Kaldera.id
  • BERANDA
  • BERITA TERKINI
  • Bisnis
  • BERITA VIRAL
  • SPORT
  • EDUKASI
  • JALAN-JALAN
  • OPINI
  • KABAR DAERAH
  • Advertorial
Selasa, 03 Feb 2026
Pelayanan Publik Sumut Diakui Nasional, Ombudsman Beri Opini Tertinggi Tanpa Maladministrasi
Optimisme Properti Bangkit 2026, Samera Group Tegaskan Komitmen Hunian Bebas Banjir
Aklamasi, Andar Amin Pimpin Golkar Sumut 5 Tahun ke Depan
Musda XI Golkar Sumut Dibuka, Ace Hasan Tegaskan Jangan Sekadar Cari Ketua
Normalisasi Sungai Mandek 20 Tahun, Wakil Wali Kota Medan Mengadu ke DPR RI
Tanpa Maladministrasi, Pemko Medan Raih Predikat Pelayanan Publik Terbaik
Sumut Jadi Daerah Pelunasan Terbaik ONH
PSMS Medan Tekuk Bekasi City 2-1, Posisi Klasemen Bergeser
Persiapan Haji 2026 di Sumut Hampir Rampung, Jamaah Haji Siap Berangkat
41 Puskesmas di Medan Resmi Jadi BLUD, Pengelolaan Anggaran Kini Lebih Fleksibel
Pelayanan Publik Sumut Diakui Nasional, Ombudsman Beri Opini Tertinggi Tanpa Maladministrasi
Optimisme Properti Bangkit 2026, Samera Group Tegaskan Komitmen Hunian Bebas Banjir
Aklamasi, Andar Amin Pimpin Golkar Sumut 5 Tahun ke Depan
Musda XI Golkar Sumut Dibuka, Ace Hasan Tegaskan Jangan Sekadar Cari Ketua
Normalisasi Sungai Mandek 20 Tahun, Wakil Wali Kota Medan Mengadu ke DPR RI
Tanpa Maladministrasi, Pemko Medan Raih Predikat Pelayanan Publik Terbaik
Sumut Jadi Daerah Pelunasan Terbaik ONH
PSMS Medan Tekuk Bekasi City 2-1, Posisi Klasemen Bergeser
Persiapan Haji 2026 di Sumut Hampir Rampung, Jamaah Haji Siap Berangkat
41 Puskesmas di Medan Resmi Jadi BLUD, Pengelolaan Anggaran Kini Lebih Fleksibel
Ads_Tapsel
Beranda / Medan

Lebih Dalam Melihat Fenomena Inflasi

redaksi
4 Sep 2023 08:54
Medan Opini 0 514
4 menit membaca
Armin NasutionArmin Nasution

 

Oleh Armin Nasution

Real Madrid berhasil tundukkan Liverpool dengan skor 3-1 di laga leg pertama babak perempatfinal Liga Champions 2020/21.
Baca Juga
Liga Champions: Liverpool Tak Berdaya Lawan Madrid
07 Apr 2021

TULISAN ini masih merupakan lanjutan topik lalu namun belum akan menyinggung islamic social finance sebagai solusi inflasi. Bahwa benar, dalam ekonomi konvensional ternyata pertumbuhan tinggi akan digerogoti inflasi.

Ekonomi kita terus tumbuh tapi di sisi lain harga barang kebutuhan juga bergerak naik.

​Uang yang kita dapatkan betapa pun banyaknya ternyata tak mampu mengimbangi kenaikan harga. Itu pula yang menunjukkan daya beli uang yang kita miliki semakin lama kian lemah.

Ishaq Abrar M Tarigan
Baca Juga
Pelayanan Publik Gunakan Pola Lama PR Belum Terselesaikan Pemko Medan
08 Des 2022

Dulu, tahun 1970-an uang Rp100 ribu itu sudah bisa beli banyak kebutuhan. Sekarang Rp1 juta pun daya belinya masih sangat minim.

​Itu sebabnya inflasi adalah bahaya laten dalam pertumbuhan ekonomi. Tapi bukan berarti inflasi tidak diperlukan. Dalam berbagai kajian ekonomi, inflasi yang terkendali juga penting.

