Kaldera.id
  • BERANDA
  • BERITA TERKINI
  • Bisnis
  • BERITA VIRAL
  • SPORT
  • EDUKASI
  • JALAN-JALAN
  • OPINI
  • KABAR DAERAH
  • Advertorial
Rabu, 25 Mar 2026
Personel Polda Sumut Gagalkan Penyuludupan 50 Kg Sabu dan 20 Ribu Ekstasi di Perairan Asahan
Tiang Kabel Semrawut Rusak Wajah Kota, Dewan Desak Pemko Medan Bertindak Tegas
Sholat Id di Langkat, Bupati Ingatkan Intropeksi Diri
Rico Waas Hadiri Open House Gubernur Sumut, Perkuat Kolaborasi
Salat Id di Lapangan Merdeka, Rico Waas Ajak Warga Perkuat Persatuan
Open House Gubernur Diserbu Ribuan Warga
Takbir Bergema di Medan, Ribuan Warga Padati Pawai Mobil Hias
Pawai Obor dan Mobil Hias Meriahkan Malam Takbiran di Sergai
Kapolri dan Wagub Sumut Tinjau Kesiapan Mudik Lebaran di Medan
Bobby Nasution Salat Idulfitri Bersama Ribuan Warga di Sergai
Personel Polda Sumut Gagalkan Penyuludupan 50 Kg Sabu dan 20 Ribu Ekstasi di Perairan Asahan
Tiang Kabel Semrawut Rusak Wajah Kota, Dewan Desak Pemko Medan Bertindak Tegas
Sholat Id di Langkat, Bupati Ingatkan Intropeksi Diri
Rico Waas Hadiri Open House Gubernur Sumut, Perkuat Kolaborasi
Salat Id di Lapangan Merdeka, Rico Waas Ajak Warga Perkuat Persatuan
Open House Gubernur Diserbu Ribuan Warga
Takbir Bergema di Medan, Ribuan Warga Padati Pawai Mobil Hias
Pawai Obor dan Mobil Hias Meriahkan Malam Takbiran di Sergai
Kapolri dan Wagub Sumut Tinjau Kesiapan Mudik Lebaran di Medan
Bobby Nasution Salat Idulfitri Bersama Ribuan Warga di Sergai
Ads_Tapsel
Beranda / Medan

Lebih Dalam Melihat Fenomena Inflasi

redaksi
4 Sep 2023 08:54
Medan Opini 0 611
4 menit membaca
Armin NasutionArmin Nasution

 

Oleh Armin Nasution

Lasro Simbolon
Baca Juga
Lasro Simbolon Dinilai Sosok Tepat Pj Gubsu
28 Jul 2023

TULISAN ini masih merupakan lanjutan topik lalu namun belum akan menyinggung islamic social finance sebagai solusi inflasi. Bahwa benar, dalam ekonomi konvensional ternyata pertumbuhan tinggi akan digerogoti inflasi.

Ekonomi kita terus tumbuh tapi di sisi lain harga barang kebutuhan juga bergerak naik.

​Uang yang kita dapatkan betapa pun banyaknya ternyata tak mampu mengimbangi kenaikan harga. Itu pula yang menunjukkan daya beli uang yang kita miliki semakin lama kian lemah.

Sekelompok kaum milenial di Sumut sepakat membentuk The ETeam. Komunitas ini selanjutnya mendeklarasikan diri mendukung dan mendorong Erick Thohir menjadi pemimpin nasional. Hal ini disampaikan Ketua The ETeam, Pemiga Orba Yusra, Kamis (30/12/2021).
Baca Juga
The ETeam Deklarasi Dorong Erick Thohir Pemimpin Nasional
30 Des 2021

Dulu, tahun 1970-an uang Rp100 ribu itu sudah bisa beli banyak kebutuhan. Sekarang Rp1 juta pun daya belinya masih sangat minim.

​Itu sebabnya inflasi adalah bahaya laten dalam pertumbuhan ekonomi. Tapi bukan berarti inflasi tidak diperlukan. Dalam berbagai kajian ekonomi, inflasi yang terkendali juga penting.

