Kaldera.id
  • BERANDA
  • BERITA TERKINI
  • Bisnis
  • BERITA VIRAL
  • SPORT
  • EDUKASI
  • JALAN-JALAN
  • OPINI
  • KABAR DAERAH
  • Advertorial
Rabu, 11 Feb 2026
Rico Waas Terima Reses DPRD Sumut, Infrastruktur dan Banjir Jadi Sorotan
Dewan Minta PLN Stop Pemadaman Listrik Saat Ramadan
Rico Waas Tegaskan RKP 2026 Tak Boleh Seremonial, Pembangunan Medan Harus Berdampak Nyata
Wakil Wali Kota Medan Minta Wartawan Bersinergi Bangun Kota Lewat Pemberitaan Berimbang
Dua Kadis Pemprov Sumut Mundur, RE Nainggolan: Tak Profesional
DPRD Medan Raih Nilai 94, Terbaik I JDIHN Sumut
402 Jemaah Haji Langkat Ikuti Manasik Terintegrasi Jelang Keberangkatan
Isra Mi’raj di Langkat, Bupati Syah Afandin Ajak Warga Perkuat Iman Sambut Ramadan
100 UMKM Medan Kantongi Sertifikat Halal, Rico Waas Dorong Pasar Lebih Luas
Pelanggaran Reklame Terbongkar, DPRD Medan Soroti Kebocoran PAD
Rico Waas Terima Reses DPRD Sumut, Infrastruktur dan Banjir Jadi Sorotan
Dewan Minta PLN Stop Pemadaman Listrik Saat Ramadan
Rico Waas Tegaskan RKP 2026 Tak Boleh Seremonial, Pembangunan Medan Harus Berdampak Nyata
Wakil Wali Kota Medan Minta Wartawan Bersinergi Bangun Kota Lewat Pemberitaan Berimbang
Dua Kadis Pemprov Sumut Mundur, RE Nainggolan: Tak Profesional
DPRD Medan Raih Nilai 94, Terbaik I JDIHN Sumut
402 Jemaah Haji Langkat Ikuti Manasik Terintegrasi Jelang Keberangkatan
Isra Mi’raj di Langkat, Bupati Syah Afandin Ajak Warga Perkuat Iman Sambut Ramadan
100 UMKM Medan Kantongi Sertifikat Halal, Rico Waas Dorong Pasar Lebih Luas
Pelanggaran Reklame Terbongkar, DPRD Medan Soroti Kebocoran PAD
Ads_Tapsel
Beranda / Medan

Lebih Dalam Melihat Fenomena Inflasi

redaksi
4 Sep 2023 08:54
Medan Opini 0 524
4 menit membaca
Armin NasutionArmin Nasution

 

Oleh Armin Nasution

Gunung Sinabung Kembali Erupsi Malam Ini, Kolom Abu 4 Km Diatas Puncak
Baca Juga
Gunung Sinabung Kembali Erupsi Malam Ini, Kolom Abu 4 Km Diatas Puncak
19 Agu 2020

TULISAN ini masih merupakan lanjutan topik lalu namun belum akan menyinggung islamic social finance sebagai solusi inflasi. Bahwa benar, dalam ekonomi konvensional ternyata pertumbuhan tinggi akan digerogoti inflasi.

Ekonomi kita terus tumbuh tapi di sisi lain harga barang kebutuhan juga bergerak naik.

​Uang yang kita dapatkan betapa pun banyaknya ternyata tak mampu mengimbangi kenaikan harga. Itu pula yang menunjukkan daya beli uang yang kita miliki semakin lama kian lemah.

Rocky Gerung (tengah) bersama Akhyar Nasution dan Salman Alfarisi di Merdeka Walk, Medan.(ist)
Baca Juga
Datang ke Medan, Rocky Gerung Ajak Pemilih Waras
26 Nov 2020

Dulu, tahun 1970-an uang Rp100 ribu itu sudah bisa beli banyak kebutuhan. Sekarang Rp1 juta pun daya belinya masih sangat minim.

