Kaldera.id
  • BERANDA
  • BERITA TERKINI
  • Bisnis
  • BERITA VIRAL
  • SPORT
  • EDUKASI
  • JALAN-JALAN
  • OPINI
  • KABAR DAERAH
  • Advertorial
Sabtu, 07 Feb 2026
Cegah Kebocoran PAD, Pemko Binjai Siapkan Satgas Parkir
Bobby Nasution Bongkar Masalah Tata Kota di Sumut, Pariwisata Terancam Jika Tak Dibenahi
Jelang Ramadan, Bobby Nasution Ingatkan Daerah: Jangan Sampai Stok Pangan Bocor
INACRAFT 2026 Dibuka, Kahiyang Ayu Angkat Wastra Sumut ke Panggung Nasional
Isu Mundurnya Pimpinan RSUD Pirngadi, Pemko Medan Diminta Bergerak Cepat
Plt Dirut Baru RSUD Pirngadi Bergerak Cepat, Targetkan Layanan Lebih Cepat dan Ramah
Wagub Sumut Dorong Lari Trail Jadi Mesin Prestasi Atlet dan Pariwisata Daerah
Bobby Nasution Tekankan Adaptasi dan Hilirisasi untuk Masa Depan Generasi Muda
Sinergi Pemda Solid, Mendagri Apresiasi Penanganan Bencana Sumut
Pemko Medan Bergerak Cepat, Sampah Sungai Deli Dikeruk Total
Cegah Kebocoran PAD, Pemko Binjai Siapkan Satgas Parkir
Bobby Nasution Bongkar Masalah Tata Kota di Sumut, Pariwisata Terancam Jika Tak Dibenahi
Jelang Ramadan, Bobby Nasution Ingatkan Daerah: Jangan Sampai Stok Pangan Bocor
INACRAFT 2026 Dibuka, Kahiyang Ayu Angkat Wastra Sumut ke Panggung Nasional
Isu Mundurnya Pimpinan RSUD Pirngadi, Pemko Medan Diminta Bergerak Cepat
Plt Dirut Baru RSUD Pirngadi Bergerak Cepat, Targetkan Layanan Lebih Cepat dan Ramah
Wagub Sumut Dorong Lari Trail Jadi Mesin Prestasi Atlet dan Pariwisata Daerah
Bobby Nasution Tekankan Adaptasi dan Hilirisasi untuk Masa Depan Generasi Muda
Sinergi Pemda Solid, Mendagri Apresiasi Penanganan Bencana Sumut
Pemko Medan Bergerak Cepat, Sampah Sungai Deli Dikeruk Total
Ads_Tapsel
Beranda / Medan

Lebih Dalam Melihat Fenomena Inflasi

redaksi
4 Sep 2023 08:54
Medan Opini 0 517
4 menit membaca
Armin NasutionArmin Nasution

 

Oleh Armin Nasution

Rapat Komisi II DPRD Medan dengan Kadis Kesehatan dan Manajemen RSUD Pirngadi
Baca Juga
Kadis Kesehatan Kota Medan Diminta Lebih Berani Menindak Tegas Tenaga Medis Indispliner
14 Sep 2022

TULISAN ini masih merupakan lanjutan topik lalu namun belum akan menyinggung islamic social finance sebagai solusi inflasi. Bahwa benar, dalam ekonomi konvensional ternyata pertumbuhan tinggi akan digerogoti inflasi.

Ekonomi kita terus tumbuh tapi di sisi lain harga barang kebutuhan juga bergerak naik.

​Uang yang kita dapatkan betapa pun banyaknya ternyata tak mampu mengimbangi kenaikan harga. Itu pula yang menunjukkan daya beli uang yang kita miliki semakin lama kian lemah.

Menag RI Yaqut Cholil Qoumas saat membuka rakor PTKN BLU via zoom
Baca Juga
Menag Apresiasi Rakor PTKN BLU di Medan: Kelola Anggaran Berbasis Kinerja
29 Mar 2021

Dulu, tahun 1970-an uang Rp100 ribu itu sudah bisa beli banyak kebutuhan. Sekarang Rp1 juta pun daya belinya masih sangat minim.

