Kaldera.id
  • BERANDA
  • BERITA TERKINI
  • Bisnis
  • BERITA VIRAL
  • SPORT
  • EDUKASI
  • JALAN-JALAN
  • OPINI
  • KABAR DAERAH
  • Advertorial
Sabtu, 28 Feb 2026
Wagub Sumut dan Mendag Lepas Ekspor 9 Ton Pisang ke Malaysia, Sumut Gaspol Tembus Pasar Global
Wagub Sumut dan Mendag Sidak Pasar Tebingtinggi, Harga Sembako Dipastikan Terkendali Jelang Idulfitri
Usung Misi Patahkan Rekor Lawan, PSMS Medan Siap Bangkit di Markas Bekasi City
Bobby Nasution Protes Keras! Sumut Hanya Dapat 6,91% Dana Rehabilitasi Bencana, Infrastruktur Cuma Rp37 Miliar
Dirut Heru Mardiansyah Tegaskan Transformasi Bank Sumut Dimulai dari Integritas Pegawai
Safari Ramadan di Sei Lepan, Bupati Langkat Kucurkan Rp60 Juta untuk Masjid dan Buka Ramadan Fair
Rico Waas Buka Ramadhan Fair XX, 150 UMKM Ramaikan Taman Sri Deli
Syah Afandin Lepas Tim Safari Ramadhan 1447 H, Tegaskan Pemkab Langkat Harus Hadir untuk Rakyat
1.427 Huntara Dikebut, 40 Korban Bencana Sumut Masih Hilang
Menteri Desa Puji Keseriusan Gubernur Bobby Entaskan Nias Utara dari Status Tertinggal
Wagub Sumut dan Mendag Lepas Ekspor 9 Ton Pisang ke Malaysia, Sumut Gaspol Tembus Pasar Global
Wagub Sumut dan Mendag Sidak Pasar Tebingtinggi, Harga Sembako Dipastikan Terkendali Jelang Idulfitri
Usung Misi Patahkan Rekor Lawan, PSMS Medan Siap Bangkit di Markas Bekasi City
Bobby Nasution Protes Keras! Sumut Hanya Dapat 6,91% Dana Rehabilitasi Bencana, Infrastruktur Cuma Rp37 Miliar
Dirut Heru Mardiansyah Tegaskan Transformasi Bank Sumut Dimulai dari Integritas Pegawai
Safari Ramadan di Sei Lepan, Bupati Langkat Kucurkan Rp60 Juta untuk Masjid dan Buka Ramadan Fair
Rico Waas Buka Ramadhan Fair XX, 150 UMKM Ramaikan Taman Sri Deli
Syah Afandin Lepas Tim Safari Ramadhan 1447 H, Tegaskan Pemkab Langkat Harus Hadir untuk Rakyat
1.427 Huntara Dikebut, 40 Korban Bencana Sumut Masih Hilang
Menteri Desa Puji Keseriusan Gubernur Bobby Entaskan Nias Utara dari Status Tertinggal
Ads_Tapsel
Beranda / Medan

Lebih Dalam Melihat Fenomena Inflasi

redaksi
4 Sep 2023 08:54
Medan Opini 0 555
4 menit membaca
Armin NasutionArmin Nasution

 

Oleh Armin Nasution

Direktur Utama PT Bank Sumut (Perseroda), Heru Mardiansyah, menegaskan transformasi dan peningkatan kinerja Bank Sumut harus dimulai dari perubahan pola pikir dan integritas seluruh pegawai.
Baca Juga
Dirut Heru Mardiansyah Tegaskan Transformasi Bank Sumut Dimulai dari Integritas Pegawai
27 Feb 2026

TULISAN ini masih merupakan lanjutan topik lalu namun belum akan menyinggung islamic social finance sebagai solusi inflasi. Bahwa benar, dalam ekonomi konvensional ternyata pertumbuhan tinggi akan digerogoti inflasi.

Ekonomi kita terus tumbuh tapi di sisi lain harga barang kebutuhan juga bergerak naik.

​Uang yang kita dapatkan betapa pun banyaknya ternyata tak mampu mengimbangi kenaikan harga. Itu pula yang menunjukkan daya beli uang yang kita miliki semakin lama kian lemah.

