Kaldera.id
  • BERANDA
  • BERITA TERKINI
  • Bisnis
  • BERITA VIRAL
  • SPORT
  • EDUKASI
  • JALAN-JALAN
  • OPINI
  • KABAR DAERAH
  • Advertorial
Kamis, 12 Feb 2026
Antisipasi Tindakan Kriminalitas Jelang Hari Besar Keagamaan, Dewan Desak Pemko dan Polisi Perketat Pengamanan
1.975 Kasus Kekerasan Guncang Sumut, 68% Didominasi Kekerasan Seksual
Kajari Poso Yos Tarigan Minta Jajaran Solid dan Inovatif
Bank Sumut Tancap Gas Transformasi, Targetkan Kinerja Lebih Kompetitif
Jembatan Idano Noyo Diresmikan, Akses Nias Barat–Nias Selatan Kembali Normal
Pengamat: Mundurnya Dua Kadis Bukan Konflik, Tapi Ketidaksesuaian Peran
Terpilih Pimpin ASPIKOM Korwil Sumut 2026-2029, Prof Anang Anas Tekankan Kolaborasi dan Internasionalisasi
Komisi 4 Desak Normalisasi 5 Sungai, Pemko Diminta Maksimalkan Koordinasi Pusat
Rico Waas Terima Reses DPRD Sumut, Infrastruktur dan Banjir Jadi Sorotan
Dewan Minta PLN Stop Pemadaman Listrik Saat Ramadan
Antisipasi Tindakan Kriminalitas Jelang Hari Besar Keagamaan, Dewan Desak Pemko dan Polisi Perketat Pengamanan
1.975 Kasus Kekerasan Guncang Sumut, 68% Didominasi Kekerasan Seksual
Kajari Poso Yos Tarigan Minta Jajaran Solid dan Inovatif
Bank Sumut Tancap Gas Transformasi, Targetkan Kinerja Lebih Kompetitif
Jembatan Idano Noyo Diresmikan, Akses Nias Barat–Nias Selatan Kembali Normal
Pengamat: Mundurnya Dua Kadis Bukan Konflik, Tapi Ketidaksesuaian Peran
Terpilih Pimpin ASPIKOM Korwil Sumut 2026-2029, Prof Anang Anas Tekankan Kolaborasi dan Internasionalisasi
Komisi 4 Desak Normalisasi 5 Sungai, Pemko Diminta Maksimalkan Koordinasi Pusat
Rico Waas Terima Reses DPRD Sumut, Infrastruktur dan Banjir Jadi Sorotan
Dewan Minta PLN Stop Pemadaman Listrik Saat Ramadan
Ads_Tapsel
Beranda / Medan

Lebih Dalam Melihat Fenomena Inflasi

redaksi
4 Sep 2023 08:54
Medan Opini 0 527
4 menit membaca
Armin NasutionArmin Nasution

 

Oleh Armin Nasution

Anggota DPRD Medan dari Fraksi PDI Perjuangan, Paul Mei Anton bersama Dirut PUD Pasar, Suwarno berdiskusi dengan pedagang Pasar Ramai, kemarin.
Baca Juga
Ramaikan Pembeli di Pasar Ramai, Manajemen PUD Pasar, Pedagang dan Anggota Dewan Duduk Semeja
29 Mei 2023

TULISAN ini masih merupakan lanjutan topik lalu namun belum akan menyinggung islamic social finance sebagai solusi inflasi. Bahwa benar, dalam ekonomi konvensional ternyata pertumbuhan tinggi akan digerogoti inflasi.

Ekonomi kita terus tumbuh tapi di sisi lain harga barang kebutuhan juga bergerak naik.

​Uang yang kita dapatkan betapa pun banyaknya ternyata tak mampu mengimbangi kenaikan harga. Itu pula yang menunjukkan daya beli uang yang kita miliki semakin lama kian lemah.

Pemain Arsenal dan Liverpool saling berebut bola saat keduanya bertemu di Stadion Anfield dalam lanjutan Liga Inggris, Minggu (9/4/2023). Kedua tim bermain imbang 2-2.foto:reuters
Baca Juga
Gol Firmino Selamatkan Liverpool Dari Kekalahan Kandang Saat Menjamu Arsenal
10 Apr 2023

Dulu, tahun 1970-an uang Rp100 ribu itu sudah bisa beli banyak kebutuhan. Sekarang Rp1 juta pun daya belinya masih sangat minim.

