Kaldera.id
  • BERANDA
  • BERITA TERKINI
  • Bisnis
  • BERITA VIRAL
  • SPORT
  • EDUKASI
  • JALAN-JALAN
  • OPINI
  • KABAR DAERAH
  • Advertorial
Kamis, 09 Apr 2026
Komisi 4 Soroti Kebocoran PAD PBG, OPD Dinilai Abaikan Perintah Wali Kota
Syah Afandin Antar Langkat Raih Penghargaan Nasional Pembangunan Keluarga Berkualitas 2026
Sebanyak 8 Unit Rumah Tanpa PBG di Medan Tembung Berdiri Bebas
Longsor Sembahe, Polda Sumut Kerahkan Brimob, 3 Korban Tewas
Pemko Medan Diminta Segera Reformasi Puskesmas
Tekan Kebocoran dan Maksimalkan PAD, Dewan Minta Sistem Digitalisasi Pajak Daerah Diterapkan
Komisi 2 Minta Anggaran Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Ditambah
Terkait BLT, Komisi 1 Minta Kepling 1 Kelurahan Harjosari II Dipecat
Pelayanan Kesehatan Disorot, Masyarakat Masih Banyak Berobat ke Luar Negeri
Medan Targetkan 25 Ruas Jalan Bebas Kabel Semrawut Tahun Ini
Komisi 4 Soroti Kebocoran PAD PBG, OPD Dinilai Abaikan Perintah Wali Kota
Syah Afandin Antar Langkat Raih Penghargaan Nasional Pembangunan Keluarga Berkualitas 2026
Sebanyak 8 Unit Rumah Tanpa PBG di Medan Tembung Berdiri Bebas
Longsor Sembahe, Polda Sumut Kerahkan Brimob, 3 Korban Tewas
Pemko Medan Diminta Segera Reformasi Puskesmas
Tekan Kebocoran dan Maksimalkan PAD, Dewan Minta Sistem Digitalisasi Pajak Daerah Diterapkan
Komisi 2 Minta Anggaran Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Ditambah
Terkait BLT, Komisi 1 Minta Kepling 1 Kelurahan Harjosari II Dipecat
Pelayanan Kesehatan Disorot, Masyarakat Masih Banyak Berobat ke Luar Negeri
Medan Targetkan 25 Ruas Jalan Bebas Kabel Semrawut Tahun Ini
Ads_Tapsel
Beranda / Medan

Lebih Dalam Melihat Fenomena Inflasi

redaksi
4 Sep 2023 08:54
Medan Opini 0 633
4 menit membaca
Armin NasutionArmin Nasution

 

Oleh Armin Nasution

Puluhan tenaga medis RS Herna gelar aksi damai didepan rumah sakit tersebut Jalan Mojopahit, Medan, Sumatera Utara
Baca Juga
Tenaga Medis RS Herna Dirumahkan
10 Jul 2020

TULISAN ini masih merupakan lanjutan topik lalu namun belum akan menyinggung islamic social finance sebagai solusi inflasi. Bahwa benar, dalam ekonomi konvensional ternyata pertumbuhan tinggi akan digerogoti inflasi.

Ekonomi kita terus tumbuh tapi di sisi lain harga barang kebutuhan juga bergerak naik.

​Uang yang kita dapatkan betapa pun banyaknya ternyata tak mampu mengimbangi kenaikan harga. Itu pula yang menunjukkan daya beli uang yang kita miliki semakin lama kian lemah.

Salah satu pengunjung hotel sedang melakukan screening atau body heat check. (ist)
Baca Juga
Antisipasi Virus Corona, Hotel di Sumut Siapkan Screening dan Hand Sanitizer
04 Mar 2020

Dulu, tahun 1970-an uang Rp100 ribu itu sudah bisa beli banyak kebutuhan. Sekarang Rp1 juta pun daya belinya masih sangat minim.

​Itu sebabnya inflasi adalah bahaya laten dalam pertumbuhan ekonomi. Tapi bukan berarti inflasi tidak diperlukan. Dalam berbagai kajian ekonomi, inflasi yang terkendali juga penting.

Artinya inflasi merupakan cerminan kenaikan daya beli. Yang jadi problem, jika inflasi tak bisa dikendalikan.

