Kaldera.id
  • BERANDA
  • BERITA TERKINI
  • Bisnis
  • BERITA VIRAL
  • SPORT
  • EDUKASI
  • JALAN-JALAN
  • OPINI
  • KABAR DAERAH
  • Advertorial
Minggu, 05 Apr 2026
Rico Waas Serukan Akhiri Sekat Politik di Halal Bihalal PKS Medan
Laga Hidup Mati PSMS, Wajib Menang Atas Persikad
Sebanyak 320 Jurnalis Sumut Ambil Bagian di Piala Gubsu
Kanal Titi Kuning Darurat Sampah, Camat Medan Johor Tegas Minta Solusi Cepat
Sebanyak 1.661 Calon Jemaah Ikut Manasik Haji Akbar Bank Sumut, Fasilitas Lengkap Disiapkan
Pemprov Sumut Buka Seleksi Komisioner Informasi 2026–2030, Pendaftaran Mulai 6 April
Rico Waas Tegaskan Komitmen Transparansi Keuangan Usai Entry Meeting LKPD 2025
Pemko Medan Terapkan WFH Setiap Jumat, Rico Waas Pastikan Layanan Tetap Optimal
Drop-off 2 Menit Tetap Bayar Rp5 Ribu di Plaza Medan Fair, Bapenda Disorot
Komisi II DPR RI Dorong Bank Sumut, Jadi Motor Ekonomi Daerah
Rico Waas Serukan Akhiri Sekat Politik di Halal Bihalal PKS Medan
Laga Hidup Mati PSMS, Wajib Menang Atas Persikad
Sebanyak 320 Jurnalis Sumut Ambil Bagian di Piala Gubsu
Kanal Titi Kuning Darurat Sampah, Camat Medan Johor Tegas Minta Solusi Cepat
Sebanyak 1.661 Calon Jemaah Ikut Manasik Haji Akbar Bank Sumut, Fasilitas Lengkap Disiapkan
Pemprov Sumut Buka Seleksi Komisioner Informasi 2026–2030, Pendaftaran Mulai 6 April
Rico Waas Tegaskan Komitmen Transparansi Keuangan Usai Entry Meeting LKPD 2025
Pemko Medan Terapkan WFH Setiap Jumat, Rico Waas Pastikan Layanan Tetap Optimal
Drop-off 2 Menit Tetap Bayar Rp5 Ribu di Plaza Medan Fair, Bapenda Disorot
Komisi II DPR RI Dorong Bank Sumut, Jadi Motor Ekonomi Daerah
Ads_Tapsel
Beranda / Medan

Lebih Dalam Melihat Fenomena Inflasi

redaksi
4 Sep 2023 08:54
Medan Opini 0 626
4 menit membaca
Armin NasutionArmin Nasution

 

Oleh Armin Nasution

Zulkarnaen
Baca Juga
Dewan Harapkan Revitalisasi Pasar Simalingkar Selesai Tepat Waktu
01 Okt 2024

TULISAN ini masih merupakan lanjutan topik lalu namun belum akan menyinggung islamic social finance sebagai solusi inflasi. Bahwa benar, dalam ekonomi konvensional ternyata pertumbuhan tinggi akan digerogoti inflasi.

Ekonomi kita terus tumbuh tapi di sisi lain harga barang kebutuhan juga bergerak naik.

​Uang yang kita dapatkan betapa pun banyaknya ternyata tak mampu mengimbangi kenaikan harga. Itu pula yang menunjukkan daya beli uang yang kita miliki semakin lama kian lemah.

Para Kepala Bidang Kadin Sumut yang tergabung dalam kepengurusan berkumpul membahas keberlangsungan bisnis yang mencakup berbagai hal.
Baca Juga
Kepala Bidang Kadin Sumut Rapat Bahas Keberlangsungan Bisnis  
19 Mei 2023

Dulu, tahun 1970-an uang Rp100 ribu itu sudah bisa beli banyak kebutuhan. Sekarang Rp1 juta pun daya belinya masih sangat minim.

