Kaldera.id
  • BERANDA
  • BERITA TERKINI
  • Bisnis
  • BERITA VIRAL
  • SPORT
  • EDUKASI
  • JALAN-JALAN
  • OPINI
  • KABAR DAERAH
  • Advertorial
Jumat, 06 Feb 2026
Pemko Medan Bergerak Cepat, Sampah Sungai Deli Dikeruk Total
Pastikan Pelayanan Kesehatan Meningkat, Wagub Sumut Sambangi Pasien Kanker di RS Haji Medan
Bobby Nasution Dampingi Mendagri Resmikan Huntara dan Salurkan DTH di Tapsel
Indeks Pelayanan Publik Pemprov Sumut Melonjak ke 4,27, Kualitas Layanan Kian Terasa
Bupati Langkat Tegaskan RKPD 2027 Fokus Kemandirian Daerah dan Infrastruktur
Pasca Kebakaran, 700 Pekerja Pabrik Swallow Medan Terancam PHK
Hadiri HUT ke-18 Gerindra, Bupati Langkat Tegaskan Dukung Program Presiden Prabowo
Hormati Putusan Kasasi MA, Pemkab Langkat Tunggu Salinan Resmi
Pj Sekdaprov Sumut Tegaskan Dukungan Program KPID 2026 dan Seleksi Anggota
Bobby Nasution Instruksikan Dirut Baru Bikin Bank Sumut Lebih Progresif
Pemko Medan Bergerak Cepat, Sampah Sungai Deli Dikeruk Total
Pastikan Pelayanan Kesehatan Meningkat, Wagub Sumut Sambangi Pasien Kanker di RS Haji Medan
Bobby Nasution Dampingi Mendagri Resmikan Huntara dan Salurkan DTH di Tapsel
Indeks Pelayanan Publik Pemprov Sumut Melonjak ke 4,27, Kualitas Layanan Kian Terasa
Bupati Langkat Tegaskan RKPD 2027 Fokus Kemandirian Daerah dan Infrastruktur
Pasca Kebakaran, 700 Pekerja Pabrik Swallow Medan Terancam PHK
Hadiri HUT ke-18 Gerindra, Bupati Langkat Tegaskan Dukung Program Presiden Prabowo
Hormati Putusan Kasasi MA, Pemkab Langkat Tunggu Salinan Resmi
Pj Sekdaprov Sumut Tegaskan Dukungan Program KPID 2026 dan Seleksi Anggota
Bobby Nasution Instruksikan Dirut Baru Bikin Bank Sumut Lebih Progresif
Ads_Tapsel
Beranda / Medan

Lebih Dalam Melihat Fenomena Inflasi

redaksi
4 Sep 2023 08:54
Medan Opini 0 516
4 menit membaca
Armin NasutionArmin Nasution

 

Oleh Armin Nasution

SMAN 8 Medan.
Baca Juga
Ini Suara Guru SMAN 8 Medan yang Emosi: “Jijik Aku Nengok Kau..”
06 Feb 2020

TULISAN ini masih merupakan lanjutan topik lalu namun belum akan menyinggung islamic social finance sebagai solusi inflasi. Bahwa benar, dalam ekonomi konvensional ternyata pertumbuhan tinggi akan digerogoti inflasi.

Ekonomi kita terus tumbuh tapi di sisi lain harga barang kebutuhan juga bergerak naik.

​Uang yang kita dapatkan betapa pun banyaknya ternyata tak mampu mengimbangi kenaikan harga. Itu pula yang menunjukkan daya beli uang yang kita miliki semakin lama kian lemah.

Polisi akhirnya berhasil mengungkap pelaku penyiraman Persada Bhayangkara Sembiring (PSB), wartawan media online lokal di Medan yang disiram air keras beberapa waktu lalu. Dalam kasus ini, polisi menetapkan 5 orang tersangka.
Baca Juga
Otaki Penyiraman Air Keras ke Wartawan, Pemilik Permainan Tembak Ikan Tersangka
02 Agu 2021

Dulu, tahun 1970-an uang Rp100 ribu itu sudah bisa beli banyak kebutuhan. Sekarang Rp1 juta pun daya belinya masih sangat minim.

