Kaldera.id
  • BERANDA
  • BERITA TERKINI
  • Bisnis
  • BERITA VIRAL
  • SPORT
  • EDUKASI
  • JALAN-JALAN
  • OPINI
  • KABAR DAERAH
  • Advertorial
Kamis, 14 Mei 2026
Bobby Nasution Tegaskan Mobil Dinas Diprioritaskan untuk Kepentingan Kerja dan Efisiensi Anggaran
Bank Sumut Serahkan CSR Rp4,46 Miliar untuk Perkuat Penanganan Bencana di Sumut
Bupati Syah Afandin Perintahkan Inspektorat Usut Dugaan Pungli Pupuk Subsidi di Langkat
Wabup Tiorita Sambut Tim Wasev TMMD ke-128, Pastikan Pembangunan Desa di Langkat Tepat Sasaran
Bupati Deli Serdang Apresiasi Pengungkapan 89 Kg Sabu, Tegaskan ASN Terlibat Narkoba Akan Dipecat
Gus Irawan Semangati Mastuti Daulay, Ibu Viral karena Ditandu ke Rumah Sakit
Bobby Nasution Percepat Program Puskesmas Rawat Inap untuk Daerah Terpencil di Sumut
Lindungi Masyarakat Dari Hantavirus Gubsu Bobby Nasution Imbau Jaga Kebersihan Lingkungan
Wagub Sumut Tinjau UPTD BIAPAL Sialang Buah, Dorong Peningkatan PAD Perikanan
Family Gathering PWI Sumut Digelar 4 Juli 2026, Farianda Tunjuk Amrizal jadi Ketua Panitia
Bobby Nasution Tegaskan Mobil Dinas Diprioritaskan untuk Kepentingan Kerja dan Efisiensi Anggaran
Bank Sumut Serahkan CSR Rp4,46 Miliar untuk Perkuat Penanganan Bencana di Sumut
Bupati Syah Afandin Perintahkan Inspektorat Usut Dugaan Pungli Pupuk Subsidi di Langkat
Wabup Tiorita Sambut Tim Wasev TMMD ke-128, Pastikan Pembangunan Desa di Langkat Tepat Sasaran
Bupati Deli Serdang Apresiasi Pengungkapan 89 Kg Sabu, Tegaskan ASN Terlibat Narkoba Akan Dipecat
Gus Irawan Semangati Mastuti Daulay, Ibu Viral karena Ditandu ke Rumah Sakit
Bobby Nasution Percepat Program Puskesmas Rawat Inap untuk Daerah Terpencil di Sumut
Lindungi Masyarakat Dari Hantavirus Gubsu Bobby Nasution Imbau Jaga Kebersihan Lingkungan
Wagub Sumut Tinjau UPTD BIAPAL Sialang Buah, Dorong Peningkatan PAD Perikanan
Family Gathering PWI Sumut Digelar 4 Juli 2026, Farianda Tunjuk Amrizal jadi Ketua Panitia
Ads_Tapsel
Beranda / Medan

Lebih Dalam Melihat Fenomena Inflasi

redaksi
4 Sep 2023 08:54
Medan Opini 0 699
4 menit membaca
Armin NasutionArmin Nasution

 

Oleh Armin Nasution

Menyambut hari raya Idul Fitri 1442 Hijriyah, (Lebaran 2021) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Sumatera Utara dibawah pimpinan H. Hermansjah SE, berbagi paket bingkisan lebaran kepada 750 wartawan anggota PWI yang tersebar di 16 PWI Kabupaten/kota di Sumut.
Baca Juga
Sebanyak 750 Bingkisan Lebaran Dibagikan ke Anggota PWI Sumut
12 Mei 2021

TULISAN ini masih merupakan lanjutan topik lalu namun belum akan menyinggung islamic social finance sebagai solusi inflasi. Bahwa benar, dalam ekonomi konvensional ternyata pertumbuhan tinggi akan digerogoti inflasi.

Ekonomi kita terus tumbuh tapi di sisi lain harga barang kebutuhan juga bergerak naik.

​Uang yang kita dapatkan betapa pun banyaknya ternyata tak mampu mengimbangi kenaikan harga. Itu pula yang menunjukkan daya beli uang yang kita miliki semakin lama kian lemah.

