Kaldera.id
  • BERANDA
  • BERITA TERKINI
  • Bisnis
  • BERITA VIRAL
  • SPORT
  • EDUKASI
  • JALAN-JALAN
  • OPINI
  • KABAR DAERAH
  • Advertorial
Rabu, 07 Jan 2026
Bagian dari Perda KTR, Dewan Desak Pemko Medan Tindak Tegas Rokok Ilegal
Sulit dan Mahal, Dewan Minta Urusan PBG Dievaluasi
Dewan Usulkan Satu Lingkungan Satu Becak Sampah
Pemprov Sumut Targetkan Dokumen R3P Rampung Akhir Januari 2026
Kepala OPD Pemko Medan Banyak Kosong, DPRD Ingatkan Risiko Program Mandek di 2026
Median Jalan Dinilai Menyulitkan Warga, DPRD Medan Minta Dishub Kaji Ulang
Bobby Nasution Terbitkan SK Rumah Terdampak Banjir-Longsor, Penyaluran Bantuan Dipercepat
Pemko Makassar Bantu Rp500 Juta untuk Korban Banjir dan Longsor di Sumut
Rico Waas Segera Lantik Pejabat Eselon II di Lingkungan Pemko Medan
Komisi 1 Apresiasi Kinerja Kapolrestabes Medan dan Kapolres Belawan
Bagian dari Perda KTR, Dewan Desak Pemko Medan Tindak Tegas Rokok Ilegal
Sulit dan Mahal, Dewan Minta Urusan PBG Dievaluasi
Dewan Usulkan Satu Lingkungan Satu Becak Sampah
Pemprov Sumut Targetkan Dokumen R3P Rampung Akhir Januari 2026
Kepala OPD Pemko Medan Banyak Kosong, DPRD Ingatkan Risiko Program Mandek di 2026
Median Jalan Dinilai Menyulitkan Warga, DPRD Medan Minta Dishub Kaji Ulang
Bobby Nasution Terbitkan SK Rumah Terdampak Banjir-Longsor, Penyaluran Bantuan Dipercepat
Pemko Makassar Bantu Rp500 Juta untuk Korban Banjir dan Longsor di Sumut
Rico Waas Segera Lantik Pejabat Eselon II di Lingkungan Pemko Medan
Komisi 1 Apresiasi Kinerja Kapolrestabes Medan dan Kapolres Belawan
Ads_Tapsel
Beranda / Medan

Lebih Dalam Melihat Fenomena Inflasi

redaksi
4 Sep 2023 08:54
Medan Opini 0 467
4 menit membaca
Armin NasutionArmin Nasution

 

Oleh Armin Nasution

Arief Trinugroho
Baca Juga
Dilantik Jadi Sekda, Arief Harus Bisa Bedakan Kepentingan Pribadi dengan Kelompok
19 Agu 2022

TULISAN ini masih merupakan lanjutan topik lalu namun belum akan menyinggung islamic social finance sebagai solusi inflasi. Bahwa benar, dalam ekonomi konvensional ternyata pertumbuhan tinggi akan digerogoti inflasi.

Ekonomi kita terus tumbuh tapi di sisi lain harga barang kebutuhan juga bergerak naik.

​Uang yang kita dapatkan betapa pun banyaknya ternyata tak mampu mengimbangi kenaikan harga. Itu pula yang menunjukkan daya beli uang yang kita miliki semakin lama kian lemah.

Hendra DS
Baca Juga
Hendra DS: Banyak Perda Baru Yang Tak Diikuti Penertiban Perwal
19 Apr 2024

Dulu, tahun 1970-an uang Rp100 ribu itu sudah bisa beli banyak kebutuhan. Sekarang Rp1 juta pun daya belinya masih sangat minim.

​Itu sebabnya inflasi adalah bahaya laten dalam pertumbuhan ekonomi. Tapi bukan berarti inflasi tidak diperlukan. Dalam berbagai kajian ekonomi, inflasi yang terkendali juga penting.

