Kaldera.id
  • BERANDA
  • BERITA TERKINI
  • Bisnis
  • BERITA VIRAL
  • SPORT
  • EDUKASI
  • JALAN-JALAN
  • OPINI
  • KABAR DAERAH
  • Advertorial
Senin, 23 Mar 2026
Rico Waas Hadiri Open House Gubernur Sumut, Perkuat Kolaborasi
Salat Id di Lapangan Merdeka, Rico Waas Ajak Warga Perkuat Persatuan
Open House Gubernur Diserbu Ribuan Warga
Takbir Bergema di Medan, Ribuan Warga Padati Pawai Mobil Hias
Pawai Obor dan Mobil Hias Meriahkan Malam Takbiran di Sergai
Kapolri dan Wagub Sumut Tinjau Kesiapan Mudik Lebaran di Medan
Bobby Nasution Salat Idulfitri Bersama Ribuan Warga di Sergai
Kapolri Kerahkan 72 Ribu Personel Amankan Malam Takbiran dan Salat Idul Fitri
Bobby Nasution Bagikan 2.500 Bingkisan Presiden di Malam Idulfitri
Gubernur Bobby Salurkan 10 Ekor Sapi untuk Korban Bencana di Tapsel dan Tapteng Jelang Lebaran
Rico Waas Hadiri Open House Gubernur Sumut, Perkuat Kolaborasi
Salat Id di Lapangan Merdeka, Rico Waas Ajak Warga Perkuat Persatuan
Open House Gubernur Diserbu Ribuan Warga
Takbir Bergema di Medan, Ribuan Warga Padati Pawai Mobil Hias
Pawai Obor dan Mobil Hias Meriahkan Malam Takbiran di Sergai
Kapolri dan Wagub Sumut Tinjau Kesiapan Mudik Lebaran di Medan
Bobby Nasution Salat Idulfitri Bersama Ribuan Warga di Sergai
Kapolri Kerahkan 72 Ribu Personel Amankan Malam Takbiran dan Salat Idul Fitri
Bobby Nasution Bagikan 2.500 Bingkisan Presiden di Malam Idulfitri
Gubernur Bobby Salurkan 10 Ekor Sapi untuk Korban Bencana di Tapsel dan Tapteng Jelang Lebaran
Ads_Tapsel
Beranda / Medan

Lebih Dalam Melihat Fenomena Inflasi

redaksi
4 Sep 2023 08:54
Medan Opini 0 606
4 menit membaca
Armin NasutionArmin Nasution

 

Oleh Armin Nasution

Bupati Tapanuli Selatan, H. Gus Irawan Pasaribu
Baca Juga
Bupati Tapsel Buka MTQ Ke-57
02 Mei 2025

TULISAN ini masih merupakan lanjutan topik lalu namun belum akan menyinggung islamic social finance sebagai solusi inflasi. Bahwa benar, dalam ekonomi konvensional ternyata pertumbuhan tinggi akan digerogoti inflasi.

Ekonomi kita terus tumbuh tapi di sisi lain harga barang kebutuhan juga bergerak naik.

​Uang yang kita dapatkan betapa pun banyaknya ternyata tak mampu mengimbangi kenaikan harga. Itu pula yang menunjukkan daya beli uang yang kita miliki semakin lama kian lemah.

Personel Poldasu berhasil mengungkap pengiriman narkotika jenis sabu seberat 1.928 gram dari Sumatera Utara ke Sulawesi melalui Bandara Kualanamu.
Baca Juga
Personel Poldasu Gagalkan Pengiriman Sabu ke Sulawesi Melalui Bandara KNIA
01 Mei 2024

Dulu, tahun 1970-an uang Rp100 ribu itu sudah bisa beli banyak kebutuhan. Sekarang Rp1 juta pun daya belinya masih sangat minim.

