Kaldera.id
  • BERANDA
  • BERITA TERKINI
  • Bisnis
  • BERITA VIRAL
  • SPORT
  • EDUKASI
  • JALAN-JALAN
  • OPINI
  • KABAR DAERAH
  • Advertorial
Selasa, 27 Jan 2026
DPRD Medan Rekomendasikan Segel Bangunan Ilegal Penutup Gang Kebakaran di Titi Kuning
Camat Medan Maimun Dicopot Usai Pakai Uang Pemerintah untuk Judi Online
Kadiskop dan UKM Sumut Naslindo Sirait Jadi Tersangka Korupsi Perusda Kemakmuran Mentawai
Tembok City View Ilegal, DPRD Medan Desak Dibongkar
Syafrida Rasahan Mantan Ketua Bawaslu Sumut jadi Anggota Ombudsman RI
Pemprov Sumut Gaspol Corporate University, Kompetensi ASN Dikebut
Ubah Perda Pajak, Wagub Sumut Bidik Lonjakan PAD dan Layanan Publik
Wagub Sumut Ikuti Rakor Mendagri, Rehabilitasi Bencana Dikebut
Fokus Buyar Tiga Poin Melayang, PSMS Tumbang di Pakansari
Perayaan Imlek di Medan , Rico Waas Tegaskan Identitas Kota Multikultural Tak Bisa Dipisahkan
DPRD Medan Rekomendasikan Segel Bangunan Ilegal Penutup Gang Kebakaran di Titi Kuning
Camat Medan Maimun Dicopot Usai Pakai Uang Pemerintah untuk Judi Online
Kadiskop dan UKM Sumut Naslindo Sirait Jadi Tersangka Korupsi Perusda Kemakmuran Mentawai
Tembok City View Ilegal, DPRD Medan Desak Dibongkar
Syafrida Rasahan Mantan Ketua Bawaslu Sumut jadi Anggota Ombudsman RI
Pemprov Sumut Gaspol Corporate University, Kompetensi ASN Dikebut
Ubah Perda Pajak, Wagub Sumut Bidik Lonjakan PAD dan Layanan Publik
Wagub Sumut Ikuti Rakor Mendagri, Rehabilitasi Bencana Dikebut
Fokus Buyar Tiga Poin Melayang, PSMS Tumbang di Pakansari
Perayaan Imlek di Medan , Rico Waas Tegaskan Identitas Kota Multikultural Tak Bisa Dipisahkan
Ads_Tapsel
Beranda / Medan

Lebih Dalam Melihat Fenomena Inflasi

redaksi
4 Sep 2023 08:54
Medan Opini 0 504
4 menit membaca
Armin NasutionArmin Nasution

 

Oleh Armin Nasution

Pria bernama Budi Wijaya (41) ditangkap polisi karena mencuri mobil milik yayasan di Jalan Pandau Hulu, Medan.
Baca Juga
BW Ditangkap Mencuri Mobil Yayasan
01 Sep 2023

TULISAN ini masih merupakan lanjutan topik lalu namun belum akan menyinggung islamic social finance sebagai solusi inflasi. Bahwa benar, dalam ekonomi konvensional ternyata pertumbuhan tinggi akan digerogoti inflasi.

Ekonomi kita terus tumbuh tapi di sisi lain harga barang kebutuhan juga bergerak naik.

​Uang yang kita dapatkan betapa pun banyaknya ternyata tak mampu mengimbangi kenaikan harga. Itu pula yang menunjukkan daya beli uang yang kita miliki semakin lama kian lemah.

Prabowo-Gibran
Baca Juga
Gerindra Sumut Fokus Kawal Suara Prabowo-Gibran
15 Feb 2024

Dulu, tahun 1970-an uang Rp100 ribu itu sudah bisa beli banyak kebutuhan. Sekarang Rp1 juta pun daya belinya masih sangat minim.

​Itu sebabnya inflasi adalah bahaya laten dalam pertumbuhan ekonomi. Tapi bukan berarti inflasi tidak diperlukan. Dalam berbagai kajian ekonomi, inflasi yang terkendali juga penting.

