Kaldera.id
  • BERANDA
  • BERITA TERKINI
  • Bisnis
  • BERITA VIRAL
  • SPORT
  • EDUKASI
  • JALAN-JALAN
  • OPINI
  • KABAR DAERAH
  • Advertorial
Sabtu, 21 Feb 2026
Investasi Medan Tembus Rp14,5 Triliun, DPRD Nilai Era Rico–Zaki Buka Puluhan Ribu Kerja
Rico Waas Gaspol Benahi PUD Pembangunan, 4 Aset Dipacu Jadi Mesin Uang
Di Hadapan Anggota Komisi VIII DPR RI, Wagub Sumut Tegaskan Pemprovsu Tancap Gas Pulihkan Bencana
Duel Hidup-Mati di Tegal, PSMS Incar Empat Besar
Sekda Langkat Tegaskan Komitmen Wujudkan Daerah Religius
Setahun Bobby–Surya Pimpin Sumut: Tak Goyah Dihantam Bencana, Sederet Prestasi Ditorehkan
Bobby Turun ke Sungai Tukka, Tanggul dan Sabo Dam Disiapkan Tekan Banjir
Aktifkan 1.160 Poskamling, Rico Waas Tekan Kriminalitas Medan 14 Persen
Setahun Pemerintahan Rico–Zaki, Sinergi dan Jargon “Medan untuk Semua” Tuai Apresiasi
Rico Waas Tegaskan Medan Harus Aman
Investasi Medan Tembus Rp14,5 Triliun, DPRD Nilai Era Rico–Zaki Buka Puluhan Ribu Kerja
Rico Waas Gaspol Benahi PUD Pembangunan, 4 Aset Dipacu Jadi Mesin Uang
Di Hadapan Anggota Komisi VIII DPR RI, Wagub Sumut Tegaskan Pemprovsu Tancap Gas Pulihkan Bencana
Duel Hidup-Mati di Tegal, PSMS Incar Empat Besar
Sekda Langkat Tegaskan Komitmen Wujudkan Daerah Religius
Setahun Bobby–Surya Pimpin Sumut: Tak Goyah Dihantam Bencana, Sederet Prestasi Ditorehkan
Bobby Turun ke Sungai Tukka, Tanggul dan Sabo Dam Disiapkan Tekan Banjir
Aktifkan 1.160 Poskamling, Rico Waas Tekan Kriminalitas Medan 14 Persen
Setahun Pemerintahan Rico–Zaki, Sinergi dan Jargon “Medan untuk Semua” Tuai Apresiasi
Rico Waas Tegaskan Medan Harus Aman
Ads_Tapsel
Beranda / Medan

Lebih Dalam Melihat Fenomena Inflasi

redaksi
4 Sep 2023 08:54
Medan Opini 0 546
4 menit membaca
Armin NasutionArmin Nasution

 

Oleh Armin Nasution

SY (31 tahun) dan VO (23), dosen dan mahasiswi UIN Raden Intan Lampung (RIL) yang digerebek warga selingkuh di rumahnya, dipecat dari kampusnya per 11 Oktober 2023.
Baca Juga
Dosen dan Mahasiswi UIN Lampung Digerebek Warga Sedang Berselingkuh
13 Okt 2023

TULISAN ini masih merupakan lanjutan topik lalu namun belum akan menyinggung islamic social finance sebagai solusi inflasi. Bahwa benar, dalam ekonomi konvensional ternyata pertumbuhan tinggi akan digerogoti inflasi.

Ekonomi kita terus tumbuh tapi di sisi lain harga barang kebutuhan juga bergerak naik.

​Uang yang kita dapatkan betapa pun banyaknya ternyata tak mampu mengimbangi kenaikan harga. Itu pula yang menunjukkan daya beli uang yang kita miliki semakin lama kian lemah.

Plt Walikota Medan, Akhyar Nasution saat MTQ ke-53 tingkat Kota Medan di Jalan Ngumban Surbakti, Kelurahan Sempakata, Kecamatan Medan Selayang, Sabtu malam (15/2/2020).
Baca Juga
Akhyar Ingatkan Pelaksanaan MTQ Ke-53 Harus Lebih Berkesan
16 Feb 2020

Dulu, tahun 1970-an uang Rp100 ribu itu sudah bisa beli banyak kebutuhan. Sekarang Rp1 juta pun daya belinya masih sangat minim.

