Kaldera.id
  • BERANDA
  • BERITA TERKINI
  • Bisnis
  • BERITA VIRAL
  • SPORT
  • EDUKASI
  • JALAN-JALAN
  • OPINI
  • KABAR DAERAH
  • Advertorial
Rabu, 08 Apr 2026
Komisi 2 Minta Anggaran Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Ditambah
Terkait BLT, Komisi 1 Minta Kepling 1 Kelurahan Harjosari II Dipecat
Pelayanan Kesehatan Disorot, Masyarakat Masih Banyak Berobat ke Luar Negeri
Medan Targetkan 25 Ruas Jalan Bebas Kabel Semrawut Tahun Ini
Pemprov Sumut Genjot Sertifikasi dan Tertibkan Aset
Bobby Dorong Bank Sumut Naik ke KBMI 2
Pemkab Langkat – TNI Bersinergi, Jembatan Gantung Kuala Dibangun
Bupati Langkat Buka Dialog MUI, Tekankan Persatuan
DPRD Medan Desak Perwal Kesehatan Segera Terbit
Dituduh Mencuri, Pria Tikam Saudara Kandung hingga Tewas
Komisi 2 Minta Anggaran Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Ditambah
Terkait BLT, Komisi 1 Minta Kepling 1 Kelurahan Harjosari II Dipecat
Pelayanan Kesehatan Disorot, Masyarakat Masih Banyak Berobat ke Luar Negeri
Medan Targetkan 25 Ruas Jalan Bebas Kabel Semrawut Tahun Ini
Pemprov Sumut Genjot Sertifikasi dan Tertibkan Aset
Bobby Dorong Bank Sumut Naik ke KBMI 2
Pemkab Langkat – TNI Bersinergi, Jembatan Gantung Kuala Dibangun
Bupati Langkat Buka Dialog MUI, Tekankan Persatuan
DPRD Medan Desak Perwal Kesehatan Segera Terbit
Dituduh Mencuri, Pria Tikam Saudara Kandung hingga Tewas
Ads_Tapsel
Beranda / Medan

Lebih Dalam Melihat Fenomena Inflasi

redaksi
4 Sep 2023 08:54
Medan Opini 0 629
4 menit membaca
Armin NasutionArmin Nasution

 

Oleh Armin Nasution

Gus Irawan Pasaribu
Baca Juga
Gus Irawan: Komisi XI Setujui Pagu Indikatif Kemenkeu
14 Jun 2023

TULISAN ini masih merupakan lanjutan topik lalu namun belum akan menyinggung islamic social finance sebagai solusi inflasi. Bahwa benar, dalam ekonomi konvensional ternyata pertumbuhan tinggi akan digerogoti inflasi.

Ekonomi kita terus tumbuh tapi di sisi lain harga barang kebutuhan juga bergerak naik.

​Uang yang kita dapatkan betapa pun banyaknya ternyata tak mampu mengimbangi kenaikan harga. Itu pula yang menunjukkan daya beli uang yang kita miliki semakin lama kian lemah.

Pulau Panjang, Pulau Lipan, Pulau Mangkir Gadang, dan Pulau Mangkir Ketek sudah ditetapkan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bukan pada masa Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution.
Baca Juga
Status Empat Pulau Sudah Ditetapkan Kemendagri Sejak 2022
13 Jun 2025

Dulu, tahun 1970-an uang Rp100 ribu itu sudah bisa beli banyak kebutuhan. Sekarang Rp1 juta pun daya belinya masih sangat minim.

​Itu sebabnya inflasi adalah bahaya laten dalam pertumbuhan ekonomi. Tapi bukan berarti inflasi tidak diperlukan. Dalam berbagai kajian ekonomi, inflasi yang terkendali juga penting.

Artinya inflasi merupakan cerminan kenaikan daya beli. Yang jadi problem, jika inflasi tak bisa dikendalikan.

