Kaldera.id
  • BERANDA
  • BERITA TERKINI
  • Bisnis
  • BERITA VIRAL
  • SPORT
  • EDUKASI
  • JALAN-JALAN
  • OPINI
  • KABAR DAERAH
  • Advertorial
Sabtu, 31 Jan 2026
Normalisasi Sungai Mandek 20 Tahun, Wakil Wali Kota Medan Mengadu ke DPR RI
Tanpa Maladministrasi, Pemko Medan Raih Predikat Pelayanan Publik Terbaik
Sumut Jadi Daerah Pelunasan Terbaik ONH
PSMS Medan Tekuk Bekasi City 2-1, Posisi Klasemen Bergeser
Persiapan Haji 2026 di Sumut Hampir Rampung, Jamaah Haji Siap Berangkat
41 Puskesmas di Medan Resmi Jadi BLUD, Pengelolaan Anggaran Kini Lebih Fleksibel
Simpang Titipapan Macet Parah, Pemko Medan Minta Intervensi Komisi V DPR RI
Jelang Ramadan 2026, Bobby Nasution Tegaskan Stok Pangan Sumut Surplus
Pemprov Sumut Gaspol Dongkrak Ekonomi Daerah, 36 Event Pariwisata Disiapkan
Pasien Membludak, Pemprov Sumut Kembangkan Layanan Kesehatan Regional
Normalisasi Sungai Mandek 20 Tahun, Wakil Wali Kota Medan Mengadu ke DPR RI
Tanpa Maladministrasi, Pemko Medan Raih Predikat Pelayanan Publik Terbaik
Sumut Jadi Daerah Pelunasan Terbaik ONH
PSMS Medan Tekuk Bekasi City 2-1, Posisi Klasemen Bergeser
Persiapan Haji 2026 di Sumut Hampir Rampung, Jamaah Haji Siap Berangkat
41 Puskesmas di Medan Resmi Jadi BLUD, Pengelolaan Anggaran Kini Lebih Fleksibel
Simpang Titipapan Macet Parah, Pemko Medan Minta Intervensi Komisi V DPR RI
Jelang Ramadan 2026, Bobby Nasution Tegaskan Stok Pangan Sumut Surplus
Pemprov Sumut Gaspol Dongkrak Ekonomi Daerah, 36 Event Pariwisata Disiapkan
Pasien Membludak, Pemprov Sumut Kembangkan Layanan Kesehatan Regional
Ads_Tapsel
Beranda / Medan

Lebih Dalam Melihat Fenomena Inflasi

redaksi
4 Sep 2023 08:54
Medan Opini 0 511
4 menit membaca
Armin NasutionArmin Nasution

 

Oleh Armin Nasution

Walikota Medan, Muhammad Bobby Nasution
Baca Juga
Bobby: Semangat Persatuan Harus Menjadi Kekuatan Bersama Menjalani Masa Sulit di Tengah Pandemi
01 Jul 2021

TULISAN ini masih merupakan lanjutan topik lalu namun belum akan menyinggung islamic social finance sebagai solusi inflasi. Bahwa benar, dalam ekonomi konvensional ternyata pertumbuhan tinggi akan digerogoti inflasi.

Ekonomi kita terus tumbuh tapi di sisi lain harga barang kebutuhan juga bergerak naik.

​Uang yang kita dapatkan betapa pun banyaknya ternyata tak mampu mengimbangi kenaikan harga. Itu pula yang menunjukkan daya beli uang yang kita miliki semakin lama kian lemah.

SK Gubsu No:188. 44/231/KPTS/2023 tertanggal 20 Maret 2023 tentang penetapan venue pertandingan cabang olahraga PON Sumut -Aceh. Ada 34 cabor dengan berbagai nomor perlombaan yang digelar di Sumut
Baca Juga
Pemprovsu Umumkan Venue Cabor PON, Ada olahraga SAMBO diperlombakan
21 Mar 2023

Dulu, tahun 1970-an uang Rp100 ribu itu sudah bisa beli banyak kebutuhan. Sekarang Rp1 juta pun daya belinya masih sangat minim.

