Kaldera.id
  • BERANDA
  • BERITA TERKINI
  • Bisnis
  • BERITA VIRAL
  • SPORT
  • EDUKASI
  • JALAN-JALAN
  • OPINI
  • KABAR DAERAH
  • Advertorial
Sabtu, 17 Jan 2026
Gubernur Bobby Nasution Terus Kebut Pemulihan Pascabencana Sumut
Rico Waas: Jangan Ada Lagi Proyek Dikerjakan Setengah – setengah
Gubsu Sarankan Lahan Eks HGU PTPN Digratiskan untuk Huntap
Wagub Sumut Pimpin Groundbreaking Rehabilitasi Sawah di Tapteng, 37 Ribu Hektare Lahan Terdampak Bencana Ditarget Pulih
Dorong UMKM dan Koperasi Jadi Motor Ekonomi, Bobby Nasution Targetkan Daya Saing Sumut Meningkat di 2026
Zainul Abdi Nasution Ditunjuk sebagai Plt Ketua PWPM Periode 2024–2026, Reza Sahab Tetap Sekretaris
Revitalisasi Lapangan Merdeka Medan Ditarget Rampung 10 Februari 2026, Pemko Harap Serap Tenaga Kerja dan Gerakkan Ekonomi
Relawan Bobby Nasution Dampingi Pasien Tumor Asal Asahan Jalani Pengobatan di RS Adam Malik
Iklim Investasi Kondusif, Gubernur Bobby Nasution Terus Perkuat Ekosistem Ekonomi
Pemko Medan Terapkan Manajemen Talenta ASN, Pengisian JPTP Eselon II Kini Lebih Ketat dan Transparan
Gubernur Bobby Nasution Terus Kebut Pemulihan Pascabencana Sumut
Rico Waas: Jangan Ada Lagi Proyek Dikerjakan Setengah – setengah
Gubsu Sarankan Lahan Eks HGU PTPN Digratiskan untuk Huntap
Wagub Sumut Pimpin Groundbreaking Rehabilitasi Sawah di Tapteng, 37 Ribu Hektare Lahan Terdampak Bencana Ditarget Pulih
Dorong UMKM dan Koperasi Jadi Motor Ekonomi, Bobby Nasution Targetkan Daya Saing Sumut Meningkat di 2026
Zainul Abdi Nasution Ditunjuk sebagai Plt Ketua PWPM Periode 2024–2026, Reza Sahab Tetap Sekretaris
Revitalisasi Lapangan Merdeka Medan Ditarget Rampung 10 Februari 2026, Pemko Harap Serap Tenaga Kerja dan Gerakkan Ekonomi
Relawan Bobby Nasution Dampingi Pasien Tumor Asal Asahan Jalani Pengobatan di RS Adam Malik
Iklim Investasi Kondusif, Gubernur Bobby Nasution Terus Perkuat Ekosistem Ekonomi
Pemko Medan Terapkan Manajemen Talenta ASN, Pengisian JPTP Eselon II Kini Lebih Ketat dan Transparan
Ads_Tapsel
Beranda / Medan

Lebih Dalam Melihat Fenomena Inflasi

redaksi
4 Sep 2023 08:54
Medan Opini 0 481
4 menit membaca
Armin NasutionArmin Nasution

 

Oleh Armin Nasution

Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menerima kunjungan Delegasi Pemerintah Kota Nantong, Provinsi Jiangsu, Republik Rakyat Tiongkok, di Ruang Rapat I, Kantor Wali Kota Medan, Senin (30/6/2025).
Baca Juga
Bertemu Rico Waas, Delegasi Kota Nantong Tawarkan Kerja Sama Pendidikan Vokasi
01 Jul 2025

TULISAN ini masih merupakan lanjutan topik lalu namun belum akan menyinggung islamic social finance sebagai solusi inflasi. Bahwa benar, dalam ekonomi konvensional ternyata pertumbuhan tinggi akan digerogoti inflasi.

Ekonomi kita terus tumbuh tapi di sisi lain harga barang kebutuhan juga bergerak naik.

