Kaldera.id
  • BERANDA
  • BERITA TERKINI
  • Bisnis
  • BERITA VIRAL
  • SPORT
  • EDUKASI
  • JALAN-JALAN
  • OPINI
  • KABAR DAERAH
  • Advertorial
Senin, 04 Mei 2026
Syah Afandin Hadiri Tabligh Akbar, Serukan Jihad Lawan Narkoba
Komisi 2: Program Tebus Ijazah Sejalan Semangat Hardiknas
Pengamat: NasDem Lirik Bobby Nasution ke Panggung Nasional
DPRD Medan: Pendidikan Harus Cetak Generasi Berkarakter
Hardiknas 2026, Bupati Deli Serdang Paparkan Kondisi dan Perbaikan Pendidikan
Persiraja vs PSMS Imbang 1-1, Gol Menit Akhir Buyarkan Kemenangan Tamu
Rico Waas Hadiri Festival Musikalisasi Puisi, Tegaskan Peran Budaya
Hardiknas 2026, Wali Kota Medan Dorong Pendidikan Inklusif dan Merata
Hardiknas 2026, Bobby Minta Gaji Guru Naik Tiap Tahun
Bupati Langkat Temui Massa May Day, Janji Perjuangkan Hak Buruh
Syah Afandin Hadiri Tabligh Akbar, Serukan Jihad Lawan Narkoba
Komisi 2: Program Tebus Ijazah Sejalan Semangat Hardiknas
Pengamat: NasDem Lirik Bobby Nasution ke Panggung Nasional
DPRD Medan: Pendidikan Harus Cetak Generasi Berkarakter
Hardiknas 2026, Bupati Deli Serdang Paparkan Kondisi dan Perbaikan Pendidikan
Persiraja vs PSMS Imbang 1-1, Gol Menit Akhir Buyarkan Kemenangan Tamu
Rico Waas Hadiri Festival Musikalisasi Puisi, Tegaskan Peran Budaya
Hardiknas 2026, Wali Kota Medan Dorong Pendidikan Inklusif dan Merata
Hardiknas 2026, Bobby Minta Gaji Guru Naik Tiap Tahun
Bupati Langkat Temui Massa May Day, Janji Perjuangkan Hak Buruh
Ads_Tapsel
Beranda / Medan

Lebih Dalam Melihat Fenomena Inflasi

redaksi
4 Sep 2023 08:54
Medan Opini 0 684
4 menit membaca
Armin NasutionArmin Nasution

 

Oleh Armin Nasution

Robi Barus
Baca Juga
KPU Medan Diminta Laksanakan Pilkada Lebih Maksimal
15 Jul 2024

TULISAN ini masih merupakan lanjutan topik lalu namun belum akan menyinggung islamic social finance sebagai solusi inflasi. Bahwa benar, dalam ekonomi konvensional ternyata pertumbuhan tinggi akan digerogoti inflasi.

Ekonomi kita terus tumbuh tapi di sisi lain harga barang kebutuhan juga bergerak naik.

​Uang yang kita dapatkan betapa pun banyaknya ternyata tak mampu mengimbangi kenaikan harga. Itu pula yang menunjukkan daya beli uang yang kita miliki semakin lama kian lemah.

Pelatih PSMS, Eko Purdjianto
Baca Juga
Duel Hidup-Mati di Tegal, PSMS Incar Empat Besar
21 Feb 2026

Dulu, tahun 1970-an uang Rp100 ribu itu sudah bisa beli banyak kebutuhan. Sekarang Rp1 juta pun daya belinya masih sangat minim.

​Itu sebabnya inflasi adalah bahaya laten dalam pertumbuhan ekonomi. Tapi bukan berarti inflasi tidak diperlukan. Dalam berbagai kajian ekonomi, inflasi yang terkendali juga penting.

Artinya inflasi merupakan cerminan kenaikan daya beli. Yang jadi problem, jika inflasi tak bisa dikendalikan.