​Itu sebabnya inflasi adalah bahaya laten dalam pertumbuhan ekonomi. Tapi bukan berarti inflasi tidak diperlukan. Dalam berbagai kajian ekonomi, inflasi yang terkendali juga penting.

Artinya inflasi merupakan cerminan kenaikan daya beli. Yang jadi problem, jika inflasi tak bisa dikendalikan.

​Bagaimana kita melihat potret inflasi ini lebih detil di Sumut, misalnya?Menurut data Bank Indonesia hingga Juli 2023 tingkat inflasi mencapai 0,3 persen, sedangkan angka year on year ada diangka 2,54 persen dan jika dilihat dari bulan Januari-Juli inflasi ada diangka 0,98 persen.

​Sejauh ini angka itu masih terkendali. Kenapa? Karena secara nasional pun target inflasi adalah 3 persen plus minus 1 persen. Artinya angka inflasi harus ada diangka 2-4 persen.

Dengan target inflasi sebesar itu masih make sense jika pertumbuhan ekonomi di atasnya.

Angka inflasi harus berada dibawah angka pertumbuhan ekonomi karena tidak ada artinya jika pertumbuhan ekonomi tinggi lalu inflasi melebihi pertumbuhan itu sendiri.

Tahun ini Bank Indonesia optimis inflasi akan berada diangka 2 persen. Di Sumut, kita masih menghitung inflasi dengan mengukur di lima kota indeks harga konsumen.

Yaitu Medan, Pematang Siantar, Sibolga, Padangsidimpuan dan Gunungsitoli. Sedangkan kabupaten lain menjadi Indeks Pemantau Harga (IPH).

Sumber utama inflasi di Sumut ternyata dipengaruhi oleh komoditas. Kenaikan harga beras sedikit saja itu akan mendorong inflasi tinggi.

Sedangkan komoditas lain yang sangat berpengaruh adalah bawang. Ini merupakan salah satu pendorong inflasi yang sangat volatile.

Lalu hal lain yang sering menyebabkan inflasi tinggi adalah jalur distribusi yang sangat panjang.

Karena seringkali pasok kebutuhan yang harusnya sampai di pasar dengan harga normal tak pernah tercapai.Inipun salah satu problem utama.

Bahkan petani sebagai sumber utama penghasil pangan tak menikmati hasilnya saat harga di pasar tinggi.

Misal, cabai di pasar sudah mencapai Rp100 ribu, tapi karena panjangnya jalur distribusi ternyata di tingkat petani harga cabai bisa ditebus Rp30 ribu sampai Rp45 ribu.

Intinya penyumbang utama inflasi termasuk Sumut dan Indonesia datang dari komoditas pangan. Setiap kali terjadi inflasi tinggi jika ditelusuri lebih jauh akan mengarah kepada kebutuhan pangan.

Selain itu yang harus diwaspadai adalah import inflation. Atau mengimpor inflasi dari luar.

Kita ini masih punya ketergantungan bahan pokok dengan negara lain. Jadi ketika di sana terjadi kenaikan harga otomatis akan langsung berpengaruh ke negara pengimpor.

Hingga tahun ini berbagai lembaga keuangan dunia masih khawatir dengan ancaman inflasi terutama efek dari perang Rusia-Ukraina yang berkepanjangan dan belum tahu kapan selesai.

Jika kemudian negara-negara terkait melakukan pengetatan kebijakan pangan, kemudian stok di pasar berkurang, otomatis negara-negara yang masih ketergantungan dengan impor pangan akan menghadapi kenaikan harga. Imported inflation tetap jadi ancaman.

Upaya untuk mengendalikan inflasi sudah dilakukan dengan berbagai cara. Strategi paling utama saat ini adalah dorongan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah agar melek inflasi.

Dulu gejala inflasi tinggi hanya dikhawatirkan oleh pemerintah pusat dan otoritas moneter. Sekarang berbeda. Semua kepala daerah harus faham inflasi.

Pemerintah mengefektifkan secara maksimal tim pengendalian harga di daerah untuk memantau inflasi yang terjadi.

Itu kemudian yang disebut dengan geranakan nasional pengendalian inflasi pangan. Selain dengan mendorong kerjasama antar daerah untuk memintas jalur distribusi.

