Kaldera.id
  • BERANDA
  • BERITA TERKINI
  • Bisnis
  • BERITA VIRAL
  • SPORT
  • EDUKASI
  • JALAN-JALAN
  • OPINI
  • KABAR DAERAH
  • Advertorial
Selasa, 17 Feb 2026
Wagub Sumut Desak MBG Sasar Ibu Hamil dan Balita, Tegaskan Investasi Generasi 2045
Rico Waas Gaspol Revitalisasi Stadion Teladan, Kejar Target Venue AFF U-20
Sambut Ramadan, UINSU Medan Sebar Bantuan Pompa Air ke Masjid di Tamiang
Dewan Desak Pasar Murah Diawasi Ketat, Usul Satu KK Satu Pembeli
Bobby Nasution Dampingi Kapolri dan Titiek Soeharto Salurkan 16 Truk Bantuan untuk Korban Bencana Tapteng
Siswa dan Guru Ngaji Korban Banjir Terima Rp50 Juta, Pemkab Langkat Salurkan ZIS 2026
Syah Afandin Dukung Penguatan ABPEDNAS, Dorong Tata Kelola Desa Bebas Penyimpangan
Rico Waas Desak PHRI Sumut Perkuat Daya Saing Pariwisata Medan
Wali Kota Medan Terbitkan SE Penataan Penjualan Daging Non-Halal
Krisis Lahan Makam Kristen di Helvetia, Robi Barus Desak Wali Kota Rico Waas Bertindak
Wagub Sumut Desak MBG Sasar Ibu Hamil dan Balita, Tegaskan Investasi Generasi 2045
Rico Waas Gaspol Revitalisasi Stadion Teladan, Kejar Target Venue AFF U-20
Sambut Ramadan, UINSU Medan Sebar Bantuan Pompa Air ke Masjid di Tamiang
Dewan Desak Pasar Murah Diawasi Ketat, Usul Satu KK Satu Pembeli
Bobby Nasution Dampingi Kapolri dan Titiek Soeharto Salurkan 16 Truk Bantuan untuk Korban Bencana Tapteng
Siswa dan Guru Ngaji Korban Banjir Terima Rp50 Juta, Pemkab Langkat Salurkan ZIS 2026
Syah Afandin Dukung Penguatan ABPEDNAS, Dorong Tata Kelola Desa Bebas Penyimpangan
Rico Waas Desak PHRI Sumut Perkuat Daya Saing Pariwisata Medan
Wali Kota Medan Terbitkan SE Penataan Penjualan Daging Non-Halal
Krisis Lahan Makam Kristen di Helvetia, Robi Barus Desak Wali Kota Rico Waas Bertindak
Ads_Tapsel
Beranda / Medan

Lebih Dalam Melihat Fenomena Inflasi

redaksi
4 Sep 2023 08:54
Medan Opini 0 539
4 menit membaca
Armin NasutionArmin Nasution

 

Oleh Armin Nasution

Gubernur Sumut Bobby Afif Nasution melakukan aksi bersih Sungai Bersih
Baca Juga
HUT ke-18 Gerindra, Bobby Nasution Turun Bersihkan Sungai Deli dan Temui Warga Aur
08 Feb 2026

TULISAN ini masih merupakan lanjutan topik lalu namun belum akan menyinggung islamic social finance sebagai solusi inflasi. Bahwa benar, dalam ekonomi konvensional ternyata pertumbuhan tinggi akan digerogoti inflasi.

Ekonomi kita terus tumbuh tapi di sisi lain harga barang kebutuhan juga bergerak naik.

​Uang yang kita dapatkan betapa pun banyaknya ternyata tak mampu mengimbangi kenaikan harga. Itu pula yang menunjukkan daya beli uang yang kita miliki semakin lama kian lemah.

Ketua Fraksi PKS DPRD Medan, Syaiful Ramadhan mengusulkan tentang ranperda kepemudaan. Usulan ini merupakan hak inisiatif anggota DPRD Medan.
Baca Juga
Dewan Usulkan Ranperda Kepemudaan
29 Okt 2022

Dulu, tahun 1970-an uang Rp100 ribu itu sudah bisa beli banyak kebutuhan. Sekarang Rp1 juta pun daya belinya masih sangat minim.