​Itu sebabnya inflasi adalah bahaya laten dalam pertumbuhan ekonomi. Tapi bukan berarti inflasi tidak diperlukan. Dalam berbagai kajian ekonomi, inflasi yang terkendali juga penting.

Artinya inflasi merupakan cerminan kenaikan daya beli. Yang jadi problem, jika inflasi tak bisa dikendalikan.

​Bagaimana kita melihat potret inflasi ini lebih detil di Sumut, misalnya?Menurut data Bank Indonesia hingga Juli 2023 tingkat inflasi mencapai 0,3 persen, sedangkan angka year on year ada diangka 2,54 persen dan jika dilihat dari bulan Januari-Juli inflasi ada diangka 0,98 persen.

​Sejauh ini angka itu masih terkendali. Kenapa? Karena secara nasional pun target inflasi adalah 3 persen plus minus 1 persen. Artinya angka inflasi harus ada diangka 2-4 persen.

Dengan target inflasi sebesar itu masih make sense jika pertumbuhan ekonomi di atasnya.

Angka inflasi harus berada dibawah angka pertumbuhan ekonomi karena tidak ada artinya jika pertumbuhan ekonomi tinggi lalu inflasi melebihi pertumbuhan itu sendiri.

Tahun ini Bank Indonesia optimis inflasi akan berada diangka 2 persen. Di Sumut, kita masih menghitung inflasi dengan mengukur di lima kota indeks harga konsumen.

Yaitu Medan, Pematang Siantar, Sibolga, Padangsidimpuan dan Gunungsitoli. Sedangkan kabupaten lain menjadi Indeks Pemantau Harga (IPH).

Sumber utama inflasi di Sumut ternyata dipengaruhi oleh komoditas. Kenaikan harga beras sedikit saja itu akan mendorong inflasi tinggi.

Sedangkan komoditas lain yang sangat berpengaruh adalah bawang. Ini merupakan salah satu pendorong inflasi yang sangat volatile.

Lalu hal lain yang sering menyebabkan inflasi tinggi adalah jalur distribusi yang sangat panjang.

Karena seringkali pasok kebutuhan yang harusnya sampai di pasar dengan harga normal tak pernah tercapai.Inipun salah satu problem utama.

Bahkan petani sebagai sumber utama penghasil pangan tak menikmati hasilnya saat harga di pasar tinggi.

Misal, cabai di pasar sudah mencapai Rp100 ribu, tapi karena panjangnya jalur distribusi ternyata di tingkat petani harga cabai bisa ditebus Rp30 ribu sampai Rp45 ribu.

Intinya penyumbang utama inflasi termasuk Sumut dan Indonesia datang dari komoditas pangan. Setiap kali terjadi inflasi tinggi jika ditelusuri lebih jauh akan mengarah kepada kebutuhan pangan.

Selain itu yang harus diwaspadai adalah import inflation. Atau mengimpor inflasi dari luar.

Kita ini masih punya ketergantungan bahan pokok dengan negara lain. Jadi ketika di sana terjadi kenaikan harga otomatis akan langsung berpengaruh ke negara pengimpor.

Hingga tahun ini berbagai lembaga keuangan dunia masih khawatir dengan ancaman inflasi terutama efek dari perang Rusia-Ukraina yang berkepanjangan dan belum tahu kapan selesai.

Jika kemudian negara-negara terkait melakukan pengetatan kebijakan pangan, kemudian stok di pasar berkurang, otomatis negara-negara yang masih ketergantungan dengan impor pangan akan menghadapi kenaikan harga. Imported inflation tetap jadi ancaman.

Upaya untuk mengendalikan inflasi sudah dilakukan dengan berbagai cara. Strategi paling utama saat ini adalah dorongan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah agar melek inflasi.

Dulu gejala inflasi tinggi hanya dikhawatirkan oleh pemerintah pusat dan otoritas moneter. Sekarang berbeda. Semua kepala daerah harus faham inflasi.

Pemerintah mengefektifkan secara maksimal tim pengendalian harga di daerah untuk memantau inflasi yang terjadi.

