Kaldera.id
  • BERANDA
  • BERITA TERKINI
  • Bisnis
  • BERITA VIRAL
  • SPORT
  • EDUKASI
  • JALAN-JALAN
  • OPINI
  • KABAR DAERAH
  • Advertorial
Minggu, 26 Apr 2026
HKB 2026, Zakiyuddin Tekankan Kesiapsiagaan Banjir
Bobby Nasution Raih Penghargaan Nasional, Sumut Sabet Creative Financing dan Dana Rp3 Miliar
Rumput Stadion Utama Sumut Dirawat Total, Dispora Target Siap Jelang Piala AFF U-19 2026
Drama 2 Kartu Merah, PSMS Tahan Adhyaksa 1-1
Musda PMS Langkat 2026: Edi Bahagia Sinuraya Terpilih Aklamasi
Kekerasan Seksual dan LGBT di Kampus: Ujian Kepemimpinan dan Masa Depan Ruang Aman Bagi Semua
Bobby Nasution Dorong Perempuan Sumut Aktif di Publik Tanpa Abaikan Keluarga
Aman Dari Degradasi, PSMS Tetap Bidik Kemenangan Lawan Adhyaksa FC
Bank Sumut Hadirkan Pembayaran Tiket Kapal via Digital
Pemko Medan–Bank Sumut Sepakat Genjot PAD, Pajak Hotel dan Restoran Jadi Target Utama
HKB 2026, Zakiyuddin Tekankan Kesiapsiagaan Banjir
Bobby Nasution Raih Penghargaan Nasional, Sumut Sabet Creative Financing dan Dana Rp3 Miliar
Rumput Stadion Utama Sumut Dirawat Total, Dispora Target Siap Jelang Piala AFF U-19 2026
Drama 2 Kartu Merah, PSMS Tahan Adhyaksa 1-1
Musda PMS Langkat 2026: Edi Bahagia Sinuraya Terpilih Aklamasi
Kekerasan Seksual dan LGBT di Kampus: Ujian Kepemimpinan dan Masa Depan Ruang Aman Bagi Semua
Bobby Nasution Dorong Perempuan Sumut Aktif di Publik Tanpa Abaikan Keluarga
Aman Dari Degradasi, PSMS Tetap Bidik Kemenangan Lawan Adhyaksa FC
Bank Sumut Hadirkan Pembayaran Tiket Kapal via Digital
Pemko Medan–Bank Sumut Sepakat Genjot PAD, Pajak Hotel dan Restoran Jadi Target Utama
Ads_Tapsel
Beranda / Medan

Lebih Dalam Melihat Fenomena Inflasi

redaksi
4 Sep 2023 08:54
Medan Opini 0 669
4 menit membaca
Armin NasutionArmin Nasution

 

Oleh Armin Nasution

Prabowo-Gibran
Baca Juga
Gerindra Sumut Fokus Kawal Suara Prabowo-Gibran
15 Feb 2024

TULISAN ini masih merupakan lanjutan topik lalu namun belum akan menyinggung islamic social finance sebagai solusi inflasi. Bahwa benar, dalam ekonomi konvensional ternyata pertumbuhan tinggi akan digerogoti inflasi.

Ekonomi kita terus tumbuh tapi di sisi lain harga barang kebutuhan juga bergerak naik.

​Uang yang kita dapatkan betapa pun banyaknya ternyata tak mampu mengimbangi kenaikan harga. Itu pula yang menunjukkan daya beli uang yang kita miliki semakin lama kian lemah.

Plt Dirut PD Pasar Kota Medan, Nasib Purba.
Baca Juga
PD Pasar Kosongkan Rekening di Bank Mandiri
27 Feb 2020

Dulu, tahun 1970-an uang Rp100 ribu itu sudah bisa beli banyak kebutuhan. Sekarang Rp1 juta pun daya belinya masih sangat minim.