Artinya inflasi merupakan cerminan kenaikan daya beli. Yang jadi problem, jika inflasi tak bisa dikendalikan.

​Bagaimana kita melihat potret inflasi ini lebih detil di Sumut, misalnya?Menurut data Bank Indonesia hingga Juli 2023 tingkat inflasi mencapai 0,3 persen, sedangkan angka year on year ada diangka 2,54 persen dan jika dilihat dari bulan Januari-Juli inflasi ada diangka 0,98 persen.

​Sejauh ini angka itu masih terkendali. Kenapa? Karena secara nasional pun target inflasi adalah 3 persen plus minus 1 persen. Artinya angka inflasi harus ada diangka 2-4 persen.

Dengan target inflasi sebesar itu masih make sense jika pertumbuhan ekonomi di atasnya.

Angka inflasi harus berada dibawah angka pertumbuhan ekonomi karena tidak ada artinya jika pertumbuhan ekonomi tinggi lalu inflasi melebihi pertumbuhan itu sendiri.

Tahun ini Bank Indonesia optimis inflasi akan berada diangka 2 persen. Di Sumut, kita masih menghitung inflasi dengan mengukur di lima kota indeks harga konsumen.

Yaitu Medan, Pematang Siantar, Sibolga, Padangsidimpuan dan Gunungsitoli. Sedangkan kabupaten lain menjadi Indeks Pemantau Harga (IPH).

Sumber utama inflasi di Sumut ternyata dipengaruhi oleh komoditas. Kenaikan harga beras sedikit saja itu akan mendorong inflasi tinggi.

Sedangkan komoditas lain yang sangat berpengaruh adalah bawang. Ini merupakan salah satu pendorong inflasi yang sangat volatile.

Lalu hal lain yang sering menyebabkan inflasi tinggi adalah jalur distribusi yang sangat panjang.

Karena seringkali pasok kebutuhan yang harusnya sampai di pasar dengan harga normal tak pernah tercapai.Inipun salah satu problem utama.

Bahkan petani sebagai sumber utama penghasil pangan tak menikmati hasilnya saat harga di pasar tinggi.

Misal, cabai di pasar sudah mencapai Rp100 ribu, tapi karena panjangnya jalur distribusi ternyata di tingkat petani harga cabai bisa ditebus Rp30 ribu sampai Rp45 ribu.

Intinya penyumbang utama inflasi termasuk Sumut dan Indonesia datang dari komoditas pangan. Setiap kali terjadi inflasi tinggi jika ditelusuri lebih jauh akan mengarah kepada kebutuhan pangan.

Selain itu yang harus diwaspadai adalah import inflation. Atau mengimpor inflasi dari luar.

Kita ini masih punya ketergantungan bahan pokok dengan negara lain. Jadi ketika di sana terjadi kenaikan harga otomatis akan langsung berpengaruh ke negara pengimpor.

Hingga tahun ini berbagai lembaga keuangan dunia masih khawatir dengan ancaman inflasi terutama efek dari perang Rusia-Ukraina yang berkepanjangan dan belum tahu kapan selesai.

Jika kemudian negara-negara terkait melakukan pengetatan kebijakan pangan, kemudian stok di pasar berkurang, otomatis negara-negara yang masih ketergantungan dengan impor pangan akan menghadapi kenaikan harga. Imported inflation tetap jadi ancaman.

Upaya untuk mengendalikan inflasi sudah dilakukan dengan berbagai cara. Strategi paling utama saat ini adalah dorongan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah agar melek inflasi.

Dulu gejala inflasi tinggi hanya dikhawatirkan oleh pemerintah pusat dan otoritas moneter. Sekarang berbeda. Semua kepala daerah harus faham inflasi.

Pemerintah mengefektifkan secara maksimal tim pengendalian harga di daerah untuk memantau inflasi yang terjadi.