​Itu sebabnya inflasi adalah bahaya laten dalam pertumbuhan ekonomi. Tapi bukan berarti inflasi tidak diperlukan. Dalam berbagai kajian ekonomi, inflasi yang terkendali juga penting.

Artinya inflasi merupakan cerminan kenaikan daya beli. Yang jadi problem, jika inflasi tak bisa dikendalikan.

​Bagaimana kita melihat potret inflasi ini lebih detil di Sumut, misalnya?Menurut data Bank Indonesia hingga Juli 2023 tingkat inflasi mencapai 0,3 persen, sedangkan angka year on year ada diangka 2,54 persen dan jika dilihat dari bulan Januari-Juli inflasi ada diangka 0,98 persen.

​Sejauh ini angka itu masih terkendali. Kenapa? Karena secara nasional pun target inflasi adalah 3 persen plus minus 1 persen. Artinya angka inflasi harus ada diangka 2-4 persen.

Dengan target inflasi sebesar itu masih make sense jika pertumbuhan ekonomi di atasnya.

Angka inflasi harus berada dibawah angka pertumbuhan ekonomi karena tidak ada artinya jika pertumbuhan ekonomi tinggi lalu inflasi melebihi pertumbuhan itu sendiri.

Tahun ini Bank Indonesia optimis inflasi akan berada diangka 2 persen. Di Sumut, kita masih menghitung inflasi dengan mengukur di lima kota indeks harga konsumen.

Yaitu Medan, Pematang Siantar, Sibolga, Padangsidimpuan dan Gunungsitoli. Sedangkan kabupaten lain menjadi Indeks Pemantau Harga (IPH).

Sumber utama inflasi di Sumut ternyata dipengaruhi oleh komoditas. Kenaikan harga beras sedikit saja itu akan mendorong inflasi tinggi.

Sedangkan komoditas lain yang sangat berpengaruh adalah bawang. Ini merupakan salah satu pendorong inflasi yang sangat volatile.

Lalu hal lain yang sering menyebabkan inflasi tinggi adalah jalur distribusi yang sangat panjang.

Karena seringkali pasok kebutuhan yang harusnya sampai di pasar dengan harga normal tak pernah tercapai.Inipun salah satu problem utama.

Bahkan petani sebagai sumber utama penghasil pangan tak menikmati hasilnya saat harga di pasar tinggi.

Misal, cabai di pasar sudah mencapai Rp100 ribu, tapi karena panjangnya jalur distribusi ternyata di tingkat petani harga cabai bisa ditebus Rp30 ribu sampai Rp45 ribu.

Intinya penyumbang utama inflasi termasuk Sumut dan Indonesia datang dari komoditas pangan. Setiap kali terjadi inflasi tinggi jika ditelusuri lebih jauh akan mengarah kepada kebutuhan pangan.

Selain itu yang harus diwaspadai adalah import inflation. Atau mengimpor inflasi dari luar.

Kita ini masih punya ketergantungan bahan pokok dengan negara lain. Jadi ketika di sana terjadi kenaikan harga otomatis akan langsung berpengaruh ke negara pengimpor.

Hingga tahun ini berbagai lembaga keuangan dunia masih khawatir dengan ancaman inflasi terutama efek dari perang Rusia-Ukraina yang berkepanjangan dan belum tahu kapan selesai.

Jika kemudian negara-negara terkait melakukan pengetatan kebijakan pangan, kemudian stok di pasar berkurang, otomatis negara-negara yang masih ketergantungan dengan impor pangan akan menghadapi kenaikan harga. Imported inflation tetap jadi ancaman.

Upaya untuk mengendalikan inflasi sudah dilakukan dengan berbagai cara. Strategi paling utama saat ini adalah dorongan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah agar melek inflasi.

Dulu gejala inflasi tinggi hanya dikhawatirkan oleh pemerintah pusat dan otoritas moneter. Sekarang berbeda. Semua kepala daerah harus faham inflasi.

Pemerintah mengefektifkan secara maksimal tim pengendalian harga di daerah untuk memantau inflasi yang terjadi.