Artinya inflasi merupakan cerminan kenaikan daya beli. Yang jadi problem, jika inflasi tak bisa dikendalikan.

​Bagaimana kita melihat potret inflasi ini lebih detil di Sumut, misalnya?Menurut data Bank Indonesia hingga Juli 2023 tingkat inflasi mencapai 0,3 persen, sedangkan angka year on year ada diangka 2,54 persen dan jika dilihat dari bulan Januari-Juli inflasi ada diangka 0,98 persen.

​Sejauh ini angka itu masih terkendali. Kenapa? Karena secara nasional pun target inflasi adalah 3 persen plus minus 1 persen. Artinya angka inflasi harus ada diangka 2-4 persen.

Dengan target inflasi sebesar itu masih make sense jika pertumbuhan ekonomi di atasnya.

Angka inflasi harus berada dibawah angka pertumbuhan ekonomi karena tidak ada artinya jika pertumbuhan ekonomi tinggi lalu inflasi melebihi pertumbuhan itu sendiri.

Tahun ini Bank Indonesia optimis inflasi akan berada diangka 2 persen. Di Sumut, kita masih menghitung inflasi dengan mengukur di lima kota indeks harga konsumen.

Yaitu Medan, Pematang Siantar, Sibolga, Padangsidimpuan dan Gunungsitoli. Sedangkan kabupaten lain menjadi Indeks Pemantau Harga (IPH).

Sumber utama inflasi di Sumut ternyata dipengaruhi oleh komoditas. Kenaikan harga beras sedikit saja itu akan mendorong inflasi tinggi.

Sedangkan komoditas lain yang sangat berpengaruh adalah bawang. Ini merupakan salah satu pendorong inflasi yang sangat volatile.

Lalu hal lain yang sering menyebabkan inflasi tinggi adalah jalur distribusi yang sangat panjang.

Karena seringkali pasok kebutuhan yang harusnya sampai di pasar dengan harga normal tak pernah tercapai.Inipun salah satu problem utama.

Bahkan petani sebagai sumber utama penghasil pangan tak menikmati hasilnya saat harga di pasar tinggi.

Misal, cabai di pasar sudah mencapai Rp100 ribu, tapi karena panjangnya jalur distribusi ternyata di tingkat petani harga cabai bisa ditebus Rp30 ribu sampai Rp45 ribu.

Intinya penyumbang utama inflasi termasuk Sumut dan Indonesia datang dari komoditas pangan. Setiap kali terjadi inflasi tinggi jika ditelusuri lebih jauh akan mengarah kepada kebutuhan pangan.

Selain itu yang harus diwaspadai adalah import inflation. Atau mengimpor inflasi dari luar.

Kita ini masih punya ketergantungan bahan pokok dengan negara lain. Jadi ketika di sana terjadi kenaikan harga otomatis akan langsung berpengaruh ke negara pengimpor.

Hingga tahun ini berbagai lembaga keuangan dunia masih khawatir dengan ancaman inflasi terutama efek dari perang Rusia-Ukraina yang berkepanjangan dan belum tahu kapan selesai.

Jika kemudian negara-negara terkait melakukan pengetatan kebijakan pangan, kemudian stok di pasar berkurang, otomatis negara-negara yang masih ketergantungan dengan impor pangan akan menghadapi kenaikan harga. Imported inflation tetap jadi ancaman.

Upaya untuk mengendalikan inflasi sudah dilakukan dengan berbagai cara. Strategi paling utama saat ini adalah dorongan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah agar melek inflasi.

Dulu gejala inflasi tinggi hanya dikhawatirkan oleh pemerintah pusat dan otoritas moneter. Sekarang berbeda. Semua kepala daerah harus faham inflasi.

Pemerintah mengefektifkan secara maksimal tim pengendalian harga di daerah untuk memantau inflasi yang terjadi.

Itu kemudian yang disebut dengan geranakan nasional pengendalian inflasi pangan. Selain dengan mendorong kerjasama antar daerah untuk memintas jalur distribusi.

