Kaldera.id
  • BERANDA
  • BERITA TERKINI
  • Bisnis
  • BERITA VIRAL
  • SPORT
  • EDUKASI
  • JALAN-JALAN
  • OPINI
  • KABAR DAERAH
  • Advertorial
Jumat, 20 Mar 2026
Gubernur Bobby Salurkan 10 Ekor Sapi untuk Korban Bencana di Tapsel dan Tapteng Jelang Lebaran
Terharu! GIS Medan Santuni Guru Ngaji Jelang Lebaran
Hilal Belum Terlihat, Ramadan Digenapkan 30 Hari
INALUM Berangkatkan 140 Pemudik Gratis, Suasana Haru Warnai Pelepasan
Harukan Hati, GIS Medan Ajak 50 Anak Yatim Belanja Baju Lebaran di Mal
400 Anak Yatim Belanja Baju Lebaran, Rico Waas: Semua Harus Bahagia
Bobby Nasution Ingatkan Pers, Bebas Boleh, Tapi Harus Sesuai Fakta
Saipul Bahri Dukung Fokus Pembangunan Medan Utara, Soroti Ketimpangan
Bobby Nasution Bagi THR, Pekerja Informal di Medan Tersenyum
Transisi Energi Berkelanjutan dalam Perspektif Islam: Prinsip Adil dan Sedekah Energi
Gubernur Bobby Salurkan 10 Ekor Sapi untuk Korban Bencana di Tapsel dan Tapteng Jelang Lebaran
Terharu! GIS Medan Santuni Guru Ngaji Jelang Lebaran
Hilal Belum Terlihat, Ramadan Digenapkan 30 Hari
INALUM Berangkatkan 140 Pemudik Gratis, Suasana Haru Warnai Pelepasan
Harukan Hati, GIS Medan Ajak 50 Anak Yatim Belanja Baju Lebaran di Mal
400 Anak Yatim Belanja Baju Lebaran, Rico Waas: Semua Harus Bahagia
Bobby Nasution Ingatkan Pers, Bebas Boleh, Tapi Harus Sesuai Fakta
Saipul Bahri Dukung Fokus Pembangunan Medan Utara, Soroti Ketimpangan
Bobby Nasution Bagi THR, Pekerja Informal di Medan Tersenyum
Transisi Energi Berkelanjutan dalam Perspektif Islam: Prinsip Adil dan Sedekah Energi
Ads_Tapsel
Beranda / Medan

Lebih Dalam Melihat Fenomena Inflasi

redaksi
4 Sep 2023 08:54
Medan Opini 0 600
4 menit membaca
Armin NasutionArmin Nasution

 

Oleh Armin Nasution

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) berupaya maksimal memenuhi kebutuhan Pengprov Pengprov olahraga provinsi ini agar tampil maksimal dan meraih prestasi di PON XXI/2024 September mendatang.
Baca Juga
Pemprovsu Komit Penuhi Kebutuhan Pengprov Hadapi PON 2024
05 Agu 2024

TULISAN ini masih merupakan lanjutan topik lalu namun belum akan menyinggung islamic social finance sebagai solusi inflasi. Bahwa benar, dalam ekonomi konvensional ternyata pertumbuhan tinggi akan digerogoti inflasi.

Ekonomi kita terus tumbuh tapi di sisi lain harga barang kebutuhan juga bergerak naik.

​Uang yang kita dapatkan betapa pun banyaknya ternyata tak mampu mengimbangi kenaikan harga. Itu pula yang menunjukkan daya beli uang yang kita miliki semakin lama kian lemah.

Apel pagi di Lapangan KS Tubun Mapolda Sumut dipimipin oleh Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Pol Martuani Sormin, Senin (15/06/2020).
Baca Juga
Kapolda Sumut Ingatkan Personel Bersiap Hadapi New Normal
15 Jun 2020

Dulu, tahun 1970-an uang Rp100 ribu itu sudah bisa beli banyak kebutuhan. Sekarang Rp1 juta pun daya belinya masih sangat minim.