​Uang yang kita dapatkan betapa pun banyaknya ternyata tak mampu mengimbangi kenaikan harga. Itu pula yang menunjukkan daya beli uang yang kita miliki semakin lama kian lemah.

Walikota Medan, Muhammad Bobby Afif Nasution
Baca Juga
Bobby Ingatkan Jangan Ada Orang Susah Disekitar Masjid
11 Okt 2021

Dulu, tahun 1970-an uang Rp100 ribu itu sudah bisa beli banyak kebutuhan. Sekarang Rp1 juta pun daya belinya masih sangat minim.

​Itu sebabnya inflasi adalah bahaya laten dalam pertumbuhan ekonomi. Tapi bukan berarti inflasi tidak diperlukan. Dalam berbagai kajian ekonomi, inflasi yang terkendali juga penting.

Artinya inflasi merupakan cerminan kenaikan daya beli. Yang jadi problem, jika inflasi tak bisa dikendalikan.

​Bagaimana kita melihat potret inflasi ini lebih detil di Sumut, misalnya?Menurut data Bank Indonesia hingga Juli 2023 tingkat inflasi mencapai 0,3 persen, sedangkan angka year on year ada diangka 2,54 persen dan jika dilihat dari bulan Januari-Juli inflasi ada diangka 0,98 persen.

​Sejauh ini angka itu masih terkendali. Kenapa? Karena secara nasional pun target inflasi adalah 3 persen plus minus 1 persen. Artinya angka inflasi harus ada diangka 2-4 persen.

Dengan target inflasi sebesar itu masih make sense jika pertumbuhan ekonomi di atasnya.

Angka inflasi harus berada dibawah angka pertumbuhan ekonomi karena tidak ada artinya jika pertumbuhan ekonomi tinggi lalu inflasi melebihi pertumbuhan itu sendiri.

Tahun ini Bank Indonesia optimis inflasi akan berada diangka 2 persen. Di Sumut, kita masih menghitung inflasi dengan mengukur di lima kota indeks harga konsumen.

Yaitu Medan, Pematang Siantar, Sibolga, Padangsidimpuan dan Gunungsitoli. Sedangkan kabupaten lain menjadi Indeks Pemantau Harga (IPH).

Sumber utama inflasi di Sumut ternyata dipengaruhi oleh komoditas. Kenaikan harga beras sedikit saja itu akan mendorong inflasi tinggi.

Sedangkan komoditas lain yang sangat berpengaruh adalah bawang. Ini merupakan salah satu pendorong inflasi yang sangat volatile.

Lalu hal lain yang sering menyebabkan inflasi tinggi adalah jalur distribusi yang sangat panjang.

Karena seringkali pasok kebutuhan yang harusnya sampai di pasar dengan harga normal tak pernah tercapai.Inipun salah satu problem utama.

Bahkan petani sebagai sumber utama penghasil pangan tak menikmati hasilnya saat harga di pasar tinggi.

Misal, cabai di pasar sudah mencapai Rp100 ribu, tapi karena panjangnya jalur distribusi ternyata di tingkat petani harga cabai bisa ditebus Rp30 ribu sampai Rp45 ribu.

Intinya penyumbang utama inflasi termasuk Sumut dan Indonesia datang dari komoditas pangan. Setiap kali terjadi inflasi tinggi jika ditelusuri lebih jauh akan mengarah kepada kebutuhan pangan.

Selain itu yang harus diwaspadai adalah import inflation. Atau mengimpor inflasi dari luar.

Kita ini masih punya ketergantungan bahan pokok dengan negara lain. Jadi ketika di sana terjadi kenaikan harga otomatis akan langsung berpengaruh ke negara pengimpor.

Hingga tahun ini berbagai lembaga keuangan dunia masih khawatir dengan ancaman inflasi terutama efek dari perang Rusia-Ukraina yang berkepanjangan dan belum tahu kapan selesai.

Jika kemudian negara-negara terkait melakukan pengetatan kebijakan pangan, kemudian stok di pasar berkurang, otomatis negara-negara yang masih ketergantungan dengan impor pangan akan menghadapi kenaikan harga. Imported inflation tetap jadi ancaman.