Itu kemudian yang disebut dengan geranakan nasional pengendalian inflasi pangan. Selain dengan mendorong kerjasama antar daerah untuk memintas jalur distribusi.

Inflasi ini layaknya tekanan darah, jika terlalu tinggi berbahaya dan jika terlalu rendah juga berbahaya.

Sehingga harus benar-benar dijaga agar harga tidak memberatkan konsumen dan masih memberikan keuntungan ke produsen.

Sering pihak yang paling diuntungkan dari inflasi yang bagian tengah (distributor/price maker) bukan petani karena panjangnya jalur distribusi.

Armin nasutionekonomi konvensionalInflasiislamic social finance
Pos Terkait
Satu TKI Ilegal Dari Malaysia Meninggal
LPj APBD 2024 Disetujui, Bukti Nyata Komitmen Medan Kelola Keuangan Secara Transparan
DPRD Medan Janji Fasilitasi Aplikator dan Pengemudi Ojol
Palestina Krisis Pangan dan Obat-obatan PMI Upayakan Bantuan
Sebanyak 3.265 Pesilat dari 20 Negara Bertarung di Sumut
Laboratorium PCR USU Resmi Beroperasi, Hasil Swab Keluar dalam 24 Jam

Pos Terkait

Ilustrasi
3 tahun  lalu
Terlibat Tawuran, Seorang Pelajar Meregang Nyawa
Kader Gerindra Sumut harus mengkonsolidasikan petani di segala sektor agar nasib petani tidak semakin termarginalkan.
4 tahun  lalu
Gus Irawan Ajak Kader Perjuangkan Nasib Petani
Banjir yang terjadi di Jalan Bahagia By Pass
3 tahun  lalu
Hujan Melanda Kota Medan, Sejumlah Kawasan Banjir
Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution
5 bulan  lalu
RPJMD 2025–2029 Disepakati, Bobby Nasution Tetapkan 5 Pilar dan 17 Prioritas Pembangunan Sumut
Ikatan Mahasiswa Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (IMA PG-PAUD) Universitas Negeri Medan menyalurkan bantuan untuk para korban terdampak bencana kebakaran yang terjadi di Kampung Majelis Ta’lim Fardhu Ain (Matfa) yang terletak di Desa Telaga Said, Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Jum’at (23/9)
3 tahun  lalu
IMA PG-PAUD Bantu Korban Kebakaran di Langkat
Penyerang PSMS, M Souza berusaha melewati pemain PSPS Riau. Dalam laga ini kedua tim bermain imbang 1-1
2 tahun  lalu
Pinalti Rahmad Hidayat Selamatkan PSMS Dari Kekalahan

Trending

01.
1 hari  lalu
Hasil Pleno, Jadwal Musda Golkar Sumut Dibawa ke Bahlil
02.
5 hari  lalu
Duel Sengit Papan Tengah: PSMS Medan Tantang Persikad Depok di Pakansari
03.
6 hari  lalu
Sambut Tahun Baru 2026, Wali Kota Medan Bersama Forkopimda Gelar Patroli Skala Besar, Pastikan Kota Aman dan Kondusif
04.
5 hari  lalu
PR Besar Kota Medan 2026, Dewan Soroti Tantangan Kepemimpinan Rico Waas–Zakiyuddin
05.
5 hari  lalu
Sudah Lama Dijabat Plt, Komisi 1 Minta Wali Kota Segera Lantik Kadis SDABMBK Definitif

Ads

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
Logo
Hangat, Mendidik, Mengungkap Fakta
© Kaldera.id. Developed by irzasolusi.com
Dewan Usulkan Satu Lingkungan Satu Becak Sampah
Pemprov Sumut Targetkan Dokumen R3P Rampung Akhir Januari 2026
Sulit dan Mahal, Dewan Minta Urusan PBG Dievaluasi
Bagian dari Perda KTR, Dewan Desak Pemko Medan Tindak Tegas Rokok Ilegal
Home Trending Cari Bagikan Lainnya