Kaldera.id
  • BERANDA
  • BERITA TERKINI
  • Bisnis
  • BERITA VIRAL
  • SPORT
  • EDUKASI
  • JALAN-JALAN
  • OPINI
  • KABAR DAERAH
  • Advertorial
Kamis, 07 Mei 2026
Medan Jadi Pilot Project BRT, Rico Waas Siap Percepat Implementasi
Rico Waas Dorong BPS Jadi Warning System Pengendali Inflasi di Medan
Bobby Nasution Ingatkan BPJS Kesehatan Utamakan Kualitas Layanan
Pemprov Sumut Kucurkan Rp443 Miliar, Bobby Nasution Tekankan Keseimbangan Belanja Daerah
Bupati Dorong Modernisasi Pertanian Tingkatkan Produktivitas
DPRD Medan Minta Disdik Larang Pungutan Uang Perpisahan
Ketua TP PKK Langkat Sumbang Sepeda, Meriahkan Peresmian Kampung Binaan Polres
Syah Afandin Pimpin Hardiknas 2026, Tegaskan Komitmen Majukan Pendidikan Langkat
Wabup Tekankan Integritas Majelis Hakim di MTQ ke-59
Rico Waas Tekankan Optimalisasi Aset BUMD, Dorong Transparansi dan Sinergi Investasi
Medan Jadi Pilot Project BRT, Rico Waas Siap Percepat Implementasi
Rico Waas Dorong BPS Jadi Warning System Pengendali Inflasi di Medan
Bobby Nasution Ingatkan BPJS Kesehatan Utamakan Kualitas Layanan
Pemprov Sumut Kucurkan Rp443 Miliar, Bobby Nasution Tekankan Keseimbangan Belanja Daerah
Bupati Dorong Modernisasi Pertanian Tingkatkan Produktivitas
DPRD Medan Minta Disdik Larang Pungutan Uang Perpisahan
Ketua TP PKK Langkat Sumbang Sepeda, Meriahkan Peresmian Kampung Binaan Polres
Syah Afandin Pimpin Hardiknas 2026, Tegaskan Komitmen Majukan Pendidikan Langkat
Wabup Tekankan Integritas Majelis Hakim di MTQ ke-59
Rico Waas Tekankan Optimalisasi Aset BUMD, Dorong Transparansi dan Sinergi Investasi
Ads_Tapsel
Beranda / Medan

Lebih Dalam Melihat Fenomena Inflasi

redaksi
4 Sep 2023 08:54
Medan Opini 0 688
4 menit membaca
Armin NasutionArmin Nasution

 

Oleh Armin Nasution

Rudiyanto, Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Medan.
Baca Juga
PKS Masih Terbuka soal Pilkada Medan, Akhyar dan Bobby sudah Masuk
26 Feb 2020

TULISAN ini masih merupakan lanjutan topik lalu namun belum akan menyinggung islamic social finance sebagai solusi inflasi. Bahwa benar, dalam ekonomi konvensional ternyata pertumbuhan tinggi akan digerogoti inflasi.

Ekonomi kita terus tumbuh tapi di sisi lain harga barang kebutuhan juga bergerak naik.

​Uang yang kita dapatkan betapa pun banyaknya ternyata tak mampu mengimbangi kenaikan harga. Itu pula yang menunjukkan daya beli uang yang kita miliki semakin lama kian lemah.

Takut Terpapar Corona, Warga Tutup Akses ke TPA Terjun
Baca Juga
Takut Terpapar Corona, Warga Tutup Akses ke TPA Terjun
30 Mar 2020

Dulu, tahun 1970-an uang Rp100 ribu itu sudah bisa beli banyak kebutuhan. Sekarang Rp1 juta pun daya belinya masih sangat minim.

​Itu sebabnya inflasi adalah bahaya laten dalam pertumbuhan ekonomi. Tapi bukan berarti inflasi tidak diperlukan. Dalam berbagai kajian ekonomi, inflasi yang terkendali juga penting.

Artinya inflasi merupakan cerminan kenaikan daya beli. Yang jadi problem, jika inflasi tak bisa dikendalikan.