Itu kemudian yang disebut dengan geranakan nasional pengendalian inflasi pangan. Selain dengan mendorong kerjasama antar daerah untuk memintas jalur distribusi.

Inflasi ini layaknya tekanan darah, jika terlalu tinggi berbahaya dan jika terlalu rendah juga berbahaya.

Sehingga harus benar-benar dijaga agar harga tidak memberatkan konsumen dan masih memberikan keuntungan ke produsen.

Sering pihak yang paling diuntungkan dari inflasi yang bagian tengah (distributor/price maker) bukan petani karena panjangnya jalur distribusi.

Armin nasutionekonomi konvensionalInflasiislamic social finance
Pos Terkait
Jelang HUT Ke-48, KNPI Gotongroyong Bersama Warga Maimoon dan Mahasiswa UIN Sumut
Sempat Tertunda Hampir Satu Jam Lebih, Paripurna DPRD Medan Dilaksanakan Setelah Kuorum
Diduga Regulator Gas Bocor, Dua Kios Terbakar
Produksi dan Penjualan Meningkat, INALUM Siap Perkuat Hilirasi Alumunium Nasional
Sumut dapat Jatah 40 Ribu Vaksin Covid-19, Besok Sampai di Kualanamu
Bank BSI Bayar Zakat Melalui Baznas Capai Rp173,07 M

Pos Terkait

Juergen Klopp menilai Liverpool beruntung 'cuma' kebobolan empat gol melawan Manchester City. Menurut Klopp, City bisa saja menang lebih telak.
2 tahun  lalu
Klopp: Untung City Sedang Tidak Rakus Gol
Ketua DPRD Medan, Hasyim
3 tahun  lalu
Ketua DPRD Minta OPD Terkait Transparan Dalam Pendataan Guru Non ASN
Walikota Medan, Bobby Afif Nasution meninjau Gedung SMP Negeri 20 Medan yang terletak di Jalan Kapten Rahmad Buddin, Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan, Kamis (15/8/2024).
1 tahun  lalu
Gedung SMPN 20 Medan Terbakar, Kegiatan Belajar Mengajar Tetap Normal
Syaikh Ali Hasan Ahmad ad-Dary
3 tahun  lalu
Mengenal Tuan Hasan, Ulama Mandailing yang jadi Nama UIN Padangsidimpun
Rapat Evaluasi Triwulan IV antara Komisi 4 DPRD Medan dengan Dinas Perkimcikataru Kota Medan, Senin (5/1/2026). Foto; IST
2 bulan  lalu
Komisi 4 Emosi, Pemko Medan Anggarkan Pelebaran Jalan untuk Kepentingan Warga Citraland
5 tahun  lalu
Diawasi UNESCO, Ini Pesan Hidayati Mengawal Geopark Kaldera Toba

Trending

01.
6 hari  lalu
Gubernur Sumut Lepas 6.500 Pemudik Gratis dari Medan, Target Tekan Kendaraan Pribadi dan Risiko Kecelakaan
02.
5 hari  lalu
IDCA Medan Berbagi Sembako Saat Ramadan, Dorong Pembinaan Drum Corps dan Soliditas Pegiat
03.
5 hari  lalu
Bobby Nasution Temukan Gangguan Distribusi Jelang Lebaran, Harga Pangan Sumut Diklaim Masih Stabil
04.
6 hari  lalu
Sidak Pasar Jelang Lebaran, Rico Waas Pastikan Stok Bahan Pokok Aman
05.
4 hari  lalu
Transisi Energi Berkelanjutan dalam Perspektif Islam: Prinsip Adil dan Sedekah Energi

Ads

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
Logo
Hangat, Mendidik, Mengungkap Fakta
© Kaldera.id. Developed by irzasolusi.com
Rico Waas Hadiri Open House Gubernur Sumut, Perkuat Kolaborasi
Home Trending Cari Bagikan Lainnya