Pemko Medan mengajak MUI Kota Medan berkolaborasi memberdayakan dan meningkatkan perekonomian umat melalui masjid mandiri.
Baca Juga
Pemko Kolaborasi Dengan MUI Tingkatkan Perekonomian Melalui Masjid Mandiri
12 Apr 2021

Dulu, tahun 1970-an uang Rp100 ribu itu sudah bisa beli banyak kebutuhan. Sekarang Rp1 juta pun daya belinya masih sangat minim.

​Itu sebabnya inflasi adalah bahaya laten dalam pertumbuhan ekonomi. Tapi bukan berarti inflasi tidak diperlukan. Dalam berbagai kajian ekonomi, inflasi yang terkendali juga penting.

Artinya inflasi merupakan cerminan kenaikan daya beli. Yang jadi problem, jika inflasi tak bisa dikendalikan.

​Bagaimana kita melihat potret inflasi ini lebih detil di Sumut, misalnya?Menurut data Bank Indonesia hingga Juli 2023 tingkat inflasi mencapai 0,3 persen, sedangkan angka year on year ada diangka 2,54 persen dan jika dilihat dari bulan Januari-Juli inflasi ada diangka 0,98 persen.

​Sejauh ini angka itu masih terkendali. Kenapa? Karena secara nasional pun target inflasi adalah 3 persen plus minus 1 persen. Artinya angka inflasi harus ada diangka 2-4 persen.

Dengan target inflasi sebesar itu masih make sense jika pertumbuhan ekonomi di atasnya.

Angka inflasi harus berada dibawah angka pertumbuhan ekonomi karena tidak ada artinya jika pertumbuhan ekonomi tinggi lalu inflasi melebihi pertumbuhan itu sendiri.

Tahun ini Bank Indonesia optimis inflasi akan berada diangka 2 persen. Di Sumut, kita masih menghitung inflasi dengan mengukur di lima kota indeks harga konsumen.

Yaitu Medan, Pematang Siantar, Sibolga, Padangsidimpuan dan Gunungsitoli. Sedangkan kabupaten lain menjadi Indeks Pemantau Harga (IPH).

Sumber utama inflasi di Sumut ternyata dipengaruhi oleh komoditas. Kenaikan harga beras sedikit saja itu akan mendorong inflasi tinggi.

Sedangkan komoditas lain yang sangat berpengaruh adalah bawang. Ini merupakan salah satu pendorong inflasi yang sangat volatile.

Lalu hal lain yang sering menyebabkan inflasi tinggi adalah jalur distribusi yang sangat panjang.

Karena seringkali pasok kebutuhan yang harusnya sampai di pasar dengan harga normal tak pernah tercapai.Inipun salah satu problem utama.

Bahkan petani sebagai sumber utama penghasil pangan tak menikmati hasilnya saat harga di pasar tinggi.

Misal, cabai di pasar sudah mencapai Rp100 ribu, tapi karena panjangnya jalur distribusi ternyata di tingkat petani harga cabai bisa ditebus Rp30 ribu sampai Rp45 ribu.

Intinya penyumbang utama inflasi termasuk Sumut dan Indonesia datang dari komoditas pangan. Setiap kali terjadi inflasi tinggi jika ditelusuri lebih jauh akan mengarah kepada kebutuhan pangan.

Selain itu yang harus diwaspadai adalah import inflation. Atau mengimpor inflasi dari luar.

Kita ini masih punya ketergantungan bahan pokok dengan negara lain. Jadi ketika di sana terjadi kenaikan harga otomatis akan langsung berpengaruh ke negara pengimpor.

Hingga tahun ini berbagai lembaga keuangan dunia masih khawatir dengan ancaman inflasi terutama efek dari perang Rusia-Ukraina yang berkepanjangan dan belum tahu kapan selesai.

Jika kemudian negara-negara terkait melakukan pengetatan kebijakan pangan, kemudian stok di pasar berkurang, otomatis negara-negara yang masih ketergantungan dengan impor pangan akan menghadapi kenaikan harga. Imported inflation tetap jadi ancaman.

Upaya untuk mengendalikan inflasi sudah dilakukan dengan berbagai cara. Strategi paling utama saat ini adalah dorongan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah agar melek inflasi.

Dulu gejala inflasi tinggi hanya dikhawatirkan oleh pemerintah pusat dan otoritas moneter. Sekarang berbeda. Semua kepala daerah harus faham inflasi.

Pemerintah mengefektifkan secara maksimal tim pengendalian harga di daerah untuk memantau inflasi yang terjadi.

