Kaldera.id
  • BERANDA
  • BERITA TERKINI
  • Bisnis
  • BERITA VIRAL
  • SPORT
  • EDUKASI
  • JALAN-JALAN
  • OPINI
  • KABAR DAERAH
  • Advertorial
Jumat, 10 Apr 2026
Banjir Rob Belawan Tak Kunjung Tuntas, Wakil Wali Kota Medan Desak Rapat Lintas Sektor Segera Digelar
Safri Junanda Siahaan Juara Tenis Meja PORWASU 2026, Menang Telak 3-0 di Final
Bobby Nasution Siap Biayai Kegiatan IPA Sumut, Dorong Pelajar Aktif Berkontribusi untuk Masyarakat
Bupati Syah Afandin Buka Musrenbang RKPD 2027, Fokus Infrastruktur dan SDM
Bupati Syah Afandin Buka Jambore Budaya DSML 2026, Serukan Pemuda Jadi Pelopor dan Inovator Budaya
INALUM Raih PROPER Emas dan Hijau 2025, Perkuat Komitmen ESG dan Keberlanjutan
MSJC dan Mistar FC Menang Perdana Porwasu 2026, Jurnalis Sergai Pesta Gol 3-1
Komisi 4 Soroti Kebocoran PAD PBG, OPD Dinilai Abaikan Perintah Wali Kota
Syah Afandin Antar Langkat Raih Penghargaan Nasional Pembangunan Keluarga Berkualitas 2026
Sebanyak 8 Unit Rumah Tanpa PBG di Medan Tembung Berdiri Bebas
Banjir Rob Belawan Tak Kunjung Tuntas, Wakil Wali Kota Medan Desak Rapat Lintas Sektor Segera Digelar
Safri Junanda Siahaan Juara Tenis Meja PORWASU 2026, Menang Telak 3-0 di Final
Bobby Nasution Siap Biayai Kegiatan IPA Sumut, Dorong Pelajar Aktif Berkontribusi untuk Masyarakat
Bupati Syah Afandin Buka Musrenbang RKPD 2027, Fokus Infrastruktur dan SDM
Bupati Syah Afandin Buka Jambore Budaya DSML 2026, Serukan Pemuda Jadi Pelopor dan Inovator Budaya
INALUM Raih PROPER Emas dan Hijau 2025, Perkuat Komitmen ESG dan Keberlanjutan
MSJC dan Mistar FC Menang Perdana Porwasu 2026, Jurnalis Sergai Pesta Gol 3-1
Komisi 4 Soroti Kebocoran PAD PBG, OPD Dinilai Abaikan Perintah Wali Kota
Syah Afandin Antar Langkat Raih Penghargaan Nasional Pembangunan Keluarga Berkualitas 2026
Sebanyak 8 Unit Rumah Tanpa PBG di Medan Tembung Berdiri Bebas
Ads_Tapsel
Beranda / Medan

Lebih Dalam Melihat Fenomena Inflasi

redaksi
4 Sep 2023 08:54
Medan Opini 0 635
4 menit membaca
Armin NasutionArmin Nasution

 

Oleh Armin Nasution

Komplek Pertokoan Jalan Pandu Baru, Kecamatan Medan Kota
Baca Juga
Dugaan Manipulasi Terkait Jumlah Unit Ruko di Jalan Pandu Baru Bakal Dilaporkan Masyarakat ke Aparat Penegak Hukum
23 Mar 2023

TULISAN ini masih merupakan lanjutan topik lalu namun belum akan menyinggung islamic social finance sebagai solusi inflasi. Bahwa benar, dalam ekonomi konvensional ternyata pertumbuhan tinggi akan digerogoti inflasi.

Ekonomi kita terus tumbuh tapi di sisi lain harga barang kebutuhan juga bergerak naik.

​Uang yang kita dapatkan betapa pun banyaknya ternyata tak mampu mengimbangi kenaikan harga. Itu pula yang menunjukkan daya beli uang yang kita miliki semakin lama kian lemah.

Plt Walikota Medan, Akhyar Nasution membagikan masker saat menggunjungi Pusat Pasar Medan.
Baca Juga
Masyarakat Wajib Pakai Masker Setiap Berpergian
09 Apr 2020

Dulu, tahun 1970-an uang Rp100 ribu itu sudah bisa beli banyak kebutuhan. Sekarang Rp1 juta pun daya belinya masih sangat minim.

