Kaldera.id
  • BERANDA
  • BERITA TERKINI
  • Bisnis
  • BERITA VIRAL
  • SPORT
  • EDUKASI
  • JALAN-JALAN
  • OPINI
  • KABAR DAERAH
  • Advertorial
Sabtu, 02 Mei 2026
Hardiknas 2026, Bobby Minta Gaji Guru Naik Tiap Tahun
Bupati Langkat Temui Massa May Day, Janji Perjuangkan Hak Buruh
DPRD Medan: Buruh Harus Jadi Bagian Utama Perusahaan
Pansus PAD Soroti Pajak Parkir Medan, Dinilai Tak Rasional
DPRD Medan Jadwalkan Sosialisasi Wasbang, Ketua DPRD Medan: Perkuat Nasionalisme
May Day 2026 di Medan, Wali Kota: Buruh Denyut Nadi Ekonomi
PSMS Targetkan Kemenangan di Laga Penutup
May Day 2026, Gubernur Sumut:: Kesejahteraan Buruh Jadi Prioritas
Momentum May Day, DPRD Medan Desak Perusahaan Penuhi Hak Buruh
Pertemuan Bobby–Prananda, Sinyal Konsolidasi Politik Nasional
Hardiknas 2026, Bobby Minta Gaji Guru Naik Tiap Tahun
Bupati Langkat Temui Massa May Day, Janji Perjuangkan Hak Buruh
DPRD Medan: Buruh Harus Jadi Bagian Utama Perusahaan
Pansus PAD Soroti Pajak Parkir Medan, Dinilai Tak Rasional
DPRD Medan Jadwalkan Sosialisasi Wasbang, Ketua DPRD Medan: Perkuat Nasionalisme
May Day 2026 di Medan, Wali Kota: Buruh Denyut Nadi Ekonomi
PSMS Targetkan Kemenangan di Laga Penutup
May Day 2026, Gubernur Sumut:: Kesejahteraan Buruh Jadi Prioritas
Momentum May Day, DPRD Medan Desak Perusahaan Penuhi Hak Buruh
Pertemuan Bobby–Prananda, Sinyal Konsolidasi Politik Nasional
Ads_Tapsel
Beranda / Medan

Lebih Dalam Melihat Fenomena Inflasi

redaksi
4 Sep 2023 08:54
Medan Opini 0 681
4 menit membaca
Armin NasutionArmin Nasution

 

Oleh Armin Nasution

Wakil Walikota Medan, Aulia Rachman ikut jalan santai Peringatan Hari Perhubungan Nasional 2022 di Jalan Imam Bonjol, Medan
Baca Juga
Kuatkan Soliditas, 1.000 Personel Dinas Perhubungan Ikut Jalan Santai
18 Sep 2022

TULISAN ini masih merupakan lanjutan topik lalu namun belum akan menyinggung islamic social finance sebagai solusi inflasi. Bahwa benar, dalam ekonomi konvensional ternyata pertumbuhan tinggi akan digerogoti inflasi.

Ekonomi kita terus tumbuh tapi di sisi lain harga barang kebutuhan juga bergerak naik.

​Uang yang kita dapatkan betapa pun banyaknya ternyata tak mampu mengimbangi kenaikan harga. Itu pula yang menunjukkan daya beli uang yang kita miliki semakin lama kian lemah.

Manchester United tersingkir di babak keempat Piala FA usai dikalahkan Middlesbrough melalui adu pinalti di Stadion Old Trafford, Sabtu dini hari (5/2/2022). MU kalah 7-8.
Baca Juga
Eksekusi Terakhir Gagal, MU Disingkirkan Middlesbrough di Babak Keempat Piala FA
05 Feb 2022

Dulu, tahun 1970-an uang Rp100 ribu itu sudah bisa beli banyak kebutuhan. Sekarang Rp1 juta pun daya belinya masih sangat minim.

​Itu sebabnya inflasi adalah bahaya laten dalam pertumbuhan ekonomi. Tapi bukan berarti inflasi tidak diperlukan. Dalam berbagai kajian ekonomi, inflasi yang terkendali juga penting.

