Kaldera.id
  • BERANDA
  • BERITA TERKINI
  • Bisnis
  • BERITA VIRAL
  • SPORT
  • EDUKASI
  • JALAN-JALAN
  • OPINI
  • KABAR DAERAH
  • Advertorial
Jumat, 01 Mei 2026
Bupati Deli Serdang Bangun UMKM Central, Targetkan Pelaku Usaha Naik Kelas
Bayar PKB di Sumut Kini Tanpa KTP Pemilik Lama, Berlaku Mulai Hari Ini
Satgas Pemulihan Bencana Aceh Ditutup, Deli Serdang Tegaskan Solidaritas Antar Daerah
Gubernur Bobby Tetapkan Juknis SPMB 2026/2027, Penerimaan Siswa Wajib Transparan dan Berkeadilan
Deklinasi Bulutangkis Nasional
Digitalisasi Keuangan Sumut Berbuah Penghargaan Nasional, Raih Creative Financing
Prananda Makan Bareng Bobby: Bagian dari Konsolidasi Elite Politik Nasional di 2026
Bupati Deli Serdang Letakkan Batu Pertama RTLH dan Buka Turnamen Futsal
Rico Waas Terima Rekomendasi LKPJ 2025, Siap Jadikan Evaluasi Kinerja Pemko Medan
Bank Sumut Ekspansi ke Batam, Teken Kerja Sama dengan Pemko
Bupati Deli Serdang Bangun UMKM Central, Targetkan Pelaku Usaha Naik Kelas
Bayar PKB di Sumut Kini Tanpa KTP Pemilik Lama, Berlaku Mulai Hari Ini
Satgas Pemulihan Bencana Aceh Ditutup, Deli Serdang Tegaskan Solidaritas Antar Daerah
Gubernur Bobby Tetapkan Juknis SPMB 2026/2027, Penerimaan Siswa Wajib Transparan dan Berkeadilan
Deklinasi Bulutangkis Nasional
Digitalisasi Keuangan Sumut Berbuah Penghargaan Nasional, Raih Creative Financing
Prananda Makan Bareng Bobby: Bagian dari Konsolidasi Elite Politik Nasional di 2026
Bupati Deli Serdang Letakkan Batu Pertama RTLH dan Buka Turnamen Futsal
Rico Waas Terima Rekomendasi LKPJ 2025, Siap Jadikan Evaluasi Kinerja Pemko Medan
Bank Sumut Ekspansi ke Batam, Teken Kerja Sama dengan Pemko
Ads_Tapsel
Beranda / Medan

Lebih Dalam Melihat Fenomena Inflasi

redaksi
4 Sep 2023 08:54
Medan Opini 0 676
4 menit membaca
Armin NasutionArmin Nasution

 

Oleh Armin Nasution

Direktorat Resnarkoba Polda Sumatera Utara (Sumut) memperlihatkan barang bukti sabu seberat 23 kilogram pada Jumat (19/6/2020) lalu.
Baca Juga
Buru Pelaku Sampai ke Jakarta, Polda Sumut Gagalkan Peredaran 100 Kg Sabu
18 Agu 2020

TULISAN ini masih merupakan lanjutan topik lalu namun belum akan menyinggung islamic social finance sebagai solusi inflasi. Bahwa benar, dalam ekonomi konvensional ternyata pertumbuhan tinggi akan digerogoti inflasi.

Ekonomi kita terus tumbuh tapi di sisi lain harga barang kebutuhan juga bergerak naik.

​Uang yang kita dapatkan betapa pun banyaknya ternyata tak mampu mengimbangi kenaikan harga. Itu pula yang menunjukkan daya beli uang yang kita miliki semakin lama kian lemah.

Suasana Imlek 2571 di Maha Vihara Maitreya yang terletak di Komplek Cemara Asri Medan. (kaldera/m alfan syahputra)
Baca Juga
Nikmati Ribuan Lampion di Vihara Maitreya Cemara Asri
24 Jan 2020

Dulu, tahun 1970-an uang Rp100 ribu itu sudah bisa beli banyak kebutuhan. Sekarang Rp1 juta pun daya belinya masih sangat minim.

