Kaldera.id
  • BERANDA
  • BERITA TERKINI
  • Bisnis
  • BERITA VIRAL
  • SPORT
  • EDUKASI
  • JALAN-JALAN
  • OPINI
  • KABAR DAERAH
  • Advertorial
Rabu, 18 Mar 2026
Bobby Nasution Ingatkan Pers, Bebas Boleh, Tapi Harus Sesuai Fakta
Saipul Bahri Dukung Fokus Pembangunan Medan Utara, Soroti Ketimpangan
Bobby Nasution Bagi THR, Pekerja Informal di Medan Tersenyum
Transisi Energi Berkelanjutan dalam Perspektif Islam: Prinsip Adil dan Sedekah Energi
IDCA Medan Berbagi Sembako Saat Ramadan, Dorong Pembinaan Drum Corps dan Soliditas Pegiat
Bobby Nasution Temukan Gangguan Distribusi Jelang Lebaran, Harga Pangan Sumut Diklaim Masih Stabil
Sidak Pasar Jelang Lebaran, Rico Waas Pastikan Stok Bahan Pokok Aman
Gubernur Sumut Lepas 6.500 Pemudik Gratis dari Medan, Target Tekan Kendaraan Pribadi dan Risiko Kecelakaan
4.000 Warga Mudik Gratis, Rico Waas Lepas 123 Bus dari Terminal Amplas
Buka Puasa Bersama Media dan Ormas, Wali Kota Ajak Bersatu Perangi Narkoba dan Hoaks
Bobby Nasution Ingatkan Pers, Bebas Boleh, Tapi Harus Sesuai Fakta
Saipul Bahri Dukung Fokus Pembangunan Medan Utara, Soroti Ketimpangan
Bobby Nasution Bagi THR, Pekerja Informal di Medan Tersenyum
Transisi Energi Berkelanjutan dalam Perspektif Islam: Prinsip Adil dan Sedekah Energi
IDCA Medan Berbagi Sembako Saat Ramadan, Dorong Pembinaan Drum Corps dan Soliditas Pegiat
Bobby Nasution Temukan Gangguan Distribusi Jelang Lebaran, Harga Pangan Sumut Diklaim Masih Stabil
Sidak Pasar Jelang Lebaran, Rico Waas Pastikan Stok Bahan Pokok Aman
Gubernur Sumut Lepas 6.500 Pemudik Gratis dari Medan, Target Tekan Kendaraan Pribadi dan Risiko Kecelakaan
4.000 Warga Mudik Gratis, Rico Waas Lepas 123 Bus dari Terminal Amplas
Buka Puasa Bersama Media dan Ormas, Wali Kota Ajak Bersatu Perangi Narkoba dan Hoaks
Ads_Tapsel
Beranda / Medan

Lebih Dalam Melihat Fenomena Inflasi

redaksi
4 Sep 2023 08:54
Medan Opini 0 597
4 menit membaca
Armin NasutionArmin Nasution

 

Oleh Armin Nasution

Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution
Baca Juga
Bobby Nasution Terbitkan SK Rumah Terdampak Banjir-Longsor, Penyaluran Bantuan Dipercepat
06 Jan 2026

TULISAN ini masih merupakan lanjutan topik lalu namun belum akan menyinggung islamic social finance sebagai solusi inflasi. Bahwa benar, dalam ekonomi konvensional ternyata pertumbuhan tinggi akan digerogoti inflasi.

Ekonomi kita terus tumbuh tapi di sisi lain harga barang kebutuhan juga bergerak naik.

​Uang yang kita dapatkan betapa pun banyaknya ternyata tak mampu mengimbangi kenaikan harga. Itu pula yang menunjukkan daya beli uang yang kita miliki semakin lama kian lemah.

Anggota Komisi XI DPR RI Gus Irawan Pasaribu
Baca Juga
Gus Irawan Sentil GAPKI yang Keberatan Judul Ranperda: Pikirkan Rakyat
20 Jul 2022

Dulu, tahun 1970-an uang Rp100 ribu itu sudah bisa beli banyak kebutuhan. Sekarang Rp1 juta pun daya belinya masih sangat minim.