Artinya inflasi merupakan cerminan kenaikan daya beli. Yang jadi problem, jika inflasi tak bisa dikendalikan.

​Bagaimana kita melihat potret inflasi ini lebih detil di Sumut, misalnya?Menurut data Bank Indonesia hingga Juli 2023 tingkat inflasi mencapai 0,3 persen, sedangkan angka year on year ada diangka 2,54 persen dan jika dilihat dari bulan Januari-Juli inflasi ada diangka 0,98 persen.

​Sejauh ini angka itu masih terkendali. Kenapa? Karena secara nasional pun target inflasi adalah 3 persen plus minus 1 persen. Artinya angka inflasi harus ada diangka 2-4 persen.

Dengan target inflasi sebesar itu masih make sense jika pertumbuhan ekonomi di atasnya.

Angka inflasi harus berada dibawah angka pertumbuhan ekonomi karena tidak ada artinya jika pertumbuhan ekonomi tinggi lalu inflasi melebihi pertumbuhan itu sendiri.

Tahun ini Bank Indonesia optimis inflasi akan berada diangka 2 persen. Di Sumut, kita masih menghitung inflasi dengan mengukur di lima kota indeks harga konsumen.

Yaitu Medan, Pematang Siantar, Sibolga, Padangsidimpuan dan Gunungsitoli. Sedangkan kabupaten lain menjadi Indeks Pemantau Harga (IPH).

Sumber utama inflasi di Sumut ternyata dipengaruhi oleh komoditas. Kenaikan harga beras sedikit saja itu akan mendorong inflasi tinggi.

Sedangkan komoditas lain yang sangat berpengaruh adalah bawang. Ini merupakan salah satu pendorong inflasi yang sangat volatile.

Lalu hal lain yang sering menyebabkan inflasi tinggi adalah jalur distribusi yang sangat panjang.

Karena seringkali pasok kebutuhan yang harusnya sampai di pasar dengan harga normal tak pernah tercapai.Inipun salah satu problem utama.

Bahkan petani sebagai sumber utama penghasil pangan tak menikmati hasilnya saat harga di pasar tinggi.

Misal, cabai di pasar sudah mencapai Rp100 ribu, tapi karena panjangnya jalur distribusi ternyata di tingkat petani harga cabai bisa ditebus Rp30 ribu sampai Rp45 ribu.

Intinya penyumbang utama inflasi termasuk Sumut dan Indonesia datang dari komoditas pangan. Setiap kali terjadi inflasi tinggi jika ditelusuri lebih jauh akan mengarah kepada kebutuhan pangan.

Selain itu yang harus diwaspadai adalah import inflation. Atau mengimpor inflasi dari luar.

Kita ini masih punya ketergantungan bahan pokok dengan negara lain. Jadi ketika di sana terjadi kenaikan harga otomatis akan langsung berpengaruh ke negara pengimpor.

Hingga tahun ini berbagai lembaga keuangan dunia masih khawatir dengan ancaman inflasi terutama efek dari perang Rusia-Ukraina yang berkepanjangan dan belum tahu kapan selesai.

Jika kemudian negara-negara terkait melakukan pengetatan kebijakan pangan, kemudian stok di pasar berkurang, otomatis negara-negara yang masih ketergantungan dengan impor pangan akan menghadapi kenaikan harga. Imported inflation tetap jadi ancaman.

Upaya untuk mengendalikan inflasi sudah dilakukan dengan berbagai cara. Strategi paling utama saat ini adalah dorongan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah agar melek inflasi.

Dulu gejala inflasi tinggi hanya dikhawatirkan oleh pemerintah pusat dan otoritas moneter. Sekarang berbeda. Semua kepala daerah harus faham inflasi.

Pemerintah mengefektifkan secara maksimal tim pengendalian harga di daerah untuk memantau inflasi yang terjadi.

Itu kemudian yang disebut dengan geranakan nasional pengendalian inflasi pangan. Selain dengan mendorong kerjasama antar daerah untuk memintas jalur distribusi.

