Kaldera.id
  • BERANDA
  • BERITA TERKINI
  • Bisnis
  • BERITA VIRAL
  • SPORT
  • EDUKASI
  • JALAN-JALAN
  • OPINI
  • KABAR DAERAH
  • Advertorial
Rabu, 25 Mar 2026
Tiang Kabel Semrawut Rusak Wajah Kota, Dewan Desak Pemko Medan Bertindak Tegas
Sholat Id di Langkat, Bupati Ingatkan Intropeksi Diri
Rico Waas Hadiri Open House Gubernur Sumut, Perkuat Kolaborasi
Salat Id di Lapangan Merdeka, Rico Waas Ajak Warga Perkuat Persatuan
Open House Gubernur Diserbu Ribuan Warga
Takbir Bergema di Medan, Ribuan Warga Padati Pawai Mobil Hias
Pawai Obor dan Mobil Hias Meriahkan Malam Takbiran di Sergai
Kapolri dan Wagub Sumut Tinjau Kesiapan Mudik Lebaran di Medan
Bobby Nasution Salat Idulfitri Bersama Ribuan Warga di Sergai
Kapolri Kerahkan 72 Ribu Personel Amankan Malam Takbiran dan Salat Idul Fitri
Tiang Kabel Semrawut Rusak Wajah Kota, Dewan Desak Pemko Medan Bertindak Tegas
Sholat Id di Langkat, Bupati Ingatkan Intropeksi Diri
Rico Waas Hadiri Open House Gubernur Sumut, Perkuat Kolaborasi
Salat Id di Lapangan Merdeka, Rico Waas Ajak Warga Perkuat Persatuan
Open House Gubernur Diserbu Ribuan Warga
Takbir Bergema di Medan, Ribuan Warga Padati Pawai Mobil Hias
Pawai Obor dan Mobil Hias Meriahkan Malam Takbiran di Sergai
Kapolri dan Wagub Sumut Tinjau Kesiapan Mudik Lebaran di Medan
Bobby Nasution Salat Idulfitri Bersama Ribuan Warga di Sergai
Kapolri Kerahkan 72 Ribu Personel Amankan Malam Takbiran dan Salat Idul Fitri
Ads_Tapsel
Beranda / Medan

Lebih Dalam Melihat Fenomena Inflasi

redaksi
4 Sep 2023 08:54
Medan Opini 0 610
4 menit membaca
Armin NasutionArmin Nasution

 

Oleh Armin Nasution

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas
Baca Juga
Antisipasi Terjadinya Tindak Kriminalitas, Walikota Medan Galakkan Zero Lampu Padam
24 Mei 2025

TULISAN ini masih merupakan lanjutan topik lalu namun belum akan menyinggung islamic social finance sebagai solusi inflasi. Bahwa benar, dalam ekonomi konvensional ternyata pertumbuhan tinggi akan digerogoti inflasi.

Ekonomi kita terus tumbuh tapi di sisi lain harga barang kebutuhan juga bergerak naik.

​Uang yang kita dapatkan betapa pun banyaknya ternyata tak mampu mengimbangi kenaikan harga. Itu pula yang menunjukkan daya beli uang yang kita miliki semakin lama kian lemah.

Puluhan karyawan PD Pasar Kota Medan kembali mendatangi Bank Mandiri Jalan Pulau Penang, Selasa sore (25/2/2020).
Baca Juga
Karyawan PD Pasar Dirikan Tenda, Bank Mandiri Minta Jaminan Walikota
25 Feb 2020

Dulu, tahun 1970-an uang Rp100 ribu itu sudah bisa beli banyak kebutuhan. Sekarang Rp1 juta pun daya belinya masih sangat minim.

​Itu sebabnya inflasi adalah bahaya laten dalam pertumbuhan ekonomi. Tapi bukan berarti inflasi tidak diperlukan. Dalam berbagai kajian ekonomi, inflasi yang terkendali juga penting.

Artinya inflasi merupakan cerminan kenaikan daya beli. Yang jadi problem, jika inflasi tak bisa dikendalikan.

​Bagaimana kita melihat potret inflasi ini lebih detil di Sumut, misalnya?Menurut data Bank Indonesia hingga Juli 2023 tingkat inflasi mencapai 0,3 persen, sedangkan angka year on year ada diangka 2,54 persen dan jika dilihat dari bulan Januari-Juli inflasi ada diangka 0,98 persen.

​Sejauh ini angka itu masih terkendali. Kenapa? Karena secara nasional pun target inflasi adalah 3 persen plus minus 1 persen. Artinya angka inflasi harus ada diangka 2-4 persen.

Dengan target inflasi sebesar itu masih make sense jika pertumbuhan ekonomi di atasnya.

Angka inflasi harus berada dibawah angka pertumbuhan ekonomi karena tidak ada artinya jika pertumbuhan ekonomi tinggi lalu inflasi melebihi pertumbuhan itu sendiri.

Tahun ini Bank Indonesia optimis inflasi akan berada diangka 2 persen. Di Sumut, kita masih menghitung inflasi dengan mengukur di lima kota indeks harga konsumen.

Yaitu Medan, Pematang Siantar, Sibolga, Padangsidimpuan dan Gunungsitoli. Sedangkan kabupaten lain menjadi Indeks Pemantau Harga (IPH).

Sumber utama inflasi di Sumut ternyata dipengaruhi oleh komoditas. Kenaikan harga beras sedikit saja itu akan mendorong inflasi tinggi.

Sedangkan komoditas lain yang sangat berpengaruh adalah bawang. Ini merupakan salah satu pendorong inflasi yang sangat volatile.