​Itu sebabnya inflasi adalah bahaya laten dalam pertumbuhan ekonomi. Tapi bukan berarti inflasi tidak diperlukan. Dalam berbagai kajian ekonomi, inflasi yang terkendali juga penting.

Artinya inflasi merupakan cerminan kenaikan daya beli. Yang jadi problem, jika inflasi tak bisa dikendalikan.

​Bagaimana kita melihat potret inflasi ini lebih detil di Sumut, misalnya?Menurut data Bank Indonesia hingga Juli 2023 tingkat inflasi mencapai 0,3 persen, sedangkan angka year on year ada diangka 2,54 persen dan jika dilihat dari bulan Januari-Juli inflasi ada diangka 0,98 persen.

​Sejauh ini angka itu masih terkendali. Kenapa? Karena secara nasional pun target inflasi adalah 3 persen plus minus 1 persen. Artinya angka inflasi harus ada diangka 2-4 persen.

Dengan target inflasi sebesar itu masih make sense jika pertumbuhan ekonomi di atasnya.

Angka inflasi harus berada dibawah angka pertumbuhan ekonomi karena tidak ada artinya jika pertumbuhan ekonomi tinggi lalu inflasi melebihi pertumbuhan itu sendiri.

Tahun ini Bank Indonesia optimis inflasi akan berada diangka 2 persen. Di Sumut, kita masih menghitung inflasi dengan mengukur di lima kota indeks harga konsumen.

Yaitu Medan, Pematang Siantar, Sibolga, Padangsidimpuan dan Gunungsitoli. Sedangkan kabupaten lain menjadi Indeks Pemantau Harga (IPH).

Sumber utama inflasi di Sumut ternyata dipengaruhi oleh komoditas. Kenaikan harga beras sedikit saja itu akan mendorong inflasi tinggi.

Sedangkan komoditas lain yang sangat berpengaruh adalah bawang. Ini merupakan salah satu pendorong inflasi yang sangat volatile.

Lalu hal lain yang sering menyebabkan inflasi tinggi adalah jalur distribusi yang sangat panjang.

Karena seringkali pasok kebutuhan yang harusnya sampai di pasar dengan harga normal tak pernah tercapai.Inipun salah satu problem utama.

Bahkan petani sebagai sumber utama penghasil pangan tak menikmati hasilnya saat harga di pasar tinggi.

Misal, cabai di pasar sudah mencapai Rp100 ribu, tapi karena panjangnya jalur distribusi ternyata di tingkat petani harga cabai bisa ditebus Rp30 ribu sampai Rp45 ribu.

Intinya penyumbang utama inflasi termasuk Sumut dan Indonesia datang dari komoditas pangan. Setiap kali terjadi inflasi tinggi jika ditelusuri lebih jauh akan mengarah kepada kebutuhan pangan.

Selain itu yang harus diwaspadai adalah import inflation. Atau mengimpor inflasi dari luar.

Kita ini masih punya ketergantungan bahan pokok dengan negara lain. Jadi ketika di sana terjadi kenaikan harga otomatis akan langsung berpengaruh ke negara pengimpor.

Hingga tahun ini berbagai lembaga keuangan dunia masih khawatir dengan ancaman inflasi terutama efek dari perang Rusia-Ukraina yang berkepanjangan dan belum tahu kapan selesai.

Jika kemudian negara-negara terkait melakukan pengetatan kebijakan pangan, kemudian stok di pasar berkurang, otomatis negara-negara yang masih ketergantungan dengan impor pangan akan menghadapi kenaikan harga. Imported inflation tetap jadi ancaman.

Upaya untuk mengendalikan inflasi sudah dilakukan dengan berbagai cara. Strategi paling utama saat ini adalah dorongan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah agar melek inflasi.

Dulu gejala inflasi tinggi hanya dikhawatirkan oleh pemerintah pusat dan otoritas moneter. Sekarang berbeda. Semua kepala daerah harus faham inflasi.

Pemerintah mengefektifkan secara maksimal tim pengendalian harga di daerah untuk memantau inflasi yang terjadi.

Itu kemudian yang disebut dengan geranakan nasional pengendalian inflasi pangan. Selain dengan mendorong kerjasama antar daerah untuk memintas jalur distribusi.