Itu kemudian yang disebut dengan geranakan nasional pengendalian inflasi pangan. Selain dengan mendorong kerjasama antar daerah untuk memintas jalur distribusi.

Inflasi ini layaknya tekanan darah, jika terlalu tinggi berbahaya dan jika terlalu rendah juga berbahaya.

Sehingga harus benar-benar dijaga agar harga tidak memberatkan konsumen dan masih memberikan keuntungan ke produsen.

Sering pihak yang paling diuntungkan dari inflasi yang bagian tengah (distributor/price maker) bukan petani karena panjangnya jalur distribusi.

Armin nasutionekonomi konvensionalInflasiislamic social finance
Pos Terkait
Bobby Berencana Naikkan Honor Kepling, Ketua Dewan Apresiasi Kebijakan Tersebut
Kalau Jadi Pindah, Eks TBSU Jadi Pengembangan Seni dan Budaya
Derby Merseyside Milik Everton
Proyek Multiyears Infrastruktur Rp2,7 Triliun Syarat Dugaan Pelanggaran, Ini Sikap Fraksi Golkar DPRD Sumut
Pejabatnya Digeser, Jabatan Eselon II di 6 OPD Kosong
Rico Waas Dukung Integrasi Data Pertanahan dan Pajak di Medan

Pos Terkait

Pelaksanaan kegiatan monitoring dan evaluasi kinerja (Monev) dipimpin langsung Kajati Sumut Idianto, SH,MH, dan diikuti Wakajati Sumut Drs. Joko Purwanto, SH, para Asisten, Kabag TU, Koordinator, para Kajari di 28 Kejari dan Kacabjari di 9 Cabjari, para Kasi di Kejati Sumut, para Kasi di Kejari, dan kegiatan Monev dilaksanakan di Aula Sasana Cipta Kerta, Lantai 3 Kantor Kejati Sumut, Jalan AH Nasution Medan, Senin (14/8/2023).
2 tahun  lalu
Kajati Sumut Idianto Monev Kinerja 28 Kejari dan 9 Cabjari
Armin Nasution
5 tahun  lalu
‘Misteri’ Peninjau Musda PHRI Sumut
Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi
4 tahun  lalu
Gubsu Edy Ikut Kemah Presiden Jokowi di IKN Nusantara
Ahmad Muzani
1 tahun  lalu
Ahmad Muzani: Presiden Joko Widodo Berkenan Hadir ke Pelantikan Prabowo Subianto
Mulia Syahputra Nasution
2 tahun  lalu
Warga Medan Johor Keluhkan Distribusi Air Bersih, Untuk Wuduk Pun Susah
Dian Taufik Ramadhan
4 tahun  lalu
Terhirup Gas PT SMGP, 52 Orang Mengalami Keracunan

Trending

01.
5 hari  lalu
Banjir Besitang, 1.381 Keluarga Terdata, Pemkab Langkat Siapkan Verifikasi Ulang
02.
5 hari  lalu
DPRD Medan Desak Dishub Serius Benahi Parkir Liar, Tim Cakrawala Jangan Setengah Hati
03.
5 hari  lalu
Pemprov Sumut Bangun Dua Ruas Jalan Strategis Toba–Labura, Anggaran Rp91,8 Miliar
04.
6 hari  lalu
Bobby Nasution Paparkan Capaian di DPRD, Angka Kemiskinan Turun
05.
5 hari  lalu
Pujian Mendagri dan Menteri PKP Terkait Kecepatan Penangan Bencana, Bukti Pemkab Tapsel Rigit Dalam Data Dan Transparansi

Ads

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
Logo
Hangat, Mendidik, Mengungkap Fakta
© Kaldera.id. Developed by irzasolusi.com
Laga Hidup Mati PSMS, Wajib Menang Atas Persikad
Sebanyak 320 Jurnalis Sumut Ambil Bagian di Piala Gubsu
Rico Waas Serukan Akhiri Sekat Politik di Halal Bihalal PKS Medan
Home Trending Cari Bagikan Lainnya