Kaldera.id
  • BERANDA
  • BERITA TERKINI
  • Bisnis
  • BERITA VIRAL
  • SPORT
  • EDUKASI
  • JALAN-JALAN
  • OPINI
  • KABAR DAERAH
  • Advertorial
Minggu, 15 Mar 2026
Bank Sumut Luluskan 30 ODP, Siapkan Calon Pemimpin Baru Perbankan Daerah
Aktor Karan S Walia Kembali Berbagi Keberkahan di Ramadan
Survei LIPDem: 85 Persen Warga Puas Kinerja Bobby Nasution–Surya Pimpin Sumut
Rico Waas Ultimatum Perang Narkoba di Belawan: Tutup Sarang, Kejar Bandar hingga ke Akar
Rico Waas Lantik 4 Pejabat Tinggi Pratama, Ini Nama – namanya
Wagub Surya Lantik 264 Pejabat Fungsional Pemprov Sumut
Rico Waas Minta Revitalisasi Stadion Teladan Dikebut
Rico Waas Minta Revitalisasi Puskesmas Dipercepat
Akhir Ramadan, Bupati Langkat Syah Afandin Santuni 65 Santri Ulumul Quran di Rumah Dinas
Syah Afandin Serukan KONI Langkat Bersatu Dongkrak Prestasi Atlet, Soroti Pemulihan Pasca Banjir
Bank Sumut Luluskan 30 ODP, Siapkan Calon Pemimpin Baru Perbankan Daerah
Aktor Karan S Walia Kembali Berbagi Keberkahan di Ramadan
Survei LIPDem: 85 Persen Warga Puas Kinerja Bobby Nasution–Surya Pimpin Sumut
Rico Waas Ultimatum Perang Narkoba di Belawan: Tutup Sarang, Kejar Bandar hingga ke Akar
Rico Waas Lantik 4 Pejabat Tinggi Pratama, Ini Nama – namanya
Wagub Surya Lantik 264 Pejabat Fungsional Pemprov Sumut
Rico Waas Minta Revitalisasi Stadion Teladan Dikebut
Rico Waas Minta Revitalisasi Puskesmas Dipercepat
Akhir Ramadan, Bupati Langkat Syah Afandin Santuni 65 Santri Ulumul Quran di Rumah Dinas
Syah Afandin Serukan KONI Langkat Bersatu Dongkrak Prestasi Atlet, Soroti Pemulihan Pasca Banjir
Ads_Tapsel
Beranda / Medan

Lebih Dalam Melihat Fenomena Inflasi

redaksi
4 Sep 2023 08:54
Medan Opini 0 591
4 menit membaca
Armin NasutionArmin Nasution

 

Oleh Armin Nasution

Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution
Baca Juga
Kadis PUPR Ditangkap KPK, Bobby Nasution Sebut Sudah Berulang Kali Ingatkan Jajaran
30 Jun 2025

TULISAN ini masih merupakan lanjutan topik lalu namun belum akan menyinggung islamic social finance sebagai solusi inflasi. Bahwa benar, dalam ekonomi konvensional ternyata pertumbuhan tinggi akan digerogoti inflasi.

Ekonomi kita terus tumbuh tapi di sisi lain harga barang kebutuhan juga bergerak naik.

​Uang yang kita dapatkan betapa pun banyaknya ternyata tak mampu mengimbangi kenaikan harga. Itu pula yang menunjukkan daya beli uang yang kita miliki semakin lama kian lemah.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Utara Zumri Sulthony mengakui hingga saat ini pariwisata Sumut masih melakukan pembenahan internal untuk menyongsong 2023.
Baca Juga
Kadisbudpar Sumut: Pariwisata Kita Masih Pembenahan Internal
18 Nov 2022

Dulu, tahun 1970-an uang Rp100 ribu itu sudah bisa beli banyak kebutuhan. Sekarang Rp1 juta pun daya belinya masih sangat minim.

​Itu sebabnya inflasi adalah bahaya laten dalam pertumbuhan ekonomi. Tapi bukan berarti inflasi tidak diperlukan. Dalam berbagai kajian ekonomi, inflasi yang terkendali juga penting.

