Kaldera.id
  • BERANDA
  • BERITA TERKINI
  • Bisnis
  • BERITA VIRAL
  • SPORT
  • EDUKASI
  • JALAN-JALAN
  • OPINI
  • KABAR DAERAH
  • Advertorial
Rabu, 08 Apr 2026
Sebanyak 8 Unit Rumah Tanpa PBG di Medan Tembung Berdiri Bebas
Longsor Sembahe, Polda Sumut Kerahkan Brimob, 3 Korban Tewas
Pemko Medan Diminta Segera Reformasi Puskesmas
Tekan Kebocoran dan Maksimalkan PAD, Dewan Minta Sistem Digitalisasi Pajak Daerah Diterapkan
Komisi 2 Minta Anggaran Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Ditambah
Terkait BLT, Komisi 1 Minta Kepling 1 Kelurahan Harjosari II Dipecat
Pelayanan Kesehatan Disorot, Masyarakat Masih Banyak Berobat ke Luar Negeri
Medan Targetkan 25 Ruas Jalan Bebas Kabel Semrawut Tahun Ini
Pemprov Sumut Genjot Sertifikasi dan Tertibkan Aset
Bobby Dorong Bank Sumut Naik ke KBMI 2
Sebanyak 8 Unit Rumah Tanpa PBG di Medan Tembung Berdiri Bebas
Longsor Sembahe, Polda Sumut Kerahkan Brimob, 3 Korban Tewas
Pemko Medan Diminta Segera Reformasi Puskesmas
Tekan Kebocoran dan Maksimalkan PAD, Dewan Minta Sistem Digitalisasi Pajak Daerah Diterapkan
Komisi 2 Minta Anggaran Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Ditambah
Terkait BLT, Komisi 1 Minta Kepling 1 Kelurahan Harjosari II Dipecat
Pelayanan Kesehatan Disorot, Masyarakat Masih Banyak Berobat ke Luar Negeri
Medan Targetkan 25 Ruas Jalan Bebas Kabel Semrawut Tahun Ini
Pemprov Sumut Genjot Sertifikasi dan Tertibkan Aset
Bobby Dorong Bank Sumut Naik ke KBMI 2
Ads_Tapsel
Beranda / Medan

Lebih Dalam Melihat Fenomena Inflasi

redaksi
4 Sep 2023 08:54
Medan Opini 0 632
4 menit membaca
Armin NasutionArmin Nasution

 

Oleh Armin Nasution

Program Studi Ilmu Komunikasi (Ikom) Fakultas Ilmu Sosial Universitas Islam Negeri Sumatera Utara menjajaki kerjasama dengan Politeknik Negeri Media (Polimedia) Kreatif PSDKU Medan, khususnya di bidang desain grafis, Senin (7/5/2021).
Baca Juga
Prodi Ikom UINSU Jajaki Kerjasama dengan Polimedia Kreatif
08 Jun 2021

TULISAN ini masih merupakan lanjutan topik lalu namun belum akan menyinggung islamic social finance sebagai solusi inflasi. Bahwa benar, dalam ekonomi konvensional ternyata pertumbuhan tinggi akan digerogoti inflasi.

Ekonomi kita terus tumbuh tapi di sisi lain harga barang kebutuhan juga bergerak naik.

​Uang yang kita dapatkan betapa pun banyaknya ternyata tak mampu mengimbangi kenaikan harga. Itu pula yang menunjukkan daya beli uang yang kita miliki semakin lama kian lemah.

Walikota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas
Baca Juga
Pemko Medan Raih Opini WTP 5 Kali Berturut-turut dari BPK RI
27 Mei 2025

Dulu, tahun 1970-an uang Rp100 ribu itu sudah bisa beli banyak kebutuhan. Sekarang Rp1 juta pun daya belinya masih sangat minim.

​Itu sebabnya inflasi adalah bahaya laten dalam pertumbuhan ekonomi. Tapi bukan berarti inflasi tidak diperlukan. Dalam berbagai kajian ekonomi, inflasi yang terkendali juga penting.

Artinya inflasi merupakan cerminan kenaikan daya beli. Yang jadi problem, jika inflasi tak bisa dikendalikan.

