Kaldera.id
  • BERANDA
  • BERITA TERKINI
  • Bisnis
  • BERITA VIRAL
  • SPORT
  • EDUKASI
  • JALAN-JALAN
  • OPINI
  • KABAR DAERAH
  • Advertorial
Sabtu, 21 Mar 2026
Bobby Nasution Bagikan 2.500 Bingkisan Presiden di Malam Idulfitri
Gubernur Bobby Salurkan 10 Ekor Sapi untuk Korban Bencana di Tapsel dan Tapteng Jelang Lebaran
Terharu! GIS Medan Santuni Guru Ngaji Jelang Lebaran
Hilal Belum Terlihat, Ramadan Digenapkan 30 Hari
INALUM Berangkatkan 140 Pemudik Gratis, Suasana Haru Warnai Pelepasan
Harukan Hati, GIS Medan Ajak 50 Anak Yatim Belanja Baju Lebaran di Mal
400 Anak Yatim Belanja Baju Lebaran, Rico Waas: Semua Harus Bahagia
Bobby Nasution Ingatkan Pers, Bebas Boleh, Tapi Harus Sesuai Fakta
Saipul Bahri Dukung Fokus Pembangunan Medan Utara, Soroti Ketimpangan
Bobby Nasution Bagi THR, Pekerja Informal di Medan Tersenyum
Bobby Nasution Bagikan 2.500 Bingkisan Presiden di Malam Idulfitri
Gubernur Bobby Salurkan 10 Ekor Sapi untuk Korban Bencana di Tapsel dan Tapteng Jelang Lebaran
Terharu! GIS Medan Santuni Guru Ngaji Jelang Lebaran
Hilal Belum Terlihat, Ramadan Digenapkan 30 Hari
INALUM Berangkatkan 140 Pemudik Gratis, Suasana Haru Warnai Pelepasan
Harukan Hati, GIS Medan Ajak 50 Anak Yatim Belanja Baju Lebaran di Mal
400 Anak Yatim Belanja Baju Lebaran, Rico Waas: Semua Harus Bahagia
Bobby Nasution Ingatkan Pers, Bebas Boleh, Tapi Harus Sesuai Fakta
Saipul Bahri Dukung Fokus Pembangunan Medan Utara, Soroti Ketimpangan
Bobby Nasution Bagi THR, Pekerja Informal di Medan Tersenyum
Ads_Tapsel
Beranda / Medan

Lebih Dalam Melihat Fenomena Inflasi

redaksi
4 Sep 2023 08:54
Medan Opini 0 602
4 menit membaca
Armin NasutionArmin Nasution

 

Oleh Armin Nasution

Penyerang Timnas Prancis, K Mbappe berpeluang menjadi top skor Piala Dunia 2022 . Pemain yang merumput di PSG ini telah mencetak lima gol
Baca Juga
Perburuan Status Top Skor Piala Dunia 2022 Semakin Ketat, Messi dan Mbappe Paling Berpeluang
17 Des 2022

TULISAN ini masih merupakan lanjutan topik lalu namun belum akan menyinggung islamic social finance sebagai solusi inflasi. Bahwa benar, dalam ekonomi konvensional ternyata pertumbuhan tinggi akan digerogoti inflasi.

Ekonomi kita terus tumbuh tapi di sisi lain harga barang kebutuhan juga bergerak naik.

​Uang yang kita dapatkan betapa pun banyaknya ternyata tak mampu mengimbangi kenaikan harga. Itu pula yang menunjukkan daya beli uang yang kita miliki semakin lama kian lemah.

Gunung Sinabung Kembali Erupsi Malam Ini, Kolom Abu 4 Km Diatas Puncak
Baca Juga
Gunung Sinabung Kembali Erupsi Malam Ini, Kolom Abu 4 Km Diatas Puncak
19 Agu 2020

Dulu, tahun 1970-an uang Rp100 ribu itu sudah bisa beli banyak kebutuhan. Sekarang Rp1 juta pun daya belinya masih sangat minim.