Artinya inflasi merupakan cerminan kenaikan daya beli. Yang jadi problem, jika inflasi tak bisa dikendalikan.

​Bagaimana kita melihat potret inflasi ini lebih detil di Sumut, misalnya?Menurut data Bank Indonesia hingga Juli 2023 tingkat inflasi mencapai 0,3 persen, sedangkan angka year on year ada diangka 2,54 persen dan jika dilihat dari bulan Januari-Juli inflasi ada diangka 0,98 persen.

​Sejauh ini angka itu masih terkendali. Kenapa? Karena secara nasional pun target inflasi adalah 3 persen plus minus 1 persen. Artinya angka inflasi harus ada diangka 2-4 persen.

Dengan target inflasi sebesar itu masih make sense jika pertumbuhan ekonomi di atasnya.

Angka inflasi harus berada dibawah angka pertumbuhan ekonomi karena tidak ada artinya jika pertumbuhan ekonomi tinggi lalu inflasi melebihi pertumbuhan itu sendiri.

Tahun ini Bank Indonesia optimis inflasi akan berada diangka 2 persen. Di Sumut, kita masih menghitung inflasi dengan mengukur di lima kota indeks harga konsumen.

Yaitu Medan, Pematang Siantar, Sibolga, Padangsidimpuan dan Gunungsitoli. Sedangkan kabupaten lain menjadi Indeks Pemantau Harga (IPH).

Sumber utama inflasi di Sumut ternyata dipengaruhi oleh komoditas. Kenaikan harga beras sedikit saja itu akan mendorong inflasi tinggi.

Sedangkan komoditas lain yang sangat berpengaruh adalah bawang. Ini merupakan salah satu pendorong inflasi yang sangat volatile.

Lalu hal lain yang sering menyebabkan inflasi tinggi adalah jalur distribusi yang sangat panjang.

Karena seringkali pasok kebutuhan yang harusnya sampai di pasar dengan harga normal tak pernah tercapai.Inipun salah satu problem utama.

Bahkan petani sebagai sumber utama penghasil pangan tak menikmati hasilnya saat harga di pasar tinggi.

Misal, cabai di pasar sudah mencapai Rp100 ribu, tapi karena panjangnya jalur distribusi ternyata di tingkat petani harga cabai bisa ditebus Rp30 ribu sampai Rp45 ribu.

Intinya penyumbang utama inflasi termasuk Sumut dan Indonesia datang dari komoditas pangan. Setiap kali terjadi inflasi tinggi jika ditelusuri lebih jauh akan mengarah kepada kebutuhan pangan.

Selain itu yang harus diwaspadai adalah import inflation. Atau mengimpor inflasi dari luar.

Kita ini masih punya ketergantungan bahan pokok dengan negara lain. Jadi ketika di sana terjadi kenaikan harga otomatis akan langsung berpengaruh ke negara pengimpor.

Hingga tahun ini berbagai lembaga keuangan dunia masih khawatir dengan ancaman inflasi terutama efek dari perang Rusia-Ukraina yang berkepanjangan dan belum tahu kapan selesai.

Jika kemudian negara-negara terkait melakukan pengetatan kebijakan pangan, kemudian stok di pasar berkurang, otomatis negara-negara yang masih ketergantungan dengan impor pangan akan menghadapi kenaikan harga. Imported inflation tetap jadi ancaman.

Upaya untuk mengendalikan inflasi sudah dilakukan dengan berbagai cara. Strategi paling utama saat ini adalah dorongan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah agar melek inflasi.

Dulu gejala inflasi tinggi hanya dikhawatirkan oleh pemerintah pusat dan otoritas moneter. Sekarang berbeda. Semua kepala daerah harus faham inflasi.

Pemerintah mengefektifkan secara maksimal tim pengendalian harga di daerah untuk memantau inflasi yang terjadi.

Itu kemudian yang disebut dengan geranakan nasional pengendalian inflasi pangan. Selain dengan mendorong kerjasama antar daerah untuk memintas jalur distribusi.

Inflasi ini layaknya tekanan darah, jika terlalu tinggi berbahaya dan jika terlalu rendah juga berbahaya.

Sehingga harus benar-benar dijaga agar harga tidak memberatkan konsumen dan masih memberikan keuntungan ke produsen.