​Bagaimana kita melihat potret inflasi ini lebih detil di Sumut, misalnya?Menurut data Bank Indonesia hingga Juli 2023 tingkat inflasi mencapai 0,3 persen, sedangkan angka year on year ada diangka 2,54 persen dan jika dilihat dari bulan Januari-Juli inflasi ada diangka 0,98 persen.

​Sejauh ini angka itu masih terkendali. Kenapa? Karena secara nasional pun target inflasi adalah 3 persen plus minus 1 persen. Artinya angka inflasi harus ada diangka 2-4 persen.

Dengan target inflasi sebesar itu masih make sense jika pertumbuhan ekonomi di atasnya.

Angka inflasi harus berada dibawah angka pertumbuhan ekonomi karena tidak ada artinya jika pertumbuhan ekonomi tinggi lalu inflasi melebihi pertumbuhan itu sendiri.

Tahun ini Bank Indonesia optimis inflasi akan berada diangka 2 persen. Di Sumut, kita masih menghitung inflasi dengan mengukur di lima kota indeks harga konsumen.

Yaitu Medan, Pematang Siantar, Sibolga, Padangsidimpuan dan Gunungsitoli. Sedangkan kabupaten lain menjadi Indeks Pemantau Harga (IPH).

Sumber utama inflasi di Sumut ternyata dipengaruhi oleh komoditas. Kenaikan harga beras sedikit saja itu akan mendorong inflasi tinggi.

Sedangkan komoditas lain yang sangat berpengaruh adalah bawang. Ini merupakan salah satu pendorong inflasi yang sangat volatile.

Lalu hal lain yang sering menyebabkan inflasi tinggi adalah jalur distribusi yang sangat panjang.

Karena seringkali pasok kebutuhan yang harusnya sampai di pasar dengan harga normal tak pernah tercapai.Inipun salah satu problem utama.

Bahkan petani sebagai sumber utama penghasil pangan tak menikmati hasilnya saat harga di pasar tinggi.

Misal, cabai di pasar sudah mencapai Rp100 ribu, tapi karena panjangnya jalur distribusi ternyata di tingkat petani harga cabai bisa ditebus Rp30 ribu sampai Rp45 ribu.

Intinya penyumbang utama inflasi termasuk Sumut dan Indonesia datang dari komoditas pangan. Setiap kali terjadi inflasi tinggi jika ditelusuri lebih jauh akan mengarah kepada kebutuhan pangan.

Selain itu yang harus diwaspadai adalah import inflation. Atau mengimpor inflasi dari luar.

Kita ini masih punya ketergantungan bahan pokok dengan negara lain. Jadi ketika di sana terjadi kenaikan harga otomatis akan langsung berpengaruh ke negara pengimpor.

Hingga tahun ini berbagai lembaga keuangan dunia masih khawatir dengan ancaman inflasi terutama efek dari perang Rusia-Ukraina yang berkepanjangan dan belum tahu kapan selesai.

Jika kemudian negara-negara terkait melakukan pengetatan kebijakan pangan, kemudian stok di pasar berkurang, otomatis negara-negara yang masih ketergantungan dengan impor pangan akan menghadapi kenaikan harga. Imported inflation tetap jadi ancaman.

Upaya untuk mengendalikan inflasi sudah dilakukan dengan berbagai cara. Strategi paling utama saat ini adalah dorongan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah agar melek inflasi.

Dulu gejala inflasi tinggi hanya dikhawatirkan oleh pemerintah pusat dan otoritas moneter. Sekarang berbeda. Semua kepala daerah harus faham inflasi.

Pemerintah mengefektifkan secara maksimal tim pengendalian harga di daerah untuk memantau inflasi yang terjadi.

Itu kemudian yang disebut dengan geranakan nasional pengendalian inflasi pangan. Selain dengan mendorong kerjasama antar daerah untuk memintas jalur distribusi.

Inflasi ini layaknya tekanan darah, jika terlalu tinggi berbahaya dan jika terlalu rendah juga berbahaya.