​Itu sebabnya inflasi adalah bahaya laten dalam pertumbuhan ekonomi. Tapi bukan berarti inflasi tidak diperlukan. Dalam berbagai kajian ekonomi, inflasi yang terkendali juga penting.

Artinya inflasi merupakan cerminan kenaikan daya beli. Yang jadi problem, jika inflasi tak bisa dikendalikan.

​Bagaimana kita melihat potret inflasi ini lebih detil di Sumut, misalnya?Menurut data Bank Indonesia hingga Juli 2023 tingkat inflasi mencapai 0,3 persen, sedangkan angka year on year ada diangka 2,54 persen dan jika dilihat dari bulan Januari-Juli inflasi ada diangka 0,98 persen.

​Sejauh ini angka itu masih terkendali. Kenapa? Karena secara nasional pun target inflasi adalah 3 persen plus minus 1 persen. Artinya angka inflasi harus ada diangka 2-4 persen.

Dengan target inflasi sebesar itu masih make sense jika pertumbuhan ekonomi di atasnya.

Angka inflasi harus berada dibawah angka pertumbuhan ekonomi karena tidak ada artinya jika pertumbuhan ekonomi tinggi lalu inflasi melebihi pertumbuhan itu sendiri.

Tahun ini Bank Indonesia optimis inflasi akan berada diangka 2 persen. Di Sumut, kita masih menghitung inflasi dengan mengukur di lima kota indeks harga konsumen.

Yaitu Medan, Pematang Siantar, Sibolga, Padangsidimpuan dan Gunungsitoli. Sedangkan kabupaten lain menjadi Indeks Pemantau Harga (IPH).

Sumber utama inflasi di Sumut ternyata dipengaruhi oleh komoditas. Kenaikan harga beras sedikit saja itu akan mendorong inflasi tinggi.

Sedangkan komoditas lain yang sangat berpengaruh adalah bawang. Ini merupakan salah satu pendorong inflasi yang sangat volatile.

Lalu hal lain yang sering menyebabkan inflasi tinggi adalah jalur distribusi yang sangat panjang.

Karena seringkali pasok kebutuhan yang harusnya sampai di pasar dengan harga normal tak pernah tercapai.Inipun salah satu problem utama.

Bahkan petani sebagai sumber utama penghasil pangan tak menikmati hasilnya saat harga di pasar tinggi.

Misal, cabai di pasar sudah mencapai Rp100 ribu, tapi karena panjangnya jalur distribusi ternyata di tingkat petani harga cabai bisa ditebus Rp30 ribu sampai Rp45 ribu.

Intinya penyumbang utama inflasi termasuk Sumut dan Indonesia datang dari komoditas pangan. Setiap kali terjadi inflasi tinggi jika ditelusuri lebih jauh akan mengarah kepada kebutuhan pangan.

Selain itu yang harus diwaspadai adalah import inflation. Atau mengimpor inflasi dari luar.

Kita ini masih punya ketergantungan bahan pokok dengan negara lain. Jadi ketika di sana terjadi kenaikan harga otomatis akan langsung berpengaruh ke negara pengimpor.

Hingga tahun ini berbagai lembaga keuangan dunia masih khawatir dengan ancaman inflasi terutama efek dari perang Rusia-Ukraina yang berkepanjangan dan belum tahu kapan selesai.

Jika kemudian negara-negara terkait melakukan pengetatan kebijakan pangan, kemudian stok di pasar berkurang, otomatis negara-negara yang masih ketergantungan dengan impor pangan akan menghadapi kenaikan harga. Imported inflation tetap jadi ancaman.

Upaya untuk mengendalikan inflasi sudah dilakukan dengan berbagai cara. Strategi paling utama saat ini adalah dorongan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah agar melek inflasi.

Dulu gejala inflasi tinggi hanya dikhawatirkan oleh pemerintah pusat dan otoritas moneter. Sekarang berbeda. Semua kepala daerah harus faham inflasi.