​Itu sebabnya inflasi adalah bahaya laten dalam pertumbuhan ekonomi. Tapi bukan berarti inflasi tidak diperlukan. Dalam berbagai kajian ekonomi, inflasi yang terkendali juga penting.

Artinya inflasi merupakan cerminan kenaikan daya beli. Yang jadi problem, jika inflasi tak bisa dikendalikan.

​Bagaimana kita melihat potret inflasi ini lebih detil di Sumut, misalnya?Menurut data Bank Indonesia hingga Juli 2023 tingkat inflasi mencapai 0,3 persen, sedangkan angka year on year ada diangka 2,54 persen dan jika dilihat dari bulan Januari-Juli inflasi ada diangka 0,98 persen.

​Sejauh ini angka itu masih terkendali. Kenapa? Karena secara nasional pun target inflasi adalah 3 persen plus minus 1 persen. Artinya angka inflasi harus ada diangka 2-4 persen.

Dengan target inflasi sebesar itu masih make sense jika pertumbuhan ekonomi di atasnya.

Angka inflasi harus berada dibawah angka pertumbuhan ekonomi karena tidak ada artinya jika pertumbuhan ekonomi tinggi lalu inflasi melebihi pertumbuhan itu sendiri.

Tahun ini Bank Indonesia optimis inflasi akan berada diangka 2 persen. Di Sumut, kita masih menghitung inflasi dengan mengukur di lima kota indeks harga konsumen.

Yaitu Medan, Pematang Siantar, Sibolga, Padangsidimpuan dan Gunungsitoli. Sedangkan kabupaten lain menjadi Indeks Pemantau Harga (IPH).

Sumber utama inflasi di Sumut ternyata dipengaruhi oleh komoditas. Kenaikan harga beras sedikit saja itu akan mendorong inflasi tinggi.

Sedangkan komoditas lain yang sangat berpengaruh adalah bawang. Ini merupakan salah satu pendorong inflasi yang sangat volatile.

Lalu hal lain yang sering menyebabkan inflasi tinggi adalah jalur distribusi yang sangat panjang.

Karena seringkali pasok kebutuhan yang harusnya sampai di pasar dengan harga normal tak pernah tercapai.Inipun salah satu problem utama.

Bahkan petani sebagai sumber utama penghasil pangan tak menikmati hasilnya saat harga di pasar tinggi.

Misal, cabai di pasar sudah mencapai Rp100 ribu, tapi karena panjangnya jalur distribusi ternyata di tingkat petani harga cabai bisa ditebus Rp30 ribu sampai Rp45 ribu.

Intinya penyumbang utama inflasi termasuk Sumut dan Indonesia datang dari komoditas pangan. Setiap kali terjadi inflasi tinggi jika ditelusuri lebih jauh akan mengarah kepada kebutuhan pangan.

Selain itu yang harus diwaspadai adalah import inflation. Atau mengimpor inflasi dari luar.

Kita ini masih punya ketergantungan bahan pokok dengan negara lain. Jadi ketika di sana terjadi kenaikan harga otomatis akan langsung berpengaruh ke negara pengimpor.

Hingga tahun ini berbagai lembaga keuangan dunia masih khawatir dengan ancaman inflasi terutama efek dari perang Rusia-Ukraina yang berkepanjangan dan belum tahu kapan selesai.

Jika kemudian negara-negara terkait melakukan pengetatan kebijakan pangan, kemudian stok di pasar berkurang, otomatis negara-negara yang masih ketergantungan dengan impor pangan akan menghadapi kenaikan harga. Imported inflation tetap jadi ancaman.

Upaya untuk mengendalikan inflasi sudah dilakukan dengan berbagai cara. Strategi paling utama saat ini adalah dorongan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah agar melek inflasi.

Dulu gejala inflasi tinggi hanya dikhawatirkan oleh pemerintah pusat dan otoritas moneter. Sekarang berbeda. Semua kepala daerah harus faham inflasi.

Pemerintah mengefektifkan secara maksimal tim pengendalian harga di daerah untuk memantau inflasi yang terjadi.

Itu kemudian yang disebut dengan geranakan nasional pengendalian inflasi pangan. Selain dengan mendorong kerjasama antar daerah untuk memintas jalur distribusi.

Inflasi ini layaknya tekanan darah, jika terlalu tinggi berbahaya dan jika terlalu rendah juga berbahaya.