​Itu sebabnya inflasi adalah bahaya laten dalam pertumbuhan ekonomi. Tapi bukan berarti inflasi tidak diperlukan. Dalam berbagai kajian ekonomi, inflasi yang terkendali juga penting.

Artinya inflasi merupakan cerminan kenaikan daya beli. Yang jadi problem, jika inflasi tak bisa dikendalikan.

​Bagaimana kita melihat potret inflasi ini lebih detil di Sumut, misalnya?Menurut data Bank Indonesia hingga Juli 2023 tingkat inflasi mencapai 0,3 persen, sedangkan angka year on year ada diangka 2,54 persen dan jika dilihat dari bulan Januari-Juli inflasi ada diangka 0,98 persen.

​Sejauh ini angka itu masih terkendali. Kenapa? Karena secara nasional pun target inflasi adalah 3 persen plus minus 1 persen. Artinya angka inflasi harus ada diangka 2-4 persen.

Dengan target inflasi sebesar itu masih make sense jika pertumbuhan ekonomi di atasnya.

Angka inflasi harus berada dibawah angka pertumbuhan ekonomi karena tidak ada artinya jika pertumbuhan ekonomi tinggi lalu inflasi melebihi pertumbuhan itu sendiri.

Tahun ini Bank Indonesia optimis inflasi akan berada diangka 2 persen. Di Sumut, kita masih menghitung inflasi dengan mengukur di lima kota indeks harga konsumen.

Yaitu Medan, Pematang Siantar, Sibolga, Padangsidimpuan dan Gunungsitoli. Sedangkan kabupaten lain menjadi Indeks Pemantau Harga (IPH).

Sumber utama inflasi di Sumut ternyata dipengaruhi oleh komoditas. Kenaikan harga beras sedikit saja itu akan mendorong inflasi tinggi.

Sedangkan komoditas lain yang sangat berpengaruh adalah bawang. Ini merupakan salah satu pendorong inflasi yang sangat volatile.

Lalu hal lain yang sering menyebabkan inflasi tinggi adalah jalur distribusi yang sangat panjang.

Karena seringkali pasok kebutuhan yang harusnya sampai di pasar dengan harga normal tak pernah tercapai.Inipun salah satu problem utama.

Bahkan petani sebagai sumber utama penghasil pangan tak menikmati hasilnya saat harga di pasar tinggi.

Misal, cabai di pasar sudah mencapai Rp100 ribu, tapi karena panjangnya jalur distribusi ternyata di tingkat petani harga cabai bisa ditebus Rp30 ribu sampai Rp45 ribu.

Intinya penyumbang utama inflasi termasuk Sumut dan Indonesia datang dari komoditas pangan. Setiap kali terjadi inflasi tinggi jika ditelusuri lebih jauh akan mengarah kepada kebutuhan pangan.

Selain itu yang harus diwaspadai adalah import inflation. Atau mengimpor inflasi dari luar.

Kita ini masih punya ketergantungan bahan pokok dengan negara lain. Jadi ketika di sana terjadi kenaikan harga otomatis akan langsung berpengaruh ke negara pengimpor.

Hingga tahun ini berbagai lembaga keuangan dunia masih khawatir dengan ancaman inflasi terutama efek dari perang Rusia-Ukraina yang berkepanjangan dan belum tahu kapan selesai.

Jika kemudian negara-negara terkait melakukan pengetatan kebijakan pangan, kemudian stok di pasar berkurang, otomatis negara-negara yang masih ketergantungan dengan impor pangan akan menghadapi kenaikan harga. Imported inflation tetap jadi ancaman.

Upaya untuk mengendalikan inflasi sudah dilakukan dengan berbagai cara. Strategi paling utama saat ini adalah dorongan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah agar melek inflasi.

Dulu gejala inflasi tinggi hanya dikhawatirkan oleh pemerintah pusat dan otoritas moneter. Sekarang berbeda. Semua kepala daerah harus faham inflasi.

Pemerintah mengefektifkan secara maksimal tim pengendalian harga di daerah untuk memantau inflasi yang terjadi.

Itu kemudian yang disebut dengan geranakan nasional pengendalian inflasi pangan. Selain dengan mendorong kerjasama antar daerah untuk memintas jalur distribusi.

Inflasi ini layaknya tekanan darah, jika terlalu tinggi berbahaya dan jika terlalu rendah juga berbahaya.