Upaya untuk mengendalikan inflasi sudah dilakukan dengan berbagai cara. Strategi paling utama saat ini adalah dorongan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah agar melek inflasi.

Dulu gejala inflasi tinggi hanya dikhawatirkan oleh pemerintah pusat dan otoritas moneter. Sekarang berbeda. Semua kepala daerah harus faham inflasi.

Pemerintah mengefektifkan secara maksimal tim pengendalian harga di daerah untuk memantau inflasi yang terjadi.

Itu kemudian yang disebut dengan geranakan nasional pengendalian inflasi pangan. Selain dengan mendorong kerjasama antar daerah untuk memintas jalur distribusi.

Inflasi ini layaknya tekanan darah, jika terlalu tinggi berbahaya dan jika terlalu rendah juga berbahaya.

Sehingga harus benar-benar dijaga agar harga tidak memberatkan konsumen dan masih memberikan keuntungan ke produsen.

Sering pihak yang paling diuntungkan dari inflasi yang bagian tengah (distributor/price maker) bukan petani karena panjangnya jalur distribusi.

Armin nasutionekonomi konvensionalInflasiislamic social finance
Pos Terkait
Silaturahmi DPD KNPI Sumut, KNPI Bersatu Perkuat Peran Pemuda
Anak Ustadz Arifin Ilham Meninggal, Isterinya Buat Pesan Menyentuh
Edy Setijono: Tiket Naik Ke Candi Rp 750 Ribu, Tiket Masuk Kawasan Tetap Rp 50 Ribu
Komitmen Pemko Medan Terkait Keterbukaan Informasi, Buka Akses Komunikasi ke Masyarakat
Tolong, Korban Banjir Kampung Lalang Butuh Makan
Korban Tewas Kanjuruhan Bertambah Menjadi 132 Orang

Pos Terkait

Wagubsu Musa Rajeckshah dan Bupati Langkat, Terbit Rencana PA
4 tahun  lalu
Pemprovsu dan Pemkab Langkat Sinergi Bangun Wisata Tangkahan & Bahorok
Presiden Joko Widodo (Jokowi)
3 tahun  lalu
Jokowi Sarankan WFH Untuk Cegah Penyebaran Omicron
Pasca pelantikan, DPD Partai Demokrat Sumut di bawah Pimpinan M Lokot Nasution gerak cepat menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) ke IV serentak untuk 18 kab/kota mulai hari ini hingga esok, Senin 30 Mei 2022.
3 tahun  lalu
Partai Demokrat Sumut Gelar Muscab Serentak untuk 18 Kab/Kota
Ketua Komisi I DPRD Medan, Robi Barus
3 tahun  lalu
Dewan Minta Polisi Terbitkan DPO Para Bandar Judi di Kota Medan 
Orient P Riwu Kore, Bupati terpilih Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur (NTT)
4 tahun  lalu
Anak Bupati Terpilih Sabu Raijua NTT Ternyata Sniper US Army
Keadaan Pengisian BBM
3 tahun  lalu
Sah, Pertalite Per liter Jadi Rp10 Ribu, Solar Rp6.800

Trending

01.
6 hari  lalu
PSMS vs Adhyaksa FC, Menanti Debut Eko Pudjianto
02.
4 hari  lalu
Yos Tarigan Jabat Kajari Poso Sulawesi Tengah
03.
5 hari  lalu
Gol Cepat Ari Maring Bungkam Adhyaksa FC, Eko Pudjianto Ucapkan Syukur
04.
6 hari  lalu
Fraksi Gerindra : Pilkada Melalui Legislatif Lebih Banyak Positifnya
05.
4 hari  lalu
Gubernur Bobby Nasution Tegaskan UHC di Sumut Tetap Berlaku, Fasilitas Kesehatan Diminta Tidak Menolak Pasien

Ads

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
Logo
Hangat, Mendidik, Mengungkap Fakta
© Kaldera.id. Developed by irzasolusi.com
Rico Waas: Jangan Ada Lagi Proyek Dikerjakan Setengah – setengah
Gubernur Bobby Nasution Terus Kebut Pemulihan Pascabencana Sumut
Home Trending Cari Bagikan Lainnya