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara resmi mempermudah pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Mulai Kamis (30/4/2026), wajib pajak tidak lagi diwajibkan membawa KTP pemilik lama kendaraan.
Baca Juga
Bayar PKB di Sumut Kini Tanpa KTP Pemilik Lama, Berlaku Mulai Hari Ini
30 Apr 2026

Dulu, tahun 1970-an uang Rp100 ribu itu sudah bisa beli banyak kebutuhan. Sekarang Rp1 juta pun daya belinya masih sangat minim.

​Itu sebabnya inflasi adalah bahaya laten dalam pertumbuhan ekonomi. Tapi bukan berarti inflasi tidak diperlukan. Dalam berbagai kajian ekonomi, inflasi yang terkendali juga penting.

Artinya inflasi merupakan cerminan kenaikan daya beli. Yang jadi problem, jika inflasi tak bisa dikendalikan.

​Bagaimana kita melihat potret inflasi ini lebih detil di Sumut, misalnya?Menurut data Bank Indonesia hingga Juli 2023 tingkat inflasi mencapai 0,3 persen, sedangkan angka year on year ada diangka 2,54 persen dan jika dilihat dari bulan Januari-Juli inflasi ada diangka 0,98 persen.

​Sejauh ini angka itu masih terkendali. Kenapa? Karena secara nasional pun target inflasi adalah 3 persen plus minus 1 persen. Artinya angka inflasi harus ada diangka 2-4 persen.

Dengan target inflasi sebesar itu masih make sense jika pertumbuhan ekonomi di atasnya.

Angka inflasi harus berada dibawah angka pertumbuhan ekonomi karena tidak ada artinya jika pertumbuhan ekonomi tinggi lalu inflasi melebihi pertumbuhan itu sendiri.

Tahun ini Bank Indonesia optimis inflasi akan berada diangka 2 persen. Di Sumut, kita masih menghitung inflasi dengan mengukur di lima kota indeks harga konsumen.

Yaitu Medan, Pematang Siantar, Sibolga, Padangsidimpuan dan Gunungsitoli. Sedangkan kabupaten lain menjadi Indeks Pemantau Harga (IPH).

Sumber utama inflasi di Sumut ternyata dipengaruhi oleh komoditas. Kenaikan harga beras sedikit saja itu akan mendorong inflasi tinggi.

Sedangkan komoditas lain yang sangat berpengaruh adalah bawang. Ini merupakan salah satu pendorong inflasi yang sangat volatile.

Lalu hal lain yang sering menyebabkan inflasi tinggi adalah jalur distribusi yang sangat panjang.

Karena seringkali pasok kebutuhan yang harusnya sampai di pasar dengan harga normal tak pernah tercapai.Inipun salah satu problem utama.

Bahkan petani sebagai sumber utama penghasil pangan tak menikmati hasilnya saat harga di pasar tinggi.

Misal, cabai di pasar sudah mencapai Rp100 ribu, tapi karena panjangnya jalur distribusi ternyata di tingkat petani harga cabai bisa ditebus Rp30 ribu sampai Rp45 ribu.

Intinya penyumbang utama inflasi termasuk Sumut dan Indonesia datang dari komoditas pangan. Setiap kali terjadi inflasi tinggi jika ditelusuri lebih jauh akan mengarah kepada kebutuhan pangan.

Selain itu yang harus diwaspadai adalah import inflation. Atau mengimpor inflasi dari luar.

Kita ini masih punya ketergantungan bahan pokok dengan negara lain. Jadi ketika di sana terjadi kenaikan harga otomatis akan langsung berpengaruh ke negara pengimpor.

Hingga tahun ini berbagai lembaga keuangan dunia masih khawatir dengan ancaman inflasi terutama efek dari perang Rusia-Ukraina yang berkepanjangan dan belum tahu kapan selesai.

Jika kemudian negara-negara terkait melakukan pengetatan kebijakan pangan, kemudian stok di pasar berkurang, otomatis negara-negara yang masih ketergantungan dengan impor pangan akan menghadapi kenaikan harga. Imported inflation tetap jadi ancaman.

Upaya untuk mengendalikan inflasi sudah dilakukan dengan berbagai cara. Strategi paling utama saat ini adalah dorongan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah agar melek inflasi.

Dulu gejala inflasi tinggi hanya dikhawatirkan oleh pemerintah pusat dan otoritas moneter. Sekarang berbeda. Semua kepala daerah harus faham inflasi.

Pemerintah mengefektifkan secara maksimal tim pengendalian harga di daerah untuk memantau inflasi yang terjadi.