​Bagaimana kita melihat potret inflasi ini lebih detil di Sumut, misalnya?Menurut data Bank Indonesia hingga Juli 2023 tingkat inflasi mencapai 0,3 persen, sedangkan angka year on year ada diangka 2,54 persen dan jika dilihat dari bulan Januari-Juli inflasi ada diangka 0,98 persen.

​Sejauh ini angka itu masih terkendali. Kenapa? Karena secara nasional pun target inflasi adalah 3 persen plus minus 1 persen. Artinya angka inflasi harus ada diangka 2-4 persen.

Dengan target inflasi sebesar itu masih make sense jika pertumbuhan ekonomi di atasnya.

Angka inflasi harus berada dibawah angka pertumbuhan ekonomi karena tidak ada artinya jika pertumbuhan ekonomi tinggi lalu inflasi melebihi pertumbuhan itu sendiri.

Tahun ini Bank Indonesia optimis inflasi akan berada diangka 2 persen. Di Sumut, kita masih menghitung inflasi dengan mengukur di lima kota indeks harga konsumen.

Yaitu Medan, Pematang Siantar, Sibolga, Padangsidimpuan dan Gunungsitoli. Sedangkan kabupaten lain menjadi Indeks Pemantau Harga (IPH).

Sumber utama inflasi di Sumut ternyata dipengaruhi oleh komoditas. Kenaikan harga beras sedikit saja itu akan mendorong inflasi tinggi.

Sedangkan komoditas lain yang sangat berpengaruh adalah bawang. Ini merupakan salah satu pendorong inflasi yang sangat volatile.

Lalu hal lain yang sering menyebabkan inflasi tinggi adalah jalur distribusi yang sangat panjang.

Karena seringkali pasok kebutuhan yang harusnya sampai di pasar dengan harga normal tak pernah tercapai.Inipun salah satu problem utama.

Bahkan petani sebagai sumber utama penghasil pangan tak menikmati hasilnya saat harga di pasar tinggi.

Misal, cabai di pasar sudah mencapai Rp100 ribu, tapi karena panjangnya jalur distribusi ternyata di tingkat petani harga cabai bisa ditebus Rp30 ribu sampai Rp45 ribu.

Intinya penyumbang utama inflasi termasuk Sumut dan Indonesia datang dari komoditas pangan. Setiap kali terjadi inflasi tinggi jika ditelusuri lebih jauh akan mengarah kepada kebutuhan pangan.

Selain itu yang harus diwaspadai adalah import inflation. Atau mengimpor inflasi dari luar.

Kita ini masih punya ketergantungan bahan pokok dengan negara lain. Jadi ketika di sana terjadi kenaikan harga otomatis akan langsung berpengaruh ke negara pengimpor.

Hingga tahun ini berbagai lembaga keuangan dunia masih khawatir dengan ancaman inflasi terutama efek dari perang Rusia-Ukraina yang berkepanjangan dan belum tahu kapan selesai.

Jika kemudian negara-negara terkait melakukan pengetatan kebijakan pangan, kemudian stok di pasar berkurang, otomatis negara-negara yang masih ketergantungan dengan impor pangan akan menghadapi kenaikan harga. Imported inflation tetap jadi ancaman.

Upaya untuk mengendalikan inflasi sudah dilakukan dengan berbagai cara. Strategi paling utama saat ini adalah dorongan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah agar melek inflasi.

Dulu gejala inflasi tinggi hanya dikhawatirkan oleh pemerintah pusat dan otoritas moneter. Sekarang berbeda. Semua kepala daerah harus faham inflasi.

Pemerintah mengefektifkan secara maksimal tim pengendalian harga di daerah untuk memantau inflasi yang terjadi.

Itu kemudian yang disebut dengan geranakan nasional pengendalian inflasi pangan. Selain dengan mendorong kerjasama antar daerah untuk memintas jalur distribusi.

Inflasi ini layaknya tekanan darah, jika terlalu tinggi berbahaya dan jika terlalu rendah juga berbahaya.