Lalu hal lain yang sering menyebabkan inflasi tinggi adalah jalur distribusi yang sangat panjang.

Karena seringkali pasok kebutuhan yang harusnya sampai di pasar dengan harga normal tak pernah tercapai.Inipun salah satu problem utama.

Bahkan petani sebagai sumber utama penghasil pangan tak menikmati hasilnya saat harga di pasar tinggi.

Misal, cabai di pasar sudah mencapai Rp100 ribu, tapi karena panjangnya jalur distribusi ternyata di tingkat petani harga cabai bisa ditebus Rp30 ribu sampai Rp45 ribu.

Intinya penyumbang utama inflasi termasuk Sumut dan Indonesia datang dari komoditas pangan. Setiap kali terjadi inflasi tinggi jika ditelusuri lebih jauh akan mengarah kepada kebutuhan pangan.

Selain itu yang harus diwaspadai adalah import inflation. Atau mengimpor inflasi dari luar.

Kita ini masih punya ketergantungan bahan pokok dengan negara lain. Jadi ketika di sana terjadi kenaikan harga otomatis akan langsung berpengaruh ke negara pengimpor.

Hingga tahun ini berbagai lembaga keuangan dunia masih khawatir dengan ancaman inflasi terutama efek dari perang Rusia-Ukraina yang berkepanjangan dan belum tahu kapan selesai.

Jika kemudian negara-negara terkait melakukan pengetatan kebijakan pangan, kemudian stok di pasar berkurang, otomatis negara-negara yang masih ketergantungan dengan impor pangan akan menghadapi kenaikan harga. Imported inflation tetap jadi ancaman.

Upaya untuk mengendalikan inflasi sudah dilakukan dengan berbagai cara. Strategi paling utama saat ini adalah dorongan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah agar melek inflasi.

Dulu gejala inflasi tinggi hanya dikhawatirkan oleh pemerintah pusat dan otoritas moneter. Sekarang berbeda. Semua kepala daerah harus faham inflasi.

Pemerintah mengefektifkan secara maksimal tim pengendalian harga di daerah untuk memantau inflasi yang terjadi.

Itu kemudian yang disebut dengan geranakan nasional pengendalian inflasi pangan. Selain dengan mendorong kerjasama antar daerah untuk memintas jalur distribusi.

Inflasi ini layaknya tekanan darah, jika terlalu tinggi berbahaya dan jika terlalu rendah juga berbahaya.

Sehingga harus benar-benar dijaga agar harga tidak memberatkan konsumen dan masih memberikan keuntungan ke produsen.

Sering pihak yang paling diuntungkan dari inflasi yang bagian tengah (distributor/price maker) bukan petani karena panjangnya jalur distribusi.

Armin nasutionekonomi konvensionalInflasiislamic social finance
Pos Terkait
Pemkab Langkat Siap Realisasikan Pokir DPRD 2026
Huntap Korban Banjir Langkat Dapat Lahan 4,6 Hektare
INALUM dan Puskesmas Sei Suka Sosialisasikan PHBS di Kuala Tanjung
Berantas Narkoba, Pemkab Langkat Komit dan Siap Bersinergi Dengan Poldasu
Gus Irawan Apresiasi APBN 2025 Punya Semangat Keberlanjutan
Realisasi PBB Baru Tercapai Rp304 Miliar Lebih, Renward Sebut Secara Persentase Belum Maksimal

Pos Terkait

Sidang Paripurna DPRD Medan
2 tahun  lalu
Sempat Tertunda Hampir Satu Jam Lebih, Paripurna DPRD Medan Dilaksanakan Setelah Kuorum
Italia memastikan diri menjadi juara Grup A dan maju ke fase berikutnya Euro 2020 dengan raihan sempurna, 9 poin
4 tahun  lalu
Swiss Berharap Keajaiban
Sidang perkara kasus suap Walikota Medan Non Aktif T Dzulmi Eldin
5 tahun  lalu
Motif Protokoler Minta Uang ke Kadis-kadis Dicurigai, Samsul Disebut Bangun Rumah
Fabio Borini.
6 tahun  lalu
Eks Liverpool Paksa Juventus Telan Kekalahan Ketiga Musim Ini
T Roby Chairi
11 bulan  lalu
Pemko Medan Gelar Samsat Keliling dan Pojok PBB, Permudah Warga Bayar Pajak
Walikota Medan, Bobby Nasution serahkan SK kepada Kepala BPKAD Kota Medan, Zulkarnain
4 tahun  lalu
Bobby Lantik 50 Pejabat, Zulkarnain Jadi Kepala BPKAD Medan

Trending

01.
6 hari  lalu
Transisi Energi Berkelanjutan dalam Perspektif Islam: Prinsip Adil dan Sedekah Energi
02.
6 hari  lalu
Saipul Bahri Dukung Fokus Pembangunan Medan Utara, Soroti Ketimpangan
03.
6 hari  lalu
Bobby Nasution Bagi THR, Pekerja Informal di Medan Tersenyum
04.
6 hari  lalu
Harukan Hati, GIS Medan Ajak 50 Anak Yatim Belanja Baju Lebaran di Mal
05.
3 hari  lalu
Bobby Nasution Salat Idulfitri Bersama Ribuan Warga di Sergai

Ads

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
Logo
Hangat, Mendidik, Mengungkap Fakta
© Kaldera.id. Developed by irzasolusi.com
Tiang Kabel Semrawut Rusak Wajah Kota, Dewan Desak Pemko Medan Bertindak Tegas
Home Trending Cari Bagikan Lainnya