​Itu sebabnya inflasi adalah bahaya laten dalam pertumbuhan ekonomi. Tapi bukan berarti inflasi tidak diperlukan. Dalam berbagai kajian ekonomi, inflasi yang terkendali juga penting.

Artinya inflasi merupakan cerminan kenaikan daya beli. Yang jadi problem, jika inflasi tak bisa dikendalikan.

​Bagaimana kita melihat potret inflasi ini lebih detil di Sumut, misalnya?Menurut data Bank Indonesia hingga Juli 2023 tingkat inflasi mencapai 0,3 persen, sedangkan angka year on year ada diangka 2,54 persen dan jika dilihat dari bulan Januari-Juli inflasi ada diangka 0,98 persen.

​Sejauh ini angka itu masih terkendali. Kenapa? Karena secara nasional pun target inflasi adalah 3 persen plus minus 1 persen. Artinya angka inflasi harus ada diangka 2-4 persen.

Dengan target inflasi sebesar itu masih make sense jika pertumbuhan ekonomi di atasnya.

Angka inflasi harus berada dibawah angka pertumbuhan ekonomi karena tidak ada artinya jika pertumbuhan ekonomi tinggi lalu inflasi melebihi pertumbuhan itu sendiri.

Tahun ini Bank Indonesia optimis inflasi akan berada diangka 2 persen. Di Sumut, kita masih menghitung inflasi dengan mengukur di lima kota indeks harga konsumen.

Yaitu Medan, Pematang Siantar, Sibolga, Padangsidimpuan dan Gunungsitoli. Sedangkan kabupaten lain menjadi Indeks Pemantau Harga (IPH).

Sumber utama inflasi di Sumut ternyata dipengaruhi oleh komoditas. Kenaikan harga beras sedikit saja itu akan mendorong inflasi tinggi.

Sedangkan komoditas lain yang sangat berpengaruh adalah bawang. Ini merupakan salah satu pendorong inflasi yang sangat volatile.

Lalu hal lain yang sering menyebabkan inflasi tinggi adalah jalur distribusi yang sangat panjang.

Karena seringkali pasok kebutuhan yang harusnya sampai di pasar dengan harga normal tak pernah tercapai.Inipun salah satu problem utama.

Bahkan petani sebagai sumber utama penghasil pangan tak menikmati hasilnya saat harga di pasar tinggi.

Misal, cabai di pasar sudah mencapai Rp100 ribu, tapi karena panjangnya jalur distribusi ternyata di tingkat petani harga cabai bisa ditebus Rp30 ribu sampai Rp45 ribu.

Intinya penyumbang utama inflasi termasuk Sumut dan Indonesia datang dari komoditas pangan. Setiap kali terjadi inflasi tinggi jika ditelusuri lebih jauh akan mengarah kepada kebutuhan pangan.

Selain itu yang harus diwaspadai adalah import inflation. Atau mengimpor inflasi dari luar.

Kita ini masih punya ketergantungan bahan pokok dengan negara lain. Jadi ketika di sana terjadi kenaikan harga otomatis akan langsung berpengaruh ke negara pengimpor.

Hingga tahun ini berbagai lembaga keuangan dunia masih khawatir dengan ancaman inflasi terutama efek dari perang Rusia-Ukraina yang berkepanjangan dan belum tahu kapan selesai.

Jika kemudian negara-negara terkait melakukan pengetatan kebijakan pangan, kemudian stok di pasar berkurang, otomatis negara-negara yang masih ketergantungan dengan impor pangan akan menghadapi kenaikan harga. Imported inflation tetap jadi ancaman.

Upaya untuk mengendalikan inflasi sudah dilakukan dengan berbagai cara. Strategi paling utama saat ini adalah dorongan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah agar melek inflasi.

Dulu gejala inflasi tinggi hanya dikhawatirkan oleh pemerintah pusat dan otoritas moneter. Sekarang berbeda. Semua kepala daerah harus faham inflasi.

Pemerintah mengefektifkan secara maksimal tim pengendalian harga di daerah untuk memantau inflasi yang terjadi.