​Bagaimana kita melihat potret inflasi ini lebih detil di Sumut, misalnya?Menurut data Bank Indonesia hingga Juli 2023 tingkat inflasi mencapai 0,3 persen, sedangkan angka year on year ada diangka 2,54 persen dan jika dilihat dari bulan Januari-Juli inflasi ada diangka 0,98 persen.

​Sejauh ini angka itu masih terkendali. Kenapa? Karena secara nasional pun target inflasi adalah 3 persen plus minus 1 persen. Artinya angka inflasi harus ada diangka 2-4 persen.

Dengan target inflasi sebesar itu masih make sense jika pertumbuhan ekonomi di atasnya.

Angka inflasi harus berada dibawah angka pertumbuhan ekonomi karena tidak ada artinya jika pertumbuhan ekonomi tinggi lalu inflasi melebihi pertumbuhan itu sendiri.

Tahun ini Bank Indonesia optimis inflasi akan berada diangka 2 persen. Di Sumut, kita masih menghitung inflasi dengan mengukur di lima kota indeks harga konsumen.

Yaitu Medan, Pematang Siantar, Sibolga, Padangsidimpuan dan Gunungsitoli. Sedangkan kabupaten lain menjadi Indeks Pemantau Harga (IPH).

Sumber utama inflasi di Sumut ternyata dipengaruhi oleh komoditas. Kenaikan harga beras sedikit saja itu akan mendorong inflasi tinggi.

Sedangkan komoditas lain yang sangat berpengaruh adalah bawang. Ini merupakan salah satu pendorong inflasi yang sangat volatile.

Lalu hal lain yang sering menyebabkan inflasi tinggi adalah jalur distribusi yang sangat panjang.

Karena seringkali pasok kebutuhan yang harusnya sampai di pasar dengan harga normal tak pernah tercapai.Inipun salah satu problem utama.

Bahkan petani sebagai sumber utama penghasil pangan tak menikmati hasilnya saat harga di pasar tinggi.

Misal, cabai di pasar sudah mencapai Rp100 ribu, tapi karena panjangnya jalur distribusi ternyata di tingkat petani harga cabai bisa ditebus Rp30 ribu sampai Rp45 ribu.

Intinya penyumbang utama inflasi termasuk Sumut dan Indonesia datang dari komoditas pangan. Setiap kali terjadi inflasi tinggi jika ditelusuri lebih jauh akan mengarah kepada kebutuhan pangan.

Selain itu yang harus diwaspadai adalah import inflation. Atau mengimpor inflasi dari luar.

Kita ini masih punya ketergantungan bahan pokok dengan negara lain. Jadi ketika di sana terjadi kenaikan harga otomatis akan langsung berpengaruh ke negara pengimpor.

Hingga tahun ini berbagai lembaga keuangan dunia masih khawatir dengan ancaman inflasi terutama efek dari perang Rusia-Ukraina yang berkepanjangan dan belum tahu kapan selesai.

Jika kemudian negara-negara terkait melakukan pengetatan kebijakan pangan, kemudian stok di pasar berkurang, otomatis negara-negara yang masih ketergantungan dengan impor pangan akan menghadapi kenaikan harga. Imported inflation tetap jadi ancaman.

Upaya untuk mengendalikan inflasi sudah dilakukan dengan berbagai cara. Strategi paling utama saat ini adalah dorongan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah agar melek inflasi.

Dulu gejala inflasi tinggi hanya dikhawatirkan oleh pemerintah pusat dan otoritas moneter. Sekarang berbeda. Semua kepala daerah harus faham inflasi.

Pemerintah mengefektifkan secara maksimal tim pengendalian harga di daerah untuk memantau inflasi yang terjadi.

Itu kemudian yang disebut dengan geranakan nasional pengendalian inflasi pangan. Selain dengan mendorong kerjasama antar daerah untuk memintas jalur distribusi.

Inflasi ini layaknya tekanan darah, jika terlalu tinggi berbahaya dan jika terlalu rendah juga berbahaya.

Sehingga harus benar-benar dijaga agar harga tidak memberatkan konsumen dan masih memberikan keuntungan ke produsen.

