Badan otoritas pengembangan Langkawi, Malaysia, sedang merancang agar Langkawi menjadi tempat ‘healing’ terbaik karena berbeda konsep dengan Penang maupun Kuala Lumpur, kata Dr. Azmil Munif bin Mohd Bukhari, Tourism Manager of LADA (Langkawi Development Authority).
Badan otoritas pengembangan Langkawi, Malaysia, sedang merancang agar Langkawi menjadi tempat ‘healing’ terbaik karena berbeda konsep dengan Penang maupun Kuala Lumpur, kata Dr. Azmil Munif bin Mohd Bukhari, Tourism Manager of LADA (Langkawi Development Authority).

 

MEDAN, kaldera.id – Badan otoritas pengembangan Langkawi, Malaysia, sedang merancang agar Langkawi menjadi tempat ‘healing’ terbaik karena berbeda konsep dengan Penang maupun Kuala Lumpur, kata Dr. Azmil Munif bin Mohd Bukhari, Tourism Manager of LADA (Langkawi Development Authority).

Karena itu pula Badan Otorita Langkawi berupaya mendorong program program Business to Business (B2B), kolaborasi bersama Tourism Malaysia Medan dan Tourism Malaysia Jakarta. Hal itu disampaikannya saat menggelar temu pers dengan media bersama Kepala Dinas Pariwisata Sumut Zumri Sultoni serta Konsulat Jenderal Malaysia di Medan YM Aiyub Omar di Santika Hotel, Selasa (5/12/2023)..

“Jadi memang konsep Langkawi berbeda dengan Penang dan Kuala Lumpur. Jika warga Medan mau berobat mereka akan ke Penang. Untuk berbelanja dan kunjungan wisata banyak yang memilih Kuala Lumpur. Nah di Langkawi kita siapkan sebagai tempat pemulihan dan healing terbaik pasca pengobatan,” kata Azmil Munif.

Dia mengatakan itu sebabnya pada 4-10 Desember ini LADA mendatangkan 40 pemangku kepentingan lokal Langkawi ke Medan dan Jakarta. Inisiatif ini didukung oleh Tourism Malaysia Medan, Tourism Malaysia Jakarta, Malaysia Convention & Exhibition Bureau (MyCEB), dan group yang terdiri dari agen perjalanan, hotel, dan produk wisata dari Langkawi. Sesi bisnis berlangsung selama dua hari dengan pertukaran informasi dan ide-ide menarik bagi praktik atau kemajuan industri pelancongan kedua wilayah.

September lalu, LADA bekerja sama dengan Tourism Malaysia Medan menjadi tuan rumah bagi 40 agen perjalanan dari Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Sumatera Utara (Sumut), sebagai bagian dari upaya Tourism Malaysia dan LADA untuk memprosmosikan Langkawi ke pasar Indonesia. ASITA Sumut memiliki keanggotaan 6.500 perusahaan biro perjalanan dari Indonesia, menjadikan inisiatif ini sebagai pendekatan yang ideal untuk mempromosikan Langkawi ke industri pelancongan di Medan.

Sosialisasi ini memberikan serangkaian pengalaman menarik bagi biro perjalanan untuk menciptakan paket wisata Langkawi dan Sumatera Utara yang menarik. Sesi B2B juga diadakan di Langkawi dan dihadiri oleh seramai 50 pihak industri pariwisata Langkawi.

Inisiatif menarik ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan LADA untuk memposisikan Langkawi sebagai tujuan utama wisatawan internasional khususnya dari Medan dan Jakarta, serta meningkatkan pariwisata dan perekonomian Langkawi LADA juga telah bekerja sama dengan AirAsia untuk memfasilitasi program ini dengan menawarkan kode promo khusus kepada pemangku kepentingan (pelaku industri pariwisata) Langkawi.

Ke depannya, AirAsia tertarik mulai menawarkan penerbangan langsung dari Indonesia ke Langkawi pada kuartal pertama tahun 2024.

Dr. Azmil Munif bin Mohd Bukhari mengungkapkan antusiasmenya dan mengatakan, “kami teruja untuk bekerjasama rapat dengan Tourism Malaysia dan rakan kongsi kami di Medan dan Jakarta untuk mengadakan perkongsian B2B di kedua-dua pihak. Langkawi bukan sekadar destinasi, ia adalah satu pengalaman – dan kami tidak sabar untuk mengalu-alukan rakan kongsi dan pelancong Indonesia untuk mengalami semua yang ditawarkan oleh pulau yang indah ini”.

Mengambil langkah signifikan untuk mendorong sector Meeting, Incentives, Conference, and Exhibition (MICE), LADA kini juga menawarkan insentif yang dirancang khusus untuk kegiatan MICE.

Selain itu, LADA juga telah memperkenalkan insentif Charter Flight dan Schedule Inaugural Flight untuk tahun 2024, dengan reward sebesar USD10.000 pada penerbangan langsung perdananya.

Upaya ini dilakukan bersamaan dengan kemitraan terbaru LADA dengan Tourism Malaysia dan Mlaaysia Convention & Exhibition Bureau (MyCEB) untuk meluncurkan tawaran insentif ‘MyTriple E’ yang telah ditunggu-tunggu di bawah kampanye Meet in Malaysia.

Melalui kemitraan ini, LADA, Tourism Malaysia, dan MyCEB bekerja sama memfasilitasi usaha ‘MyTriple E’, yang bertujuan untuk menciptakan dampak jangka Panjang pada industri acara bisnis dengan menarik perusahaan dan asosiasi Indonesia untuk menjajaki berbagai peluang yang tersedia di Malaysia.

Hal ini mencakup fasilitas yang luar biasa, lingkungan bisnis yang berkembang, dan lanskap budaya yang mempesona, semuanya dalam negara yang dinamis dan beragam.

Semua inisiatif ini, kata dia, semakin menggarisbawahi komitmen LADA untuk memperkuat hubungan antara Indonesia dan Langkawi, menumbuhkan lingkungan yang siap untuk usaha bisnis baru, memperkaya pengalaman perjalanan, dan kemitraan yang langgeng.