Kaldera.id
  • BERANDA
  • BERITA TERKINI
  • Bisnis
  • BERITA VIRAL
  • SPORT
  • EDUKASI
  • JALAN-JALAN
  • OPINI
  • KABAR DAERAH
  • Advertorial
Minggu, 19 Apr 2026
Sri Rezeki Desak Pemko Medan Benahi UMKM: Tanpa Intervensi, Pelaku Usaha Terancam Tertinggal
Medan Selayang Juara MTQ ke-59, Transaksi UMKM Tembus Rp590 Juta
HUT ke-193 Simalungun: Kinerja Bank Sumut Melonjak, Dividen Rp22,8 Miliar ke Daerah
Dewan Minta Kadis SDABMBK Buktikan Bukan Pejabat Titipan
Wali Kota Medan Minta Sertifikasi Halal UMKM Dipermudah
DPRD Medan Apresiasi Camat Belawan Berantas Begal
PSMS Medan Wajib Menang Lawan Sriwijaya FC
Wali Kota Medan Tinjau Jembatan Roboh, Siapkan Pembangunan Akses Baru
Dirut Bank Sumut: Tapsel Jadi Pilot Project Pembiayaan UMKM, Setelahnya Semua Pemda Di Sumut
Cegah Kejahatan, Dewan Minta Pemko Aktifkan Pos Siskamling di Seluruh Wilayah
Sri Rezeki Desak Pemko Medan Benahi UMKM: Tanpa Intervensi, Pelaku Usaha Terancam Tertinggal
Medan Selayang Juara MTQ ke-59, Transaksi UMKM Tembus Rp590 Juta
HUT ke-193 Simalungun: Kinerja Bank Sumut Melonjak, Dividen Rp22,8 Miliar ke Daerah
Dewan Minta Kadis SDABMBK Buktikan Bukan Pejabat Titipan
Wali Kota Medan Minta Sertifikasi Halal UMKM Dipermudah
DPRD Medan Apresiasi Camat Belawan Berantas Begal
PSMS Medan Wajib Menang Lawan Sriwijaya FC
Wali Kota Medan Tinjau Jembatan Roboh, Siapkan Pembangunan Akses Baru
Dirut Bank Sumut: Tapsel Jadi Pilot Project Pembiayaan UMKM, Setelahnya Semua Pemda Di Sumut
Cegah Kejahatan, Dewan Minta Pemko Aktifkan Pos Siskamling di Seluruh Wilayah
Ads_Tapsel
Beranda / Medan

Lebih Dalam Melihat Fenomena Inflasi

redaksi
4 Sep 2023 08:54
Medan Opini 0 654
4 menit membaca
Armin NasutionArmin Nasution

 

Oleh Armin Nasution

Plt Walikota Medan, Akhyar Nasution
Baca Juga
Besok, Forum Eksponen 98 PDIP Deklarasi Dukung Akhyar
10 Agu 2020

TULISAN ini masih merupakan lanjutan topik lalu namun belum akan menyinggung islamic social finance sebagai solusi inflasi. Bahwa benar, dalam ekonomi konvensional ternyata pertumbuhan tinggi akan digerogoti inflasi.

Ekonomi kita terus tumbuh tapi di sisi lain harga barang kebutuhan juga bergerak naik.

​Uang yang kita dapatkan betapa pun banyaknya ternyata tak mampu mengimbangi kenaikan harga. Itu pula yang menunjukkan daya beli uang yang kita miliki semakin lama kian lemah.

Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi UMSU saat mendatangi kediaman Calon Walikota Medan, Akhyar Nasution untuk memberikan dukungan kepada Akhyar Nasution.
Baca Juga
Merasa Nyaman, Ikatan Alumni FE UMSU Ikhlas Dukung Akhyar
29 Sep 2020

Dulu, tahun 1970-an uang Rp100 ribu itu sudah bisa beli banyak kebutuhan. Sekarang Rp1 juta pun daya belinya masih sangat minim.

