Kaldera.id
  • BERANDA
  • BERITA TERKINI
  • Bisnis
  • BERITA VIRAL
  • SPORT
  • EDUKASI
  • JALAN-JALAN
  • OPINI
  • KABAR DAERAH
  • Advertorial
Minggu, 12 Apr 2026
Bobby Nasution Tonton Sprint Rally Sumut 2026, Dorong Regenerasi Pembalap
PSMS Medan Tumbang 0-1 di Pakansari
Cabor Catur Porwasu 2026, 4 Babak Tuntas Hari Pertama, Besok Tiga Babak
Bobby Nasution Guyur Bonus Atlet SEA Games, Tegaskan Target Indonesia Emas 2045
Drama Penalti! MSJC ke Semifinal, Asahan FC Menggila di PORWASU 2026
Bobby Nasution Percepat Pemulihan Banjir Tapteng, Fokus Infrastruktur dan Huntap
Bobby Nasution Pastikan Sektor Riil Sumut Dapat Akses Keuangan, Dorong Pertumbuhan Ekonomi
Syah Afandin Genjot RTLH hingga Pelosok, Warga Pasar Rawa Mulai Nikmati Hasilnya
Porwasu 2026 Resmi Dibuka, Ribuan Wartawan Berebut Piala Gubernur Sumut
Bank Sumut–Pemko Binjai Luncurkan Pembayaran PDAM Digital, Kini Bisa Lewat Ponsel
Bobby Nasution Tonton Sprint Rally Sumut 2026, Dorong Regenerasi Pembalap
PSMS Medan Tumbang 0-1 di Pakansari
Cabor Catur Porwasu 2026, 4 Babak Tuntas Hari Pertama, Besok Tiga Babak
Bobby Nasution Guyur Bonus Atlet SEA Games, Tegaskan Target Indonesia Emas 2045
Drama Penalti! MSJC ke Semifinal, Asahan FC Menggila di PORWASU 2026
Bobby Nasution Percepat Pemulihan Banjir Tapteng, Fokus Infrastruktur dan Huntap
Bobby Nasution Pastikan Sektor Riil Sumut Dapat Akses Keuangan, Dorong Pertumbuhan Ekonomi
Syah Afandin Genjot RTLH hingga Pelosok, Warga Pasar Rawa Mulai Nikmati Hasilnya
Porwasu 2026 Resmi Dibuka, Ribuan Wartawan Berebut Piala Gubernur Sumut
Bank Sumut–Pemko Binjai Luncurkan Pembayaran PDAM Digital, Kini Bisa Lewat Ponsel
Ads_Tapsel
Beranda / Medan

Lebih Dalam Melihat Fenomena Inflasi

redaksi
4 Sep 2023 08:54
Medan Opini 0 641
4 menit membaca
Armin NasutionArmin Nasution

 

Oleh Armin Nasution

Komite Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional Indonesia (KPOTI) Provinsi Sumatera Utara dalam waktu dekat akan menggelar pelantikan bersama kabupaten/kota se-Sumut.
Baca Juga
KPOTI Se-Sumatera Utara Dilantik Serentak di Deliserdang
03 Nov 2021

TULISAN ini masih merupakan lanjutan topik lalu namun belum akan menyinggung islamic social finance sebagai solusi inflasi. Bahwa benar, dalam ekonomi konvensional ternyata pertumbuhan tinggi akan digerogoti inflasi.

Ekonomi kita terus tumbuh tapi di sisi lain harga barang kebutuhan juga bergerak naik.

​Uang yang kita dapatkan betapa pun banyaknya ternyata tak mampu mengimbangi kenaikan harga. Itu pula yang menunjukkan daya beli uang yang kita miliki semakin lama kian lemah.

Gus Irawan Pasaribu
Baca Juga
Gus Irawan Terima Pengaduan Parahnya Jalan Rusak Di Tapsel
27 Jul 2024

Dulu, tahun 1970-an uang Rp100 ribu itu sudah bisa beli banyak kebutuhan. Sekarang Rp1 juta pun daya belinya masih sangat minim.