​Itu sebabnya inflasi adalah bahaya laten dalam pertumbuhan ekonomi. Tapi bukan berarti inflasi tidak diperlukan. Dalam berbagai kajian ekonomi, inflasi yang terkendali juga penting.

Artinya inflasi merupakan cerminan kenaikan daya beli. Yang jadi problem, jika inflasi tak bisa dikendalikan.

​Bagaimana kita melihat potret inflasi ini lebih detil di Sumut, misalnya?Menurut data Bank Indonesia hingga Juli 2023 tingkat inflasi mencapai 0,3 persen, sedangkan angka year on year ada diangka 2,54 persen dan jika dilihat dari bulan Januari-Juli inflasi ada diangka 0,98 persen.

​Sejauh ini angka itu masih terkendali. Kenapa? Karena secara nasional pun target inflasi adalah 3 persen plus minus 1 persen. Artinya angka inflasi harus ada diangka 2-4 persen.

Dengan target inflasi sebesar itu masih make sense jika pertumbuhan ekonomi di atasnya.

Angka inflasi harus berada dibawah angka pertumbuhan ekonomi karena tidak ada artinya jika pertumbuhan ekonomi tinggi lalu inflasi melebihi pertumbuhan itu sendiri.

Tahun ini Bank Indonesia optimis inflasi akan berada diangka 2 persen. Di Sumut, kita masih menghitung inflasi dengan mengukur di lima kota indeks harga konsumen.

Yaitu Medan, Pematang Siantar, Sibolga, Padangsidimpuan dan Gunungsitoli. Sedangkan kabupaten lain menjadi Indeks Pemantau Harga (IPH).

Sumber utama inflasi di Sumut ternyata dipengaruhi oleh komoditas. Kenaikan harga beras sedikit saja itu akan mendorong inflasi tinggi.

Sedangkan komoditas lain yang sangat berpengaruh adalah bawang. Ini merupakan salah satu pendorong inflasi yang sangat volatile.

Lalu hal lain yang sering menyebabkan inflasi tinggi adalah jalur distribusi yang sangat panjang.

Karena seringkali pasok kebutuhan yang harusnya sampai di pasar dengan harga normal tak pernah tercapai.Inipun salah satu problem utama.

Bahkan petani sebagai sumber utama penghasil pangan tak menikmati hasilnya saat harga di pasar tinggi.

Misal, cabai di pasar sudah mencapai Rp100 ribu, tapi karena panjangnya jalur distribusi ternyata di tingkat petani harga cabai bisa ditebus Rp30 ribu sampai Rp45 ribu.

Intinya penyumbang utama inflasi termasuk Sumut dan Indonesia datang dari komoditas pangan. Setiap kali terjadi inflasi tinggi jika ditelusuri lebih jauh akan mengarah kepada kebutuhan pangan.

Selain itu yang harus diwaspadai adalah import inflation. Atau mengimpor inflasi dari luar.

Kita ini masih punya ketergantungan bahan pokok dengan negara lain. Jadi ketika di sana terjadi kenaikan harga otomatis akan langsung berpengaruh ke negara pengimpor.

Hingga tahun ini berbagai lembaga keuangan dunia masih khawatir dengan ancaman inflasi terutama efek dari perang Rusia-Ukraina yang berkepanjangan dan belum tahu kapan selesai.

Jika kemudian negara-negara terkait melakukan pengetatan kebijakan pangan, kemudian stok di pasar berkurang, otomatis negara-negara yang masih ketergantungan dengan impor pangan akan menghadapi kenaikan harga. Imported inflation tetap jadi ancaman.

Upaya untuk mengendalikan inflasi sudah dilakukan dengan berbagai cara. Strategi paling utama saat ini adalah dorongan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah agar melek inflasi.

Dulu gejala inflasi tinggi hanya dikhawatirkan oleh pemerintah pusat dan otoritas moneter. Sekarang berbeda. Semua kepala daerah harus faham inflasi.

Pemerintah mengefektifkan secara maksimal tim pengendalian harga di daerah untuk memantau inflasi yang terjadi.

