Kaldera.id
  • BERANDA
  • BERITA TERKINI
  • Bisnis
  • BERITA VIRAL
  • SPORT
  • EDUKASI
  • JALAN-JALAN
  • OPINI
  • KABAR DAERAH
  • Advertorial
Minggu, 15 Feb 2026
PSMS Bantai Sumsel United 3-1, Eko Purdjianto Puji Mental Juang Pemain
Bobby Tantang Desa Se-Sumut Berkompetisi, Dana hingga Rp50 Miliar Disiapkan
Susuri Sungai Babura, Rico Waas Janji Tuntaskan Keluhan Warga
Kapolri Kirim 22 Kontainer Bantuan untuk Korban Bencana di Sumatera
Bobby Dampingi Kapolri Lepas 22 Kontainer Bantuan untuk Korban Bencana Sumatera
Gubernur Sumut Tegaskan Olahraga Harus Jadi Mesin Ekonomi Baru
Gubsu: Pejabat yang Mundur Punya Rapor Jelek
Rico Waas Gandeng Pakar Nasional, Re-design Medan Zoo Jadi Ikon Baru
Uding Juharudin, Kedeputian Bidang Koordinasi dan Supervisi KPK
Investasi Tembus Rp14,5 Triliun, Rico Waas: Hak Pekerja Medan Tak Boleh Dilanggar
PSMS Bantai Sumsel United 3-1, Eko Purdjianto Puji Mental Juang Pemain
Bobby Tantang Desa Se-Sumut Berkompetisi, Dana hingga Rp50 Miliar Disiapkan
Susuri Sungai Babura, Rico Waas Janji Tuntaskan Keluhan Warga
Kapolri Kirim 22 Kontainer Bantuan untuk Korban Bencana di Sumatera
Bobby Dampingi Kapolri Lepas 22 Kontainer Bantuan untuk Korban Bencana Sumatera
Gubernur Sumut Tegaskan Olahraga Harus Jadi Mesin Ekonomi Baru
Gubsu: Pejabat yang Mundur Punya Rapor Jelek
Rico Waas Gandeng Pakar Nasional, Re-design Medan Zoo Jadi Ikon Baru
Uding Juharudin, Kedeputian Bidang Koordinasi dan Supervisi KPK
Investasi Tembus Rp14,5 Triliun, Rico Waas: Hak Pekerja Medan Tak Boleh Dilanggar
Ads_Tapsel
Beranda / Medan

Lebih Dalam Melihat Fenomena Inflasi

redaksi
4 Sep 2023 08:54
Medan Opini 0 533
4 menit membaca
Armin NasutionArmin Nasution

 

Oleh Armin Nasution

Sat Reskrim Polrestabes Medan menangkap Ismanto (41), warga Jalan Marelan III, Kelurahan Rengas Pulo, Kecamatan Marelan atas dugaan pemerasan terhadap Kepala Sekolah SMP Negeri 3 Tanjung Morawa inisial RS.
Baca Juga
Diduga Peras Kepala Sekolah, Oknum LSM Diamankan
29 Des 2021

TULISAN ini masih merupakan lanjutan topik lalu namun belum akan menyinggung islamic social finance sebagai solusi inflasi. Bahwa benar, dalam ekonomi konvensional ternyata pertumbuhan tinggi akan digerogoti inflasi.

Ekonomi kita terus tumbuh tapi di sisi lain harga barang kebutuhan juga bergerak naik.

​Uang yang kita dapatkan betapa pun banyaknya ternyata tak mampu mengimbangi kenaikan harga. Itu pula yang menunjukkan daya beli uang yang kita miliki semakin lama kian lemah.

Jaksa Agung ST Burhanuddin
Baca Juga
Pamer Gaya Hidup di Medsos, Jaksa Agung Ingatkan Soal Konsumerisme dan Karir Suami
11 Mar 2023

Dulu, tahun 1970-an uang Rp100 ribu itu sudah bisa beli banyak kebutuhan. Sekarang Rp1 juta pun daya belinya masih sangat minim.

