Kaldera.id
  • BERANDA
  • BERITA TERKINI
  • Bisnis
  • BERITA VIRAL
  • SPORT
  • EDUKASI
  • JALAN-JALAN
  • OPINI
  • KABAR DAERAH
  • Advertorial
Sabtu, 28 Mar 2026
Wagub Sumut Tinjau Huntap Tapsel Bersama Mendagri, 227 Unit Dikebut Rampung
Ketua Komisi 2 DPRD Medan Tegas: Program Dispora Harus Berdampak ke Masyarakat
Komisi 4 DPRD Medan Minta Bangunan Tanpa PBG Disegel, Urusan Dipermudah
PSMS Medan Krisis Bek Jelang Lawan PSPS, Eko Purdjianto Tetap Bidik Tiga Poin
Sumut Percepat Pemulihan Pascabencana, 5 Sektor Ini Jadi Prioritas
471 ASN Pemko Medan Bolos, DPRD Desak Sanksi Tegas Tanpa Kompromi
AFF Cek Kesiapan Sumut Awal April, Piala AFF U19 Terancam Jika Belum Siap
31 Faskes Medan Dibongkar Total, 3 Puskesmas Siap Dibangun Ulang
Bobby Nasution Targetkan Liga 4 Jadi Jalan Pemain dan Wasit Tembus Level Profesional
Empat Cabor Siap Dipertandingkan di PORWASU 2026, Total Hadiah Puluhan Juta Menanti
Wagub Sumut Tinjau Huntap Tapsel Bersama Mendagri, 227 Unit Dikebut Rampung
Ketua Komisi 2 DPRD Medan Tegas: Program Dispora Harus Berdampak ke Masyarakat
Komisi 4 DPRD Medan Minta Bangunan Tanpa PBG Disegel, Urusan Dipermudah
PSMS Medan Krisis Bek Jelang Lawan PSPS, Eko Purdjianto Tetap Bidik Tiga Poin
Sumut Percepat Pemulihan Pascabencana, 5 Sektor Ini Jadi Prioritas
471 ASN Pemko Medan Bolos, DPRD Desak Sanksi Tegas Tanpa Kompromi
AFF Cek Kesiapan Sumut Awal April, Piala AFF U19 Terancam Jika Belum Siap
31 Faskes Medan Dibongkar Total, 3 Puskesmas Siap Dibangun Ulang
Bobby Nasution Targetkan Liga 4 Jadi Jalan Pemain dan Wasit Tembus Level Profesional
Empat Cabor Siap Dipertandingkan di PORWASU 2026, Total Hadiah Puluhan Juta Menanti
Ads_Tapsel
Beranda / Medan

Lebih Dalam Melihat Fenomena Inflasi

redaksi
4 Sep 2023 08:54
Medan Opini 0 616
4 menit membaca
Armin NasutionArmin Nasution

 

Oleh Armin Nasution

Walikota Medan, Muhammad Bobby Afif Nasution meninjau langsung drainase yang tersumbat di Jalan HM Said Gang Juki, Kecamatan Medan Timur, Senin (21/6/2021)
Baca Juga
Ada Bangunan Rumah di Atas Drainase, Jalan HM Said Kerap Tergenang Air
22 Jun 2021

TULISAN ini masih merupakan lanjutan topik lalu namun belum akan menyinggung islamic social finance sebagai solusi inflasi. Bahwa benar, dalam ekonomi konvensional ternyata pertumbuhan tinggi akan digerogoti inflasi.

Ekonomi kita terus tumbuh tapi di sisi lain harga barang kebutuhan juga bergerak naik.

​Uang yang kita dapatkan betapa pun banyaknya ternyata tak mampu mengimbangi kenaikan harga. Itu pula yang menunjukkan daya beli uang yang kita miliki semakin lama kian lemah.

Kecamatan Medan Denai untuk kedelapan kali berturut turut meraih juara umum Pekan Olahraga Kota (Porkot) Medan 2022.
Baca Juga
Catat Sejarah, Medan Denai Juara Porkot Delapan Kali Berturut- turut
13 Agu 2022

Dulu, tahun 1970-an uang Rp100 ribu itu sudah bisa beli banyak kebutuhan. Sekarang Rp1 juta pun daya belinya masih sangat minim.