​Bagaimana kita melihat potret inflasi ini lebih detil di Sumut, misalnya?Menurut data Bank Indonesia hingga Juli 2023 tingkat inflasi mencapai 0,3 persen, sedangkan angka year on year ada diangka 2,54 persen dan jika dilihat dari bulan Januari-Juli inflasi ada diangka 0,98 persen.

​Sejauh ini angka itu masih terkendali. Kenapa? Karena secara nasional pun target inflasi adalah 3 persen plus minus 1 persen. Artinya angka inflasi harus ada diangka 2-4 persen.

Dengan target inflasi sebesar itu masih make sense jika pertumbuhan ekonomi di atasnya.

Angka inflasi harus berada dibawah angka pertumbuhan ekonomi karena tidak ada artinya jika pertumbuhan ekonomi tinggi lalu inflasi melebihi pertumbuhan itu sendiri.

Tahun ini Bank Indonesia optimis inflasi akan berada diangka 2 persen. Di Sumut, kita masih menghitung inflasi dengan mengukur di lima kota indeks harga konsumen.

Yaitu Medan, Pematang Siantar, Sibolga, Padangsidimpuan dan Gunungsitoli. Sedangkan kabupaten lain menjadi Indeks Pemantau Harga (IPH).

Sumber utama inflasi di Sumut ternyata dipengaruhi oleh komoditas. Kenaikan harga beras sedikit saja itu akan mendorong inflasi tinggi.

Sedangkan komoditas lain yang sangat berpengaruh adalah bawang. Ini merupakan salah satu pendorong inflasi yang sangat volatile.

Lalu hal lain yang sering menyebabkan inflasi tinggi adalah jalur distribusi yang sangat panjang.

Karena seringkali pasok kebutuhan yang harusnya sampai di pasar dengan harga normal tak pernah tercapai.Inipun salah satu problem utama.

Bahkan petani sebagai sumber utama penghasil pangan tak menikmati hasilnya saat harga di pasar tinggi.

Misal, cabai di pasar sudah mencapai Rp100 ribu, tapi karena panjangnya jalur distribusi ternyata di tingkat petani harga cabai bisa ditebus Rp30 ribu sampai Rp45 ribu.

Intinya penyumbang utama inflasi termasuk Sumut dan Indonesia datang dari komoditas pangan. Setiap kali terjadi inflasi tinggi jika ditelusuri lebih jauh akan mengarah kepada kebutuhan pangan.

Selain itu yang harus diwaspadai adalah import inflation. Atau mengimpor inflasi dari luar.

Kita ini masih punya ketergantungan bahan pokok dengan negara lain. Jadi ketika di sana terjadi kenaikan harga otomatis akan langsung berpengaruh ke negara pengimpor.

Hingga tahun ini berbagai lembaga keuangan dunia masih khawatir dengan ancaman inflasi terutama efek dari perang Rusia-Ukraina yang berkepanjangan dan belum tahu kapan selesai.

Jika kemudian negara-negara terkait melakukan pengetatan kebijakan pangan, kemudian stok di pasar berkurang, otomatis negara-negara yang masih ketergantungan dengan impor pangan akan menghadapi kenaikan harga. Imported inflation tetap jadi ancaman.

Upaya untuk mengendalikan inflasi sudah dilakukan dengan berbagai cara. Strategi paling utama saat ini adalah dorongan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah agar melek inflasi.

Dulu gejala inflasi tinggi hanya dikhawatirkan oleh pemerintah pusat dan otoritas moneter. Sekarang berbeda. Semua kepala daerah harus faham inflasi.

Pemerintah mengefektifkan secara maksimal tim pengendalian harga di daerah untuk memantau inflasi yang terjadi.

Itu kemudian yang disebut dengan geranakan nasional pengendalian inflasi pangan. Selain dengan mendorong kerjasama antar daerah untuk memintas jalur distribusi.

Inflasi ini layaknya tekanan darah, jika terlalu tinggi berbahaya dan jika terlalu rendah juga berbahaya.