Sehingga harus benar-benar dijaga agar harga tidak memberatkan konsumen dan masih memberikan keuntungan ke produsen.

Sering pihak yang paling diuntungkan dari inflasi yang bagian tengah (distributor/price maker) bukan petani karena panjangnya jalur distribusi.

Armin nasutionekonomi konvensionalInflasiislamic social finance
Pos Terkait
MJC Minta Polisi Dibekali APD Lengkap
Bobby Soroti Pengungsi di Sumut, Minta Regulasi Dipertegas Cegah Dampak Sosial
Lagi, 124 TKI Ilegal Pulang Dari Malaysia
Rasa Empati Dan Uang Kuliah
Dewan Dukung Penertiban Reklame Ilegal, Optimalkan Pendapatan Pajak
Kemacetan Melanda Jalan Medan Binjai KM 9,5 Akibat Adanya Proyek Galian Pipa Air

Pos Terkait

calon Walikota Medan nomor urut 2, Bobby Nasution saat melakukan kunjungan ke lokasi PIK Kota Medan.
5 tahun  lalu
Pusat Industri Kecil Sepi, Bobby Pertanyakan Program Pemko Medan kepada UMKM
Dendang melayu khas grup Lebah Begantong nan kocak kembali terdengar di Panggung Apresiasi Rumah Kolaborasi Jalan Cut Mutia
5 tahun  lalu
Panggung Apresiasi, Barometer Berkreasi di Masa Pandemi
Pengurus PASI saat memberikan keterangan pers, Selasa (11/11/2025). Foto: IST
5 bulan  lalu
Sumut Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Atletik Asia Tenggara U18 dan U20 2025
Korban tewas dalam tragedi di Stadion Kanjuruhan bertambah. Saat ini korban tewas menjadi 132 orang.
3 tahun  lalu
Korban Tewas Kanjuruhan Bertambah Menjadi 132 Orang
Terhitung sejak 23 Mei 2023, saat jemaah kali pertama masuk asrama haji, operasional penyelenggaraan ibadah haji masuk hari ke-56. Pada fase kepulangan jemaah, hingga tanggal 16 Juli 2023 pukul 24.00 WIB jemaah gelombang I yang telah tiba di Tanah Air sebanyak 83.669 orang, tergabung dalam 218 kelompok terbang (kloter).
2 tahun  lalu
Kemenag: Total Jemaah Haji Indonesia Yang Meninggal di Arab Saudi Ada 66 Orang
Pak Misnan (tengah) jemaah yang kehilangan HP, celana pendek warga india yang menemukannya
1 tahun  lalu
Kisah Pak Misnan Jamaah Haji Kehilangan Handphone dan Peran PHD

Trending

01.
3 hari  lalu
Deklinasi Bulutangkis Nasional
02.
5 hari  lalu
DPRD Medan Umumkan Pemberhentian Rajudin, Tetapkan Sri Rezeki Calon Wakil Ketua
03.
5 hari  lalu
QRESTO Diluncurkan di Medan, Pajak Restoran Langsung Masuk Kas Daerah
04.
3 hari  lalu
Bupati Deli Serdang Bangun UMKM Central, Targetkan Pelaku Usaha Naik Kelas
05.
5 hari  lalu
Mendagri Apresiasi Sumut Salurkan Hibah Rp260 Miliar untuk Aceh

Ads

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
Logo
Hangat, Mendidik, Mengungkap Fakta
© Kaldera.id. Developed by irzasolusi.com
Persiraja vs PSMS Imbang 1-1, Gol Menit Akhir Buyarkan Kemenangan Tamu
Hardiknas 2026, Bupati Deli Serdang Paparkan Kondisi dan Perbaikan Pendidikan
Hardiknas 2026, Wali Kota Medan Dorong Pendidikan Inklusif dan Merata
Rico Waas Hadiri Festival Musikalisasi Puisi, Tegaskan Peran Budaya
DPRD Medan: Pendidikan Harus Cetak Generasi Berkarakter
Home Trending Cari Bagikan Lainnya