Kaldera.id
  • BERANDA
  • BERITA TERKINI
  • Bisnis
  • BERITA VIRAL
  • SPORT
  • EDUKASI
  • JALAN-JALAN
  • OPINI
  • KABAR DAERAH
  • Advertorial
Rabu, 29 Apr 2026
Bupati Deli Serdang Letakkan Batu Pertama RTLH dan Buka Turnamen Futsal
Rico Waas Terima Rekomendasi LKPJ 2025, Siap Jadikan Evaluasi Kinerja Pemko Medan
Bank Sumut Ekspansi ke Batam, Teken Kerja Sama dengan Pemko
Ketua Pansus LKPJ Kritik Kinerja Wali Kota Medan, Soroti Penanganan Banjir
INALUM Salurkan Bantuan TJSL di Samosir, Fokus Pendidikan hingga Lingkungan
Prananda Paloh Temui Bobby Nasution, NasDem Nyatakan Dukungan Politik
Mendagri Apresiasi Sumut Salurkan Hibah Rp260 Miliar untuk Aceh
Wabup Tiorita Pimpin Upacara Hari Otonomi Daerah ke-30 di Langkat
QRESTO Diluncurkan di Medan, Pajak Restoran Langsung Masuk Kas Daerah
DPRD Medan Umumkan Pemberhentian Rajudin, Tetapkan Sri Rezeki Calon Wakil Ketua
Bupati Deli Serdang Letakkan Batu Pertama RTLH dan Buka Turnamen Futsal
Rico Waas Terima Rekomendasi LKPJ 2025, Siap Jadikan Evaluasi Kinerja Pemko Medan
Bank Sumut Ekspansi ke Batam, Teken Kerja Sama dengan Pemko
Ketua Pansus LKPJ Kritik Kinerja Wali Kota Medan, Soroti Penanganan Banjir
INALUM Salurkan Bantuan TJSL di Samosir, Fokus Pendidikan hingga Lingkungan
Prananda Paloh Temui Bobby Nasution, NasDem Nyatakan Dukungan Politik
Mendagri Apresiasi Sumut Salurkan Hibah Rp260 Miliar untuk Aceh
Wabup Tiorita Pimpin Upacara Hari Otonomi Daerah ke-30 di Langkat
QRESTO Diluncurkan di Medan, Pajak Restoran Langsung Masuk Kas Daerah
DPRD Medan Umumkan Pemberhentian Rajudin, Tetapkan Sri Rezeki Calon Wakil Ketua
Ads_Tapsel
Beranda / Medan

Lebih Dalam Melihat Fenomena Inflasi

redaksi
4 Sep 2023 08:54
Medan Opini 0 674
4 menit membaca
Armin NasutionArmin Nasution

 

Oleh Armin Nasution

Sebanyak 141 wartawan di Sumatera Utara (Sumut) mengikuti ujian menjadi anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Le Polonia Hotel & Covertion, Jalan Sudirman Medan, Kamis (28/7/2022).
Baca Juga
Sebanyak 141 Wartawan di Sumut Ikuti Ujian Anggota PWI
28 Jul 2022

TULISAN ini masih merupakan lanjutan topik lalu namun belum akan menyinggung islamic social finance sebagai solusi inflasi. Bahwa benar, dalam ekonomi konvensional ternyata pertumbuhan tinggi akan digerogoti inflasi.

Ekonomi kita terus tumbuh tapi di sisi lain harga barang kebutuhan juga bergerak naik.

​Uang yang kita dapatkan betapa pun banyaknya ternyata tak mampu mengimbangi kenaikan harga. Itu pula yang menunjukkan daya beli uang yang kita miliki semakin lama kian lemah.

Personel Dinas Pemadaman Kebakaran dan Penyelamatan Kota Medan sedang mengikuti pelatihan
Baca Juga
Dinas Damkarmat Kota Medan Gelar Pelatihan Basic First Aid Penyelamatan
16 Jul 2023

Dulu, tahun 1970-an uang Rp100 ribu itu sudah bisa beli banyak kebutuhan. Sekarang Rp1 juta pun daya belinya masih sangat minim.