​Itu sebabnya inflasi adalah bahaya laten dalam pertumbuhan ekonomi. Tapi bukan berarti inflasi tidak diperlukan. Dalam berbagai kajian ekonomi, inflasi yang terkendali juga penting.

Artinya inflasi merupakan cerminan kenaikan daya beli. Yang jadi problem, jika inflasi tak bisa dikendalikan.

​Bagaimana kita melihat potret inflasi ini lebih detil di Sumut, misalnya?Menurut data Bank Indonesia hingga Juli 2023 tingkat inflasi mencapai 0,3 persen, sedangkan angka year on year ada diangka 2,54 persen dan jika dilihat dari bulan Januari-Juli inflasi ada diangka 0,98 persen.

​Sejauh ini angka itu masih terkendali. Kenapa? Karena secara nasional pun target inflasi adalah 3 persen plus minus 1 persen. Artinya angka inflasi harus ada diangka 2-4 persen.

Dengan target inflasi sebesar itu masih make sense jika pertumbuhan ekonomi di atasnya.

Angka inflasi harus berada dibawah angka pertumbuhan ekonomi karena tidak ada artinya jika pertumbuhan ekonomi tinggi lalu inflasi melebihi pertumbuhan itu sendiri.

Tahun ini Bank Indonesia optimis inflasi akan berada diangka 2 persen. Di Sumut, kita masih menghitung inflasi dengan mengukur di lima kota indeks harga konsumen.

Yaitu Medan, Pematang Siantar, Sibolga, Padangsidimpuan dan Gunungsitoli. Sedangkan kabupaten lain menjadi Indeks Pemantau Harga (IPH).

Sumber utama inflasi di Sumut ternyata dipengaruhi oleh komoditas. Kenaikan harga beras sedikit saja itu akan mendorong inflasi tinggi.

Sedangkan komoditas lain yang sangat berpengaruh adalah bawang. Ini merupakan salah satu pendorong inflasi yang sangat volatile.

Lalu hal lain yang sering menyebabkan inflasi tinggi adalah jalur distribusi yang sangat panjang.

Karena seringkali pasok kebutuhan yang harusnya sampai di pasar dengan harga normal tak pernah tercapai.Inipun salah satu problem utama.

Bahkan petani sebagai sumber utama penghasil pangan tak menikmati hasilnya saat harga di pasar tinggi.

Misal, cabai di pasar sudah mencapai Rp100 ribu, tapi karena panjangnya jalur distribusi ternyata di tingkat petani harga cabai bisa ditebus Rp30 ribu sampai Rp45 ribu.

Intinya penyumbang utama inflasi termasuk Sumut dan Indonesia datang dari komoditas pangan. Setiap kali terjadi inflasi tinggi jika ditelusuri lebih jauh akan mengarah kepada kebutuhan pangan.

Selain itu yang harus diwaspadai adalah import inflation. Atau mengimpor inflasi dari luar.

Kita ini masih punya ketergantungan bahan pokok dengan negara lain. Jadi ketika di sana terjadi kenaikan harga otomatis akan langsung berpengaruh ke negara pengimpor.

Hingga tahun ini berbagai lembaga keuangan dunia masih khawatir dengan ancaman inflasi terutama efek dari perang Rusia-Ukraina yang berkepanjangan dan belum tahu kapan selesai.

Jika kemudian negara-negara terkait melakukan pengetatan kebijakan pangan, kemudian stok di pasar berkurang, otomatis negara-negara yang masih ketergantungan dengan impor pangan akan menghadapi kenaikan harga. Imported inflation tetap jadi ancaman.

Upaya untuk mengendalikan inflasi sudah dilakukan dengan berbagai cara. Strategi paling utama saat ini adalah dorongan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah agar melek inflasi.

Dulu gejala inflasi tinggi hanya dikhawatirkan oleh pemerintah pusat dan otoritas moneter. Sekarang berbeda. Semua kepala daerah harus faham inflasi.

