Kaldera.id
  • BERANDA
  • BERITA TERKINI
  • Bisnis
  • BERITA VIRAL
  • SPORT
  • EDUKASI
  • JALAN-JALAN
  • OPINI
  • KABAR DAERAH
  • Advertorial
Rabu, 22 Apr 2026
Jembatan Polonia Roboh, Pemko Medan Kejar Izin PT KAI untuk Percepatan Pembangunan
HUT PSMS ks -76, Bobby Nasution: Musim Harus Liga 1
PKS Ganti Wakil Ketua DPRD Medan, Zulham: Rotasi Wajar, Fraksi Tetap Solid
Sri Rezeki Gantikan Rajudin Sagala Dari Wakil Ketua DPRD Medan, Tinggal Menunggu Paripurna
Diduga Cemari Lingkungan, Mahasiswa Demo DPRD Medan Desak Penutupan Pabrik Kecap
PAD Terancam Bocor, DPRD Medan Ultimatum Satpol PP Segel Bangunan Ilegal
Kadis SDABMBK Diganti, DPRD Medan Kritik: Program Banjir Terancam Terganggu
Puskesmas Mandala Berdiri di Luar Medan, DPRD Desak Pemko Segera Ambil Alih Lahan
DPRD Medan Soroti MTQ: Jangan Sekadar Seremonial, Harus Berdampak Nyata
INALUM Salurkan CSR di Paritohan: Dari Beasiswa hingga PLTS untuk Warga
Jembatan Polonia Roboh, Pemko Medan Kejar Izin PT KAI untuk Percepatan Pembangunan
HUT PSMS ks -76, Bobby Nasution: Musim Harus Liga 1
PKS Ganti Wakil Ketua DPRD Medan, Zulham: Rotasi Wajar, Fraksi Tetap Solid
Sri Rezeki Gantikan Rajudin Sagala Dari Wakil Ketua DPRD Medan, Tinggal Menunggu Paripurna
Diduga Cemari Lingkungan, Mahasiswa Demo DPRD Medan Desak Penutupan Pabrik Kecap
PAD Terancam Bocor, DPRD Medan Ultimatum Satpol PP Segel Bangunan Ilegal
Kadis SDABMBK Diganti, DPRD Medan Kritik: Program Banjir Terancam Terganggu
Puskesmas Mandala Berdiri di Luar Medan, DPRD Desak Pemko Segera Ambil Alih Lahan
DPRD Medan Soroti MTQ: Jangan Sekadar Seremonial, Harus Berdampak Nyata
INALUM Salurkan CSR di Paritohan: Dari Beasiswa hingga PLTS untuk Warga
Ads_Tapsel
Beranda / Medan

Lebih Dalam Melihat Fenomena Inflasi

redaksi
4 Sep 2023 08:54
Medan Opini 0 663
4 menit membaca
Armin NasutionArmin Nasution

 

Oleh Armin Nasution

Eko Purdjianto
Baca Juga
PSMS Medan Resmi Pecat Kas Hartadi, Eko Purdjianto Ditunjuk Jadi Pelatih Baru Liga 2
08 Jan 2026

TULISAN ini masih merupakan lanjutan topik lalu namun belum akan menyinggung islamic social finance sebagai solusi inflasi. Bahwa benar, dalam ekonomi konvensional ternyata pertumbuhan tinggi akan digerogoti inflasi.

Ekonomi kita terus tumbuh tapi di sisi lain harga barang kebutuhan juga bergerak naik.

​Uang yang kita dapatkan betapa pun banyaknya ternyata tak mampu mengimbangi kenaikan harga. Itu pula yang menunjukkan daya beli uang yang kita miliki semakin lama kian lemah.

Miguel Oliveira
Baca Juga
Miguel Oliveira Juara Perdana di Mandalika
20 Mar 2022

Dulu, tahun 1970-an uang Rp100 ribu itu sudah bisa beli banyak kebutuhan. Sekarang Rp1 juta pun daya belinya masih sangat minim.