Itu kemudian yang disebut dengan geranakan nasional pengendalian inflasi pangan. Selain dengan mendorong kerjasama antar daerah untuk memintas jalur distribusi.

Inflasi ini layaknya tekanan darah, jika terlalu tinggi berbahaya dan jika terlalu rendah juga berbahaya.

Sehingga harus benar-benar dijaga agar harga tidak memberatkan konsumen dan masih memberikan keuntungan ke produsen.

Sering pihak yang paling diuntungkan dari inflasi yang bagian tengah (distributor/price maker) bukan petani karena panjangnya jalur distribusi.

Armin nasutionekonomi konvensionalInflasiislamic social finance
Pos Terkait
Revitalisasi Lapangan Merdeka, Jaringan Kabel Dipindahkan ke Bawah Tanah
Hilang Sehari, Seorang Pria Ditemukan Tewas di Sungai Deli
BKM Al Ikhwan Gelar Isra Mikraj Sekaligus Punggahan
Menag Tegaskan Petugas Haji Yang Tidak Berintegritas Akan Langsung Dipulangkan
Gubsu Edy Ajak Warga Aceh di Sumut Sukseskan PON 2024
Milan Menang 9 – 0, Ibra: Saya akan Lebih Galak

Pos Terkait

Cabang olahraga (cabor) Wushu Sumatera Utara menargetkan 9 medali emas pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/2024 yang akan digelar di Aceh-Sumut.
2 tahun  lalu
Sembilan Medali Emas Fokus Wushu Sumut di PON 2024
Walikota Medan, Bobby Nasution berfoto bersama dengan warga disela sela kegiatan CFD , Minggu (19/6/2022)
3 tahun  lalu
Sempat Terhenti 2 Tahun Akibat Pandemi, CFD Kembali Diserbu Warga 
Walikota Medan Bobby Nasution meresmikan Overpass Stasiun Kereta Api Medan, Jalan Stasiun, Kelurahan Kesawan, Medan Barat, Jum’at (20/12/24).
1 tahun  lalu
Overpass Jalan Stasiun Diresmikan, Akses Penumpang KAI Semakin Mudah
Rapat menjelang Pilkada Kota Medan 2020 pada tahapan pesta demokrasi.
5 tahun  lalu
Pastikan Kesiapan Pilkada 2020, Komisi A DPRD Sumut Datangi Pemko Medan
Sekretaris Dinas Sosial Kota Medan, Fakhruddin.
6 tahun  lalu
Jumlah Warga Miskin di Medan 186 Ribu Jiwa
Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan, Adlan
5 tahun  lalu
Vaksin Tenaga Pendidik Di Medan Tuntas Juni

Trending

01.
4 hari  lalu
HUT PSMS ks -76, Bobby Nasution: Musim Depan Harus Liga 1
02.
5 hari  lalu
Diduga Cemari Lingkungan, Mahasiswa Demo DPRD Medan Desak Penutupan Pabrik Kecap
03.
6 hari  lalu
PSMS Menang 1-0, Laga Panas Diwarnai Dua Kartu Merah
04.
6 hari  lalu
Dari 1st CoESDev 2026, Yakopi Tegaskan Pentingnya Publikasi Internasional
05.
5 hari  lalu
PAD Terancam Bocor, DPRD Medan Ultimatum Satpol PP Segel Bangunan Ilegal

Ads

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
Logo
Hangat, Mendidik, Mengungkap Fakta
© Kaldera.id. Developed by irzasolusi.com
Rumput Stadion Utama Sumut Dirawat Total, Dispora Target Siap Jelang Piala AFF U-19 2026
Drama 2 Kartu Merah, PSMS Tahan Adhyaksa 1-1
Bobby Nasution Raih Penghargaan Nasional, Sumut Sabet Creative Financing dan Dana Rp3 Miliar
HKB 2026, Zakiyuddin Tekankan Kesiapsiagaan Banjir
Home Trending Cari Bagikan Lainnya