Itu kemudian yang disebut dengan geranakan nasional pengendalian inflasi pangan. Selain dengan mendorong kerjasama antar daerah untuk memintas jalur distribusi.

Inflasi ini layaknya tekanan darah, jika terlalu tinggi berbahaya dan jika terlalu rendah juga berbahaya.

Sehingga harus benar-benar dijaga agar harga tidak memberatkan konsumen dan masih memberikan keuntungan ke produsen.

Sering pihak yang paling diuntungkan dari inflasi yang bagian tengah (distributor/price maker) bukan petani karena panjangnya jalur distribusi.

Armin nasutionekonomi konvensionalInflasiislamic social finance
Pos Terkait
Ijeck Dukung KNPI Bersatu: Tidak Ada Gunanya Saling Pecah Belah
Warga Martubung Desak Kepling Dicopot, DPRD Medan Minta Camat Segera Bertindak
Roma Menangi Drama 7 Gol Lawan Cagliari
Di Colorful Medan Carnival, Seniman Medan Diganjar Penghargaan
Didorong Stimulus The Fed, Rupiah Menguat Tipis ke 14.738
Panglima TNI Hapus Tes Renang dan Akademik dalam Seleksi Prajurit Baru

Pos Terkait

Catat, Ini 4 Golongan yang Boleh Tidak Berpuasa Saat Ramadhan
6 tahun  lalu
Catat, Ini 4 Golongan yang Boleh Tidak Berpuasa Saat Ramadhan
Puluhan warga Jalan Waru dan Jalan Sengon geruduk penginapan Prime INN, pada Jumat (29/5/2020) dini hari.
5 tahun  lalu
Merasa Dijebak Usai Kenalan Via Mi Chat, Pria Ini Bugil Kabur dari OYO
Kasubdit Jatanras Polda Sumut, Kompol Taryono saat Konferensi pers terkait pembunuhan Jefri Wijaya.
5 tahun  lalu
Polisi Beberkan Motif Para Eksekutor Habisi Jefri
Kalau Jadi Pindah, Eks TBSU Jadi Pengembangan Seni dan Budaya
5 tahun  lalu
Pasar Halat Ditargetkan Bebas Covid-19
Gubernur Sumatra Utara (Sumut) Edy Rahmayadi bersama rombongan melakukan peninjauan ke lokasi longsor di kawasan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batangtoru, Desa Marancar Godang, Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Minggu (2/5/2021).
5 tahun  lalu
Gubsu Cek Longsor di Kawasan PLTA Batang Toru, Minta Evakuasi Korban Dilakukan Optimal
Berharap Kompetisi Berlanjut, PSMS Siap Ikuti Keputusan PSSI
6 tahun  lalu
Berharap Kompetisi Berlanjut, PSMS Siap Ikuti Keputusan PSSI

Trending

01.
6 hari  lalu
Bupati Deli Serdang Rotasi 29 Pejabat dan Kepala Sekolah
02.
6 hari  lalu
MTQ Deli Serdang Diperketat, Kafilah Luar Daerah Dilarang
03.
6 hari  lalu
Pemprov Sumut Tegaskan Formasi 9.759 CPNS Belum Final
04.
1 hari  lalu
El Adrian Shah Ajak Masyarakat Sukseskan Piala AFF U-19 di Sumut
05.
4 hari  lalu
Festival Layang-Layang Piala Gubernur Sumut Diikuti 1.000 Peserta, Bobby Dorong Jadi Wisata Unggulan

Ads

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
Logo
Hangat, Mendidik, Mengungkap Fakta
© Kaldera.id. Developed by irzasolusi.com
Gus Irawan Semangati Mastuti Daulay, Ibu Viral karena Ditandu ke Rumah Sakit
Bobby Nasution Tegaskan Mobil Dinas Diprioritaskan untuk Kepentingan Kerja dan Efisiensi Anggaran
Bupati Deli Serdang Apresiasi Pengungkapan 89 Kg Sabu, Tegaskan ASN Terlibat Narkoba Akan Dipecat
Wabup Tiorita Sambut Tim Wasev TMMD ke-128, Pastikan Pembangunan Desa di Langkat Tepat Sasaran
Bank Sumut Serahkan CSR Rp4,46 Miliar untuk Perkuat Penanganan Bencana di Sumut
Home Trending Cari Bagikan Lainnya