai bisa ditebus Rp30 ribu sampai Rp45 ribu.

Intinya penyumbang utama inflasi termasuk Sumut dan Indonesia datang dari komoditas pangan. Setiap kali terjadi inflasi tinggi jika ditelusuri lebih jauh akan mengarah kepada kebutuhan pangan.

Selain itu yang harus diwaspadai adalah import inflation. Atau mengimpor inflasi dari luar.

Kita ini masih punya ketergantungan bahan pokok dengan negara lain. Jadi ketika di sana terjadi kenaikan harga otomatis akan langsung berpengaruh ke negara pengimpor.

Hingga tahun ini berbagai lembaga keuangan dunia masih khawatir dengan ancaman inflasi terutama efek dari perang Rusia-Ukraina yang berkepanjangan dan belum tahu kapan selesai.

Jika kemudian negara-negara terkait melakukan pengetatan kebijakan pangan, kemudian stok di pasar berkurang, otomatis negara-negara yang masih ketergantungan dengan impor pangan akan menghadapi kenaikan harga. Imported inflation tetap jadi ancaman.

Upaya untuk mengendalikan inflasi sudah dilakukan dengan berbagai cara. Strategi paling utama saat ini adalah dorongan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah agar melek inflasi.

Dulu gejala inflasi tinggi hanya dikhawatirkan oleh pemerintah pusat dan otoritas moneter. Sekarang berbeda. Semua kepala daerah harus faham inflasi.

Pemerintah mengefektifkan secara maksimal tim pengendalian harga di daerah untuk memantau inflasi yang terjadi.

Itu kemudian yang disebut dengan geranakan nasional pengendalian inflasi pangan. Selain dengan mendorong kerjasama antar daerah untuk memintas jalur distribusi.

Inflasi ini layaknya tekanan darah, jika terlalu tinggi berbahaya dan jika terlalu rendah juga berbahaya.

Sehingga harus benar-benar dijaga agar harga tidak memberatkan konsumen dan masih memberikan keuntungan ke produsen.

Sering pihak yang paling diuntungkan dari inflasi yang bagian tengah (distributor/price maker) bukan petani karena panjangnya jalur distribusi.

Armin nasutionekonomi konvensionalInflasiislamic social finance
Pos Terkait
Bom Bunuh Diri Meledak Tepat di Pintu Masuk Gereja Katedral
Milenial PDI-P Punya Ekspektasi Besar ke Bobby Nasution
Pemprov Sumut Terapkan Sistem Turap Tangani Jalan Amblas di Kecamatan Batang Serangan
Al Washliyah Silaturahim Ramadan ke Kajari Medan, Perkuat Penyuluhan Hukum Penerima BOS
Iran Antisipasi Kemarahan Wales, Ekuador dan Belanda Berebut Amankan Posisi
Seekor Harimau Betina Penghuni Medan Zoo Mati di Akhir Tahun 2023

Pos Terkait

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumatera Utara (Sumut) Riadil Akhir Lubis meninggal dunia, Rabu (4/8/2021).
4 tahun  lalu
Kadisperindag Sumut Riadil Akhir Lubis Wafat
Plt Bupati Langkat, Syah Afandin menyalami salah seorang ASN usai memimpin apel kesiapsiagaan Satgas Covid-19 di Halaman Kantor Bupati Langkat, Rabu (9/2/2022)
4 tahun  lalu
Satukan Komitmen Bersama, Syah Afandi Pimpin Apel Penanganan Covid-19
Suasana Kantor Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Medan
6 tahun  lalu
Pelayanan Perizinan di Medan Mirip Sambu
6 tahun  lalu
Bobby belum Final Diusung Gerindra
Anggota Komisi II DPRD Medan, Tengku Edriansyah Rendy
2 tahun  lalu
Wujudkan Indonesia Emas 2045, PMT Kepada Balita Harus Ditingkatkan
PT Adira Dinamika Multi Finance, Tbk. (Adira Finance), salah satu perusahaan pembiayaan terkemuka di Indonesia dengan bangga mempersembahkan Adira Festival 2023. Even selebrasi ini untuk merayakan ulang tahun ke-33 Adira Finance.
2 tahun  lalu
Jamrud dan Kotak Bakal Ramaikan Konser Musikaria Adira Festival Medan

Trending

01.
4 hari  lalu
Al Washliyah Medan Dukung PP TUNAS, Industri Penyiaran dan Ruang Terbuka Publik Perlu Arusutamakan Diet Digital
02.
2 hari  lalu
UMKM Medan Tumbang di Tengah Jalan, Rico Waas Soroti Lemahnya Strategi dan Dorong Digitalisasi
03.
4 hari  lalu
AFF Cek Kesiapan Sumut Awal April, Piala AFF U19 Terancam Jika Belum Siap
04.
5 hari  lalu
Tiang Kabel Semrawut Rusak Wajah Kota, Dewan Desak Pemko Medan Bertindak Tegas
05.
5 hari  lalu
Personel Polda Sumut Gagalkan Penyuludupan 50 Kg Sabu dan 20 Ribu Ekstasi di Perairan Asahan

Ads

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
Logo
Hangat, Mendidik, Mengungkap Fakta
© Kaldera.id. Developed by irzasolusi.com
Bobby Nasution Paparkan Capaian di DPRD, Angka Kemiskinan Turun
Warga Martubung Desak Kepling Dicopot, DPRD Medan Minta Camat Segera Bertindak
DPRD Medan Soroti Minim Perhatian, Desak Dispora Data Dojo Wadokai
Sumut Zero Pengungsi, Korban Bencana Pindah ke Huntara dan Huntap
Rico Waas Tegaskan Pemda Sumut Siap Diaudit BPK, Targetkan Raih WTP
Home Trending Cari Bagikan Lainnya