Sehingga harus benar-benar dijaga agar harga tidak memberatkan konsumen dan masih memberikan keuntungan ke produsen.

Sering pihak yang paling diuntungkan dari inflasi yang bagian tengah (distributor/price maker) bukan petani karena panjangnya jalur distribusi.

Armin nasutionekonomi konvensionalInflasiislamic social finance
Pos Terkait
Bermain 10 0rang, PSMS Tahan Imbang Sada Sumut
Wamendagri Tegaskan Perlunya Sinkronisasi Daerah dan Pusat Demi Pembangunan Nasional
Madina Masuk Level 4, Gubsu: Ada Salah Input Data
Medan Siaga Darurat Virus Corona
Gerindra Belum Putuskan Jagoan di Pilkada Medan
Ramadhan Cinta Yatim KSB Berlangsung Hikmat

Pos Terkait

Selama pelaksanaan Operasi Patuh Toba 2025 yang berlangsung sejak 14 hingga 20 Juli 2025, Direktorat Lalu Lintas Polda Sumatera Utara berhasil menindak 12.222 pelanggaran lalu lintas.
8 bulan  lalu
Sebanyak 12 Ribu Lebih Pelanggaran Terjaring Operasi Patuh Toba, Polda Sumut Fokuskan Edukasi Keselamatan
Mohd Daud Mohd Arief, CEO Malaysia Healthcare Travel Council (MHTC) di Medan, Senin (19/9/2022) malam saat mempresentasikan rencana expo Malaysia Healthcare yang diikuti 24 rumah sakit top dari Malaysia.
3 tahun  lalu
Jumlah Pasien Turun Drastis Saat Pandemi, 24 Rumah Sakit Top Malaysia Akan Expo Di Medan
Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) H. Gus Irawan Pasaribu
10 bulan  lalu
Bupati Tapsel Lantik 21 Kepala Sekolah, Tegaskan Pentingnya Digitalisasi dan Rotasi Jabatan
5 tahun  lalu
Kementerian Perdagangan Intruksikan Panen Petani Langkat Disimpan di Gudang Tersedia
3 tahun  lalu
Kader Verifikasi Dukungan Calon Muscab Serentak Partai Demokrat Sumut
Gubernur Sumut Bobby Afif Nasution saat meninjau Tes Kemampuan Akademik (TKA) di SMA Negeri 1 Medan, Selasa (4/11/2025). Foto: Dokumen Dinas Kominfo Sumut
5 bulan  lalu
Pelaksanaan TKA di Sumut Lancar

Trending

01.
6 hari  lalu
Bobby Nasution Desak Proyek Stadion Teladan 3 Shift, Target Rampung Mei 2026
02.
6 hari  lalu
Lebaran 2026, 360 Ribu Wisatawan Serbu Destinasi di Sumut
03.
3 hari  lalu
Laga Hidup Mati PSMS, Wajib Menang Atas Persikad
04.
6 hari  lalu
Komisi II DPR RI Kunjungi Bank Sumut, Rico Waas Dorong Kinerja dan Kontribusi Daerah
05.
5 hari  lalu
Ini Rahasia Gus Irawan Akses Bantuan Pusat Yang Buat Presiden Sampai Menteri Bergantian Datang Ke Tapsel

Ads

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
Logo
Hangat, Mendidik, Mengungkap Fakta
© Kaldera.id. Developed by irzasolusi.com
Pemprov Sumut Genjot Sertifikasi dan Tertibkan Aset
Medan Targetkan 25 Ruas Jalan Bebas Kabel Semrawut Tahun Ini
Pelayanan Kesehatan Disorot, Masyarakat Masih Banyak Berobat ke Luar Negeri
Terkait BLT, Komisi 1 Minta Kepling 1 Kelurahan Harjosari II Dipecat
Komisi 2 Minta Anggaran Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Ditambah
Home Trending Cari Bagikan Lainnya