​Itu sebabnya inflasi adalah bahaya laten dalam pertumbuhan ekonomi. Tapi bukan berarti inflasi tidak diperlukan. Dalam berbagai kajian ekonomi, inflasi yang terkendali juga penting.

Artinya inflasi merupakan cerminan kenaikan daya beli. Yang jadi problem, jika inflasi tak bisa dikendalikan.

​Bagaimana kita melihat potret inflasi ini lebih detil di Sumut, misalnya?Menurut data Bank Indonesia hingga Juli 2023 tingkat inflasi mencapai 0,3 persen, sedangkan angka year on year ada diangka 2,54 persen dan jika dilihat dari bulan Januari-Juli inflasi ada diangka 0,98 persen.

​Sejauh ini angka itu masih terkendali. Kenapa? Karena secara nasional pun target inflasi adalah 3 persen plus minus 1 persen. Artinya angka inflasi harus ada diangka 2-4 persen.

Dengan target inflasi sebesar itu masih make sense jika pertumbuhan ekonomi di atasnya.

Angka inflasi harus berada dibawah angka pertumbuhan ekonomi karena tidak ada artinya jika pertumbuhan ekonomi tinggi lalu inflasi melebihi pertumbuhan itu sendiri.

Tahun ini Bank Indonesia optimis inflasi akan berada diangka 2 persen. Di Sumut, kita masih menghitung inflasi dengan mengukur di lima kota indeks harga konsumen.

Yaitu Medan, Pematang Siantar, Sibolga, Padangsidimpuan dan Gunungsitoli. Sedangkan kabupaten lain menjadi Indeks Pemantau Harga (IPH).

Sumber utama inflasi di Sumut ternyata dipengaruhi oleh komoditas. Kenaikan harga beras sedikit saja itu akan mendorong inflasi tinggi.

Sedangkan komoditas lain yang sangat berpengaruh adalah bawang. Ini merupakan salah satu pendorong inflasi yang sangat volatile.

Lalu hal lain yang sering menyebabkan inflasi tinggi adalah jalur distribusi yang sangat panjang.

Karena seringkali pasok kebutuhan yang harusnya sampai di pasar dengan harga normal tak pernah tercapai.Inipun salah satu problem utama.

Bahkan petani sebagai sumber utama penghasil pangan tak menikmati hasilnya saat harga di pasar tinggi.

Misal, cabai di pasar sudah mencapai Rp100 ribu, tapi karena panjangnya jalur distribusi ternyata di tingkat petani harga cabai bisa ditebus Rp30 ribu sampai Rp45 ribu.

Intinya penyumbang utama inflasi termasuk Sumut dan Indonesia datang dari komoditas pangan. Setiap kali terjadi inflasi tinggi jika ditelusuri lebih jauh akan mengarah kepada kebutuhan pangan.

Selain itu yang harus diwaspadai adalah import inflation. Atau mengimpor inflasi dari luar.

Kita ini masih punya ketergantungan bahan pokok dengan negara lain. Jadi ketika di sana terjadi kenaikan harga otomatis akan langsung berpengaruh ke negara pengimpor.

Hingga tahun ini berbagai lembaga keuangan dunia masih khawatir dengan ancaman inflasi terutama efek dari perang Rusia-Ukraina yang berkepanjangan dan belum tahu kapan selesai.

Jika kemudian negara-negara terkait melakukan pengetatan kebijakan pangan, kemudian stok di pasar berkurang, otomatis negara-negara yang masih ketergantungan dengan impor pangan akan menghadapi kenaikan harga. Imported inflation tetap jadi ancaman.

Upaya untuk mengendalikan inflasi sudah dilakukan dengan berbagai cara. Strategi paling utama saat ini adalah dorongan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah agar melek inflasi.

Dulu gejala inflasi tinggi hanya dikhawatirkan oleh pemerintah pusat dan otoritas moneter. Sekarang berbeda. Semua kepala daerah harus faham inflasi.