​Itu sebabnya inflasi adalah bahaya laten dalam pertumbuhan ekonomi. Tapi bukan berarti inflasi tidak diperlukan. Dalam berbagai kajian ekonomi, inflasi yang terkendali juga penting.

Artinya inflasi merupakan cerminan kenaikan daya beli. Yang jadi problem, jika inflasi tak bisa dikendalikan.

​Bagaimana kita melihat potret inflasi ini lebih detil di Sumut, misalnya?Menurut data Bank Indonesia hingga Juli 2023 tingkat inflasi mencapai 0,3 persen, sedangkan angka year on year ada diangka 2,54 persen dan jika dilihat dari bulan Januari-Juli inflasi ada diangka 0,98 persen.

​Sejauh ini angka itu masih terkendali. Kenapa? Karena secara nasional pun target inflasi adalah 3 persen plus minus 1 persen. Artinya angka inflasi harus ada diangka 2-4 persen.

Dengan target inflasi sebesar itu masih make sense jika pertumbuhan ekonomi di atasnya.

Angka inflasi harus berada dibawah angka pertumbuhan ekonomi karena tidak ada artinya jika pertumbuhan ekonomi tinggi lalu inflasi melebihi pertumbuhan itu sendiri.

Tahun ini Bank Indonesia optimis inflasi akan berada diangka 2 persen. Di Sumut, kita masih menghitung inflasi dengan mengukur di lima kota indeks harga konsumen.

Yaitu Medan, Pematang Siantar, Sibolga, Padangsidimpuan dan Gunungsitoli. Sedangkan kabupaten lain menjadi Indeks Pemantau Harga (IPH).

Sumber utama inflasi di Sumut ternyata dipengaruhi oleh komoditas. Kenaikan harga beras sedikit saja itu akan mendorong inflasi tinggi.

Sedangkan komoditas lain yang sangat berpengaruh adalah bawang. Ini merupakan salah satu pendorong inflasi yang sangat volatile.

Lalu hal lain yang sering menyebabkan inflasi tinggi adalah jalur distribusi yang sangat panjang.

Karena seringkali pasok kebutuhan yang harusnya sampai di pasar dengan harga normal tak pernah tercapai.Inipun salah satu problem utama.

Bahkan petani sebagai sumber utama penghasil pangan tak menikmati hasilnya saat harga di pasar tinggi.

Misal, cabai di pasar sudah mencapai Rp100 ribu, tapi karena panjangnya jalur distribusi ternyata di tingkat petani harga cabai bisa ditebus Rp30 ribu sampai Rp45 ribu.

Intinya penyumbang utama inflasi termasuk Sumut dan Indonesia datang dari komoditas pangan. Setiap kali terjadi inflasi tinggi jika ditelusuri lebih jauh akan mengarah kepada kebutuhan pangan.

Selain itu yang harus diwaspadai adalah import inflation. Atau mengimpor inflasi dari luar.

Kita ini masih punya ketergantungan bahan pokok dengan negara lain. Jadi ketika di sana terjadi kenaikan harga otomatis akan langsung berpengaruh ke negara pengimpor.

Hingga tahun ini berbagai lembaga keuangan dunia masih khawatir dengan ancaman inflasi terutama efek dari perang Rusia-Ukraina yang berkepanjangan dan belum tahu kapan selesai.

Jika kemudian negara-negara terkait melakukan pengetatan kebijakan pangan, kemudian stok di pasar berkurang, otomatis negara-negara yang masih ketergantungan dengan impor pangan akan menghadapi kenaikan harga. Imported inflation tetap jadi ancaman.

Upaya untuk mengendalikan inflasi sudah dilakukan dengan berbagai cara. Strategi paling utama saat ini adalah dorongan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah agar melek inflasi.

Dulu gejala inflasi tinggi hanya dikhawatirkan oleh pemerintah pusat dan otoritas moneter. Sekarang berbeda. Semua kepala daerah harus faham inflasi.

Pemerintah mengefektifkan secara maksimal tim pengendalian harga di daerah untuk memantau inflasi yang terjadi.