​Itu sebabnya inflasi adalah bahaya laten dalam pertumbuhan ekonomi. Tapi bukan berarti inflasi tidak diperlukan. Dalam berbagai kajian ekonomi, inflasi yang terkendali juga penting.

Artinya inflasi merupakan cerminan kenaikan daya beli. Yang jadi problem, jika inflasi tak bisa dikendalikan.

​Bagaimana kita melihat potret inflasi ini lebih detil di Sumut, misalnya?Menurut data Bank Indonesia hingga Juli 2023 tingkat inflasi mencapai 0,3 persen, sedangkan angka year on year ada diangka 2,54 persen dan jika dilihat dari bulan Januari-Juli inflasi ada diangka 0,98 persen.

​Sejauh ini angka itu masih terkendali. Kenapa? Karena secara nasional pun target inflasi adalah 3 persen plus minus 1 persen. Artinya angka inflasi harus ada diangka 2-4 persen.

Dengan target inflasi sebesar itu masih make sense jika pertumbuhan ekonomi di atasnya.

Angka inflasi harus berada dibawah angka pertumbuhan ekonomi karena tidak ada artinya jika pertumbuhan ekonomi tinggi lalu inflasi melebihi pertumbuhan itu sendiri.

Tahun ini Bank Indonesia optimis inflasi akan berada diangka 2 persen. Di Sumut, kita masih menghitung inflasi dengan mengukur di lima kota indeks harga konsumen.

Yaitu Medan, Pematang Siantar, Sibolga, Padangsidimpuan dan Gunungsitoli. Sedangkan kabupaten lain menjadi Indeks Pemantau Harga (IPH).

Sumber utama inflasi di Sumut ternyata dipengaruhi oleh komoditas. Kenaikan harga beras sedikit saja itu akan mendorong inflasi tinggi.

Sedangkan komoditas lain yang sangat berpengaruh adalah bawang. Ini merupakan salah satu pendorong inflasi yang sangat volatile.

Lalu hal lain yang sering menyebabkan inflasi tinggi adalah jalur distribusi yang sangat panjang.

Karena seringkali pasok kebutuhan yang harusnya sampai di pasar dengan harga normal tak pernah tercapai.Inipun salah satu problem utama.

Bahkan petani sebagai sumber utama penghasil pangan tak menikmati hasilnya saat harga di pasar tinggi.

Misal, cabai di pasar sudah mencapai Rp100 ribu, tapi karena panjangnya jalur distribusi ternyata di tingkat petani harga cabai bisa ditebus Rp30 ribu sampai Rp45 ribu.

Intinya penyumbang utama inflasi termasuk Sumut dan Indonesia datang dari komoditas pangan. Setiap kali terjadi inflasi tinggi jika ditelusuri lebih jauh akan mengarah kepada kebutuhan pangan.

Selain itu yang harus diwaspadai adalah import inflation. Atau mengimpor inflasi dari luar.

Kita ini masih punya ketergantungan bahan pokok dengan negara lain. Jadi ketika di sana terjadi kenaikan harga otomatis akan langsung berpengaruh ke negara pengimpor.

Hingga tahun ini berbagai lembaga keuangan dunia masih khawatir dengan ancaman inflasi terutama efek dari perang Rusia-Ukraina yang berkepanjangan dan belum tahu kapan selesai.

Jika kemudian negara-negara terkait melakukan pengetatan kebijakan pangan, kemudian stok di pasar berkurang, otomatis negara-negara yang masih ketergantungan dengan impor pangan akan menghadapi kenaikan harga. Imported inflation tetap jadi ancaman.

Upaya untuk mengendalikan inflasi sudah dilakukan dengan berbagai cara. Strategi paling utama saat ini adalah dorongan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah agar melek inflasi.

Dulu gejala inflasi tinggi hanya dikhawatirkan oleh pemerintah pusat dan otoritas moneter. Sekarang berbeda. Semua kepala daerah harus faham inflasi.

Pemerintah mengefektifkan secara maksimal tim pengendalian harga di daerah untuk memantau inflasi yang terjadi.

Itu kemudian yang disebut dengan geranakan nasional pengendalian inflasi pangan. Selain dengan mendorong kerjasama antar daerah untuk memintas jalur distribusi.

