Kaldera.id
  • BERANDA
  • BERITA TERKINI
  • Bisnis
  • BERITA VIRAL
  • SPORT
  • EDUKASI
  • JALAN-JALAN
  • OPINI
  • KABAR DAERAH
  • Advertorial
Minggu, 03 Mei 2026
DPRD Medan: Pendidikan Harus Cetak Generasi Berkarakter
Hardiknas 2026, Bupati Deli Serdang Paparkan Kondisi dan Perbaikan Pendidikan
Persiraja vs PSMS Imbang 1-1, Gol Menit Akhir Buyarkan Kemenangan Tamu
Rico Waas Hadiri Festival Musikalisasi Puisi, Tegaskan Peran Budaya
Hardiknas 2026, Wali Kota Medan Dorong Pendidikan Inklusif dan Merata
Hardiknas 2026, Bobby Minta Gaji Guru Naik Tiap Tahun
Bupati Langkat Temui Massa May Day, Janji Perjuangkan Hak Buruh
DPRD Medan: Buruh Harus Jadi Bagian Utama Perusahaan
Pansus PAD Soroti Pajak Parkir Medan, Dinilai Tak Rasional
DPRD Medan Jadwalkan Sosialisasi Wasbang, Ketua DPRD Medan: Perkuat Nasionalisme
DPRD Medan: Pendidikan Harus Cetak Generasi Berkarakter
Hardiknas 2026, Bupati Deli Serdang Paparkan Kondisi dan Perbaikan Pendidikan
Persiraja vs PSMS Imbang 1-1, Gol Menit Akhir Buyarkan Kemenangan Tamu
Rico Waas Hadiri Festival Musikalisasi Puisi, Tegaskan Peran Budaya
Hardiknas 2026, Wali Kota Medan Dorong Pendidikan Inklusif dan Merata
Hardiknas 2026, Bobby Minta Gaji Guru Naik Tiap Tahun
Bupati Langkat Temui Massa May Day, Janji Perjuangkan Hak Buruh
DPRD Medan: Buruh Harus Jadi Bagian Utama Perusahaan
Pansus PAD Soroti Pajak Parkir Medan, Dinilai Tak Rasional
DPRD Medan Jadwalkan Sosialisasi Wasbang, Ketua DPRD Medan: Perkuat Nasionalisme
Ads_Tapsel
Beranda / Medan

Lebih Dalam Melihat Fenomena Inflasi

redaksi
4 Sep 2023 08:54
Medan Opini 0 682
4 menit membaca
Armin NasutionArmin Nasution

 

Oleh Armin Nasution

Menindaklanjuti instruksi Presiden Prabowo Subianto agar harga bahan pangan tetap stabil selama bulan puasa, Walikota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas turun langsung memantau harga bahan pokok di Pasar Petisah, Rabu (5/3/2025) pagi.
Baca Juga
Walikota Medan Tinjau Pasar Petisah Antisipasi Kenaikan Harga
05 Mar 2025

TULISAN ini masih merupakan lanjutan topik lalu namun belum akan menyinggung islamic social finance sebagai solusi inflasi. Bahwa benar, dalam ekonomi konvensional ternyata pertumbuhan tinggi akan digerogoti inflasi.

Ekonomi kita terus tumbuh tapi di sisi lain harga barang kebutuhan juga bergerak naik.

​Uang yang kita dapatkan betapa pun banyaknya ternyata tak mampu mengimbangi kenaikan harga. Itu pula yang menunjukkan daya beli uang yang kita miliki semakin lama kian lemah.

Calon Walikota Medan nomor urut 1, Akhyar Nasution
Baca Juga
Mobilitas Warga Medan Marelan Masih Tinggi
19 Apr 2020

Dulu, tahun 1970-an uang Rp100 ribu itu sudah bisa beli banyak kebutuhan. Sekarang Rp1 juta pun daya belinya masih sangat minim.

​Itu sebabnya inflasi adalah bahaya laten dalam pertumbuhan ekonomi. Tapi bukan berarti inflasi tidak diperlukan. Dalam berbagai kajian ekonomi, inflasi yang terkendali juga penting.