​Itu sebabnya inflasi adalah bahaya laten dalam pertumbuhan ekonomi. Tapi bukan berarti inflasi tidak diperlukan. Dalam berbagai kajian ekonomi, inflasi yang terkendali juga penting.

Artinya inflasi merupakan cerminan kenaikan daya beli. Yang jadi problem, jika inflasi tak bisa dikendalikan.

​Bagaimana kita melihat potret inflasi ini lebih detil di Sumut, misalnya?Menurut data Bank Indonesia hingga Juli 2023 tingkat inflasi mencapai 0,3 persen, sedangkan angka year on year ada diangka 2,54 persen dan jika dilihat dari bulan Januari-Juli inflasi ada diangka 0,98 persen.

​Sejauh ini angka itu masih terkendali. Kenapa? Karena secara nasional pun target inflasi adalah 3 persen plus minus 1 persen. Artinya angka inflasi harus ada diangka 2-4 persen.

Dengan target inflasi sebesar itu masih make sense jika pertumbuhan ekonomi di atasnya.

Angka inflasi harus berada dibawah angka pertumbuhan ekonomi karena tidak ada artinya jika pertumbuhan ekonomi tinggi lalu inflasi melebihi pertumbuhan itu sendiri.

Tahun ini Bank Indonesia optimis inflasi akan berada diangka 2 persen. Di Sumut, kita masih menghitung inflasi dengan mengukur di lima kota indeks harga konsumen.

Yaitu Medan, Pematang Siantar, Sibolga, Padangsidimpuan dan Gunungsitoli. Sedangkan kabupaten lain menjadi Indeks Pemantau Harga (IPH).

Sumber utama inflasi di Sumut ternyata dipengaruhi oleh komoditas. Kenaikan harga beras sedikit saja itu akan mendorong inflasi tinggi.

Sedangkan komoditas lain yang sangat berpengaruh adalah bawang. Ini merupakan salah satu pendorong inflasi yang sangat volatile.

Lalu hal lain yang sering menyebabkan inflasi tinggi adalah jalur distribusi yang sangat panjang.

Karena seringkali pasok kebutuhan yang harusnya sampai di pasar dengan harga normal tak pernah tercapai.Inipun salah satu problem utama.

Bahkan petani sebagai sumber utama penghasil pangan tak menikmati hasilnya saat harga di pasar tinggi.

Misal, cabai di pasar sudah mencapai Rp100 ribu, tapi karena panjangnya jalur distribusi ternyata di tingkat petani harga cabai bisa ditebus Rp30 ribu sampai Rp45 ribu.

Intinya penyumbang utama inflasi termasuk Sumut dan Indonesia datang dari komoditas pangan. Setiap kali terjadi inflasi tinggi jika ditelusuri lebih jauh akan mengarah kepada kebutuhan pangan.

Selain itu yang harus diwaspadai adalah import inflation. Atau mengimpor inflasi dari luar.

Kita ini masih punya ketergantungan bahan pokok dengan negara lain. Jadi ketika di sana terjadi kenaikan harga otomatis akan langsung berpengaruh ke negara pengimpor.

Hingga tahun ini berbagai lembaga keuangan dunia masih khawatir dengan ancaman inflasi terutama efek dari perang Rusia-Ukraina yang berkepanjangan dan belum tahu kapan selesai.

Jika kemudian negara-negara terkait melakukan pengetatan kebijakan pangan, kemudian stok di pasar berkurang, otomatis negara-negara yang masih ketergantungan dengan impor pangan akan menghadapi kenaikan harga. Imported inflation tetap jadi ancaman.

Upaya untuk mengendalikan inflasi sudah dilakukan dengan berbagai cara. Strategi paling utama saat ini adalah dorongan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah agar melek inflasi.

Dulu gejala inflasi tinggi hanya dikhawatirkan oleh pemerintah pusat dan otoritas moneter. Sekarang berbeda. Semua kepala daerah harus faham inflasi.

Pemerintah mengefektifkan secara maksimal tim pengendalian harga di daerah untuk memantau inflasi yang terjadi.

Itu kemudian yang disebut dengan geranakan nasional pengendalian inflasi pangan. Selain dengan mendorong kerjasama antar daerah untuk memintas jalur distribusi.