Pemerintah mengefektifkan secara maksimal tim pengendalian harga di daerah untuk memantau inflasi yang terjadi.

Itu kemudian yang disebut dengan geranakan nasional pengendalian inflasi pangan. Selain dengan mendorong kerjasama antar daerah untuk memintas jalur distribusi.

Inflasi ini layaknya tekanan darah, jika terlalu tinggi berbahaya dan jika terlalu rendah juga berbahaya.

Sehingga harus benar-benar dijaga agar harga tidak memberatkan konsumen dan masih memberikan keuntungan ke produsen.

Sering pihak yang paling diuntungkan dari inflasi yang bagian tengah (distributor/price maker) bukan petani karena panjangnya jalur distribusi.

Armin nasutionekonomi konvensionalInflasiislamic social finance
Pos Terkait
KND Beri Apresiasi Kemenag Dalam Wujudkan Haji Ramah Lansia dan Disabilitas
Tutup Festival Qasidah se-Asahan, Bobby Ditodong Perbaikan Jalan
Berkuasa 2 Periode Komut Bank Sumut Diberhentikan
Kadisnaker Langkat Ajak Doakan Warga Lumajang Sedang Tertimpa Musibah
Fraksi PKS Dukung Program UHC nya Bobby Nasution
Hasil Rekap KPU Medan: AMAN 342.580 Suara, Bobby-Aulia 393.327 Suara

Pos Terkait

Pemko Medan duduk bersama dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera II bahas penangan banjir di sejumlah titik di Kota Medan di Ruang Khusus Walikota Medan, Senin(17/5/2021).
4 tahun  lalu
Banjir di Medan Akibat Pendangkalan dan Penyempitan Sungai
Komite Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional Indonesia (KPOTI) melaksanakan Musyawarah Cabang pembentukan kepengurusan KPOTI Deliserdang.
4 tahun  lalu
OK Alamsyah Terpilih Sebagai Ketua KPOTI Deliserdang
Edhy Prabowo saat bersama Prabowo Subianto
5 tahun  lalu
Edhy Belur karena Benur: Minta Maaf, Mundur dari Menteri dan Gerindra
Leo dan Daniel alias "The Babbies" meraih juara Indonesia Masters 2024.(HO/PBSI)
2 tahun  lalu
Kalahkan Ganda Denmark, Leo/Daniel Rebut Juara Indonesia Masters 2024
Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP)
3 tahun  lalu
Beasiswa LPDP 2023 Segera Dibuka, Berikut Syarat Dan Ketentuannya
Walikota Medan, Bobby Nasution menyampaikan rancangan peraturan daerah tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2022 melalui sidang paripurna DPRD Medan, Rabu (10/11/2021).
4 tahun  lalu
Bobby Ajukan APBD Medan 2022 Rp6,27 Triliun

Trending

01.
6 hari  lalu
Dua Kadis Pemprov Sumut Mundur, Ini Alasan Resminya
02.
6 hari  lalu
INALUM Bangun Smelter Aluminium Rp104 Triliun di Mempawah
03.
6 hari  lalu
Pemprov Sumut Dukung GPIPS untuk Jaga Inflasi dan Stok Pangan
04.
5 hari  lalu
Dewan Minta PLN Stop Pemadaman Listrik Saat Ramadan
05.
5 hari  lalu
Terpilih Pimpin ASPIKOM Korwil Sumut 2026-2029, Prof Anang Anas Tekankan Kolaborasi dan Internasionalisasi

Ads

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
Logo
Hangat, Mendidik, Mengungkap Fakta
© Kaldera.id. Developed by irzasolusi.com
Sambut Ramadan, UINSU Medan Sebar Bantuan Pompa Air ke Masjid di Tamiang
Rico Waas Gaspol Revitalisasi Stadion Teladan, Kejar Target Venue AFF U-20
Wagub Sumut Desak MBG Sasar Ibu Hamil dan Balita, Tegaskan Investasi Generasi 2045
Home Trending Cari Bagikan Lainnya