Sehingga harus benar-benar dijaga agar harga tidak memberatkan konsumen dan masih memberikan keuntungan ke produsen.

Sering pihak yang paling diuntungkan dari inflasi yang bagian tengah (distributor/price maker) bukan petani karena panjangnya jalur distribusi.

Armin nasutionekonomi konvensionalInflasiislamic social finance
Pos Terkait
Kejatisu Selamatkan Retribusi IMB Rp9 Miliar Lebih
Pemko Medan Diminta Lebih Perhatikan Kawasan Padat Penduduk, Khusunya Antisipasi Kebakaran
Cek Harga Komoditi di Pasar Tradisional, Gubernur Sumut Temukan Kenaikan Harga Ayam dan Cabai Rawit
Sumut Punya Potensi Baru Objek Retribusi Daerah, Pemanfaatan Kawasan Hutan
PNS Dilarang Keluar Kota Selama Long Weekend
Pemko Medan Pastikan 8.533 PPPK Paruh Waktu Terima THR dan Gaji ke-13

Pos Terkait

Kadin Sumut menggaungkan road map generasi emas 2045 sebagai salah satu semangat peringatan HUT ke 55 Kadin Indonesia dengan menggelar fun walk diikuti sekira 1.200 peserta dengan start dan finish di Kantor Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral (Perindag ESDM) Sumut, Jl. Putri Hijau Medan, Minggu (24/9/2023).
2 tahun  lalu
Fun Walk HUT Ke 55, Kadin Sumut Gaungkan Indonesia Emas 2045
Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Utara (Poldasu) berhasil menggagalkan penyelundupan narkotika jenis sabu seberat 7,5 kilogram dari Malaysia ke Kabupaten Asahan, Indonesia. Dalam pengungkapan ini, tiga orang tersangka ditangkap, terdiri dari dua kurir lintas negara dan seorang pekerja migran ilegal (PMI).
9 bulan  lalu
Poldasu Gagalkan Penyelundupan Sabu dan Ungkap Perdagangan Orang Antarnegara
Satuan Tugas Penanganan Hak Tagih Negara Dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (Satgas BLBI) menyita aset properti eks Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).
2 tahun  lalu
Satgas sita aset pengemplang BLBI Senilai Rp228 M Di Medan
Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas
3 bulan  lalu
Evaluasi Pencapaian Penerimaan PAD, Wali Kota Warning Kadis Perkimcikataru Terkait Bangunan Liar
Masjid Raya Al Mashun yang terletak di Jalan Sisingamangaraja Medan tetap menggelar Salat Idul Adha secara berjamaah
4 tahun  lalu
Masjid Raya Tetap Gelar Salat Idul Adha Berjamaah dengan Protokol Kesehatan
Armin Nasution
1 tahun  lalu
Rasa Empati Dan Uang Kuliah

Trending

01.
5 hari  lalu
Gaji Guru PPPK Paruh Waktu di Sumut Naik Jadi Rp2,16 Juta, THR Cair Jumat
02.
6 hari  lalu
Pemko Medan Pastikan 8.533 PPPK Paruh Waktu Terima THR dan Gaji ke-13
03.
6 hari  lalu
UMKM Korban Bencana Dapat Relaksasi KUR, Bobby Nasution Kejar Sinkronisasi Data
04.
4 hari  lalu
Wagub Surya Lantik 264 Pejabat Fungsional Pemprov Sumut
05.
5 hari  lalu
44 Ribu UMKM Sumut Terhimpit Bencana, Pemerintah Gulirkan Relaksasi KUR: Cicilan Ditunda

Ads

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
Logo
Hangat, Mendidik, Mengungkap Fakta
© Kaldera.id. Developed by irzasolusi.com
Bobby Nasution Bagi THR, Pekerja Informal di Medan Tersenyum
Transisi Energi Berkelanjutan dalam Perspektif Islam: Prinsip Adil dan Sedekah Energi
Saipul Bahri Dukung Fokus Pembangunan Medan Utara, Soroti Ketimpangan
Bobby Nasution Ingatkan Pers, Bebas Boleh, Tapi Harus Sesuai Fakta
Home Trending Cari Bagikan Lainnya