Itu kemudian yang disebut dengan geranakan nasional pengendalian inflasi pangan. Selain dengan mendorong kerjasama antar daerah untuk memintas jalur distribusi.

Inflasi ini layaknya tekanan darah, jika terlalu tinggi berbahaya dan jika terlalu rendah juga berbahaya.

Sehingga harus benar-benar dijaga agar harga tidak memberatkan konsumen dan masih memberikan keuntungan ke produsen.

Sering pihak yang paling diuntungkan dari inflasi yang bagian tengah (distributor/price maker) bukan petani karena panjangnya jalur distribusi.

Armin nasutionekonomi konvensionalInflasiislamic social finance
Pos Terkait
Raih Juara, Anak Langkat Wakili Sumut di FASI 2022
Bikin Konten di Rumah Kosong, 10 Youtuber Bandung Diselidiki Polisi
Ketua BNSP Bantah Larang Dewan Pers Gelar UKW
Gus Irawan Ajak Kader Perjuangkan Nasib Petani
Berawal Dari Medsos, Sabrina Dibantu Bupati dan Keluarga Lanjut Kuliah ke Yaman
Hafiz Harahap: Kepala Sekolah Al Washliyah harus Penuhi 4 Kriteria Ini

Pos Terkait

5 tahun  lalu
Rapid Test Gratis di Medan, Dompet Dhuafa Waspada Gandeng Tokped dan RS Sufina Aziz
Calon Walikota Medan, Muhammad Bobby Afif Nasution didampingi Ketua Umum Relawan Bobby Nasution (Re-born) blusukan di Pasar Tradisional.
5 tahun  lalu
Ini Pesan Pedagang Pasar Pulo Brayan Kepada Bobby Nasution
Nurfida
4 tahun  lalu
Nurfida: Anak Berkerudung yang Lari Saat Erupsi Semeru, Berlindung di Masjid dari Hujan Abu
KPU Kota Medan menggelar uji publik DPS hingga 28 September 2020.
5 tahun  lalu
DPS Pilkada Medan Masuk Tahapan Uji Publik
Sejumlah anggota DPRD Medan menerima delegasi warga yang tergabung Forum Peduli Kecamatan terkait dugaan kecurangan pengangkatan kepala lingkungan (kepling), Senin (17/1/2022).
4 tahun  lalu
Wow, Warga Sudah Meninggal Berikan Dukungan ke Salah Satu Calon Kepling di Medan Denai
Juru bicara Fraksi Gerindra DPRD Medan, R Muhammad Khalil Prasetyo
2 tahun  lalu
Perda Disahkan, Jangan Lagi Ada Kekerasan Terhadap Anak

Trending

01.
4 hari  lalu
Rumput Stadion Utama Sumut Dirawat Total, Dispora Target Siap Jelang Piala AFF U-19 2026
02.
5 hari  lalu
Kekerasan Seksual dan LGBT di Kampus: Ujian Kepemimpinan dan Masa Depan Ruang Aman Bagi Semua
03.
6 hari  lalu
Bank Sumut Hadirkan Pembayaran Tiket Kapal via Digital
04.
6 hari  lalu
Aman Dari Degradasi, PSMS Tetap Bidik Kemenangan Lawan Adhyaksa FC
05.
16 jam  lalu
Deklinasi Bulutangkis Nasional

Ads

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
Logo
Hangat, Mendidik, Mengungkap Fakta
© Kaldera.id. Developed by irzasolusi.com
Deklinasi Bulutangkis Nasional
Gubernur Bobby Tetapkan Juknis SPMB 2026/2027, Penerimaan Siswa Wajib Transparan dan Berkeadilan
Bupati Deli Serdang Bangun UMKM Central, Targetkan Pelaku Usaha Naik Kelas
Bayar PKB di Sumut Kini Tanpa KTP Pemilik Lama, Berlaku Mulai Hari Ini
Satgas Pemulihan Bencana Aceh Ditutup, Deli Serdang Tegaskan Solidaritas Antar Daerah
Home Trending Cari Bagikan Lainnya