​Itu sebabnya inflasi adalah bahaya laten dalam pertumbuhan ekonomi. Tapi bukan berarti inflasi tidak diperlukan. Dalam berbagai kajian ekonomi, inflasi yang terkendali juga penting.

Artinya inflasi merupakan cerminan kenaikan daya beli. Yang jadi problem, jika inflasi tak bisa dikendalikan.

​Bagaimana kita melihat potret inflasi ini lebih detil di Sumut, misalnya?Menurut data Bank Indonesia hingga Juli 2023 tingkat inflasi mencapai 0,3 persen, sedangkan angka year on year ada diangka 2,54 persen dan jika dilihat dari bulan Januari-Juli inflasi ada diangka 0,98 persen.

​Sejauh ini angka itu masih terkendali. Kenapa? Karena secara nasional pun target inflasi adalah 3 persen plus minus 1 persen. Artinya angka inflasi harus ada diangka 2-4 persen.

Dengan target inflasi sebesar itu masih make sense jika pertumbuhan ekonomi di atasnya.

Angka inflasi harus berada dibawah angka pertumbuhan ekonomi karena tidak ada artinya jika pertumbuhan ekonomi tinggi lalu inflasi melebihi pertumbuhan itu sendiri.

Tahun ini Bank Indonesia optimis inflasi akan berada diangka 2 persen. Di Sumut, kita masih menghitung inflasi dengan mengukur di lima kota indeks harga konsumen.

Yaitu Medan, Pematang Siantar, Sibolga, Padangsidimpuan dan Gunungsitoli. Sedangkan kabupaten lain menjadi Indeks Pemantau Harga (IPH).

Sumber utama inflasi di Sumut ternyata dipengaruhi oleh komoditas. Kenaikan harga beras sedikit saja itu akan mendorong inflasi tinggi.

Sedangkan komoditas lain yang sangat berpengaruh adalah bawang. Ini merupakan salah satu pendorong inflasi yang sangat volatile.

Lalu hal lain yang sering menyebabkan inflasi tinggi adalah jalur distribusi yang sangat panjang.

Karena seringkali pasok kebutuhan yang harusnya sampai di pasar dengan harga normal tak pernah tercapai.Inipun salah satu problem utama.

Bahkan petani sebagai sumber utama penghasil pangan tak menikmati hasilnya saat harga di pasar tinggi.

Misal, cabai di pasar sudah mencapai Rp100 ribu, tapi karena panjangnya jalur distribusi ternyata di tingkat petani harga cabai bisa ditebus Rp30 ribu sampai Rp45 ribu.

Intinya penyumbang utama inflasi termasuk Sumut dan Indonesia datang dari komoditas pangan. Setiap kali terjadi inflasi tinggi jika ditelusuri lebih jauh akan mengarah kepada kebutuhan pangan.

Selain itu yang harus diwaspadai adalah import inflation. Atau mengimpor inflasi dari luar.

Kita ini masih punya ketergantungan bahan pokok dengan negara lain. Jadi ketika di sana terjadi kenaikan harga otomatis akan langsung berpengaruh ke negara pengimpor.

Hingga tahun ini berbagai lembaga keuangan dunia masih khawatir dengan ancaman inflasi terutama efek dari perang Rusia-Ukraina yang berkepanjangan dan belum tahu kapan selesai.

Jika kemudian negara-negara terkait melakukan pengetatan kebijakan pangan, kemudian stok di pasar berkurang, otomatis negara-negara yang masih ketergantungan dengan impor pangan akan menghadapi kenaikan harga. Imported inflation tetap jadi ancaman.

Upaya untuk mengendalikan inflasi sudah dilakukan dengan berbagai cara. Strategi paling utama saat ini adalah dorongan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah agar melek inflasi.

Dulu gejala inflasi tinggi hanya dikhawatirkan oleh pemerintah pusat dan otoritas moneter. Sekarang berbeda. Semua kepala daerah harus faham inflasi.

Pemerintah mengefektifkan secara maksimal tim pengendalian harga di daerah untuk memantau inflasi yang terjadi.

Itu kemudian yang disebut dengan geranakan nasional pengendalian inflasi pangan. Selain dengan mendorong kerjasama antar daerah untuk memintas jalur distribusi.