​Itu sebabnya inflasi adalah bahaya laten dalam pertumbuhan ekonomi. Tapi bukan berarti inflasi tidak diperlukan. Dalam berbagai kajian ekonomi, inflasi yang terkendali juga penting.

Artinya inflasi merupakan cerminan kenaikan daya beli. Yang jadi problem, jika inflasi tak bisa dikendalikan.

​Bagaimana kita melihat potret inflasi ini lebih detil di Sumut, misalnya?Menurut data Bank Indonesia hingga Juli 2023 tingkat inflasi mencapai 0,3 persen, sedangkan angka year on year ada diangka 2,54 persen dan jika dilihat dari bulan Januari-Juli inflasi ada diangka 0,98 persen.

​Sejauh ini angka itu masih terkendali. Kenapa? Karena secara nasional pun target inflasi adalah 3 persen plus minus 1 persen. Artinya angka inflasi harus ada diangka 2-4 persen.

Dengan target inflasi sebesar itu masih make sense jika pertumbuhan ekonomi di atasnya.

Angka inflasi harus berada dibawah angka pertumbuhan ekonomi karena tidak ada artinya jika pertumbuhan ekonomi tinggi lalu inflasi melebihi pertumbuhan itu sendiri.

Tahun ini Bank Indonesia optimis inflasi akan berada diangka 2 persen. Di Sumut, kita masih menghitung inflasi dengan mengukur di lima kota indeks harga konsumen.

Yaitu Medan, Pematang Siantar, Sibolga, Padangsidimpuan dan Gunungsitoli. Sedangkan kabupaten lain menjadi Indeks Pemantau Harga (IPH).

Sumber utama inflasi di Sumut ternyata dipengaruhi oleh komoditas. Kenaikan harga beras sedikit saja itu akan mendorong inflasi tinggi.

Sedangkan komoditas lain yang sangat berpengaruh adalah bawang. Ini merupakan salah satu pendorong inflasi yang sangat volatile.

Lalu hal lain yang sering menyebabkan inflasi tinggi adalah jalur distribusi yang sangat panjang.

Karena seringkali pasok kebutuhan yang harusnya sampai di pasar dengan harga normal tak pernah tercapai.Inipun salah satu problem utama.

Bahkan petani sebagai sumber utama penghasil pangan tak menikmati hasilnya saat harga di pasar tinggi.

Misal, cabai di pasar sudah mencapai Rp100 ribu, tapi karena panjangnya jalur distribusi ternyata di tingkat petani harga cabai bisa ditebus Rp30 ribu sampai Rp45 ribu.

Intinya penyumbang utama inflasi termasuk Sumut dan Indonesia datang dari komoditas pangan. Setiap kali terjadi inflasi tinggi jika ditelusuri lebih jauh akan mengarah kepada kebutuhan pangan.

Selain itu yang harus diwaspadai adalah import inflation. Atau mengimpor inflasi dari luar.

Kita ini masih punya ketergantungan bahan pokok dengan negara lain. Jadi ketika di sana terjadi kenaikan harga otomatis akan langsung berpengaruh ke negara pengimpor.

Hingga tahun ini berbagai lembaga keuangan dunia masih khawatir dengan ancaman inflasi terutama efek dari perang Rusia-Ukraina yang berkepanjangan dan belum tahu kapan selesai.

Jika kemudian negara-negara terkait melakukan pengetatan kebijakan pangan, kemudian stok di pasar berkurang, otomatis negara-negara yang masih ketergantungan dengan impor pangan akan menghadapi kenaikan harga. Imported inflation tetap jadi ancaman.

Upaya untuk mengendalikan inflasi sudah dilakukan dengan berbagai cara. Strategi paling utama saat ini adalah dorongan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah agar melek inflasi.

Dulu gejala inflasi tinggi hanya dikhawatirkan oleh pemerintah pusat dan otoritas moneter. Sekarang berbeda. Semua kepala daerah harus faham inflasi.

Pemerintah mengefektifkan secara maksimal tim pengendalian harga di daerah untuk memantau inflasi yang terjadi.

