Kaldera.id
  • BERANDA
  • BERITA TERKINI
  • Bisnis
  • BERITA VIRAL
  • SPORT
  • EDUKASI
  • JALAN-JALAN
  • OPINI
  • KABAR DAERAH
  • Advertorial
Selasa, 05 Mei 2026
Rico Waas–Imigrasi Sumut Perkuat Pengawasan Orang Asing dan Pengungsi
Wakil Ketua DPRD Medan Minta Wali Kota Copot Dirut PUD Pasar
Dirut Ungkap Kondisi PUD Pembangunan Tidak Normal, DPRD Minta Pembenahan
Pansus PAD DPRD Medan Soroti Pajak Mie Gacoan dan Parkir
DPRD Medan Soroti Pelaksanaan MTQ ke-59, Vendor Lama Dipertanyakan
Bupati Deli Serdang Tinjau MPP, Tekankan Sinkronisasi Layanan
DPRD Medan Minta PUD Pembangunan Gercep Tingkatkan Kinerja
Hampir 30 Tahun, Aset Pemko Medan Dikuasai Pihak Lain
RDP DPRD Medan, Warga Keluhkan Sewa Lahan Rp22 Ribu Sejak 1975
Bobby Tekankan Peran LPS Perkuat Kepercayaan Perbankan di Sumut
Rico Waas–Imigrasi Sumut Perkuat Pengawasan Orang Asing dan Pengungsi
Wakil Ketua DPRD Medan Minta Wali Kota Copot Dirut PUD Pasar
Dirut Ungkap Kondisi PUD Pembangunan Tidak Normal, DPRD Minta Pembenahan
Pansus PAD DPRD Medan Soroti Pajak Mie Gacoan dan Parkir
DPRD Medan Soroti Pelaksanaan MTQ ke-59, Vendor Lama Dipertanyakan
Bupati Deli Serdang Tinjau MPP, Tekankan Sinkronisasi Layanan
DPRD Medan Minta PUD Pembangunan Gercep Tingkatkan Kinerja
Hampir 30 Tahun, Aset Pemko Medan Dikuasai Pihak Lain
RDP DPRD Medan, Warga Keluhkan Sewa Lahan Rp22 Ribu Sejak 1975
Bobby Tekankan Peran LPS Perkuat Kepercayaan Perbankan di Sumut
Ads_Tapsel
Beranda / Medan

Lebih Dalam Melihat Fenomena Inflasi

redaksi
4 Sep 2023 08:54
Medan Opini 0 686
4 menit membaca
Armin NasutionArmin Nasution

 

Oleh Armin Nasution

Bobby Nasution
Baca Juga
Bobby Akan Pidato Perdana di Paripurna DPRD Medan
25 Feb 2021

TULISAN ini masih merupakan lanjutan topik lalu namun belum akan menyinggung islamic social finance sebagai solusi inflasi. Bahwa benar, dalam ekonomi konvensional ternyata pertumbuhan tinggi akan digerogoti inflasi.

Ekonomi kita terus tumbuh tapi di sisi lain harga barang kebutuhan juga bergerak naik.

​Uang yang kita dapatkan betapa pun banyaknya ternyata tak mampu mengimbangi kenaikan harga. Itu pula yang menunjukkan daya beli uang yang kita miliki semakin lama kian lemah.

Ketua KORMI Sumut, Baharuddin Siagian (dua dari kanan) saat meninjau langsung pertandingan FORNAS VI di Palembang, Jumat (1/7/2022)
Baca Juga
Ketua KORMI: Sumut Siap Berlaga di FORNAS VI Palembang
01 Jul 2022

Dulu, tahun 1970-an uang Rp100 ribu itu sudah bisa beli banyak kebutuhan. Sekarang Rp1 juta pun daya belinya masih sangat minim.

​Itu sebabnya inflasi adalah bahaya laten dalam pertumbuhan ekonomi. Tapi bukan berarti inflasi tidak diperlukan. Dalam berbagai kajian ekonomi, inflasi yang terkendali juga penting.