​Itu sebabnya inflasi adalah bahaya laten dalam pertumbuhan ekonomi. Tapi bukan berarti inflasi tidak diperlukan. Dalam berbagai kajian ekonomi, inflasi yang terkendali juga penting.

Artinya inflasi merupakan cerminan kenaikan daya beli. Yang jadi problem, jika inflasi tak bisa dikendalikan.

​Bagaimana kita melihat potret inflasi ini lebih detil di Sumut, misalnya?Menurut data Bank Indonesia hingga Juli 2023 tingkat inflasi mencapai 0,3 persen, sedangkan angka year on year ada diangka 2,54 persen dan jika dilihat dari bulan Januari-Juli inflasi ada diangka 0,98 persen.

​Sejauh ini angka itu masih terkendali. Kenapa? Karena secara nasional pun target inflasi adalah 3 persen plus minus 1 persen. Artinya angka inflasi harus ada diangka 2-4 persen.

Dengan target inflasi sebesar itu masih make sense jika pertumbuhan ekonomi di atasnya.

Angka inflasi harus berada dibawah angka pertumbuhan ekonomi karena tidak ada artinya jika pertumbuhan ekonomi tinggi lalu inflasi melebihi pertumbuhan itu sendiri.

Tahun ini Bank Indonesia optimis inflasi akan berada diangka 2 persen. Di Sumut, kita masih menghitung inflasi dengan mengukur di lima kota indeks harga konsumen.

Yaitu Medan, Pematang Siantar, Sibolga, Padangsidimpuan dan Gunungsitoli. Sedangkan kabupaten lain menjadi Indeks Pemantau Harga (IPH).

Sumber utama inflasi di Sumut ternyata dipengaruhi oleh komoditas. Kenaikan harga beras sedikit saja itu akan mendorong inflasi tinggi.

Sedangkan komoditas lain yang sangat berpengaruh adalah bawang. Ini merupakan salah satu pendorong inflasi yang sangat volatile.

Lalu hal lain yang sering menyebabkan inflasi tinggi adalah jalur distribusi yang sangat panjang.

Karena seringkali pasok kebutuhan yang harusnya sampai di pasar dengan harga normal tak pernah tercapai.Inipun salah satu problem utama.

Bahkan petani sebagai sumber utama penghasil pangan tak menikmati hasilnya saat harga di pasar tinggi.

Misal, cabai di pasar sudah mencapai Rp100 ribu, tapi karena panjangnya jalur distribusi ternyata di tingkat petani harga cabai bisa ditebus Rp30 ribu sampai Rp45 ribu.

Intinya penyumbang utama inflasi termasuk Sumut dan Indonesia datang dari komoditas pangan. Setiap kali terjadi inflasi tinggi jika ditelusuri lebih jauh akan mengarah kepada kebutuhan pangan.

Selain itu yang harus diwaspadai adalah import inflation. Atau mengimpor inflasi dari luar.

Kita ini masih punya ketergantungan bahan pokok dengan negara lain. Jadi ketika di sana terjadi kenaikan harga otomatis akan langsung berpengaruh ke negara pengimpor.

Hingga tahun ini berbagai lembaga keuangan dunia masih khawatir dengan ancaman inflasi terutama efek dari perang Rusia-Ukraina yang berkepanjangan dan belum tahu kapan selesai.

Jika kemudian negara-negara terkait melakukan pengetatan kebijakan pangan, kemudian stok di pasar berkurang, otomatis negara-negara yang masih ketergantungan dengan impor pangan akan menghadapi kenaikan harga. Imported inflation tetap jadi ancaman.

Upaya untuk mengendalikan inflasi sudah dilakukan dengan berbagai cara. Strategi paling utama saat ini adalah dorongan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah agar melek inflasi.

Dulu gejala inflasi tinggi hanya dikhawatirkan oleh pemerintah pusat dan otoritas moneter. Sekarang berbeda. Semua kepala daerah harus faham inflasi.

Pemerintah mengefektifkan secara maksimal tim pengendalian harga di daerah untuk memantau inflasi yang terjadi.