Itu kemudian yang disebut dengan geranakan nasional pengendalian inflasi pangan. Selain dengan mendorong kerjasama antar daerah untuk memintas jalur distribusi.

Inflasi ini layaknya tekanan darah, jika terlalu tinggi berbahaya dan jika terlalu rendah juga berbahaya.

Sehingga harus benar-benar dijaga agar harga tidak memberatkan konsumen dan masih memberikan keuntungan ke produsen.

Sering pihak yang paling diuntungkan dari inflasi yang bagian tengah (distributor/price maker) bukan petani karena panjangnya jalur distribusi.

Armin nasutionekonomi konvensionalInflasiislamic social finance
Pos Terkait
Kunjungi Lokasi Penampungan Warga Terdampak Banjir,  Gubernur Bobby Berikan Bantuan 1 Truk Logistik
Penerbangan Domestik Terakhir Beroperasi Hari Ini
Kurikulum Boleh Diperbarui, Identitas Washliyah Tetap Dijaga
Musda Desember, PHRI Jaring Calon Ketua
Gubernur Bobby Nasution Gerak Cepat Kirim Bantuan Logistik ke Wilayah Terdampak Banjir dan Longsor
Tumbang di Palembang, Kemenangan Beruntun PSMS Terhenti

Pos Terkait

Walikota Medan, Bobby Nasution
2 tahun  lalu
Mulai November, ASN Pemko Medan Kenakan Pakaian Kasual Setiap Selasa
Ketua Komisi 1 DPRD Medan, Reza Pahlevi Lubis, menegaskan akan terus mengawasi proses pengangkatan Kepala Lingkungan (Kepling) 13 dan 14 di Kelurahan Titi Papan, Kecamatan Medan Deli.
10 bulan  lalu
Komisi 1 DPRD Medan Minta Perekrutan Kepling di Titi Papan Dilakukan Secara Transparan
Tandukan Ronaldo ketika menjebol gawang Norwich kedua kalinya
3 tahun  lalu
MU Menang Tipis, Arsenal dan Tottenham Telan Pil Pahit
Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya N. Bakrie menyerahkan bantuan untuk korban terdampak banjir dan longsor kepada Gubernur Sumut Bobby Afif Nasution. Foto; IST
2 bulan  lalu
Kadin Indonesia Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar
Anggota Komisi XI DPR RI Gus Irawan Pasaribu
2 tahun  lalu
Komisi XI Apresiasi Peran LPS Terhadap Perbankan
Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas mengapresiasi keberhasilan Polrestabes Medan dalam mengungkap 31 kasus narkoba selama bulan suci Ramadan.
11 bulan  lalu
Polrestabes Medan Ungkap 31 Kasus Narkoba Selama Ramadan, Rico Waas Berikan Apresiasi

Trending

01.
6 hari  lalu
Duel Hidup-Mati di Tegal, PSMS Incar Empat Besar
02.
5 hari  lalu
PSMS Tersungkur di Tegal, Peluang Terbuang dan Gol Kontroversial Warnai Kekalahan
03.
4 hari  lalu
Setahun Bobby Nasution Pimpin Sumut, Kadin Nilai Ekonomi Tetap Tumbuh dan Respons Bencana Cepat
04.
3 hari  lalu
Rico Waas Lantik 213 Pejabat di Ramadan, Tegaskan Mental Tancap Gas
05.
5 hari  lalu
Warga Medan Johor ‘Curhat’ Bansos Tak Turun, Jalan Rusak dan Banjir Parah

Ads

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
Logo
Hangat, Mendidik, Mengungkap Fakta
© Kaldera.id. Developed by irzasolusi.com
Dirut Heru Mardiansyah Tegaskan Transformasi Bank Sumut Dimulai dari Integritas Pegawai
Safari Ramadan di Sei Lepan, Bupati Langkat Kucurkan Rp60 Juta untuk Masjid dan Buka Ramadan Fair
Usung Misi Patahkan Rekor Lawan, PSMS Medan Siap Bangkit di Markas Bekasi City
Bobby Nasution Protes Keras! Sumut Hanya Dapat 6,91% Dana Rehabilitasi Bencana, Infrastruktur Cuma Rp37 Miliar
Wagub Sumut dan Mendag Sidak Pasar Tebingtinggi, Harga Sembako Dipastikan Terkendali Jelang Idulfitri
Home Trending Cari Bagikan Lainnya