Inflasi ini layaknya tekanan darah, jika terlalu tinggi berbahaya dan jika terlalu rendah juga berbahaya.

Sehingga harus benar-benar dijaga agar harga tidak memberatkan konsumen dan masih memberikan keuntungan ke produsen.

Sering pihak yang paling diuntungkan dari inflasi yang bagian tengah (distributor/price maker) bukan petani karena panjangnya jalur distribusi.

Armin nasutionekonomi konvensionalInflasiislamic social finance
Pos Terkait
Komisi XI Minta LPS Dorong Literasi Keuangan Masyarakat
Baznas Kota Medan Salurkan Bantuan Korban Kebakaran di 2 Lokasi
Walikota Bobby Lantik Hafiz Harahap jadi Ketua FKDM Kota Medan
Pasca Penertiban PK5 Jalan Gatot Subroto, Aparat Kecamatan Dirikan Posko Cegah Pedagang Kembali
Gubernur Sumut Bobby Nasution Bersama Forkopimda Pimpin Pembongkaran THM Diduga Sarang Narkoba
KPOTI Sumut Gedor Olahraga Rakyat

Pos Terkait

Walikota Medan memberhentikan Dirut PD Pembangunan Kota Medan, Gerald Partogi Siahaan. Pemberhentian ini akibat kinerjanya yang tidak maksimal.
2 tahun  lalu
Kinerjanya Dinilai Tak Maksimal, Dirut PD Pembangunan Diberhentikan
Branch Manager PT Taspen Medan, Hari Kusuma Yuda Perwira menyampaikan apresiasi terhadap Bank Sumut sebagai mitra bayar terbaik. Hal ini ditegaskan dalam kunjungan PT Taspen ke Bank Sumut, Kamis (11/9/2025).
6 bulan  lalu
Taspen Apresiasi Bank Sumut sebagai Mitra Bayar Pensiun Terbaik
Direktur PDAM Tirta Wampu Herman saat pengambilan sumpah jabatan
5 tahun  lalu
Herman Sukendar Direktur PDAM Tirta Wampu Yang Baru
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas
1 bulan  lalu
Rico Waas Beberkan LKPJ 2025: IPM dan Ekonomi Medan Naik, Kemiskinan Turun
Jelang pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Medan tahun 2020, KPU Kota Medan mengadakan sosialiasi serta launching Maskot dan Jingle Pilkada 2020, Minggu (1/03/2020) di Lapangan Merdeka Medan.
6 tahun  lalu
KPU Medan Sosialisasi dan Launching Maskot Jingle Pilkada 2020
Salah satu tersangka
3 bulan  lalu
Polres Tanjungbalai Bongkar Peredaran Kokain 3 Kg, Dua Nelayan Ditangkap

Trending

01.
5 hari  lalu
Laga Hidup Mati PSMS, Wajib Menang Atas Persikad
02.
5 hari  lalu
Kanal Titi Kuning Darurat Sampah, Camat Medan Johor Tegas Minta Solusi Cepat
03.
5 hari  lalu
Sebanyak 320 Jurnalis Sumut Ambil Bagian di Piala Gubsu
04.
3 hari  lalu
Pemprov Sumut Terapkan WFH Setiap Jumat Mulai Pekan Ini, Gubernur Bobby Nasution: Jangan Gunakan untuk Liburan
05.
3 hari  lalu
Bupati Langkat Buka Dialog MUI, Tekankan Persatuan

Ads

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
Logo
Hangat, Mendidik, Mengungkap Fakta
© Kaldera.id. Developed by irzasolusi.com
MSJC dan Mistar FC Menang Perdana Porwasu 2026, Jurnalis Sergai Pesta Gol 3-1
INALUM Raih PROPER Emas dan Hijau 2025, Perkuat Komitmen ESG dan Keberlanjutan
Bupati Syah Afandin Buka Jambore Budaya DSML 2026, Serukan Pemuda Jadi Pelopor dan Inovator Budaya
Safri Junanda Siahaan Juara Tenis Meja PORWASU 2026, Menang Telak 3-0 di Final
Banjir Rob Belawan Tak Kunjung Tuntas, Wakil Wali Kota Medan Desak Rapat Lintas Sektor Segera Digelar
Home Trending Cari Bagikan Lainnya