Artinya inflasi merupakan cerminan kenaikan daya beli. Yang jadi problem, jika inflasi tak bisa dikendalikan.

​Bagaimana kita melihat potret inflasi ini lebih detil di Sumut, misalnya?Menurut data Bank Indonesia hingga Juli 2023 tingkat inflasi mencapai 0,3 persen, sedangkan angka year on year ada diangka 2,54 persen dan jika dilihat dari bulan Januari-Juli inflasi ada diangka 0,98 persen.

​Sejauh ini angka itu masih terkendali. Kenapa? Karena secara nasional pun target inflasi adalah 3 persen plus minus 1 persen. Artinya angka inflasi harus ada diangka 2-4 persen.

Dengan target inflasi sebesar itu masih make sense jika pertumbuhan ekonomi di atasnya.

Angka inflasi harus berada dibawah angka pertumbuhan ekonomi karena tidak ada artinya jika pertumbuhan ekonomi tinggi lalu inflasi melebihi pertumbuhan itu sendiri.

Tahun ini Bank Indonesia optimis inflasi akan berada diangka 2 persen. Di Sumut, kita masih menghitung inflasi dengan mengukur di lima kota indeks harga konsumen.

Yaitu Medan, Pematang Siantar, Sibolga, Padangsidimpuan dan Gunungsitoli. Sedangkan kabupaten lain menjadi Indeks Pemantau Harga (IPH).

Sumber utama inflasi di Sumut ternyata dipengaruhi oleh komoditas. Kenaikan harga beras sedikit saja itu akan mendorong inflasi tinggi.

Sedangkan komoditas lain yang sangat berpengaruh adalah bawang. Ini merupakan salah satu pendorong inflasi yang sangat volatile.

Lalu hal lain yang sering menyebabkan inflasi tinggi adalah jalur distribusi yang sangat panjang.

Karena seringkali pasok kebutuhan yang harusnya sampai di pasar dengan harga normal tak pernah tercapai.Inipun salah satu problem utama.

Bahkan petani sebagai sumber utama penghasil pangan tak menikmati hasilnya saat harga di pasar tinggi.

Misal, cabai di pasar sudah mencapai Rp100 ribu, tapi karena panjangnya jalur distribusi ternyata di tingkat petani harga cabai bisa ditebus Rp30 ribu sampai Rp45 ribu.

Intinya penyumbang utama inflasi termasuk Sumut dan Indonesia datang dari komoditas pangan. Setiap kali terjadi inflasi tinggi jika ditelusuri lebih jauh akan mengarah kepada kebutuhan pangan.

Selain itu yang harus diwaspadai adalah import inflation. Atau mengimpor inflasi dari luar.

Kita ini masih punya ketergantungan bahan pokok dengan negara lain. Jadi ketika di sana terjadi kenaikan harga otomatis akan langsung berpengaruh ke negara pengimpor.

Hingga tahun ini berbagai lembaga keuangan dunia masih khawatir dengan ancaman inflasi terutama efek dari perang Rusia-Ukraina yang berkepanjangan dan belum tahu kapan selesai.

Jika kemudian negara-negara terkait melakukan pengetatan kebijakan pangan, kemudian stok di pasar berkurang, otomatis negara-negara yang masih ketergantungan dengan impor pangan akan menghadapi kenaikan harga. Imported inflation tetap jadi ancaman.

Upaya untuk mengendalikan inflasi sudah dilakukan dengan berbagai cara. Strategi paling utama saat ini adalah dorongan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah agar melek inflasi.

Dulu gejala inflasi tinggi hanya dikhawatirkan oleh pemerintah pusat dan otoritas moneter. Sekarang berbeda. Semua kepala daerah harus faham inflasi.

Pemerintah mengefektifkan secara maksimal tim pengendalian harga di daerah untuk memantau inflasi yang terjadi.