​Bagaimana kita melihat potret inflasi ini lebih detil di Sumut, misalnya?Menurut data Bank Indonesia hingga Juli 2023 tingkat inflasi mencapai 0,3 persen, sedangkan angka year on year ada diangka 2,54 persen dan jika dilihat dari bulan Januari-Juli inflasi ada diangka 0,98 persen.

​Sejauh ini angka itu masih terkendali. Kenapa? Karena secara nasional pun target inflasi adalah 3 persen plus minus 1 persen. Artinya angka inflasi harus ada diangka 2-4 persen.

Dengan target inflasi sebesar itu masih make sense jika pertumbuhan ekonomi di atasnya.

Angka inflasi harus berada dibawah angka pertumbuhan ekonomi karena tidak ada artinya jika pertumbuhan ekonomi tinggi lalu inflasi melebihi pertumbuhan itu sendiri.

Tahun ini Bank Indonesia optimis inflasi akan berada diangka 2 persen. Di Sumut, kita masih menghitung inflasi dengan mengukur di lima kota indeks harga konsumen.

Yaitu Medan, Pematang Siantar, Sibolga, Padangsidimpuan dan Gunungsitoli. Sedangkan kabupaten lain menjadi Indeks Pemantau Harga (IPH).

Sumber utama inflasi di Sumut ternyata dipengaruhi oleh komoditas. Kenaikan harga beras sedikit saja itu akan mendorong inflasi tinggi.

Sedangkan komoditas lain yang sangat berpengaruh adalah bawang. Ini merupakan salah satu pendorong inflasi yang sangat volatile.

Lalu hal lain yang sering menyebabkan inflasi tinggi adalah jalur distribusi yang sangat panjang.

Karena seringkali pasok kebutuhan yang harusnya sampai di pasar dengan harga normal tak pernah tercapai.Inipun salah satu problem utama.

Bahkan petani sebagai sumber utama penghasil pangan tak menikmati hasilnya saat harga di pasar tinggi.

Misal, cabai di pasar sudah mencapai Rp100 ribu, tapi karena panjangnya jalur distribusi ternyata di tingkat petani harga cabai bisa ditebus Rp30 ribu sampai Rp45 ribu.

Intinya penyumbang utama inflasi termasuk Sumut dan Indonesia datang dari komoditas pangan. Setiap kali terjadi inflasi tinggi jika ditelusuri lebih jauh akan mengarah kepada kebutuhan pangan.

Selain itu yang harus diwaspadai adalah import inflation. Atau mengimpor inflasi dari luar.

Kita ini masih punya ketergantungan bahan pokok dengan negara lain. Jadi ketika di sana terjadi kenaikan harga otomatis akan langsung berpengaruh ke negara pengimpor.

Hingga tahun ini berbagai lembaga keuangan dunia masih khawatir dengan ancaman inflasi terutama efek dari perang Rusia-Ukraina yang berkepanjangan dan belum tahu kapan selesai.

Jika kemudian negara-negara terkait melakukan pengetatan kebijakan pangan, kemudian stok di pasar berkurang, otomatis negara-negara yang masih ketergantungan dengan impor pangan akan menghadapi kenaikan harga. Imported inflation tetap jadi ancaman.

Upaya untuk mengendalikan inflasi sudah dilakukan dengan berbagai cara. Strategi paling utama saat ini adalah dorongan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah agar melek inflasi.

Dulu gejala inflasi tinggi hanya dikhawatirkan oleh pemerintah pusat dan otoritas moneter. Sekarang berbeda. Semua kepala daerah harus faham inflasi.

Pemerintah mengefektifkan secara maksimal tim pengendalian harga di daerah untuk memantau inflasi yang terjadi.

Itu kemudian yang disebut dengan geranakan nasional pengendalian inflasi pangan. Selain dengan mendorong kerjasama antar daerah untuk memintas jalur distribusi.

Inflasi ini layaknya tekanan darah, jika terlalu tinggi berbahaya dan jika terlalu rendah juga berbahaya.

Sehingga harus benar-benar dijaga agar harga tidak memberatkan konsumen dan masih memberikan keuntungan ke produsen.

Sering pihak yang paling diuntungkan dari inflasi yang bagian tengah (distributor/price maker) bukan petani karena panjangnya jalur distribusi.