Inflasi ini layaknya tekanan darah, jika terlalu tinggi berbahaya dan jika terlalu rendah juga berbahaya.

Sehingga harus benar-benar dijaga agar harga tidak memberatkan konsumen dan masih memberikan keuntungan ke produsen.

Sering pihak yang paling diuntungkan dari inflasi yang bagian tengah (distributor/price maker) bukan petani karena panjangnya jalur distribusi.

Armin nasutionekonomi konvensionalInflasiislamic social finance
Pos Terkait
Sumbang Sekali Putaran, Barisan Pengusaha Pejuang Sumut Apresiasi Kerja Keras Jona Pimpin TKD Prabowo Gibran
Keteguhan Terakhir Camat Medan Amplas, Perintah Diterima dan Siap Dilaksanakan.
Raih Rekor MURI, Jalan Jamin Ginting Terpanjang di Indonesia
Pertama Kalinya, Bupati dan Pimpinan DPRD Tinjau ‘Kepingan Surga Tersembunyi’ Gua Stalaktit di Tapsel
Setelah Serang Paru – Paru, Virus Corona Sertakan Penyakit Lain
Setelah 15 Tahun Mangkrak, Dewan Desak Pemko Medan Serius Bangun Islamic Center

Pos Terkait

Anggota DPRD Medan dari Fraksi PDI Perjuangan, Robi Barus
2 tahun  lalu
Salah Satu Anggota Bawaslu Kena OTT, Ketua Komisi 1: Buat Malu Saja
Penjabat (Pj) Bupati Langkat, M. Faisal Hasrimy, saat menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Secanggang, Selasa (11/2/2025).
11 bulan  lalu
Pj Bupati Langkat Dorong Pembangunan Berkelanjutan di Musrenbang Kecamatan Secanggang
Relawan GIS dan korban banjir di Aceh Tamiang. Foto; IST
1 bulan  lalu
Korban Banjir Aceh Tamiang Rindu Suara Azan, GIS Ajak Salah Berjamaah dan Salurkan Bantuan
Jelang Pencoblosan, Salman Ingatkan Kader PKS Jangan Lengah
5 tahun  lalu
Jelang Pencoblosan, Salman Ingatkan Kader PKS Jangan Lengah
Aksi begal (ilustrasi)
2 tahun  lalu
Begal Kembali Beraksi, Komisi I Minta Pihak Kepolisian Lebih Tingkatkan Patroli
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut untuk menjadikan Bahorok dan Tangkahan di Kabupaten Langkat sebagai destinasi wisata unggulan, selain Danau Toba.
4 bulan  lalu
Selain Danau Toba, Bobby Nasution Fokuskan Bahorok–Tangkahan Destinasi Wisata Unggulan Sumut

Trending

01.
2 hari  lalu
Demi Tiket Putaran Ketiga, PSMS Medan Wajib Menang Lawan Bekasi City
02.
2 hari  lalu
UPTD Wasnaker Wilayah IV Dorong Inalum dan Vendor Tingkatkan K3
03.
4 hari  lalu
Syafrida Rasahan Mantan Ketua Bawaslu Sumut jadi Anggota Ombudsman RI
04.
4 hari  lalu
Kadiskop dan UKM Sumut Naslindo Sirait Jadi Tersangka Korupsi Perusda Kemakmuran Mentawai
05.
4 hari  lalu
DPRD Medan Rekomendasikan Segel Bangunan Ilegal Penutup Gang Kebakaran di Titi Kuning

Ads

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
Logo
Hangat, Mendidik, Mengungkap Fakta
© Kaldera.id. Developed by irzasolusi.com
PSMS Medan Tekuk Bekasi City 2-1, Posisi Klasemen Bergeser
Simpang Titipapan Macet Parah, Pemko Medan Minta Intervensi Komisi V DPR RI
Sumut Jadi Daerah Pelunasan Terbaik ONH
Jelang Ramadan 2026, Bobby Nasution Tegaskan Stok Pangan Sumut Surplus
41 Puskesmas di Medan Resmi Jadi BLUD, Pengelolaan Anggaran Kini Lebih Fleksibel
Home Trending Cari Bagikan Lainnya