Itu kemudian yang disebut dengan geranakan nasional pengendalian inflasi pangan. Selain dengan mendorong kerjasama antar daerah untuk memintas jalur distribusi.

Inflasi ini layaknya tekanan darah, jika terlalu tinggi berbahaya dan jika terlalu rendah juga berbahaya.

Sehingga harus benar-benar dijaga agar harga tidak memberatkan konsumen dan masih memberikan keuntungan ke produsen.

Sering pihak yang paling diuntungkan dari inflasi yang bagian tengah (distributor/price maker) bukan petani karena panjangnya jalur distribusi.

Armin nasutionekonomi konvensionalInflasiislamic social finance
Pos Terkait
MES Sumut Temui ke BI, Targetkan Zonasi KHAS 2026
Virus Corona Merebak, Laga Inter Milan vs Ludogorets Tetap Digelar Tanpa Penonton
Polemik Pembubaran BPIP tak Perlu Direspon Jokowi
Bupati Tapsel Gus Irawan Perdana Jadi Inspektur Upacara HUT ke-80 RI
Tourism Malaysia Medan Fasilitasi Rakerda Asita Sampai Business Matching Ke Langkawi
Raih Prestasi di Tingkat STQH, Bupati Berikan Tali Asih Kepada Dua Putra Terbaik Langkat

Pos Terkait

Satuan Tugas Penanganan Hak Tagih Negara Dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (Satgas BLBI) menyita aset properti eks Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).
2 tahun  lalu
Satgas sita aset pengemplang BLBI Senilai Rp228 M Di Medan
Mulia Asri Rambe
2 tahun  lalu
Pemko Diminta Siapkan SDM Mumpuni Tarik Potensi PAD Baru
LPJU Ilustrasi
3 tahun  lalu
Tercatat Ada 300 Lebih Laporan Terkait LPJU Bermasalah Diterima Dishub Medan Dalam Waktu 4 Hari
Suasana di sekretariat Tim Kemenangan Daerah (TKD) Prabowo-Gibran wilayah Sumatera Utara tampak bahagia saat menonton hitungan cepat (quick count) hasil suara Pilpres sementara yang diperoleh. Dari hasil tersebut, Capres-Cawapres nomor urut 02 mendominasi perolehan suara sementara untuk seluruh Indonesia.
2 tahun  lalu
Gus Irawan Nyatakan Suara Prabowo-Gibran Di Atas Ekspektasi
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution menerima kunjungan peserta didik Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) Polri Dikreg ke-34, di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro No. 30 Medan, Selasa (9/9/2025).
6 bulan  lalu
Bobby Nasution Bahas Pembangunan Sumut Bersama Peserta Didik Sespimti Polri
Wakil Bupati Langkat, Syah Afandin keberadaan Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) cabang Langkat sangat memberikan hal positif bagi pembangunan di kabupaten ini.
4 tahun  lalu
Dilantik, PWRI Langkat Siap Berkiprah Untuk Pemkab Langkat dan Masyarakat

Trending

01.
6 hari  lalu
Saipul Bahri Dukung Fokus Pembangunan Medan Utara, Soroti Ketimpangan
02.
6 hari  lalu
Bobby Nasution Bagi THR, Pekerja Informal di Medan Tersenyum
03.
6 hari  lalu
Harukan Hati, GIS Medan Ajak 50 Anak Yatim Belanja Baju Lebaran di Mal
04.
3 hari  lalu
Bobby Nasution Salat Idulfitri Bersama Ribuan Warga di Sergai
05.
3 hari  lalu
Kapolri dan Wagub Sumut Tinjau Kesiapan Mudik Lebaran di Medan

Ads

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
Logo
Hangat, Mendidik, Mengungkap Fakta
© Kaldera.id. Developed by irzasolusi.com
Tiang Kabel Semrawut Rusak Wajah Kota, Dewan Desak Pemko Medan Bertindak Tegas
Personel Polda Sumut Gagalkan Penyuludupan 50 Kg Sabu dan 20 Ribu Ekstasi di Perairan Asahan
Home Trending Cari Bagikan Lainnya