Artinya inflasi merupakan cerminan kenaikan daya beli. Yang jadi problem, jika inflasi tak bisa dikendalikan.

​Bagaimana kita melihat potret inflasi ini lebih detil di Sumut, misalnya?Menurut data Bank Indonesia hingga Juli 2023 tingkat inflasi mencapai 0,3 persen, sedangkan angka year on year ada diangka 2,54 persen dan jika dilihat dari bulan Januari-Juli inflasi ada diangka 0,98 persen.

​Sejauh ini angka itu masih terkendali. Kenapa? Karena secara nasional pun target inflasi adalah 3 persen plus minus 1 persen. Artinya angka inflasi harus ada diangka 2-4 persen.

Dengan target inflasi sebesar itu masih make sense jika pertumbuhan ekonomi di atasnya.

Angka inflasi harus berada dibawah angka pertumbuhan ekonomi karena tidak ada artinya jika pertumbuhan ekonomi tinggi lalu inflasi melebihi pertumbuhan itu sendiri.

Tahun ini Bank Indonesia optimis inflasi akan berada diangka 2 persen. Di Sumut, kita masih menghitung inflasi dengan mengukur di lima kota indeks harga konsumen.

Yaitu Medan, Pematang Siantar, Sibolga, Padangsidimpuan dan Gunungsitoli. Sedangkan kabupaten lain menjadi Indeks Pemantau Harga (IPH).

Sumber utama inflasi di Sumut ternyata dipengaruhi oleh komoditas. Kenaikan harga beras sedikit saja itu akan mendorong inflasi tinggi.

Sedangkan komoditas lain yang sangat berpengaruh adalah bawang. Ini merupakan salah satu pendorong inflasi yang sangat volatile.

Lalu hal lain yang sering menyebabkan inflasi tinggi adalah jalur distribusi yang sangat panjang.

Karena seringkali pasok kebutuhan yang harusnya sampai di pasar dengan harga normal tak pernah tercapai.Inipun salah satu problem utama.

Bahkan petani sebagai sumber utama penghasil pangan tak menikmati hasilnya saat harga di pasar tinggi.

Misal, cabai di pasar sudah mencapai Rp100 ribu, tapi karena panjangnya jalur distribusi ternyata di tingkat petani harga cabai bisa ditebus Rp30 ribu sampai Rp45 ribu.

Intinya penyumbang utama inflasi termasuk Sumut dan Indonesia datang dari komoditas pangan. Setiap kali terjadi inflasi tinggi jika ditelusuri lebih jauh akan mengarah kepada kebutuhan pangan.

Selain itu yang harus diwaspadai adalah import inflation. Atau mengimpor inflasi dari luar.

Kita ini masih punya ketergantungan bahan pokok dengan negara lain. Jadi ketika di sana terjadi kenaikan harga otomatis akan langsung berpengaruh ke negara pengimpor.

Hingga tahun ini berbagai lembaga keuangan dunia masih khawatir dengan ancaman inflasi terutama efek dari perang Rusia-Ukraina yang berkepanjangan dan belum tahu kapan selesai.

Jika kemudian negara-negara terkait melakukan pengetatan kebijakan pangan, kemudian stok di pasar berkurang, otomatis negara-negara yang masih ketergantungan dengan impor pangan akan menghadapi kenaikan harga. Imported inflation tetap jadi ancaman.

Upaya untuk mengendalikan inflasi sudah dilakukan dengan berbagai cara. Strategi paling utama saat ini adalah dorongan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah agar melek inflasi.

Dulu gejala inflasi tinggi hanya dikhawatirkan oleh pemerintah pusat dan otoritas moneter. Sekarang berbeda. Semua kepala daerah harus faham inflasi.

Pemerintah mengefektifkan secara maksimal tim pengendalian harga di daerah untuk memantau inflasi yang terjadi.

Itu kemudian yang disebut dengan geranakan nasional pengendalian inflasi pangan. Selain dengan mendorong kerjasama antar daerah untuk memintas jalur distribusi.