​Itu sebabnya inflasi adalah bahaya laten dalam pertumbuhan ekonomi. Tapi bukan berarti inflasi tidak diperlukan. Dalam berbagai kajian ekonomi, inflasi yang terkendali juga penting.

Artinya inflasi merupakan cerminan kenaikan daya beli. Yang jadi problem, jika inflasi tak bisa dikendalikan.

​Bagaimana kita melihat potret inflasi ini lebih detil di Sumut, misalnya?Menurut data Bank Indonesia hingga Juli 2023 tingkat inflasi mencapai 0,3 persen, sedangkan angka year on year ada diangka 2,54 persen dan jika dilihat dari bulan Januari-Juli inflasi ada diangka 0,98 persen.

​Sejauh ini angka itu masih terkendali. Kenapa? Karena secara nasional pun target inflasi adalah 3 persen plus minus 1 persen. Artinya angka inflasi harus ada diangka 2-4 persen.

Dengan target inflasi sebesar itu masih make sense jika pertumbuhan ekonomi di atasnya.

Angka inflasi harus berada dibawah angka pertumbuhan ekonomi karena tidak ada artinya jika pertumbuhan ekonomi tinggi lalu inflasi melebihi pertumbuhan itu sendiri.

Tahun ini Bank Indonesia optimis inflasi akan berada diangka 2 persen. Di Sumut, kita masih menghitung inflasi dengan mengukur di lima kota indeks harga konsumen.

Yaitu Medan, Pematang Siantar, Sibolga, Padangsidimpuan dan Gunungsitoli. Sedangkan kabupaten lain menjadi Indeks Pemantau Harga (IPH).

Sumber utama inflasi di Sumut ternyata dipengaruhi oleh komoditas. Kenaikan harga beras sedikit saja itu akan mendorong inflasi tinggi.

Sedangkan komoditas lain yang sangat berpengaruh adalah bawang. Ini merupakan salah satu pendorong inflasi yang sangat volatile.

Lalu hal lain yang sering menyebabkan inflasi tinggi adalah jalur distribusi yang sangat panjang.

Karena seringkali pasok kebutuhan yang harusnya sampai di pasar dengan harga normal tak pernah tercapai.Inipun salah satu problem utama.

Bahkan petani sebagai sumber utama penghasil pangan tak menikmati hasilnya saat harga di pasar tinggi.

Misal, cabai di pasar sudah mencapai Rp100 ribu, tapi karena panjangnya jalur distribusi ternyata di tingkat petani harga cabai bisa ditebus Rp30 ribu sampai Rp45 ribu.

Intinya penyumbang utama inflasi termasuk Sumut dan Indonesia datang dari komoditas pangan. Setiap kali terjadi inflasi tinggi jika ditelusuri lebih jauh akan mengarah kepada kebutuhan pangan.

Selain itu yang harus diwaspadai adalah import inflation. Atau mengimpor inflasi dari luar.

Kita ini masih punya ketergantungan bahan pokok dengan negara lain. Jadi ketika di sana terjadi kenaikan harga otomatis akan langsung berpengaruh ke negara pengimpor.

Hingga tahun ini berbagai lembaga keuangan dunia masih khawatir dengan ancaman inflasi terutama efek dari perang Rusia-Ukraina yang berkepanjangan dan belum tahu kapan selesai.

Jika kemudian negara-negara terkait melakukan pengetatan kebijakan pangan, kemudian stok di pasar berkurang, otomatis negara-negara yang masih ketergantungan dengan impor pangan akan menghadapi kenaikan harga. Imported inflation tetap jadi ancaman.

Upaya untuk mengendalikan inflasi sudah dilakukan dengan berbagai cara. Strategi paling utama saat ini adalah dorongan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah agar melek inflasi.

Dulu gejala inflasi tinggi hanya dikhawatirkan oleh pemerintah pusat dan otoritas moneter. Sekarang berbeda. Semua kepala daerah harus faham inflasi.

Pemerintah mengefektifkan secara maksimal tim pengendalian harga di daerah untuk memantau inflasi yang terjadi.