Sering pihak yang paling diuntungkan dari inflasi yang bagian tengah (distributor/price maker) bukan petani karena panjangnya jalur distribusi.

Armin nasutionekonomi konvensionalInflasiislamic social finance
Pos Terkait
PAD Sektor Retribusi Parkir Tepi Jalan Umum Disorot, Tak Pernah Capai Target
Bobby Minta Para Arsitek Kaji Standar Median Jalan di Medan
Pandemi Covid-19, Refleksi Tepat Untuk Kemajuan Diri
Kurangi Dampak Banjir, Akhyar Sebut Pemko Sudah Korek Sungai Babura
Tampil All Out, City Menang 4-3 Atas Madrid
Keltana Tanjung Rejo dan LPPM USU Gelar Pelatihan Mitigasi Bencana

Pos Terkait

Walikota Medan, Bobby Nasution sedang memberikan paparan kepada wartawan di Kantor Walikota Medan, Senin (31/1/2022). Foto:reza sahab
4 tahun  lalu
Kasus Covid-19 Kembali Naik, PTM Tetap Diberlakukan
Beberapa pejabat eselon II di lingkungan Pemko Medan yang dilantik di Ruang Rapat III Kantor Walikota Medan, Rabu (29/9/2021).
4 tahun  lalu
Lantik 11 Pejabat Eselon II, Bobby Ingatkan Pejabat Itu Harus Loyal, Loyal, Loyal dan Kerja
Seluruh personel Dinas Perhubungan Langkat menjalani tes urine, Selasa (21/12/2021). Langkah inipun mendapat apresiasi dari Bupati Langkat, Terbit Rencana PA.
4 tahun  lalu
Bupati Apresiasi Personel Dishub Langkat di Tes Urine
Kapten Kesebelasan Arsenal, Odegaard melakukan selebrasi usai menceka gol dari titik pinalti ke gawang Crystal Palace dalam lanjutan Liga Inggris di Selhurst Park Stadium, Selasa (22/8/2023). Arsenal menang 1-0 dalam laga tersebut. Foto:Reuters
2 tahun  lalu
Crystal Palace Dikalahkan Gol Pinalti Odegaard
Hatunggal Siregar diwakili Bambang Kencono (dua dari kanan) mengambil formulir pendaftaran Ketum KONI Sumut. Tim penjaringan akan mengumumkan hasil verifikasi pada 14 April 2025 setelah ada pengembalian formulir.
12 bulan  lalu
Suksesi Ketum KONI Sumut, Duo Siregar Ambil Formulir Pendaftaran
Pemain Arsenal merayakan kemenangan 3-1 atas Brentford
3 tahun  lalu
Menang 3-0, Arsenal Kembali ke Puncak Klasemen

Trending

01.
3 hari  lalu
Laga Hidup Mati PSMS, Wajib Menang Atas Persikad
02.
6 hari  lalu
Ini Rahasia Gus Irawan Akses Bantuan Pusat Yang Buat Presiden Sampai Menteri Bergantian Datang Ke Tapsel
03.
6 hari  lalu
Komisi II DPR RI Kunjungi Bank Sumut, Rico Waas Dorong Kinerja dan Kontribusi Daerah
04.
5 hari  lalu
Drop-off 2 Menit Tetap Bayar Rp5 Ribu di Plaza Medan Fair, Bapenda Disorot
05.
5 hari  lalu
Pemprov Sumut Buka Seleksi Komisioner Informasi 2026–2030, Pendaftaran Mulai 6 April

Ads

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
Logo
Hangat, Mendidik, Mengungkap Fakta
© Kaldera.id. Developed by irzasolusi.com
Terkait BLT, Komisi 1 Minta Kepling 1 Kelurahan Harjosari II Dipecat
Pelayanan Kesehatan Disorot, Masyarakat Masih Banyak Berobat ke Luar Negeri
Medan Targetkan 25 Ruas Jalan Bebas Kabel Semrawut Tahun Ini
Tekan Kebocoran dan Maksimalkan PAD, Dewan Minta Sistem Digitalisasi Pajak Daerah Diterapkan
Komisi 2 Minta Anggaran Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Ditambah
Home Trending Cari Bagikan Lainnya