Armin nasutionekonomi konvensionalInflasiislamic social finance
Pos Terkait
Malam Takbiran, Ini 32 Ruas Jalan Yang Ditutup
HAB ke-63 Tahun, Ini Capaian Kejatisu hingga Juli 2023
Mahasiswa UMSU Korban Begal, Baskami Minta Polisi Bergerak Cepat
Rajudin: Lulusan Sekolah Islam Bisa Mengurus Bangsa dan Negara, Tidak Hanya Masjid
Coppa Italia: Dua Gol Ronaldo Bungkam Inter di San Siro
Insiden Gedung DPRD Makassar: Tiga Tewas dan Lima Terluka 

Pos Terkait

Anggota Komisi 4 DPRD Medan menggelar rapat dengar pendapat (RDP) terkait Perumahan Villa Polonia Garden yang berada di Komplek CBD Polonia, Jalan Padang Golf, Kecamatan Medan Polonia di Ruang Rapat Komisi 4 DPRD Medan, kemarin.
1 tahun  lalu
RDP Perumahan Villa Polonia Garden, Dua OPD Tak Sinkron Terkait Izin Yang Diterbitkan
Walikota Medan, Bobby Nasution berencana membangun rumah susun sederhana sewa atau rumah susun sederhana milik. Pembangunan ini rencananya dilakukan di lahan milik PT KAI yang tidak terpakai.
4 tahun  lalu
Bertemu VP Divre I Sumut PT KAI, Bobby Sampaikan Keinginan Pembangunan Rusun Sederhana
Rapid test gratis yang di gelar Meutya Hafid di Rutan Labuhan Deli, Deli Serdang, Rabu (14/10/2020).
5 tahun  lalu
Meutya Hafid Bagikan Alat Rapid Tes Gratis di Rutan Labuhan Deli
Badan Kesehatan Dunia (WHO) menerbitkan panduan terbaru yang memberi izin mempersingkat durasi karantina atau isolasi mandiri, terutama bagi negara-negara yang berjuang dengan lonjakan infeksi COVID-19.
4 tahun  lalu
Masa Karantina Covid-19 Bisa Dipersingkat Hanya 10 Hari
Gejala rabies pada manusia bisa berbeda-beda tergantung pada stadium penyakit. Untuk diketahui, rabies adalah penyakit menular mematikan pada manusia dan hewan yang menyerang sistem saraf pusat.
2 tahun  lalu
4 Gejala Rabies Pada Manusia
Pemko Medan menerima penghargaan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas capaian yang dilakukan sebagai nilai penyelamatan aset tidak bergerak terbesar 2021.
4 tahun  lalu
Selamatkan Aset Tidak Bergerak Paling Banyak, Pemko Medan Dapat Penghargaan Dari KPK

Trending

01.
4 hari  lalu
Laga Hidup Mati PSMS, Wajib Menang Atas Persikad
02.
6 hari  lalu
Ini Rahasia Gus Irawan Akses Bantuan Pusat Yang Buat Presiden Sampai Menteri Bergantian Datang Ke Tapsel
03.
6 hari  lalu
Pemprov Sumut Buka Seleksi Komisioner Informasi 2026–2030, Pendaftaran Mulai 6 April
04.
6 hari  lalu
Drop-off 2 Menit Tetap Bayar Rp5 Ribu di Plaza Medan Fair, Bapenda Disorot
05.
4 hari  lalu
Kanal Titi Kuning Darurat Sampah, Camat Medan Johor Tegas Minta Solusi Cepat

Ads

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
Logo
Hangat, Mendidik, Mengungkap Fakta
© Kaldera.id. Developed by irzasolusi.com
Tekan Kebocoran dan Maksimalkan PAD, Dewan Minta Sistem Digitalisasi Pajak Daerah Diterapkan
Pemko Medan Diminta Segera Reformasi Puskesmas
Longsor Sembahe, Polda Sumut Kerahkan Brimob, 3 Korban Tewas
Sebanyak 8 Unit Rumah Tanpa PBG di Medan Tembung Berdiri Bebas
Komisi 4 Soroti Kebocoran PAD PBG, OPD Dinilai Abaikan Perintah Wali Kota
Home Trending Cari Bagikan Lainnya