Artinya inflasi merupakan cerminan kenaikan daya beli. Yang jadi problem, jika inflasi tak bisa dikendalikan.

​Bagaimana kita melihat potret inflasi ini lebih detil di Sumut, misalnya?Menurut data Bank Indonesia hingga Juli 2023 tingkat inflasi mencapai 0,3 persen, sedangkan angka year on year ada diangka 2,54 persen dan jika dilihat dari bulan Januari-Juli inflasi ada diangka 0,98 persen.

​Sejauh ini angka itu masih terkendali. Kenapa? Karena secara nasional pun target inflasi adalah 3 persen plus minus 1 persen. Artinya angka inflasi harus ada diangka 2-4 persen.

Dengan target inflasi sebesar itu masih make sense jika pertumbuhan ekonomi di atasnya.

Angka inflasi harus berada dibawah angka pertumbuhan ekonomi karena tidak ada artinya jika pertumbuhan ekonomi tinggi lalu inflasi melebihi pertumbuhan itu sendiri.

Tahun ini Bank Indonesia optimis inflasi akan berada diangka 2 persen. Di Sumut, kita masih menghitung inflasi dengan mengukur di lima kota indeks harga konsumen.

Yaitu Medan, Pematang Siantar, Sibolga, Padangsidimpuan dan Gunungsitoli. Sedangkan kabupaten lain menjadi Indeks Pemantau Harga (IPH).

Sumber utama inflasi di Sumut ternyata dipengaruhi oleh komoditas. Kenaikan harga beras sedikit saja itu akan mendorong inflasi tinggi.

Sedangkan komoditas lain yang sangat berpengaruh adalah bawang. Ini merupakan salah satu pendorong inflasi yang sangat volatile.

Lalu hal lain yang sering menyebabkan inflasi tinggi adalah jalur distribusi yang sangat panjang.

Karena seringkali pasok kebutuhan yang harusnya sampai di pasar dengan harga normal tak pernah tercapai.Inipun salah satu problem utama.

Bahkan petani sebagai sumber utama penghasil pangan tak menikmati hasilnya saat harga di pasar tinggi.

Misal, cabai di pasar sudah mencapai Rp100 ribu, tapi karena panjangnya jalur distribusi ternyata di tingkat petani harga cabai bisa ditebus Rp30 ribu sampai Rp45 ribu.

Intinya penyumbang utama inflasi termasuk Sumut dan Indonesia datang dari komoditas pangan. Setiap kali terjadi inflasi tinggi jika ditelusuri lebih jauh akan mengarah kepada kebutuhan pangan.

Selain itu yang harus diwaspadai adalah import inflation. Atau mengimpor inflasi dari luar.

Kita ini masih punya ketergantungan bahan pokok dengan negara lain. Jadi ketika di sana terjadi kenaikan harga otomatis akan langsung berpengaruh ke negara pengimpor.

Hingga tahun ini berbagai lembaga keuangan dunia masih khawatir dengan ancaman inflasi terutama efek dari perang Rusia-Ukraina yang berkepanjangan dan belum tahu kapan selesai.

Jika kemudian negara-negara terkait melakukan pengetatan kebijakan pangan, kemudian stok di pasar berkurang, otomatis negara-negara yang masih ketergantungan dengan impor pangan akan menghadapi kenaikan harga. Imported inflation tetap jadi ancaman.

Upaya untuk mengendalikan inflasi sudah dilakukan dengan berbagai cara. Strategi paling utama saat ini adalah dorongan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah agar melek inflasi.

Dulu gejala inflasi tinggi hanya dikhawatirkan oleh pemerintah pusat dan otoritas moneter. Sekarang berbeda. Semua kepala daerah harus faham inflasi.

Pemerintah mengefektifkan secara maksimal tim pengendalian harga di daerah untuk memantau inflasi yang terjadi.

Itu kemudian yang disebut dengan geranakan nasional pengendalian inflasi pangan. Selain dengan mendorong kerjasama antar daerah untuk memintas jalur distribusi.