Itu kemudian yang disebut dengan geranakan nasional pengendalian inflasi pangan. Selain dengan mendorong kerjasama antar daerah untuk memintas jalur distribusi.

Inflasi ini layaknya tekanan darah, jika terlalu tinggi berbahaya dan jika terlalu rendah juga berbahaya.

Sehingga harus benar-benar dijaga agar harga tidak memberatkan konsumen dan masih memberikan keuntungan ke produsen.

Sering pihak yang paling diuntungkan dari inflasi yang bagian tengah (distributor/price maker) bukan petani karena panjangnya jalur distribusi.

Armin nasutionekonomi konvensionalInflasiislamic social finance
Pos Terkait
SMSI Temui MPR RI Soal Kasus Penembakan Wartawan Simalungun
Jaksa Masuk Sekolah Hadir di SMKN 9 Medan
Putuskan Intervensi Penanganan Hama Lalat Buah Secara Masif, Bobby Ingin Kembalikan Kejayaan Jeruk Karo
Kadin Sumut: Kita Harus Masuk 5 Besar Peringkat Investasi
Pengerjaan Pembangunan Harus Cerdas dan Cepat
Gubsu Ultimatum Kesawan Tutup Pukul 22.00 WIB

Pos Terkait

Gus Irawan Pasaribu
1 tahun  lalu
Digagas Gus Irawan, Pemerintah Setujui Dana Peremajaan Sawit
Walikota Medan, Bobby Afif Nasution menegaskan, seluruh etnis yang ada di Kota Medan bisa tumbuh dan berkembang menjadi masyarakat asli karena kebaikan serta kemurahan hati masyarakat Melayu menerima para pendatang dengan baik.
3 tahun  lalu
Bobby: Medan Menjadi Kota Multi Etnis Karena Kemurahan Hati Masyarakat Melayu Menerima Pendatang
Walikota Medan, Bobby Afif Nasution
2 tahun  lalu
Forkala Medan Nobatkan Bobby Nasution Sebagai Tokoh Peduli Budaya
Anggota DPRD Medan menggelar sidang paripurna dengan agenda laporan pertanggungjawaban kepala daerah atas pelaksanaan APBD 2023 di Gedung DPRD Medan, Senin (27/5/2024).
1 tahun  lalu
Raih WTP 4 Tahun Berturut – turut, Pengelolaan Keuangan Pemko Medan Berkualitas
Anggota Komisi XI DPR RI Gus Irawan Pasaribu
4 tahun  lalu
Gus Irawan: DBH Sumber Daya Alam Akan Ditampung RUU HKPD
Ramadhan Fair ke - XVIII direncanakan berlangsung mulai 16 Maret sampai 4 April 2024 di dua lokasi berbeda yakni, Taman Sri Deli dan Lapangan Rengas Pulau, Marelan.
2 tahun  lalu
Ditanya Syarat Berjualan di Ramadhan Fair, Pejabat Disdikbud Buang Badan

Trending

01.
1 hari  lalu
Al Washliyah Medan Dukung PP TUNAS, Industri Penyiaran dan Ruang Terbuka Publik Perlu Arusutamakan Diet Digital
02.
6 hari  lalu
Kapolri dan Wagub Sumut Tinjau Kesiapan Mudik Lebaran di Medan
03.
6 hari  lalu
Bobby Nasution Salat Idulfitri Bersama Ribuan Warga di Sergai
04.
6 hari  lalu
Open House Gubernur Diserbu Ribuan Warga
05.
6 hari  lalu
Pawai Obor dan Mobil Hias Meriahkan Malam Takbiran di Sergai

Ads

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
Logo
Hangat, Mendidik, Mengungkap Fakta
© Kaldera.id. Developed by irzasolusi.com
PSMS Medan Krisis Bek Jelang Lawan PSPS, Eko Purdjianto Tetap Bidik Tiga Poin
Komisi 4 DPRD Medan Minta Bangunan Tanpa PBG Disegel, Urusan Dipermudah
Ketua Komisi 2 DPRD Medan Tegas: Program Dispora Harus Berdampak ke Masyarakat
Wagub Sumut Tinjau Huntap Tapsel Bersama Mendagri, 227 Unit Dikebut Rampung
Home Trending Cari Bagikan Lainnya