Pemerintah mengefektifkan secara maksimal tim pengendalian harga di daerah untuk memantau inflasi yang terjadi.

Itu kemudian yang disebut dengan geranakan nasional pengendalian inflasi pangan. Selain dengan mendorong kerjasama antar daerah untuk memintas jalur distribusi.

Inflasi ini layaknya tekanan darah, jika terlalu tinggi berbahaya dan jika terlalu rendah juga berbahaya.

Sehingga harus benar-benar dijaga agar harga tidak memberatkan konsumen dan masih memberikan keuntungan ke produsen.

Sering pihak yang paling diuntungkan dari inflasi yang bagian tengah (distributor/price maker) bukan petani karena panjangnya jalur distribusi.

Armin nasutionekonomi konvensionalInflasiislamic social finance
Pos Terkait
Kadis Sosial Sergai, Calon Kabiro Kesra Provsu Terjaring OTT
Kemenag Siapkan Skenario Pelaksanaan Ibadah Haji
Begal Kembali Beraksi, Komisi I Minta Pihak Kepolisian Lebih Tingkatkan Patroli
UPTD Wasnaker Wilayah IV Dorong Inalum dan Vendor Tingkatkan K3
Jumlah Wisudawan USU Masih Tentatif
AHY: Demokrat Rumah Bagi Masyarakat Indonesia

Pos Terkait

Walikota Medan, Bobby Afif Nasution
4 tahun  lalu
Ubah Pencitraan Kota Medan, 8 Koridor Jalan Akan Ditata Ulang
Bupati Langkat Syah Afandin saat bertemu Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia di Kantor Kementerian ESDM, kemarin. Foto: Dinas Kominfo Langkat
5 bulan  lalu
Bupati Langkat Dorong Legalitas Sumur Minyak Rakyat untuk Ketahanan Energi Nasional
Jumlah pengangguran menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) memang mengalami penurunan. Angka pengangguran terbuka periode 2020-2022 ini paling tinggi di wilayah Jawa barat.
3 tahun  lalu
Data BPS: Sumut Masuk 10 Besar Daerah dengan Pengangguran Terbuka Tertinggi
Justin Bieber
2 tahun  lalu
Ragukan Manfaat Puasa Bagi Kesehatan Tubuh, Justin Bieber Disorot Publik
Anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD Medan, Dedy Aksyari Nasution dampingi pengurus Dewan Harian Daerah (DHD) 45 Sumut mengajukan nama Pahlawan Nasional, Mr Teuku Muhammad Hasan dan Mr Sutan Muhammad Amin Nasution dijadikan nama jalan di Kota Medan.
4 tahun  lalu
Mr Teuku Muhammad Hasan Diusulkan Jadi Nama Jalan di Medan
Gus Irawan Pasaribu
4 tahun  lalu
Komisi XI Desak Dirjen Anggaran Optimalkan Penerimaan Negara Bukan Pajak

Trending

01.
6 hari  lalu
Survei LIPDem: 85 Persen Warga Puas Kinerja Bobby Nasution–Surya Pimpin Sumut
02.
4 hari  lalu
Gubernur Sumut Lepas 6.500 Pemudik Gratis dari Medan, Target Tekan Kendaraan Pribadi dan Risiko Kecelakaan
03.
3 hari  lalu
IDCA Medan Berbagi Sembako Saat Ramadan, Dorong Pembinaan Drum Corps dan Soliditas Pegiat
04.
2 hari  lalu
Transisi Energi Berkelanjutan dalam Perspektif Islam: Prinsip Adil dan Sedekah Energi
05.
6 hari  lalu
Bank Sumut Luluskan 30 ODP, Siapkan Calon Pemimpin Baru Perbankan Daerah

Ads

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
Logo
Hangat, Mendidik, Mengungkap Fakta
© Kaldera.id. Developed by irzasolusi.com
Bobby Nasution Bagikan 2.500 Bingkisan Presiden di Malam Idulfitri
Home Trending Cari Bagikan Lainnya