Inflasi ini layaknya tekanan darah, jika terlalu tinggi berbahaya dan jika terlalu rendah juga berbahaya.

Sehingga harus benar-benar dijaga agar harga tidak memberatkan konsumen dan masih memberikan keuntungan ke produsen.

Sering pihak yang paling diuntungkan dari inflasi yang bagian tengah (distributor/price maker) bukan petani karena panjangnya jalur distribusi.

Armin nasutionekonomi konvensionalInflasiislamic social finance
Pos Terkait
Gus Irawan Dorong Peningkatan Ekonomi Petani di Tapsel
Korsel vs Yordania Lagi di Semifinal Piala Asia, Kim Min Jae Dipastikan Absen
Dewan Sarankan Dishub Siapkan Payung Hukum Sebelum Terapkan Parkir Berlangganan
Here We Go, Cody Gakpo ke Liverpool
PT Inalum Geber Program Germas di Pintu Pohan Meranti
Syah Afandin: Persaingan Politik Saat Ini Antar Internal Partai

Pos Terkait

Cabang olahraga arung jeram dinilai punya potensi meraup medali emas di PON 2024.
4 tahun  lalu
Arung Jeram Sumut Berjaya di Kejurnas, KONI Sebut FAJI Siap Hadapi PON 2024
Walikota Medam Bobby Nasution bersama Menkumham Yasonna Laoly
3 tahun  lalu
Pelaku Industri Diimbau Lindungi Karyanya Dengan Hak Cipta
Ester Nurumi Tri Wardoyo
2 tahun  lalu
Ester Nurumi Tri Wardoyo Raih Juara Tunggal Putri BNI Indonesia Masters I 2023
Anggota DPRD Medan dari Fraksi Demokrat, Muslim Harahap
9 bulan  lalu
Muslim Minta Aparat Kepolisian Kolaborasi dengan Kepling Cegah Tawuran Berkelanjutan
Anggota DPRD Medan menggelar sidang paripurna istimewa dengan agenda mendengarkan pidato kenegaraan Presiden Joko Widodo berkaitan HUT Kemerdekaan RI ke-79 di Gedung DPRD Medan, Jumat (16/8/2024).
1 tahun  lalu
Dewan Gelar Sidang Paripurna Pidato Kenegaraan Presiden, Jokowi Sampaikan Beberapa Poin Penting
Desa Pengudang, Kecamatan Teluk Sebong, Kabupaten Bintan menjadi pusat kegiatan konservasi pesisir berskala nasional saat rombongan Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia bersama pemerintah daerah, lembaga mitra, dan organisasi lingkungan melaksanakan agenda kunjungan kerja dan peluncuran program lingkungan.
2 bulan  lalu
Dirjen PRL Kunjungi Desa Pengudang, Wujudkan Penguatan Konservasi Pesisir dan Ekonomi Masyarakat

Trending

01.
4 hari  lalu
Demi Tiket Putaran Ketiga, PSMS Medan Wajib Menang Lawan Bekasi City
02.
4 hari  lalu
UPTD Wasnaker Wilayah IV Dorong Inalum dan Vendor Tingkatkan K3
03.
6 hari  lalu
Syafrida Rasahan Mantan Ketua Bawaslu Sumut jadi Anggota Ombudsman RI
04.
6 hari  lalu
Kadiskop dan UKM Sumut Naslindo Sirait Jadi Tersangka Korupsi Perusda Kemakmuran Mentawai
05.
6 hari  lalu
DPRD Medan Rekomendasikan Segel Bangunan Ilegal Penutup Gang Kebakaran di Titi Kuning

Ads

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
Logo
Hangat, Mendidik, Mengungkap Fakta
© Kaldera.id. Developed by irzasolusi.com
Aklamasi, Andar Amin Pimpin Golkar Sumut 5 Tahun ke Depan
Optimisme Properti Bangkit 2026, Samera Group Tegaskan Komitmen Hunian Bebas Banjir
Pelayanan Publik Sumut Diakui Nasional, Ombudsman Beri Opini Tertinggi Tanpa Maladministrasi
Home Trending Cari Bagikan Lainnya