Inflasi ini layaknya tekanan darah, jika terlalu tinggi berbahaya dan jika terlalu rendah juga berbahaya.

Sehingga harus benar-benar dijaga agar harga tidak memberatkan konsumen dan masih memberikan keuntungan ke produsen.

Sering pihak yang paling diuntungkan dari inflasi yang bagian tengah (distributor/price maker) bukan petani karena panjangnya jalur distribusi.

Armin nasutionekonomi konvensionalInflasiislamic social finance
Pos Terkait
Sebanyak 22 Unit RTLH Diperbaiki, PT SMF Berharap PemilikTidak Menjual Usai Dikerjakan
Nurhajizah Ingatkan Pendukungnya Jangan Cela Kandidat Lain
Gol Baumgartner Antarkan Austria Dampingi Belanda ke Babak Knock Out
Gus Irawan Ajak Kader Perjuangkan Nasib Petani
IKA FIB USU Gelar Kongres IV: Mengumpulkan yang Terserak
Limbah Pabrik Cemari Drainase Warga, DPRD Medan Geram dan Minta Tindakan Tegas

Pos Terkait

Kadispora Sumut Tuahta R Saragih memberikan keterangan pers soal sayembara desain maskot, logo, tagline dan lagu PON 2024.
3 tahun  lalu
PON 2024 Bakal punya 2 Maskot, Dispora Gelar Sayembara Desain Logo-Tagline-Lagu
Penyanyi campursari Didi Prasetyo alias Didi Kempot
5 tahun  lalu
Didi Kempot, The Lord of Campursari Indonesia, Berpulang
Ketua TKD Prabowo Gibran Sumut Ade Jona Prasetyo mengungkapkan, pihaknya kerap menciptakan ruang politik yang stabil dan damai dalam setiap kampanye.
1 tahun  lalu
Ciptakan Ruang Politik Stabil dan Damai, Cara Ampuh Prabowo – Gibran Gaet Suara Pemilih
Walikota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas
9 bulan  lalu
Walikota Instruksikan Segera Perbaiki Jalan Simpang KIM
Penyerang Real Betis, Iglesias siap memberi kejutan ke gawang T Courtois ketika timnya bertanding melawan Real Madrid, Sabtu (3/9/2022)
3 tahun  lalu
Real Madrid V Betis, Berebut Mahkota Pimpinan Klasemen Sementara
Bobby Nasution tes psikologi di Hotel Santika Dyandra Medan, Selasa (8/9/2020).
5 tahun  lalu
Sekretaris KNPI Sumut Nilai Bobby Layak Pimpin Medan

Trending

01.
5 hari  lalu
Jadi Kandidat Terkuat Pimpin Golkar Sumut, Begini Rekam Jejak Andar Amin Harahap
02.
5 hari  lalu
Menjaga Eksistensi Kota Medan yang Multikultural, Al Washliyah Minta Dinas Kebudayaan Dibentuk Lagi
03.
3 hari  lalu
Garudayaksa Tertekan, PSMS Medan Bakal Menambah Luka
04.
6 hari  lalu
Fraksi PSI DPRD Medan Tolak Perubahan Tatib, Soroti Anggaran Wasbang di Tengah Efisiensi
05.
4 hari  lalu
INALUM PJT I Garap Konservasi Besar-besaran di Danau Toba, 10.000 Biopori hingga 420 Ribu Pohon Ditanam

Ads

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
Logo
Hangat, Mendidik, Mengungkap Fakta
© Kaldera.id. Developed by irzasolusi.com
Syafrida Rasahan Mantan Ketua Bawaslu Sumut jadi Anggota Ombudsman RI
Kadiskop dan UKM Sumut Naslindo Sirait Jadi Tersangka Korupsi Perusda Kemakmuran Mentawai
DPRD Medan Rekomendasikan Segel Bangunan Ilegal Penutup Gang Kebakaran di Titi Kuning
Tembok City View Ilegal, DPRD Medan Desak Dibongkar
Camat Medan Maimun Dicopot Usai Pakai Uang Pemerintah untuk Judi Online
Home Trending Cari Bagikan Lainnya