Itu kemudian yang disebut dengan geranakan nasional pengendalian inflasi pangan. Selain dengan mendorong kerjasama antar daerah untuk memintas jalur distribusi.

Inflasi ini layaknya tekanan darah, jika terlalu tinggi berbahaya dan jika terlalu rendah juga berbahaya.

Sehingga harus benar-benar dijaga agar harga tidak memberatkan konsumen dan masih memberikan keuntungan ke produsen.

Sering pihak yang paling diuntungkan dari inflasi yang bagian tengah (distributor/price maker) bukan petani karena panjangnya jalur distribusi.

Armin nasutionekonomi konvensionalInflasiislamic social finance
Pos Terkait
Pemiliknya Bandal, Papan Reklame di Jalan Marelan Raya Terpaksa Dibongkar
Semakin Inovatif, Bobby Serahkan Aplikasi LEV ke Poldasu Untuk Dipasang di 8 Ruas Jalan
Perda Perlindungan UMKM Segera Digodok, Termasuk Pengaturan Pasar Modern dan Tradisional
Gus Irawan Minta Pemda Sinergi Ke Pusat Pulihkan Ekonomi
Rektor Unila Kena OTT: Ketua Senat Hingga WR 1 Unila Ikut Ditahan KPK
Sambut Hakordia 2022, Kejati Sumut Ajak Anak Bermain dan Tanamkan Nilai Kejujuran

Pos Terkait

Bupati Langkat Syah Afandin
2 bulan  lalu
Bupati Syah Afandin Buka MTQ ke-58 Langkat di Sawit Seberang
Ketua DPRD Medan, Hasyim
1 tahun  lalu
Dinas Perhubungan Dinilai Abai Laporan Warga Pengaduan LPJU Rusak Berbulan bulan Tak Kunjung Diperbaiki
Medan Zoo.
5 tahun  lalu
Kembali Beroperasi, Medan Zoo Larang Lansia dan Balita Masuk
Rektor UINSU Prof Syahrin Harahap (tiga dari kanan) dan Ketua Tanfidziyah PWNU Sumut H Syahrial Tambunan (4 dari kanan) berfoto bersama usai pertemuan
4 tahun  lalu
Rektor UINSU dan Ketua PWNU Sumut Siap Kolaborasi Perkuat Moderasi Beragama
Armin Nasution
2 tahun  lalu
Inflasi Dan Islamic Social Finance
Walikota Medan, Bobby Nasution
2 tahun  lalu
Bobby Nasution: Pemkot Medan akan Tuntaskan Seluruh Program Pembangunan

Trending

01.
2 hari  lalu
Tahun Ini, 12 Ruas Jalan di Medan Ditargetkan Bebas Kabel Udara
02.
1 hari  lalu
Dua Kadis Pemprov Sumut Mundur, Ini Alasan Resminya
03.
6 hari  lalu
Pasca Kebakaran, 700 Pekerja Pabrik Swallow Medan Terancam PHK
04.
5 hari  lalu
Plt Dirut Baru RSUD Pirngadi Bergerak Cepat, Targetkan Layanan Lebih Cepat dan Ramah
05.
5 hari  lalu
Wagub Sumut Dorong Lari Trail Jadi Mesin Prestasi Atlet dan Pariwisata Daerah

Ads

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
Logo
Hangat, Mendidik, Mengungkap Fakta
© Kaldera.id. Developed by irzasolusi.com
Medan Career Expo 2026 Dibuka, 124 Perusahaan Sediakan 5.515 Lowongan Kerja
100 UMKM Medan Kantongi Sertifikat Halal, Rico Waas Dorong Pasar Lebih Luas
Isra Mi’raj di Langkat, Bupati Syah Afandin Ajak Warga Perkuat Iman Sambut Ramadan
402 Jemaah Haji Langkat Ikuti Manasik Terintegrasi Jelang Keberangkatan
Pelanggaran Reklame Terbongkar, DPRD Medan Soroti Kebocoran PAD
Home Trending Cari Bagikan Lainnya