​Itu sebabnya inflasi adalah bahaya laten dalam pertumbuhan ekonomi. Tapi bukan berarti inflasi tidak diperlukan. Dalam berbagai kajian ekonomi, inflasi yang terkendali juga penting.

Artinya inflasi merupakan cerminan kenaikan daya beli. Yang jadi problem, jika inflasi tak bisa dikendalikan.

​Bagaimana kita melihat potret inflasi ini lebih detil di Sumut, misalnya?Menurut data Bank Indonesia hingga Juli 2023 tingkat inflasi mencapai 0,3 persen, sedangkan angka year on year ada diangka 2,54 persen dan jika dilihat dari bulan Januari-Juli inflasi ada diangka 0,98 persen.

​Sejauh ini angka itu masih terkendali. Kenapa? Karena secara nasional pun target inflasi adalah 3 persen plus minus 1 persen. Artinya angka inflasi harus ada diangka 2-4 persen.

Dengan target inflasi sebesar itu masih make sense jika pertumbuhan ekonomi di atasnya.

Angka inflasi harus berada dibawah angka pertumbuhan ekonomi karena tidak ada artinya jika pertumbuhan ekonomi tinggi lalu inflasi melebihi pertumbuhan itu sendiri.

Tahun ini Bank Indonesia optimis inflasi akan berada diangka 2 persen. Di Sumut, kita masih menghitung inflasi dengan mengukur di lima kota indeks harga konsumen.

Yaitu Medan, Pematang Siantar, Sibolga, Padangsidimpuan dan Gunungsitoli. Sedangkan kabupaten lain menjadi Indeks Pemantau Harga (IPH).

Sumber utama inflasi di Sumut ternyata dipengaruhi oleh komoditas. Kenaikan harga beras sedikit saja itu akan mendorong inflasi tinggi.

Sedangkan komoditas lain yang sangat berpengaruh adalah bawang. Ini merupakan salah satu pendorong inflasi yang sangat volatile.

Lalu hal lain yang sering menyebabkan inflasi tinggi adalah jalur distribusi yang sangat panjang.

Karena seringkali pasok kebutuhan yang harusnya sampai di pasar dengan harga normal tak pernah tercapai.Inipun salah satu problem utama.

Bahkan petani sebagai sumber utama penghasil pangan tak menikmati hasilnya saat harga di pasar tinggi.

Misal, cabai di pasar sudah mencapai Rp100 ribu, tapi karena panjangnya jalur distribusi ternyata di tingkat petani harga cabai bisa ditebus Rp30 ribu sampai Rp45 ribu.

Intinya penyumbang utama inflasi termasuk Sumut dan Indonesia datang dari komoditas pangan. Setiap kali terjadi inflasi tinggi jika ditelusuri lebih jauh akan mengarah kepada kebutuhan pangan.

Selain itu yang harus diwaspadai adalah import inflation. Atau mengimpor inflasi dari luar.

Kita ini masih punya ketergantungan bahan pokok dengan negara lain. Jadi ketika di sana terjadi kenaikan harga otomatis akan langsung berpengaruh ke negara pengimpor.

Hingga tahun ini berbagai lembaga keuangan dunia masih khawatir dengan ancaman inflasi terutama efek dari perang Rusia-Ukraina yang berkepanjangan dan belum tahu kapan selesai.

Jika kemudian negara-negara terkait melakukan pengetatan kebijakan pangan, kemudian stok di pasar berkurang, otomatis negara-negara yang masih ketergantungan dengan impor pangan akan menghadapi kenaikan harga. Imported inflation tetap jadi ancaman.

Upaya untuk mengendalikan inflasi sudah dilakukan dengan berbagai cara. Strategi paling utama saat ini adalah dorongan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah agar melek inflasi.

Dulu gejala inflasi tinggi hanya dikhawatirkan oleh pemerintah pusat dan otoritas moneter. Sekarang berbeda. Semua kepala daerah harus faham inflasi.

Pemerintah mengefektifkan secara maksimal tim pengendalian harga di daerah untuk memantau inflasi yang terjadi.