Sehingga harus benar-benar dijaga agar harga tidak memberatkan konsumen dan masih memberikan keuntungan ke produsen.

Sering pihak yang paling diuntungkan dari inflasi yang bagian tengah (distributor/price maker) bukan petani karena panjangnya jalur distribusi.

Armin nasutionekonomi konvensionalInflasiislamic social finance
Pos Terkait
Hadiri Syukuran Anggota DPRD Sumut dari Hanura, Semoga Bermanfaat Untuk Masyarakat
INALUM dan PJT I Perkuat Upaya Konservasi Danau Toba Lewat Penanaman dan Pembibitan Modern
Salman Alfarisi: Politik Uang Rusak Kehidupan Masyarakat
Senin, Ombudsman Panggil Dirut PDAM Tirtanadi Soal Lonjakan Tagihan Air
Napoli jumpa Juventus, Lazio Lakoni Derby Roma
HUT Yayasan ke-20, SMA Unggul Del Gelar Penampilan Virtual Bertajuk “Nada untuk Cinta”

Pos Terkait

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution
6 bulan  lalu
Bobby Nasution Luncurkan PASADA, Ajak Kepala Daerah se-Sumatera Bangun Ekonomi Berbasis Data
Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif saat menghadiri persi
2 bulan  lalu
Rp7 Triliun Dana Warga Sumut Lari ke Luar Negeri, Bobby Nasution Desak RS Benahi Layanan
Kajatisu Idianto, SH, MH
3 tahun  lalu
Kajati Sumut dan Seluruh Jajaran Ikuti Evaluasi Integritas Tahun 2022 Kemenpan-RB
Pemain Real Madrid, Eder Militao berusaha dihalangi pemain Liverpool ketika melepaskan tendangan saat laga babak 16 besar Liga Champions 2022/2023 di Stadion Anfield, Rabu (22/2/2023). Dalam laga itu, Real Madrid Menang 5-2. Foto:Reuters
3 tahun  lalu
Sempat Unggul di Awal Laga, Liverpool Nyerah 2-5 di Anfield
Rico Waas bersama veteran di sela sela peringatan Hari Pahlawan, Senin (11/10/2025). Foto: dokumen Dinas Kominfo Medan
5 bulan  lalu
Semangat Pahlawan Harus Jadi Inspirasi Dalam Membangun Kota Medan
Anggota Komisi 3 DPRD Medan saat meninjau ruko yang merupakan aset Pemko Medan di Jalan Pandu Baru, Senin (20/3/2023).
3 tahun  lalu
Hasil Peninjauan Komisi 3 ke Jalan Pandu Baru, Tak Hanya Tarif Rendah, Diduga Ada Manipulasi Jumlah Unit

Trending

01.
6 hari  lalu
Deklinasi Bulutangkis Nasional
02.
5 hari  lalu
Bupati Deli Serdang Bangun UMKM Central, Targetkan Pelaku Usaha Naik Kelas
03.
3 hari  lalu
Hardiknas 2026, Bupati Deli Serdang Paparkan Kondisi dan Perbaikan Pendidikan
04.
6 hari  lalu
Gubernur Bobby Tetapkan Juknis SPMB 2026/2027, Penerimaan Siswa Wajib Transparan dan Berkeadilan
05.
3 hari  lalu
Persiraja vs PSMS Imbang 1-1, Gol Menit Akhir Buyarkan Kemenangan Tamu

Ads

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
Logo
Hangat, Mendidik, Mengungkap Fakta
© Kaldera.id. Developed by irzasolusi.com
DPRD Medan Minta Disdik Larang Pungutan Uang Perpisahan
Pemprov Sumut Kucurkan Rp443 Miliar, Bobby Nasution Tekankan Keseimbangan Belanja Daerah
Rico Waas Dorong BPS Jadi Warning System Pengendali Inflasi di Medan
Bobby Nasution Ingatkan BPJS Kesehatan Utamakan Kualitas Layanan
Bupati Dorong Modernisasi Pertanian Tingkatkan Produktivitas
Home Trending Cari Bagikan Lainnya