Inflasi ini layaknya tekanan darah, jika terlalu tinggi berbahaya dan jika terlalu rendah juga berbahaya.

Sehingga harus benar-benar dijaga agar harga tidak memberatkan konsumen dan masih memberikan keuntungan ke produsen.

Sering pihak yang paling diuntungkan dari inflasi yang bagian tengah (distributor/price maker) bukan petani karena panjangnya jalur distribusi.

Armin nasutionekonomi konvensionalInflasiislamic social finance
Pos Terkait
Dievakuasi Jam 3 Dinihari, 11 Orang yang Terjebak Di Sungai Kotarih Selamat
Zakiyuddin Siap Benahi RS Pirngadi Medan
Tanggap Bencana, PT Inalum Bantu 500 Karung Beras Kepada Korban Banjir
Komisi XI Desak Kemenkeu Lakukan Evaluasi Internal
Reuni Milsuk XV TNI AD di Langkat, Mengenang Makan Ramai – ramai Pakai Piring Kaleng
Gas Elpiji 3 Kg Langka di Beberapa Wilayah, Bobby Langsung Sidak ke 3 Pangkalan

Pos Terkait

Plt Bupati Langkat, Syah Afandin
2 tahun  lalu
Syah Afandin: Pancasila Bukan Hanya Sekadar Ideologi, Tapi Falsafah Hidup
5 tahun  lalu
Gubsu Edy: Mulai Hari Ini, Masuk Sini Harus Ada Hasil PCR atau Rapid Antigen
Sejumlah beca terlihat parkir di badan jalan kawasan Sukaramai, Jumat (27/12/2019)
6 tahun  lalu
Parkir Liar dan Berlapis Masih Marak di Medan
Pemain PSMS Medan (baju hijau) berusaha merebut bola dari pemain Sada Sumut FC saat kedua tim bertemu di Stadion Baharoeddin Siregar, Lubukpakam, Sabtu (16/9/2023). Kedua tim bermain imbang 1-1
2 tahun  lalu
Bermain 10 0rang, PSMS Tahan Imbang Sada Sumut
Pemain Milan, Saelemaekers menceplodkan bola ke arah gawang AS Roma ketika kedua tim bertemu di Stadion Olimpico dalam lanjutan Liga Italia, Sabtu (29/4/2023). Dalam laga tersebut kedua tim bermain imbang 1-1. Foto:Reuters
2 tahun  lalu
Bermain Imbang 1-1 di Olimpico, Roma Gagal Perbaiki Peringkat di Klasemen Sementara
Ilustrasi Plagiarisme
5 tahun  lalu
Menyoal Tuduhan Self-Plagiarism

Trending

01.
6 hari  lalu
Porwasu 2026 Ditutup, Pemprov Sumut Tetapkan Agenda Tahunan HPN
02.
5 hari  lalu
MTQ Medan Disorot, Dugaan Anggaran Ganda Rp1,59 Miliar Menguat
03.
3 hari  lalu
DPRD Medan Desak RS Pirngadi Mandiri, Soroti Defisit Rp5 Miliar dan Rendahnya Pasien
04.
3 hari  lalu
DPRD Medan Soroti Kinerja Dirut RS Bachtiar Djafar, Pelayanan Minim dan Fasilitas Buruk
05.
3 hari  lalu
Rico Waas Minta KADIN Medan Genjot Investasi dan Tangkap Peluang Program Makan Bergizi

Ads

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
Logo
Hangat, Mendidik, Mengungkap Fakta
© Kaldera.id. Developed by irzasolusi.com
Medan Selayang Juara MTQ ke-59, Transaksi UMKM Tembus Rp590 Juta
HUT ke-193 Simalungun: Kinerja Bank Sumut Melonjak, Dividen Rp22,8 Miliar ke Daerah
Sri Rezeki Desak Pemko Medan Benahi UMKM: Tanpa Intervensi, Pelaku Usaha Terancam Tertinggal
Home Trending Cari Bagikan Lainnya