Itu kemudian yang disebut dengan geranakan nasional pengendalian inflasi pangan. Selain dengan mendorong kerjasama antar daerah untuk memintas jalur distribusi.

Inflasi ini layaknya tekanan darah, jika terlalu tinggi berbahaya dan jika terlalu rendah juga berbahaya.

Sehingga harus benar-benar dijaga agar harga tidak memberatkan konsumen dan masih memberikan keuntungan ke produsen.

Sering pihak yang paling diuntungkan dari inflasi yang bagian tengah (distributor/price maker) bukan petani karena panjangnya jalur distribusi.

Armin nasutionekonomi konvensionalInflasiislamic social finance
Pos Terkait
Colorful Medan Night Carnival Meriah
Jokowi Tambah Penerima Kartu Prakerja, Listrik 900 VA Diskon 50%
Halal Bihalal Gerindra, Gus Irawan Puji Kinerja Pemprovsu
Aulia Ingatkan Jangan Sampai Ada Berita Miring Terkait Pelaksanaan Pasar Murah
Isteri Kobe Bryant: Ini Berkat Indah Kita yang Diambil Terlalu Cepat
Mahasiswa IKOM FISIP UMSU Tampil di Konferensi Internasional YCD 2021

Pos Terkait

Anggota DPRD Medan dari Fraksi PDI Perjuangan, Robi Barus
3 tahun  lalu
Pihak Polrestabes Diminta Segera Tangkap Pelaku Begal Pengurus PWI Sumut
Tak jauh berbeda dengan Ibnu yang mengamen jadi boneka mampang di Jalan Juanda, hal yang sama juga dirasakan Abdul, 9, dan Azis, 11.
5 tahun  lalu
Pengamen Boneka Mampang: Buat Jajan hingga Beli Internet Belajar Daring
Buku Prabowo Subianto, Sang Pemersatu Bangsa.
2 tahun  lalu
Sang Pemersatu Bangsa: Keteguhan Prinsip, Persahabatan, dan Gagasan Prabowo
Serikat Pekerja Indosat menolak program PHK massal yang dilakukan oleh direksi PT Indosat Tbk.
6 tahun  lalu
Menaker Kirim Utusan Cegah Indosat PHK 677 Karyawan
Anggota Komisi III DPRD Medan, Mulia Syahputra Nasution
3 tahun  lalu
Realisasi Pembinaan UMKM Dipertanyakan, Mulia: Jangan Sekedar Habiskan Anggaran
Wakil Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Surya
7 bulan  lalu
Rakor Pengendalian Inflasi, Pemda Diminta Tekan Harga Beras

Trending

01.
5 hari  lalu
Pemko Medan–Bank Sumut Sepakat Genjot PAD, Pajak Hotel dan Restoran Jadi Target Utama
02.
2 hari  lalu
Rumput Stadion Utama Sumut Dirawat Total, Dispora Target Siap Jelang Piala AFF U-19 2026
03.
5 hari  lalu
Wagub Sumut Terima Kunker Komisi VIII DPR RI, Tekankan Penguatan Layanan Sosial hingga Mitigasi Bencana
04.
6 hari  lalu
DPRD Langkat Sahkan Rekomendasi LKPJ 2025, Soroti Layanan Publik dan Infrastruktur
05.
6 hari  lalu
2.000 Korban Banjir Tuntut JADUP, Bupati Langkat Siap Bawa Aspirasi ke Pusat

Ads

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
Logo
Hangat, Mendidik, Mengungkap Fakta
© Kaldera.id. Developed by irzasolusi.com
Prananda Paloh Temui Bobby Nasution, NasDem Nyatakan Dukungan Politik
INALUM Salurkan Bantuan TJSL di Samosir, Fokus Pendidikan hingga Lingkungan
Ketua Pansus LKPJ Kritik Kinerja Wali Kota Medan, Soroti Penanganan Banjir
Bank Sumut Ekspansi ke Batam, Teken Kerja Sama dengan Pemko
Rico Waas Terima Rekomendasi LKPJ 2025, Siap Jadikan Evaluasi Kinerja Pemko Medan
Home Trending Cari Bagikan Lainnya