Artinya inflasi merupakan cerminan kenaikan daya beli. Yang jadi problem, jika inflasi tak bisa dikendalikan.

​Bagaimana kita melihat potret inflasi ini lebih detil di Sumut, misalnya?Menurut data Bank Indonesia hingga Juli 2023 tingkat inflasi mencapai 0,3 persen, sedangkan angka year on year ada diangka 2,54 persen dan jika dilihat dari bulan Januari-Juli inflasi ada diangka 0,98 persen.

​Sejauh ini angka itu masih terkendali. Kenapa? Karena secara nasional pun target inflasi adalah 3 persen plus minus 1 persen. Artinya angka inflasi harus ada diangka 2-4 persen.

Dengan target inflasi sebesar itu masih make sense jika pertumbuhan ekonomi di atasnya.

Angka inflasi harus berada dibawah angka pertumbuhan ekonomi karena tidak ada artinya jika pertumbuhan ekonomi tinggi lalu inflasi melebihi pertumbuhan itu sendiri.

Tahun ini Bank Indonesia optimis inflasi akan berada diangka 2 persen. Di Sumut, kita masih menghitung inflasi dengan mengukur di lima kota indeks harga konsumen.

Yaitu Medan, Pematang Siantar, Sibolga, Padangsidimpuan dan Gunungsitoli. Sedangkan kabupaten lain menjadi Indeks Pemantau Harga (IPH).

Sumber utama inflasi di Sumut ternyata dipengaruhi oleh komoditas. Kenaikan harga beras sedikit saja itu akan mendorong inflasi tinggi.

Sedangkan komoditas lain yang sangat berpengaruh adalah bawang. Ini merupakan salah satu pendorong inflasi yang sangat volatile.

Lalu hal lain yang sering menyebabkan inflasi tinggi adalah jalur distribusi yang sangat panjang.

Karena seringkali pasok kebutuhan yang harusnya sampai di pasar dengan harga normal tak pernah tercapai.Inipun salah satu problem utama.

Bahkan petani sebagai sumber utama penghasil pangan tak menikmati hasilnya saat harga di pasar tinggi.

Misal, cabai di pasar sudah mencapai Rp100 ribu, tapi karena panjangnya jalur distribusi ternyata di tingkat petani harga cabai bisa ditebus Rp30 ribu sampai Rp45 ribu.

Intinya penyumbang utama inflasi termasuk Sumut dan Indonesia datang dari komoditas pangan. Setiap kali terjadi inflasi tinggi jika ditelusuri lebih jauh akan mengarah kepada kebutuhan pangan.

Selain itu yang harus diwaspadai adalah import inflation. Atau mengimpor inflasi dari luar.

Kita ini masih punya ketergantungan bahan pokok dengan negara lain. Jadi ketika di sana terjadi kenaikan harga otomatis akan langsung berpengaruh ke negara pengimpor.

Hingga tahun ini berbagai lembaga keuangan dunia masih khawatir dengan ancaman inflasi terutama efek dari perang Rusia-Ukraina yang berkepanjangan dan belum tahu kapan selesai.

Jika kemudian negara-negara terkait melakukan pengetatan kebijakan pangan, kemudian stok di pasar berkurang, otomatis negara-negara yang masih ketergantungan dengan impor pangan akan menghadapi kenaikan harga. Imported inflation tetap jadi ancaman.

Upaya untuk mengendalikan inflasi sudah dilakukan dengan berbagai cara. Strategi paling utama saat ini adalah dorongan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah agar melek inflasi.

Dulu gejala inflasi tinggi hanya dikhawatirkan oleh pemerintah pusat dan otoritas moneter. Sekarang berbeda. Semua kepala daerah harus faham inflasi.

Pemerintah mengefektifkan secara maksimal tim pengendalian harga di daerah untuk memantau inflasi yang terjadi.

Itu kemudian yang disebut dengan geranakan nasional pengendalian inflasi pangan. Selain dengan mendorong kerjasama antar daerah untuk memintas jalur distribusi.

Inflasi ini layaknya tekanan darah, jika terlalu tinggi berbahaya dan jika terlalu rendah juga berbahaya.