Inflasi ini layaknya tekanan darah, jika terlalu tinggi berbahaya dan jika terlalu rendah juga berbahaya.

Sehingga harus benar-benar dijaga agar harga tidak memberatkan konsumen dan masih memberikan keuntungan ke produsen.

Sering pihak yang paling diuntungkan dari inflasi yang bagian tengah (distributor/price maker) bukan petani karena panjangnya jalur distribusi.

Armin nasutionekonomi konvensionalInflasiislamic social finance
Pos Terkait
Menantikan Museum Alquran dan Peradaban Islam UIN Sumatera Utara
Gus Irawan Apresiasi Xpora BNI Dukung Ekspor Sumut
Polri: 1.047 Mahasiswa dari 33 Kampus Tertipu Magang Merdeka Belajar ke Luar Negeri
Pelaksanaan Boleh Beda, Makna Harus Tetap Sama
Krisis Lahan Makam Kristen di Helvetia, Robi Barus Desak Wali Kota Rico Waas Bertindak
Tim E-Sport Sumut Terus Mantapkan Persiapan Jelang PON 2024

Pos Terkait

Kantor walikota pematangsiantar
4 tahun  lalu
Surat Mendagri jadi Dasar AMJ Walikota Siantar
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumatera Utara bersama Komite Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional Indonesia (KPOTI) Sumut menggelar pembinaan dan pelestarian permainan tradisional.
3 tahun  lalu
Disbudpar Gandeng KPOTI Sumut Gelar Pembinaan dan Pelestarian Permainan Tradisional
Ketua DPRD Kota Medan, Hasyim, S.E
3 tahun  lalu
Aneh, Ketua PDIP Medan Serang Bobby, Ini Kata Pengamat
Perwakilan Capital Group, Romi menunjukkan tablet disinfektan yang merupakan bantuan mereka kepada Plt Walikota Medan, Akhyar Nasution di Halaman Kantor Walikota Medan, Selasa (14/4/2020)
6 tahun  lalu
Pemko Medan Terima Bantuan Dari Lions Club dan Capital Group
Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) H. Gus Irawan Pasaribu melakukan langkah tegas dalam rangka penyegaran dan peningkatan kinerja birokrasi dengan melantik sebanyak 56 pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tapsel, di Aula Sarasi III Kantor Bupati Tapsel di Sipirok, Jumat (23/5/2025).
11 bulan  lalu
Gus Irawan Mulai Bersih-Bersih, 56 Pejabat Digeser
Anggota DPRD Kota Medan dari Fraksi Golkar Rommy Van Boy menyemangati warga korban banjir pada sejumlah wilayah di Kota Medan
1 tahun  lalu
Anggota Dewan Bergerak Semangati Korban Banjir di Medan

Trending

01.
5 hari  lalu
Deklinasi Bulutangkis Nasional
02.
4 hari  lalu
Bupati Deli Serdang Bangun UMKM Central, Targetkan Pelaku Usaha Naik Kelas
03.
5 hari  lalu
Gubernur Bobby Tetapkan Juknis SPMB 2026/2027, Penerimaan Siswa Wajib Transparan dan Berkeadilan
04.
2 hari  lalu
Hardiknas 2026, Bupati Deli Serdang Paparkan Kondisi dan Perbaikan Pendidikan
05.
2 hari  lalu
Persiraja vs PSMS Imbang 1-1, Gol Menit Akhir Buyarkan Kemenangan Tamu

Ads

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
Logo
Hangat, Mendidik, Mengungkap Fakta
© Kaldera.id. Developed by irzasolusi.com
Hampir 30 Tahun, Aset Pemko Medan Dikuasai Pihak Lain
DPRD Medan Minta PUD Pembangunan Gercep Tingkatkan Kinerja
DPRD Medan Soroti Pelaksanaan MTQ ke-59, Vendor Lama Dipertanyakan
Pansus PAD DPRD Medan Soroti Pajak Mie Gacoan dan Parkir
Dirut Ungkap Kondisi PUD Pembangunan Tidak Normal, DPRD Minta Pembenahan
Home Trending Cari Bagikan Lainnya