Itu kemudian yang disebut dengan geranakan nasional pengendalian inflasi pangan. Selain dengan mendorong kerjasama antar daerah untuk memintas jalur distribusi.

Inflasi ini layaknya tekanan darah, jika terlalu tinggi berbahaya dan jika terlalu rendah juga berbahaya.

Sehingga harus benar-benar dijaga agar harga tidak memberatkan konsumen dan masih memberikan keuntungan ke produsen.

Sering pihak yang paling diuntungkan dari inflasi yang bagian tengah (distributor/price maker) bukan petani karena panjangnya jalur distribusi.

Armin nasutionekonomi konvensionalInflasiislamic social finance
Pos Terkait
Ziarah ke TMP, Kajati Sumut Tabur Bunga di Makam Mantan Gubsu
Komisi 3 Bakal Panggil Dirut PUD Pasar dan Kepala BPKAD Terkait Sewa Rumo Murah
Ombudsman Terima 39 Aduan Tagihan PDAM Tirtanadi, Tertinggi Rp12 Juta
18 Warga Keracunan Gas SMGP Madina Masih Dirawat, 5 Sudah Pulang
PT Kertas Kraft Aceh Resmi Dibubarkan
Setelah Marcopolo dan Blue Star, Gubernur Bobby Bongkar Bangunan CDI

Pos Terkait

Anggota Komisi XI DPR RI Gus Irawan Pasaribu
1 tahun  lalu
Pelemahan Rupiah Berlanjut, Gus Irawan Minta BI Rate Mampu Antisipasi
Plt Walikota Medan, Akhyar Nasution saat press confrence di Posko Covid-19 Kota Medan
5 tahun  lalu
Pemko Medan Siapkan Aturan Tangani Covid-19
Menhub,Budi Karya Sumadi bersama Walikota Medan, Bobby Nasution di Terminal Amplas
3 tahun  lalu
Terminal Amplas Kini Bertaraf Internasional, Desember Mulai Beroperasi
Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara, Iriana Joko Widodo berdialog dengan pedagang Pasar Petisah, Kamis (7/7/2022)
3 tahun  lalu
Harga Cabai Merah Naik, Presiden Tenangkan Pedagang Pasar Petisah
Museum Perkebunan Indonesia-1 (Musperin) yang berlokasi di Jalan Brigjen Katamso Medan, Sumatera Utara kini menghadirkan Ruang Imersif IN.
1 tahun  lalu
Ruang Imersif: Musperin, Sensasi Menjelajahi Masa Lalu Lewat Video 5D
Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, melakukan kunjungan studi tiru ke Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (29/5), guna mempelajari aplikasi Jakarta Smart City (JAKI).
8 bulan  lalu
Rico Waas Tiru JAKI, Siap Ubah Layanan Publik Medan

Trending

01.
6 hari  lalu
Wali Kota Medan Terbitkan SE Penataan Penjualan Daging Non-Halal
02.
4 hari  lalu
Rico Waas Gaspol Revitalisasi Stadion Teladan, Kejar Target Venue AFF U-20
03.
6 hari  lalu
Kapolri Kirim 22 Kontainer Bantuan untuk Korban Bencana di Sumatera
04.
6 hari  lalu
PSMS Bantai Sumsel United 3-1, Eko Purdjianto Puji Mental Juang Pemain
05.
6 hari  lalu
Gubernur Sumut Tegaskan Olahraga Harus Jadi Mesin Ekonomi Baru

Ads

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
Logo
Hangat, Mendidik, Mengungkap Fakta
© Kaldera.id. Developed by irzasolusi.com
Duel Hidup-Mati di Tegal, PSMS Incar Empat Besar
Sekda Langkat Tegaskan Komitmen Wujudkan Daerah Religius
Di Hadapan Anggota Komisi VIII DPR RI, Wagub Sumut Tegaskan Pemprovsu Tancap Gas Pulihkan Bencana
Rico Waas Gaspol Benahi PUD Pembangunan, 4 Aset Dipacu Jadi Mesin Uang
Investasi Medan Tembus Rp14,5 Triliun, DPRD Nilai Era Rico–Zaki Buka Puluhan Ribu Kerja
Home Trending Cari Bagikan Lainnya