Pemerintah mengefektifkan secara maksimal tim pengendalian harga di daerah untuk memantau inflasi yang terjadi.

Itu kemudian yang disebut dengan geranakan nasional pengendalian inflasi pangan. Selain dengan mendorong kerjasama antar daerah untuk memintas jalur distribusi.

Inflasi ini layaknya tekanan darah, jika terlalu tinggi berbahaya dan jika terlalu rendah juga berbahaya.

Sehingga harus benar-benar dijaga agar harga tidak memberatkan konsumen dan masih memberikan keuntungan ke produsen.

Sering pihak yang paling diuntungkan dari inflasi yang bagian tengah (distributor/price maker) bukan petani karena panjangnya jalur distribusi.

Armin nasutionekonomi konvensionalInflasiislamic social finance
Pos Terkait
Dukung Penanganan Stunting, Kahiyang Ayu Serahkan PMT kepada 370 Lembaga PAUD
Pemkab Langkat Terus Lakukan Upaya Konkret Tekan Inflasi
Chelsea Pecat Graham Potter
Polda Sumut Ungkap Kasus Live Streaming Pornografi Libatkan Anak di Bawah Umur
Hari Orangutan Internasional, BBKSDA Sumut Terima Pemulangan Orangutan dan Beo
Gus Sarankan Likuiditas Pembiayaan Perumahan Dievaluasi

Pos Terkait

PSMS Medan gagal meraih poin dalam laga pembuka Liga 2 musim 2025/2026 di Stadion Utama Sumatera Utara, Jumat (12/9/2025) malam.
6 bulan  lalu
Kalah Laga Perdana, Pelatih PSMS Minta Maaf
Akhyar Nasution saat berpamitan cuti dengan ASN Pemko Medan di Gedung PKK.
5 tahun  lalu
Akhyar: ASN Pemko Medan Harus Netral
Anggota Komisi XI DPR RI Gus Irawan Pasaribu
3 tahun  lalu
Gus Irawan Desak Pemerintah Perhatikan Harga Sawit Di Tingkat Petani
Haris Kelana Damanik
3 tahun  lalu
Dewan Dukung RSUD Medan Labuhan Berganti Nama Jadi Bachtiar Djafar
Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Kawal Rakyat Sumatera Utara melakukan aksi damai di Rumah Nalar Prabowo Subianto Djojohadikusumo, kemarin.
2 tahun  lalu
Mahasiswa Tuntut Prabowo Jujur dan Adil Bila Terpilih Jadi Presiden Kelak
Penyerang Argentina, L Martinez diharapkan bermain maksimal guna menjebol gawang Kroasia
3 tahun  lalu
Rematch Piala Dunia 2018, Argentina Antisipasi Serangan Balik Kroasia

Trending

01.
6 hari  lalu
Wagub Surya Lantik 264 Pejabat Fungsional Pemprov Sumut
02.
6 hari  lalu
Rico Waas Lantik 4 Pejabat Tinggi Pratama, Ini Nama – namanya
03.
6 hari  lalu
Rico Waas Minta Revitalisasi Stadion Teladan Dikebut
04.
5 hari  lalu
Survei LIPDem: 85 Persen Warga Puas Kinerja Bobby Nasution–Surya Pimpin Sumut
05.
6 hari  lalu
Syah Afandin Serukan KONI Langkat Bersatu Dongkrak Prestasi Atlet, Soroti Pemulihan Pasca Banjir

Ads

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
Logo
Hangat, Mendidik, Mengungkap Fakta
© Kaldera.id. Developed by irzasolusi.com
INALUM Berangkatkan 140 Pemudik Gratis, Suasana Haru Warnai Pelepasan
Hilal Belum Terlihat, Ramadan Digenapkan 30 Hari
Terharu! GIS Medan Santuni Guru Ngaji Jelang Lebaran
Gubernur Bobby Salurkan 10 Ekor Sapi untuk Korban Bencana di Tapsel dan Tapteng Jelang Lebaran
Home Trending Cari Bagikan Lainnya