​Itu sebabnya inflasi adalah bahaya laten dalam pertumbuhan ekonomi. Tapi bukan berarti inflasi tidak diperlukan. Dalam berbagai kajian ekonomi, inflasi yang terkendali juga penting.

Artinya inflasi merupakan cerminan kenaikan daya beli. Yang jadi problem, jika inflasi tak bisa dikendalikan.

​Bagaimana kita melihat potret inflasi ini lebih detil di Sumut, misalnya?Menurut data Bank Indonesia hingga Juli 2023 tingkat inflasi mencapai 0,3 persen, sedangkan angka year on year ada diangka 2,54 persen dan jika dilihat dari bulan Januari-Juli inflasi ada diangka 0,98 persen.

​Sejauh ini angka itu masih terkendali. Kenapa? Karena secara nasional pun target inflasi adalah 3 persen plus minus 1 persen. Artinya angka inflasi harus ada diangka 2-4 persen.

Dengan target inflasi sebesar itu masih make sense jika pertumbuhan ekonomi di atasnya.

Angka inflasi harus berada dibawah angka pertumbuhan ekonomi karena tidak ada artinya jika pertumbuhan ekonomi tinggi lalu inflasi melebihi pertumbuhan itu sendiri.

Tahun ini Bank Indonesia optimis inflasi akan berada diangka 2 persen. Di Sumut, kita masih menghitung inflasi dengan mengukur di lima kota indeks harga konsumen.

Yaitu Medan, Pematang Siantar, Sibolga, Padangsidimpuan dan Gunungsitoli. Sedangkan kabupaten lain menjadi Indeks Pemantau Harga (IPH).

Sumber utama inflasi di Sumut ternyata dipengaruhi oleh komoditas. Kenaikan harga beras sedikit saja itu akan mendorong inflasi tinggi.

Sedangkan komoditas lain yang sangat berpengaruh adalah bawang. Ini merupakan salah satu pendorong inflasi yang sangat volatile.

Lalu hal lain yang sering menyebabkan inflasi tinggi adalah jalur distribusi yang sangat panjang.

Karena seringkali pasok kebutuhan yang harusnya sampai di pasar dengan harga normal tak pernah tercapai.Inipun salah satu problem utama.

Bahkan petani sebagai sumber utama penghasil pangan tak menikmati hasilnya saat harga di pasar tinggi.

Misal, cabai di pasar sudah mencapai Rp100 ribu, tapi karena panjangnya jalur distribusi ternyata di tingkat petani harga cabai bisa ditebus Rp30 ribu sampai Rp45 ribu.

Intinya penyumbang utama inflasi termasuk Sumut dan Indonesia datang dari komoditas pangan. Setiap kali terjadi inflasi tinggi jika ditelusuri lebih jauh akan mengarah kepada kebutuhan pangan.

Selain itu yang harus diwaspadai adalah import inflation. Atau mengimpor inflasi dari luar.

Kita ini masih punya ketergantungan bahan pokok dengan negara lain. Jadi ketika di sana terjadi kenaikan harga otomatis akan langsung berpengaruh ke negara pengimpor.

Hingga tahun ini berbagai lembaga keuangan dunia masih khawatir dengan ancaman inflasi terutama efek dari perang Rusia-Ukraina yang berkepanjangan dan belum tahu kapan selesai.

Jika kemudian negara-negara terkait melakukan pengetatan kebijakan pangan, kemudian stok di pasar berkurang, otomatis negara-negara yang masih ketergantungan dengan impor pangan akan menghadapi kenaikan harga. Imported inflation tetap jadi ancaman.

Upaya untuk mengendalikan inflasi sudah dilakukan dengan berbagai cara. Strategi paling utama saat ini adalah dorongan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah agar melek inflasi.