​Itu sebabnya inflasi adalah bahaya laten dalam pertumbuhan ekonomi. Tapi bukan berarti inflasi tidak diperlukan. Dalam berbagai kajian ekonomi, inflasi yang terkendali juga penting.

Artinya inflasi merupakan cerminan kenaikan daya beli. Yang jadi problem, jika inflasi tak bisa dikendalikan.

​Bagaimana kita melihat potret inflasi ini lebih detil di Sumut, misalnya?Menurut data Bank Indonesia hingga Juli 2023 tingkat inflasi mencapai 0,3 persen, sedangkan angka year on year ada diangka 2,54 persen dan jika dilihat dari bulan Januari-Juli inflasi ada diangka 0,98 persen.

​Sejauh ini angka itu masih terkendali. Kenapa? Karena secara nasional pun target inflasi adalah 3 persen plus minus 1 persen. Artinya angka inflasi harus ada diangka 2-4 persen.

Dengan target inflasi sebesar itu masih make sense jika pertumbuhan ekonomi di atasnya.

Angka inflasi harus berada dibawah angka pertumbuhan ekonomi karena tidak ada artinya jika pertumbuhan ekonomi tinggi lalu inflasi melebihi pertumbuhan itu sendiri.

Tahun ini Bank Indonesia optimis inflasi akan berada diangka 2 persen. Di Sumut, kita masih menghitung inflasi dengan mengukur di lima kota indeks harga konsumen.

Yaitu Medan, Pematang Siantar, Sibolga, Padangsidimpuan dan Gunungsitoli. Sedangkan kabupaten lain menjadi Indeks Pemantau Harga (IPH).

Sumber utama inflasi di Sumut ternyata dipengaruhi oleh komoditas. Kenaikan harga beras sedikit saja itu akan mendorong inflasi tinggi.

Sedangkan komoditas lain yang sangat berpengaruh adalah bawang. Ini merupakan salah satu pendorong inflasi yang sangat volatile.

Lalu hal lain yang sering menyebabkan inflasi tinggi adalah jalur distribusi yang sangat panjang.

Karena seringkali pasok kebutuhan yang harusnya sampai di pasar dengan harga normal tak pernah tercapai.Inipun salah satu problem utama.

Bahkan petani sebagai sumber utama penghasil pangan tak menikmati hasilnya saat harga di pasar tinggi.

Misal, cabai di pasar sudah mencapai Rp100 ribu, tapi karena panjangnya jalur distribusi ternyata di tingkat petani harga cabai bisa ditebus Rp30 ribu sampai Rp45 ribu.

Intinya penyumbang utama inflasi termasuk Sumut dan Indonesia datang dari komoditas pangan. Setiap kali terjadi inflasi tinggi jika ditelusuri lebih jauh akan mengarah kepada kebutuhan pangan.

Selain itu yang harus diwaspadai adalah import inflation. Atau mengimpor inflasi dari luar.

Kita ini masih punya ketergantungan bahan pokok dengan negara lain. Jadi ketika di sana terjadi kenaikan harga otomatis akan langsung berpengaruh ke negara pengimpor.

Hingga tahun ini berbagai lembaga keuangan dunia masih khawatir dengan ancaman inflasi terutama efek dari perang Rusia-Ukraina yang berkepanjangan dan belum tahu kapan selesai.

Jika kemudian negara-negara terkait melakukan pengetatan kebijakan pangan, kemudian stok di pasar berkurang, otomatis negara-negara yang masih ketergantungan dengan impor pangan akan menghadapi kenaikan harga. Imported inflation tetap jadi ancaman.

Upaya untuk mengendalikan inflasi sudah dilakukan dengan berbagai cara. Strategi paling utama saat ini adalah dorongan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah agar melek inflasi.

Dulu gejala inflasi tinggi hanya dikhawatirkan oleh pemerintah pusat dan otoritas moneter. Sekarang berbeda. Semua kepala daerah harus faham inflasi.

Pemerintah mengefektifkan secara maksimal tim pengendalian harga di daerah untuk memantau inflasi yang terjadi.