Itu kemudian yang disebut dengan geranakan nasional pengendalian inflasi pangan. Selain dengan mendorong kerjasama antar daerah untuk memintas jalur distribusi.

Inflasi ini layaknya tekanan darah, jika terlalu tinggi berbahaya dan jika terlalu rendah juga berbahaya.

Sehingga harus benar-benar dijaga agar harga tidak memberatkan konsumen dan masih memberikan keuntungan ke produsen.

Sering pihak yang paling diuntungkan dari inflasi yang bagian tengah (distributor/price maker) bukan petani karena panjangnya jalur distribusi.

Armin nasutionekonomi konvensionalInflasiislamic social finance
Pos Terkait
Ini Pesan Gus Irawan Ke Kader di Padangsidimpuan
Ribuan Warga Sidimpuan Teriak Minta Gus Irawan Lanjut Di DPR-RI
Bertemu Kaum Ibu, Akhyar Bicara Penanganan Banjir di Marelan dan Martubung
Kapal Tanker di Belawan Terbakar, Pekerja Melompat ke Laut
Perwira PHR Zona 1 Gelar Edukasi Migas ke Siswa SD Lewat PEN 8.0
Permudah Izin, Strategi Bobby Nasution Perkuat UMKM Medan

Pos Terkait

Terdapat sejumlah makanan yang dapat membuat berat badan turun meski tanpa berolahraga
5 tahun  lalu
Ini Dia Makanan Yang Dapat Menurunkan Berat Badan
Walikota Medan, Bobby Afif Nasution
2 tahun  lalu
Bobby Nasution Pastikan Tambahan 45.000 Tabung Gas Elpji 3 Kg Sampai ke Masyarakat Kurang Mampu
Fakhrur Rozi.
1 tahun  lalu
Kominfo jadi Kementerian Komdigi: Saatnya Menuntut Transparansi Algoritma Platform Digital
Situasi gempa di Pasaman Barat.
3 tahun  lalu
Gempa di Pasaman Barat Akibat Aktivitas Sesar Sumatera
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatra Utara (Sumut) membuka stand konsultasi hukum dan sertifikasi halal di perhelatan MTQ ke-38 tingkat Provinsi Sumut yang berlangsung di Kampus I UIN Sumut, Jalan Sutomo Ujung, Medan.
3 tahun  lalu
MUI Sumut Buka Konsultasi Sertifikasi Halal di Arena MTQ ke 38
Puluhan Kios milik pedagang di pasar Pajak Lama yang terletak di Jalan Deli Kelurahan Simpang Tiga Pekan Kecamatan Perbaungan Kabupaten Serdang Bedagai hangus terbakar, Kamis (16/9/2021).
4 tahun  lalu
Puluhan Kios di Pajak Lama Perbaungan Hangus Terbakar

Trending

01.
2 hari  lalu
Sekretaris Smeck Kritik Walikota Medan, Nilai Rico Waas Tak Peduli PSMS
02.
5 hari  lalu
PSMS Medan Tekuk Bekasi City 2-1, Posisi Klasemen Bergeser
03.
5 hari  lalu
Persiapan Haji 2026 di Sumut Hampir Rampung, Jamaah Haji Siap Berangkat
04.
3 hari  lalu
Aklamasi, Andar Amin Pimpin Golkar Sumut 5 Tahun ke Depan
05.
6 hari  lalu
Pemprov Sumut Gaspol Dongkrak Ekonomi Daerah, 36 Event Pariwisata Disiapkan

Ads

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
Logo
Hangat, Mendidik, Mengungkap Fakta
© Kaldera.id. Developed by irzasolusi.com
Pasca Kebakaran, 700 Pekerja Pabrik Swallow Medan Terancam PHK
Indeks Pelayanan Publik Pemprov Sumut Melonjak ke 4,27, Kualitas Layanan Kian Terasa
Bupati Langkat Tegaskan RKPD 2027 Fokus Kemandirian Daerah dan Infrastruktur
Bobby Nasution Dampingi Mendagri Resmikan Huntara dan Salurkan DTH di Tapsel
Pastikan Pelayanan Kesehatan Meningkat, Wagub Sumut Sambangi Pasien Kanker di RS Haji Medan
Home Trending Cari Bagikan Lainnya