Sehingga harus benar-benar dijaga agar harga tidak memberatkan konsumen dan masih memberikan keuntungan ke produsen.

Sering pihak yang paling diuntungkan dari inflasi yang bagian tengah (distributor/price maker) bukan petani karena panjangnya jalur distribusi.

Armin nasutionekonomi konvensionalInflasiislamic social finance
Pos Terkait
Cinta Remaja Ditolak Orangtua, Elvina Dibunuh lalu Dibakar Michael Acai
Satu Foto Seribu Arti
Komisi 4 DPRD Medan Apresiasi Langkah Cepat Dishub Atasi Masalah Parkir Jalan Jawa–Irian
Polldesk: Isu Kader Bandar Judi Potensial Gerus Suara Golkar
Bobby Nasution Dampingi Wakapolri Serahkan 5.000 Paket Sembako ke Masyarakat Sumut
Hari Ini, 4 Orang Terindikasi Virus Corona Meninggal

Pos Terkait

Lembaga Pengabdian Masyarakat Universitas Sumatera Utara melaksanakan pengabdian kepada masyarakat di Desa Tembung Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang dengan tema “Pemberdayaan Kelompok Pemuda Produktif Dalam Membentuk Usaha Bersama Berbasis Pembuatan Produk”.
2 tahun  lalu
PKM USU Perkuat Pemberdayaan Pemuda Entreprenuer
Kepala Badan Keuangan Aset Daerah, Zulkarnain Lubis
1 tahun  lalu
APBD Kota Medan di Triwulan Pertama Surplus, PAD Sudah Mencapai Rp1, 25 Triliun
Jasad Zufrizal (37) ditemukan tewas di perlintasan kereta api Medan- Siantar Jalan Kalianda, Kecamatan Medan Area tepatnya didepan Thamrin Plaza, Selasa (6/7/2021).
4 tahun  lalu
Seorang Pria Tewas di Depan Thamrin Plaza, Diduga Tersenggol Kereta Api
njabat (Pj) Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Hassanudin, mengapresiasi Bazar Srikandi Ramadan 1445 H, yang diselenggarakan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (P3AKB) Sumut, Ahad (24/3/2024)..
1 tahun  lalu
Pj Gubsu: Bazar Srikandi Ramadan Perkuat Solidaritas dan Ekonomi Lokal
Kejaksaan Negeri Medan menerima penyerahan tersangka dan barang bukti (Tahap II) dalam perkara pencurian dengan kekerasan yaitu Perampokan Toko Emas Simpang Limun Medan, Rabu (5 /1/2022)
4 tahun  lalu
Tersangka Rampok Toko Emas Simpang Limun Ditahan Jaksa, 197 Peluru Jadi Barang Bukti
Walikota Medan, Bobby Nasution saat turun dari mobil dinas listrik
2 tahun  lalu
Bobby Gunakan Mobil Listrik Untuk Kedinasan, Biar Mengurangi Polusi Udara

Trending

01.
3 hari  lalu
Tahun Ini, 12 Ruas Jalan di Medan Ditargetkan Bebas Kabel Udara
02.
2 hari  lalu
Dua Kadis Pemprov Sumut Mundur, Ini Alasan Resminya
03.
6 hari  lalu
Plt Dirut Baru RSUD Pirngadi Bergerak Cepat, Targetkan Layanan Lebih Cepat dan Ramah
04.
6 hari  lalu
Wagub Sumut Dorong Lari Trail Jadi Mesin Prestasi Atlet dan Pariwisata Daerah
05.
5 hari  lalu
Jelang Ramadan, Bobby Nasution Ingatkan Daerah: Jangan Sampai Stok Pangan Bocor

Ads

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
Logo
Hangat, Mendidik, Mengungkap Fakta
© Kaldera.id. Developed by irzasolusi.com
Jembatan Idano Noyo Diresmikan, Akses Nias Barat–Nias Selatan Kembali Normal
Pengamat: Mundurnya Dua Kadis Bukan Konflik, Tapi Ketidaksesuaian Peran
Bank Sumut Tancap Gas Transformasi, Targetkan Kinerja Lebih Kompetitif
Kajari Poso Yos Tarigan Minta Jajaran Solid dan Inovatif
1.975 Kasus Kekerasan Guncang Sumut, 68% Didominasi Kekerasan Seksual
Home Trending Cari Bagikan Lainnya