Dulu gejala inflasi tinggi hanya dikhawatirkan oleh pemerintah pusat dan otoritas moneter. Sekarang berbeda. Semua kepala daerah harus faham inflasi.

Pemerintah mengefektifkan secara maksimal tim pengendalian harga di daerah untuk memantau inflasi yang terjadi.

Itu kemudian yang disebut dengan geranakan nasional pengendalian inflasi pangan. Selain dengan mendorong kerjasama antar daerah untuk memintas jalur distribusi.

Inflasi ini layaknya tekanan darah, jika terlalu tinggi berbahaya dan jika terlalu rendah juga berbahaya.

Sehingga harus benar-benar dijaga agar harga tidak memberatkan konsumen dan masih memberikan keuntungan ke produsen.

Sering pihak yang paling diuntungkan dari inflasi yang bagian tengah (distributor/price maker) bukan petani karena panjangnya jalur distribusi.

Armin nasutionekonomi konvensionalInflasiislamic social finance
Pos Terkait
Pemko Siapkan Lahan Seluas 3 Hektar Untuk TPU di Marelan
Sejumlah Anak Juga Turut Jadi Korban Keracunan Kebocoran Gas SMGP Madina
Bobby Nasution Dampingi Kapolri dan Titiek Soeharto Salurkan 16 Truk Bantuan untuk Korban Bencana Tapteng
Tak Hanya Ciptakan Lapangan Kerja dan Usaha, Pariwisata Juga Bisa Melestarikan Nilai Budaya Serta Sejarah
Patroli Gabungan Tangkap Belasan Geng Motor di Medan
Penetapan Diubah, Jumlah ODP di Asahan Turun Drastis

Pos Terkait

5 tahun  lalu
Bupati Asahan Lantik 8 Pejabat Eselon II
Edwin Effendi, Kadis Kesehatan Kota Medan
6 tahun  lalu
Update Kasus Covid-19 di Medan: 5 Positif, PDP 58, ODP 465
Arif Mandu
2 tahun  lalu
Perum Bulog Sumut Tinggal Menunggu Intruksi untuk Salurkan Beras Komersial
Pengurus Harian SMSI Sumut hadiri Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2022 di Kendari, Sulawesi Tenggara, 6 - 9 Februari 2022.
4 tahun  lalu
Semangat HPN Harus Diikuti Peningkatan Kualitas Pers
Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution
10 bulan  lalu
Sebanyak 6 110 Koperasi Merah Putih Telah Terbentuk di Sumut
Gus Irawan Pasaribu
5 tahun  lalu
Gus Irawan Minta Pemerintah Perhatikan Efektivitas Vaksin Pada Pemulihan Ekonomi

Trending

01.
5 hari  lalu
Bupati Langkat Buka Dialog MUI, Tekankan Persatuan
02.
4 hari  lalu
Terkait BLT, Komisi 1 Minta Kepling 1 Kelurahan Harjosari II Dipecat
03.
5 hari  lalu
Pemkab Langkat – TNI Bersinergi, Jembatan Gantung Kuala Dibangun
04.
5 hari  lalu
Pemprov Sumut Terapkan WFH Setiap Jumat Mulai Pekan Ini, Gubernur Bobby Nasution: Jangan Gunakan untuk Liburan
05.
4 hari  lalu
Pemprov Sumut Genjot Sertifikasi dan Tertibkan Aset

Ads

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
Logo
Hangat, Mendidik, Mengungkap Fakta
© Kaldera.id. Developed by irzasolusi.com
PSMS Medan Tumbang 0-1 di Pakansari
Drama Penalti! MSJC ke Semifinal, Asahan FC Menggila di PORWASU 2026
Bobby Nasution Tonton Sprint Rally Sumut 2026, Dorong Regenerasi Pembalap
Bobby Nasution Guyur Bonus Atlet SEA Games, Tegaskan Target Indonesia Emas 2045
Cabor Catur Porwasu 2026, 4 Babak Tuntas Hari Pertama, Besok Tiga Babak
Home Trending Cari Bagikan Lainnya