Inflasi ini layaknya tekanan darah, jika terlalu tinggi berbahaya dan jika terlalu rendah juga berbahaya.

Sehingga harus benar-benar dijaga agar harga tidak memberatkan konsumen dan masih memberikan keuntungan ke produsen.

Sering pihak yang paling diuntungkan dari inflasi yang bagian tengah (distributor/price maker) bukan petani karena panjangnya jalur distribusi.

Armin nasutionekonomi konvensionalInflasiislamic social finance
Pos Terkait
Pemkab Langkat Kucurkan Rp8 Miliar Perbaiki Jalan Secanggang, Syah Afandin Target Rampung 2026
Sambungan Listrik Langsung dari Mustang, Warga Ngadu ke Dewan Minta Difasilitasi Dengan PLN
Bank Sumut Siapkan Kebutuhan Kas dan ATM Rp2,4 Triliun Sambut Libur Panjang Idul Fitri
ADB Kucurkan Pinjaman Rp38 T ke Indonesia
Syah Afandin Titip Tiga Pesan Kepada Calon Jamaah Haji Asal Langkat
Jemaah yang Sudah Dapat Visa Umrah Tetap Dilarang ke Saudi

Pos Terkait

Anggota DPRD Medan dari Fraksi Gerindra, Mulia Syahputra Nasution
2 tahun  lalu
Dewan Sarankan Aset Yang Sudah Ditertibkan Segera Dimanfaatkan
Wakil Ketua DPRD Medan, Rajuddin Sagala
9 bulan  lalu
Dewan Desak Manajemen RS Pirngadi Tingkatkan Layanan di Tengah Lonjakan Pasien Akibat Cuaca Ekstrem
Persaingan cabang olahraga catur Pekan Olahraga Wartawan Sumatera Utara (Porwasu) 2026 berlangsung ketat.
2 minggu  lalu
Cabor Catur Porwasu 2026, 4 Babak Tuntas Hari Pertama, Besok Tiga Babak
Asisten II Sekdakab Langkat, Hermansyah saat memberikan paparan kepada Anggota DPRD Sergai
4 tahun  lalu
DPRD Sergai Studi Banding Pembentukan Perangkat Daerah Langkat
Pjs Walikota Medan, Arief Sudarto Tri nugroho dan Kabaharkam Polri, Komjen Pol Agus Andrianto.
5 tahun  lalu
Pjs Walikota Medan: Jangan Sampai Kita Kekurangan Pangan
Anggota Komisi II DPRD Medan, Tengku Edriansyah Rendy
3 tahun  lalu
Cegah Cacar Monyet Masuk Medan, Kadis Kesehatan Harus Sosialisasikan PHBS Secara Masif

Trending

01.
6 hari  lalu
Rumput Stadion Utama Sumut Dirawat Total, Dispora Target Siap Jelang Piala AFF U-19 2026
02.
2 hari  lalu
Deklinasi Bulutangkis Nasional
03.
6 hari  lalu
Drama 2 Kartu Merah, PSMS Tahan Adhyaksa 1-1
04.
6 hari  lalu
Bobby Nasution Raih Penghargaan Nasional, Sumut Sabet Creative Financing dan Dana Rp3 Miliar
05.
4 hari  lalu
DPRD Medan Umumkan Pemberhentian Rajudin, Tetapkan Sri Rezeki Calon Wakil Ketua

Ads

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
Logo
Hangat, Mendidik, Mengungkap Fakta
© Kaldera.id. Developed by irzasolusi.com
PSMS Targetkan Kemenangan di Laga Penutup
DPRD Medan Jadwalkan Sosialisasi Wasbang, Ketua DPRD Medan: Perkuat Nasionalisme
May Day 2026 di Medan, Wali Kota: Buruh Denyut Nadi Ekonomi
Pansus PAD Soroti Pajak Parkir Medan, Dinilai Tak Rasional
DPRD Medan: Buruh Harus Jadi Bagian Utama Perusahaan
Home Trending Cari Bagikan Lainnya