Itu kemudian yang disebut dengan geranakan nasional pengendalian inflasi pangan. Selain dengan mendorong kerjasama antar daerah untuk memintas jalur distribusi.

Inflasi ini layaknya tekanan darah, jika terlalu tinggi berbahaya dan jika terlalu rendah juga berbahaya.

Sehingga harus benar-benar dijaga agar harga tidak memberatkan konsumen dan masih memberikan keuntungan ke produsen.

Sering pihak yang paling diuntungkan dari inflasi yang bagian tengah (distributor/price maker) bukan petani karena panjangnya jalur distribusi.

Armin nasutionekonomi konvensionalInflasiislamic social finance
Pos Terkait
Puan Tegaskan Mahfud Siap Hadapi Debat Cawapres Kedua
Camat Medan Maimun Dicopot Usai Pakai Uang Pemerintah untuk Judi Online
Pembentukan Pansus Lampu Pocong Mulai Digagas
Hadapi Sumsel United, Pemain PSMS Siap Raih Poin di Jakabaring
Semangat Merevisi Perda No1/2024 Terus Berlanjut, Sudah 7 Orang Anggota Dewan Tandatangani Persetujuan
Kepling Harus Punya Data PKL di Wilayah Kerja Masing – masing

Pos Terkait

Nazura
3 tahun  lalu
Fokus, Kunci Kemenangan Nazura di Partai Semifinal Kejurkot PBSI Medan
Intana Dea Saputri Butarbutar, anak Medan peringkat satu se Indonesia dalam kelulusan seleksi CPNS Kejagung Formasi Pengadministrasian Penanganan Perkara.
4 tahun  lalu
Anak Sumut Kuasai Tiga Besar Seleksi CPNS Kejaksaan Agung: 1 Butar-butar, 2 Sembiring, 3 Manurung
Ketua SMSI Sumut Zulfikar Tanjung (tengah), Wakil Ketua H Agus S Lubis dan Sekretaris Erris J Napitupulu (kiri).
5 tahun  lalu
SMSI Sumut Siap Bantu Pemda Berinovasi Sosialisasi 'New Normal'
Kabid Kepemudaan dan Kepramukaan Dispora Sumut, Fahri Azhari, berfoto bersama peserta Seleksi Calon PPAN.(kaldera/HO)
2 tahun  lalu
Seleksi Calon Peserta PPAN, Ini Pesan Kadispora Sumut
5 tahun  lalu
Belajar Trading Bersama Fakar, Ada yang Profit Rp28 Juta
Anggota DPRD Medan Mulia Syahputra Nasution
2 tahun  lalu
Ranperda Insentif dan Kemudahan Penanaman Modal Ditargetkan Selesai Tahun Depan

Trending

01.
5 hari  lalu
Tahun Ini, 12 Ruas Jalan di Medan Ditargetkan Bebas Kabel Udara
02.
4 hari  lalu
Dua Kadis Pemprov Sumut Mundur, Ini Alasan Resminya
03.
4 hari  lalu
INALUM Bangun Smelter Aluminium Rp104 Triliun di Mempawah
04.
5 hari  lalu
Bank Sumut Cetak Sejarah Lewat Media Award HPN 2026
05.
4 hari  lalu
Pemprov Sumut Dukung GPIPS untuk Jaga Inflasi dan Stok Pangan

Ads

  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Kode Etik Jurnalistik
Logo
Hangat, Mendidik, Mengungkap Fakta
© Kaldera.id. Developed by irzasolusi.com
PSMS Bantai Sumsel United 3-1, Eko Purdjianto Puji Mental Juang Pemain
Gubernur Sumut Tegaskan Olahraga Harus Jadi Mesin Ekonomi Baru
Gubsu: Pejabat yang Mundur Punya Rapor Jelek
Bobby Dampingi Kapolri Lepas 22 Kontainer Bantuan untuk Korban Bencana Sumatera
Kapolri Kirim 22 Kontainer Bantuan untuk Korban Bencana di Sumatera
Home Trending Cari Bagikan Lainnya