Inflasi ini layaknya tekanan darah, jika terlalu tinggi berbahaya dan jika terlalu rendah juga berbahaya.

Sehingga harus benar-benar dijaga agar harga tidak memberatkan konsumen dan masih memberikan keuntungan ke produsen.

Sering pihak yang paling diuntungkan dari inflasi yang bagian tengah (distributor/price maker) bukan petani karena panjangnya jalur distribusi.

Armin nasutionekonomi konvensionalInflasiislamic social finance
Pos Terkait
Penuhi Kebutuhan Kaum Dhuafa, Bupati Asahan Salurkan 1.000 Karung Beras
Bobby Nasution Puji Fasilitas Autogate dan PMI Lounge Bandara Kualanamu
Ustadz Amin Dibegal Saat Hendak ke Masjid, Dewan Minta Pelaku Segera Ditangkap
Liverpool Telungkup Dibikin Mantan, Klopp Banyak Cakap
DPRD Medan Apresiasi Pergeseran Anggaran untuk Benahi Kawasan Medan Utara
Pembangunan Pengganti Pasar Aksara Terkendala Gambar Bangunan dan Dokumen UKL/UPL

Pos Terkait

Ilustrari mahasiswa dan pendidikan tinggi.(ist)
1 tahun  lalu
Magang ke Jerman bukan Bagian MBKM, Kemendikbud Minta Kampus Hati-hati
(Ki-Ka) Ibnu Jamil, Aktor, Presenter dan Aktivis Olahraga, bersama dengan Maritza Sharikha Arfah dan Dwiba Juliandrea Zahratusyta, yang merupakan anggota Girls Basketball Academy Depok, serta Albertus Wiroyo, Chief Executive Officer, Sun Life Indonesia, pada saat acara pembukaan Sun Life Hoops+Health 3x3 Basketball Challenge.
8 bulan  lalu
Kampanyekan Gaya Hidup Aktif, Sun Life Indonesia Gelar 3X3 Basketball Challenge
Gubernur Sumut Bobby Afif Nasution saat memantau wilayah yang terkena banjir dan longsor di Tapanuli Tengah melalui udara. Foto : Dinas Kominfo Sumut
2 bulan  lalu
Pemprov Sumut Tegaskan Penyaluran Bantuan Melalui Udara Sesuai SOP
5 tahun  lalu
RS USU Terima 3.200 Reagensia dari Kemendikbud
Pemain Tunggal Putra India, Kiran
2 tahun  lalu
Ganda Campuran Malaysia Berjaya di GOR Pancing, Tunggal India Juga
Anggota Komisi A DPRD Sumut, Abdul Rahim Siregar
4 tahun  lalu
Satgas Covid-19 Jangan Tebang Pilih Tertibkan Kerumunan

Trending

01.
3 hari  lalu
Sekretaris Smeck Kritik Walikota Medan, Nilai Rico Waas Tak Peduli PSMS
02.
6 hari  lalu
PSMS Medan Tekuk Bekasi City 2-1, Posisi Klasemen Bergeser
03.
6 hari  lalu
Persiapan Haji 2026 di Sumut Hampir Rampung, Jamaah Haji Siap Berangkat
04.
2 hari  lalu
Bobby Nasution Instruksikan Dirut Baru Bikin Bank Sumut Lebih Progresif
05.
4 hari  lalu
Aklamasi, Andar Amin Pimpin Golkar Sumut 5 Tahun ke Depan

Ads

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
Logo
Hangat, Mendidik, Mengungkap Fakta
© Kaldera.id. Developed by irzasolusi.com
Plt Dirut Baru RSUD Pirngadi Bergerak Cepat, Targetkan Layanan Lebih Cepat dan Ramah
Jelang Ramadan, Bobby Nasution Ingatkan Daerah: Jangan Sampai Stok Pangan Bocor
Cegah Kebocoran PAD, Pemko Binjai Siapkan Satgas Parkir
Sinergi Pemda Solid, Mendagri Apresiasi Penanganan Bencana Sumut
Bobby Nasution Tekankan Adaptasi dan Hilirisasi untuk Masa Depan Generasi Muda
Home Trending Cari Bagikan Lainnya