Sehingga harus benar-benar dijaga agar harga tidak memberatkan konsumen dan masih memberikan keuntungan ke produsen.

Sering pihak yang paling diuntungkan dari inflasi yang bagian tengah (distributor/price maker) bukan petani karena panjangnya jalur distribusi.

Armin nasutionekonomi konvensionalInflasiislamic social finance
Pos Terkait
Bobby Nasution: SPPT PBB & DHKP 2025 Harus Segera Sampai ke Masyarakat!
Menang 4 Gol Tanpa Balas, Tottenham Puas Benamkan C Palace di Depan Publiknya Sendiri
Vaksinasi Tahap II Dimulai, Dinkes Medan Belum Terima Laporan Kejadian Ikutan
Sebanyak 150 Warga Gedung Johor Ditracing, Jumlah Terpapar COVID-19 Tinggal 5 Orang
INALUM Perkuat Daya Saing Lewat Inovasi Hijau di TIS 2025
SM Amin Nasution: Lahir di Aceh, jadi Gubernur di Sumut dan Riau

Pos Terkait

Dr Muryanto Amin, M.Si, Dekan FISIP USU.(ist)
5 tahun  lalu
Muryanto Bersih Plagiat, Kemendikbud Beri Runtung Dua Opsi
Gibran Rakabuming Raka
2 tahun  lalu
Kredit Start-Up Milenial Prabowo – Gibran Solusi Sulitnya Lapangan Pekerjaan
Teks foto: Asisten Perekonomian dan Pembangunan Arief S Trinugroho mewakili Gubernur Sumut Edy Rahmayadi menerima penghargaan Top Pembina BUMD 2021 pada Ajang TOP BUMD Awards 2021, yang digelar majalah Top Business bersama Institut Otonomi Daerah (i-OTDA) dan Lembaga Kajian Nawacita (LKN) di Dian Ballroom, Hotel Raffles, Jakarta, Jumat (10/9/2021).
4 tahun  lalu
Gubsu TOP Pembina BUMD, Almarhum Budi Utomo TOP CEO
Plt Walikota Medan Akhyar Nasution (topi merah) berbincang dengan Kadis Sosial Kota Medan, Endar Sutan Lubis dan Kabag Tapem Setdako Medan, Rdiho Nasution (pakai batik), Jumat (8/5/2020). Pemko Medan berencana menyalurkan bantuan tahap II pekan depan.
5 tahun  lalu
Pekan Depan warga Medan Dapat Beras 20 Kg
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan situasi darurat global terkait virus corona (coronavirus) mematikan yang menyebar dari China.
6 tahun  lalu
WHO: Virus Corona Darurat Global, Korban Tewas Tembus 200 Jiwa
Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi
6 tahun  lalu
Budi Karya Kena Corona, Jokowi Tunjuk Luhut Jadi Plt Menhub

Trending

01.
6 hari  lalu
Rumput Stadion Utama Sumut Dirawat Total, Dispora Target Siap Jelang Piala AFF U-19 2026
02.
2 hari  lalu
Deklinasi Bulutangkis Nasional
03.
6 hari  lalu
Bobby Nasution Raih Penghargaan Nasional, Sumut Sabet Creative Financing dan Dana Rp3 Miliar
04.
5 hari  lalu
DPRD Medan Umumkan Pemberhentian Rajudin, Tetapkan Sri Rezeki Calon Wakil Ketua
05.
2 hari  lalu
Bupati Deli Serdang Bangun UMKM Central, Targetkan Pelaku Usaha Naik Kelas

Ads

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
Logo
Hangat, Mendidik, Mengungkap Fakta
© Kaldera.id. Developed by irzasolusi.com
Bupati Langkat Temui Massa May Day, Janji Perjuangkan Hak Buruh
Pansus PAD Soroti Pajak Parkir Medan, Dinilai Tak Rasional
DPRD Medan Jadwalkan Sosialisasi Wasbang, Ketua DPRD Medan: Perkuat Nasionalisme
Persiraja vs PSMS Imbang 1-1, Gol Menit Akhir Buyarkan Kemenangan Tamu
DPRD Medan: Buruh Harus Jadi Bagian Utama Perusahaan
Home Trending Cari Bagikan Lainnya