Sering pihak yang paling diuntungkan dari inflasi yang bagian tengah (distributor/price maker) bukan petani karena panjangnya jalur distribusi.

Armin nasutionekonomi konvensionalInflasiislamic social finance
Pos Terkait
Gol Tunggal Gabriel Cukup Membuat Publik Stamford Bridge Tertunduk Lesu
Panen Jagung 20 ton, Napi Sumbang Pemasukan Negara
Perda Olahraga Dibuat, Jangan Ada Lagi Atlet Medan Pindah ke Daerah Lain
Bentrok Antar Suporter PSMS Medan, Satu Motor Dibakar di Jalan Sisingamangaraja
Walikota Diminta Segera Isi Pejabat Eselon II di Dinas PMPTSP
Sempat Ditunda, Oppo Find X2 Diluncurkan Maret

Pos Terkait

Pemerintah Kabupaten Langkat bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI menggelar Rapat Koordinasi Pemantauan dan Evaluasi Monitoring, Controlling, Surveillance for Prevention (MCSP) Tahun 2025. Kegiatan berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting dari Langkat Command Center (LCC) Kantor Bupati Langkat, Rabu (3/9/2025).
6 bulan  lalu
Syah Afandin Tegaskan Komitmen Antikorupsi di Rakor MCSP 2025
Pemerintah Kota Medan melakukan penyegelan terhadap PT Anugerah Prima Indonesia (API), yang berada di Kawasan Industri Medan (KIM) I, Kelurahan Mabar Kecamatan Medan Deli.
4 tahun  lalu
Warga Keluhkan Bau Busuk Pabrik, Pemko Medan Segel PT API di Mabar
Sepekan belakangan Kota Medan terus diguyur hujan berturut-turut. Bahkan, beberapa kecamatan terendam banjir belum lama ini.
2 tahun  lalu
BMKG Ungkap Gangguan Sirkulasi Angin Penyebab Hujan Rutin Terjadi di Wilayah Medan
Bahan Baku Hand Sanitizer Mahal, Tiap Masjid Hanya Dapat 200ml
5 tahun  lalu
Bahan Baku Hand Sanitizer Mahal, Tiap Masjid Hanya Dapat 200ml
Pengurus DPW Tani Merdeka Indonesia Sumut periode 2024 - 2029 dikukuhkan di Aula Wong Solo, Jalan Adisucipto, Medan, Sabtu (10/8/2024).
1 tahun  lalu
Don Muzakir: Tani Merdeka Harus Jadi Mata dan Telinga Petani di Desa
Zulham Efendi
3 bulan  lalu
Fraksi PKS Setujui R-APBD Medan 2026 Disertai Kritik Keras

Trending

01.
6 hari  lalu
HMJ Pendidikan Geografi Lakukan Restorasi Mangrove Dan Sosialisasi Pengolahan Produk Lokal Di Desa Salahaji
02.
6 hari  lalu
HMJ Pendidikan Geografi Lanjutkan Sosialisasi Kebencanaan dan Edukasi di Desa Salahaji
03.
6 hari  lalu
Rico Waas Puji Sikap Objektif Al-Washliyah di Musda XXII, Dinilai Konsisten Kawal Pembangunan Medan
04.
6 hari  lalu
Dr. Abdul Hafiz Kembali Pimpin Al Washliyah Medan Sampai 2031
05.
2 hari  lalu
Gaji Guru PPPK Paruh Waktu di Sumut Naik Jadi Rp2,16 Juta, THR Cair Jumat

Ads

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
Logo
Hangat, Mendidik, Mengungkap Fakta
© Kaldera.id. Developed by irzasolusi.com
Wagub Surya Lantik 264 Pejabat Fungsional Pemprov Sumut
Rico Waas Minta Revitalisasi Stadion Teladan Dikebut
Rico Waas Lantik 4 Pejabat Tinggi Pratama, Ini Nama – namanya
Rico Waas Ultimatum Perang Narkoba di Belawan: Tutup Sarang, Kejar Bandar hingga ke Akar
Survei LIPDem: 85 Persen Warga Puas Kinerja Bobby Nasution–Surya Pimpin Sumut
Home Trending Cari Bagikan Lainnya