Inflasi ini layaknya tekanan darah, jika terlalu tinggi berbahaya dan jika terlalu rendah juga berbahaya.

Sehingga harus benar-benar dijaga agar harga tidak memberatkan konsumen dan masih memberikan keuntungan ke produsen.

Sering pihak yang paling diuntungkan dari inflasi yang bagian tengah (distributor/price maker) bukan petani karena panjangnya jalur distribusi.

Armin nasutionekonomi konvensionalInflasiislamic social finance
Pos Terkait
Pelihara Ayam Potong 12 Ribu Ekor Siap Dipasarkan, SMK Putra Jaya Diapresiasi Plt Bupati
Terkait Program Bersih – Bersih Birokrasi, Oknum Pungli Honor Guru Bakal Ditindak
Susanti dan Waris Thalib Jadi Walikota Definitif, Edy Ingatkan Lima Hal Tata Kelola Keuangan
Ibu-ibu Pengajian Optimis Bobby-Aulia Benahi Medan
Sinopsi Film Insidious: The Red Door
Baznas Apresiasi UPZ Bank Sumut, Salurkan Rp1,19 Miliar untuk Pendidikan dan UMKM

Pos Terkait

Ashraf Sinclair, dimakamkan di San Diego Hills, Karawang, Jawa Barat, pada Selasa (18/2/2020).
6 tahun  lalu
Bunga, Terimakasih sudah Mencintai Anak Saya
5 tahun  lalu
Panitia Siap Gelar Musda "Replay" Golkar Sumut
Gubernur Sumut Bobby Afif Nasution saat dilantik menjadi Ketua Pembibing Daerah Pramuka Sumut oleh Ketua Kwartir Nasional Pramuka Komjen Pol (Purn) Budi Waseso di Aula Raja Inal Siregar, Sabtu (22/11/2025). Foto: dokumen Dinas Kominfo Sumut
5 bulan  lalu
Gubernur Bobby Imbau Pramuka Aktif dalam Pemberantasan Narkoba
Para alumni SMA Methodist-1 angkatan 2001 saat reuni
2 tahun  lalu
Lepas Rindu, Alumni 2001 SMA Methodist-1 Medan Reunian
Wong Chun Sen
1 tahun  lalu
Wong Chun Sen Jabat Ketua DPRD Medan Periode 2024 – 2029
5 tahun  lalu
LPM Dinamika UINSU Gelar Pelatihan Jurnalistik Secara Virtual

Trending

01.
5 hari  lalu
DPRD Medan Soroti Kinerja Dirut RS Bachtiar Djafar, Pelayanan Minim dan Fasilitas Buruk
02.
5 hari  lalu
Rico Waas Minta KADIN Medan Genjot Investasi dan Tangkap Peluang Program Makan Bergizi
03.
5 hari  lalu
DPRD Medan Desak RS Pirngadi Mandiri, Soroti Defisit Rp5 Miliar dan Rendahnya Pasien
04.
5 hari  lalu
Bupati Syah Afandin Tepung Tawari 398 JCH Langkat, Tekankan Kesehatan dan Keikhlasan
05.
5 hari  lalu
Realisasi PAD Medan 19,91%, Wali Kota Tekan Optimalisasi Pajak dan Tagih Tunggakan

Ads

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
Logo
Hangat, Mendidik, Mengungkap Fakta
© Kaldera.id. Developed by irzasolusi.com
Diduga Cemari Lingkungan, Mahasiswa Demo DPRD Medan Desak Penutupan Pabrik Kecap
PAD Terancam Bocor, DPRD Medan Ultimatum Satpol PP Segel Bangunan Ilegal
Sri Rezeki Gantikan Rajudin Sagala Dari Wakil Ketua DPRD Medan, Tinggal Menunggu Paripurna
PKS Ganti Wakil Ketua DPRD Medan, Zulham: Rotasi Wajar, Fraksi Tetap Solid
HUT PSMS ks -76, Bobby Nasution: Musim Harus Liga 1
Home Trending Cari Bagikan Lainnya